p-Index From 2021 - 2026
11.984
P-Index
This Author published in this journals
All Journal COPING (Community of Publishing in Nursing) Jurnal Keperawatan Indonesia Jurnal Ners Indonesia Idea Nursing Journal Jurnal Ilmu keperawatan Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Jurnal Keperawatan Padjadjaran Jurnal Ilmu Keperawatan Holistic Nursing and Health Science Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Al-Asalmiya Nursing: Journal of Nursing Sciences Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) JKEP : Jurnal Keperawatan Jurnal Ners BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Indonesian Journal of Global Health research SEHATI: Jurnal Kesehatan Jurnal Keperawatan Hang Tuah (Hang Tuah Nursing Journal) NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Keperawatan Innovative: Journal Of Social Science Research Nanggroe: Journal Of Scholarly Service EcoNews Nanggroe: Journal of Scholarly Service JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa Journal of Innovative and Creativity Holistik Jurnal Kesehatan Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jurnal Senpling Multidisiplin Indonesia Borneo Nursing Journal Indonesian Journal of Global Health Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Pesisir Febrianti, Eka; Agrina, Agrina; Bayhakki, Bayhakki
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 3 No 1 (2024): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol3.Iss1.1063

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan balita ataupun bayi tergantung oleh seberapa banyak ASI yang diterimanya, baik zat gizi dan energi lain yang ada dalam ASI. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pemberian ASI eksklusif yaitu pengetahuan, budaya, sikap dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi pemberian ASI eksklusif di wilayah pesisir. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 63 responden yang diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan uji chi-square. dari 63 responden terdapat ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif memiliki pengetahuan yang rendah yaitu sebanyak 29 responden (78,9%), budaya yang kurang mendukung sebanyak 33 responden (68,8%), sikap negatif sebanyak 29 responden (82,9%), dan dukungan keluarga yang rendah sebanyak 30 responden (71,4%). Dapat disimpulkan tingkat pengetahuan, budaya, sikap, dan dukungan keluarga mempunyai hubungan yang signifikan dengan pemberian ASI eksklusif.
NURSES' EXPERIENCE IN CARRYING OUT NURSING CARE DOCUMENTATION USING ELECTRONIC MEDICAL RECORD (EMR) Ginting, Dewi Susanna; Dewi, Wan Nisfha; Lestari, Widya; Bayhakki, Bayhakki; Erika, Erika
Jurnal Keperawatan Vol 10 No 2 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v10i2.2266

Abstract

The development of information and communication technology has led to significant changes in the provision of nursing care. This study examines nurses' experiences with using Electronic Medical Records (EMRs) for nursing care documentation. This study aims to explore the experiences of nurses using EMR in documenting nursing care. This qualitative study uses a phenomenological approach involving 10 nurses, including the head of the room, team leader, and implementing nurses. Participants were selected using purposive sampling techniques, with the following criteria: nurses who perform nursing care documentation using an Electronic Medical Record (EMR), nurses working in inpatient, outpatient, emergency (IGD), and intensive care units, nurses with a work experience of at least 2 years, and nurses who are willing to participate. The study was conducted at a private hospital in Pekanbaru. Data were collected through interviews and analysed using thematic analysis, employing the Colaizzi method. Result: The analysis revealed three themes: the benefits of Electronic Medical Records (EMR) in nursing services, supporting factors for the implementation of EMR, and inhibiting factors for the implementation of EMR. Based on the study results, it can be concluded that nurses feel the effectiveness and efficiency of EMR in documenting. However, during its implementation, there are still obstacles that require attention from hospital management. Thus, providing health services becomes optimal and efficient for patients and health workers.
THE EXPERIENCE OF HEALTHCARE WORKERS AND PATIENTS IN THE IMPLEMENTATION OF DISCHARGE PLANNING FOR HEART FAILURE PATIENTS Sanusi, Amoy Amelia; Dewi, Wan Nishfa; Bayhakki, Bayhakki; Wahyuni, Sri; Huda, Nurul; Erika, Erika
Jurnal Keperawatan Vol 10 No 2 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v10i2.2283

Abstract

Ineffective discharge planning results in discontinuity of patient care at home. This condition worsens patient outcomes, leading to patients returning to health services with the same medical history or with new and more severe complications. This study aims to explore the experience of healthcare workers and patients in implementing discharge planning for heart failure patients. This study employed a phenomenological design with a qualitative, interpretative approach. The participants consisted of 17 individuals: ten health workers from a private hospital in Pekanbaru, two heart specialists, three nurses, two pharmacists, three nutritionists, and seven patients with heart failure who were planning to return home. Participant recruitment was conducted using a purposive sampling method. Data collection was through in-depth interviews, and data analysis used the Colaizzi analysis stages. Four themes are interrelated with the studied phenomena: the information received by patients regarding discharge planning, specific education for heart failure patients, the challenges faced by healthcare workers in completing the discharge planning form, and the important components of discharge planning for heart failure patients. The experiences of healthcare workers and patients in implementing discharge planning in this study reveal that there are still inadequacies that concern both healthcare workers and patients. The themes identified in this study can contribute to the development of discharge planning forms for heart failure patients. Therefore, this study on healthcare services suggests that it may reduce the recurrence rate of heart failure in patients.
Efektifitas Pengaruh Teknik Relaksasi Benson Pada Kecemasan Pra Operasi Adek Kurnia Sari Mansyar; Imam Syahrudin; Rahmadani Fitria; Suhar Suhar; Bayhakki Bayhakki
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1906

Abstract

Preoperatif anxiety merupakan salah satu tantangan utama dalam prosedur pembedahan yang dapat memengaruhi status hemodinamik pasien. Kecemasan ini dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatis, yang berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah, frekuensi jantung, dan tingkat stres fisiologis secara keseluruhan (Johns, 2020). Hal ini dapat berujung pada peningkatan risiko komplikasi intraoperatif dan pascaoperatif, yang akhirnya berdampak pada lamanya pemulihan dan tingkat kepuasan pasien terhadap layanan kesehatan. Metode non-farmakologis seperti teknik relaksasi Benson telah banyak digunakan untuk mengurangi kecemasan preoperatif. Teknik ini bekerja dengan menginduksi respons relaksasi melalui pengurangan aktivitas sistem saraf otonom. Respons relaksasi yang dihasilkan oleh teknik ini berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah, frekuensi jantung, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien sebelum prosedur bedah dilakukan. Setelah dilakukan pengkajian, penegakan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi terkait penerapan terapi relaksasi benson pada pasien pre operasi, maka diketahui pasien menunjukkan tanda dan gejala kecemasan seperti merasa khawatir, takut, kesulitan tidur, pusing, tampak gelisah, tegang, tremor, tekanan darah meningkat, nadi meningkat, dan frekuensi pernapasan juga meningkat. Didukung dengan hasil skor HARS 12 yang berarti bahwa pasien mengalami kecemasan sedang. Pasien mengalami kecemasan karena akan menjalani tindakan operasi untuk yan]g pertama kalinya.
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Dokumentasi, dan Komunikasi Perawat dengan Transfer Intra Rumah Sakit Masniari Juliana Siregar; Yufitriana Amir; Bayhakki Bayhakki
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48697

Abstract

Pendahuluan: Transfer pasien yang baik sangat penting untuk menjamin keamanan pasien dan kualitas asuhan keperawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan, dokumentasi, dan komunikasi perawat dengan proses transfer intra rumah sakit di Rumah Sakit Awal Bros A.Yani. Metode: Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasional, dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel 160 responden melalui teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner (validitas 0,36 ; reliabilitas 0,855) dan lembar observasi. Analisis data dengan uji Chi-Square dan Logistic Regression. Hasil: Analisismenunjukan signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,001), dokumentasi (p=0,001), dan komunikasi (p=0,044) dengan proses transfer. Hasil analisis regresi logistik menunjukan bahwa dokumentasi adalah faktor yang paling berpengaruh (p=0,005). Kesimpulan: transfer pasien terlaksana baik dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, dokumentasi dan komunikasi. Untuk mendukung keselamatan pasien, perlu adanya kolaborasi tim, standarisasi, supervisi dan penerapan prosedur yang tepat.Kata Kunci : Faktor Dalam Transfer, Transfer Pasien, Transfer Intra Rumah sakit.
Pengaruh Pelatihan Deteksi Dini pada Kader Terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang Pelaporan Jumlah Kasus Gangguan Jiwa: Literatur Review Amin Suliah; Sri Wahyuni; Bayhakki Bayhakki
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48881

Abstract

Mental health is a condition in which an individual is physically, mentally, spiritually, and socially capable, thus being aware of their ability to cope with stress, be productive at work, and contribute positively to society. Knowledge among community health workers (kaders) is essential for reporting the number of mental disorder cases. This study uses a systematic literature review approach aimed at examining the effect of early detection training for kaders on improving their knowledge regarding the reporting of mental disorder cases. Literature was collected from several widely used and publicly accessible scientific databases, including PubMed and Google Scholar. The keywords used in the search included: “Early Detection Training,”,“Improving Kader Knowledge”,“Mental Disorder Cases” and “Mental Disorder Case Reporting.” From 137 articles identified, a selection process was conducted based on inclusion and exclusion criteria, resulting in 5 articles that were analyzed in depth. The findings indicate that early detection training has a positive impact on increasing kader knowledge about mental disorder cases. Through proper training, kaders gain a better understanding of the early signs and symptoms of mental disorders, risk factors, and the importance of early referral and intervention. Keywords: Early Detection Training, Improving Kader Knowledge, Mental Disorder Cases, Mental Disorder Case Reporting.
Pengaruh Latihan Passive Range Of Motion (Rom Pasif) dan Perubahan Posisi Terhadap Hemodinamik Pasien yang Terpasang Ventilasi Mekanik Desnen Salti; Bayhakki Bayhakki; Erika Erika
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51127

Abstract

Abstrak Pasien kritis yang terpasang ventilasi mekanik berisiko mengalami ketidakstabilan hemodinamik akibat imobilisasi berkepanjangan yang dapat menurunkan perfusi jaringan dan meningkatkan komplikasi. Intervensi non-farmakologis seperti Passive Range of Motion (ROM pasif) dan perubahan posisi berperan dalam menjaga stabilitas fisiologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ROM pasif dan perubahan posisi terhadap hemodinamik pasien dengan ventilasi mekanik, meliputi tekanan darah, mean arterial pressure (MAP), frekuensi nadi, frekuensi napas, dan saturasi oksigen. Desain penelitian menggunakan pre-experimental one group pretest-posttest pada 45 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa ROM pasif ekstremitas atas dan bawah serta perubahan posisi semi fowler dan lateral dilakukan secara terjadwal. Data hemodinamik dikumpulkan menggunakan bedside monitor dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan perbedaan bermakna pada seluruh parameter (p < 0,001): tekanan darah, MAP, nadi dan frekuensi napas menurun signifikan, sedangkan saturasi oksigen meningkat dari 94,49% menjadi 98,24%. Kesimpulan: ROM pasif dan perubahan posisi efektif memperbaiki stabilitas hemodinamik pasien ventilasi mekanik serta menjadi intervensi keperawatan sederhana, aman dan non-invasif untuk mencegah komplikasi imobilisasi. Kata Kunci: ROM Pasif, perubahan posisi, hemodinamik, ventilasi mekanik
Pengaruh Intervensi Keperawatan Komunitas Menggunakan Aplikasi Nutrikost Dalam Peningkatan Gizi Remaja Ari Rahmat Aziz; Bayhakki Bayhakki; Sri Utami; Nurul Huda; Syava Ardilawati; Maharani Karlina; Aisyah Mukda Camila Putri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51848

Abstract

Saat ini, status gizi banyak remaja masih belum memadai. Kurangnya pengetahuan tentang kebutuhan gizi dan kemampuan untuk menyiapkan makanan bergizi merupakan faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan intervensi keperawatan komunitas menggunakan aplikasi Nutrikost untuk meningkatkan gizi remaja. Desain penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji-t dependen dan uji-t independen. Sampel penelitian ini adalah remaja yang memiliki ponsel pintar. Pada kelompok intervensi, remaja menerima intervensi komunitas menggunakan aplikasi Nutrikost selama satu bulan, dan kemudian pengetahuan dan status gizi mereka dinilai sebelum dan sesudah intervensi. Aplikasi ini menyediakan pendidikan dan konseling dua arah dan satu arah. Kelompok Kontrol menerima layanan kesehatan rutin di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam IMT remaja setelah intervensi pada kelompok kontrol dan eksperimen (nilai p > 0,05). Ada perbedaan yang signifikan dalam pengetahuan remaja setelah intervensi pada kelompok kontrol dan eksperimen (nilai p< 0,05). Aplikasi Nutrikost dapat digunakan dalam pendidikan gizi untuk remaja. Perawat komunitas dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang gizi menggunakan aplikasi ini.  Kata Kunci: Aplikasi Nutrikost, Intervensi Keperawatan Komunitas, Nutrisi Remaja. Abstract Currently, the nutritional status of many adolescent remains inadequate. Lack of knowledge about nutritional needs and the ability to prepare nutritious meals are contributing factors. This study aims to conduct a community nursing intervention using the Nutrikost application to improve adolescent nutrition. The study design used a quasi-experimental design with a control group. Data analysis used t-dependent and independent t- test. The sample of this study was adolescents who owned smartphones. In the intervention group, adolescents received community intervention using the Nutrikost app for one month, and then their nutritional knowledge and status were assessed before and after the intervention. The App provides two-way and one-way education and counseling. The Control group received routine health services at the community health center (Puskesmas). The Results showed that there was no significant difference in BMI of adolescents after the intervention in the control and experimental groups (P value > 0.05).  There was a significant difference in adolescent knowledge after the intervention in the control and experimental groups (P value < 0.05). The Nutrikost application can use in nutrition education for teenagers. Community nurses can improve adolescents’ knowledge of nutrition using this application.   Keywords: Adolescent Nutrition; Community Nursing Intervention; Nutrikost Application
Edukasi Pembatasan Cairan pada Pasien Ckd yang Menjalani Hemodialisis dengan Intervensi Sipping Ice Cube Melalui E-Booklet di Ruang Penyakit dalam Rsud Arifin Achmad Provinsi Riau Mutia Sari; Bayhakki Bayhakki
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52472

Abstract

Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis berisiko tinggi mengalami kelebihan volume cairan akibat ketidakpatuhan terhadap pembatasan asupan cairan, yang dapat memicu edema, hipertensi, hingga gangguan jantung. Salah satu inovasi edukasi untuk membantu mengontrol rasa haus adalah intervensi sipping ice cube menggunakan media e-booklet. Implementasi keperawatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pasien CKD terkait pembatasan cairan di ruang rawat inap Penyakit Dalam RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Pendekatan yang digunakan adalah Evidence-Based Nursing Practice melalui edukasi interaktif menggunakan e-booklet berisi informasi mengenai batas cairan, risiko kelebihan cairan, serta langkah penerapan intervensi sipping ice cube. Edukasi diberikan dalam satu sesi, kemudian dilakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pilihan ganda. Hasil menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami peningkatan pengetahuan, dari kategori kurang menjadi cukup dalam memahami pentingnya pembatasan cairan. Edukasi pembatasan cairan melalui e-booklet dengan intervensi sipping ice cube terbukti efektif meningkatkan tingkat pengetahuan pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Pendekatan ini dapat direkomendasikan sebagai inovasi edukatif berbasis teknologi untuk meningkatkan kemandirian pasien dalam manajemen cairan.
Implementation of Nursing Risk Management in Terminal-Stage CKD Patients in the Inpatient Unit: A Case Study Mutia Sari; Bayhakki Bayhakki; Siti Rahmalia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52495

Abstract

Keselamatan pasien merupakan aspek utama mutu pelayanan kesehatan dan menjadi tanggung jawab seluruh tenaga kesehatan, terutama perawat. Pasien dengan penyakit ginjal kronik berada pada risiko tinggi terhadap insiden keselamatan karena kompleksitas terapi dan gangguan metabolik yang berat. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen risiko keperawatan pada pasien CKD stadium terminal dengan komplikasi asidosis metabolik dan hiperkalemia di RSUD Arifin Achmad, Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan analisis HIRARC untuk menilai kemungkinan dan tingkat keparahan risiko. Hasil identifikasi menunjukkan lima situasi berisiko tinggi, yaitu: pemberian elektrolit pekat tanpa pengenceran yang benar, kesalahan dosis atau kecepatan infus, risiko infeksi jalur intravena akibat ketidakpatuhan asepsis, komunikasi tim yang tidak efektif, serta kelelahan dan beban kerja perawat. Risiko tertinggi ditemukan pada pemberian elektrolit pekat dengan skor 9 (kategori tinggi). Strategi pengendalian yang direkomendasikan meliputi double check, penggunaan infusion pump, kepatuhan hand hygiene, komunikasi SBAR, serta pengaturan beban kerja. Penerapan manajemen risiko secara konsisten dapat menekan potensi insiden keselamatan dan meningkatkan mutu pelayanan melalui budaya keselamatan yang berkelanjutan.
Co-Authors Adek Kurnia Sari Mansyar Agrina Agus Susanto Ainil Hasanah Aisyah Mukda Camila Putri Amin Suliah Aminah Kurniati Amir, Yufitriana Amoy Amelia Sanusi Andriani, Suci Anjely, Selly Anugrah Rillo Pangestu Ari Yuesti Utami, Ari Yuesti Ario Sugandi Arneliwati Aswan, Muhammad Farhan aziz, ari rahmat Azriyani, Aulia Azzahra, Adila Cindya, Nada Cintya Elsa Regina Darwin - Karim Desi Asman Desi Fitriyanti Desi Putri Desnen Salti Deswinda Deswinda Devyna, Yulia Dewi Susanna Ginting Dini Maulinda Dona Armelia Putri Dzakwan, Adib Eka Febrianti, Eka Eka Tiara Sakina Endang Sulastri Dewi Atmojo Eni Purwanti Erika Erika Erika Erwin Erwin Erwin Erwin Erwin Fachry Abda El Rahman Fathra Annis Nauli Fatkhul Muhlisin Fauzan Ramadhan Febriana - Sabrian Febriani Febriani FEBRIANI, ANISA Febrioni, Febrioni Friska Oktonamara Gamya Tri Utami Gesni Mehika Gesni Mehika Ginting, Dewi Susanna Gita Febriani Pratiwi Hasballah Hasballah Hellena Deli Henni Afriani Herlina Herlina Herlina Herlina Herryka, Afrialdi Hilda Rahmi Ningsih Hunafa, Zahra Husna, Nailul Hutajulu, Kina I Ketut Suada Ika Wahyuningsihi Imam Syahrudin Indra, Rani Lisa Indriati, Ganis Ipnamelti Ipnamelti Irna Yuliza Ispika Roma Jelita Hotma Asy Simanjuntak Jendri Darmanto Julita, Warni Jumaini, Jumaini ' Jumratul Maisura Junaina Ridwan Karnila, Rahman Karnila Kina Hutajulu Krisna Yetti Lai, Claudia. K. Y. Lestari, Widya Lubis, Vidi Mayumi Anggita Maharani Karlina Manda Putra, Ridwan Masniari Juliana Siregar Masri Rahayu Putri Maulia, Nela Dwi Megariani Megariani Mira Khairunnisa Mutia Sari Nabila Permatasari Nada Intaniza Nadia Wulandari Nadila Nadila Naomi Feronika Nizam, Azrul Novi Rosiani Novianti, Tina Nur Azima Nurhannifah Rizky Tampubolon Nurhayati, Risa Nurkarimah Nurkarimah Nurul Huda Nurul Huda Oka Fatmanita Oswati - Hasanah Paliyoen, Rossa Putri Pebrina Angjelina Permata Rigina Sonia Pinem, Pulungen Prithania Dwiza Renanda Putri Ahya Radhiya Rahmadani Fitria Ramayanda Gusni Rasoel Hamidy Reggiana Sarastya Reni Prima Gusty Reni Zulfitiri Reni Zulfitri Reshalia, Reshalia Resty Indria Retno Wulandari Ria Yayanti Ridwan Manda Putra Rima Maulida Hidayati Rina Zulistin Riri Novayelinda Risa Nurhayati Risfinda, Risfinda Riska Noviani Rismadefi - Woferst Risna Nofriani Ruzana Fitri Safdara Tika SALSA ADELIA RAHMADANI Salsabila, Salsabila Sanusi, Amoy Amelia Sari, Tesha Hestyana Seprina, Seprina Setiasima BR Situmorang Siswahyudianto Siti Febryza Indra Siti Khairunnisa Siti Rahmalia Sofiana Nurchayati Sofyan Husein Siregar Sri Utami Sri Utami Sri Utami Sri Utami Sri Wahyuni Sri Wahyuni Stephanie Dwi Guna Suci Rahmatul Yasirro Suhar Suhar Suparniyati Suparniyati Susantri, Wella Syafni Syafni Syava Ardilawati Syeptri Agiani Putri Veny Elita Vidia Humaira Wahyudi Fadzila Wan Nisfha Dewi Wan Nisfha Dewi Wan Nishfa Dewi Wasisto Utomo Wice Purwani Suci Widia Lestari Widya Lestari Wirdhatul Jannah Asrin Yesi Hasneli Yesi Hasneli Yesi Hasneli Yesi Hasneli N Yesi Hasneli N Yosi Rianti Yulfitriana Amir Yulia Irvani Dewi Yurisca Maqfiroh Yusni Ikhwan Siregar Zahwa Ayunda Salsabilla Zilfanny Sera Engla Zukhra, Ririn Muthia