Claim Missing Document
Check
Articles

Morphological characteristics of maxilliped lobsters (Panulirus spp) in Aceh Jaya Waters, Aceh Province Irfannur Irfannur; Yusrizal Akmal; Muliari Muliari; Mardiana Mardiana
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 5 No 2: November 2023
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v5i2.2458

Abstract

The waters of Aceh Jaya are home to six distinct species of Panulirus spp lobsters, specifically Panulirus penicillatus, P. longipes, P. ornatus, P. polyphagus, P. versicolor, and P. homarus. The study was carried out in 2022 within the aquatic territory of Aceh Jaya Regency. The lobster fishermen at the research area employ gill nets as their fishing gear. The data collection approach involves doing direct field observations and performing identifications in the laboratory. The analysis of the data is then carried out using descriptive techniques. During lobster fishing operations, fishermen engage in a daily routine that involves setting and hauling the fishing gear once a day. This process lasts for 16 hours and includes lifting the catch onto land. Analysed data on the six species of lobster (Panulirus spp) taken by lobster fisherman, specifically Panulirus penicillatus, P. longipes, P. ornatus, P. polyphagus, P. versicolor, and P. homarus. All six varieties of lobster have different morphological characteristic based on the color and shape of the maxilliped.
Reducing ammonia levels in catfish cultivation water using several aquatic plants Mustaqim Mustaqim; Mutasar Mustasar; Yusrizal Akmal; Mida Wahyuni; T. Irfan Fajri; Zaitun Ritaqwin
Depik Vol 11, No 3 (2022): DECEMBER 2022
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.11.3.27723

Abstract

Catfish farming is one of the businesses that is very much in demand by the community, because it can improve the community's economy. However, not all catfish farming businesses can produce maximum results. This can be caused by several factors, both from feed, management and water quality. Decrease in water quality can be caused by feces and fish feed residue. Poor water quality can cause the growth process, physiology and level of fish behavior to be disturbed. Efforts that can be done is to use aquatic plants as phytoremediation. The plants used in this study were Azolla sp, Eichhornia crassipes, Lemna sp, Ipomoea aquatic. The design used in this study was a completely randomized design with 4 treatments and 3 replications. The parameters observed in this study were ammonia levels, pH, and plant population. The results showed that Eichhornia crassipes and Lemna sp were able to reduce ammonia levels in catfish cultured water by 0.01 mg/l at the end of the study.Keywords:AmmoniaWater plantsCatfish
Teknologi Asap Cair Pada Pembudidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) “Kelompok Wareh Unaya” Bireuen, Aceh Rindhira Humairani; Ajmir Akmal; Yusrizal Akmal; Irfannur Irfannur; Rinaldi Rinaldi; Muliari Muliari
Jurnal SOLMA Vol. 11 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v11i3.10085

Abstract

Background: Penggunaan asap cair sebagai fungisida botani dapat menjadi salah satu pilihan alternatif untuk dikembangkan karena memiliki residu yang kecil dan mudah terdegradasi lingkungan. Asap cair juga memiliki zat sebagai peningkatan imun dan mortalitas yang dapat menjaga nilai dalam nutrisi pakan. Pengabdian ini bertujuan menerapkan teknologi asap cair pada pembudidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) “Kelompok Wareh Unaya” Bireuen, Aceh. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah memberikan pendidikan, pelatihan, dan pendampingan manajemen kesehatan udang dengan mitra Wareh Unaya, serta jumlah peserta 10 orang dan pengambilan data melalui quisioner. Hasil: Pembuatan asap cair sangat mudah dilakukan dan biaya yang murah serta tingkat antusias masyarakat tentang pembuatan serta pengaplikasian di tambak meningkat. Kesimpulan: pemberian asap cair dapat memberikan pengetahuan terkait salah satu pencegahan penyakit udang
Penggunaan High Density Polyethylene (HDPE) Pada Kelompok Laut Mina Budidaya dalam Perbaikan Manajemen Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Yusrizal Akmal; Syahirman Hakim; Rindhira Humairani; Irfannur Irfannur; Muliari Muliari; Rinaldi Rinaldi
Jurnal SOLMA Vol. 11 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v11i3.10086

Abstract

Background: Desa Lipah Rayeuk dikenal sebagai penyedia udang dan ikan nila air payau di Kawasan Kabupaten Bireuen. Penggunaan plastik sebagai alas dasar tambak budidaya udang merupakan salah satu teknologi di daerah-daerah dengan tanah tingkat keasaman, dan porositas tinggi seperti tanah gambut dan tanah berpasir. Pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji Penggunaan High Density Polyethylene (HDPE) pada kelompok Laut Mina Budidaya dalam perbaikan manajemen budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei). Metode: Mitra pada pengabdian yaitu Kelompok Laut Mina Budidaya dengan anggota sebanyak 8 orang. Kegiatan yang dilakukan merupakan kontruksi tambak pemakaian plastik HDPE, pengelolaan kualitas air, manajemen pakan, dan manajemen kesehatan udang. Pengambilan data dilakukan melalui quisioner. Tim pengabdian juga melakukan penyuluhan pendidikan, pelatihan, dan pendampingan terhadap mitra. Hasil: Kelompok Laut Mina Budidaya mengalami peningkatan dalam pengetahuan manajemen kolam terpal HDPE serta memiliki perbaharuan fasilitas tambak, seperti plastik HDPE dan alat mesin pakan. Kesimpulan: Mitra kelompok mendapatkan peningkatan pengetahuan serta mendapatkan kontribusi bahan dan alat dalam pelaksanaan budidaya selama proses budidaya udang vaname, dalam pengelolaan ini mitra mengalami peningkatan secara inovatif.
Efektifitas Sistem Dekapsulasi Dengan Salinitas Berbeda Terhadap Daya Tetas (Hatching Rate) Siste Artemia Izwar, Akmal; Anis Nugrahawati; Irfannur; Yusrizal Akmal; Asih Makarti Muktitama; Rossy Azhar; Syahirman Hakim; Rahma Mulyani
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i1.15940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap daya tetas artemia dekapsulasi. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan A artemia dekapsulasi dengan salinitas 20 ppt Perlakuan B artemia dekapsulasi dengan salinitas 25 ppt, perlakuan C artemia dekapsulasi salinitas 30 ppt dan kontrol penetasan artemia non dekapsulasi salinitas 30 ppt. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan antar perlakuan. Daya tetas tertinggi terdapat pada perlakuan C yaitu Artemia dekapsulasi dengan salinitas 30 ppt sebesar 88,55%, daya tetas perlakuan B sebesar 68,51%, daya tetas perlakuan A sebesar 54,98%, dan kontrol menunjukkan daya tetas paling rendah yaitu sebesar 51,51%. Proses dekapsulasi dengan kadar Salinitas berbeda dalam proses penetasan siste artemia mempengaruhi daya tetas artemia. Artemia dekapsulasi dengan media penetasan bersalinitas 30 ppt mampu meningkatkan daya tetas sebesar 37,04% dari perlakuan kontrol.   This study aims to determine the effect of salinity on the hatching rate of decapsulated Artemia. The research design used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. Treatment A of decapsulated artemia with a salinity of 20 ppt. Treatment B of decapsulated artemia with a salinity of 25 ppt, treatment C of decapsulated artemia with a salinity of 30 ppt and kontrol non-decapsulated artemia hatching with a salinity of 30 ppt. The research results showed that there were differences between treatments. The highest hatching rate was in treatment C, namely decapsulated Artemia with a salinity of 30 ppt of 88.55%, the hatching rate of treatment B was 68.51%, the hatching rate of treatment A was 54.98%, and the kontrol showed the lowest hatching rate of 51 .51%. The decapsulation process with different levels of salinity in the hatching process of the artemia system affects the hatching rate of artemia. Artemia decapsulation with hatching media with a salinity of 30 ppt was able to increase hatching rate by 37.04% from the kontrol treatment.  
Aplikasi Bubu Modifikasi untuk Meningkatkan Hasil Tangkapan Rajungan pada Nelayan Tradisional Desa Alue Naga, Kota Banda Aceh Zulfahmi, Ilham; Perdana, Adli Waliul; Syahputra, Hidayat; Akmal, Yusrizal; Nafis, Badratus
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.16141

Abstract

Background: Permintaan pasar akan rajungan di Alue Naga Banda Aceh, tergolong tinggi. Akan tetapi permintaan tersebut belum terpenuhi karena hasil tangkapan masih rendah, hal ini disebabkan sulitnya penggunaan alat tangkap rajungan yang sulit diaplikasikan. Kegitan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatan hasil tangkapan rajungan melalui aplikasi bubu modifikasi yang memiliki ukuran lebih besar, kerangka lebih kuat, serta pintu masuk lebih banyak. Metode: Tahapan pengabdian berupa pembuatan dan penerapan bubu modifikasi, sosialisasi, serta pelatihan manajemen hasil tangkapan. Evaluasi dan keberhasilan kegiatan ditinjau melalui kuisioner yang dibagikan pra dan pasca kegiatan. Hasil: Kegiatan ini telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam meningkatan kuantitas dan kualitas hasil tangkapan rajungan. Novelty dari program ini terletak pada aplikasi bubu modifikasi yang terbukti lebih efektif dalam meningkatkan jumlah dan kualitas hasil tangkapan dibandingkan dengan bubu tradisional. Kesimpulan: Adanya peningkatan hasil tangkapan rajungan menunjukkan efektivitas pembinaan dan pendampingan yang diberikan. Nelayan juga menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan dengan melepas kembali rajungan yang tertangkap di bubu namun tidak memenuhi standar penangkapan.
Pemanfaatan Air Buangan Budidaya Ikan Lele (Clarias sp.) Sebagai Media Budidaya Daphnia sp. Yusrizal Akmal; Muliari; Rindhira Humairani; Ilham Zulfahmi; Maulina
Jurnal Biosains dan Edukasi Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Biosains dan Edukasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi - Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air buangan budidaya ikan lele banyak mengandung bahan organik berupa Nitrogen (N) dan Amoniak (NH3) dari sisa pakan maupun feses ikan yang dapat berdampak pada menurunnya kualitas perairan di sekitar lokasi budidaya. Di sisi lain salah satu faktor keberhasilan kegiatan pembenihan adalah tersedianya pakan alami untuk larva. Daphnia sp. berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan larva karena mengandung nilai nutrisi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan air buangan budidaya ikan lele sebagai media budidaya Daphnia sp. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu : perlakuan A, B, C, D menggunakan media kultur Daphnia sp. berupa air buangan budidaya ikan lele dengan konsentrasi berturut-turut sebanyak 25%, 50%, 75% dan 100% dan E media kultur Daphnia sp. berupa kotoran ayam dengan konsentrasi 5 gr/l sebagai kontrol. Padat tebar Daphnia sp. yang digunakan yaitu 20 ekor/liter. Data pertumbuhan populasi Daphnia sp. yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis ragam dengan selang kepercayaan 95%, dan dilanjutkan dengan uji lanjut beda nyata terkecil (BNT). Sebagai data pendukung, dilakukan pengamatan kualitas air setiap hari untuk suhu dan seminggu sekali untuk DO dan pH dan kelimpahan fitoplankton pada awal dan akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air buangan budidaya ikan lele dapat dijadikan sebagai media budidaya Daphnia sp. Dari hasil analisis diketahui bahwa pada perlakuan C dengan konsentrasi 75 % air buangan memberikan hasil paling baik terhadap pertumbuhan populasi Daphnia sp. dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Effectiveness of aquatic plants as phytoremediation in palm oil processing factory wastewater Mustaqim, Mustaqim; Sari, Wenny Novita; Irfannur, Irfannur; Akmal, Yusrizal; Muliari, Muliari
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 6 No 1: May 2024
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v6i1.1859

Abstract

The research aims to see the effect of using kale (Ipomoea Aquatica), water hyacinth (Eichhornia crassipes) and apu-apu (Pistia statiotes) in the phytoremediation process on water quality in palm oil mill waste. The design used in this research is an experimental design using a non-factorial Completely Randomized Design (CRD). The treatments in the study used 4 treatments and three replications, namely P1: 20 liters of palm oil waste + 600 grams of water spinach, P2: 20 liters of palm oil waste + 600 grams of water hyacinth, P3: 20 liters of palm oil waste + 600 grams of apu-apu, P4: 20 liters of palm oil waste. The observation parameters in this study include pH, DO, Temperature, Nitrate and Phosphate. The results showed that the best aquatic plants in phytoremediation of palm oil wastewater were in treatment B (water hyacinth) and the lowest in treatment D (control). From the results obtained, it can be concluded that water hyacinth is suitable for use as a plant in phytoremediation and is able to improve the quality of palm oil wastewater.
Effectiveness of viterna addition to feed on survival and growth rate of freshwater pomfret (Colossoma macropomum) Antoni, Antoni; Febri, Suri Purnama; Komariyah, Siti; Haser, Teuku Fadlon; Sari, Herlina Putri Endah; Rusydi, Rachmawati; Akmal, Yusrizal
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 6 No 1: May 2024
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v6i1.2481

Abstract

Pomfret (Colossoma macropomum) is one of the freshwater fish commodities that is widely cultivated and widely consumed by Indonesian people. This research aims to determine the effectiveness of doses of viterna addition on feed to the survival and growth rate of pomfret. The method used in this study was an experimental method with four treatments and repeated three times. Viterna doses were PI: 0 ml (control), P2: 10 ml, P3: 15 ml and P4: 20 ml. The result showed that there was a significant effect on absolute length growth, absolute weight growth, and daily growth rate. While the survival and feed conversion rate did not have a significant effect. The highest absolute length growth result was P4=3.82 cm, while the lowest absolute length growth result was P1 3.01 cm. The highest absolute weight growth result was P4 9.88 g, while the lowest absolute weight growth was P1 6.40 g. The highest daily growth rate was P4 2.35%, while the lowest daily growth rate was P1 1.77%. From the results of adding viterna with different doses to the feed, the higher the dose of viterna given, the resulting growth has a better category.
Mangrove areas, heavy metal (Pb) content in seawater and sediments in the Coastal Area of the Bireuen Fisheries Port Azhar, Rossy; Husna, Asmaul; Ramadani, Cut Putri Rizqia; Irfannur, Irfannur; Nugrahawati, Anis; Izwar, Akmal; Akmal, Yusrizal
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 6 No 2: November 2024
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v6i2.2885

Abstract

Bireuen Regency has the potential for coastal ecosystem resources. There are two Fish Landing Sites (PPI) with very high activity, namely PPI Peudada and PPI Jangka. The high level of activity leads to concerns about pollution, one of which is the presence of lead (Pb) metal. This research aims to assess the characteristics of mangrove areas, seawater samples for heavy metals Pb, and sediments around the coastal fishing port area of Bireuen Regency. The study was conducted in 2024. Research was carried out at two sampling locations of the Fish Landing Sites (PPI), namely the Peudada Fishing Port and the Jangka Fishing Port using purposive sampling methods. At the BARISTAND (Aceh Research and Industrial Standardization Agency) laboratory, samples were analyzed using an AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). The Pb concentrations in seawater and sediment at first Location (Peudada) were <0.0003 mg/L and 2.60 mg/kg, respectively. At second Location (Jangka), the concentrations were <0.0003 mg/L and 1.78 mg/kg, respectively. Observational results indicate that Pb metal contamination in seawater and sediment at locations 1 and 2 is still below the threshold limit set of Ministry of Environment No. 51 in 2004 and RNO in 1981.
Co-Authors Abass, Kasim Sakran Agung Setia Batubara Agung Setia Batubara Agus Putra AS Ajmir Akmal Amiruddin Amiruddin Anis Nugrahawati Antoni Antoni Arief Hidayat Zulkifli Arif Sardi Asih Makarti Muktitama Asmaul Husna Batubara, Agung Setia Chairun Nisa’ Cut Ayu Nurazmi Cut Mutia Sena Devi Dewi Nola Nasution Dwi Yuliandhani Epa Paujiah, Epa Ernita Ernita Fadhilah, Raudhatul Fatmawati Saifuddin Fatmawati Saifuddin Febri, Suri Purnama Hajisamae, Sukree Hakim, Syahirman Halus Satriawan Hamama, Rosi Hani Plumeriastuti Hani Plumeriastuti Hanum Hanum Hanum Haser, Teuku Fadlon Heni Pujiastuti Herlina Putri Endah Sari Herpandi . Herpandi Herpandi Humairani, Rindhira Ikram, Said Ilham Zulfahm Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Intan Nazarah Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur, Irfannur Izwar, Akmal Khairatun Nisak Khairun Nisa M Isa M. F. Rahardjo M. Fauzan Isma M. Muliari M.Radhi M.Radhi Mahdaliana Mahdaliana, Mahdaliana Mahyana Mahyana Mandasari Mardiana Mardiana Masda Admi Maulida, Rafdhayatul Maulina Mida Wahyuni Misnar Misnar Mochamad Syaifudin Mochamad Syaifudin, Mochamad Mona Fattya Anisha Muammar Yulian Muchammad Yunus Muhammad Radhi Muhammad Reza Mujibul Rahman Mukhlis Mukhlis Muliari Muliari Muliari Muliari Muliari Muliari Muliari Munawwar Khalil, Munawwar Muslich Hidayat Mustaqim Mustaqim Mustaqim Mustaqim, Mustaqim Mutasar Nafis, Badratus Najmuddin MA, Najmuddin Nanda Rizki Purnama Nazariah Hayatun Neri Kautsari Nuraida Nuraida Perdana, Adli Waliul Plumeriastuti , Hani Purnama, Nanda Rizki R Nurlian R Nurlian Rachmawati Rusydi, Rachmawati Rahma Mulyani Ramadani, Cut Putri Rizqia Ramadani, Nofa Rasmaidar Rasmaidar Ratna Fitriani Resti Faumi Rianjuanda, Rianjuanda Rinaldi Rinaldi Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rossy Azhar salamah salamah Salsabila, Unik Hanifah Savitri Novelina Sithra Almunadiya Siti Komariyah Solly Aryza Suryani Suryani Syahputra, Hidayat Syamsul Arifin T Zahrial Helmi T. Irfan Fajri Teuku Zahrial Helmi Wenny Novita Sari Winaruddin Winaruddin Yeni Dhamayanti Yeni Dhamayanti Yulidar Yulidar Yuni Sari Yunina Rahmi Yunus , Muchammad Yunus, Muchammad Zaitun Ritaqwin Rita Zulkifli, Arief Hidayat