Claim Missing Document
Check
Articles

Biometric Condition of Seurukan Fish (Osteochillus Vittatus Valenciennes, 1842) Exposed to Mercury in Krueng Sabee River Aceh Jaya Indonesia Ilham Zulfahmi; Yunina Rahmi; Arif Sardi; Mahyana Mahyana; Yusrizal Akmal; Rumondang Rumondang; Epa Paujiah
Elkawnie Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v7i1.8258

Abstract

Abstract: Mercury is a dangerous contaminant for aquatic organisms. Seurukan fish (Osteochilus vittatus) is a type of fish in the Krueng Sabee river that is vulnerable to mercury exposure. The study's purposes were to investigate the effect of mercury on the biometric conditions of Seurukan Fish in the Krueng Sabee River, Aceh Jaya Regency. A total of 90 Seurukan fish consisting of 50 males and 40 females were collected from 3 research stations. The research stations represent the upstream area (Station 1), median river bodies (Station 2), and the downstream area (Station 3). Fish samples were taken from July to August 2019. The main parameters observed included class interval, sex ratio, length-weight relationship, condition factors, mercury concentration in sediment and liver, and hepatosomatic index. The results showed that the mercury content in the sediments of the Krung Sabee River was increased both spatially and temporally. Station 1, located in the upstream area, has the highest mercury content in the sediment was 6.278 ± 0.987 mg/kg. Mercury content in liver of Seurukan Fish ranged from 0.182 ± 0.100 mg/kg to 0.198±0.152 mg/kg. Mercury contamination in the Krueng Sabee river caused a decrease in biometric conditions of Seurukan Fish. Seurukan Fish exposed to mercury tended to have smaller size, an unbalanced sex ratio, low hepatosomatic index value, and negative allometric growth pattern.Abstrak: Merkuri merupakan salah satu jenis kontaminan berbahaya bagi organisme akuatik. Ikan seurukan (Osteochilus vittatus) merupakan salah satu jenis ikan di sungai Krueng Sabee yang rentan terpapar merkuri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh merkuri terhadap kondisi biometrik ikan seurukan di sungai Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya. Sebanyak 90 ekor ikan Seurukan yang terdiri dari 50 ekor jantan dan 40 ekor betina dikoleksi dari 3 stasiun penelitian. Stasiun penelitian mewakili wilayah hulu (stasiun 1), badan sungai (stasiun 2) dan wilayah hilir (stasiun 3). Pengambilan  sampel ikan dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2019. Parameter utama yang diamati meliputi selang kelas, nisbah kelamin dan hubungan panjang bobot ikan, faktor kondisi, konsentrasi merkuri pada sedimen dan hati serta indeks hepatosomatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan merkuri di sedimen Sungai Krung Sabee mengalami peningkatan baik secara spasial dan temporal. Stasiun 1 yang terletak di wilayah hulu memiliki kandungan merkuri dalam sedimen paling tinggi yaitu sebesar 6,278 ± 0,987 mg/kg. Kandungan merkuri pada hati ikan seurukan di Sungai Krueng Sabee berkisar antara 0,182 ± 0,100 mg/kg hingga 0,198 ± 0,152 mg/kg. Kontaminasi merkuri pada sungai Krueng Sabee menyebabkan dampak negatif terhadap kondisi biometrik ikan seurukan. Ikan seurukan yang terpapar merkuri cenderung memiliki ukuran panjang dan bobot yang lebih kecil, nisbah kelamin yang tidak seimbang, dan nilai indeks hepatosomatik yang rendah serta pola pertumbuhan alometrik negatif.
Penerapan Sistem Akuaponik sebagai Upaya Penguatan Ketahanan Pangan Masyarakat Terdampak Banjir di Desa Pante Lhong: Pengabdian Dani Pratama Putra; Yusrizal Akmal; Irfannur; M. Radhi; Akmal Izwar; Rossy Azhar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6177

Abstract

Bencana banjir dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap sektor pertanian serta ketahanan pangan masyarakat, terutama pada wilayah pedesaan yang bergantung pada lahan pertanian sebagai sumber produksi pangan. Salah satu dampak yang terjadi di Desa Pante Lhong, Kabupaten Bireuen adalah rusaknya lahan pertanian akibat endapan sedimen berupa pasir dan lumpur sehingga sulit dimanfaatkan kembali untuk kegiatan budidaya tanaman secara konvensional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan sistem akuaponik sebagai alternatif teknologi budidaya terpadu dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat terdampak banjir. Metode kegiatan meliputi identifikasi permasalahan masyarakat, sosialisasi teknologi akuaponik, instalasi sistem akuaponik, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Sistem akuaponik yang diterapkan mengintegrasikan budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan tanaman sayuran seperti kangkung, sawi, dan pakcoy dalam satu sistem resirkulasi air. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ikan nila yang dipelihara selama 30 hari mengalami pertumbuhan yang baik dengan ukuran akhir rata-rata 18,5 cm dan berat sekitar 275 g dengan tingkat kelangsungan hidup sebesar 80%. Tanaman sayuran juga menunjukkan pertumbuhan yang optimal dengan waktu panen relatif singkat yaitu kangkung dua minggu, sawi tiga minggu, dan pakcoy empat minggu. Parameter kualitas air selama pemeliharaan berada dalam kisaran yang sesuai untuk pertumbuhan ikan dan tanaman. Penerapan akuaponik membantu warga mencukupi pangan sendiri sambil belajar cara bertani modern yang efisien.
Co-Authors Abass, Kasim Sakran Agung Setia Batubara Agung Setia Batubara Agung Setia Batubara Agus Putra AS Ajmir Akmal Amiruddin Amiruddin Anis Nugrahawati Antoni Antoni Arief Hidayat Zulkifli Arief Hidayat Zulkifli Arif Sardi, Arif Asih Makarti Muktitama Asmaul Husna Batubara, Agung Setia Chairun Nisa’ Cut Ayu Nurazmi Cut Mutia Sena Devi Dani Pratama Putra Dewi Nola Nasution Dwi Yuliandhani Epa Paujiah, Epa Ernita Ernita Fadhilah, Raudhatul Fatmawati Saifuddin Fatmawati Saifuddin Febri, Suri Purnama Hajisamae, Sukree Hakim, Syahirman Halus Satriawan Hamama, Rosi Hani Plumeriastuti Hani Plumeriastuti Hanum Hanum Hanum Haser, Teuku Fadlon Heni Pujiastuti Herlina Putri Endah Sari Herpandi . Herpandi Herpandi Humairani, Rindhira Ikram, Said Ilham Zulfahm Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Intan Nazarah Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur, Irfannur Izwar, Akmal Khairatun Nisak Khairun Nisa M Isa M. F. Rahardjo M. Fauzan Isma M. Muliari Mahdaliana Mahdaliana, Mahdaliana Mahyana Mahyana Maisura, Mulqiya Mandasari Mardiana Mardiana Masda Admi Maulida, Rafdhayatul Maulina Maulina, Ina Mida Wahyuni Misnar Misnar Mochamad Syaifudin Mochamad Syaifudin, Mochamad Mona Fattya Anisha Muammar Yulian Muchammad Yunus Muhammad Reza Mujibul Rahman Mukhlis Mukhlis Muliari Muliari Muliari Muliari Muliari Muliari Muliari Muliari Muliari Munawwar Khalil, Munawwar Muslich Hidayat Mustaqim Mustaqim Mustaqim Mustaqim, Mustaqim Mustasar, Mutasar Mutasar Nafis, Badratus Najmuddin MA, Najmuddin Nanda Rizki Purnama Nazariah Hayatun Neri Kautsari Nuraida Nuraida Nursyifa, Nazwa Perdana, Adli Waliul Plumeriastuti , Hani Purnama, Nanda Rizki R Nurlian R Nurlian Rachmawati Rusydi, Rachmawati Radhi, M Rahma Mulyani Ramadani, Cut Putri Rizqia Ramadani, Nofa Rasmaidar Rasmaidar Ratna Fitriani Resti Faumi Rianjuanda, Rianjuanda Rinaldi Rinaldi Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rita, Zaitun Ritaqwin Rossy Azhar Rumondang Rumondang salamah salamah Salsabila, Unik Hanifah Savitri Novelina Sithra Almunadiya Siti Komariyah Suryani Suryani Syahputra, Hidayat Syamsul Arifin T Zahrial Helmi T. Irfan Fajri Teuku Zahrial Helmi Wahyuni, Mida Wenny Novita Sari Winaruddin Winaruddin Yeni Dhamayanti Yulidar Yulidar Yuni Sari Yunina Rahmi Yunus , Muchammad Yunus, Muchammad Zulkifli, Arief Hidayat