Claim Missing Document
Check
Articles

Project-based learning in vocational schools: A meta-analysis study Nuryani Dwi Astuti; Yuli Prihatni; Ari Setiawan; Heri Retnawati; Risky Setiawan; Dita Surwanti; Joko Supriyanto
Psychology, Evaluation, and Technology in Educational Research Vol. 8 No. 2 (2026): Article in Press
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/petier.v8i2.299

Abstract

Project-Based Learning (PBL) have shown significant results in increasing students’ mathematical skill. In a meta-analysis involving 17 studies, the results show that PBL significantly increases the students’ mathematical skills. The results of the fixed and random effects analysis show that the overall coefficient model and the residual heterogeneity are significant. The coefficient estimation for the intercept within the model is 71.872, which shows that when all independent variables are worth to zero, the dependent variable is worth estimated to 71.872. A very small p-value (< 0.001) indicates that the results are statistically very significant. The models have a good fit with the observational data, but it could not explain the variation between studies. There is a high level of heterogeneity among studies and there is not any indication of publication bias in the analysis. Thus, the results show that PBL basically can increase the students’ mathematical skills. However, it is necessary to consider other factors that can influence the results.
Pengembangan dan Validasi Instrumen Motivasi Belajar Matematika Siswa SD Berbasis Item Response Theory Yuliana Yuliana; Syukrul Hamdi; Risky Setiawan; Siswantoyo Siswantoyo; Edy Istiyono; Farida Agus Setiawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 2 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i2.442

Abstract

Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam memahami konsep dan memecahkan masalah. Namun, ketersediaan instrumen yang memiliki karakteristik psikometrik yang kuat untuk mengukur motivasi belajar matematika siswa sekolah dasar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi instrumen motivasi belajar Matematika siswa sekolah dasar menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT). Jenis penelitian yang digunakan  adalah  penelitian dan pengembangan (R & D) dengan model pengembangan 4-D yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Sampel penelitian sebanyak 734 siswa kelas IV, V, dan VI berasal dari dua puluh satu sekolah dasar yang tersebar di tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Belitung Timur. Sampel uji coba sebanyak 352 siswa dan sampel pengukuran sebanyak 382 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi uji validitas konten meggunakan indeks Aiken’s V, validitas konstruk melalui Confirmatory Factor Analysis (CFA), dan analisis butir menggunakan Graded Response Model (GRM) dalam kerangka IRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki validitas konten yang sangat baik dengan indeks Aiken’s V antara 0,92 hingga 1,00 dengan sembilan orang ahli validator berasal dari dua orang dosen dan tujuh orang pengawas SD Kabupaten Belitung Timur. Validitas konstruk pada CFA menunjukkan 20 dari 25 butir pernyataan yang diuji memenuhi kriteria kelayakan model dengan indeks kecocokan yang baik (Chi-Square 0,000, CFI 0,991, TLI 0,989, RMSEA 0,044, dan SRMR 0,057). Hasil Graded Response Model menunjukkan bahwa parameter ambang kategori respons berfungsi secara berurutan dan sebagian besar butir memiliki daya diskriminasi yang memadai.  Hasil pengukuran menunjukkan bahwa 72,7% siswa berada pada tingkat motivasi sedang, 14,2% siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi, dan hanya 13,1% siswa yang memiliki motivasi rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki karakteristik psikometrik yang baik sehingga valid, reliabel, dan layak digunakan sebagai alat ukur motivasi belajar matematika siswa sekolah dasar. Instrumen ini juga dapat dimanfaatkan oleh pendidik sebagai dasar dalam merancang strategi pembelajaran yang adaptif sesuai dengan karakteristik motivasi belajar siswa.
Evaluation of a school-based digital literacy corridor program using the CIPP Model Arditama Ardi; Siswantoyo Siswantoyo; Risky Setiawan; Yolandaru Septiana; Rina Safitri
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol. 13 No. 1 (2025): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v13i1.95820

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the Digital Literacy Corridor Program at SMP Negeri 1 Simpang Renggiang by applying the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. The approach used in this study is descriptive quantitative. The research subjects consisted of 144 students at SMP Negeri 1 Simpang Renggiang. Data were collected through a Likert scale questionnaire and direct observation, then analyzed descriptively using average value calculations and the Respondent Achievement Level (TPR). The results showed that in the context dimension, the suitability of the program's objectives with the students' digital literacy needs was effective, with an average value of 3.57 and a TPR of 89.17%. In the input dimension, the availability and utilization of supporting resources were categorized as quite effective with an average score of 3.17 and an RAT of 79.17%, where there were still obstacles in terms of internet network stability and digital content variation.  In terms of input, the availability and utilization of supporting resources were categorized as quite effective, with an average score of 3.17 and a TPR of 79.17%, although there were still obstacles in terms of internet network stability and digital content variation. In terms of process, the implementation of the Digital Literacy Corridor Program is categorized as quite effective, although teacher involvement in providing guidance and motivation to students has not yet reached an optimal level. Furthermore, in terms of product, the program has had a positive impact on increasing student learning independence and digital literacy competencies, with an average score of 3.37 and a TPR of 84.17%, which is categorized as effective. Based on these findings, it can be concluded that the Digital Literacy Corridor Program at SMP Negeri 1 Simpang Renggiang has been implemented effectively and has made a positive contribution to the development of students' digital literacy. However, improvements in the quality of supporting resources and strengthening the role of teachers are needed to ensure that the program can be implemented optimally and sustainably.
Pengembangan Instrumen Metode Bercerita dengan Boneka Tangan dalam Meningkatkan Kecerdasan Berbahasa Anak Nelly Nelly; Risky Setiawan; Siswantoyo Siswantoyo
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen pembelajaran berupa metode bercerita menggunakan boneka tangan guna meningkatkan kecerdasan berbahasa anak usia dini pada kelompok B di TK Negeri Pembina Manggar. Latar belakang penelitian ini adalah masih ditemukannya kendala pada anak dalam melafalkan kalimat-kalimat sederhana serta rendahnya kemampuan mempertahankan perhatian dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan mixed methods melalui model pengembangan ADDIE yang telah dimodifikasi. Validitas instrumen diuji melalui penilaian para ahli, sedangkan efektivitasnya dianalisis menggunakan desain pretest-posttest. Hasil uji reliabilitas instrumen observasi menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,700, yang mengindikasikan bahwa instrumen tersebut memiliki tingkat reliabilitas yang memadai. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan bahasa reseptif anak, seperti memahami instruksi, menjawab pertanyaan, dan mengikuti alur cerita, serta peningkatan kemampuan bahasa ekspresif, seperti menyusun kalimat, menceritakan kembali isi cerita, dan mengucapkan kosakata baru. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, metode bercerita menggunakan boneka tangan terbukti efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata, pemahaman bahasa, serta partisipasi anak dalam aktivitas berbahasa. Instrumen yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai acuan praktis bagi guru PAUD untuk melakukan penilaian perkembangan bahasa anak secara sistematis dan terstruktur.
The Effectiveness of Virtual Reality Sangiran Museum to Increase the Interest in Learning History of Class X High School Students Vionita Vara Fitrianti; Risky Setiawan; Agung Bahroni
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 10 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v10i2.34334

Abstract

Learning interest is a critical factor in determining the success of students' learning. Learning interest can be defined as students' attention and liking for a subject matter, characterized by a strong desire to learn and explore the material. This study aims to measure the effectiveness of learning media Virtual Reality Sangiran Museum in increasing students' interest in learning history. This study uses an experimental method with the One Group Pre-test Post-test Design model involving the same subject, namely 50 class X MA Sunan Pandanaran Yogyakarta students. The instrument used in this research is a questionnaire on students' interest in learning history. The results showed a significant difference in students' interest in learning history before and after using the learning media Virtual Reality Sangiran Museum. The results of the T-Test test showed a significance value of 0.000 <0.050, which can be concluded that there is an influence in the use of learning media Virtual Reality Sangiran Museum on students' learning interest. Meanwhile, based on the N-Gain test, the average g score is 0.720, which can be assumed to mean that the learning media of the Virtual Reality Sangiran Museum has an impact with high criteria on increasing students' interest in learning. This study concludes that using learning media, such as the Virtual Reality Sangiran Museum, in learning history effectively increases students' interest in learning history.
The Local Wisdom of the Andingingi Ritual as a Manifestation of Social Action Among the Kajang Indigenous Community Syahrul Hidayat; Risky Setiawan; Bustan Bustan
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v10i1.34464

Abstract

The Andingingi ritual is a form of local wisdom among the Kajang indigenous community in Tanah Toa, South Sulawesi, reflecting the harmonious relationship between humans and nature. This study aims to analyze the meaning and motivations behind community participation in this ritual through the lens of Max Weber’s theory of social action, which encompasses traditional action, value-oriented action, goal-oriented action, and affective action. This study employs a qualitative method with an ethnographic approach to understand the meanings, values, and cultural practices within the Andingingi ritual among the Kajang indigenous community. Data collection techniques include indepth interviews, literature review, and documentation. Data analysis was conducted interactively through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions using the social action theory framework. The results indicate that the Andingingi ritual functions not only as a tradition passed down through generations but also carries profound symbolic meaning for the Kajang community. Community participation is driven by various motivations, including adherence to tradition, belief in spiritual and moral values, hopes for safety and well-being, and emotional engagement that strengthens social solidarity. Thus, this ritual is a complex social phenomenon that reflects the integration of cultural, rational, value, and emotional aspects in community life. This study underscores the importance of preserving local wisdom as part of cultural identity amidst the tide of modernization.
Peningkatan Kemampuan Menerapkan Konsep dalam Geografi melalui Model Pembelajaran berbasis Proyek Skolastika Widiatikasyanti; Elinda Tria Wati; Risky Setiawan; Saefur Rochmat
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 23 No. 2 (2025): Geo Media : Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v23i2.88688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan menerapkan konsep geografi siswa kelas X SMA. Permasalahan utama yang diangkat adalah rendahnya kemampuan siswa dalam menghubungkan konsep geografi dengan fenomena nyata, khususnya dalam materi klasifikasi batuan. Penelitian menggunakan desain eksperimen semu dengan dua kelompok: kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok, dengan rata-rata gain score kelas eksperimen sebesar 31 dan kelas kontrol sebesar 18. Uji t menunjukkan signifikansi 0,031 (< 0,05), yang menandakan bahwa penggunaan model pembelajaran berbasis proyek berdampak positif terhadap kemampuan siswa. Temuan ini memperkuat pentingnya penerapan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan kompetensi geografi siswa secara kognitif dan aplikatif, sekaligus mengembangkan keterampilan kolaborasi, tanggung jawab, dan berpikir kritis.
Construction of an instrument for evaluating the teaching process in higher education: Content and construct validity Risky Setiawan; Wagiran Wagiran; Yasir Alsamiri
REID (Research and Evaluation in Education) Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta & Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/reid.v10i1.63483

Abstract

This study aims to reveal the content validity, construct validity, and reliability of the instrument for evaluating the teaching process in higher education. This research is development research applying the ADDIE model from Molenda. The indicators evaluated consist of context, inputs, processes, and products. The sample consisted of 1200 students from eight faculties, each represented by three study programs. Data analysis uses three stages: content validity test analysis using the V -Aiken method involving six panellists or experts; construct validity test using Confirmatory Factor Analysis (CFA). Quantitative descriptive analysis and interpretive qualitative analysis used the Miles and Huberman method. The results showed that the developed evaluation instrument had good proof of the validity of the content, with an average V-Aiken score of 0.752, which was in the high category. Universitas Negeri Yogyakarta's evaluation instrument, which was developed through the instrument, already meets the validity of an exemplary construct of a good loading factor value (> 0.3). It has a composite reliability score above 0.7 and Cronbach's alpha above 0.6. The analysis results show that all empirical test criteria indicate the data is fit against the developed model.
Co-Authors Afis Pratama Afnia, Pangestika Nur Afrizal Afrizal Agung Bahroni Alfarez, Sidqi Alifi Nur Prasetia Nugroho Aman Aman Andina, Putri Andrialam, Andesta Maharani Putri Apriliana Rusly Haniah Arditama Ardi Ari Setiawan Atika Miftah Ramadhani Bahroni, Agung Bandiyah, Uswatun Nurul Bustan Bustan Cahya Septiyaningsih, Imada Dian Fadkhuli Jannah Dimas Aditia Dita Surwanti Djemari Mardapi Dona Syah Azizah Ebtana Sella Mayang Fitri Edi Istiyono Edy Istiyono Elinda Tria Wati Farida Agus Setiawati Fathurrahman Fathurrahman Fitrianti, Vionita Vara Hardian Wahyu Widianto Hartono, Markus Soegiarto Harun, Harun Heri Retnawati Indri Kurniawati Joko Supriyanto Kethy Inriani Khamah, Pristi Nur Khoiriyah, Febriana Kunal Mehta Laksana, Novianto Yudha Lantip Diat Prasojo Luluk Elyana Marta, Nur'aeni Mufi Fathuroh Musyadad, Faridl Mutiarni, Yosi S Nelly Nelly Nurul Huda Nuryani Dwi Astuti Peng, Li-Hsun Putri, Henny Rosa Rabaah binti Abdullah Radeni Sukma Indra Dewi Rahadian Zainul Ramadan, Syahri Ratna Rosita Pangestika Resky Nuralisa Gunawan Reyhan Ainun Yafi Rina Safitri Risma Margaretha Sinaga Riyanisma, Besti Ismi Rizki Tika Ayuni Rufer Firma Harianja Saadilah Rosyadi Saefur Rochmat Safroni, Ahmad Fajri Samsul Hadi Sari, Novita Cahya Sari Novita Septiyaningsih, Imada Cahya Siswantoyo Siswantoyo Siswantoyo Skolastika Widiatikasyanti Sukatin, Sukatin Swanny Trikajanti Widyaatmadja Syahri Ramadan Syahrul Hidayat Syamsiah, Syamsiah Syaprianto, Syaprianto Syukrul Hamdi Tantriati, Tantriati Toni Julianto Tri Wulaningrum Vionita Vara Fitrianti Vionita Vara Fitrianti Wagiran Yasir Alsamiri Yolandaru Septiana, Yolandaru Yosi Septa Mutiarni Yuli Prihatni Yuliana Yuliana Yuliantri, Rhoma Dwi Aria Yustinus Sukarmin Zafrullah Zafrullah