Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

EFEK PEMBERIAN EKSTRAK HIPOFISA SAPI TERHADAP RESPONS SUPEROVULASI SAPI ACEH Wida Puspita Arum; Tongku Nizwan Siregar; Juli Melia
Jurnal Medika Veterinaria Vol 7, No 2 (2013): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.med.vet..v7i2.2932

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efek pemberian ekstrak hipofisa sapi terhadap peningkatan  jumlah korpus luteum dan embri o sapi. Tiga ekor sapi aceh betina digunakan dalam penelitian ini dengan status tidak bunting, minimal 2 bulan pascapartus, umur 3-5 tahun, sudah pernah beranak, dan sehat secara klinis. Seluruh sapi diinjeksi dengan ekstrak hipofisa pada hari ke-9, 10, dan 11 siklus estrus dengan dosis menurun  yaitu 10, 8, dan, 6 ml secara intramuskular  pada beberapa titik lokasi  penyuntikan dan diikuti dengan penyuntikan 0,5 ml prostaglandin F2-alfa (PGF2α, Prostavet®., Virbac S.A) 24 jam kemudian. Sapi diinseminasi pada saat puncak berahi  (diam dinaiki pejantan) dan diulang 24 jam kemudian. Koleksi embrio dilakukan pada hari ke-7 setelah inseminasi secara non-surgical menggunakan kateter Foley. Parameter yang diamati adalah jumlah korpus luteum  dan embrio. Data hasil penelitian dilaporkan secara deskriptif. Rata-rata tiap ekor sapi menghasilkan 4 korpus luteum sedangkan persentase perolehan embrio adalah 25% dengan jumlah embrio layak transfer sebanyak 1. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak hipofisa dapat meningkatkan respons superovulasi sapi aceh
PROSES REGRESI CORPUS LUTEUM SAPI ACEH YANG DISINKRONISASI ESTRUS MENGGUNAKAN PROSTAGLANDIN F2 ALFA (PGF 2α) Juli Melia; Delli Lefiana; Tongku Nizwan Siregar; Jalaluddin -
Jurnal Medika Veterinaria Vol 7, No 1 (2013): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.med.vet..v7i1.2923

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui lama waktu proses regresi corpus luteum (CL) menggunakan teknik ultrasonografi (USG) pada sapi aceh yang disinkronisasi estrus dengan prostaglandin F2 alfa (PGF2α) secara intramuskular. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 ekor sapi aceh yang telah didiagnosis sehat secara reproduksi, umur 5-8 tahun, bobot badan 250-350 kg, dan mempunyai minimal 2 siklus regular dengan skor kondisi tubuh 3-4 pada skala skor 5. Pada hari ke-1 dilakukan diagnosis keberadaan CL, kemudian pada hari ke-2 dilakukan penyuntikan 25 mg PGF 2α secara intramuskular, dan pada hari ke-3 sampai hari ke-5 dilakukan pengamatan regresi CL. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk rataan dan simpangan baku. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rataan diameter CL setelah penyuntikan PGF2α masing-masing adalah 6,25±2,71; 4,50±1,77; 3,25±0,89 mm. Gambaran proses regresi CL yang diamati menggunakan USG mengalami penurunan dari hari ke-1 sampai hari ke-3 setelah penyuntikan dan akan diikuti dengan ovulasi. Dapat disimpulkan bahwa PGF2α  melisiskan CL selama tiga hari sampai terjadinya peristiwa ovulasi.
1. ESTIMASI JUMLAH ANAK YANG LAHIR BERDASARKAN PEMERIKSAAN ULTRASONOGRAFI TRANSCUTANEUS PADA KAMBING KACANG (Capra Sp.) (Estimation of Foetal Number in Kacang Goat (Capra Sp.) Base on Transcutaneus Ultrasonography) Megi Satria; Tongku N Siregar; Arman Sayuti; Juli Melia; Hamdan Hamdan; Rosmaidar Rosmaidar; Abdul Harris
Jurnal Medika Veterinaria Vol 10, No 2 (2016): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.med.vet..v10i2.4378

Abstract

This research aims to know the accuracy of transcutaneus ultrasonography (USG) to determine number of kacang goat (Capra sp.) foetal. The animals used in this research were 6 goats aged of 1.5-2.5 years old, have a normal estrus cycle and mated naturally. The inspection was conducted after 53 to 97 days of pregnancy. The results showed that two goats were diagnosed as positive single pregnant (one foetus), and the others (four goats) were diagnosed as positive multiple pregnant (two foetus). Two goats were diagnosed single pregnant confirmed at delivered time in which all goats gave birth to one goat. All of the goats diagnosed positive multiple pregnant were gave birth to two goats. The accuracy of using transcutaneus USG to determine the number of single foetus and twins are 100%.Key words: ultrasonography, transcutaneus, accuracy, kacang goat, foetus
Gambaran Ultrasonografi Corpus Luteum Sapi Aceh Penderita Endometritis setelah Terapi Lugol dan Prostaglandin F2 Alfa (PGF2) secara Intra Uteri Juli Melia; Novi Masitah; Syafruddin Syafruddin; Nuzul Asmilia; Budianto Panjaitan
Jurnal Agripet Vol 22, No 1 (2022): Volume 22, No. 1, April 2022
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v22i1.20710

Abstract

ABSTRACT. Endometritis merupakan peradangan pada endometrium yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi ovarium. Biasanya sapi yang mengalami endometritis memiliki Corpus luteum (CL) di ovarium. Pemberian terapi yang sesuai dan efektif sangat penting dalam penanganan kasus endometritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan diameter CL pada sapi Aceh penderita endometritis setelah terapi lugol 2% dan PGF2 secara intra uteri menggunakan teknik ultrasonografi. Enam ekor sapi Aceh betina (n=6) yang telah didiagnosa menderita endometritis dengan kisaran umur 5-10 tahun, dibagi dalam 2 kelompok perlakuan. Kelompok 1 (K1, n=3) diberi perlakuan dengan terapi larutan lugol 2% sebanyak 50 ml/ekor secara i.u. Kelompok 2 (K2, n=3) diberi perlakuan dengan terapi lugol 2% 50 ml ditambah PGF2 12,5 mg/ekor secara i.u. Pemeriksaan dilakukan setelah terapi selama 24 hari. Hasil analisis statistik penurunan diameter CL tidak terdapat perbedaan nyata pada kedua kelompok perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa terapi sapi-sapi Aceh endometritis menggunakan kombinasi lugol 2% dan PGF2 kurang efektif terhadap penyembuhan berdasarkan gambaran ultrasonografi CL pada ovarium sapi Aceh endometritis.(Ultrasonography of corpus luteum endometritis Aceh cows after intra uterine therapyof lugol and PGF2)ABSTRAK. Endometritis is an inflammation in the endometrium that can resulted from disturbance of normal ovarian function. Giving appropriate therapy and effective is very important in handling case endometritis. Usually cows that experience endometritis has Corpus luteum (CL) in the ovary. This research aim was to know the changes in diameter of CL at Aceh cows sufferer endometritis after therapy lugol 2% and PGF2 with intra-uterine infusion using ultrasound technique. Six Aceh cow females (n=6) who have been diagnosed suffer from endometritis with range age 5 to 10 years, divided in to 2 groups of treatment. Group 1 (K1, n=3) was given treatment with therapy solution lugol 2% as much as 50 ml/head in a manner i.u. Group 2 (K2, n=3) was given treatment with therapy lugol 2% 50 ml plus PGF2 12,5 mg/head in a manner i.u. Examination done after therapy for 24 days. The results of the statistical analysis showed no significant differences in the two treatment groups. Could be concluded that treatment endometritis Aceh cows use combination lugol 2% and PGF2 is lacking effective to healing based on picture ultrasonography CL on ovary endometritis Aceh cows.
The Effectiveness of Lugol on the Increasing of Pregnancy Rate in Aceh Cow with Endometritis Amalia Sutriana; Arman Sayuti; Budianto Panjaitan; Teuku Armansyah TR; Aisyah Fadillah Tunnisa; Juli Melia; Tongku Nizwan Siregar; Hafizuddin Hafizuddin; Dwinna Aliza
Jurnal Agripet Vol 21, No 2 (2021): Volume 21, No. 2, Oktober 2021
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v21i2.18513

Abstract

ABSTRACT. The objective of this study was to determine the effect of lugol on the increasing the pregnancy rate in repeat breeding (RB) Aceh cows due to endometritis. This study used six endometritiss cows, aged 5-7 years, weighed 150-250 kg which were divided into two groups (n=3), KI and KII. The cows in group 1 (K1) were injected with 5 ml PGF2, while the cows in group 2 (KII) were treated with 50 ml of 2% lugol intra-uterine and continued with an injection of 5 ml PGF2 after healing. The detection of estrus was performed twice a day following by artificial insemination (AI) about 10-16 hours after the onset of estrus. Determination of pregnancy was performed by ultrasonography (USG) on the 25th day after AI. The data obtained were analyzed descriptively. The results showed that all endometritis cows in KI and KII present estrous signs (100%). However, only one cow was recovered in K2, whereas in K1 did not. After AI, one pregnant cow was observed in KII (33.3%), while none of the pregnant cows was found in K1 (0.0%). It is concluded that the lugol treatment for endometritiss Aceh cows can improve the pregnancy rate.(Efektivitas larutan lugol untuk meningkatkan persentase kebuntingan pada sapi Aceh yang mengalami endometritis) ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian larutan lugol terhadap peningkatan persentase kebuntingan sapi Aceh yang mengalami RB. Dalam penelitian ini digunakan enam ekor sapi Aceh betina dewasa, umur 5-7 tahun, bobot badan 150-250 kg, sudah pernah beranak, dan didiagnosis mengalami endometritis. Seluruh sapi dibagi menjadi dua kelompok (n=3). Pada kelompok 1 (K1), sapi endometritis diterapi dengan 50 ml lugol 2% secara intra uteri dan setelah sembuh dilanjutkan dengan penyuntikan 5 ml PGF2. Sapi pada kelompok 2 (K2) hanya diinjeksi dengan 5 ml PGF2. Deteksi berahi dilakukan sebanyak dua kali per hari dan inseminasi buatan (IB) dilakukan sekitar 10-16 jam setelah awal berahi. Pemeriksaan kebuntingan dilakukan dengan ultrasonografi (USG) pada hari ke-25 setelah IB. Data dianalisis secara deskriptif. Dari masing-masing kelompok, hanya satu ekor sapi pada K2 yang dinyatakan sembuh yaitu sapi pada kelompok kedua. Persentase sapi yang menjadi estrus pada kedua kelompok masing-masing adalah 100%. Dari tiga ekor sapi yang diinseminasi pada masing-masing kelompok, hanya satu ekor sapi pada K2 (33,3%) yang menunjukkan hasil positif bunting sedangkan pada K1 tidak terdapat sapi yang menunjukkan hasil positif (0,0%). Disimpulkan bahwa pemberian larutan lugol pada sapi Aceh yang mengalami endometritis dapat meningkatkan persentase kebuntingan sapi Aceh.
Co-Authors Abdul Harris Ade Ocktaviani Agik Suprayogi Agung Prayogi Aisyah Fadillah Tunnisa Al Azhar Amalia Sutriana Amiruddin A Amrozi Andi Novita Arman Sayuti Arman Sayuti Ayu Wannisa Bondan Achmadi Budi Panjaitan Budianto Panjaitan Budianto Panjaitan Budianto Panjaitan Budianto Panjaitan Budianto Panjaitan Budianto Panjaitan Budianto Panjaitan Cut Nila Thasmi Dasrul Dasrul Dasrul Dasrul Delli Lefiana Dian Masyitha Dwinna Aliza Erdiansyah Rahmi Erdiansyah Rahmi Fadli. A. Gani Fauziah Fauziah Gholib Gholib Gian Dina Febriani Ginta Riady Ginta Riady Hafizuddin Hafizuddin Hafizuddin Hafizuddin Hamdan H Hamdan Hamdan Hamdan Hamdan Hamdan Hamdan Hamdani Budiman Hamny Sofyan Herrialfian . Husnur rizal Husnurrizal . Iman Supriatna Ira Khubairoh Marpaung Ismail Ismail Jalaluddin - Jauhari Jauhari Khairiah Khairiah Khairul Rizal Lailia Dwi Kusuma Wardhani Lingga Surya Maret Daulay Luci Parwati Mahdi Abrar maikhar gita eldora Megi Satria melisa lola anggraini Milona Elsa Nova Morteza Almuthahhar MUHAMMAD AGIL Muhammad Jalaluddin Mulyadi Adam Mulyadi Adam Mulyadi Adam Muslim Akmal Muslim Akmal Nabilah Putroe Agung Nellita Meutia Nellita Meutia Novi Masitah Nuzul Asmilia Primaadhi Abimanyu Satrio Raharjo Rastina Rastina Razali Daud Razali R Reni Ayunanda Rina Aulia Barus rina aulia barus Rinidar Rinidar Roslizawaty r Roslizawaty Roslizawaty roslizawaty roslizawaty Rosmaidar Rosmaidar Rosmaidar Rosmaidar silvia rizki Siti Dwi Rahmah Ayumi Siti Rizki Hardyana Siregar Sonya Tri Wahyuni Sri Wahyuni Syafruddin S Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin T. Armansyah Teuku Armansyah Teuku Reza Ferasyi Tongku N Siregar Tongku Nizwan Siregar Tongku Nizwan Siregar Tongku Nizwan Siregar Tongku Nizwan Siregar Tongku Nizwan Siregar Tongku Nizwan Siregar tongku nizwar siregar Tria Deviana Putri Triva Murtina Lubis Ummu Balqis Wida Puspita Arum Wira Asyudi Yudha Fahrimal yusmadi y Yusmadi Yusmadi Zuhrawati Zuhrawati