Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Gambaran Ultrasonografi Corpus Luteum Sapi Aceh Penderita Endometritis setelah Terapi Lugol dan Prostaglandin F2 Alfa (PGF2) secara Intra Uteri Juli Melia; Novi Masitah; Syafruddin Syafruddin; Nuzul Asmilia; Budianto Panjaitan
Jurnal Agripet Vol 22, No 1 (2022): Volume 22, No. 1, April 2022
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v22i1.20710

Abstract

ABSTRACT. Endometritis merupakan peradangan pada endometrium yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi ovarium. Biasanya sapi yang mengalami endometritis memiliki Corpus luteum (CL) di ovarium. Pemberian terapi yang sesuai dan efektif sangat penting dalam penanganan kasus endometritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan diameter CL pada sapi Aceh penderita endometritis setelah terapi lugol 2% dan PGF2 secara intra uteri menggunakan teknik ultrasonografi. Enam ekor sapi Aceh betina (n=6) yang telah didiagnosa menderita endometritis dengan kisaran umur 5-10 tahun, dibagi dalam 2 kelompok perlakuan. Kelompok 1 (K1, n=3) diberi perlakuan dengan terapi larutan lugol 2% sebanyak 50 ml/ekor secara i.u. Kelompok 2 (K2, n=3) diberi perlakuan dengan terapi lugol 2% 50 ml ditambah PGF2 12,5 mg/ekor secara i.u. Pemeriksaan dilakukan setelah terapi selama 24 hari. Hasil analisis statistik penurunan diameter CL tidak terdapat perbedaan nyata pada kedua kelompok perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa terapi sapi-sapi Aceh endometritis menggunakan kombinasi lugol 2% dan PGF2 kurang efektif terhadap penyembuhan berdasarkan gambaran ultrasonografi CL pada ovarium sapi Aceh endometritis.(Ultrasonography of corpus luteum endometritis Aceh cows after intra uterine therapyof lugol and PGF2)ABSTRAK. Endometritis is an inflammation in the endometrium that can resulted from disturbance of normal ovarian function. Giving appropriate therapy and effective is very important in handling case endometritis. Usually cows that experience endometritis has Corpus luteum (CL) in the ovary. This research aim was to know the changes in diameter of CL at Aceh cows sufferer endometritis after therapy lugol 2% and PGF2 with intra-uterine infusion using ultrasound technique. Six Aceh cow females (n=6) who have been diagnosed suffer from endometritis with range age 5 to 10 years, divided in to 2 groups of treatment. Group 1 (K1, n=3) was given treatment with therapy solution lugol 2% as much as 50 ml/head in a manner i.u. Group 2 (K2, n=3) was given treatment with therapy lugol 2% 50 ml plus PGF2 12,5 mg/head in a manner i.u. Examination done after therapy for 24 days. The results of the statistical analysis showed no significant differences in the two treatment groups. Could be concluded that treatment endometritis Aceh cows use combination lugol 2% and PGF2 is lacking effective to healing based on picture ultrasonography CL on ovary endometritis Aceh cows.
The Effectiveness of Lugol on the Increasing of Pregnancy Rate in Aceh Cow with Endometritis Amalia Sutriana; Arman Sayuti; Budianto Panjaitan; Teuku Armansyah TR; Aisyah Fadillah Tunnisa; Juli Melia; Tongku Nizwan Siregar; Hafizuddin Hafizuddin; Dwinna Aliza
Jurnal Agripet Vol 21, No 2 (2021): Volume 21, No. 2, Oktober 2021
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v21i2.18513

Abstract

ABSTRACT. The objective of this study was to determine the effect of lugol on the increasing the pregnancy rate in repeat breeding (RB) Aceh cows due to endometritis. This study used six endometritiss cows, aged 5-7 years, weighed 150-250 kg which were divided into two groups (n=3), KI and KII. The cows in group 1 (K1) were injected with 5 ml PGF2, while the cows in group 2 (KII) were treated with 50 ml of 2% lugol intra-uterine and continued with an injection of 5 ml PGF2 after healing. The detection of estrus was performed twice a day following by artificial insemination (AI) about 10-16 hours after the onset of estrus. Determination of pregnancy was performed by ultrasonography (USG) on the 25th day after AI. The data obtained were analyzed descriptively. The results showed that all endometritis cows in KI and KII present estrous signs (100%). However, only one cow was recovered in K2, whereas in K1 did not. After AI, one pregnant cow was observed in KII (33.3%), while none of the pregnant cows was found in K1 (0.0%). It is concluded that the lugol treatment for endometritiss Aceh cows can improve the pregnancy rate.(Efektivitas larutan lugol untuk meningkatkan persentase kebuntingan pada sapi Aceh yang mengalami endometritis) ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian larutan lugol terhadap peningkatan persentase kebuntingan sapi Aceh yang mengalami RB. Dalam penelitian ini digunakan enam ekor sapi Aceh betina dewasa, umur 5-7 tahun, bobot badan 150-250 kg, sudah pernah beranak, dan didiagnosis mengalami endometritis. Seluruh sapi dibagi menjadi dua kelompok (n=3). Pada kelompok 1 (K1), sapi endometritis diterapi dengan 50 ml lugol 2% secara intra uteri dan setelah sembuh dilanjutkan dengan penyuntikan 5 ml PGF2. Sapi pada kelompok 2 (K2) hanya diinjeksi dengan 5 ml PGF2. Deteksi berahi dilakukan sebanyak dua kali per hari dan inseminasi buatan (IB) dilakukan sekitar 10-16 jam setelah awal berahi. Pemeriksaan kebuntingan dilakukan dengan ultrasonografi (USG) pada hari ke-25 setelah IB. Data dianalisis secara deskriptif. Dari masing-masing kelompok, hanya satu ekor sapi pada K2 yang dinyatakan sembuh yaitu sapi pada kelompok kedua. Persentase sapi yang menjadi estrus pada kedua kelompok masing-masing adalah 100%. Dari tiga ekor sapi yang diinseminasi pada masing-masing kelompok, hanya satu ekor sapi pada K2 (33,3%) yang menunjukkan hasil positif bunting sedangkan pada K1 tidak terdapat sapi yang menunjukkan hasil positif (0,0%). Disimpulkan bahwa pemberian larutan lugol pada sapi Aceh yang mengalami endometritis dapat meningkatkan persentase kebuntingan sapi Aceh.
Ultrasonographic Imaging of Reproductive Organs Post Artificial Insemination in Aceh Cows Juli Melia; Salsabila Putroe Wieka; Gholib Gholib; Tongku Nizwan Siregar; Ginta Riady; Nabilah Putroe Agung; Nurliana Nurliana
Jurnal Agripet Volume 26, No. 1, April 2026
Publisher : Animal Husbandry Department, The Faculty of Agriculture, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v26i1.963

Abstract

This study aimed to describe the condition of the reproductive organs of Aceh cattle after artificial insemination (AI) and identify the causes of fertilization failure using transrectal ultrasonography. The study involved six Aceh cattle. Ultrasonographic examinations were conducted on days 25 and 35 post-AI to observe endometrial thickness, corpus luteum (CL) presence, and embryos. The results showed that two cows (cows 1 and 2) were detected as pregnant, indicated by the presence of embryonic vesicles and CL on both observation days. One cow (cow 3) showed an embryonic vesicle and CL on day 25, but these were no longer observed on day 35, suggesting early embryonic mortality. The remaining three cows (cows 4, 5, and 6) were not detected to be pregnant. The average CL size in pregnant cow 1 was 1.20±0.00 cm on day 25 and 1.30±0.00 cm on day 35, which was larger than that of pregnant cow 2 (0.90±0.14 cm and 1.00±0.00 cm, respectively). The average endometrial diameter in pregnant cow 1 was also greater (2.25±0.14 cm and 4.20±0.21 cm) than that in pregnant cow 2 (1.10±0.28 cm and 1.95±0.56 cm) and the non-pregnant cow (1.15±0.05 cm and 2.45±0.26 cm). In conclusion, CL size and endometrial thickness differed between pregnant and non-pregnant Aceh cows. Fertilization failure in Aceh cattle may be associated with early embryonic death, endometritis, ovarian cysts, and factors related to reproductive management.
Co-Authors Abdul Harris Ade Ocktaviani Agik Suprayogi Agung Prayogi Aisyah Fadillah Tunnisa Al Azhar Amalia Sutriana Amiruddin A Amrozi Andi Novita Arman Sayuti Arman Sayuti Ayu Wannisa Bondan Achmadi Budi Panjaitan Budianto Panjaitan Budianto Panjaitan Budianto Panjaitan Budianto Panjaitan Budianto Panjaitan Budianto Panjaitan Budianto Panjaitan Cut Nila Thasmi Dasrul Dasrul Dasrul Dasrul Delli Lefiana, Delli Dian Masyitha Dwinna Aliza Erdiansyah Rahmi Erdiansyah Rahmi Fadli. A. Gani Fauziah Fauziah Gholib Gholib Gian Dina Febriani Ginta Riady Ginta Riady Ginta Riady Hafizuddin Hafizuddin Hafizuddin Hafizuddin Hamdan H Hamdan Hamdan Hamdan Hamdan Hamdan Hamdan Hamdani Budiman Hamny Sofyan Herrialfian . Husnur rizal Husnurrizal . Iman Supriatna Ira Khubairoh Marpaung Ismail Ismail Jalaluddin - Jauhari Jauhari Khairiah Khairiah Khairul Rizal Lailia Dwi Kusuma Wardhani Lingga Surya Maret Daulay Luci Parwati Mahdi Abrar maikhar gita eldora Megi Satria melisa lola anggraini Milona Elsa Nova Morteza Almuthahhar MUHAMMAD AGIL Muhammad Jalaluddin Mulyadi Adam Mulyadi Adam Mulyadi Adam Muslim Akmal Muslim Akmal Nabilah Putroe Agung Nabilah Putroe Agung Nellita Meutia Nellita Meutia Novi Masitah Nurliana Nurliana Nuzul Asmilia Primaadhi Abimanyu Satrio Raharjo Rastina Rastina Razali Daud Razali R Reni Ayunanda Rina Aulia Barus rina aulia barus Rinidar Rinidar Roslizawaty r Roslizawaty Roslizawaty roslizawaty roslizawaty Rosmaidar Rosmaidar Rosmaidar Rosmaidar Salsabila Putroe Wieka silvia rizki Siti Dwi Rahmah Ayumi Siti Rizki Hardyana Siregar Sonya Tri Wahyuni Sri Wahyuni Syafruddin S Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin T. Armansyah Teuku Armansyah Teuku Reza Ferasyi Tongku N Siregar Tongku Nizwan Siregar Tongku Nizwan Siregar Tongku Nizwan Siregar Tongku Nizwan Siregar Tongku Nizwan Siregar Tongku Nizwan Siregar Tongku Nizwan Siregar tongku nizwar siregar Tria Deviana Putri Triva Murtina Lubis Ummu Balqis Wida Puspita Arum Wira Asyudi Yudha Fahrimal yusmadi y Yusmadi Yusmadi Zuhrawati Zuhrawati