Claim Missing Document
Check
Articles

Front Stage Solidaritas Dan Back Stage Kontroversi: Analisis Dramturgi Zulkifli Hasan Hadapi Tuduhan Pemicu Banjir Aceh 2025 Nuzula, Firdausi; Saleh, Muhammad; Darmadi
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Januari 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18245490

Abstract

Banjir bandang Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Sumatra (25-30 November 2025) picu kerugian Rp68T, isolasi wilayah, kelaparan massal, dan dinamika komunikasi politik via aksi Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) angkat karung beras viral (81K like, 104K komentar). Penelitian kualitatif analisis konten tematik (15 video/postingan Instagram, triangulasi BNPB/PAN/netizen) pakai Teori Dramaturgi Goffman ungkap front stage solidaritas (props beras 15kg, narasi "aduh berat", gestur rangkul anak, engagement positif 85% awal) kontras back stage bocor (tuduhan pencitraan rekam jejak kehutanan 1,6 juta ha sawit, kondangan mewah "plot twist", sindiran Rocky Gerung, 68% komentar negatif "sok pahlawan") . Temuan: Impression management gagal akibat akselerasi bocor digital (<24 jam vs era analog), decay engagement 72%, embarrassment PAN (rating -15%), netizen auditor kritis hubungkan performa dengan kebijakan lingkungan akar banjir (deforestasi 690K ha Sumatra). Implikasi teoritis: Model Aceh 2025 adaptasi Goffman untuk krisis digital Indonesia, ubah audiens pasif jadi auditor aktif. Praktis: Pejabat 2026 prioritaskan live-stream logistik real-time, hindari props repetitif, team inklusif lokal pulihkan trust.
Banjir Sumatera Sebagai Pemicu Kesadaran Publik tentang Kerusakan Lingkungan Dewi, Ratna; Darmadi; Saleh, Muhammad
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Januari 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18245606

Abstract

Artikel ini mengkaji banjir dan longsor besar di Sumatera pada akhir November 2025 sebagai pemicu perubahan kesadaran publik terhadap kerusakan lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis wacana terhadap pemberitaan media dan laporan lembaga kemanusiaan. Hasil menunjukkan pola berulang berupa framing banjir sebagai krisis lingkungan, representasi kerentanan sosial, narasi solidaritas publik, serta penonjolan tanggung jawab aktor struktural. Pembahasan mengaitkan temuan tersebut dengan teori perubahan sosial Kurt Lewin, yang memandang bencana sebagai social shock yang memicu pergeseran persepsi kolektif. Studi ini menegaskan peran media dan NGO dalam membentuk diskursus lingkungan pascabencana dan memperluas pemahaman banjir sebagai fenomena sosial-ekologis di Indonesia kontemporer.
Transformasi Komunikasi Publik Pasca Banjir Aceh 2025: Media Sosial sebagai Kanal Bantuan dan Ruang Kritik Pemerintah Maulana, Ridha; Saleh, Muhammad; Darmadi
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Wacana Nusantara-Januri 2026
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Banjir bandang Aceh 2025 (419 korban jiwa, 2,58 juta terdampak) picu transformasi komunikasi publik dari top-down ke kolaboratif partisipatif via media sosial. Tujuan: Analisis peran media sosial sebagai kanal bantuan, ruang kritik, dan dialog krisis. Metode: Kualitatif deskriptif-interpretatif, analisis tematik konten Instagram, TikTok, X pasca-November 2025. Hasil: Warga ikut berpartisipasi dalam memberitakan, influencer galang miliaran donasi, #PeringatanDarurat tuntut transparansi; selaras Social Change Theory Giddens. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa komunikasi efektif Adalah kunci resiliensi sosial.
Analisis Framing Pemberitaan Banjir Bandang di Aceh Pada Media Daring AJNN.net Furna, Putri Zuhra; Saleh, Muhammad; Darmadi
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Wacana Nusantara-Januri 2026
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18288232

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis framing pemberitaan banjir bandang di Aceh pada media daring AJNN.net. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan analisis framing model Robert N. Entman. Teori framing dan Sistem Pers Indonesia digunakan untuk memahami konstruksi realitas media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AJNN.net membingkai banjir bandang sebagai persoalan kemanusiaan dan kondisi darurat, menonjolkan dampak korban serta respons tanggap darurat pemerintah. Faktor penyebab struktural dan rekomendasi mitigasi jangka panjang belum dibahas secara mendalam. Temuan ini menegaskan perlunya pemberitaan bencana yang lebih kritis, edukatif, dan berorientasi pada mitigasi risiko bagi masyarakat, pemerintah daerah, dan praktik jurnalisme bencana lokal Aceh kontemporer
Dari Informasi Publik ke Cerita Personal: Penerapan Teori Penetrasi Sosial dalam Narasi Korban Banjir Aceh Ahdaa, Muhammad Fauzal; Saleh, Muhammad; Darmadi
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Wacana Nusantara-Januri 2026
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18288269

Abstract

Penelitian ini menganalisis perkembangan narasi korban banjir Aceh 2025 dari komunikasi informatif menuju keterbukaan diri emosional dalam ruang digital. Dengan pendekatan kualitatif analisis naratif dan kerangka Teori Penetrasi Sosial, studi ini menelaah dinamika breadth dan depth narasi korban pada fase pasca bencana. Data diperoleh dari unggahan media sosial, testimoni korban, serta laporan media. Temuan menunjukkan bahwa narasi korban berkembang bertahap melalui fase orientasi, eksploratif afektif, hingga pendalaman emosional yang stabil, dipengaruhi solidaritas digital dan kepercayaan audiens. Studi ini memperluas penerapan teori komunikasi interpersonal dalam konteks komunikasi bencana serta menegaskan korban sebagai aktor komunikasi aktif dan berorientasi pada pemulihan psikososial berkelanjutan.
Agama Perspektif Sigmund Freud: An illusion of Obsession Fahreza, Bobby; Husnaini; Muhammad Jafar; Muhammad Al Mustafa; Darmadi
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Januari-Maret 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v3i4.1840

Abstract

Dalam kehidupan sosial kontemporer, agama tidak hanya dipahami sebagai sistem kepercayaan normatif yang mengatur perilaku eksternal, tetapi juga sebagai pengalaman batin yang membentuk cara individu mengelola kecemasan, rasa bersalah, dan pencarian makna eksistensial. Kajian mutakhir psikologi agama menunjukkan bahwa religiusitas bersifat ambivalen, berfungsi sebagai sumber ketenangan sekaligus ruang ketegangan psikologis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana pengalaman keberagamaan beroperasi sebagai mekanisme regulasi kecemasan dan pengendalian moral melalui perspektif psikoanalitik Sigmund Freud yang didialogkan dengan psikologi agama kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan analisis dokumen terhadap karya utama Freud dan literatur ilmiah terkini mengenai scrupulosity, negative religious coping, dan konflik keberagamaan. Data dianalisis menggunakan thematic analysis refleksif untuk mengidentifikasi pola makna berulang dalam pengalaman religius problematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama, yaitu agama sebagai regulator kecemasan dan rasa bersalah moral, repetisi ritual yang dipicu pencarian kepastian moral, serta konflik eksistensial antara makna spiritual ideal dan pengalaman psikologis subjektif. Temuan ini menegaskan ambivalensi religiusitas yang dapat memberi struktur dan rasa aman sementara, namun juga berpotensi mempertahankan tekanan psikologis. Teoretis, penelitian ini mereposisi konsep agama sebagai obsessional neurosis dalam pemikiran Freud sebagai kerangka interpretatif non-reduksionis. Secara praktis, studi ini menekankan integrasi literasi kesehatan mental dalam pendidikan dan pendampingan keagamaan.
Co-Authors Abdul Ghani Ahdaa, Muhammad Fauzal Ali, Mohammad Haidar Amrun Rosyid Angga Nuraufa Zamzami Aprillitzavivayarti Arianto Asiska Permata Dewi Aziz Septiatin Bella Dwi Safera Budiono Budiono Bulqaini, Alul Azmi Choirun Nisful Laili Daratul Aini Gaho Dwi Rohman Soleh, Dwi Rohman Eli Yusrita Elisabeth, Damarsari Ratnasahara Emalia Selviana Putri, Ava Ernova Viorely Purba Fadhlullah, Taufiq Fahreza, Bobby Fatma Fauzi, Nurliza Arkana Ferryan Sofyan Firdausi Nuzula Furna, Putri Zuhra Ginting, Elianora Bergita Gultom, Putri Rohani Haryati, Nanik Hendri Budi Satrio Hidayah, Hikmah Husnaini Husni Husin Hutagalung, Sunna Vyatra Imamudin, Fajar Imelda Rey ISKANDAR Ismaningsih Ja’far Nasution juliana putri Kaban, Sri Melinda Layli Maydawati Lik Anah Lilis Sugi Rahayu Ningsih Maissy Febiana Maisura Maitanur Mariani Natalina Maulana, Ridha Muhammad Al Mustafa Muhammad Farid Muhammad Jafar Muhammad Ramadhan Muhammad Saleh Muhammad Tresno Muhammad Yasir Nartini Nartini, Nartini Nazar, M. Ningsih, Lilis Sugi Rahayu Nova Tri Evriani Nur Halifah R Nural Hasbi Nursal pazila, rezka Putri Sindy Wibisono Ratna Dewi Reza Ali Maksum Reza Kusuma Setyansah Riani Purwaningsih Rifai, Muh. Rini Apriyani Robin Pratama Roby Andriansyah Rositasari, Fitri Sadikin Samosir, Felix Anggi Santoso*, Rohmad Prio Sanusi Sanusi Sari, Indah Apriliana Septi W, Reynaldi Sianturi, Livia Anastasia Siska Mayasari Lubis Sri Yulianti Suyono, Joko Syahira, Juniva Syahrin, Muhammad Alpino Tias Nur Aini Tri Endarwati Tri Nurvita Sari Wahyuddin Wan Syafi’i Yani, Firda Tirta Yusrita, Eli ZULFAH