Claim Missing Document
Check
Articles

KERAGAMAN GENETIKA BADAK SUMATERA DALAM UPAYA MENDUKUNG KONSERVASI DI INDONESIA Handayani Handayani; Dedy Duryadi; Hadi Allikodra
Konservasi Hayati Vol 17, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v17i1.13037

Abstract

Jumlah  populasi badak Sumatera  semakin menurun dengan peta sebaran yang sudah sangat terbatas pada daerah tertentu saja terutama berada di Taman Nasional Gunung Leuser (Aceh), Taman Nasional Kerinci Seblat (Jambi), Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (Sumatera Selatan) dan Taman Nasional Way Kambas. Koleksi Sample berasal dari SRS (Suaka Rhino Sumatera) TN Way Kambas, sample berupa darah dari 2 ekor badak sumatera berjenis kelamin betina (Rosa berasal dari TN. Bukit Barisan Selatan/TNBBS & Bina berasal dari Bengkulu) dan 2 ekor badak jantan asli indonesia tetapi telah lama ditangkarkan di kebun binatang Inggris (Los Angeles Zoo) dan Amerika (Cincinati Zoo) yaitu (Torgamba berasal dari Riau & Andalas kedua induknya berasal dari Bengkulu).  Darah diambil dengan menggunakan disposible syringe 10 ml pada daerah vena auricularis (bagian telinga). Isolasi DNA dilakukan menggunakan metode Duryadi (2005). Amplifikasi CO I menggunakan pasangan primer tersebut yaitu Primer untuk mengamplifikasi sekuen CO I partial (RHCOIF & RHCOIR). menunjukkan perbedaan basa nukleotida diantara keempat individu badak Sumatera dengan badak India adalah berkisar 95 – 100 nukleotida sedangkan dengan badak putih Afrika 93 – 101 nukleotida. dalam badak Sumatera (Indonesia) sendiri terjadi keragaman. Torgamba terlihat satu kluster dengan Bina, namun Andalas dan Rosa terlihat jauh kekerabatannya baik dengan Torgamba maupun Bina.Berdasarkan karakteristik sekuen gen CO I, walaupun baru parsial 716 bp didapatkan bahwa badak Asia terpisah dengan badak Afrika.
GENETIC VARIABILITY ANALYSIS ON APOMICTIC MANGOSTEEN (GARCINIA MANGOSTANA) IN INDONESIA AND ITS CLOSE RELATED SPECIES BY USING RAPD MARKERS Soaloon Sinaga; Sobir Sobir; Roedy Poerwanto; Hajrial Aswidinnoor; Dedy Duryadi
Floribunda Vol. 3 No. 3-4 (2007)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5319.519 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v3i3-4.2007.74

Abstract

Analisis variabilitas genetik manggis apomiksis di Indonesia dan kerabat dekatnya dengan menggunakan penanda RAPD.
PROGENY ANALYSIS OF THE TASIKMALAYAN MANGOSTEENS (GARCINIA MANGOSTANA) WITH E-RAPD MARKERS Soaloon Sinaga; Sobir Sobir; Roedy Poerwanto; Hajrial Aswidinnoor; Dedy Duryadi
Floribunda Vol. 3 No. 3-4 (2007)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6494.69 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v3i3-4.2007.75

Abstract

Analisis progeni Manggis (Garcinia mangostana) tasikmalaya dengan penanda E-RAPD.
(The Effectiveness of Gambier Extract (Uncaria gambir (Hunter) Roxb.) as Hepatoprotective in Rat (Rattus norvegicus L.) Induced CCl4) FAHRI FAHRUDIN; DEDY DURYADI SOLIHIN; NASTITI KUSUMORINI; SRI NINGSIH
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 13 No 2 (2015): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.231 KB)

Abstract

Fungsi hati sebagai detoksifikasi sangat rentan terhadap kerusakan hati secara akut maupun kronis yang dapat menyebabkan terjadinya fibrosis hati. Salah satu pendekatan dalam pengobatan fibrosis hati adalah menggunakan antioksidan dari bahan alam. Ekstrak gambir terbukti mengandung senyawa fenolik yang bersifat antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi gambir sebagai hepatoprotektor pada hewan model fibrosis hati. Sebanyak 45 ekor tikus jantan galur Sprague-Dawley dibagi menjadi sembilan kelompok yang terdiri dari D1 (menerima ekstrak gambir 13 mg/200 g bb + CCl4), D2 (ekstrak gambir 25 mg/200 g bb + CCl4), D3 (ekstrak gambir 53 mg/200 g bb + CCl4), K+1 (polifenol 25 mg/200 g bb + CCl4), K+2 (ektrak obat campuran 302 mg/200 g bb + CCl4), K- (CCl4), KG (hanya menerima ekstrak gambir 53 mg/200g bb), KP (menerima minyak kelapa), KN (kontrol normal). CCl4 (0,1 ml/kg bb) diberikan dua kali seminggu. Semua sampel diberikan secara oral (1 ml/kg bb) selama enam minggu perlakuan. Parameter yang dianalisis adalah aktivitas enzim hati, kadar malondialdehid dan glutation hati serta histopatologi hati. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak gambir mampu memperbaiki kerusakan hati. Ekstrak gambir yang diberikan berpotensi sebagai hepatoprotektor yang signifikan (p<0,05) dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif (K-). Ekstrak gambir yang efektif sebagai hapatoprotektor adalah dosis ekstrak gambir 26 mg/200 g bb (D2).
PERBANDINGAN KARAKTER MERISTIK PADA Varanus salvator macromaculatus Deraniyagala, 1944 DARI POPULASI WILAYAH SUMATERA Sri Catur Setyawatiningsih; Evy Ayu Arida; Dedy Duryadi Solihin; Arief Boediono; Wasmen Manalu
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v24i2.680

Abstract

Karakter meristik (hitung sisik) merupakan karakter pendiagnosa dalam mencandra biawak, termasuk Varanus salvator complex. V. s. macromaculatus tersebar paling luas di antara anak jenis Biawak Air sehingga diduga memiliki variasi morfologi. Hal tersebut ditunjukkan adanya ketumpangtindihan hitung sisik V.s. macromaculatus dengan anak jenis lainnya. Maka hitung sisik bukan sebagai karakter pendiagnosa yang mandiri. Oleh karenya digunakan pola warna sebagai karakter pendiagnosa lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakter hitung sisik dan pola warna tubuh V.s. macromaculatus asal Pulau Sumatera dan pulau-pulau satelitnya serta Pulau Jawa untuk melihat kekonsistenan dan kemandirian karakter meristik pada anak jenis tersebut. Kami juga mengidentifikasi karakter hitung sisik yang membedakan dua anak jenis, yaitu V.s. macromaculatus dan V.s. bivittatus. Karakter hitung sisik di bagian tengah tubuh (karakter S) dan pola warna tubuh dapat digunakan untuk membedakan populasi Biawak Air asal Pulau Simeulue dengan setiap populasi yang diteliti (populasi asal Pulau Sumatera, Pulau Batam, Pulau Kundur, dan Pulau Jawa). Karakter S bersifat konsisten dan bukan sebagai karakter pendiagnosa mandiri. Hitung sisik di sekitar pangkal ekor (karakter Q) dapat membedakan anak jenis Biawak Air, yaitu V.s. macromaculatus dan V.s. bivittatus dalam penelitian ini.
ETHOGRAM PERILAKU ALAMI INDIVIDU TIKUS SAWAH (Rattus argentiventer Robinson and Kloss, 1916) DALAM LABORATORIUM Agus Wahyana Anggara; Dedy Duryadi Solihin; Wasmen Manalu; Irzaman Irzaman
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v24i2.739

Abstract

Perilaku merupakan respons senso-motorik makhluk hidup terhadap beragam stimulus dan fluktuasi kondisi lingkungan. Pengamatan terhadap perilaku alami tikus sawah telah dilakukan pada kondisi laboratorium. Tikus sawah tersebut ditangkap dari lapangan. Penelitian bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan perilaku alami tikus sawah. Semua aktivitas tikus percobaan dipantau kamera CCTV dan dilakukan pengamatan saksama untuk membuat ethogram. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa aktivitas normal tikus sawah sepanjang periode aktifnya pada malam hari meliputi perilaku keluar-masuk lubang sarang, mengendus, mengawasi, menjelajah, makan dan minum, merawat diri, istirahat, dan menggali tanah. Sebagian besar aktivitas dilakukan pada pukul 17:30-22:00 WIB sehingga dapat dinyatakan bahwa periode tersebut merupakan waktu puncak aktivitas tikus sawah. Hasil percobaan diharapkan dapat menjadi standar perilaku alami tikus sawah untuk dibandingkan dengan respons tikus uji ketika dipaparkan kembali vokalisasi alaminya. Vokalisasi yang memberikan perbedaan respon perilaku tikus dianggap sebagai suara
VOKALISASI BIOAKUSTIK TIKUS SAWAH (Rattus argentiventer Robinson and Kloss, 1916) PADA RENTANG SUARA TERDENGAR DI AGROEKOSISTEM SAWAH IRIGASI SUKAMANDI, SUBANG, JAWA BARAT Agus Wahyana Anggara; Dedy Duryadi Solihin; Wasmen Manalu; Irzaman Irzaman
ZOO INDONESIA Vol 23, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v23i2.347

Abstract

HABITAT DAN PERBEDAAN UKURAN TUBUH BURUNG KERAKBASI BESAR (Acrocephalus orientalis) PADA AWAL DAN AKHIR MASA MIGRASI DI INDONESIA Tri Haryoko; Dedy Duryadi Solihin; Dewi Malia Prawiradilaga
ZOO INDONESIA Vol 24, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v24i1.422

Abstract

Acrocephalus  orientalis termasuk burung migran pengunjung  di Indonesia, yang berbiak di Asia Timur yaitu Siberia Selatan, Mongolia, Cina, Korea dan  Jepang. Penelitian dilakukan di Danau Tempe (Sulawesi Selatan) dan Tanjung Burung (Tangerang, Banten) pada bulan Oktober- Desember 2008 dan Mei-Juli 2009. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) menggambarkan tipe  habitat yang digunakan Acrocephalus orientalis 2) menjelaskan perbedaan  ukuran tubuh pada awal dan akhir masa migrasi di Indonesia.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Danau Tempe dan Tanjung Burung merupakan wilayah di Indonesia yang menjadi  tempat singgah dan tujuan migrasi. Selama waktu penelitian sebanyak 256 ekor  burung Acrocephalus orientalis yang berkunjung pada kedua daerah tersebut berhasil ditangkap dan dilepaskan kembali. Jumlah burung yang tertangkap pada awal musim migrasi adalah 152 ekor dan pada akhir migrasi 104 ekor. Hasil Analysis of Variance (ANOVA) dengan SPSS 16.0 terhadap ukuran tubuh menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata (P<0.05)  antara burung pada awal dan akhir masa migrasi terhadap berat badan, panjang tarsus, panjang ekor, panjang total dan rentang sayap
Genetic Variability in the Indonesian Giant Clam (Tridacna crocea and Tridacna maxima) Populations: Implication for Mariculture and Restocking Program Agus Nuryanto; Dedy Duryadi
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 24, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2007.24.2.154

Abstract

Tridacna crocea and T. maxima are relatively abundant in the Indonesian coral reef. These two species are, however, under high presure due to exploitation for food, industry, and aquarium trade.  It is, therefore, necessary to understand their biology, such as genetic variability within and between populations, before utilizing them for strain improvement and restocking, prior to the extinction of the populations of T. crocea and T. maxima.  Here we amplified a length of 456 bp of the mitochondrial DNA cytochrome c oxidase I gene from Tridacna crocea and of 484 bp from T. maxima to asses the genetic variability within and between populations of both species.  The results showed that both species have high genetic diversity and polymorphism within each local population. This provides a sufficient basis for selection of improved strain of T. crocea and T. maxima for mariculture. However, if the genetic variation led to genetic differentiation among populations due to the result of evolutionary adaptation, mixing genetically different populations may result in the break up of co-adaptation gene complexes.  This might result in the loss of the physiological capacities of the parental populations.
Aktivitas Harian Monyet Hitam Sulawesi (Macaca nigra) di Cagar Alam Tangkoko-Batuangus, Sulawesi Utara Saroyo Saroyo; Sri Supraptini Mansjoer; Rudy C Tarumingkeng; Dedy Duryadi Solihin; Kunio Watanabe
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 23, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2006.23.1.145

Abstract

This study was conducted on Rambo II Group at Tangkoko-Batuangus Natural Preservation, North Sulawesi, from January to February 2004. Data were collected using scan sampling with two minute interval. The results showed that the daily activities of the monkey group consisted of feeding and foraging (34.55%), moving (18.70%), resting (28.65%), and social behaviour (18.10%). It could be concluded that there was no difference between the daily activities of Rambo II Group and those of Rambo Group, the original group before being fragmented into Rambo I and Rambo II Groups.
Co-Authors Abdul Rahman Singkam Abdul Rahman Singkam Achmad - Taher ACHMAD FARAJALLAH Achmad Machmud Achmad Machmud Thohari Achmad Taher Achmad Taher Achmad, Taher Agus Nuryanto Agus Wahyana Anggara Agus Wahyana Anggara Agus Wahyana Anggara, Agus Wahyana Alam Putra Persada Ani Mardiastuti Ani Suryani Antonius Suwanto Any Aryani Ardi Kapahang Arief Boediono Arlyza1, Irma Shita Arzyana Sunkar Bahiyah Bahiyah Bambang Purwantara Cece Sumantri CECILIA ANNA SEUMAHU CECILIA ANNA SEUMAHU CHRISTIAN HANSJOACHIM SCHULZE D.D. Sastraatmadja DAMAYANTI BUCHORI Daniel Happy Putra Dedi . Soedharma DEDI SOEDHARMA Dedi Soedharma DEWI APRI ASTUTI Dewi Elfidasari Dewi Malia Prawiradilaga Dewi Malia Prawiradilaga, Dewi Malia Diah Iskandriati DIAH ISKANDRIATI DIETMAR BLOHM Dodi Nandika Dondin Sajuthi Dwi ASTUTI Dwi Astuti Dwi Sendi Priyono DYAH PERWITASARI -FARAJALLAH Epa Paujiah, Epa Evy Ayu Arida EVY AYU ARIDA Fahma Wijayanti Fahri Fahrudin, Fahri Faisal Mustafa Findra, Muhammad Nur FUNGKEY HOETAMA Gita Kusuma Rahayu Hadi Allikodra Hadi S Alikodra HAJRIAL ASWIDINNOOR Handayani , Handayani Handayani Handayani Hari Prayogo Harini Nurcahya Mariandayani Heddy Julistiono HEDDY JULISTIONO Hermanu Triwidodo I Gusti Agung Arta Putra I WAYAN SUANA Ibnu Maryanto Iman Rusmana Indah Fajarwati, Indah Irma Shita Arlyza Irzaman, Irzaman Isdradjad Setyobudiandi Ismayati Afifah Jakaria Jakaria Jamhari Jamhari Jarulis Jarulis Jarulis Jarulis Jarulis Jarulis Jito Jito Jito Sugardjito Jusmaldi Jusmaldi Kadarwan Soewardi Khustina, Yenny Chusna Khustina, Yenny Chusna Kunio Watanabe Lia Aseptin Murdini Lilik Budi Lilik Budi Prasetyo LILIK BUDIPRASETYO Lucia Johana Lambey M F Rahardjo M. F. Rahardjo M. Zairin Junior Mahmud, Rois MARIA BINTANG MF Rahardjo Mustafa Sabri Nastiti Kusumorini NEVIATY PUTRI ZAMANI Niken Subekti Niken TM Pratiwi Nurlisa Alias Butet Pamungkas, Joko Prasetyo Prasetyo Priyono, Siti N. Puji Rianti Retno Damayanti Soejoedono RICHARD F GRANT RIDWAN AFFANDI Rini Widayanti Robba Fahrisy Darus Roedhy Poerwanto Roedy Poerwanto Roedy Poerwanto Roni Koneri Ronny Rachman Noor Roza Elvyra Rudhy Gustiano Rudhy Gustiano Rudhy Gustiano Rudhy Gustiano Rudi Afnan Rudi Tarumingkeng Rudy C Tarumingkeng Safrida Safrida Safrida Safrida Saroyo Saroyo SATA YOSHIDA SRIE RAHAYU SATRIYAS ILYAS SELA SEPTIMA MARIYA SILMI MARIYA Siti N. Priyono SJAFRIDA MANUWOTO Soaloon Sinaga Soaloon Sinaga Sobir Sobir Sobir Sobir Sobir Sobir Solihin Solihin Sri Catur Setyawatiningsih Sri Catur Setyawatiningsih sri murtini . SRI NINGSIH Sri Sulandari Sri Supraptini Mansjoer Subyakto Subyakto Sugardjito Sugardjito Suharsono Suharsono SULISTIYANI SULISTIYANI SULISTIYANI SULISTIYANI Sulistiyani Sulistiyani Sulistiyani, Sulistiyani Surjono Surjokusumo Syaiful Anwar Syamsul Bachry Taher, Achmad Tedjo Sukmono Thohari Thohari Tike Sartika Tri Haryoko Tri Haryoko, Tri Tutik Wresdiyati UUS SAEPULOH UUS SAEPULOH Wasmen Manalu Yuli Wahyu Tri Mulyani YULIN LESTARI Yuni Cahya Endrawati Yus Rusila Noor Yus Rusila Noor Yusnarti Yus