Claim Missing Document
Check
Articles

VOKALISASI BIOAKUSTIK TIKUS SAWAH (Rattus argentiventer Robinson and Kloss, 1916) PADA RENTANG SUARA TERDENGAR DI AGROEKOSISTEM SAWAH IRIGASI SUKAMANDI, SUBANG, JAWA BARAT Agus Wahyana Anggara; Dedy Duryadi Solihin; Wasmen Manalu; Irzaman Irzaman
ZOO INDONESIA Vol 23, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v23i2.347

Abstract

Yolk absorption efficiency and morphogenesis of the silver arawana Osteoglossum bicirrhosum (Cuvier, 1829) prelarvae at various interactions of temperature and salinity Yuli Wahyu Tri Mulyani; Dedy Duryadi Solihin; Ridwan Affandi
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 15 No 3 (2015): October 2015
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v15i3.54

Abstract

The silver arawana Osteoglossum bicirrhosum (Cuvier, 1829) has been cultured successfully in Indonesia, but still facing obstacles especially handling on the larval life stage. Yolk-sac stage is one of the critical phases in the early development of fish. Yolk-sac larvae of silver arawana use a yolk as food supply. The yolk absorption process influenced by abiotic factors, particularly temperature and salinity. Hence, this study aimed to examine the interaction of temperature and salinity of media in order for optimal yolk-sac absorption and morphogenesis of silver arawana larvae. The research was conducted from November 2013 to January 2014 in the Laboratory of Aquatic Animal Physiology, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University. The experimental design was arranged in two factors completely randomized designs, nine treatments with three replications. The first factor was the temperature consisted of 28, 30 and 32°C; the second factor was the salinity consisted of 3, 4 and 5%o. Yolk-sac larvae were reared in aquarium 40 x 30 x 30 cm3 with a density of 4 yolk-sac larvae per aquarium until the yolk was completely absorbed. Larvae were not fed during the experiment. The parameters measured were survival rate, time of yolk absorption, shrinkage rate of yolk, efficiency of yolk utilization, total length, total weight, specific weight growth rate, gradient osmotic oxygen consumption, and morphogenesis of larvae. The results showed that the silver arawana larvae reared at 28°C in combination with all levels of salinity (3, 4 and 5%o) and temperature of 30°C with a salinity of 3%o generate survival rate 100%. Meanwhile, the efficiency of yolk utilization, the fastest growth and morphogenesis were optimally at a temperature of 30°C in interaction with 3%o salinity. Abstrak Arwana silver Osteoglossum bicirrhosum (Cuvier, 1829) telah berhasil dibudidayakan di Indonesia, namun masih mengalami kendala terutama penanganan pada fase pralarva. Pralarva merupakan salah satu stadia yang rentan dalam perkembangan awal hidup ikan. Pralarva arwana silver memiliki kuning telur yang digunakan sebagai cadangan ma-kanan. Penyerapan kuning telur pralarva dipengaruhi oleh faktor abiotik terutama suhu dan salinitas. Penelitian ini ber-tujuan untuk mengkaji interaksi suhu dan salinitas media pemeliharaan agar optimal untuk penyerapan kuning telur dan morfogenesis pralarva arwana silver. Penelitian dilakukan dari bulan November 2013 hingga Januari 2014 di La-boratorium Fisiologi Hewan Air, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini meng-gunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan sembilan perlakuan dan masing-masing perlakuan memiliki tiga ulangan. Faktor pertama terdiri atas suhu 28, 30 dan 32°C, faktor kedua terdiri atas salinitas 3, 4 dan 5%o. Pralarva di-pelihara di dalam akuarium berukuran 40 x 30 x 30 cm3 dengan padat tebar empat ekor per akuarium, sampai kuning telur terserap di dalam tubuh. Selama pemeliharaan tidak diberikan pakan. Parameter yang diukur yaitu: kelangsungan hidup, waktu penyerapan kuning telur, laju penyusutan kuning telur, efisiensi pemanfaatan kuning telur, panjang total, bobot total, laju pertumbuhan spesifik, gradien osmotik, konsumsi oksigen, dan morfogenesis. Hasil penelitian menun-jukkan bahwa pralarva arwana silver yang dipelihara pada suhu 28°C dengan semua level salinitas (3, 4, dan 5%o) dan suhu 30°C dengan salinitas 3%o memiliki kelangsungan hidup 100%, sedangkan efisiensi pemanfaatan kuning telur, pertumbuhan optimal, dan morfogenesis tercepat pada perlakuan interaksi suhu 30°C dengan salinitas 3%o.
Cytochrome C oxydase 1 gene sequences long-barbel sheatfish, Kryptopterus limpok (Bleeker, 1852) from Kampar River and Indragiri River of Riau Province Roza Elvyra; Dedy Duryadi Solihin
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 15 No 3 (2015): October 2015
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v15i3.59

Abstract

This study aimed to analyze the sequence of mitochondrial DNA cytochrome c oxydase 1 (Cox-1) gene of the long barbel sheatfish, Kryptopterus limpok. The Cox-1 gene of Kryptopterus limpok from Kampar and Indragiri Rivers, Riau Province was amplified using PCR technique. The length of the Cox-1 gene sequence was 655 bp containing nine nucleotide sites substituted. Four base substitutions were transition and five base was transversion. Nucleotide frequencies of guanine was a few (G:17.2%) and approximately equal in frequencies of cytosine, thymine, adenine (C: 29.5%, T: 27.5%, A: 25.8%), and G+C content (46.7%). The genetic distance of mtDNA Cox-1 gene sequences between Kryptopterus limpok from Kampar and Indragiri river was 0.01. Phylogenetic tree showed that Kryptopterus limpok from Kampar and Indragiri Rivers are in one cluster with 100% bootstrap value. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis runutan gen cytochrome c oxydase 1 (Cox-1) DNA mitokondria ikan lais janggut, Kryptopterus limpok. Gen Cox-1 Kryptopterus limpok dari Sungai Kampar dan Indragiri, Provinsi Riau telah diamplifikasi menggunakan teknik PCR. Runutan gen Cox-1 yang diperoleh sepanjang 655 bp, dengan sembilan situs substitusi nukleotida, meliputi empat substitusi transisi dan lima substitusi transversi basa. Frekuensi nukleotida yang sedikit ditemukan pada guanin (G:17,2%), sedangkan frekuensi cytosin, thymin, adenin kurang lebih sepadan (C: 29,5%, T: 27,5%, A: 25,8%), dan kandungan G+C (46,7%). Jarak genetik runutan gen Cox-1 antara Kryptopterus limpok dari Sungai Kampar dan Sungai Indragiri adalah 0,01. Pohon filogeni memperlihatkan bahwa Kryptopterus limpok dari Sungai Kampar dengan Sungai Indragiri membentuk satu kelompok dengan nilai bootstrap 100%.
Kode batang DNA ikan lais genus Kryptopterus asal Sungai Mahakam Kalimantan Timur [Barcoding DNA of catfish species genus Kryptopterus from Sungai Mahakam Kalimantan Timur] Jusmaldi Jusmaldi; Dedy Duryadi; Ridwan Affandi; Rudhy Gustiano
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 14 No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v14i3.80

Abstract

DNA barcoding of genus Kryptopterus catfish from Mahakam River, East Kalimantan by using mitochondrial DNA COI gene has been performed to obtain genetic marker (barcoding DNA), genetic characteristics and genetic tree. Amplification of mitochondrial COI gene regions was conducted by using COI Fish F1 and COI Fish R1 primers on the three catfish species consist of Kryptopterus apogon (N=3), K. micronema (N=6), and K. limpok (N=1). Based on partial COI mtDNA multiple alignment, we obtained three specific nucleotide site as genetic marker. Meanwhile, genetic characteristic analysis revealed 13.58% of nucleotide variation. Nucleotide substitution was greater at the third codon and transitional substitution was greater than transvertion. Genetic tree reconstruction based on p-distance separated the three catfish species with perfect bootstrap value. Abstrak Penelitian kode batang DNA spesies ikan lais genus Kryptopterus asal Sungai Mahakam Kalimantan Timur mengguna-kan gen COI DNA mitokondria dilakukan dengan tujuan untuk mengungkap penanda genetik (kode batang DNA), ka-rakterisasi genetik dan pohon genetik. Amplifikasi daerah gen COI DNA mitokondria dilakukan dengan menggunakan pasangan primer COI FishF1 dan COI FishR1 terhadap tiga spesies ikan lais yang terdiri atas Kryptopterus apogon (N=3), K. micronema (N=6), dan K. limpok (N=1). Hasil penelitian menunjukkan penyejajaran berganda pada gen par-sial COI DNA mitokondria antara spesies K. apogon, K. micronema, dan K. limpok diperoleh tiga situs nukleotida spe-sifik sebagai penanda genetik (kode batang DNA). Analisis karakterisasi genetik pada genus Kryptopterus berdasarkan gen parsial COI DNA mitokondria menunjukkan situs nukleotida yang bervariasi sebesar 13,58%, substitusi nukleotida lebih besar pada kodon ketiga dan bersifat transisi dari pada transversi. Konstruksi ulang pohon genetik berdasarkan ni-lai p-distance dapat memisahkan kelompok spesies K. apogon, K. micronema,dan K. limpok dengan nilai bootstrap sempurna.
Struktur trofik komunitas ikan di Sungai Cisadea Kabupaten Cianjur, Jawa Barat [Trophic structure of fish community in Cisadea River, Cianjur, Jawa Barat] Epa Paujiah; Dedy Duryadi Solihin; Ridwan Affandi
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 13 No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v13i2.100

Abstract

Interactions in fish community in an ecosystem can be assessed through food habits analysis. This study aims to assess the trophic structure of fish communities in Cisadea River. Fishes were collected using active and passive fishing gear at six locations representing upstream, midstream, and downstream areas at the dry season (June-November 2012). During the observation, sample was caught of 666 individuals consists of 48 species. A total of 250 individuals were analyzed for their food composition and digestive tract morphology to determine their trophic groups. Based on large group of organisms, fish community in Cisadea River consists three guild is carnivorous, omnivorous and herbivorous fish which dominated by carnivore and omnivore fish. Based on food organism taxon, the fishes were assigned to four groups i.e. insectivore, phy-toplanktivore, crustacivore, and molluscivore, with eight groups of food organisms (phytoplankton, insects, macrophytes, crustaceans, mollusc, fish, protozoa, and rotifers). In the upstream and midstream areas, the primary diet was insects and algae, whereas in the downstream the diet consists of algae, crustaceans, and insects. Abstrak Interaksi yang terjadi pada suatu komunitas ikan dapat dikaji melalui analisis makanan alaminya. Penelitian ini bertu-juan untuk mengkaji struktur trofik komunitas ikan di Sungai Cisadea. Ikan dikoleksi dengan menggunakan alat tang-kap aktif dan pasif di enam lokasi yang mewakili wilayah bagian hulu, tengah dan hilir selama musim kemarau (Juni-November 2012). Selama pengamatan, sampel yang diperoleh sebanyak 666 individu yang termasuk dalam 48 spesies. Sebanyak 250 individu dianalisis komposisi makanannya dan morfologi saluran pencernaannya untuk mengetahui ke-lompok trofik pada komunitas ikan tersebut. Berdasarkan golongan besar organismenya, komunitas ikan di Sungai Cisadea terdiri atas tiga kelompok, yaitu karnivora, omnivora, dan herbivora dengan kelompok ikan yang mendominasi adalah ikan omnivora dan karnivora. Berdasarkan takson organisme makanannya, komunitas ikan di Sungai Cisadea dibagi menjadi empat kelompok, yaitu insektivora, fitoplanktivora, krustasivora, dan moluskivora. Kelompok takson organisme makanannya ialah fitoplankton, insekta, makrofita, krustase, moluska, ikan, protozoa, dan rotifer. Di wilayah sungai bagian hulu dan tengah makanan utama ikan terdiri atas insekta dan alga, sedangkan di bagian hilir terdiri atas alga, krustase, dan insekta.
Iktiofauna di perairan hutan tropis dataran rendah, Hutan Harapan Jambi [Ichthyofauna of lowland rainforest waters, Harapan Rainforest, Jambi] Tedjo Sukmono; Dedy Duryadi Solihin; M. F. Rahardjo
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 13 No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v13i2.103

Abstract

Harapan Rainforest Jambi, the first restoration ecosystem area on lowland rainforest in Indonesia, has various types of aquatic ecosystem. Research was conducted in September 2012 to July 2013 aimed to assess the diversity of freshwater fish species that naturally exist in Harapan rainforest. Fish sampling conducted on eight water bodies in the area of Harapan Rainforest base on different habitat typology by using nets, gill nets, scoop net, traditional trap, and fishhook. The results showed the diversity of fish in the Harapan Rainforest consisting of 123 fish species, 25 families, and 52 genera. Cyprinidae has much species (59 species of fish). Based on the category of IUCN Red List conservation status of fish in the Harapan Rainforest are divided into 5 categories: not evaluated 74 species, data deficient 4 species, least concern 41 species, nearly threatened 3 species, and endangered 1species. Abstrak Hutan Harapan Jambi merupakan kawasan restorasi ekosistem pada areal hutan hujan tropis dataran rendah pertama di Indonesia, memiliki berbagai tipe ekosistem perairan. Penelitian dilakukan pada bulan September 2012 hingga Juli 2013 bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman spesies ikan air tawar alami yang ada di areal tersebut. Pengambilan contoh ikan dilakukan pada delapan badan air di areal Hutan Harapan berdasarkan tipologi habitat menggunakan jala, jaring insang, sudu, serok, seruau, bubu dan pancing. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman ikan di Hutan Harapan terdiri atas 123 spesies ikan, 25 famili, dan 52 genera. Famili Cyprinidae mempunyai spesies terbanyak (59 spesies). Berdasarkan kategori status konservasi IUCN Red List ikan di Hutan Harapan terbagi atas lima kategori yaitu: belum dievaluasi 74 spesies, informasi kurang 4 spesies, berisiko rendah 41 spesies, hampir terancam 3 spesies, dan genting 1 spesies.
Variasi genetik populasi ikan brek (Barbonymus balleroides Val. 1842) sebagai dampak fragmentasi habitat di Sungai Serayu [Genetic variation of population barb (Barbonymus balleroides Val. 1842) as habitat fragmentation impact in Serayu River] Bahiyah Bahiyah; Dedy Duryadi Solihin; Ridwan Affandi
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 13 No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v13i2.104

Abstract

The alteration of environmental characteristics and population separation caused by long term river barrage may affect morphological and genetic variation. This research aimed to ensure that the barb of this research is Barbonymous balleroides and to analyze genetic variation of barb at various habitats (upstream, reservoir, and downstream zones) in Serayu River, Banjarnegara. This research was conducted through DNA isolation and amplification by PCR and sequencing, along with water quality measurement. Result of phylogenetic tree showed that Barbonymus balleroides separated from its’ outgroup (Puntius orphoides dan Barbonymus gonionotus) as 6.34%. Genetic intraspecies distance of B. balleroides showed two clusters by similarity 2.0%. Barb population in Serayu River was identified as B. balleroides based on 710 bp fragment length of CO1 gene. Mrica reservoir development caused habitat fragmentation in Serayu River and increased genetic variation of barb population. Barb of downstream zone formed separate cluster from barb of reservoir and upstream zones marked basa cytosine (C) to downstream zone compared reservoir and upstream zone. Abstrak Perubahan karakteristik lingkungan dan pemisahan populasi ikan akibat pembendungan sungai dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan variasi morfologi (morfometrik) dan genetik. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan bahwa ikan brek yang dikaji pada penelitian ini adalah spesies Barbonymus balleroides dan mengkaji variasi ge-netik ikan brek pada berbagai habitat (hilir, waduk dan hulu) di Sungai Serayu wilayah Kabupaten Banjarnegara. Pe-nelitian meliputi isolasi dan amplifikasi DNA dengan PCR dan sekuensing, serta pengukuran parameter lingkungan. Hasil penelitian dari pohon filogenetik menunjukkan bahwa spesies ikan brek (Barbonymus balleroides) dan out gro-upnya (Puntius orphoides dan Barbonymus gonionotus) berbeda dengan jarak genetik ‘P’ sebesar 6,34%. Jarak genetik intraspesies B. balleroides memperlihatkan terdapat dua klaster dengan jarak perbedaan 2,0%. Populasi ikan brek yang dianalisis termasuk ke dalam spesies B. balleroides berdasarkan panjang fragmen 710 bp gen CO1. Pembangunan Wa-duk Mrica menyebabkan terjadinya fragmentasi habitat di Sungai Serayu. Hal ini mengakibatkan variasi genetik pada ikan brek. Ikan brek yang mendiami zona bawah waduk membentuk klaster yang terpisah dari ikan brek yang mendiami zona waduk dan atas waduk ditandai adanya basa sitosin (C) pada zona bawah dibandingkan zona lainnya.
Keragaman jenis dan struktur morfometrik Kryptopterus spp. di Sungai Batang Hari [Diversity and morphometric structure of Kryptopterus spp. on Batang Hari River] Abdul Rahman Singkam; Dedy Duryadi Solihin; Ridwan Affandi
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 11 No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v11i1.147

Abstract

The systematic of Kryptopterus has developed significantly. The latest research on Kryptopterus diversity in Batang Hari River was done on 2003. Environmental changes for the last seven years have a high possibility to change the variety composition. The aims of this research were to update the Kryptopterus data and to test the availability of specific way to identify a new Kryptopterus. Morphometric data was measured for 12 characters plus one character from calculation. Based on the 13 characters, the 13 morphometric indexes were calculated. The result shows that the variety of Kryptopterus, which still be found along Batanghari River, were K. limpok, K. micronema, K. kryptopterus, K. bicirrhis and K. apogon. The variety of Kryptopterus can be differentiated by morphometric index. K. limpok was identified by a higher body than other Kryptopterus and K. bicirrhis was identified by a thicker tail. AbstrakSistematika pada genus Kryptopterus berkembang sangat cepat. Penelitian terakhir tentang keragaman Kryptopterus di Sungai Batang Hari dilakukan tahun 2003. Perubahan kondisi lingkungan dalam rentang waktu tujuh tahun (2003-2010) diduga telah mengubah komposisi jenis-jenis Kryptopterus di daerah aliran Sungai Batang Hari. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan data terbaru anggota dari jenis-jenis Kryptopterus yang masih ditemukan di Sungai Batang Hari dan untuk menguji ada atau tidaknya indeks khusus penciri spesies dalam genus Kryptopterus. Data morfometrik diukur untuk 12 karakter dan ditambahkan satu karakter hasil penghitungan. Berdasarkan 13 karakter tersebut dihitung 13 indeks morfometrik. Hasil penelitian menemukan jenis Kryptopterus yang masih ditemukan di daerah aliran Sungai Batang Hari adalah K. limpok, K. micronema, K. kryptopterus, K. bicirrhis, dan K. apogon. Jenis-jenis Kryptopterus dapat dipisahkan berdasarkan indeks morfometrik. K. limpok dicirikan dengan tubuh yang lebih tinggi dibanding anggota Kryptopterus lainnya. K. bicirrhis dicirikan dengan ekor yang lebih tebal (tinggi).
Gonad maturity and spawning type of silurid catfishes, Ompok miostoma (Vaillant, 1902) from Mahakam watershed, East Kalimantan Jusmaldi Jusmaldi; Dedy Duryadi Solihin; Ridwan Affandi; M F Rahardjo; Rudhy Gustiano
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 17 No 2 (2017): June 2017
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v17i2.359

Abstract

Silurid catfishes O. miostoma (Vaillant, 1902) is an endemic species in Mahakam Watershed East Kalimantan. Biology reproduction aspect of this species is not yet known. The purpose of this study was to determine the stages of gonad maturation characteristics, egg size, and spawning type. Fish sampling conducted monthly from November 2013 to Oc-tober 2014, using many gears at four locations in Mahakam Watershed, i.e: Semayang Lake, Belayan River, Siran River and Tering River. To determine the stages of gonad maturation in silurid catfishes were carried out by morphologic and histologic examination methods. Spawning fish type was determined based on the distribution of eggs diameter. The results of this research showed that there are five gonad maturation stages of males and females of silurid catfishes. Dis-tribution of eggs diameter in gonad maturity stages ranges from 0.54 – 1.30 mm with simultaneous spawning type. Abstrak Ikan lais O. miostoma (Vaillant 1902) adalah spesies ikan endemik di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam Kaliman-tan Timur. Aspek biologi reproduksi ikan ini belum pernah diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karak-teristik tahap kematangan gonad, ukuran telur, dan tipe pemijahan. Pengambilan contoh ikan dilakukan setiap bulan, dari bulan November 2013 sampai Oktober 2014 menggunakan berbagai jenis alat tangkap pada empat lokasi penelitian di DAS Mahakam yang meliputi: Danau Semayang, Sungai Belayan, Sungai Siran, dan Sungai Tering. Penentuan ting-kat kematangan gonad ikan lais dilakukan dengan metode pemeriksaan morfologis dan histologis. Tipe pemijahan ikan lais ditentukan berdasarkan sebaran diameter telur. Hasil penelitian menunjukkan ada lima tahap kematangan gonad jantan dan betina ikan lais. Sebaran diameter telur pada tahap matang gonad berkisar dari 0,54 - 1,30 mm dengan tipe pemijahan serempak.
Reproductive biology of silurid catfishes Ompok miostoma (Vaillant 1902) in Mahakam River East Kalimantan Jusmaldi Jusmaldi; Dedy Duryadi Solihin; Ridwan Affandi; MF Rahardjo; Rudhy Gustiano
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 19 No 1 (2019): February 2019
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v19i1.387

Abstract

Reproductive biology of silurid catfish O.miostoma(Vaillant 1902)as one of endemic species in Mahakam River East Kalimantan is not yet known. This study aimed to analysisreproductive aspect related to changing seasons, including sex-ratio, spawning season, spawning location, length at first gonad maturity, gonado-somatic index, and fecundity. Total fish samples (n=1214)were collected monthly from November 2013 to October 2014 at four locations in the Mahakam River, using many fishing gears.The results of this research showthe total length of fish ranged from 132.19 to 227.30 mm and weight ranged from 20.00 to 70.40 g. The overall sex ratio of male and female was1: 1.56, while at gonad maturity stages were1:1.77. The spawning season range from November to January and peak spawning occurs in December. The highest spawning location was found at swamp flood Semayang Lake. The length at first gonad maturity of male ranged of 191.05-202.60 mm, while it was in 179.56-198.50 female. Maximum average gonado-somatic index (GSI) values obtained for male and female were 0.32 and 2.07 respectively during spawning period in November and declined to minimum in February. The total fecundity and eggs diameter rangedfrom 2648 to 12495 eggsind-1and 0.61 to 1.30 mm respectively. There was a positive correlation between fecundity andtotal length and weightof fishes. Abstrak Biologi reproduksi ikan lais O. miostoma (Vaillant 1902)sebagai salah satu spesies endemik di Sungai Mahakam Kalimantan Timur belum pernah diketahui. Tujuan penelitian ini adalah menganalisisaspek reproduksi ikan laisberkaitan dengan perubahan musimyang mencakupnisbah kelamin, musim pemijahan, lokasi pemijahan, ukuran kali pertama matang gonad, indeks kematangan gonad dan fekunditas.Total ikan contoh 1214 ekor telah dikumpulkan setiap bulan mulai dari bulan November 2013 sampai Oktober 2014di empat lokasi perairan Sungai Mahakam, menggunakan berbagai alat tangkap. Hasil penelitian menunjukkanukuran panjang total ikan berkisar dari 132,19-227,30 mm dan bobot berkisar dari 20,00-70,40 gram.Nisbah kelamin seluruh ikan jantan dan betina yang diamati 1 : 1,56, sedangkanpada tahap kematangan gonad 1:1,77. Musim pemijahan terjadi mulai dari bulan November sampai Januari dan puncak pemijahan pada bulan Desember. Lokasi pemijahan tertinggi ditemukan di rawa banjiran Danau Semayang. Ukuran ikan pertamamatang gonad pada jantan berkisar dari 191,05-202,60 mm dan betina berkisar dari 179,56-198,50 mm. Rata-rata indeks kematangan gonad (IKG) tertinggi ditemukan pada jantan dan betina berturut turut 0,32 dan 2,07 selama musim pemijahanpada bulan November dan menurun hingga terendah pada bulan Februari. Fekunditas total berkisar dari 2.648-12.495 butir telur per individu.Ada korelasi positif antara fekunditas dengan panjang total dan bobot ikan.
Co-Authors Abdul Rahman Singkam Abdul Rahman Singkam Achmad - Taher ACHMAD FARAJALLAH Achmad Machmud Achmad Machmud Thohari Achmad Taher Achmad Taher Achmad, Taher Agus Nuryanto Agus Wahyana Anggara Agus Wahyana Anggara Agus Wahyana Anggara, Agus Wahyana Alam Putra Persada Ani Mardiastuti Ani Suryani Antonius Suwanto Any Aryani Ardi Kapahang Arief Boediono Arlyza1, Irma Shita Arzyana Sunkar Bahiyah Bahiyah Bambang Purwantara Cece Sumantri CECILIA ANNA SEUMAHU CECILIA ANNA SEUMAHU CHRISTIAN HANSJOACHIM SCHULZE D.D. Sastraatmadja DAMAYANTI BUCHORI Daniel Happy Putra Dedi . Soedharma Dedi Soedharma DEDI SOEDHARMA DEWI APRI ASTUTI Dewi Elfidasari Dewi Malia Prawiradilaga Dewi Malia Prawiradilaga, Dewi Malia Diah Iskandriati DIAH ISKANDRIATI DIETMAR BLOHM Dodi Nandika Dondin Sajuthi Dwi Astuti Dwi ASTUTI Dwi Sendi Priyono DYAH PERWITASARI -FARAJALLAH Epa Paujiah, Epa Evy Ayu Arida EVY AYU ARIDA Fahma Wijayanti Fahri Fahrudin, Fahri Faisal Mustafa Findra, Muhammad Nur FUNGKEY HOETAMA Gita Kusuma Rahayu Hadi Allikodra Hadi S Alikodra Haerul, Andi HAJRIAL ASWIDINNOOR Handayani , Handayani Handayani Handayani Hari Prayogo Harini Nurcahya Mariandayani Heddy Julistiono HEDDY JULISTIONO Hermanu Triwidodo I Gusti Agung Arta Putra I WAYAN SUANA Ibnu Maryanto Iman Rusmana Indah Fajarwati, Indah Irma Shita Arlyza Irzaman, Irzaman Isdradjad Setyobudiandi Ismayati Afifah Jakaria Jakaria Jamhari Jamhari Jarulis Jarulis Jarulis Jarulis Jarulis Jarulis Jito Jito Jito Sugardjito Jusmaldi Jusmaldi Kadarwan Soewardi Khustina, Yenny Chusna Khustina, Yenny Chusna Kunio Watanabe Lia Aseptin Murdini Lilik Budi Lilik Budi Prasetyo LILIK BUDIPRASETYO Lucia Johana Lambey M F Rahardjo M. F. Rahardjo M. Zairin Junior Mahmud, Rois MARIA BINTANG MF Rahardjo Mustafa Sabri Nastiti Kusumorini NEVIATY PUTRI ZAMANI Niken Subekti Niken TM Pratiwi Nurlisa Alias Butet Pamungkas, Joko Prasetyo Prasetyo Priyono, Siti N. Puji Rianti Retno Damayanti Soejoedono RICHARD F GRANT RIDWAN AFFANDI Rini Widayanti Robba Fahrisy Darus Roedhy Poerwanto Roedy Poerwanto Roedy Poerwanto Roni Koneri Ronny Rachman Noor Roza Elvyra Rudhy Gustiano Rudhy Gustiano Rudhy Gustiano Rudhy Gustiano Rudi Afnan Rudi Tarumingkeng Rudy C Tarumingkeng Safrida Safrida Safrida Safrida Saroyo Saroyo SATA YOSHIDA SRIE RAHAYU SATRIYAS ILYAS SELA SEPTIMA MARIYA SILMI MARIYA Siti N. Priyono SJAFRIDA MANUWOTO Soaloon Sinaga Soaloon Sinaga Sobir Sobir Sobir Sobir Sobir Sobir Solihin Solihin Sri Catur Setyawatiningsih Sri Catur Setyawatiningsih sri murtini . SRI NINGSIH Sri Sulandari Sri Supraptini Mansjoer Subyakto Subyakto Sugardjito Sugardjito SUHARSONO Suharsono Suharsono SULISTIYANI SULISTIYANI Sulistiyani Sulistiyani SULISTIYANI SULISTIYANI Sulistiyani, Sulistiyani Surjono Surjokusumo Syafyudin Yusuf Syaiful Anwar Syamsul Bachry Taher, Achmad Tedjo Sukmono Thohari Thohari Tike Sartika Tri Haryoko Tri Haryoko, Tri Tutik Wresdiyati UUS SAEPULOH UUS SAEPULOH Wasmen Manalu Yuli Wahyu Tri Mulyani YULIN LESTARI Yuni Cahya Endrawati Yus Rusila Noor Yus Rusila Noor Yusnarti Yus