Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Tingkat Kepuasan Mahasiswa Terhadap Ujian Soca Di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya Christian Wijaya; Muhammad Anas; Gina Noor Djalilah; Syafarinah Nur Hidayah Akil
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 3 No 1 (2026): JurnalMU : Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v3i1.32618

Abstract

Latar belakang: Ujian Student Oral Case Analysis (SOCA) merupakan model evaluasi berbasis lisan dalam pendidikan kedokteran yang diterapkan di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya sejak tahun 2023. Ujian ini bertujuan menilai kemampuan pemahaman klinis, berpikir kritis dan sistematis, serta keterampilan komunikasi mahasiswa. Mengingat peran penting ujian SOCA dalam penilaian, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepuasan mahasiswa terhadap ujian SOCA. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Sampel penelitian sebanyak 174 mahasiswa Fakultas Kedokteran yang telah mengikuti ujian SOCA diambil dengan metode stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis model SERVQUAL yang mencakup lima dimensi, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil: Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dimensi responsiveness memperoleh skor rata-rata tertinggi (mean = 3,46), disusul tangibles (mean = 3,44), reliability (mean = 3,41), assurance (mean = 3,35), dan empathy yang merupakan dimensi dengan skor terendah (mean = 3,32). Secara umum, mahasiswa merasa puas terhadap pelaksanaan ujian SOCA. Kesimpulan: Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap ujian SOCA berada pada kategori baik di seluruh dimensi SERVQUAL. Diperlukan perbikan pada aspek empati dan objektivitas evaluasi guna meningkatkan mutu pelaksanaan ujian SOCA secara menyeluruh.
Hubungan Faktor Risiko Jumlah Gravida Terhadap Pre-Eklamsia Pada Ibu Hamil Di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan Berdasarkan Musim Rofi Armando Febrian; Eko Nur Sucahyo; Muhammad Anas; Rijanto Agoeng Basoeki
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 3 No 1 (2026): JurnalMU : Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v3i1.32619

Abstract

Latar belakang: Pre-eklamsia merupakan faktor penyebab morbiditas dan mortalitas bagi ibu hamil dan janin di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor risiko jumlah gravida dengan kejadian pre-eklamsia serta pengaruh musim terhadap pre- eklamsia di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional yang bersifat retrospektif. Data diambil dari catatan medis ibu hamil dengan pre-eklamsia pada bulan November 2023 sampai Oktober 2024. Sampel terdiri dari 94 kasus yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil: Preeklamsia sering terjadi pada primigravida selama musim hujan dan multigravida musim kemarau. Analisis korelasi Spearman, tidak terdapat hubungan yang berarti antara jumlah gravida dengan pre-eklamsia, baik pada musim hujan (p=0,140) maupun pada musim kemarau (p=0,811). Namun, ditemukan hubungan yang signifikan antara usia dengan jumlah kehamilan, pada musim hujan (r=0,394; p=0,007), dan hampir signifikan pada musim kemarau (r=0,280; p=0,052), menunjukkan bahwa jumlah kehamilan cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya usia ibu. Kesimpulan: jumlah gravida dan musim tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian pre-eklamsia. Pre-eklamsia adalah kondisi yang melibatkan banyak faktor, seperti usia, riwayat hipertensi, status nutrisi dan faktor lingkungan. Maka pemeriksaan menyeluruh dan pemantauan kehamilan secara teratur sangat berarti dalam upaya mencegah komplikasi kehamilan.
Perbandingan Embrio Day-1, Day-3, Day-5 Pada Pasien Dengan Gangguan Sperma Yang Dilakukan Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI) Dibandingkan Intracytoplasmic Morphologically-Selected Sperm Injection (IMSI) Pada Pasien In Vitro Fertilization (IVF) Felda Emilia Fahmawati; Uning Marlina; Muhammad Anas
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 3 No 1 (2026): JurnalMU : Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v3i1.32628

Abstract

Latar belakang: Menurut hasil identifikasi World Health Organization (WHO) sekitar 60-80 juta pasangan mengalami kesulitan memiliki keturunan (Hendarto H, 2019). Baik wanita maupun pria dapat menjadi faktor infertilitas (Moridi et al., 2019). Sebanyak 40%-50% wanita infertilitas ini diakibatkan oleh penyakit saluran telur dan anovulasi. Infertilitas pada pria sekitar 30%-50% diakibatkan karena faktor kelainan sperma (Putra & Abrar, 2022). Permasalahan infertilitas di dunia setiap tahunya mengalami peningkatan (Nagórska et al., 2019). Tujuan: Untuk membandingkan embrio day-1, day-3, day-5 pada pasien gangguan sperma yang dilakukan ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection) dibandingkan IMSI (Intracytoplasmic Morphologically-Selected Sperm injection) pada pasien IVF (In Vitro Fertilization). Metode: Analitik Cross Sectional. Hasil: penelitian yang telah diolah menggunakan SPSS versi 26 menunjukkan nilai signifikansi Mann-Withney U sebesar p 0,510 (p<0,05). hasil tersebut menunjukan tidak terdapat perbedaan signifikan yang antara ICSI dibandingkan dengna IMSI pada embrio Day 1, Day 3, Day 5. Kesimpulan: Dari hasil uji statistika yang dilakukan pada penelitian ini yakni menggunakan uji Mann Withney U diketahui nilai p pada penelitian ini >0,005. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara metode ICSI dan IMSI.
Branding and Marketing Strategies for Traditional Healthcare Services in Hospitals: A Narrative Review of Innovative Integration to Enhance Public Acceptance and Trust Setya Haksama; Muhammad Chairul Ramadhan; Muhammad Anas
MAGNA MEDIKA Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): FEBRUARY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/magnamed.13.1.2026.25-34

Abstract

Background: The integration of traditional healthcare services within modern hospital settings faces intricate perceptual and systemic challenges regarding public acceptance and trust (public trust).Objective: To critically analyze and synthesize strategic branding and innovative marketing frameworks for traditional healthcare services in hospitals, focusing on mechanisms to elevate public acceptance and trust.Methods: A structured thematic narrative synthesis was conducted across four major electronic databases: PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, and Semantic Scholar (covering literature published from 2000 to 2026). The qualitative synthesis categorized evidence into key thematic pillars: Patient-Centered Care paradigm shifts, the expanded 7Ps marketing mix, Marketing Technologies (MarTech), psycho-cultural dynamics, and the management of Non-Marketing Employees (NMEs) in clinical environments.Results: Successful integration of traditional healthcare marketing hinges upon five fundamental pillars: (1) Transitioning toward a patient-centered model that prioritizes holistic quality of life and patient value creation; (2) Aligning the 7Ps marketing mix with five essential hospital image dimensions; (3) Deploying evidence-based MarTech strategies (SEO, clinical content marketing, AI-driven CRM, and multi-platform social media) to address the market reality where 75% of patients evaluate healthcare facilities online; (4) Navigating psycho-cultural dynamics to diminish cognitive dissonance and social stigma; and (5) Mitigating Marketing Dispersion among clinical staff (NMEs) through Idea Catalysis, Complementary Positioning, and End-User Reframing.Conclusion: Branding and marketing of traditional healthcare services in hospitals transcend mere commercial promotion; they are ethical, strategic, and communicative instruments necessary to cultivate public trust, bridge ideological divides between conventional and traditional medicine, and foster sustainable, holistic patient care.
Failed Trial of Normal Delivery in Uterus Didelphys Rijanto Agoeng Basoeki; Rifka Florensia; Muhammad Anas
MAGNA MEDIKA Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): FEBRUARY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/magnamed.13.1.2026.%p

Abstract

Background: Uterus didelphys is one of the rarest anomalies from Mullery duct fusion failure. Generally, the condition is asymptomatic or can be manifest clinically as dyspareunia and/or menstrual pain, making early diagnosis challenging. Although this condition can affect fertility and risk of complications in pregnancy, in practice, the diagnosis is infrequent with the minimum awareness about the conditions.Objective: This case report aims to outline the diagnostic methods and intervention actions carried out in a patient who diagnosed uterus didelphys after failed normal delivery.Case Presentation: This paper presents a case of a 21-year-old woman who came with a complaint of tightness in the womb in two days before entering the hospital. The results of the anamnesis and physical examination show the needed of Cito LSCS surgery. During Cito LSCS, a uterus, an ovary, and a fallopian tube were found as a pair, with a fetus in the right uterus weighing 2100 g. Rehydration, antibiotic, analgetic, and laxative was given post-operative. After 3 days, patient was discharged.Conclusion: Examinations and new diagnostic methods need to be developed to identify the presence of uterus didelphys and to prevent its potential complications. 
CHALLENGES IN IMPLEMENTING A PATIENT-CENTERED CARE WORK CULTURE IN THE INPATIENT WARD OF RSUD KETAPANG SAMPANG Sukarno Sukarno; Ansarul Fahrudda; Muhammad Anas
Benchmarking: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9, No 2 (2025): BENCHMARKING (Author Geographical Coverage: Pakistan, Timor Leste and Indonesia)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/benchmarking.v9i2.28671

Abstract

Patient-Centered Care (PCC) is increasingly evaluated alongside clinical accuracy, especially in inpatient wards where interactions and coordination demands are intensive. This study analysed challenges in implementing a PCC-oriented work culture in the inpatient ward of RSUD Ketapang Sampang, focusing on communication, patient/family involvement, interprofessional coordination, and contextual factors shaping everyday care. Using a qualitative Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) design, data were collected through semi-structured in-depth interviews with two participant groups (health professionals and inpatients and/or accompanying family members), supported by field observations and relevant document review. Analysis followed IPA stages from repeated reading and initial noting to emergent and cross-case theme development, with rigor enhanced through triangulation, member checking, and an audit trail. Findings indicate that PCC is understood as a service orientation that respects patients as persons, yet its relational expression often narrows when workload intensifies and routines become task-driven. Patient and family involvement was present but did not consistently translate into shared decision-making, and was frequently experienced as receiving information rather than dialogue and clarification. The consistency of patient experiences was shaped by handovers, authority boundaries, and the extent to which interprofessional coordination became visible as coherent communication to patients/families. PCC practices strengthened when supported by key figures and clear work supports, but sustainability remained uneven across shifts and staff.
HUBUNGAN PENINGKATAN BERAT BADAN SELAMA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU BERSALIN DI PUSKESMAS BLEGA Sabita Tajmaram Alwana Zein; Muhammad Anas; Muhammad Perdana Airlangga; Uning Marlina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57759

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang berperan terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas ibu, khususnya di negara berkembang. Salah satu faktor risiko yang dapat dikendalikan adalah peningkatan berat badan selama kehamilan yang tidak sesuai dengan rekomendasi. Kenaikan berat badan yang berlebihan dapat memicu gangguan disfungsi endotel melalui mekanisme proses inflamasi dan stress oksidatif yang berperan terhadap terjadinya preeklampsia. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peningkatan berat badan selama kehamilan dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di Puskesmas Blega. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 133 ibu bersalin yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari buku KIA, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact. Sebagian besar responden mengalami kenaikan berat badan normal yaitu sebanyak 92 orang (69,2%), sedangkan 41 orang (30,8%) mengalami kenaikan berat badan yang tidak normal. Kejadian preeklampsia ditemukan pada 46 responden (34,6%). Seluruh responden dengan kenaikan berat badan tidak normal mengalami preeklampsia (100%), sedangkan pada kelompok dengan kenaikan berat badan normal hanya 5 responden (5,4%) yang mengalami preeklampsia. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara peningkatan berat badan selama kehamilan dengan kejadian preeklampsia (p=0,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara peningkatan berat badan selama kehamilan dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin.
Kehamilan Prematur dengan Eklampsia Hipertensi Emergensi dan Sindrom HELLP Parsial: Laporan Kasus Supratikto; Intan Rachmi Putri; Muhammad Anas; Eko Nursucahyo; Ninuk Dwi Ariningtyas
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 2 (2026): Proceeding Series LSPID UMSURA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i2.33110

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan prematur yang disertai eklampsia merupakan kegawatdaruratan obstetri yang memicu risiko kematian serta menjadi faktor penyebab utama morbiditas maternal dan perinatal. Prioritas intervensi klinis dalam kondisi ini meliputi pemulihan stabilitas hemodinamik maternal, terminasi bangkitan kejang, manajemen krisis hipertensi, serta penentuan waktu terminasi kehamilan yang optimal. Kasus: RSUD Dr. Soegiri Lamongan menerima pasien rujukan dari puskesmas Mantup, Seorang perempuan berusia 31 tahun, G2P1001, usia kehamilan 31 minggu setelah mengalami dua episode kejang tonik-klonik general. Pasien datang dalam kondisi hipertensi emergensi (181/117 mmHg), proteinuria masif (+3), Hipoalbumin (3,2 gram/dL) dan peningkatan enzim transaminase (SGOT 473 U/L, SGPT 155 U/L) dengan trombosit normal (184.000 u/L) secara klinis mengarah pada diagnosis sindrom HELLP parsial. Langkah stabilisasi awal dilakukan dengan pemberian oksigen nasal kanul, profilaksis MgSO4, antihipertensi, dan injeksi deksametason untuk stimulasi kematangan paru janin. Terminasi kehamilan dilakukan secara Sectio caesarea setelah maturasi paru tercapai. Pasien mengalami fase pemulihan pasca operasi dengan baik dan dipulangkan, diizinkan rawat jalan dengan terapi antihipertensi oral. Kesimpulan: Penanganan eklampsia prematur dengan keterlibatan multiorgan memerlukan tatalaksana yang cepat. Stabilisasi hemodinamik, restriksi cairan untuk mencegah risiko edema pulmonal serta ketepatan momentum pelaksanaan terminasi kehamilan.
Digital Competence, Organizational Support, and Proxy Compliance in Electronic Medical Record Use: An Explanatory Sequential Mixed-Methods Study Rahman, Aditya Safarudin; Anas, Muhammad; Mundakir; Amalia, Nuke
Health and Technology Journal (HTechJ) Vol. 4 No. 5 (2026): October 2026
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electronic Medical Record (EMR) implementation depends not only on organizational readiness but also on healthcare workers’ digital competence and their everyday experience of using the system. This study examined digital competence, perceived organizational support, and lived experiences of EMR implementation among healthcare workers at an Indonesian private hospital using an explanatory sequential mixed-methods design. Phase 1 involved a cross-sectional survey of 76 of 109 eligible healthcare workers using a DigComp 2.2-adapted questionnaire, with data analyzed descriptively in IBM SPSS Statistics 31. Phase 2 involved semi-structured interviews, non-participant observations, and document review with 19 purposively selected participants across clinical, support, and management/IT groups, followed by a six-phase thematic analysis. Overall, 85.5% of respondents demonstrated high digital competence, although competence was lower among workers aged over 45 years, non-clinical health workers, and those reporting lower organizational support. Qualitative analysis identified four themes: reactive implementation and training gaps; technical infrastructure instability and downstream effects; field-level compromise and interprofessional role shifts; and prolonged hybrid transition with profession-specific motivation. A cross-cutting finding, termed proxy compliance, revealed that EMR documentation was sometimes entered by individuals other than the registered account holder with managerial tolerance. These findings indicate that apparent EMR compliance may not reflect genuine individual competence or technology acceptance. Sustainable EMR implementation requires targeted competency development, reliable infrastructure, accessible procedural guidance, and governance mechanisms that verify authentic system use and accountability.
Co-Authors Abbas, Putri Naula Absor, Sholihul Agus Purwanto Ahmad Mochtar Jamil Ahmad Mochtar Jamil Ahmad Mochtar Jamil Ali Imaduddin Futuwwah Ali Immanudin Ali Mustofa Ali Nuke Afandy Alshafiera Azayyana Mawadhani Sukma Amalia, Nuke Amanda Muhamad Bauzir Anandya Fatikhawati Andhika Putra Andre Ridho Saputro Andre Saputro Anisatul Hamida Annisa Nurida Aprilina, Marshanda Dewi Ardiani, Khoiriya Arsiyoga Bimo Fadhyki Assidiqi Iman, Penta Aty Firsiyanti Aulia Nuril Islamy Ayu Rahajeng Dianing Negari Azayyana M.S, Alshafiera Bagaskara, Andre Basoeki, Rijanto Agoeng Baterun Kunsah Christian Wijaya Dianing Negari, Ayu Rahajeng Dwi ariningtyas, Ninuk Eko Nur Sucahyo Era Catur Prasetya Fahrudda, Ansarul Farah Luthfia Nugroho Fauzie Senoaji Felda Emilia Fahmawati Firsiyanti, Aty Fitri Nuraini Frando G.E, Moch Gina Noor Djalilah Gusmaniarti, Gusmaniarti Haniifah, Ulaa Hartamto, Offia Melda Permata Hassita Nadia Silkviana Hermadi Hermadi Huliyyatul Wahdah Huliyyatul Wahdah Indra Alfaray, Ricky Intan Rachmi Putri Jamil, Ahmad Mochtar Kartika Prahasanti Khofifah Dwi Oktaviana Khoiriya Ardiani Laily Irfana, Laily Luluk latifah M. Thoriq Satria Dinata Marlina, Uning Maya Rafida Meirna Dewita Sari Meirna Sari Moch Frando Ghiffari Ekwanda Mochklas, Mochamad Muhamad Reza Utama Muhammad Chairul Ramadhan Muhammad Perdana Airlangga Muhammad Perdana Airlangga, Muhammad Perdana Muhammad Ramzi Muhammad Tegar Nugraha Mundakir Musa Ghufron Nenny Triastuti Nina Veronica Nova Ulumiya Nugroho, Yudhistiro Andri Nur Mujadidah Mochtar Nurma Yuliyanasari, Nurma Nursucahyo, Eko Penta Assidiqi Iman Prasetyo, Ari Pudji Pribakti Budinurdjaja Puspita, Eka Ari Putra, Muslim Andala Putri Naula Abbas Putri, Intan Rachmi R. Panji Hermoyo Rahmah Laila Rahman, Aditya Safarudin Rahmasena, Naomi Razzaqy Razzaqy Ribut Agung Nugroho Ridho Akbar B41110063 Rifka Florensia Rofi Armando Febrian Ronny Akbar Ruth Mindo Siahaan Sabita Tajmaram Alwana Zein Sembiring, Rinawati Setya Haksama Silkviana, Hassita Nadia Siswanto, Alfiansya Noval Siti Mardiyah Sopia Sapitri Subagyo, Roni Sukarno Sukarno Supratikto Suswojo, Heru Syafarinah Nur Hidayah Akil Thariq Malikul Mulki Tiffany Lovenlya Indy Ayu Putri Kundayadi Tjatur Prijambodo Ulaa Haniifah Ulaa Haniifah Ulaa Haniifah Wahyu Setiawan Yelvi Levani Yeti Eka Sispita Yeti Eka Sispita Sari Yudith Annisa Ayu Rezkita Yudith Annisa Ayu Rezkitha, Yudith Annisa Ayu Yusian Eri Fitria