Claim Missing Document
Check
Articles

KEDUDUKAN TOKOH MINKE DALAM NOVEL RUMAH KACA KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER Munawara, Siti; Effendy, Chairil; Nadeak, Parlindungan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 6 (2015): JUNI 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berfokus pada tokoh Minke sebagai salah satu tokoh utama dalam serial terakhir Tetralogi Buru. Penelitian ini menerapkan teori strukturalisme murni dalam membahas kedudukan Minke. Tujuan penelitian ialah mendeskripsikan kedudukan tokoh Minke dalam novel Rumah Kaca karya Pramoedya Ananta Toer. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan struktural. Sumber data penelitian adalah novel Rumah Kaca dengan data berupa kutipan kalimat atau paragraf sesuai masalah. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik analisis dokumenter. Hasil penelitian kedudukan tokoh Minke sebagai berikut (1) Minke sebagai aktivis (2) Minke sebagai suami (3) Minke sebagai tahanan politik (4) Minke sebagai pendiri S.D.I  (5) Minke sebagai jurnalis (6) Minke sebagai pengarang (7) Minke sebagai tokoh masyarakat (8) Minke sebagai pemimpin redaksi Medan (9) Minke sebagai bekas tahanan politik (10) Minke sebagai anak angkat Sanikem Le Boucq. Kata kunci: Kedudukan tokoh, Minke.   Abstract: This study focuses on Minke figures as one of the main characters in the series last Buru Quartet. This research applies the theory of pure structuralism in discussing the position of Minke .The purpose of this study was to describe the position of Minke character in the novel Rumah Kaca Pramoedya Ananta Toer. This study used a qualitative descriptive method and structural approach. The data source is a novel Rumah Kaca  study with the data in the form of quotations sentence or paragraph, as the issue. Data collection techniques used is a documentary analysis techniques. Minke character notch research results as follows (1) Minke as activists (2) Minke as husbands (3) Minke as political prisoners (4) Minke as the founder of SDI (5) Minke as a journalist (6) Minke as an author (7) Minke as community leaders (8) Minke as chief editor of Medan (9) Minke as a former political prisoner (10) Minke as a foster child Sanikem Le Boucq. Keywords: Character position, Minke.
MAKNA PRIYAYI DALAM NOVEL PARA PRIYAYI DAN JALAN MENIKUNG ANALISIS STRUKTURAL SEMIOTIK Aeni, Sri Nur; Effendy, Chairil; Priyadi, A. Totok
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 2 (2015): Pebruari 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur dan makna priyayi dalam Novel Para Priyayi(PP) dan Jalan Menikung (JM) karya Umar Kayam. Metode yang digunakan deskriptif,  bentuk penelitian kualitatif, dan pendekatan struktural semiotik. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi melalui pembacaan model semiotik, yaitu pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik atau retroaktif. Data penelitian dicek keabsahannya dengan pembacaan novel secara teliti dan berulang-ulang, hingga dapat ditentukan fungsi dan keterkaitannya dalam membentuk kesatuan  makna  teks secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur novel PP dan JM terdiri dari dua bagian, yaitu  struktur  formal dan struktur naratif. Struktur naratif kedua novel tersusun tidak secara linier. Makna priyayi mengalami pergeseran, yaitu: di dalam novel PP, istilah priyayi mula-mula dimaknai sebagai berubahnya kedudukan sosial secara vertikal yang diakibatkan berhasil menyelesaikan sekolah dan menjadi pegawai pemerintah kolonial Belanda pada masa itu, yang disebut dengan gupermen. Para priyayi menjalankan nilai-nilai kepriyayian secara teguh sebagai  pedoman hidup sehari-hari. Di dalam novel JM, makna priyayi menjadi tidak jelas. Terjadi penerimaan unsur modern seiring dengan pertumbuhan kebudayaan. Nilai-nilai kepriyayian sebagian masih dipertahankan, namun mulai kehilangan ”jiwa”. Kata kunci: struktur formal, struktur naratif, semiotik, makna priyayi   Abstract: This study aims to describe the structure and meaning of priyayi in the Novel Para Priyayi (PP) and Jalan Menikung (JM) by Umar Kayam. The method used descriptive, qualitative research forms, and structural semiotic approach. Data were collected by using the method of documentation through a semiotic reading of the model, namely the reading of heuristic and hermeneutic readings or retroactive. The research data validity is checked by reading novels carefully and repeatedly, until the determined function and its relevance in shaping the overall unity of the text's meaning. The results showed that the PP and JM novel structure consists of two parts, namely the formal structure and narrative structure. The second narrative structure of the novel is not arranged in a linear manner. Meaning priyayi shifting, namely: in the novel PP, the term priyayi initially interpreted as a change in social standing vertically caused successfully complete school and become employees of the Dutch colonial government at that time, which is called the gupermen. The priyayi running the values priyayi firmly as a guideline daily life. In the novel JM, meaning priyayi became unclear. Occurs acceptance of modern elements along with the growth of culture. The values of priyayi in part is retained, but began to lose "soul". Keywords: formal structure, narrative structure, semiotic, meaning priyayi
NILAI BUDAYA DALAM BUKU KALBAR BERIMAJINASI (ANTOLOGI CERPEN SASTRAWAN KALBAR) Nurdiati, Riska; Effendy, Chairil; Sulissiawan, Ahadi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 3 (2014): Maret 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research has purpose to describe the culture value of humans who believe in the existence of God and the humans who believe in supernatural power on KB book. The method which is used is descriptive method, in qualitative form, with structural approach. The source of data is short story in KB book, and the data are culture value reflected in quotations in KB book. The technique of collecting data used the indirect technique with documenter study. The tool of collecting data was the researcher herself as the main instrument. The culture value of humans who believe in the existence of God are humans who obeyed the teachings of the God and humans who disobeyed the Gods command. Humans who obeyed the teachings of the God are the people had affection to their neighbor and affection for the environment, while humans who disobeyed the Gods command are people who hurt his neighbor and be boastful. The culture value of humans who believe in the supernatural power are humans who believe and/or perform a ritual; quackery, believe in the existaence of supernatural beings like ghostly and spirit, and believe and/or utter a spell. Key words: culture value, short storyAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai budaya pada manusia yang meyakini keberadaan Tuhan dan manusia yang meyakini kekuatan supranatural dalam buku KB. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, berbentuk kualitatif, dengan pendekatan struktural. Sumber data adalah cerpen-cerpen di buku KB, sedangkan datanya adalah nilai budaya yang tercermin dalam kutipan-kutipan di buku KB. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tidak langsung dengan studi dokumenter. Alat pengumpulan data adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama. Nilai budaya pada manusia yang meyakini keberadaan Tuhan berupa manusia yang menaati ajaran Tuhan dan manusia yang mengingkari perintah Tuhan. Manusia yang menaati ajaran Tuhan meliputi manusia yang memiliki rasa kasih sayang kepada sesama manusia dan kasih sayang kepada lingkungan. Manusia yang mengingkari perintah Tuhan meliputi manusia yang berperilaku zalim kepada sesama manusia dan bersikap sombong. Nilai budaya pada manusia yang meyakini kekuatan supranatural berupa manusia yang meyakini dan/atau melakukan ritual; perdukunan, meyakini keberadaan makhluk gaib seperti hantu dan roh, serta meyakini dan/atau mengucapkan mantra. Kata kunci: nilai budaya, cerita pendek
MAJAS METAFORA PADA KUMPULAN SAJAK CHAIRIL ANWAR AKU INI BINATANG JALANG Rachman, Abdul; Effendy, Chairil; Priyadi, Totok
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 6 (2013): Juni 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk pembelajaran sastra khususnya majas metafora. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan semiotik. Sumber data dalam penelitian ini adalah 13 puisi Chairil Anwar dalam kumpulan sajak Aku Ini Binatang Jalang. Alat pengumpul data utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen kunci. Hasil penelitian terhadap majas metafora dalam kumpulan sajak Aku Ini Binatang Jalang ditemukan beberapa hal yang berkenaan dengan unsur batin seperti makna yang terdapat dalam tiap bait puisi dan puisi secara keseluruhan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulka: 1) Analisis ini membantu pelajar menemukan penggunaan majas metafora pada kumpulan sajak Chairil Anwar; 2) masukan bagi guru bahasa Indonesia untuk memilih karya sastra sebagai bahan ajar yang berhubungan dengan penggunaan majas metafora dalam rangka untuk melihat pemahaman siswa tentang makna 13 puisi dari kumpulan Aku Ini Binatang Jalang; 3) membantu mahasiswa mencari referensi yang berhubungan dengan gaya bahasa atau majas metafora. Kata kunci : Puisi, majas metafora Abstract: This study aimed to general description of literature study, especially metaphor. The research was conducted using qualitative description method. The approach used in this study is semiotic approach. Source of data in this study are thirteen poetries of Aku Ini Binatang Jalang collection. This study used documentary technique and the main instrument is a researcher. The results the study about metaphor in the poetries of Aku Ini Binatang Jalang collection as this follows. Founded some things have a connected with spiritual substance like a senses in a parts of verse poetries in universal meaning. Based on the result of data analysis, it generates the following conclusions:1. This analysis to helping students found useless metaphor in the poetries of Aku Ini Binatang Jalang coleection; 2) Advice for a teacher to choose the literature to be the matery that connected with an useless metaphor to show the feel of students to undesrstanding of meaning from thirteen poetries of Aku Ini Binatang Jalang. To help students looking for the others matery who connected with style language or metaphor. Keywords: poetry, metapho
MEMBACA ODHY’S (Suatu Tinjauan Etika Profetik) Wirawan, Gunta; Effendy, Chairil; Syam, Christanto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2015): Maret 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur fisik dan batin puisi, etika profetik, dan makna yang terdapat dalam kumpulan puisi Rahasia Sang Guru Sufi karya Odhy’s. Metode yang digunakan adalah analiasis hermeneutika berbentuk kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan struktural semiotika. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan beberapa hal yang berkenaan dengan struktur fisik yakni, kumpulan puisi Rahasia Sang Guru Sufi karya Odhy’s menggunakan struktur fisik kecuali metrum, karena puisi modern tidak lagi menggunakan metrum. Pada struktur batin sebagian besar bertema ketuhanan dan kemanusiaan. Perasaannya menunjukkan rasa religius yang secara spesifik memunculkan persoalan sufistik. Nada atau sikap yang diperlihatkan melalui kata-kata yang lugas berupa kritik dan menasehati. Amanatnya adalah mengajak kepada kebaikan, mencegah kemunkaran sebagai cerminan beriman kepada Tuhan. Etika profetik mencakup humanisasi, liberasi dan transendensi. Dalam beberapa puisi masing-masing etika tersebut ada yang terpisah satu sama lain, namun ada pula terdapat ketiga unsurnya. Makna yang terkandung dalam kumpulan puisi ini dapat dikalsifikasikan menjadi 6 kelompok makna. Kata kunci: struktur puisi, etika profetik, makna. Abstract: This study aimed to describe the physical structure and inner poetry, prophetic ethics, and the meaning of contained in a collection of poems Rahasia Sang Guru Sufi Odhy's work. The method is used of hermeneutics analiasis in qualitative form. The approach is used structural semiotic approach. Based on the results of the study, found several things pertaining to the physical structure, in a collection of poems Rahasia Sang Guru Sufi Odhy's works use physical structure except metrum, because modern poetry is no longer using metrum. In the inner structure of the most themed are divinity and humanity. Expressing religious feelings which specifically raised the question of Sufi. Attitude or tone shown by the words that straightforward form of critique and advise. The mandate is to invite to goodness, avoid doing deny as a reflection of faith in God. Ethics prophetic include humanization, liberation and transcendence. In some poems each of ethics exists separate from each other, however there are also third elements in the poem. Meaning contained in this poetry collection can be classificated into 6 groups of meaning.   Keywords: Poetry structure, prophetic ethics, meaning.
PERANAN LATAR SOSIAL DALAM MENDUKUNG PENOKOHAN PADA NOVEL BATAS KARYA AKMAL NASERY BASRAL Susanti, Hetty; Effendy, Chairil; Syam, Christanto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 3 (2013): Maret 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study is titled The roles of social background in supporting characterizations in novel Batas by Akmal Nasery Barsal. The purpose of this research is to obtain description data about the roles of social background in supporting characterizations in novel Batas. The method in this research is descriptive method with a qualitative research, and also using literature sociology approach. The source of data in this research is novel Batas;and the data are words, phrases, and sentences in novel Batas that shows roles of social background in form of tradition, life principle, faith, and custom in supporting characterizations. The results of the research are: (1) tradition, including hunting tradition, take a bath in the river together with other members of society, plaiting anjat together, spread out sahang under the sunlight, behuma (farming), Gawai ceremony, breeding pig, the woman using kemben and fermented palm wine drinking; (2) life principle, including opinions that can be principal, guide, direction and life guide; (3) faith to God and animism; (4) Custom, including rules or daily life act, what is recognized, what is known and become a habit in society. Keywords: social background, characterizations, novel Abstrak: Penelitian ini berjudul Peranan Latar Sosial dalam Mendukung Penokohan pada Novel Batas Karya Akmal Nasery Basral. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data deskripsi tentang peranan latar sosial dalam mendukung penokohan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, berbentuk kualitatif. Sumber data adalah novel Batas;sedangkan datanya adalah kata, frasa, dan kalimat yang menunjukkan peranan latar sosial dalam mendukung penokohan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) tradisi, meliputi tradisi berburu, mandi di sungai beramai-ramai, mengayam anjat beramai-ramai, menjemur sahang, behuma (berladang), upacara gawai, memelihara babi, para perempuan menggunakan kemben, dan minum tuak; (2) pandangan hidup, meliputi pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, dan petunjuk hidup di dunia; (3) keyakinan kepada Tuhan dan kepada roh-roh gaib; dan, (4) adat-istiadat, meliputi aturan atau perbuatan yang lazim dilakukan masyarakat, apa yang dikenal, diketahui, dan menjadi kebiasaan dalam masyarakat. Kata kunci: latar sosial, penokohan, novel.
KAJIAN INTERTEKSTUAL ANTARA NOVEL GELANG GIOK NAGA DAN BONSAI, HIKAYAT SATU KELUARGA CINA BENTENG Mardian, .; Effendy, Chairil; Syam, Christanto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 6 (2015): JUNI 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi prinsip bahwa sebuah teks merupakan mutasi dari teks lain. Gelang Giok Naga (GGN) diasumsikan merupakan hipogram atau latar terbentuknya teks transformasi Bonsai, Hikayat Satu Keluarga Cina Benteng (BHSKCB). Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana hubungan intertekstulitas antara teks GGN dan teks BHSKCB melalui bentuk transformasi afirmasi (pengukuhan) dan negasi (penolakan), pemaknaannya, serta implementasi pembelajarannya di sekolah. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan bentuk kualitatif. Pendekatan penelitiannya adalah pendekatan intertekstual. Sumber data dalam penelitian ini novel GGN sebagai teks hipogram dan novel BHSKCB sebagai teks transformasinya. Hasil analisis data penelitian ini: 1) bentuk afirmasi  meliputi simbol tipikal, tema, dan plot; 2) bentuk negasi meliputi unsur penokohan. Makna intertekstual dari penelitian ini antara lain pergantian, penyempitan, peninjauan ulang, repetisi, perluasan, close up, dan oposisi. Adapun implementasi pembelajaraannya adalah materi intertekstual antara teks GGN dan teks BHSKCB dapat diajarkan pada siswa kelas XII semester 2 pada materi menulis kritik dan esai sastra. Kata kunci: intertekstual, teks, transformasi, afirmasi, negasi   Abstract: This research is motivated by a principle that a text is a mutation of another text. Gelang Giok Naga (GGN) is assumed as a hipogram or background text that giving a transformation form of Bonsai, Hikayat Satu Keluarga Cina Benteng (BHSKCB). Based on the statement above, the formulation of the problem of this research is how the relation intertextuality between GGN and BHSKCB through transformation form of affirmation (inaugural) and negation (rejection), the meanings, and the implementation of learning in school. The method used is descriptive and qualitative form. The research approach is intertextual.The Source of data in this research are GGN as hipogram text and BHSKCB as transformation text.The results of data analysis on this research: 1) the affirmation forms include  typical symbols, themes, and plot; 2) the negation forms includes characterization elements. Intertextual meanings of this research includes a turning, a narrowing, review, repetition, expansion, closing up, and the opposition. The implementation to the learning is intertextual material between GGN and BHSKCB can be taught to students on XII semester 2 by write literary criticism and essays. Keywords: intertextual, text, transformation, affirmation, negation.
ANALISIS NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL SIE PO GIOK KARYA TIO IE SOEI Sinaga, Tio Novaria; Effendy, Chairil; Priyadi, A. Totok
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 7, No 12 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe analysis research of the character education values in novel Si Po Giok by Tio Ie Soei was a research that showed the values of character of the character in the novel. The character education on this research focused on the eighteen character values that were mentioned by Kemdikbud. This research also used the descriptive method and qualitative method. The resource in this research was novel Si Po Giok by Tio Ie Soei. The data from this research were a quotation of words, phrases, sentences, statements, and expressions in the novel that was related by the values of character. The analysis data were started by reading the data that have been tested for the validity, analyze descriptively to find the values of character in the novel, and made the implementations plan to the literary learning in High School. The results of the analysis showed that there were 15 values of character education in novel Sie Po Giok by Tio Ie Soei. The values of character education consist of religious, honest, tolerant, disciplined, hardworking, independent, democratic, curiosity, national spirit, respect for achievement, communicative, peace-loving, likes to read, carrying socially, and responsibility. The lesson plan of the novels learning in High School can be carried out in grade XI odd semester.Keyword: The character education, Novel
ANALISIS PSIKOLOGI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL KERING KARYA IWAN SIMATUPANG (F11108024), Veronika; Effendy, Chairil; Nadeak, Parlindungan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 9 (2013): September 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan untuk mengetahui watak tokoh utama yang terdapat dalam novel. Adapun alasan memilih watak tokoh utama karena dengan mengetahui berbagai kejiwaan dan tingkah laku, maka pembaca dapat melihat gambaran psikologis watak dari masing-masing tokoh yang baik dan buruk, sehingga dapat dijadikan contoh dalam menjalani kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, berbentuk kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan psikologi behavioristik. Sumber data penelitian ini adalah novel Kering karya Iwan Simatupang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi dokumenter. Alat pengumpul data utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen kunci. Berdasarkan analisis data, penelitian ini menghasilkan suatu simpulan sebagai berikut. (1) Dilihat dari pikiran, tokoh utama memiliki watak tidak pernah mengeluh, tidak putus asa, pasrah dengan keadaan, pantang menyerah, ingin hidup bebas tanpa terikat, dan pasrah pada takdir Tuhan; (2) Dilihat dari perilaku, tokoh utama memiliki watak tetap pada pendirian, pekerja keras, pasrah, setia kawan, pemberani, dan periang. Kata kunci: psikologi, tokoh utama, novel Abstract: The background of this research is the anxiety to find out any main character that exist in the novel. The reason of main character because by knowing a variety of psychiatric and behavior, then the reader can see the picture of the psychological character of each character is good and bad, so it can be used as an example in life. This research uses descriptive and method qualitative. The approach used in this study is psychology behavioristic approach. The source of data is novel Kering by Iwan Simatupang. The technique of data collecting uses documentary study. This study used documentary technique and the main instrument is a researcher. Based on the results of data analysis, this researcher produced the following conclusions. (1) Seen from the mind, the main character have character swho never complained, never give up, resigned to the situation, dont give up, want to live free without being bound, and surrender to Gods destiny; (2) Seen from the behavior, the main character has a firm stance character, hard working, resigned, esprit de corps, intrepid, and cheerful. Keywords: psychology, main character, novel.
NILAI BUDAYA DALAM NOVEL 5 CM KARYA DONNY DHIRGANTORO Fitriani, Novia; Effendy, Chairil; Priyadi, A. Totok
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 12 (2013): Desember 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan dan sikap hidup dalam 5 CM. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, berbentuk kualitatif, dengan pendekatan struktural. Sumber data adalah novel 5 CM, sedangkan data berbentuk kata, ungkapan, kalimat, ataupun paragraf. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumenter dan alat pengumpulan data adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama. Pandangan hidup dalam 5 CM berupa kasih sayang, tanggung jawab, dan keadilan. Kasih sayang meliputi kasih sayang sesama manusia. Tanggung jawab meliputi terhadap diri sendiri dan sesama manusia. Terdapat ketidakadilan pada hubungan warga negara dengan pemerintah. Sikap hidup dalam 5 CM berupa kasih sayang, tanggung jawab, dan keadilan. Kasih sayang meliputi antara pria dengan wanita, orang tua dengan anak, juga sesama manusia. Tanggung jawab meliputi terhadap diri sendiri, terhadap keluarga, dan sesama manusia. Terdapat keadilan pada hubungan manusia dengan manusia, namun terdapat juga manusia yang tidak memperoleh keadilan. Kata kunci: nilai budaya, pendekatan struktural Abstract: This research has purpose to describe the point of view and life attitude in 5 CM. The method which is used is descriptive method, in qualitative form, with structural approach. Source of data is 5 CM novel, and the data are in form of word, expression, sentence, or paragraph. Technique of collecting data used documentar technique and tool of collecting data is the researcher herself as the main instrument. Life view point in 5 CM are love, responsibility, and judgement. Love includes love between humans. Responsibility includes responsibility to ourselves and between humans. There is disjudgement to relationship between humans and government. Life attitude is 5 CM includes loves, responsibility, and judgement. Love includes love between man and woman, parent and children, and also humans. Responsibility includes responsibility to ourselves, family, and humans. There is judgement in relationship between human with human, but there is human who does not get the judgement. Key words: culture value, structural approach