Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG APLIKASI OBAT TRADISIONAL YANG TEPAT UNTUK MELAWAN COVID-19 Wiwied Ekasari; Retno Widyowati; Neny Purwitasari; A. Mu’thi Andy Suryadi; Ram Kumar Sahu
Jurnal Kreativitas dan Inovasi (Jurnal Kreanova) Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24034/kreanova.v3i1.5420

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat untuk melawan COVID-19 menjadi tren di masyarakat beberapa tahun terakhir. informasi mengenai penggunaan tanaman obat untuk melawan COVID-19 menyebar dengan cepat sehingga dikhawatirkan dapat meningkatkan kesalahan informasi dan dapat menimbulkan permasalahan kesehatan baru akibat penggunaan obat tradisional yang kurang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pemanfaatan obat tradisional serta cara pembuatannya yang baik untuk melawan COVID-19. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk ceramah secara daring yang melibatkan 47 orang guru dan pengelola Lembaga Pendidikan Lukman Al Hakim Hidayatullah, Surabaya. Penilaian terhadap tingkat pengetahuan para peserta dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan instrumen berupa sepuluh pertanyaan pilihan ganda dalam format respons tunggal tentang obat tradisional untuk melawan COVID-19 dan cara pembuatan obat tradisional yang baik. Diperoleh peningkatan nilai rata-rata post-test (75,83) dibanding pre-test (51,39) yang menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan para peserta webinar tentang obat tradisional untuk melawan COVID-19 beserta cara pembuatannya yang baik.
Pharmacological Effects of Glycyrrhiza glabra L. as Antihepatitis and Hepatoprotective for Children Faisal Akhmal Muslikh; Puja Adi Priatna; Wiwied Ekasari
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v10i12023.126-140

Abstract

Background: The incidence of hepatitis in children has grown from the normal number of hepatitis cases since January 2022, and it will continue to rise since the etiology and pathophysiology are unknown. This case is distinct from those caused by the hepatitis A, B, C, D, and E viruses. Glycyrrhiza glabra L. is a medicinal herb that has long been used in medicine to treat respiratory, digestive, and immune system problems, but it is also known to have an inhibitory impact on the virus. Coronavirus-associated acute respiratory syndrome, hepatitis, herpes simplex virus, influenza virus. Objective: This article will look at Glycyrrhiza glabra L.'s antihepatitis and hepatoprotective properties. Methods: The Pubmed, Sage Journal, and Sciencedirect databases were searched using the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) standards and the keywords "Glycyrrhiza glabra for hepatitis." The inclusion and exclusion criteria were followed. Results: From the search results, 17 publications were discovered that explain how Glycyrrhiza glabra L. can operate as an antihepatitis agent through anti-inflammatory, antiapoptotic, and hepatoprotective mechanisms. Conclusion: Glycyrrhiza glabra L. can be used as an anti-hepatitis and hepatoprotective in children at doses ranging from 240-480mg/kg/day.
Pelatihan Pembuatan Jamu pada Siswa SMA di Kabupaten Banyuwangi sebagai Upaya Pelestarian Budaya dan Menanamkan Enterprenuership Suciati Suciati; Wiwied Ekasari; Neny Purwitasari; Rice Disi Oktarina; Lidya Tumewu; Yanu Andhiarto; Hanifa Rahma Putri; Tutiek Purwanti; Sudjarwo Sudjarwo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jpm.v4i1.1333

Abstract

Siswa SMA sebagai generasi penerus bangsa berperan penting dalam upaya kesehatan masyarakat. Jamu merupakan warisan budaya bangsa yang harus terus dikenalkan kepada generasi muda supaya dapat dijaga kelestariannya. Peran jamu dalam upaya pemeliharaan kesehatan masyarakat sudah tidak diragukan lagi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pelatihan pembuatan jamu kepada siswa SMA di Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 39 orang siswa SMA sebagai peserta mendapatkan materi tentang cara pembuatan jamu yang baik dan benar serta keamanan produk jamu yang beredar di masyarakat. Selain itu peserta juga melakukan praktek pembuatan jamu kunyit asam dan masker wajah. Kegiatan ini diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMA dalam pembuatan jamu serta meningkatkan jiwa kewirausahaan siswa SMA yang secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Hasil yang diperoleh menunjukkan antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini serta hasil pretest dan postest menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan.
The Effectiveness of Local Plants from Lom and Sawang Ethnics as Antimalarial Medicine Henny Helmi; Budi Afriyansyah; Wiwied Ekasari
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 8, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v8i2.5437

Abstract

Native people or ethnic societies that live in endemic malaria islands such as in Bangka Island and Belitung Island have used many medicinal plants to cure malaria. Leaves of kesembung (Scaevola taccada (Gaertn Roxb), roots of kebentak (Wikstroemia androsaemofolia Decne), and roots of medang mencena (Dapniphyllum laurinum (Benth) are the examples. This research was aimed to investigate the present of some biochemical compound and evaluate the antimalarial activity of ethanol extract of the plants against Plasmodium falciparum 3D7 in vitro. The IC50 level was determined through visual observation under microscope over 5000 of giemsa-stained erythrocytes then analyzed by probit analysis. Results showed that kebentak root ethanol extract was effective to inhibit P. falciparum 3D7 with level 0.485 µg/mL. Furthermore, the IC50 level of kesembung leaves and medang root were 44.352 µg/mL and 1486.678 µg/mL respectively. Phytochemical test result showed that kebentak leaf ethanol crude extract contained triterpenoid, kesembung root contained phenol and tannins; moreover, medang root contained alkaloid, saponin, and triterpenoid.How to CiteHelmi, H., Afriyansyah, B. Ekasari, W. (2016). The Effectiveness of Local Plants from Lom and Sawang Ethnics as Antimalarial Medicine. Biosaintifika: Journal of Biology Biology Education, 8(2), 193-200. 
Pelatihan pembuatan pangan fungsional dari jambu merah, mengkudu dan daun kelor untuk meningkatkan kesehatan lansia di desa Pandansari. Poncokusumo, kabupaten Malang Devanus Lahardo; Hilkatul Ilmi; Suryanto Suryanto; Firmansyah Ardian Ramadhani; Agus Pratiwi; Yusuf Alif Pratama; Wiwied Ekasari; Maria Lucia Ardhani Dwi Lestari; Andang Miatmoko; Rosita Handayani; Retno Sari; Aty Widyawaruyanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21979

Abstract

AbstrakDesa Pandansari mempunyai potensi hasil pertanian melimpah terutama mengkudu, kelor, jahe, sereh dan jambu biji. Permasalahan yang terjadi adalah hasil panen yang tidak terserap di pasaran yang akan menjadi limbah karena belum dimanfaatkan dengan baik. Pengolahan hasil pertanian menjadi pangan fungsional menjadi peluang karena dapat meningkatkan nilai tambah dan nilai manfaat dari produk tersebut untuk kesehatan terutama bagi penduduk usia lanjut. Tim dosen Fakultas Farmasi UNAIR dengan keahlian dan kompetensi keilmuan yang dimiliki memanfaatkan aneka hasil sumber daya alam itu menjadi produk yang bernilai tinggi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pegetahuan dan ketrampilan tentang manfaat hasil pertanian dan bagaiamana mengolahnya menjadi pangan fungsioanal. Tim PkM bekerjasama dengan PKK, Kader Kesehatan dan badan relawan kebakaran dan kebencanaan (BALAKARCANA). Kegiatan dilakukan Minggu, 6 Agustus 2023 di balai desa Pandansari dengan peserta 32 orang. Materi yang disampaikan adalah cara memanfaatkan sumber daya alam , cara memanfaatkan buah atau tanaman herbal yang sudah dipanen dan cara mengemas produk. Untuk praktek yang diberikan adalah beberapa produk hasil inovasi yaitu pembuatan stik daun kelor, simplisia kering mengkudu, jus jambu biji dan sirup jahe plus. Dari hasil pre dan post test, didapatkan bahwa skor rata-rata meningkat dari 63,5 menjadi 77,9. Hal tersebut menunjukkan terjadi penambahan pengetahuan saat dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Saat pelaksanaan peserta terlihat antusias dalam mengikuti praktik, mereka berharap pelatihan seperti ini sering dilakukan supaya semakin banyak warga yang mengetahui bahwa tanaman yang dapat dimanfaatkan terutama untuk pendukung kesehatan lansia. Kata Kunci : lansia; obat tradisional; olahan pangan; pelatihan AbstractPandansari Village has the potential for abundant agricultural products, especially noni, moringa, ginger, lemongrass and guava. The problem that occurs is that the harvest is not absorbed in the market which will become waste because it has not been utilized properly. Processing agricultural products into functional food is an opportunity because it can increase the added value and beneficial value of these products for health, especially for the elderly population. UNAIR Faculty of Pharmacy lecturer team with their expertise and scientific competence utilizes various natural resources into high-value products. This community service activity aims to provide knowledge and skills about the benefits of agricultural products and how to process them into functional food. The PkM team collaborated with PKK, Health Cadres and the fire and disaster volunteer body (BALAKARCANA). The activity was held on Sunday, August 6, 2023 at Pandansari village hall with 32 participants. The material presented was how to utilize natural resources, how to utilize harvested fruit or herbal plants and how to package products. For the practice given are some innovative products, namely the making of moringa leaf sticks, dried noni dried simplisia, guava juice and ginger plus syrup. From the pre and post test results, it was found that the average score increased from 63.5 to 77.9. This shows that there is an increase in knowledge when community service activities are carried out. During the implementation, the participants seemed enthusiastic in participating in the practice, they hoped that training like this was often carried out so that more and more residents knew that plants could be utilized, especially for supporting the health of the elderly..Keywords: elderly; traditional medicine; food processing; training
Enhancing the Knowledge and Skill of PKK and Karang Taruna Cadres in The Innovation of Mangosteen Fruit Products Suciati Suciati; Wiwied Ekasari; Andang Miatmoko; Neny Purwitasari; Lidya Tumewu; Yanu Andhiarto; Fatin Fadhilah Hasib; Tri Widiandani; Kholis Amalia Nofianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jpm.v4i2.1897

Abstract

Purpose: The current community service activities aim to provide knowledge and skills related to mangosteen and its processed products to the Songgon Village community Method: Transfer of knowledge and skill by lecturing and practice. Pre and post-tests were carried out to evaluate the participants’ knowledge before and after the workshop. Practical Applications: The knowledge and skill gained by PKK and Karang Taruna cadres in this workshop can be implemented in daily life. The participants learned how to make innovative products from mangosteen fruit so that it can be produced commercially. Thus, in the long term is expected to increase the income of Songgon Village Community. Conclusion: The results showed the participants' enthusiasm to participate in this activity, and the pre and post-tests demonstrated increased knowledge and skills. The next step requires intensive support for the Songgon Village community so that their products can be distributed commercially and provide economic benefits.
PENGEMBANGAN DESA GILI IYANG SEBAGAI PENGHASIL PRODUK KELOR DAN ANGGUR LAUT UNTUK PENGUATAN BLUE-GREEN ECONOMY & HEALTH: DEVELOPMENT OF GILI IYANG VILLAGE AS A PRODUCER OF MORINGA AND SEAGRAPE PRODUCTS TO STRENGTHEN THE BLUE-GREEN ECONOMY AND HEALTH Widyowati, Retno; Ekasari, Wiwied; Sri Wahyuni, Tutik; Melani Hariyadi, Dewi
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara administratif Gili Iyang masuk dalam wilayah Kabupaten Sumenep, Kecamatan Dungkek. Pulau dengan luas sekitar 9 km2 ini terdiri dari dua desa yaitu Desa Banraas dan Bancamara. Desa ini merupakan desa mitra penelitian dan pengabdian masyarakat dari Fakultas Farmasi dan Universitas Airlangga. Program pengembangan desa mitra berbasis penelitian di wilayah ini merupakan salah satu program unggulan mitra yang sangat bermanfaat untuk masyarakat. Program ini merupakan aplikasi dari beberapa aspek Sustainable Development Goals (SDGs) antara lain no poverty (1), health (3), quality education (4), decent work and economic growth (8), life below water (14), dan life on land (15) serta merupakan penguatan prioritas riset nasional (PRN) bidang Blue-Green Economy dan Health. Program unggulan ini meliputi pengembangan iptek dan sumber daya alam yaitu pengolahan tanaman produk kelor (Moringa oleifera) dan anggur laut (Caulerpa racemosa) sebagai bahan baku obat tradisional dan nutraseutikal sehingga bisa memberikan nilai tambah pada tanaman tersebut. Tanaman kelor dan anggur laut banyak terdapat di daerah tersebut namun pemanfaatannya belum maksimal. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dilakukan Pengembangan Desa Gili Iyang sebagai Penghasil Produk Kelor dan Anggur Laut untuk Penguatan Blue-Green Economy & Health. Hal ini dapat menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Banraas dan Bancamara sehingga meningkatkan perekonomian dan taraf kesehatan masyarakat desa tersebut. Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk mengembangkan desa wisata Banraas dan Bancamara dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat setempat terhadap pengembangan produk inovasi yang berasal dari kelor dan anggur Laut.  
Review: Indole Alkaloids and Antimalarial Activity in the Tabernaemontana Species Hutami, Anisa Tri; Ekasari, Wiwied; Rudyanto, Marcellino
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v11i22024.242-252

Abstract

Background: Malaria, caused by Plasmodium parasites, is a highly prevalent and lethal illness that shows persistent ability to develop resistance. Antiplasmodial compounds that are indole-based prevent hemozoin formation, exhibiting efficacy against chloroquine-resistant Plasmodium strains. Tabernaemontana is a member of the genus comprised  to the Apocynaceae family and has long been known for its efficacy in traditional and herbal tribal medicine. Apocynaceae can be recognized by the existence of indole alkaloids, and Tabernaemontana spp. is widely identifiable for its ability to synthetize a wide variety of indole alkaloids. Objective: This literature review seeks to provide a comprehensive summary of indole alkaloid compounds from Tabernaemontana spp. and the effectiveness of Tabernaemontana spp. as antimalarials. Methods: Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) protocols were followed to explore the PubMed, Sage Journal, ScienceDirect, and Wiley Library databases. Results: 23 publications on the antimalarial activity and indole alkaloids of several species of the genus Tabernaemontana were discovered. Conclusion: Various species of Tabernaemontana contain indole alkaloids, and extracts of the plant or parts of the plant and isolates have weak to strong antimalarial activity.
Pelatihan inovasi produk berbahan kulit buah manggis sebagai upaya peningkatan perekonomian masyarakat Desa Songgon Kabupaten Banyuwangi Suciati, Suciati; Ekasari, Wiwied; Miatmoko, Andang; Purwitasari, Neny; Hasib, Fatin Fadhilah; Ilmi, Hilkatul; Wicaksana, Firman; Haula, Hamizah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.28952

Abstract

Abstrak Desa Songgon adalah salah satu desa di Kabupaten Banyuwangi yang dikembangkan sebagai desa wisata. Desa ini memiliki kekayaan alam yang melimpah terutama buah manggis sebagai komoditas unggulan. Masyarakat Desa Songgon memanfaatkan buah manggis untuk konsumsi sehari-hari dan dijual. Harga buah manggis di pasaran sangat fluktuatif terutama saat musimnya harganya sangat murah.  Permasalahan lain yang dihadapi adalah dari kulit buah manggis yang kerap kali hanya menjadi limbah rumah tangga. Oleh karena itu perlu adanya program peningkatan pengetahuan dan keterampilan terkait pengolahan kulit buah manggis menjadi berbagai produk berdaya jual serta strategi pemasarannya kepada warga Desa Songgon. Metode yang dilakukan berupa penyuluhan dan praktek pembuatan produk kepada kader PKK dan karang taruna Desa Songgon. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan peserta dilihat dari kenaikan nilai pre-test 54,9 menjadi 83,9 pada post-test. Peserta juga mendapatkan keterampilan dalam pembuatan teh celup dan sabun antibakteri dengan bahan dasar kulit buah manggis.  Hasil uji aktivitas antioksidan dari teh celup mangostana dan mangostana mix yang dibuat menunjukkan bahwa produk teh yang dibuat memiliki aktivitas antioksidan yang baik. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kader PKK dan Karang Taruna diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta belajar bagaimana membuat produk inovatif dari buah manggis sehingga dapat diproduksi secara komersial. Dengan demikian, dalam jangka panjang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Songgon. Kata kunci: Desa Songgon; Banyuwangi; buah manggis; inovasi produk. Abstract Songgon Village is one of the villages in Banyuwangi Regency that is developed as a tourist village. This village is rich in natural resources, with mangosteen being one of the most valuable commodities. The people of Songgon Village use mangosteen for daily consumption and for trade. The price of mangosteen on the market is very fluctuating, especially during mangosteen season, it is very cheap. Another issue faced is the mangosteen rind often becomes household waste. The purpose of this community service is to enhance the knowledge and skills of the residents of Songgon Village regarding the processing of mangosteen rind into a variety of innovative health products as well as the marketing strategy of the product. The method used is counseling and practices for PKK cadres and youth organizations of Songgon Village. The results of this program showed that there was an increase in the knowledge of participants according to the pre-test score (54,9) to 83,9 in post-test. Participants also gain the skill in making tea and soap from mangosteen rinds. The antioxidant activity of the tea products, mangostana and mangostana mix, showed good antioxidant activity of the tea infusion. The knowledge and skill gain by participants related innovative products from mangosteen fruit can be implemented, so that they can be produced commercially. Thus, in the long term it is expected to increase the income of the Songgon Village residents. Keywords: Songgon Village; Banyuwangi; mangosteen; innovative products.
Edukasi tanaman pojok herbal serta pengembangan produk jahe dan sereh untuk peningkatan ekonomi Desa Pulungdowo Ekasari, Wiwied; Suciati, Suciati; Iswahjuni, Iswahjuni; lahardo, devanus; Ramadhani, Firmansyah Ardian; Fatmawati, Annisa; Hutami, Anisa Tri; Tjandra, Edbert Rafael; Yuliana, Khalifah; Purbiastuti, Putri Ayu; Nugroho, Novreza Avistha; Wijayanti, Galuh Candra; Gerriandi, Aqila Aqhnia; Rahmadani, Andini Putri; Akbar, Jasmine Aulia; Putri, Nindya Tresiana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.28178

Abstract

AbstrakDesa Pulungdowo terletak di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur memiliki sumber daya alam melimpah yakni jahe dan sereh. Namun, pemanfaatan sumber daya alam ini belum maksimal, yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat, pengolahan, serta pemasaran produknya di pasaran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan Indeks Ketahanan Ekonomi Desa menjadi desa mandiri atau maju dengan pemanfaatan produk jahe dan sereh, serta menjadi desa percontohan Pojok Herbal. Pada tahun ke-1, pengabdi telah memberikan pelatihan pembuatan stik daun kelor, sirup dan permen Jarecang (jahe, sereh dan secang). Untuk mengoptimalkan potensi Desa Pulungdowo, maka pada tahun ke-2 dilanjutkan dengan pembentukan Pojok Herbal yang ditanami berbagai jenis tanaman obat keluarga dilengkapi dengan display produk dan buku-buku terkait obat tradisional, serta diversifikasi produk berupa pelatihan pembuatan teh celup Jarecang dan pembuatan simplisia dengan pendampingan fasilitator. Untuk melengkapi keterampilan mitra dalam produksi produk-produk tersebut, mitra diajarkan mengenai cara perhitungan keuangan untuk produk yang dihasilkan. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pemberian materi mengenai pemanfaatan tanaman obat untuk kesehatan dan kemasan serta label produk yang baik. Adapun materi pelatihan diberikan dengan metode ceramah dan Experimental Learning (belajar langsung implementasi). Mitra sasaran yang hadir pada saat pelaksanaan kegiatan adalah Kelompok Pemuda, anggota PKK, pelaku usaha dan perangkat desa dimana pada minggu pertama hadir sebanyak 35 orang dan minggu kedua hadir sebanyak 43 orang.  Evaluasi dilakukan dengan cara pemberian pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara kuantitatif. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, diperoleh nilai rata-rata sebesar 52,86 dan 82.43, yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra terhadap materi penyuluhan yang diberikan. Kata kunci: Desa Pulungdowo; pojok herbal; tanaman obat; jahe; sereh AbstractPulungdowo Village is located in Tumpang District, Malang Regency, East Java, has abundant natural resources, namely ginger and lemongrass. However, the utilization of these natural resources has not been maximized, which is caused by the lack of public knowledge about the benefits, processing, andmarketing of the products in the market. This activity aims to increase the Village Economic Resilience Index to become an independent or advanced village by utilizing ginger and lemongrass products, as well as becoming a model village for Herbal Corner. In the 1st year, the community service provided training in making moringa leaf sticks, syrup and JARECANG candy made from ginger, lemongrass and secang, and to optimize the potential of Pulungdowo Village, in the 2nd year it was continued with the establishment of a Herbal Corner planted with various types of medicinal plants equipped with product displays and books related to traditional medicine, as well as product diversification in the form of training in making JARECANG tea bags and making simplicia with facilitator assistance. To complement the skills of participants in the production of these products, participants are also taught how to calculate the selling price of the products produced. This activity is also equipped with the provision of material on the use of medicinal plants for health and good product packaging and labels. The training materials are provided using lecture and Experimental Learning methods. The target partners who attended the activity were Youth Association, PKK members, business owners and village officials, where in the first week 35 people attended and in the second week 43 people attended.The evaluation was conducted by giving pre-test and post-test, then analyzed quantitatively. Based on the results of the pre- test and post-test, the average value obtained was 52,86 and 82.43, which indicated an increase in participants knowledge of the extension materials provided. Keywords: Pulungdowo Village; herbal corner; medicinal plants; ginger; lemongrass
Co-Authors A. Mu’thi Andy Suryadi Abdul Rahman Achmad Fuad Hafid Achmad Toto Poernomo AGUS HARIANTO Agus Pratiwi Akbar, Jasmine Aulia Andang Miatmoko Anisa Tri Hutami Apriani Sulu Parubak Ario Imandiri, Ario Arum Widiyaningsih Aty Widyawaruyanti Ayu Indah Lestari Bertha Mangallo Budi Afriyansyah Budi Afriyansyah Dahri, Baso Devanus Lahardo Dewi Hariyani Dewi Melani Hariyadi Diyah, Nuzul Wahyuning Eko Suhartono Esti Hendradi Faisal Akhmal Muslikh Fatin Fadhilah Hasib Fatmawati, Annisa Firmansyah Ardian Ramadhani Gerriandi, Aqila Aqhnia Hadi Poerwono Handayani, Rosita Hanifa Rahma Putri Haula, Hamizah Henny Helmi Heny Arwati Heny Arwaty Herra Studiawan Hilkatul Ilmi I NYOMAN WIJAYA Idayati, Dihan Isro Idha Kusumawati Iis Wahyuningsih Ilmi, Hilkatul Imelda, Viola Puspa Irawati Sholikhah Isnaeni Isnaeni Iswahjuni, Iswahjuni Iswajuni, Iswajuni Juni Ekowati Kasmawati, Henny Kholis Amalia Nofianti Lahardo, Devanus Lidya Tumewu Malaka, Muhammad Hajrul Marcellino Rudyanto Maria Lucia Ardhani Dwi Lestari Melanny Ika Sulistyowaty Miatmoko, Andang Minnah, Fakhrina Fauzul Munandar, Tristiana Erawati Murtihapsari Murtihapsari Nindya Tresiana Nindya Tresiana Putri Nirmala, Afrida Yunda Nugroho, Novreza Avistha Nur Illiyyin Akib Nuriha Marangoh Paramita, Diajeng Putri Prayogo, Ega Widya Puja Adi Priatna Puji Budi Asih Purbiastuti, Putri Ayu Purwitasari, Neny Putri, Lailatul Pratama Putri, Nindya Tresiana Rahmadani, Andini Putri Ram Kumar Sahu Ramadhani, Firmansyah Ardian Retno Sari Retno Widyowati Rice Disi Oktarina Rini Hamsidi Rosalia Friska Ananda Sabarudin Sabarudin Sri Wahyuni, Tutik Suciati Suciati Suciati Suciati Sudjarwo Sudjarwo Sudjarwo Sudjarwo Sugijanto Sugijanto Sukardiman Suko Hardjono Suryanto, Suryanto Syahrani, Achmad Tjandra, Edbert Rafael Tri Widiandani Tutiek Purwanti Tutik Sri Wahyuni W Wahyuni, W Wahjo Djatmiko Wicaksana, Firman Widyowati, Rr. Retno Wijayanti, Galuh Candra Yanu Andhiarto Yuliana, Khalifah Yusuf Alif Pratama