Claim Missing Document
Check
Articles

MAKNA UBORAMPE UPACARA KEMATIAN PADA MASYARAKAT JAWA Marcelinus Wahyu Putra Kristianto; Ali Imron; Yustina Sri Ekwandari
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 5 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.31 KB)

Abstract

The purpose this research is to know the meaning of symbol from Uborampe which used in funeral ceremony of Javanese Society in District of Purbolinggo, Sub-province of Lampung Timur. The method that will be used  in this research is Hermeneutics Method. Data Collecting Techniques that will be used is Participant Observation, Interview, and Literature. Data Analysis Technique that will be used is Data Analysis Qualtitative Technique. Based on the research result, the various uborampes in funeral ceremony as symbol as need the human to get to eternal life. Uborampe in funeral ceremony as a symbol that have meaning a preparation or provisions to live with God. The holy and religious of Human living have been believed will safe to get in new life with God. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna simbolis dari Uborampe yang digunakan dalam upacara kematian pada Masyarakat Jawa di Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur. Metode yang digunakan adalah Metode Hermeneutik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik Observasi partisipan, Wawancara, dan Kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah Teknik Analisis data Kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, berbagai uborampe upacara kematian merupakan simbol kebutuhan manusia guna menuju ke tahap kehidupan yang abadi. Uborampe pada upacara kematian merupakan suatu simbol yang maknanya sebagai sebuah persiapan atau bekal untuk hidup bersama Tuhan. Kehidupan manusia yang suci dan saleh dipercaya akan berhasil selamat untuk masuk di kehidupan baru bersama Tuhan. Kata Kunci: adat jawa, makna, uborampe, upacara kematian 
Hubungan Kemampuan Berpikir Kreatif dalam Model Mind Mapping dengan Kemampuan Menyimpulkan Materi Pelajaran Sejarah Afida Afianingsih; Maskun Maskun; Yustina Sri Ekwandari
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 5, No 4 (2017): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.491 KB)

Abstract

The purpose of this study is to determine whether There is positive and significant correlation of creative thinking ability in mind mapping model with the ability conclusion history lessons students at XI 1 grade of Social Science class of SMA YP Unila Bandar Lampung Academic Year 2016/2017.This study used One-Shot Case Study. The population in this study were students of XI 1grade Social Science class of SMA YP Unila Bandar Lampung Academic Year 2016/2017. The sample was choosen using saturated sampling technique. Data analysis techniques in this research was the analysis of quantitative data with test data analysis with correlation and significant Product Moment, it can be concluded that there is positive correlation with value is 0,604 and significant correlation is 5,51.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Adanya hubungan positif dan signifikan kemampuan berpikir kreatif dalam model mind mapping dengan kemampuan menyimpulkan materi pelajaran sejarah siswa kelas XI IPS 1 SMA YP Unila Bandar Lampung Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan desain One-Shot Case Study. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1SMA YP Unila Bandar Lampung Tahun Ajaran 2016/2017. Sampel dipilih dengan teknik sampel jenuh.Teknik analisis data menggunakan analisis data kuantitatif dengan dilakukan uji analisis data dengan rumus Korelasi dan Signifikansi Product Moment, dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan positif yang kuat yaitu 0,604 dan signifikan yaitu 5,51Kata kunci: berpikir kreatif, menyimpulkan, mind mapping
Dui’menre Sompa Adat Perkawinan Bugis dalam Budaya Siri’ di Kelurahan Kota Karang Siti Halimah; Risma Margaretha Sinaga; Yustina Sri Ekwandari
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 7, No 3 (2019): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.198 KB)

Abstract

This research aims to study Dui’menre sompa in Bugis society at RT V Kota Karang village.  The method used in this research is the heurmenetic method with a qualitative approach, which is supported by data collection techniques of interviewing, observation, documentation and literature. The results showed that there was a change in people's understanding of the meaning of the giving of Dui'menre sompa, the Bugis community in Kota Karang Village considered that giving Dui'menre sompa as something related to prestige in maintaining social status in the implementation of marriage only, and put forward several factors  such as: nobility, economic status, education, work, and physical condition, but actually the gift of Dui'menre sompa has meanings that are directly related to the philosophy of the Bugis people namely Sipakatau, Sipakainge, and Sipakele'bi which is to respect social status  someone.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Dui’menre sompa dalam  masyarakat Bugis di RT V Kelurahan Kota Karang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode heurmenetika dengan pendekatan kualitatif, yang didukung dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan pemahaman masyarakat terhadap pemaknaan pemberian Dui’menre sompa, masyarakat Bugis di Kelurahan Kota Karang menganggap bahwa pemberian Dui’menre sompa sebagai sesuatu hal yang berkaitan dengan gengsi dalam mempertahankan status sosial dalam penyelenggaraan perkawinan saja, dan lebih mengedepankan beberapa faktor seperti : keturunan bangsawan, status ekonomi, pendidikan, pekerjaan, serta kondisi fisik, namun sebenarnya pemberian Dui’menre sompa memiliki makna-makna yang berkaitan langsung dengan falsafah orang bugis yaitu Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakele’bi yang yang mana untuk menghormati status sosial seseorang.Kata kunci: dui’menre sompa, masyarakat bugis, siri, perkawinan
PERLAWANAN RADEN MAS SAID TERHADAP BELANDA DI MATARAM TAHUN 1742-1757 Tahrir Musthofa; Wakidi Wakidi; Yustina Sri Ekwandari
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 4, No 2 (2016): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.936 KB)

Abstract

The aim of this research was to find out the impact of resistance conducted by Raden Mas Saleh against the Dutch authority in Mataram in the year of 1742-1757. The method used in this research was history method and data collecting technique used was literature and documentation. The data were analyzed qualitatively. The result showed that the effort of resistance against the Dutch was impacted on the development of economy-politic. As an agricultural country the Mataram kingdom was able to increase the economy growth so that it will give an impact on agricultural sector and it can attract the entry of private capitalism. Mataram established the cooperation with neighbor kingdom so it can be successfully expanding territorial area through political marriage system.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak perlawanan yang dilakukan oleh Raden Mas Said terhadap kekuasaan Belanda di Mataram Tahun 1742-1757. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik kepustakaan dan teknik dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis data menggunakan analisis data kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu dalam usahanya melakukan perlawanan terhadap Belanda berdampak pada kemajuan Ekonomi-Politik. Sebagai Negara agraris Kerajaan Mataram mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sehingga dapat memberikan dampak dalam sektor pertanian dan menarik masuknya kapitalisme swasta. Mataram menjalin kerjasama dengan kerajaan tetangga sehingga berhasil memperluas wilayah kekuasaan yang menggunakan sistem perkawinan politik.Kata kunci : belanda, mataram, perlawanan raden mas said
Etnis Tionghoa pada Peristiwa Kerusuhan Mei 1998 di Jakarta Sarah Oktaviany Br Ginting; Syaiful M; Yustina Sri Ekwandari
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 7, No 5 (2019): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.22 KB)

Abstract

The aim of this study was to find out  the background of Chinese ethnic as victims at the May 1998 riots of Jakarta. This study used historical research methods with the data collecting techniques used are library and documentation. The results showed that the background of Chinese ethnic as victims at the May 1998 riots of Jakarta is dominated by the economy of Chinese entrepreneurs, relation between Chinese entrepreneurs with ruler of new order, citizenship status and anti-Chinese sentiments, the assimilationist policies implementation towards Chinese ethnic, Chinese entrepreneurs corrupt practices during the economic crisis, and separate settlement.Tujuan penelitian untuk mengetahui latar belakang etnis Tionghoa menjadi korban pada peristiwa Kerusuhan Mei 1998 di Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan teknik pengumpulan data kepustakaan dan  dokumentasi. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa yang menjadi latar belakang etnis Tionghoa menjadi korban pada peristiwa Kerusuhan Mei 1998 di Jakarta adalah pengusaha Tionghoa mendominasi perekonomian, adanya relasi antara pengusaha Tionghoa dengan penguasa Orde Baru, status kewarganegaraan dan sentimen anti-Tionghoa, implementasi kebijakan asimilasi terhadap etnis Tionghoa, praktik korupsi pengusaha Tionghoa pada saat krisis ekonomi, serta pemukiman yang terpisah.Kata kunci: jakarta, mei, tionghoa   
Mitos Bagi Wanita Hamil pada Masyarakat Suku Jawa di Desa Muara Aman Puji Umayah; Risma Margaretha Sinaga; Yustina Sri Ekwandari
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 7, No 2 (2019): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.211 KB)

Abstract

The purpose of this study is to find out various myths about pregnant women who are still trusted by the Javanese people in Muara Aman Village and also their functions. This research uses interview data collection techniques, observation, and documentation, with the determination of informants using the snowball sampling technique. The results obtained in this study are that there are myths for pregnant women who are trusted by the Javanese people in Muara Aman Village, including myths in the form of (1) prohibitions on actions that should not be carried out during pregnancy; and (2) recommendations about actions that are a believed to have good effect if done. Based on the myths that characterize the life of a pregnant woman there are functions that are beneficial to the life of pregnant women such as (1) educating, (2) raising awareness, and (3) appreciating.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai mitos bagi wanita hamil yang masih dipercaya oleh masyarakat Suku Jawa di Desa Muara Aman dan juga fungsinya. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan penentuan informan menggunakan teknik snowball sampling. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah terdapat mitos bagi wanita hamil yang dipercaya oleh masyarakat Suku Jawa di Desa Muara Aman diantaranya mitos berupa (1) larangan tentang perbuatan yang tidak boleh dilakukan selama masa kehamilan; dan (2) anjuran tentang perbuatan yang dipercaya akan berdampak baik jika dilakukan. Berdasarkan mitos-mitos yang mewarnai kehidupan wanita hamil tersebut terdapat fungsi-fungsi yang bermanfaat bagi kehidupan wanita hamil seperti (1) mendidik, (2) menyadarkan, dan (3) menghargai.Kata kunci: fungsi, mitos jawa, wanita hamil
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF TIPE ACC TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA Ucep Saifulloh; Wakidi Wakidi; Yustina Sri Ekwandari
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 3, No 4 (2015): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.76 KB)

Abstract

The aims of this research were to know there is an significant influence or not and the level of significant influence of Collaborative Academy Contstructive Controversy Learning model toward students critical thinking ability in studying history at X 2 class of SMA Negeri 1 Palas Lampung selatan in academic year 2014/2015. The method that was used was quantitative design. According to the data analysis, it could be concluded that there was an significant influence and the level of significant influence of Collaborative Teaching method type of Academy Constructive Controversy was 0.95.Pengaruh Model Pembelajaran Kolaboratif Tipe Academy Contstructive ControversyTerhadap Kemampuan Berfikir Kritis.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidakpengaruh yang signifikan dan besarnya taraf signifikansi pengaruh model Pembelajaran Kolaboratiftipe Academy Constructive Controversy terhadap kemampuan berfikir kritis siswa pada mata Pelajaran Sejarah kelas X 2 SMA Negeri 1 Palas Lampung Selatan tahun ajaran 2014/2015. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain preeksperimen. Berdasarkan analisis data secara kuantitatif dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dan besarnya taraf signifikansi pengaruh model Pembelajaran Kolaboratiftipe Academy Constructive Controversy adalah sebesar 0,95.Kata Kunci:acc,kemampuan berfikir kritis, model pembelajaran
USAHA JEPANG DALAM PENYELESAIAN KONFRONTASI INDONESIA-MALAYSIA TAHUN 1963-1966 Adi Sanjaya; Syaiful M; Yustina Sri Ekwandari
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 5, No 2 (2017): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.206 KB)

Abstract

The purpose of this study to determine the Japan Business in Indonesia-Malaysia Confrontation Settlement Year 1963-1966. The method used in this research is the method of Historical. The data collection technique is a technique of literature and documentation, while using qualitative data analysis techniques. Results from this study that the Japanese effort in the completion of the Indonesia-Malaysia confrontation, namely, Japan as a mediator in the settlement of the Indonesia-Malaysia confrontation, Japan formed a group of four countries in the settlement commission Indonesia-Malaysia Confrontation, Japan help the Indonesian economy by giving loans and investments, and delay repayment Indonesia to Japan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Usaha Jepang dalam Penyelesaian Konfrontasi Indonesia-Malaysia Tahun 1963-1966. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Historis. Teknik pengumpulan data adalah teknik kepustakaan dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan kualitatif.Hasil dari penelitian ini bahwa usaha Jepang dalam penyelesaian Konfrontasi Indonesia-Malaysia yaitu, Jepang sebagai mediator dalam penyelesaian Konfrontasi Indonesia-Malaysia, Jepang membentuk kelompok komisi empat negara dalam penyelesaian Konfrontasi Indonesia-Malaysia, Jepang membantu perekonomian Indonesia dengan memberikan pinjaman kredit dan investasi serta menunda pembayaran hutang Indonesia terhadap Jepang.Kata kunci: mediator, penyelesaian konfrontasi, usaha jepang
PERJUANGAN RAKYAT PADA MASA AGRESI MILITER BELANDA II 1949 DI KAWEDANAN KALIANDA Selly Anggraini; Iskandar Syah; Yustina Sri Ekwandari
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 3 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.313 KB)

Abstract

The purpose of this study is to find out how was  the process of people fight during Netherland second military aggression year 1949 in Kawedanan Kalianda. Data collection techniques are using interview techniques, literature and technical documentation, where as to analyze the data is using qualitative data analysis.Based on the results of the study indicate that the process of people fight in Kawedanan Kalianda year 1949 was including intial stage with activities to form 1st January Movement Battle Council, and made change in defense and goverment. In the execution phase, wars broke in Sukatinggi, Way Urang, and Pematang area. The effect which surfaced from the run-up and battle was an agreement for a ceasefire and negotiation which was represented by TNI and Netherland side. Finally, 18th December 1949, Netherland gave its sovereignty to Kalianda people.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses perjuangan rakyat pada masa Agresi Militer Belanda II tahun 1949 di Kawedanan Kalianda.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, kepustakaan dan teknik dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis data menggunakan analisis data kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan dalam penelitian ini adalah proses perjuangan rakyat di Kawedanan Kalianda tahun 1949 meliputi tahapan persiapan dengan  kegiatan membentuk Badan Perjuangan Gerakan 1 Januari dan melakukan perubahan dibidang pertahanan dan pemerintahan. Pada tahap pelaksanaan terjadi pertempuran di Daerah Sukatinggi, Daerah Way Urang, dan Daerah Pematang. Dampak yang ditimbulkan dari adanya persiapan dan pertempuran adalah kesepakatan melakukan gencatan senjata dan melakukan perundingan yang diwakili oleh TNI dan pihak Belanda. Akhirnya tanggal 18 Desember 1949 Belanda menyerahkan kedaulatannya kepada rakyat di Kawedanan Kalianda.Kata kunci : agresi militer belanda II, kawedanan kalianda, perjuangan rakyat
Hubungan Kecerdasan Moral dengan Karakter Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kibang Achmad Didik Khoirudin; Maskun Maskun; Yustina Sri Ekwandari
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 7, No 4 (2019): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.985 KB)

Abstract

The purpose of this research is to find out relation between morality intelligence and the student character in eleventh social graders of SMA Negeri 1 Kibang in 2017/2018 of Acacdemic Year. The Result after using The Spearman Formula Correlation to know whether or not there is relation between Morality intelligence and The Student Character shows that we got the Correlation data rs=0.80rtable=0.2172 Ho,  so that H0 is rejected  H1 is accepted, if it’s seen the main interpretation table of the correlation coefficient,the relationship level is at a great level. So it can be seen that if the moral intelligence is bad than the character will also be bad, so there is a related relationship between moral intelligenceand character.Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui Hubungan Kecerdasan Moral dengan Karakter Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kibang Tahun Ajaran 2017/2018, setelah dilakukan penelitian menggunakan rumus korelasi Spearman yang digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara Kecerdasan Moral dan Karakter, maka didapat data yaitu nilai korelasi sebesar rs= 0,80 rtabel=0,2172, sehingga Ho ditolak H1 diterima, jika melihat tabel pedoman interpretasi koefisien korelasi tingkat hubungan berada dalam tingkatan sangat kuat. Jadi dapat dilihat bahawa apabila kecerdasan moralnya baik maka karakternya juga akan baik dan apabila kecerdasan moralnya buruk maka karakternya juga akan buruk sehingga ada hubungan yang berkaitan antara kecerdasan moral dengan karakter siswa.Kata kunci: karakter, kecerdasan moral, rumus sperman
Co-Authors Achmad Didik Khoirudin Adi Kurniawan Adi Sanjaya Adi Sanjaya Adilah Shobariyah Aditya Eko Prasetyono Aditya Eko Prasetyono, Aditya Eko Afianingsih, Afida Afida Afianingsih Agustinus Dani Yogianto Akrom, Akrom Alexander Prabu Sadewo Ali Imron Ali Imron Alidiya Mei Rini Amelia Putri Anisa Luwesti Apriantoro, Beni Arisanti, Novi Ariyani, Suci Eka Ariyanti, Pipin Atikah Rahmawati Ayendra Wahyuni Azmi, M. Nurul Benedekta May Indrasari Benedekta May Indrasari, Benedekta May Beni Apriantoro Br Ginting, Sarah Oktaviany Charles Robenta Cheri Saputra Dani Frengki Simanjuntak Dany Lapeba Dany Lapeba Desiana Hanifan Desy Miranda Dilla Sari Dimas Rahmat Rafendi Dimas Rahmat Rafendi, Dimas Rahmat Diora Gustina Diskalia Amandah Eka Setyo Rini Eka Setyo Rini, Eka Setyo Ema Agustina Epi Yanti Epi Yanti Epi Yanti, Epi Yanti Erwin Fathoni Fakhry Amin Fathoni, Erwin Fifi Noviasari Fitson, Largo Fuji Salimah gabriel viki galih galih, gabriel viki Gustian Agung Indrawan Gustina, Diora Handayani, Setio Hanifan, Desiana Hari Kurniawan Harsuno, Sudiro Henry Susanto Henry Susanto Henry Susanto Hesty Sapitry Hidayah, Nurul Fahma Hidayat, Rofik I Ketut Suada Indah Hakim Purnama Sari Indah Wahyu Nurani Indra Fitri Yuliana Indra Fitri Yuliana, Indra Fitri Indra Teja Lesmana Indrawan, Gustian Agung Iqbal Nur Hamza Iqbal Nur Hamza, Iqbal Nur Iskandar Syah Iskandar Syah Kahayun Kahayun Kesumajati, R. Adinda Khoirudin, Achmad Didik Kiki Rizky Palmaya Kurniawan, Hari Largo Fitson Lathifah, Nuri Muthi Lesmana, Indra Teja Lia Ratnawati Lilis Wahyuni, Lilis Lolita Habsari Luwesti, Anisa M. Basri M. Basri . M. Nurul Azmi Marcelinus Wahyu Putra Kristianto Maretha, Ria Marzius Insani Maskun Maskun Maskun Maskun Maskun Maskun Mega Lestari Mega Lestari Melisa Rahayu Miranda, Desy Mudinillah, Adam Muh. Safar Muhammad Basri Muhammad Basri Muhammad Basri Muhammad Basri Muhammad Basri, Muhammad Basri Muhammad Fafa Nurwahid Muhammad Nur Rohim Muhammad Ridho Saputra Mustafa, Riyan MYRISTICA IMANITA Myristika Imanita Ni Made Marinasari Nofria Yuliyanti Nova Indahyani Nova Indahyani, Nova Novi Arisanti Noviandi Noviandi Noviandi Noviandi, Noviandi Noviasari, Fifi Novita Suparmi Nur Indah Lestari Nurul Fahma Hidayah Nurwahid, Muhammad Fafa Oktavia, Dona Palmaya, Kiki Rizky Pinem, Rinaldo Jupen Pipin Ariyanti Prameswari, Anindya Pratama, Rinaldo Adi Prihandini, Windiya Puji Umayah Putra, Rozi Fadilla Putri Chairia Putri Chairia, Putri Putri, Amelia Qurrotu’aini, Zahra R. Adinda Kesumajati Rahmawati, Atikah Ratna Kristian Tari Rayhan Alfarisi Retnia Yuni Safitri Ria Maretha Ria Setiawati Riantimala Riantimala Riantimala Riantimala, Riantimala Rinaldo Jupen Pinem Rini, Alidiya Mei Ririn Safitri Risma Margaretha Sinaga Risma Margaretha Sinaga Riyan Mustafa Robyan Taruna Rofik Hidayat Rohim, Muhammad Nur Rozi Fadilla Putra Sadewo, Alexander Prabu Safitri, Retnia Yuni Salimah, Fuji Saputri, Serli Yani Sarah Oktaviany Br Ginting Sari, Dilla Selly Anggraini Selly Anggraini Sepka Kurnia Wahyuningsih Sepka Kurnia Wahyuningsih Serli Yani Saputri Setiawan, Johan Setiawan, Taufiq Indra Setio Handayani Simanjuntak, Dani Frengki Siswoyo, Taufik Siti Halimah Siti Halimah Siti Hodijah Siti Hodijah Suciana Suciana Suciana, Suciana Sudiro Harsuno Sumargono Suparman Arif Suparmi, Novita Suyatmo Syaiful . Syaiful M Syaiful M. Syaiful M. Tahrir Musthofa Tahrir Musthofa, Tahrir Taruna, Robyan Tata Veronika Taufik Siswoyo Taufiq Indra Setiawan Tia Damayanti Tila Paulina Tiwi Susanti Tontowi Amsia Tontowi Tontowi Tontowi Tontowi Tri Mulyani Tri Mulyani Tri Sela Andani Triaristina, Aprilia Triaristinaa, Aprilia Ucep Saifulloh Ucep Saifulloh, Ucep Umayah, Puji Usmaedi Usmaedi Valensy Rachmedita Valensy Rachmedita Valensy Rachmedita Valensy Rachmedita Wahyu Triana Wati Wakidi Wakidi Wakidi Wakidi Wanda Widya Dahari Wati, Wahyu Triana Windiya Prihandini Yogianto, Agustinus Dani Yunita Susilawati Yusuf Perdana Zahra Qurrotu’aini