Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Pharmascience

Analisis Jenis dan Penyebab Ketidaksesuaian Pengobatan pada Pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan Hipertensi Agnes Christie Rinda; Mustaqimah Mustaqimah
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i2.5793

Abstract

Transisi pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor risiko terjadinya ketidaksesuaian dalam pengobatan (medication discrepancies) yang menjadi tantangan bagi keselamatan pasien. Ketidaksesuaian pengobatan dapat terjadi akibat adanya perubahan regimen pengobatan pasien tanpa koordinasi secara lengkap di antara tenaga kesehatan yang menangani pasien yang menyebabkan informasi yang terputus. Penelitian deskriptif dengan metode observasional ini melibatkan 30 orang pasien hipertensi untuk menganalisis jenis dan penyebab ketidaksesuaian pengobatan pada pasien tersebut di Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin sebagai salah satu fasilitas kesehatan tingkat pertama yang memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Data mengenai jenis dan penyebab ketidaksesuaian pengobatan dianalisis berdasarkan data rekam medik pasien dan observasi langsung kepada pasien di rumah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data jenis ketidaksesuaian pengobatan yang paling banyak terjadi adalah kelalaian yaitu sebesar 42,85%, diikuti dengan penambahan sebesar 21,43%, ketidaksesuaian dosis sebesar 12,5%, penggantian terapi dan ketidaksesuaian frekuensi pemberian masing-masing sebesar 8,93%, ketidaksesuaian waktu pemberian sebesar 3,57%, serta ketidaksesuaian bentuk sediaan sebesar 1,79%. Ketidaksesuaian pengobatan dapat disebabkan oleh banyak faktor, yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu penyebab di level pasien dan di level sistem. Berdasarkan hasil penelitian, ketidaksesuaian pengobatan paling banyak disebabkan di level pasien, yaitu ketidakpatuhan yang disengaja sebesar 32,14%, diikuti oleh pengobatan sendiri sebesar 25%, tidak memiliki waktu untuk menebus resep sebesar 17,85%, reaksi obat yang tidak dikehendaki dan ketidakpatuhan yang tidak disengaja sebesar 1,79%. Pada level sistem, ketidaksesuaian pengobatan paling banyak terjadi akibat adanya informasi yang saling bertentangan dari berbagai sumber informasi yang ada yaitu sebesar 8,92%, diikuti dengan masalah ketersediaan obat/dosis obat sebesar 7,14%, instruksi kepada pasien pada saat transisi pelayanan tidak lengkap/tidak akurat/tidak terbaca sebesar 3,58% dan instruksi di antara penulis resep pada saat transisi pelayanan tidak lengkap/tidak akurat/tidak terbaca sebesar 1,79%. Kata kunci: hipertensi, jaminan kesehatan nasional, ketidaksesuaian pengobatan Healthcare transition is one of the risk factor of medication discrepancies that become a challenge for patient safety. Medication discrepancies can happen because the changes of drug regimen of the patient without a complete coordination between healthcare professionals that cause misinformation. This descriptive research with observational method involved 30 national health coverage or Jaminan Kesehatan Nasional patient with hypertension to analyze the type and the cause of medication discrepancies in Puskesmas Kelayan Timur as a first line healthcare facilities that give a health service for patient. The type and the cause of medication discrepancies will be analyzed by the patient medical report in Puskesmas and direct observation to the patient in their house. Based on the research, the most widely of the type of medication discrepancies is omission (42,85%), followed by addition (21,43%), dosage (12,5%), therapeutic substitution and frequency of administration each 8,93%, time of administration (3,57%) and drug form (1,79%). Medication discrepancies can happen by many causes, that divided into two group, the causes in the patient level and system level. Based on the research, the most widely of the cause of medication discrepancies in patient level is intentional non-adherence (32,14%), followed by self medication (25%), didn’t have time to fill the prescription (17,58%), adverse drug event and unintentional non-adherence each 1,79%. In the system level, the most widely of the cause of medication discrepancies is conflicting information from different informational sources (8,92%), followed by drug or drug dose availability (1,79%), instructions to pastient at transfer incomplete/inaccurate/illegible (3,58%) and instructions between prescribers at transfer incomplete/inaccurate/illegible (1,79%). Keywords: hypertension, medication dicrepancy, national health coverage
Co-Authors A, Nasrullah AA Sudharmawan, AA Adisaturrahimi, Andi Agnes Christie Rinda Ahmad Hidayat Ahmad Khoirul Fata Ahmad, Cicin Ahmad, Fauzan Zil Ikram Aida Royani Akib, Muhaiminah Ali Rakhman Hakim amanah, nurul Anggrita Sari Annisa Fitria Anugrahni, Chindy Monica Ariani, Malisa Aryzki, Saftia Asiza, Nur Auli Damayanti Aulia Rahmah AYU LESTARI Bulan, Ramayanty Defitamira, Olvi Dessirya, Endah Devianti, Devianti Dewi Hayati, Dewi Diswandi Nurba, Diswandi Doholio, Siti EKA CHANDRA LINA Evana, Nur Qomara Fachruddin Fachruddin Fadhiyah Noor Anisa Gumarus, Ellora Griselda Habibah, Nor Hariyanto, Ario Yudo Hayatun Nufus Herlina Herlina Holilah, Shafira Nor Hubu, Awaluddin Indah Nurmawan Indriyani, Reni Iskandar Iskandar Isna Humaera, Isna Jainah Jainah Jainah Jainah, Jainah Jannah, Ghina Raudhatul Juanda Juanda Jufrianto, M. Karinda, Niken Adkah Khairi, Khairi Khairun Nisa Papeo Kurniawati, Darini Lasaba, Muhammad Fathurrahman Lestari, Yayuk Puji Macpal, Sunandar Maharani, Silvia Atwi Maharani, Tri Anita Mashadi Mashadi Maulani, Eka Febrianti Mohd Tahir, Asman Bin Muhammad Basri Muhammad Khadhary Muhammad Yasar Musa, Nur Ainun Nafisa, Sherin Natantri, Bamikha Priskila Ngongo, Marselina Nor Ellisa Noval Noval NURUL HIDAYAH Oktavia, Regina Olii, Desri Hariyati Pusparini, Iin Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Mela Julia Rahman, Agenia Rahyuni Rahyuni Raida Agustina Ramadhani, Alya Ramdani, Amaliah Raudhatul Jannah, Ghina Reny Indriyani Reskyani, Reskyani Rezeki, Dewi Rina Saputri Rubina, Miranda rusana, rusana Rustiana Rustiana Ryan Moulana Sadlia, Fitri Saftia Aryzki Salwati, Salwati Sari, Anggrita Sari, Dina Novenda Sari, Rani Normaya Savitri, Amanda Shelvia Setia Budi Sri Handayani Sri Hartuti Sudarya, Maharani Fitria Suhud , Khairi Suhud, Khairi Syarifuddin Dollah T. Ferijal, T. Ferijal Teuku Ferijal Tuti Alawiyah Tuti Alawiyah Ujuldah, Anisa Umi Hasanah, Umi Vania, Risma Ananda Wahyu Pangi Astuti, Ni Nyoman wahyuni wahyuni Wulandari, Sami’an Yusliana, Erlin Fitria Yusra, Andi Yustian, Alifira Adhany Yuwindry, Iwan Zulham, Zulham Zulianur, Riska Ali