p-Index From 2021 - 2026
10.161
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Space Pattern of Samudera Pasai Sultanate Rinaldi Mirsa; Muhammad Muhammad; Eri Saputra; Izzati Farhana
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1804.427 KB) | DOI: 10.52088/ijesty.v1i2.120

Abstract

Samudera Pasai is one of the Islamic Sultanates in Indonesia which appeared in the Middle Ages or around 1267 AD. Evidence of the existence of the Sultanate of Samuedra Pasai in Indonesia is listed in the book Rihlah ilal-Masyriq (Wanderings to the East) written by Abu Abdullah Ibnu Batutha (1304 - 1368 AD), a Muslim adventurer who traveled to Samudera Pasai in 1345 AD. The spatial pattern of the Samudera Pasai Sultanate is no longer visible because there are no traces of archaeological remains in the form of any remaining buildings, except for the tombs of Sultanate figures and historical records of foreign adventurers who have explored the Samudera Pasai Sultanate. This record strengthens the evidence of the existence of the Samudera Pasai Sultanate. The methodology used in this case is a phenomenological approach and a historical approach, which are expected to approach optimal results in uncovering spatial patterns in the development of Islam. The spatial arrangement of the sultanate generally used the concept of catur gatra tungga, which was arranged in the form of: alun-alun (the square) as the center of space, markets to the north of the square, palaces to the south of the square, and mosques to the west of the square. The spatial arrangement then formed a spatial pattern that became the center of the Samudera Pasai Sultanate.
Pelatihan Merangkai Panel RUSPIN Menjadi Struktur Bangunan di Desa Uteunkot Rinaldi Mirsa; Muhammad Muhammad; Eri Saputra; Muhammad Ardyan; Haris Alashri
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sistem Panel Instan (RUSPIN) adalah jenis rumah modular yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (PUSLITBANG) Permukiman Kementerian PUPR, adalah salah satu solusi dari permasalahan tingginya biaya produksi dan tidak efisiennya waktu konstruksi yang disertai dengan tidak memenuhinya persyaratan kualitas Teknik bangunan. Bangunan ini dibangun dengan sistem modular, teknologi ini menawarkan rangka bangunan pracetak dengan sistem panel yang di sambung dengan panel lain secara cepat, dengan biaya yang lebih mrah, dan efisien dari sebuah bangunan. Pelatihan pembuatan RUSPIN kepada masyarakat Desa Uteunkot, Kecamatan Muara dua, Kota Lhokseumawe diharapkan bisa menjadi alternatif mata pencaharian masyarakat. Pelatihan ini dibagi menjadi dua sesi yakni sesi paparan materi dan sesi praktek. Pemaparan materi dilaksanakan pada hari pertama melalui FGD (focus group discusion). Pada sesi ini disampaikan spesifikasi teknis komponen, mutu bahan, perakitan RUSPIN. Acara dilanjutkan pelatihan secara langsung di lapangan dengan merangkai panel RUSPIN menjadi struktur bangunan. Pada sesi ini peserta langsung merakit panel RUSPIN antara panel besar dan kecil yang di ikat dengan baut. Peserta juga dapat melihat langsung contoh rumah yang dibangun dengan menerapkan teknologi RUSPIN secara utuh. Kesimpulan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat tersebut adalah menciptakan bangunan dengan menggunakan teknologi RUSPIN dengan standar guna untuk mengembangkan dan meningkatan pengetahuan dalam mengembangan usaha kepada masyarakat.
Co-Authors A, Hendra Adi Safyan Aidilof, Hafizh Al Kautsar Aklimawati Aklimawati, Aklimawati Al-Shahzam , Mohd. Hafez Alashri, Haris Alparuki, Widi Angga Pratama Ardyan, Muhammad Asmaul Husna Asri asri Asyari, Annisa Atthaillah, Atthaillah Ayike Kusprasetya Badriana, Badriana Bambang Karsono Basyariah Basyariah Berutu, Remiyani Cut Azmah Fithri Cut Azmah Fitri Dafrina, Armelia Deni Deni DEWI SARTIKA Effan Fahrizal Eliza Eliza Emi Maulani Erna Isfayani Erna Muliana Esar Alkautsar Fahmi Umarussalam Simatupang Fahrizal, Effan Fajria, Nisa Fidyati, Fidyati Fidyati, Fidyati Fithri, Cut Azmah Haris Alashri Hasanah, Dita Hassan, Soraya Masthura Haves Qausar Hendra Aiyub Heni Pujiastuti Herizal Herizal Hidayah, Irna Nurul Hidayat, Amam Taufiq Hidayatsyah Hidayatsyah Husain, Said Hutasuhut, Alvin Azhar Intan, Syahrina Izzati Farhana Khairun Nisa Khusna Yuliantika AB Listiana, Yeni M Mursalin Mahathir Putra Darmawan Marhami, Marhami Marina Fadhilla Meylani, Ade Mirsa, Rinaldi Muhammad MUHAMMAD ALI Muhammad Ardyan Muhammad Imam Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Reza Muhammad Rumiza Mursalin . Mursalin, M Mutammimul Ula Mutia Fonna Mutia, Cut Winni Nanda, Syarifa Asria Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Ningsih, Tri Agusti Nur Azmi Nur Elisyah Nuraina Nuraina Nuraina Nuraina, Nuraina Nuri, Zulfa Nurul Afni Sinaga Nurul Akmal Nurwijayanti Olivia, Sisca Phonna, Cut Natari Neubie Pinem, Leo Sani Muslim Puji Dama Yanti Putra, Muhammad Sandi Qardawi, Muhammad Yusuf Raduan B Rahmadi M. Ali Rahmi Hayati Rejeki, Siska Rezi, Thio Alfah Rifaatul Husna Rinaldi Mirsa Rinaldi Mirsa Riskillah, Richi Yulistia Rizki Alamsyah Rohantizani Rohantizani Safira, Siti Samsul Bahri Samsul Bahri Samsul Bahri Samsul Bahri Setiawan, S Sofyan, Diana Khairani Soraya Masthura Hassan Sugeng Santoso Suwanto Suwanto Tri Agusti Ningsih Widi Alparuki Wildayani, Wildayani Wulandari Wulandari Wulandari Wulandari Yamesa, Andrit Yulisda, Desvina Yundari, Yundari Yusuf Qardawi Zahra Mahfuzah Zainul Mujtahid Zurhijjah Zurhijjah