Claim Missing Document
Check
Articles

IP-Light Technologies Gen 2: Intervention Tools on IPLT for Trauma, Phobia, and Psychological Problems Ifdil, Ifdil; Fadli, Rima Pratiwi; Zola, Nilma; Ismail, Izwah Binti; Hadi, M Fahli Zatra
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/joiv.7.1.1343

Abstract

As the fourth industrial revolution guides humanity toward the next stage of civilization, there have been various changes across multiple domains of life. The youngest generations now face a new era in which unexpected problems continuously arise and evolve. Consequently, innovation is needed, especially in psychology and technology. This innovation is important because of the increasing number of issues that plague human life, especially psychological problems, trauma, and phobias. However, modern psychology has not kept pace with these developments. Based on this, the researchers developed a tool called IP-Light Technologies. This tool was developed using a research and development approach. Product testing in the form of prototypes is limited and widely carried out in West Nusa Tenggara, West Sumatra, DKI Jakarta, and Bali. As a result of testing, the final prototype was widely produced. The perceptual light prototype comprises a set of lamps and a multiplicity of LED lights extending in horizontal wings spaced concerning the main handle; an elongated handle extending from the main handle in the opposite direction, vertically to horizontally; a linear array of illuminated displays located on the display surface of the handle; and numerous control switches mounted on the casing. The device further comprises a power supply, and control circuit wherein the LEDs on both wings are arranged in an array configured so that the combination of each bulb may project high-intensity light. A lamp clip with a spring design can be clipped on the edge of a table or any other surface.
Pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan konseling online di Kabupaten Solok Selatan Nilma Zola; Ifdil Ifdil; Soeci Izzati Adlya; Rima Pratiwi Fadli; Intan Zulian Apri; Laila Afifah Ardi
Lentera Negeri Vol. 5 No. 2 (2024): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/991320

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Salah satu aspek penting dalam pendidikan yang turut terdampak adalah layanan bimbingan dan konseling (BK). Di era digital ini, layanan bimbingan dan konseling tidak hanya terbatas pada pertemuan tatap muka, tetapi juga dapat dilakukan secara daring (online). Artikel ini membahas implementasi teknologi informasi dalam pelayanan bimbingan dan konseling online bagi konselor sekolah di Kabupaten Solok Selatan, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Guru BK dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Peningkatan kompetensi guru BK dalam pengembangan modul Konseling KREIN-MKP untuk pencegahan kekerasan seksual di SMK Padang Yeni Karneli; Nilma Zola; Azmatul Khairiah Sari; Arief Hakim Iskandar; Miftahul Jannah
Lentera Negeri Vol. 6 No. 1 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/991610

Abstract

Kekerasan seksual di lingkungan sekolah merupakan isu krusial yang mengancam keselamatan dan perkambangan psikologis siswa, khususnya di Tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Guru Bimbingan dan Konseling (BK) memegang peranan penting dalam Upaya pencegahan melalui layanan konseling yang sistematis dan responsif. Namun, masih banyak guru BK yang belum memiliki keterampilan dalam Menyusun modul konseling yang kreatif dan berbasis pendekatan ilmiah. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru BK dalam menyusun modul konseling kreatif dan inovatif berbasis pendekatan Modifikasi Kognitif Perilaku (KREIN-MKP) guna mencegah kekerasan seksual di sekolah. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan yang terdiri dari sembilan tahap, dimulai dari survei kebutuhan hingga evaluasi dan publikasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan guru BK dalam Menyusun modul yang sesui dengan karakteristik siswa. Produk akhir berupa modul konseling KREIN-MKP dapat digunakan sebagai acuan layanan dasar dan responsive dalam menghadapi isu kekerasan seksual.
How social capital become energy strengthening social cohesion in a plural society? Nilma Zola; Firman Firman; Riska Ahmad
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 3 No. 1 (2022): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces147600

Abstract

Differentiation and diversity are highly valued in a plural society. Despite this, a plural society need a binder to reinforce interpersonal relationships, often known as social cohesiveness. Social cohesion is a social process aimed at eliminating disparities, socioeconomic inequalities, and societal rifts in order to consolidate plurality of citizenships. To survive, social cohesion requires reinforcing energy, one of which comes from social capital. This paper will explain how social capital is a source of energy that helps to strengthen social cohesion in multiple societies.
Analisis perencanaan karir remaja dalam konteks krisis identitas Lailatul Afifah Ardi; Nilma Zola; Afdal Afdal; Nurfarhanah Nurfarhanah; Intan Zulian Apri; Soeci Izzati Adlya
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 5 No. 1 (2024): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces373700

Abstract

Krisis identitas yang dialami oleh remaja bervariasi, dan beberapa remaja menghadapinya lebih baik daripada yang lain. Sulit bagi sebagian remaja untuk mengatasi masa-masa krisis identitas ini, dan dampaknya dapat mencakup konflik, rendahnya harga diri, kurangnya keyakinan diri, dan kesulitan dalam membangun hubungan sosial. Semua dampak ini dapat mempengaruhi bagaimana remaja merencanakan dan membentuk karir remaja. Remaja yang kesulitan mengatasi krisis identitas mungkin mengalami kebingungan terkait dengan identitas dan pilihan karir remaja. Sebaliknya, remaja yang berhasil mengatasi krisis identitas dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang tujuan hidup, meningkatkan kesadaran diri, dan lebih siap dalam memilih jalur karir yang sesuai dengan dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan karir remaja dalam konteks krisis identitas. Dengan menganalisis secara mendalam faktor-faktor psikologis dan dampak krisis identitas terhadap pengambilan keputusan karir remaja, penelitian ini berusaha memberikan wawasan lebih mendalam dan solusi yang potensial. Studi pustaka ini menggunakan metode pengumpulan, analisis, dan penyusunan literatur yang relevan untuk menyelidiki hubungan ini dan menyajikan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang memengaruhi perencanaan karir remaja dalam konteks krisis identitas.
Analisis pemilihan karir remaja dari keluarga broken home: studi literatur Intan Zulian Apri; Nilma Zola; Afdal Afdal; Nurfarhanah Nurfarhanah; Lailatul Afifah Ardi; Soeci Izzati Adlya
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 9 No. 1 (2024): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/083738011

Abstract

Pemilihan karir merupakan proses yang sangat penting dalam perjalanan hidup seseorang. Di mana, setiap individu harus menentukan arah pilihan karirnya dengan baik agar kehidupannya dapat berkembang sesuai dengan yang diharapkan. Akan tetapi, beberapa remaja dari keluarga broken home mengalami kesulitan dalam menentukan arah pilihan karirnya karena beberapa hal. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana arah pemilihan karir remaja yang berasal dari keluarga broken home. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi literatur, yaitu menghimpun berbagai referensi teori dari artikel, jurnal, dan buku yang relevan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan remaja dari keluarga broken home cenderung sulit untuk menentukan arah pemilihan karirnya dengan baik. Namun, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja dari keluarga broken home mampu menentukan pemilihan karirnya dengan menghadirkan faktor-faktor pendukung lainnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa remaja dari keluarga broken home dapat menentukan arah pemilihan karirnya jika dibarengi dengan beberapa faktor pendukung.
Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder pada Remaja Soeci Izzati Adlya; Nilma Zola
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 4 No. 2 (2019): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/3003269000

Abstract

Kajian literatur ini bertujuan untuk mendeksripsikan tentang Body Dysmorphic Disorder (BDD) serta metode penanganannya. Setiap manusia tentu menginginkan tubuh yang sempurna, terkadang keinginan untuk mencapai kesempurnaan itu apabila telah berlebihan akan menyebabkan gangguan dismorfik tubuh atau Body Dysmorphic Disorder (BDD). Body Dysmorphic Disorder cenderung berkembang terutama pada usia remaja, apalagi seiring dengan perkembangan teknologi saat ini yang menyebabkan individu-individu saling membandingkan diri di sosial media. Body Dysmorphic Disorder adalah gangguan pikiran yang merasa adanya kecacatan dalam penampilan fisik dan menyebabkan distress dan penurunan fungsi sosial. Istilah Body Dysmorphic Disorder awalnya dikategorikan sebagai dysmorphophobia untuk menyebut perilaku tertentu yang menganggap suatu bagian tubuh tertentu pada dirinya merupakan hal yang buruk, sehingga terkadang tampak pada perilaku individu yang mengunggah foto dengan mengedit salah satu atau beberapa anggota tubuhnya. Body Dysmorphic Disorder dapat timbul karena adanya banyak faktor pendukung bukan terbentuk dari kerusakan tunggal, melainkan dari kontribusi berbagai faktor seperti biologis, psikologis, dan sosiokultural. Penderita gangguan ini dapat diberikan bantuan melalui Cognitive Behavioral Therapy.
Konsep social cognitive career theory Nilma Zola; A. Muri Yusuf; Firman Firman
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 7 No. 1 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30031454000

Abstract

Social Cognitive Career Theory (SCCT) is a career development model that describes how individual inputs, contextual affordances, and sociocognitive variables influence the establishment of occupational interests, career objectives, and behaviors. SCCT emphasizes the relevance of learning experiences, self-efficacy, and outcome expectations in the career development process, and is based on Bandura's social cognitive theory. SCCT is also interested in the relationships between sociocognitive characteristics, professional interests, and other career outcomes, as well as race/ethnicity, gender, and predispositions. Existing research generally supports specific SCCT approaches; nevertheless, a study of the literature found significant SCCT research limitations. The goal is for counselors to have a better grasp of the complicated mechanisms through which people establish career interests.
Layanan advokasi dalam bimbingan dan konseling Ifdil Ifdil; Rima Pratiwi Fadli; Nilma Zola; Yola Eka Putri; Berru Amalianita
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 6 No. 2 (2021): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30032083000

Abstract

Bimbingan dan konseling dewasa ini memiliki kontribusi yang besar untuk tercapainya tugas-tugas perkembangan individu. Fenomena yang ditemukan dewasa ini khususnya peserta didik ditemukan fenomena tentang kekerasan seksual, bullying, bolos disekolah dan perilaku yang berpotensi untuk terciderai hak-hak klien. Layanan bimbingan dan konseling yang dapat melindungi dan mengembalikan hak klien yaitu layanan advokasi. Adanya layanan advokasi dalam bimbingan dan konseling dapat menunjukkan adanya keprofesionalan dari profesi untuk melindungi hak-hak klien. Adanya layanan advokasi dalam bimbingan dan konseling dapat menjadi jembatan bagi individu untuk mengembalikan hak-haknya yang terciderai. Melalui layanan advokasi, klien kembali berhasil  menikmati haknya, yaitu klien memiliki hak mereka lagi dan begitu juga klien mereka kembali ke posisi pengembangan diri. Guru BK/konselor menjadi profesional yang memiliki tanggungjawab untuk membuat lingkungan yang kondusif. Adapun dalam layanan advokasi klien konselor atau guru BK menggarap materi untuk mengarahkannya terselesaikan maslah klien. Sehingga diperlukan sumber daya profesional yang memiliki peran advokasi yang etis dan efektif.
The impact of social media access and anxiety among indonesia society during covid-19 outbreak Ifdil, Ifdil; Amalianita, Berru; Fadli, Rima Pratiwi; Zola, Nilma; Putri, Yola Eka
COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy & Indonesian Counselor Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/0020200528830

Abstract

A novel coronavirus (2019-nCoV) outbreak began in Wuhan, China, has been named corona virus disease 2019 (COVID-19) in December 2019. The first cases of  COVID-19 was reported in Indonesia on 2 March 2020. All caused global panic, fears, anxiety  around the coronavirus have been especially amplified by social media. During coroan virus outbreak, disinformation and false reports have bombarded social media and stoked unfounded anxiety among Indonesian society. This research, therefore, aims to analyze the impact social media and anxiety level during COVID-19 outbreak in Indonesia. The procedure of this research is  Indonesian citizens old were invited to participant online survey thought Survey Monkey platform. There are 1543  participant  form aged 17 to 60 Year and form several province and region in Indonesia. The instrumen useing  the DASS was to modify patients’ anxiety. Data analyzed using JASP (Jeffrey's Amazing Statistics Program). The research showed that respondents anxiety in the very haviness category with the highest anxiety when the duration of social media access more than 6 hours in a day. The anxiety base of aspect in watching/reading  have a higher, then Imagine and  listening when access social media about corona virus among Indonesia society. Social media use is complex reading or watching  lots of news about coronavirus has led to anxiety.
Co-Authors A. Muri Yusuf Abdul Hanan Abdul Rauf Abu Anwar Adzkia, Naufal Afdal Afdal Afdal Afdal, Afdal Afifah Ardi, Lailatul Afrizal Sano Alfiah Alfiah Alfina Sari Amalianita, Berru Andi Murniati Annisa Annisa Apri, Intan Zulian Arbi Arbi Ardi, Lailatul Afifah Arief Hakim Iskandar Arwan Arwan Arwan Arwan Asmidir Ilyas Azmatul Khairiah Sari Barseli, Mufadhal Bella Sonia Berru Amalianita Billah Husna, Salsa Chibueze Tobias Orji Churnia, Elfi Dally Rahman Darmawati Darmawati Dina Sukma Dwi Febriani, Rahmi Eka Putri, Yola Elfi Churnia Emria Fitri Erwinda, Lira Febri Wandha Putra Febriani, Rahmi Dwi Fikri, Miftahul Firman Firman Firman Firman Frischa Meivilona Yendi Gian Sugiana Sugara Gian Sugiana Sugara, Gian Sugiana Gusni Dian Suri Gusri Handayani, Puji Halil Khusairi Hasan, Ikhwanul Herman Nirwana Ifdil Ifdil Intan Zulian Apri Ismail, Izwah binti Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Itsar Bolo Rangka Izzati Adlya, Soeci Kadek Suranta Khairati, Annisaislami Laila Afifah Ardi Lailatul Afifah Ardi Laura Dalimunthe, Hanifa Lela Lela Lela Lela, Lela Lia Mita Syahri Lika, Lika Linda Fitria M. Fahli Zatrahadi Maisyah Yuliardi, Viona Marjohan Marjohan Miftahuddi Miftahuddi Miftahuddin Miftahuddin Miftahul Jannah Mudjiran Mudjiran Nadiya Rahmatika Delfri Netrawati, Netrawati Neviyarni Neviyarni Nikmarijal, Nikmarijal Nur Azizi Amrizon Nurfarhanah Nurfarhanah Oktarina, Wulan Perengki Susanto Pratiwi Fadli, Rima Puji Gusri Handayani Putra, Febri Wandha Putri, Yola Eka Refnadi Refnadi Revana Ditha Ramanda Riantono, Agus Rima Pratiwi Fadli Riska Ahmad Riska Ahmad Safira Zahira Putri Sariro Sariro Sariro, Sariro Setiawan Edi Wibowo Setya Raharja Silawati Silawati Sin, Tjung Haw Situmorang, Dominikus David Biondi Soeci Izzati Adlya Soeci Izzati Adlya Suhaili, Neviyarni Suhaimi Suhaimi Suhartiwi, Suhartiwi Sukmawati, Indah Suranta, Kadek Syahputra, Yuda Syahril, Putri Wie Taufik Tjung Hauw Sin, Tjung Hauw Ukti Julmi Putri Vera Sriwahyuni Nengsih Yeni Karneli Yusri Yusri Z. Mawardi Efendi Zadrian Ardi Zahira, Putri Zulian Apri, Intan