Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Konformitas Teman Sebaya dengan Perilaku Membolos Marwinda, Wulan Sephia; Ardi, Zadrian; Yendi, Frischa Meivilona; Febriani, Rahmi Dwi
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 2 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001315chr2025

Abstract

Perilaku membolos merupakan bentuk pelanggaran tata tertib sekolah yang berdampak buruk pada proses belajar, hasil akademik, serta pembentukan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku membolos pada siswa SMPN 4 Lubuk Alung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 203 siswa kelas VII dan XI yang dipilih melalui teknik stratified ramdom sampling, serta data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku membolos pada kategori rendah (? = 0,369; p < 0,000), yang berarti semakin tinggi tingkat konformitas siswa terhadap teman sebaya, semakin besar kecenderungan mereka untuk membolos. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya peran sekolah dan guru bimbingan konseling dalam mengarahkan pengaruh teman sebaya ke arah positif melalui kegiatan kelompok, pembinaan karakter, serta penguatan solidaritas yang sehat, guna membentuk konformitas teman sebaya positif yang dapat meminimalkan perilaku membolos.
Resiliensi Pada Mahasiswa Rantau Ditinjau dari Self-Compassion Putri, Anisa Dwi; Yendi, Frischa Meivilona; Nirwana, Herman; Sukmawati, Indah; Arafani, Adnan
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 2 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001324chr2025

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada mahasiswa rantau menghadapi beragam tantangan, mulai dari tekanan akademik, penyesuaian budaya, hingga kesepian akibat jauh dari keluarga, yang dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis. Kondisi ini menuntut adanya kemampuan resiliensi agar mampu bangkit dari kesulitan, serta self-compassion sebagai faktor yang berperan dalam meningkatkan kemampuan resiliensi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan antara tingkat resiliensi berdasarkan self-compassion (tinggi, sedang, rendah) pada mahasiswa rantau. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang yang berjumlah 1.623 mahasiswa, dengan sampel sebanyak 321 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu angket Resiliensi dan angket Self-Compassion yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan analisis data menggunakan uji beda (One Way Anova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan (F= 64.204, p < 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara resiliensi ditinjau dari self-compassion. Temuan ini menegaskan bahwa self-compassion berperan penting dalam meningkatkan resiliensi mahasiswa rantau, sehingga pengembangan sikap penuh kasih pada diri sendiri dapat dijadikan strategi dalam menghadapi berbagai tantangan akademik maupun personal. 
Hubungan Persepsi Siswa tentang Pendidikan dengan Perilaku Membolos Khumairah, Nadiva; Ardi, Zadrian; Yendi, Frischa Meivilona; Febriani, Rahmi Dwi
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 2 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001323chr2025

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena membolos yang masih terjadi di kalangan siswa SMP. Salah satu faktor yang diduga berkaitan adalah persepsi siswa terhadap pendidikan. Penerlitian ini bertujuan menganalisis hubungan persepsi siswa tentang pendidikan dan perilaku membolos pada siswa SMP Negeri 4 Lubuk Alung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan uji Pearson. Sampel sebanyak 203 siswa SMP Negeri 4 Lubuk Alung dipilih secara stratified random sampling. Instrumen berupa kuesioner persepsi tentang pendidikan dan kuesioner perilaku membolos. Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara persepsi siswa tentang pendidikan dengan perilaku membolos berada pada kategori sedang, dengan arah hubungan negatif yang signifikan (r=–0,786; p < 0,001).  Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi layanan bimbingan dan konseling di sekolah, terutama dalam pengembangan program psikoedukasi konseling preventif menumbuhkan persepsi positif siswa terhadap pendidikan.
BURNOUT AKADEMIK PADA SISWA SMP NEGERI 7 PADANG Rohila; Zadrian Ardi; Nurfarhanah; Frischa Meivilona Yendi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35296

Abstract

Academic burnout is a psychological phenomenon that has increasingly gained attention in recent years. It refers to a state in which individuals experience exhaustion both mentally and physically as a result of prolonged academic demands. This study aims to describe the level of academic burnout among students facing high academic workloads, specifically focusing on students of SMP Negeri 7 Padang. The research employed a quantitative approach using a descriptive research design. The sample consisted of 77 students, including 35 males and 42 females, all of whom participated in academic enrichment programs. The sampling technique used was purposive sampling, and the data were analyzed using descriptive statistical analysis. The findings revealed that the overall level of academic burnout among students at SMP Negeri 7 Padang was categorized as low (44.15%). This indicates that students were generally able to adapt to academic demands without experiencing significant levels of academic exhaustion. In general, the students demonstrated healthy psychological conditions, good learning motivation, and sufficient self-confidence in their academic abilities.
Hubungan Pola Asuh Otorier dengan Prokrastinasi Akademik Siswa Yunia Ritika; Triave Nuzila Zahri; Nurfarhanah; Frischa Meivilona Yendi; Indah Sukmawati
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1466

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari tingginya prokrastinasi akademik siswa, seperti menunda mengerjakan tugas, menumpuk tugas yang diberikan, dan membuang sia-sia waktu pengerjaan tugas. Salah satu faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik siswa adalah pola asuh otoriter oleh orangtua Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa  SMKN 1 Lubuk Sikaping tahun ajaran 2025/2026. Penentuan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling dengan sampel sebanyak 308 siswa. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dengan rumus persentase dan teknik analisis korelasional dengan Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) prokrastinasi akademik siswa pada umumnya berada pada kategori sedang dengan persentase 37,01%, (2) pola asuh otoriter berada pada kategori sedang dengan persentase 35,06%, dan (3) analisis korelasi menunjukan terdapat hubungan positif yang signifikan antara pola asuh otoriter (X) dengan prokrastinasi akademik (Y) dengan nilai r hitung sebesar 0,874 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penerapan pola asuh otoriter oleh orangtua, maka cenderung semakin tinggi pula prokrastinasi akademik siswa, dan sebaliknya semakin rendah penerapan pola asuh otoriter oleh orangtua maka cenderung semakin rendah pula prokrastinasi akademik siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, guru BK dapat memberikan layanan penguasaan konten tentang keterampilan mengatur waktu, layanan konseling individual, dan layanan bimbingan kelompok dengan topik tugas mengenai manajemen waktu.
Stress and anxiety among late adulthood in Indonesia during COVID-19 outbreak Ifdil, Ifdil; Yuca, Verlanda; Yendi, Frischa Meivilona
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 6 No. 2 (2020): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/02020612

Abstract

This study analyzes the condition of stress and anxiety in late adulthood in Indonesia during the COVID-19 pandemic based on demographics. The research used quantitative methods with an online survey by survey monkey program involved 669 respondents based on twelve ethnicities in Indonesia. The data of this research analysis by the Rasch analysis model. The results showed generally experienced stress and anxiety in the moderate category although some respondents also experienced stress and anxiety in mild and severe categories, and only a small proportion was in the normal category. The need for continued treatment requires counselors, psychologists, and other relevant therapists.
TINGKAT RESILIENSI REMAJA YANG ORANG TUANYA BERCERAI Fikriyah Mardhatillah; Frischa Meivilona Yendi; Afdhal; Taufik; Miftahul Fikri
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2024): (EJPP) Ekasakti Jurnal Penelitian & Pegabdian (November 2023 - April 2024)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ejpp.v4i1.1192

Abstract

Resilience in adolescents experiencing parental divorce is influenced by gender and the type of divorce. Boys and girls exhibit different responses to divorce, both behaviorally and emotionally. Additionally, the type of divorce (divorce alive or divorce dead) has varying impacts on adolescent resilience. The respondents of this study were 87 adolescents selected using purposive sampling. The instrument used was a resilience questionnaire. Data were analyzed using descriptive statistical techniques and t-test analysis. The results show: (1) The overall level of resilience among adolescents is mostly in the moderate category; (2) There is a significant difference in resilience between male and female adolescents; (3) There is a significant difference in resilience between adolescents experiencing parental divorce in the case of divorce alive versus divorce dead. To support optimal resilience development, it is important for teachers, counselors, and parents to understand these dynamics and provide support that meets the individual needs of adolescents.
GAMBARAN SELF REGULATED LEARNING PADA MAHASISWA DITINJAU DARI BIDANG ILMU EKSAKTA DAN SOSHUM Lathifa Khairah; Frischa Meivilona Yendi; Zadrian Ardi; Rahmi Dwi Febriani; Rima Pratiwi Fadli
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2024): (EJPP) Ekasakti Jurnal Penelitian & Pegabdian (November 2023 - April 2024)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ejpp.v4i1.1193

Abstract

This study is motivated by the observation that some students struggle to manage their time and study situations, often prioritizing activities that do not support their personal development. This indicates that students may have inadequate self-regulated learning. The objectives of this research are to describe: 1) the overall self-regulated learning of students, 2) the self-regulated learning of students in the exact sciences, 3) the self-regulated learning of students in the social sciences, and 4) to examine the differences in self-regulated learning between students in the exact sciences and social sciences. This research employs a quantitative approach with a comparative descriptive design. The sample consisted of 388 students selected using proportional random sampling. The instrument used was a self-regulated learning questionnaire that has been tested for validity and reliability. Data were analyzed using descriptive statistical techniques and t-test analysis with Microsoft Excel and SPSS 26. The findings reveal that: 1) the overall self-regulated learning of students is categorized as high; 2) the self-regulated learning of students in the exact sciences is categorized as high; 3) the self-regulated learning of students in the social sciences is categorized as moderate; and 4) there is a significant difference in self-regulated learning between students in the exact sciences and social sciences. The implications for counseling services that can be provided include informational services and group guidance.
GAMBARAN TINGKAT STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA PRASEJAHTERA DALAM MENYELESAIKAN TUGAS AKHIR DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Nadiya Rahmatika Delfri; Frischa Meivilona Yendi; Zadrian Ardi; Nilma Zola; Soeci Izzati Adlya
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2024): (EJPP) Ekasakti Jurnal Penelitian & Pegabdian (November 2023 - April 2024)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ejpp.v4i1.1194

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of many final-semester students not graduating on time. Academic stress is commonly experienced by students during the completion of their final projects due to both external pressures and internal self-expectations. Gender is one of the factors influencing academic stress. The sample consisted of 338 students from Universitas Negeri Padang who received the KIP scholarship in 2020, selected using Proportional Random Sampling technique. The research instrument was a questionnaire on academic stress. Data were analyzed using descriptive statistical techniques and t-test analysis. The results indicate: 1) The level of academic stress among students in completing their final projects is categorized as moderate; 2) The level of academic stress in the aspect of academic stressors is also categorized as moderate; 3) The level of academic stress regarding reactions to academic stressors is categorized as moderate; and 4) The hypothesis is accepted, indicating a significant difference in academic stress between male and female students. To help address the issues of academic stress among students, counseling services that can be provided include informational services, individual counseling, and group counseling.
Hubungan Mindset dengan Self-Efficacy Pada Mahasiswa Magang di Ruang Belajar Aqil Muhammad Irpansah; Frischa Meivilona Yendi; Yeni Karneli; Dina Sukma
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.31551

Abstract

ABSTRACT This study examines the relationship between mindset and self-efficacy among student interns at Ruang Belajar Aqil using a quantitative correlational approach. Data were collected through questionnaires from purposively selected student interns. The instruments used consisted of a mindset questionnaire developed by the researcher based on mindset indicators and a self-efficacy questionnaire. Data were analyzed using a Pearson correlation test. The results showed a positive and significant relationship between growth mindset and self-efficacy. This finding provides important insight into the role of mindset in shaping students' self-confidence during their internship assignments. Students with a growth mindset tend to have a high level of self-efficacy in completing tasks, overcoming challenges, and adapting during the internship program. This finding emphasizes the importance of strengthening growth mindset as a strategy, which can be supported through counseling services, in improving student interns' self-efficacy.
Co-Authors Abdillah, Wahyu Abdul Rauf Adlya, Soechi Izzati Afdhal Afrizal Sano Alfian, Dahlya Alizamar Alizamar Arafani, Adnan Ardi, Lailatul Afifah Astuti, Christin Mai Atika, Nur Azmatul Khairiah Sari Bramana Nanditya Putra Danthy Meillya Sari Desma, Fina Putri Dian Rahma Yani Dina Sukma Dino Dimenggo Fadhlullah, Rizky Fadillatulrahmi, Engla Febriani, Rahmi Dwi Feby Najmah Khairiyah Fikri, Miftahul Fikriyah Mardhatillah Firman Firman Firman Firman Gusinia, Azzahra Hardi Gusni Dian Suri Guspriadi, Yan Hafiz Hidayat Hayati, Khofifah Hayuni, Syelmi Herman Nirwana Humairah, Ulvy Witri Ifdil Ifdil Ikhwanul Hasan Indah Permata Sari Indah Sukmawati Indrama, Leony Sarah Itsar Bolo Rangka Jasril Jasril Khaswita, Layla Hadi Khumairah, Nadiva Lathifa Khairah Mardyani, Fauziah Marwinda, Wulan Sephia Mellyana, Mellyana Miftahul Fikri Muhammad Irpansah Nabila Permata Yuri Nadia, Hasnatul Nadiya Rahmatika Delfri Netrawati, Netrawati Neviyarni, Neviyarni Ngadiman, Dyah Ayu Sakinah Nilma Zola Nurfarhanah Nurfarhanah Pratiwi, Noverta Puji Gusri Handayani Putra, Ade Herdian Putra, Febri Wandha Putri Rahmadani, Putri Putri, Anisa Dwi Putri, Fovi Putri, Shania Andrisa Putri, Ukti Julmi Putri, Viqri Novielza Putriani, Lisa Putriani, Lisa  Rafsyam, Yusri Rahmasari, Salmanisa Mutiara Rahmi, Sari Jannatul Ramadhani, Khofifah Rima Pratiwi Fadli Rima Pratiwi Fadli Rizka Apriani Rohila Sahri, Nafisah Sari, Azmatul Khairiyah Soeci Izzati Adlya Soeci Izzati Adlya Sukmawati, Indah Sumayyah Syahidah Taufik TRIAVE NUZILA ZAHRI Triave Nuzila Zahri Yana, Riri Sri Yeni Karneli Yuca, Verlanda Yunia Ritika Yusri Yusri Yusri Yusri Zadrian Ardi Zahra, Fadhila Zahra Putri Zulmi, Avrilia Mutiara