Claim Missing Document
Check
Articles

Resiliensi Pada Single Mother Setelah Kematian Pasangan Hidup Indah Permata Sari; Ifdil Ifdil; Frischa Meivilona Yendi
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 4 No. 3 (2019): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/08411011

Abstract

Peristiwa kematian pasangan hidup bisa menjadi hal yang tidak terduga bagi pasangan yang ditinggalkan. Kematian pasangan menjadi pemicu mengalami tekanan kesedihan dan emosional serta harus menerima kenyataan dengan status baru yang dimiliki yakni menjadi seorang single parent. Menjadi single parent menimbulkan banyak permasalahan baru bagi mereka yang menjalaninya, terkait masalah dalam hal ekonomi, sosial, dan urusan rumah tangga yang mana harus dikerjakan sendiri. Selain itu juga seorang single parent khususnya single mother harus mampu menjalani peran ganda sebagai ayah dan juga ibu bagi anak-anaknya. Hal ini menuntut seorang single mother memiliki kemampuan resiliensi untuk menghadapi segala persoalan. Resiliensi merupakan suatu kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam hidup, karena kehidupan yang dijalani senantiasa diwarnai oleh ragam kondisi yang tidak dapat ditolak oleh individu baik kondisi menyenangkan ataupun sebaliknya.
Teknik Modelling: Sebuah Alternatif dalam Peningkatan Self Efficacy Akademik Ade Herdian Herdian; Frischa Meivilona Yendi
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 4 No. 3 (2019): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/08412011

Abstract

Academic self efficacy is a person's belief in his ability to meet academic demands well. Factors that can affect academic self efficacy can be in the form of mastering experiences, experiences of others, social persuasion, and physical and emotional conditions. Low academic self efficacy in students will have a negative impact in the learning process. Therefore we need a way to improve academic self efficacy. One way to improve students' academic self-efficacy is to use modeling techniques in counseling services. This paper will explain modeling techniques as an alternative in improving academic self efficacy. Hopefully this script can be used as a reference.
Penerapan Layanan Penguasaan Konten Untuk Mengurangi Prokrastinasi Akademik Siswa Muhammad Alfi Syahrin; Frischa Meivilona Yendi; Taufik Taufik
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 4 No. 2 (2019): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/08418011

Abstract

Prokrastinasi akademik rentan terjadi di dunia pendidikan. Prokrastinasi akademik ini banyak dilakukan oleh Siswa di sekolah. Siswa cenderung senang menunda-nunda dalam mengerjakan tugas sekolah dan lebih banyak melakukan kegiatan lainnya. Beberapa faktor dari prokrastinasi akademik seperti kecanduan dalam bermain game online, kemudian karena adanya keyakinan tidak rasional yang dimiliki oleh Siswa, Keyakinan tidak rasional tersebut dapat disebabkan oleh kesalahan dalam mempersepsikan tugas sekolah. Kesalahan persepsi ini seperti menganggap tugas sekolah sulit untuk dikerjakan atau akan mendapatkan nilai yang cukup asalkan mengumpulkan tugas. Prokrastinasi akademik ini menyebabkan Siswa melakukan penundaan dalam mengerjakan tugas sehingga jika tugas bisa selesai, maka hasil dari tugas tersebut tidak maksimal atau tidak memuaskan. Prokrastinasi akademik dapat dikurangi melalui Layanan Bimbingan dan Konseling. Guru BK dapat memberikan berbagai jenis layanan salah satunya layanan penguasaan konten. Melalui layanan penguasaan konten ini Siswa diberikan materi keterampilan dalam mengatur waktu terutama mengatur waktu dalam belajar, sehingga diharapkan Siswa dapat mengerjakan tugas-tugas sekolah dengan baik, maksimal dan juga dapat dikumpulkan pada waktu yang tepat. Namun, Hal demikian tidak akan lepas dari Siswa itu sendiri yang ingin berubah secara pribadi ke arah yang lebih baik.
Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) Guidelines To Reduce Student Aggressiveness Dewi Aswira Putri; Frischa Meivilona Yendi; Taufik Taufik; Verlanda Yuca
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 4 No. 3 (2019): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/08429011

Abstract

Aggressive behavior is a negative action that is intentionally done by individuals who try to hurt others both physically and verbally. There are many factors that influence adolescent aggression, ridicule, conflict in the family, unfavorable school environment, audio-visual media that show scenes of violence and individual perceptions of the environment. This aggressive behavior will affect the lives of individuals themselves and others. Based on this, guidance and counseling is very important to reduce the aggressive behavior of students. One of the guidance and counseling services that can be given group guidance by asking for rational emotive behavior (REBT). With this service, students are expected to behave positively according to applicable norms and not harm others.
Use of content mastery service using role playing approach improve student's emotional intelligence Meirizka Liyani Putri; Taufik Taufik; Frischa Meivilona Yendi; Verlanda Yuca
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 4 No. 3 (2019): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/08436011

Abstract

Emotional intelligence is the ability possessed by individuals to be able to recognize, understand, manage and manage emotions and understand the emotions of others. There are many problems that arise related to emotional intelligence, especially in the school environment. To be able to overcome this and increase the emotional intelligence of BK teacher students can carry out content mastery services that aim to help students develop and learn new aspects or competencies related to emotional intelligence. Implementation of content mastery services can also be done with a role playing approach by playing the role associated with increasing emotional intelligence.
Konsep Nomophobia pada Remaja Generasi Z Indah Permata Sari; Ifdil Ifdil; Frischa Meivilona Yendi
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 5 No. 1 (2020): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/3003414000

Abstract

Perkembangan teknologi menghasilkan perangkat teknologi baru yang dapat memfasilitasi aktivitas manusia atau lebih di kenal mobile phone. Dengan kelebihan dari mobile phone atau smartphone membuat penggunanya menjadi cemas atau takut apabila tidak dapat mengakses ponselnya tersebut atau dikenal dengan istilah nomophobia. Nomophobia cenderung terjadi pada remaja generasi Z dikarenakan  mereka hidup di era digital dengan perkembangan teknologi yang berkembang pesat. Teknologi sudah menjadi bagian dari hidup mereka. Apapun yang dilakukan kebanyakan berhubungan dengan dunia maya, sehingga mereka terlalu asyik dengan perangkat ponsel atau smartphonenya.
Prevention of adolescent sexual behavior: Can be with family counseling? Frischa Meivilona Yendi
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 4 No. 2 (2019): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/3003474000

Abstract

One of the problems that arose in adolescence was juvenile delinquency. One form of juvenile delinquency is sexual behaviour. The handling of sexual behavior in teenagers will not run smoothly if not supported by the parties around the life of youth, i.e. family. If there is one problem in the household, if it continues to be allowed to be dangerous. Settlement of problems in the family can be solved through counseling, which is family counseling.
Hubungan Self-Esteem dengan Kecenderungan Social Anxiety pada Siswa SMA Dwianda, Fajar; Yendi, Frischa Meivilona; Putra, Ade Herdian; Ardi, Zadrian
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8154

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi krusial yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosional, dan sosial, sehingga menuntut kemampuan penyesuaian diri yang baik dari individu. Pada fase ini, remaja sering kali dihadapkan pada tuntutan sosial yang dapat memunculkan berbagai permasalahan psikologis, salah satunya adalah kecemasan sosial (social anxiety). Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara self-esteem dengan kecenderungan social anxiety pada siswa kelas X dan XI di SMA Negeri 1 Ampek Nagari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 200 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa skala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, dengan nilai Alpha Cronbach untuk variabel self-esteem sebesar 0,813 dan untuk variabel social anxiety sebesar 0,886, yang menunjukkan bahwa kedua instrumen memiliki tingkat reliabilitas yang baik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,140 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,047 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-esteem dengan kecenderungan social anxiety. Artinya, semakin tinggi tingkat self-esteem yang dimiliki siswa, maka semakin rendah kecenderungan mereka mengalami kecemasan sosial. Sebaliknya, rendahnya self-esteem cenderung berkaitan dengan meningkatnya kecemasan sosial. Hasil penelitian ini mengimplikasikan pentingnya peran guru Bimbingan dan Konseling dalam membantu meningkatkan self-esteem siswa sebagai upaya preventif untuk mereduksi kecemasan sosial di lingkungan sekolah.
Rasch-Based DIF Analysis of Self-Harm Behaviors: Gender, Ethnicity, and Age Factors in an Indonesian Context Syahputra, Yuda; Ifdil, Ifdil; Setiawati, Caroline Lisa; Yendi, Frischa Meivilona; Yuliana, Yuliana; Tanjung, Romi Fajar; Susiati, Susiati
Journal of Counseling and Educational Research Vol. 2 No. 3 (2026): Journal of Counseling and Educational Research
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan (AAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/jcerch.v2i3.524

Abstract

This study was conducted because self-harm behavior in adolescents has become a serious problem that requires in-depth attention, especially in Indonesia, where this phenomenon continues to increase. Factors such as gender, ethnicity, and age are believed to play an important role in influencing self-harm behavior, but comprehensive empirical studies on the interaction of these three factors are still limited. The objectives of this study were to identify differences in self-harm behavior based on gender, ethnicity, age, and investigate the interaction between these three factors. The research method used a quantitative design with a survey approach. The sample consisted of 812 adolescents who were randomly selected from various regions in Indonesia, and data were collected through questionnaires measuring the level of self-harm behavior and demographic factors. Data were analyzed using ANOVA in the Rasch model. The results showed that females have higher rates of self-harm than males. Bugis (B) and Flores (F) cultures show higher self-harm scores compared to other age groups. In addition, the 15-17 age group shows higher self-harm scores compared to other age groups. The conclusion of this study is that there are significant differences in self-harm behavior in adolescents based on gender, ethnicity, and age
Level of students` self-efficacy based on gender Ifdil, Ifdil; Apriani, Rizka; Yendi, Frischa Meivilona; Rangka, Itsar Bolo
COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy & Indonesian Counselor Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/29-33.0016.11-i41b

Abstract

This research is aimed at describing the condition of both male and female students self-efficacy and identifying the difference. This research is a quantitative research with descriptive-comparative. The samples included 221 students. The data were analyzed by using descriptive statistics normal curve by determining the mean (average); calculating the percentage that exists in a particular category and analyzing t-test. The findings of the research showed 42.7% of male students self-efficacy are at moderate category of and 47.2% of female students are at high category. This research also revealed a significant difference of both female and male students self-efficacy. The implication of the research is it is expected that counselors provide guidance and counseling services to improve and develop self-efficacy, especially towards male students as self-efficacy of male students is lower than female students.
Co-Authors Abdillah, Wahyu Abdul Rauf Ade Herdian Herdian Adlya, Soechi Izzati Afdal Afdal, Afdal Afdhal Afrizal Sano Alfian, Dahlya Alizamar Alizamar Arafani, Adnan Ardi, Lailatul Afifah Astuti, Christin Mai Atika, Nur Azmatul Khairiah Sari Bramana Nanditya Putra Danthy Meillya Sari Desma, Fina Putri DEVI LUSIRIA Dewi Aswira Putri Dian Rahma Yani Dina Sukma Dino Dimenggo Dwianda, Fajar Fadhlullah, Rizky Fadillatulrahmi, Engla Febriani, Rahmi Dwi Feby Najmah Khairiyah Fikri, Miftahul Fikriyah Mardhatillah Firman Antoni Firman Firman Firman Firman Gusinia, Azzahra Hardi Gusni Dian Suri Hafiz Hidayat Hayati, Khofifah Hayuni, Syelmi Herman Nirwana Humairah, Ulvy Witri Ifdil Ifdil Ikhwanul Hasan ILMIYATI RAHMY JASRIL Indah Permata Sari Indah Permata Sari Indah Permata Sari Indah Sukmawati Indrama, Leony Sarah ira damayanti Itsar Bolo Rangka Jasril Jasril Khaswita, Layla Hadi Khumairah, Nadiva Lathifa Khairah Mardianto Mardyani, Fauziah Marwinda, Wulan Sephia Meirizka Liyani Putri Mellyana, Mellyana Miftahul Fikri Muhammad Alfi Syahrin Muhammad Irpansah Nabila Permata Yuri Nadia, Hasnatul Nadiya Rahmatika Delfri Netrawati, Netrawati Neviyarni, Neviyarni Ngadiman, Dyah Ayu Sakinah Nilma Zola Nurfarhanah Nurfarhanah Pratiwi, Noverta Puji Gusri Handayani Putra, Ade Herdian Putra, Febri Wandha Putri Rahmadani, Putri Putri, Anisa Dwi Putri, Fovi Putri, Shania Andrisa Putri, Ukti Julmi Putri, Viqri Novielza Putriani, Lisa Putriani, Lisa  Rafsyam, Yusri Rahmasari, Salmanisa Mutiara Rahmi Padilla Rahmi, Sari Jannatul Ramadhani, Khofifah Resma, Zahra Rima Pratiwi Fadli Rima Pratiwi Fadli Rizka Apriani Rohila Rufi'i Sahri, Nafisah Sari, Azmatul Khairiyah Setiawati, Caroline Lisa Soeci Izzati Adlya Soeci Izzati Adlya Sukmawati, Indah Sumayyah Syahidah Susiati Syafiyah, Aufizzahra Syahputra, Yuda Tanjung, Romi Fajar Taufik Taufik Taufik TRIAVE NUZILA ZAHRI Triave Nuzila Zahri Ulviatul Humairah Yan Guspriadi Yana, Riri Sri Yeni Karneli Yuca, Verlanda Yuliana Yuliana Yunia Ritika Yusri Yusri Zadrian Ardi Zahra, Fadhila Zahra Putri Zulmi, Avrilia Mutiara