Claim Missing Document
Check
Articles

Found 63 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

Variasi Waktu dan Konsentrasi KOH Dalam Produksi Asam Oksalat (C2H2O4) dari Limbah Kertas Hvs Dengan Metode Peleburan Alkali Tasya Maidayanti; Lukman Hakim; Rizka Nurlaila; Meriatna Meriatna; Rozanna Dewi; Wiza Ulfa Fibarzi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i1.8018

Abstract

Asam oksalat adalah senyawa kimia yang memiliki rumus H2C2O4 dengan nama sistematis asam etanadioat. Selulosa adalah senyawa organik dengan rumus (C6H10O5)n. Selulosa apabila direaksikan dengan alkali kuat akan menghasilkan asam oksalat, asam asetat dan asam formiat dan reaksi ini disebut hidrolisis atau peleburan berkatalis basa. Limbah kertas hvs terkandung senyawa selulosa, senyawa selulosa ini dapat diolah menjadi produk lain seperti asam oksalat. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan asam oksalat dari limbah kertas hvs dengan metode peleburan alkali, mengetahui waktu hidrolisis dan konsentrasi KOH terbaik dalam produksi asam oksalat dari limbah kertas hvs. Metode yang digunakan untuk memperoleh asam oksalat adalah metode hidrolisis peleburan alkali, dengan variasi KOH 15%, 30% dan 40% dan waktu hidrolisis 45, 75 dan 95 menit. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu yield kadar asam oksalat tertinggi terdapat pada konsentrasi KOH 15% dengan waktu  hidrolisis 75 menit yaitu sebesar 7,79 %. Karakteristik asam oksalat yang diperoleh yaitu mempunyai nilai pH 1,5 dan mempunyai serapan Fourier Transform Infra Red (FTIR) yaitu serapan gugus hidroksil (O-H) pada bilangan gelombang 3402,43cm-1, gugus C=O yaitu pada bilangan gelombang 1683,86 cm-1 dan gugus C-O yaitu pada bilangan gelombang 1120,64 cm-1.
PENGARUH SUHU DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP KUALITAS PEKTIN DARI LIMBAH KULIT PEPAYA Eva Diana; Agam Muarif; Ishak Ibrahim; Meriatna Meriatna; Zainudding Ginting
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 3 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i3.9716

Abstract

Pektin adalah senyawa polisakarida kompleks yang terdapat dalam dinding sel tumbuhan dan dapat ditemukan dalam berbagai jenis tanaman pangan. Pektin banyak digunakan dalam industri makanan, farmasi dan kosmetik sebagai bahan perekat, pengental dan penstabil agar tidak terbentuk endapan. Salah satu tanaman yang memiliki kandungan pektin adalah buah pepaya, pektin terkandung dalam seluruh bagian tanaman pepaya, oleh karena itu peneliti memanfaatkan limbah kulit pepaya yang sudah tidak dimanfaatkan lagi sebagai bahan baku pembuatan pektin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh suhu dan waktu ekstraksi terhadap pektin yang dihasilkan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya tetapi dengan menggunakan variasi konsentrasi pelarut asam sitrat. Sedangkan pada penelitian ini menggunakan pelarut asam klorida dengan variasi suhu dan waktu ekstraksi.  Variabel bebas yang digunakan pada penelitian ini yaitu suhu 70◦C, 80◦C dan 90◦C dengan waktu 60 menit, 75 menit, 90 menit, 105 menit dan 120 menit. Sedangkan variabel terikat yang digunakan yaitu rendemen, uji kadar air, berat ekivalen, kadar metoksil dan pembuatan permen jeli. Hasil penelitian didapatkan rendemen pektin tertinggi 14,17%, kadar air terendah 4,48%, berat ekivalen terendah 510,20 mg dan kadar metoksil tertinggi 6,63% pada suhu 90oC dengan waktu 120 menit. Pektin yang dihasilkan pada penelitian ini sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia berdasarkan nilai kadar air dan kadar metoksil.
PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH KULIT KOPI SECARA FERMENTASI MENGGUNAKAN RAGI ROTI Mhd Azrin; Syamsul Bahri; Rizka Nurlaila; Meriatna Meriatna; Agam Muarif; Wiza Ulfa Fibarzi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i2.7868

Abstract

Bioetanol pada dasarnya adalah etanol atau senyawa alkohol yang diperoleh melalui proses fermentasi biomassa dengan bantuan mikroorganisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan limbah kulit kopi yang terbuang di masyarakat khususnya aceh tengah. Metode penelitian menggunakan cara fermentasi dan distilasi dengan variasi waktu fermentasi 2, 4 dan 6 hari. Hasil dari penelitian ini didapatkan kadar bioetanol tertinggi 5,533%, densitas bioetanol tertinggi 0,8324 gr/ml, dan viskositas tertinggi adalah 1,09 cP. Besar dan kecilnya suatu kadar dipengaruhi oleh lamanya waktu fermentasi dan kadar ragi yang diberikan. Nilai densitas dan viskositas dari bioetanol yang didapatkan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia. 
PENGARUH KONSENTRASI PELARUT ETANOL DAN WAKTU PENYIMPANAN PADA PEMBUATAN EKSTRAK KLOROFIL DARI DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) Annisa Aulia; Agam Muarif; Meriatna Meriatna; Lukman Hakim; Azhari Azhari
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i2.9605

Abstract

Klorofil adalah pigmen hijau yang pada umumnya terdapat pada daun tanaman. Klorofil memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh diantaranya sebagai pembantu terjadinya detoksifikasi, antioksidan, antipenuaan dan antikanker. Salah satu tanaman yang memiliki klorofil tinggi adalah tanaman pepaya. Penelitian ini menghasilkan klorofil dari ekstrak daun pepaya dengan menggunakan metode ekstraksi. Ekstraksi dilakukan pada suhu 50ºC selama 120 menit dengan perbandingan sampel dan pelarut yaitu 1:4. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar klorofil pada daun pepaya dengan menggunakan variasi konsentrasi pelarut etanol dan waktu penyimpanan sehingga didapatkan kondisi yang dapat menghasilkan kadar klorofil yang paling tinggi. Konsentrasi pelarut etanol yang digunakan pada penelitian ini adalah 50%, 70% dan 96%. Variasi waktu penyimpanan sebelum ekstraksi yaitu 0 menit, 60 menit, 120 menit, 180  menit dan 240 menit. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kadar klorofil paling tinggi yaitu 3,9881 mg/l dengan densitas 0,9430 gr/ml pada kondisi konsentrasi etanol 96% dan waktu penyimpanan 240 menit.
ANALISA SUHU DAN WAKTU PEMBAKARAN ABU SEKAM PADI TERHADAP HASIL SILIKA DARI PROSES EKSTRAKSI MENGUNAKAN PELARUT NAOH Anisyah Padang; Rizka Nurlaila; Meriatna Meriatna; Novi Sylvia; Ishak Ibrahim
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i2.9768

Abstract

Sekam padi merupakan limbah pertanian yang paling melimpah dari proses penggilingan padi yang dapat diolah karena memiliki manfaat, salah satunya dengan melakukan pembakaran sekam padi menjadi abu. Secara kimia, abu sekam padi mengandung silika sebesar 87-97%. Tingginya kandungan silika pada abu sekam padi tersebut menjadi acuan peneliti untuk menjadikan limbah sekam padi sebagai sumber silika, sehingga mampu meningkatkan kualitas dan nilai ekonomis sekam padi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan silika terbaik dari abu sekam padi dengan mengkaji pengaruh suhu pembakaran (700°C, 750°C dan 800°C) dan waktu pembakaran (3; 3,5; 4 dan 4,5 jam) hasil dari ekkstraksi menngunakan pelarut NaOH 5%, terhadap yield produk, kadar air, kadar abu dan kadar silika menggunakan XRF. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, tetapi dengan menggunakan variasi konsentrasi pelarut NaOH, sedangkan pada penelitian ini menggunakan variasi suhu dan waktu pembakaran abu sekam padi. Proses pembuatan silika dari abu sekam melalui beberapa tahapan yaitu tahap persiapan bahan baku, pembentukan larutan Natrium Silikat, tahap pembentukan silika dan tahap analisa. Silika terbaik yang dihasilkan pada penelitian ini terdapat   pada suhu pembakaran 750°C dan waktu pembakaran selama 4 jam menghasilkan yield tertinggi 96,36%. Kadar air yang diperoleh yaitu sebesar 0,8% , besar kadar air yang diperoleh ini memenuhi standar SNI yaitu maksial 15%. Sedangkan kadar abu didapat sebesar 3,76%. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan XRF didapatkan kandungan senyawa SiO2 sebesar 40,3%.
PENGARUH WAKTU DAN SUHU PEMBAKARAN ABU SEKAM PADI PADA PROSES EKSTRAKSI SILIKA DENGAN PELARUT NaOH Cut Mauliza Utary; Rizka Nurlaila; Ishak Ishak; Novi Sylvia; Meriatna Meriatna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i4.9795

Abstract

Abu sekam padi adalah salah satu bahan baku yang bisa dibuat menjadi silika karena komponen utama dari abu sekam padi adalah silika sekitar 86,9-97,8%. Silika merupakan salah satu jenis adsorben yang banyak digunakan untuk berbagai keperluan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan silika dari abu sekam padi dan mengkaji pengaruh waktu pembakaran (2, 3, 4 dan 5 jam) dan suhu pembakaran (700, 750 dan 800°C) terhadap yield produk, kadar air, kadar abu dan kemurnian silika. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya tetapi menggunakan variasi suhu ekstraksi, variasi waktu ekstraksi, variasi pelarut NaOH (5% dan 10%) dan variasi pelarut KOH (5%, 10% dan 15%). Proses pembuatan silika dari abu sekam padi melalui tahap pembentukan larutan natrium silikat dengan proses ekstraksi menggunakan pelarut NaOH 15% dan pembuatan silika kering, dan setelah itu dilakukan tahap analisa. Dari hasil penelitian didapatkan nilai yield produk tertinggi adalah 92,2%, kadar air 2,2% dan kadar abu 4,6% dengan waktu pembakaran 5 jam dan suhu pembakaran 750°C. Berdasarkan karakteristik menggunakan XRF didapatkan kemurnian SiO2 sebesar 22,2%.
PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN PEPAYA SEBAGAI INHIBITOR KOROSI PADA PLAT LOGAM BESI DALAM MEDIUM AIR LAUT Andrie Kurniawan Indra; Rizka Nurlaila; Meriatna Meriatna; Zulnazri Zulnazri; Samsul Bahri; Iqbal Kamar
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 3 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i3.9938

Abstract

Inhibitor adalah suatu zat yang menghambat atau menurunkan laju korosi. Dalam penelitian ini ekstrak daun pepaya digunakan sebagai inhibitor alami untuk menghambat laju korosi pada plat logam besi. Inhibitor alami merupakan salah satu jenis inhibitor yang bersifat  nontoksik, murah, sudah tersedia di alam, mudah diperbaharui dan tidak merusak alam. Inhibitor tersebut digunakan pada plat logam besi komersil yang direndam dalam media korosif berupa air laut dengan variasi komposisi inhibitor yang digunakan sebesar 0, 2 %, 4 %, 6 % dan 8 % selama 7 hari, 14  hari  dan  21  hari. Karakterisasi  yang  diuji  meliputi  pengukuran  laju  korosi, efisiensi inhibitor, dan uji tanin. Dari hasil pengukuran, laju korosi di dapatkan yang terkecil diperoleh oleh sampel dengan komposisi inhibitor 6 % sebesar 1,201 x 10-6 gr/cm2  dengan waktu perendaman 14 hari. Dan nilai efisiensi inhibitor ekstrak daun pepaya mencapai 83,3% pada komposisi 6 % dalam medium air laut dengan waktu perendaman 14 hari. Adapun perbedaan penelitian ini dari sebelumnya adalah penelitian ini menggunakan medium korosif air laut dan variasi komposisi inhibitor yang berbeda.
PEMBUATAN TAWAS DARI KALENG BEKAS BERBAHAN ALUMINIUM UNTUK PENJERNIHAN AIR LIMBAH RUMAH SAKIT Ahmad Alwi Hasibuan; Edy Kurniawan; Jalaluddin Jalaluddin; Syamsul Bahri; Meriatna Meriatna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i6.12063

Abstract

Karena semua wadah minum biasanya terbuat dari aluminium, maka sangat memungkinkan untuk digunakan dalam produksi tawas. Tawas atau alum adalah senyawa aluminium sulfat dengan rumus kimia [Al2(SO4)212H2O]. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas tawas sintetik dari limbah minuman dan mengetahui pengaruh rasio aluminium (Al) dan kalium hidroksida (KOH) terhadap produksi tawas. dan untuk pengujian air limbah rumah sakit. “Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya dengan memvariasikan konsentrasi KOH sebesar 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30% didapatkan nilai tawas tertinggi pada konsentrasi 30%”. Pada penelitian ini digunakan konsentrasi KOH 10%, 20%, 30% H2SO4 3M dengan berat sampel 10 gram. Berdasarkan penelitian ini, rendemen tawas yang dibuat dari kaleng Sprite adalah 14,247%.  pada konsentrasi KOH 30% dan H2SO4 3 M dengan % bagian tidak terlarut dalam air sebesar 4,55% dan kadar alumunium dalam tawas sebesar 3,74%, sedangkan yield tawas yang dihasilkan dari kaleng Larutan Cap kaki Tiga yaitu 17,91% pada konsentrasi KOH 30% dan H2SO4 3 M dengan % bagian tidak terlarut dalam air sebesar 4,91% dan kadar alumunium dalam tawas sebesar 3,49%. Hasil pemeriksaan BOD pada limbah rumah sakit adalah inlet sebesar 44,9 mg/L dan outlet sebesar 7,8 mg/L sehingga hasilnya efektif. Hasil COD pada limbah rumah sakit adalah inlet sebesar 205,3 mg/L dan outlet sebesar 41,7 mg/L sehingga hasilnya efektif. Hasil pemerksaan TSS pada air limbah rumah sakit adalah inlet sebesar 52 mg/L dan outlet sebesar 10 mg/L sehingga hasilnya efektif. Hasil penjernihan air Limbah oleh tawas dari kaleng lauratan cap kaki tiga lebih baik dengan turbidity (kekeruhan) awal 31,62 NTU dan pH 9,5 didapat turbidity 1,37 NTU dan pH 7,0 dari penelitian ini hasil tawas yang terbaik yaitu pada tawas dari kaleng minuman merek laruutan cap kaki tiga.
PENGARUH ENZIM BROMELIN BUAH NANAS TERHADAP KUALITAS VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Luthfi Mughni Anisa Haryono; Rizka Mulyawan; Azhari Azhari; Nasrul ZA; Meriatna Meriatna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i6.11486

Abstract

Metode enzimatik dengan menggunakan enzim proteolitik menjadi salah satu cara dalam proses pengolahan Virgin Coconut Oil (VCO), dimana enzim tersebut memecah protein dengan cara hidrolisa ikatan peptida sehingga menjadi asam amino yang sederhana. Penelitian ini menggunakan enzim bromelin dari buah nanas sebagai enzim proteolitik. Penelitian ini memiliki tujuan menganalisa pengaruh isolasi enzim bromelin buah nanas dan volume enzim bromelin yang ditambahkan terhadap virgin coconut oil yang sesuai dengan SNI 7381:2008. Penelitian tentang VCO sudah dilakukan sebelumnya, penelitian yang belum dilakukan yaitu menganalisa pengaruh isolasi enzim bromelin buah nanas dan volume enzim bromelin buah nanas terhadap virgin coconut oil. Penelitian ini memvariasikan jenis pelarut pada proses isolasi enzim yaitu aseton, natrium klorida dan natrium asetat serta memvariasikan jumlah enzim yang ditambahkan dalam santan yaitu 2,5 ml, 5 ml, 7,5 ml, dan 10 ml. Kemudian dianalisa kadar asam lemak bebas, kadar air dan sifat organoleptiknya. Hasil penelitian diperoleh nilai kadar air, nilai kadar asam lemak bebas yang sesuai SNI 7381:2008 adalah penambahan enzim bromelin yang diisolasi NaCl dengan volume 2,5 ml dan 7,5 ml, penambahan enzim bromelin yang diisolasi aseton dengan volume 7,5 ml dan 10 ml, penambahan enzim bromelin yang diisolasi natirum asetat dengan volume 7,5 ml dan 10 ml yaitu senilai 0,2%, dan analisa organoleptik yaitu enzim bromelin yang diisolasi dengan NaCl dan aseton.
PENGARUH VARIABEL SUHU DAN WAKTU PIROLISIS PADA PEMBUATAN ASAP CAIR (Liquid Smoked) DARI LIMBAH PADAT NILAM (Pogostemon Cablin Benth) Chalisna Wildani; Zainuddin Ginting; Meriatna Meriatna; Muhammad Muhammad; Ishak Ibrahim
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i4.9769

Abstract

Limbah padat nilam adalah limbah yang tidak digunakan dan keberadaannya sangat melimpah. Ketersediaan limbah padat nilam sangat berpotensial untuk diolah menjadi asap cair karena memiliki komponen senyawa organik yaitu selulosa, hemiselulosa dan lignin. Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya, yang belum adalah penggunaan nilam sebagai bahan baku pembuatan asap cair dengan menggunakan pirolisis yang menghasilkan lebih banyak banyak yield asap cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pirolisis terhadap yield, densitas dan pH asap cair yang dihasilkan. Metode penelitian menggunakan proses pirolisis yang  dilakukan pada suhu 250oC, 300oC, dan 350oC dengan variasi waktu pirolisis 60 menit, 90 menit,  120 menit dan 150 menit. Asap cair diperoleh dari kondensasi asap hasil dekomposisi senyawa organik pada proses pirolisis. Dari penelitian diketahui bahwa yield asap cair cenderung meningkat seiring naiknya suhu dan waktu pirolisis. Yield asap cair tertinggi diperoleh pada suhu pirolisis 350oC dan waktu pirolisis 150 menit sebesar 14,92%. Densitas terbaik diperoleh pada pada suhu 350oC dan waktu 150 sebesar 0,9916 sebesar 0,9916 gr/ml. pH asap cair terbaik diperoleh pada suhu pirolisis 350oC dan waktu pirolisis 150 menit sebesar 3,32. Berdasarkan hasil analisa menggunakan GC-MS diperoleh fenol sebesar 46,14%. 
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abrar, Muhammad Ifan Abubakar Dabet Adriyan Jondra Afifa Luthfia Agam Muarif Ahmad Alwi Hasibuan Alifnur Alifnur Amri Aji Amri Aji, Amri Amri Amri Ananda, Dhea Riski Andrie Kurniawan Indra Anisma Fahmi Anisyah Padang Anita Sari Ferani Annisa Aulia ARDIANSYAH ARDIANSYAH Ariski Saina Ariski Saina Asnadia Asnadia Aulia Fahri Aulia, Muhammad Rifki Aulia, Yeni Auliani Auliani Auliani Auliani, Auliani Ayu Sutia Amanda Azhari Azhari Azhari Azhari Chairunnisa Chairunnisa Chalisna Wildani Cut Khairunnisa Cut Mauliza Utary Daud, Eva Darnila Dina Nasution, Zukhrufi Dion Aidil Putra dwi ayu lestari, dwi ayu Dwi Dear Asrianda Damanik Eddy Kurniawan Edy Kurniawan Efri Marnelisa Eka Intan Kumala Putri Eka Sri Astuti Eni Suryani Eva Diana Evana Evana Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Fajar Sidiq Seregar Fajar, Aidil fatimah Fatimah Fatnia, Fatnia Ferri Safriwardy Fibarzi, Wiza Ulfa Fikri Hafita Fikri Hasfita Fitria, Lisa Fitriani Fitriani Frandika Darma Ginting, Ledy Mahara Gusti Indah Sari Hajijah Hajijah Halimah, Mustika Ridhatul Hanie, Nawardah Hanif, Hanif Haslina Haslina Ibrahim, Ishak Iqbal Kamar Iqbal Kamar Ishak Ibrahim Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Kamar, Iqbal Khairunnisa Kurniawan, Meutia Laksita Ika Paksi Leni Maulinda Leni Maulinda, Leni Leni, Maulinda Lidya Permata Lestari Lidya Permata Lestari Lis Ayu Widari, Lis Ayu Lisa Andriani Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim Luthfi Mughni Anisa Haryono Luthfi Mughni Anisa Haryono Lutvia, Faiza Mahyuni Marito Harahap Marlina Marlina Maryana Maryana Maryana Maryana, Maryana Maryanti Maryanti Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, M Masrullita, Masrullita Maulana, Muhammad Zikri Mawaddah Fitria Melan Amanah, Ananda Mhd Azrin Muazzinah Muazzinah Muhammad Fazlunnazar Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Safrijal Muhammad Sayuthi Muhammad Zakaria Muhammad, Muhammad Mulyawan, Rizka Munawar Khalil Mutia Sukma Nadia Prisca Putri Nadrakhilla, Yayang Narul ZA Narul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nasrul Za, Nasrul Za Nasution, Fahrizal Nia Afriani Nia Sagita Lestari Novi Sylvia Nur Asiah Indah Rahayu Nurdin Nurdin Nurlaila, Rizka Nurlian Nurlian Nurlian Octaviani Pasaribu Panjaitan, Muhammad Ishak Idrus Pradesti, Salsa Prasatia, Ridha Purwoko, Agus Putri Sara Fhariza R.A Nita Rosalinda Muttaqin Rahma Yanti Rahmadhani, Rahmadhani Raihan Putri Raudhatul Ulfa Reza Abdillah Harahap Reza Dwi Fani Rianda, Rizki Rina Afriani Rina Lestari Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rozanna Dewi Safriani, Siti Widya Safrida, Riana Safwan Azlani Salim, Muhammad Yahdi Salsabil, Safyra Qathrunnada Samsul Bahri Sanda Mulia Utari Sari, Riska Kumala Sinaga, Ahmad Roihan Sinaga, Selvi Sundari Sinta Morina Sitorus, Ika Pratiwi Berliana Sofiyani, Nurwardina Sofyan Sofyan Sofyan, Diana Khairani Sri Awalin Marpaung Sulahatun, Sulhatun Sulhatun Sulhatun Suri Atika Suryani Suryani Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syafira Dara Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syarifah Yulisa Syebrina, Annisa Syukriah Syukriah, Syukriah Tasya Maidayanti Tata Tirani Trisna Trisna, Trisna Ulfa, Raudhatul Veithzal Rivai Zainal Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi Wusnah Wusnah Wusnah, Wusnah Yani, Firda Tirta Yudistira Yudistira Zainuddin Ginting Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri, Z Zuraida Zuraida