Claim Missing Document
Check
Articles

Found 54 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

Pembuatan Sabun Mandi Padat Menggunakan Bahan Baku Minyak Jarak (Castor Oil) dengan Penambahan Minyak Serai Devia Ayu Setyowati; Muhammad Muhammad; Jalaluddin Jalaluddin; Zainuddin Ginting; Eddy Kurniawan
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i4.7951

Abstract

Sabun merupakan garam logam alkali dari asam lemak yang dihasilkan dari reaksi saponifikasi asam lemak dengan alkali basa. Pembuatan sabun mandi padat ini menggunakan bahan baku minyak jarak dengan penambahan minyak serai sebagai pewangi alami. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari karakteristik sabun yang dibuat dari minyak jarak dengan penambahan minyak serai dan membandingkannya dengan SNI sabun padat (SNI 06-3521-1994). Metode yang digunakan dalam pembuatan sabun mandi padat pada penelitian ini yaitu menggunakan metode panas. Hasil yang didapatkan pada penelitian pembuatan sabun mandi padat yang baik yaitu pada konsentrasi NaOH 30% dan 35% dengan volume minyak serai 2,5 mL dengan parameter kadar alkali bebas 0,08%, kadar air 14,2%, pH 10,5 sedangkan parameter densitas memiliki nilai 0,961 gr/cm3 yang masih belum memenuhi SNI. Uji organoleptik yang paling disukai oleh panelis adalah sabun yang terbuat dari konsentrasi NaOH 40% dengan volume minyak serai 5 mL dan 7,5 mL. Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian ini ialah berdasarkan uji karakteristik yang telah dilakukan maka dapat dikatakan bahwa sabun mandi yang dihasilkan masih banyak yang belum memenuhi standar uji SNI.
Pembuatan Permen Jeli Dari Sari Kulit Semangka Dengan Penambahan Kadar Gula Nadira Diandra; Zainuddin Ginting; Eddy Kurniawan; Muhammad Muhammad; Syamsul Bahri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i4.6605

Abstract

Penelitian pembuatan permen jeli dari sari kulit semangka dengan penambahan kadar gula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar gula terhadap kualitas permen jeli dari sari kulit semangka secara fisik, kimia, dan perkapangan serta untuk mengetahui konsentrasi gula dan CMC yang tepat. Pada peneltian adapun bahan yang digunakan meliputi sari kulit semangka, CMC, gula pasir, asam sitrat dan air. Berdasarkan hasil analisa menunjukkan bahwa penambahan kadar gula terhadap pembuatan permen jeli kulit semangka berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu dan kapang. Penambahan kadar gula dengan 400, 450, dan 500 gram dan variasi penambahan CMC 4,6 dan 8 gram memperoleh kadar air yang bagus terdapat pada 500 gram gula dan 8 gram CMC dengan kadar air 20% dan kadar abu 1,92% telah memenuhi standar SNI permen jeli , kapang yang terjadi pada media Potato Dextrose Agar (PDA) dilihat penampakan kapang secara makrokopis dan mikrokopis dapat dibandingkan dengan petunjuk bahwa kapang yang tumbuh Aspergillus Niger
Pengaruh waktu fermentasi terhadap mutu kopi menggunakan bakteri asam laktat dari yakult Hijratul Izzati; Jalaluddin Jalaluddin; Zainuddin Ginting; Eddy Kurniawan; Sulhatun Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i3.6596

Abstract

ABSTRAKFermentasi merupakan proses perombakan senyawa organik oleh mikroorganisme yang melibatkan enzim yang dihasilkan sebagai biokatalis dalam lingkungan yang dikendalikan. Komponen kimia didalam kopi seperti kafein, asam klorogenat, trigonelin, karbohidrat, lemak, asam amino, asam organik, aroma volatil dan mineral dapat menghasilkan efek yang menguntungkan dan membahayakan kesehatan. Bakteri asam laktat adalah bakteri yang mampu memfermentasikan gula atau karbohidrat untuk memproduksi asam laktat dalam jumlah besar. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan bakteri asam laktat pada yakult sebagai media fermentasi biji kopi untuk menghasilkan bubuk kopi dengan mutu yang lebih baik. Proses fermentasi melibatkan bakteri Lactobacillus caseipada yakult sebagai media fermentasi dengan variasi waktu fermentasi dan jenis kopi. Kadar kopi paling tinggi diperoleh pada waktu fermentasi 60 jam untuk kopi robusta dan arabika yaitu 5% dan 4%, kadar sari paling tinggi diperoleh pada waktu fermentasi 12 jam untuk kopi robusta dan arabika yaitu 35% dan 27 %, kadar kopi paling tinggi diperoleh pada waktu fermentasi 48 jam untuk kopi robusta yaitu 1,075 % dan 36 jam untuk kopi arabika yaitu 0,985 %, kopi dengan rasa paling nikmat diperoleh pada waktu fermentasi 36 jam untuk robusta dan arabika dengan skor masing-masing 5, warna paling enak pada waktu fermentasi 60 jam untuk robusta dan arabika dengan skor masing-masing 5,dan aroma paling enak adalah pada waktu fermentasi 12 jam untuk robusta dan arabika dengan skor masing-masing serta kadar abu tertinggi diperoleh pada waktu fermentasi 12 jam yaitu 4,6 % untuk robusta dan 4,585% untuk arabika. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa kopi yang difermentasi oleh bakteri Lactobacillus casei masih berada pada syarat mutu bubuk kopi berdasarkan SNI 01-3542-2004. 
HIDROLISA KULIT SINGKONG (manihot utilisima pohl) MENJADI GLUKOSA CAIR MENGGUNAKAN KATALIS HCl Mahfuddara Mahfuddara; Syamsul Bahri; Eddy Kurniawan; Jalaluddin Jalaluddin; Zulnazri Zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i1.7473

Abstract

Kulit singkong merupakan limbah buah singkong yang mengandung pati atau karbohidrat. Penelitian ini menggunakan metode hidrolisia dengan katalis HCl yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu operasi serta kinetika reaksi pada proses hidrolisis dalam beaker glass yang dilengkapi dengan pengaduk dengan variasi waktu 30, 60, 90, 120 menit dan suhu dengan variasi 80, 85, 90, dan 950C. Pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kadar glukosa paling tinggi diperoleh sebesar 45 % dengan jumlah 5,277 gr pada waktu hidrolisa 120 menit dan suhu 950C, sedangkan kadar glukosa terendah diperoleh 20 % dengan jumlah 2,872 gr pada waktu hidrolisa 30 menit dengan suhu 800C. Yield paling tinggi diperoleh pada waktu hidolisa 120 menit dan suhu 950C sebesar 52,77 %, sedangkan nilai yield terendah diperoleh 28,72 % pada waktu hidrolisa 30 menitdan suhu 800C. Kemudia Konversi glokosa yang tereduksi paling tinggi diperoleh pada waktu hidrolisa 120 menit dan suhu 950C sebesar 53 %, sedangkan konversi terendah diperoleh 29 % pada waktu hidrolisa 30 menit dan suhu 800C. Reaksi hidrolisa kulit singkong ini merupakan reaksi orde satu semu. 
Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Glukosa Menggunakan Katalis Asam Sulfat Zulfida Najla Azni; Jalaluddin Jalaluddin; Eddy Kurniawan; Zainuddin Ginting; Masrullita Masrullita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i1.8648

Abstract

Pisang adalah salah satu bahan makanan yang sangat potensial dijadikan produksi berbagai makanan. Hasil panennya melimpah di Indonesia, begitu pula dengan limbah kulit pisang yang dihasilkan. Limbah kulit pisang merupakan salah satu bahan yang tinggi karbohidrat sehingga berpotensi tinggi untuk diolah menjadi berbagai produk, salah satunya glukosa melalui proses hidrolisis. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan glukosa dari limbah kulit pisang raja dan mempelajari pengaruh konsentrasi katalis asam sulfat pada reaksi hidrolisis kulit pisang terhadap hasil glukosa yang diperoleh. Selanjutnya kulit pisang raja di hidrolisis menggunakan larutan H2SO4 dengan konsentrasi 0.5 M dan 1 M. Waktu yang digunakan yaitu 45 menit,60 menit, 75 menit dan 90 menit dalam berbagai suhu operasi yaitu 80oC, 90oC dan 100oC. Setelah dianalisis kandungan glukosanya menggunakan refraktrometer didapatkan glukosa tertinggi yaitu sebesar 30.4% pada suhu 100oC, waktu 90 menit dengan konsentrasi asam sulfat sebesar 1 M. Dengan yield tertinggi sebesar 78% dan konversi sebesar 76% pada suhu, waktu dan konsentrasi yang tebesar dari penelitian ini. Sehingga diketahui bahwa semakin tinggi suhu, semakin lama waktu hidrolisis dan semakin besar konsentrasi katalis yang digunakan maka semakin besar kadar glukosa, persentase yield dan konversi yang dihasilkan.
Pembuatan Tempe Berbahan Dasar Ampas Tahu Dengan Proses Fermentasi Dengan Menggunakan Ragi (Ryzopus Oruzae) Eki Supratiwi; Zulnazri Zulnazri; Lukman Hakim; Eddy Kurniawan; Muhammad Muhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i1.10219

Abstract

Ampas tahu merupakan bahan tambah pangan yang digunakan dalam pembuatan tempe. Ampas tahu adalah salah satu jenis limbah pembuatan tahu  yang berbentuk ampas yang didapatkan dari hasil pemisahan antara sari pati kedelai yang telah di saring. Ampas tahu pada penelitian ini diperoleh dari hasil pemisahan saripati kedelai. Ampas tahu, awalnya Diamkan ampas tahu selama semalaman, bisa ditaruh di nampan. Kukus ampas tahu sampai matang 35-45 menit, Taruh ampas tahu di kuali untuk disangrai sampai kandungan airnya berkurang (sangrai selama 25 menit,) lalu tuang ampas tahu di nampan biarkan dingin (kurang lebih 1 jam) Beri ragi, aduk dengan sendok. Masukkan kedalam plastic, daun pisang, daun coklat Taruh di rak kawat yang dialasi kain tipis, tutup dengan kain di fermentasi dalam waktu 1,2,3,dan 4 hari. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, perbedaannya adalah penelitian sebelumnya tidak memakai uji protein dan uji kadar air untuk menghasilkan standar tempe yang berkualitas. Berdasarkan hasil penelitian, analisa kadar air tempe  yang paling banyak menghasilkan Kadar air yang paling tinggi diperoleh pada waktu fermentasi hari ke-4 yaitu 72 %. Sedangkan kadar air yang terendah diperoleh pada waktu fermentasi hari ke-1 yaitu 40 %. Semangkin lama waktu fermentasi maka semangkin tinggi nilai kadar air yang dihasilkan. 
PENGARUH TEMPERATUR ROASTING BIJI KOPI TERHADAP KANDUNGAN KAFEIN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Andri Nur rizky; Agam Muarif; Syamsul Bahri; Novi Sylvia; Eddy Kurniawan; Wiza Ulfa Fibarzi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i1.9279

Abstract

Proses Roasting adalah proses pembentukan rasa dan aroma pada biji kopi. Apabila biji kopi memiliki keseragaman dalam ukuran, specific grafity, tekstur, kadar air dan struktur kimia, maka proses penyangraian akan relatif lebih mudah untuk dikendalikan. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang kadar kafein dalam kopi yang diroasting dengan variasi temperatur tertentu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan perlakuan variasi temperatur dan Jenis biji kopi, temperatur roasting terdiri dari suhu 195°C, 205°C, dan 215°C sedangkan biji kopi terdiri dari biji kopi jenis Arabika dan Robusta yang diambil dari kecamatan Timang gajah kabupaten Bener meriah provinsi Aceh. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa variasi temperatur dan jenis biji kopi berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air dan kadar kafein. Perlakuan roasting biji kopi Arabika pada temperatur tertinggi yaitu 2150C Menghasilkan kadar kafein sebesar 15,43788 ppm dan kadar air sebesar 1,42%, sedangkan untuk temperatur terendah yaitu 1950C menghasilkan kadar kafein sebesar 12,07424 ppm dan kadar air sebesar 2,59 %. dan Perlakuan roasting biji kopi Robusta pada temperatur tertinggi yaitu 2150C Menghasilkan kadar kafein sebesar 22,92273 ppm dan kadar air sebesar 3,9 % sedangkan untuk temperatur terendah yaitu 1950C menghasilkan kadar kafein sebesar 18,24091 ppm dan kadar air sebesar 6,58%. Semakin tinggi temperatur maka semakin gelap warna kopi hasil roasting. Pengujian kadar kafein dalam kopi dilakukan dengan metode Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 275 nm. Berdasarkan uji organoleptik kopi Arabika yang paling disukai panelis adalah kopi yang diroasting pada suhu 205˚C, sedangkan kopi Robusta yang paling disukai oleh panelis adalah kopi yang diroasting pada suhu 205°C.Kata kunci:Biji kopi Arabika, Biji kopi Robusta, Roasting, Temperatur, Uv - Vis
PEMBUATAN SURFAKTAN METIL ESTER SULFONATE DARI MINYAK KELAPA (VIRGIN COCONUT OIL) DENGAN METODE SULFONASI Evi Maulida; Jalaluddin Jalaluddin; Narul ZA; Zulnazri Zulnazri; Eddy Kurniawan
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i2.9969

Abstract

Penelitian dengan judul Pembuatan Surfaktan Metil Ester Sulfonate Dari Minyak Kelapa (Virgin Coconut Oil) Dengan Proses Sulfonasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi dan suhu terbaik terhadap hasil surfaktan metil ester mes dari minyak kelapa. Surfaktan merupakan bahan pembasahan yang menurunkan tegangan permukaan suatu cairan dan merupakan senyawa yang bersifat amfipatik karena mengandung gugus hidrofilik. Proses pembuatan surfaktan dilakukan dengan dua proses, yaitu proses transesterifikasi untuk mendapatkan metil ester dan proses sulfonasi dengan dengan konsentrasi H2SO4 yang di variasikan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian yang belum dilakukan adalah pembuatan surfaktan menggunakan asam kuat sebagai agen pensulfonasi dengan bahan baku minyak kelapa. Penggunaan asam kuat sebagai agen pensulfonasi bertujuan untuk melihat perbandingan hasil surfaktan. Konsentrasi dan suhu sangatlah penting terhadap pembentukan surfaktan. Setelah proses sulfonasi selesai maka pembentukan hasil antara metil ester dengan H2SO4 akan di endapkan untuk dilakukan pemisahan. Kemudian dilakukan proses pemurnian dengan menambahkan etanol, selanjutnya proses penetralan dengan penambahan NaOh. Selanjutnya, surfaktan yang di hasilkan akan dilakukan pengujian yakni dengan uji yield, Densitas, uji pH dan bilangan asam. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa surfaktan  terbaik didapatkan dengan % yield 60,62% yang di dapatkan pada temperature 90oC dan konsentrasi H 2 SO 4 40%.
PEMBUATAN BRIKET CANGKANG KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN VARIASI JENIS DAN PERSENTASE PEREKAT TEPUNG TAPIOKA DAN TEPUNG BERAS Cut Milya; Eddy Kurniawan; Lukman Hakim; Rozanna Dewi; Muhammad Muhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i4.9913

Abstract

Sumber energi alternatif yang banyak dikembangkan dan diteliti saat ini adalah bahan bakar biomassa limbah pertanian. Biomassa seperti cangkang kelapa sawit dapat menjadi sumber bahan baku briket sebagai salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil (minyak bumi). Penelitian Pembutan Briket Arang dengan Biomassa sudah pernah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya, dengan menggunakan biomassa dan jenis perekat yang berbeda, yang belum pernah dilakukan adalah Pembuatan Briket Arang dari Cangkang kelapa Sawit Menggunakan Variasi Jenis dan Persentase Perekat Tepung Tapioka dan Tepung Beras. Tujuan penelitian untuk menganalisa jenis dan persentase perekat yang tepat untuk membuat briket arang cangkang kelapa sawit agar menghasilkan briket dengan kualitas yang baik sesuai standar meliputi kadar air, kadar abu, dan nilai kalor. Proses pembuatan briket meliputi proses karbonisasi, pencampuran biomassa dengan perekat, pencetakan, pengeringan, dan uji kualitas briket yaitu kadar air, kadar abu dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket arang cangkang kelapa sawit sudah memenuhi standar. Pada briket perekat tepung tapioka  kadar air rata-rata sebesar 2.35%, kadar abu sebesar 5.06%. Sedangkan pada briket perekat tepung beras kadar air rata-rata sebesar 2.74%, kadar abu 5.50%. Nilai kalor dari briket arang menggunakan perekat tepung tapioka dan tepung beras dengan persentase 4% masing-masing sebesar 6930.11 kal/gr dan 6922.22 kal/gr.  
PEMBUATAN YOGHURT DARI KULIT BUAH NAGA DENGAN VARIASI JENIS STARTER Muhammad Farhan; Eddy Kurniawan; Masrullita Masrullita; Rozanna Dewi; Syamsul Bahri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 3 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i3.11145

Abstract

Yoghurt ialah satu dari banyaknya kreasi olahan pangan yang terbentuk dari susu melewati metode fermentasi dengan memakai campuran biakan inokulum Lactobacillus  bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Kulit buah naga masih belum dimaslahatkan menjadi kreasi olahan yang memiliki nilai ekonomi, disaat kulit buah naga mempunyai berat antara 30- 35%  dari  berat  keseluruhan buah naga. Pemanfaatan limbah kulit buah naga diperlukan agar menjadi produk yang bernilai ekonomis. Tujuan dari penelitian ini yakni guna untuk mengetahui proses pembuatan yoghurt kulit buah naga serta pengaruh jenis starter dan waktu fermentasi terhadap kadar asam laktat, kadar abu dan pH yoghurt yang dihasilkan. Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya, yang belum adalah dengan menggunakan dua jenis starter dalam proses fermentasi kulit buah naga menjadi yoghurt yaitu menggunakan starter yoghurt bubuk dan starter yoghurt plain yang akan dilihat dari pengaruh variasi jenis starter terhadap karakteristik yoghurt yang didapat. Metode penelitian menggunakan  proses fermentasi dengan ragam waktu penyimpanan atau fermentasi dengan kurun waktu 0 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam dan 48 jam. Dari penelitian diketahui karakteristik yoghurt semakin melonjak seiring dengan rentang waktu fermentasi. Kadar asam laktat tertinggi diperoleh sebesar 2,434%. Kadar abu tertingi diperoleh sebesar 1,013%. pH yoghurt terbaik diperoleh dari yoghurt dengan waktu fermentasi 24 jam sebesar 4,06.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA abdullah, humaira Abrar, Muhammad Ifan Achmad Farid Adi Yusuf Agam Muarif Agus Salim Ahmad Farhan Ahmad Farhan, Ahmad Ananda, Dhea Riski Andri Nur rizky Andrianto, M. Heryadi Anggraini, Dea Riski Aprillia, Ricka Arif Widodo Armadani, Wika Aurora, Tassa Azhari Azhari Azhari Azhari Azhari azhari, azhari azhari Baladina, Ashlaha Basuki Santoso Chairina Chairina Chairinnisa, Chairinnisa Choirudin, Muhammad Alvin Cut Milya Cut Rika Saffira Dahliana Abdullah Devia Ayu Setyowati Diema Hernyka Satyareni Dwi Fibrian, Ivan Eggi Diswanto Eki Supratiwi Eni Suryani Evi Maulida Fadlan, Moh Faidah, Desi Nur Faisal Faisal Faisal Faisal Fajar DNA Fandi Ahmad Febri Prima Fitriani Fitriani Fuji Maharani GITA SURYANI LUBIS Gunawan . Gunawan Gunawan Harahap, Handoyo Harahap, Nurul Aulia Hasibuan, Khalil Gibran Hery Widijanto Hijiriani, Awi Anugrah Hijjrah, Nur Hijratul Izzati Hukaimah, Hashifah humairah, syarifah siti Husnul Chatimah, Husnul Ibrahim, Ishak Inggit Sari Inggit Sari Iqbal Kamar Ishak Ibrahim Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak, I Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jannah, Rouzatul Japri, Bryan Anthony Jasmani Jasmani Kamar, Iqbal Lalak Tarbiyatun Nasyin Maleiva Leni Maulinda, Leni Lisa Andriani Lukman Hakim Lukman Hakim Luvia, Indal Mahfuddara Mahfuddara Marcelina Marcelina, Marcelina Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita masud, Masud Mauliza Asri Meilasari, Fitriana Meriatna Meriatna Mochamad Imamudin Muammar Khadafi Muhammad Farhan MUHAMMAD IVANTO Muhammad Ma'shum Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad nur Ichsan Tamiogy Muhammad, Muhammad mukhamad masrur Muliadi Mulya, Maulana Heru Mulyatun Mulyatun Mulyawan, Rizka Muslikhin Hidayat Muslikhin Hidayat Mutiawati Mutiawati Nadira Diandra Nainggolan, Yuni O Narul ZA Nasrul ZA Nasrun Nasrun Nasrun, Mahdalena Ningrum, Gemilang Oktavia Nita Sari Novi Sylvia Nur Faidah, Desi Nurma Nurma Nuruddifa Alif Maghfirin Nurul Safriani Oktaviani, Eva Pramuni P Yolanda, Kristina Desideria Purwoko, Agus Puteri, Febbyola Putri Nurjannah Raudhatul Jannah Resi Silvia Rina Zahara Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan rizki, sela rafidah Rosanti Dewi, Rosanti Rouzatul Jannah Rozanna Dewi Rully Marzuli Sigit Trahnawan Siti Mutrofin Siti Namira Sri Dea Varissa Suci Wulandari Sulhatun Sulhatun sulhatun, sulhatun sulhatun Sutrisno, Hendri Syafrudin, Tomy Syahfitri, Ajeng Syahrul Khairi Syaikhuddin, Muhammad Miftakhul Syamsul Arifin Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syebrina, Annisa Tauhid Nursalim Teguh Prastyo, Arya Tri Agusna PA, Angga Ulfa, Raudhatul Umairoh, Ummi Usman A. Gani Vania, Sherryl Wahyudi Budi Sediawan Wahyudi Budi Sediawan Wildan, Siti Wivina Diah Ivontianti, Wivina Diah Wiza Ulfa Fibarzi Yupiyanti Yupiyanti Zahara Firda Zahratun Mauliza Zainuddin Ginting Zulfa, Rahmita Zulfida Najla Azni Zulnazri, Z