Claim Missing Document
Check
Articles

Found 54 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

OPTIMASI SUHU DAN KONSENTRASI PELARUT ETANOL PADA PROSES EKSTRAKSI TANIN DARI BIJI PINANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN RSM Zahara Firda; Agam Muarif; Azhari Azhari; Rizka Mulyawan; Eddy Kurniawan
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i4.9552

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki komoditas penghasil biji pinang terbesar didunia. Biji pinang mengandung beberapa komponen senyawa kimia yang sangat penting diantaranya  tanin, alkaloid, lemak, serat, mineral dan pholyphenol. Tanin pada biji pinang ini dapat diambil dengan menggunakan metode ekstraksi menggunakan pelarut etanol. Salah satu fungsi tanin ini sebagai pewarna pada industri pembuatan tinta dan cat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum pengaruh suhu dan konsentrasi pelarut etanol pada proses ekstraksi tanin dari biji pinang dengan menggunakan pendekatan response surface methodology (RSM). Variabel dalam penelitian ini adalah konsentrasi etanol diantaranya 78, 82, 86, 90 dan 94% dengan suhu operasi 50,55, 60, 65 dan 70 oC. Hasil penelitian ini menunjukkan kondisi yang optimum terdapat pada suhu 60 oC dan konsentrasi 86% dengan perolehan kadar tanin sebesar 33,04%, densitas diperoleh sebesar 1,32 gr dan berat tanin diperoleh sebesar 2,04 gr.
PEMBUATAN ASAP CAIR (Liquid Smoked) DARI LIMBAH PADAT NILAM (Pogostemon Cablin Benth) DENGAN METODE PIROLISIS Jasmani Jasmani; Zainuddin Ginting; Masrullita Masrullita; Eddy Kurniawan; Rozanna Dewi; Faisal Faisal
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i2.9770

Abstract

Limbah padat hasil penyulingan minyak nilam banyak dijumpai diindustri penyulingan minyak nilam terutama dikota Lhokseumawe. Besarnya volume limbah padat penyulingan nilam belum termanfaatkan secara optimal. Dengan memanfaatkan limbah tersebut menjadi produk yang berguna dan mempunyai nilai tambah yang nyata. Keberadaan limbah padat nilam sangat berpotensial untuk diolah menjadi asap cair karena memiliki komponen senyawa organik yaitu selulosa, hemiselulosa dan lignin. Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya, yang belum adalah penggunaan limbah padat nilam sebagai bahan baku pembuatan asap cair dengan menggunakan metode pirolisis yang menghasilkan lebih banyak yield asap cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembuatan asap cair serta pengaruh suhu dan waktu pirolisi terhadap yield, densitas dan pH asap cair yang dihasilkan. Metode penelitian menggunakan proses pirolisi yang dilakukan pada suhu 250oC, 300oC dan 350oC dengan variasi waktu pirolisis 60 menit, 90 menit, 120 menit dan 150 menit. Asap cair diperoleh dari kondensasi asap hasil dekomposisi senyawa organik pada proses pirolisis. Dari penelitian diketahui bahwa yield asap cair cenderung meningkat seiring naiknya suhu dan waktu pirolisis. Yield asap cair tertinggi diperoleh sebesar 16,16%. Densitas terbaik diperoleh dari asap cair hasil pirolisis sebesar 0,9916 gr/ml. pH asap cair terbaik diperoleh dari asap cair hasil pirolisis sebesar 3,32. Kandungan asap cair pada uji menggunakan GC-MS adalah fenol sebesar 46,14% dan benzene sebesar 15,55%.
PEMANFAATAN LIMBAH AMPAS TEBU UNTUK PEMBUATAN ARANG BRIKET DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN PEREKAT LEM K Siti Namira; Syamsul Bahri; Eddy Kurniawan; Jalaluddin Jalaluddin; Masrullita Masrullita; Iqbal Kamar
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i2.9163

Abstract

Pengembangan energi alternatif saat ini menjadi penting karena semakin berkurangnya sumber daya alam. Pemanfaatan energi biomassa merupakan salah satu cara memanfaatkan energi alternatif. Bahan baku biomassa pada penelitian ini adalah limbah ampas tebu. Penelitian ini bertujuan mengamati kualitas dari briket arang limbah ampas tebu dengan menggunakan perekat lem K, dengan ukuran partikel arang 50 mesh, 80 mesh, dan 100 mesh, serta 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30% lem K sebagai perekat.Pembuatan briket arang dilakukan dengan karbonisasi untuk mengkonversi bahan baku dari suatu zat organik ke dalam karbon dengan melakukan pembakaran pada bahan baku untuk menghilangkan metode lain yang tidak dibutuhkan oleh arang. Pada penelitian ini dilakukan uji proximate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel arang 80 mesh dengan 25% perekat lem K memberikan kualitas briket arang terbaik yang memiliki karakteristik: kadar air 7,57%, kadar abu 8,10%, dan nilai kalor sebesar 5.519,9 (cal/g) . Melihat dari hasil penelitian ini bahwa limbah ampas tebu dapat dijadikan salah satu bahan baku alternatif dalam pembuatan briket dan lem K dapat dimanfaatkan sebagai bahan perekat pada pembuatan briket, karena penggunaan lem K sebagai perekat terbukti dapat meningkatkan kualitas briket yang dihasilkan.Kata Kunci : arang, briket, energi alternatif, karbonisasi, lem K, limbah ampas tebu
FORMULASI, EVALUASI FISIKA DAN UJI STABILITAS POMADE DARI EKSTRAKSI MINYAK KEMIRI (Aleurites moluccana (L.) Wild) Muhammad nur Ichsan Tamiogy; Sulhatun Sulhatun sulhatun; Zulnazri Zulnazri Zulnazri; Rozanna Dewi; Eddy Kurniawan
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i2.10084

Abstract

Pomade adalah salah satu inovasi produk kosmetik rambut yang berbentuk padat dengan aroma yang harum karena ditambahkan oil essential. Tujuan membuat produk Pomade terbaik berdasarkan parameter proses terhadap suatu produk yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam pembuatan pomade pada penelitian ini yaitu menggunakan metode panas. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah perbedaan bahan baku dalam pembuatan pomade, yaitu pengunaan minyak kemiri Hasil dari penelitian ini didapatkan pembuatan Pomade untuk tingkat derajat keasaman (pH) didapatkan semua produk Pomada dengan tingkat keasaman yang sama yaitu 7, untuk organoleptik didapatkan untuk aroma terbaik pada sampel F dengan nilai 57, warna terbaik pada sampel O dengan nilai 60 dan tekstur pada sampel M dengan nilai 60 dan untuk daya sebar terbaik pada sampel N dengan penyebaran 7 cm. Berdasarkan uji organoleptik semakin tinggi dan konsentrasi minyak kemiri yang digunakan maka semakin bagus homogennya suatu produk Berdasarkan uji daya sebar semakin tinggi konsentrasi penggunaan minyak kemiri dan beeswax yang rendah yang digunakan maka semakin signifikan kenaikan daya sebar yang dihasilkan.
Pembuatan Briket Dari Campuran Limbah Cangkang Kelapa Sawit Dan Serbuk Kayu Gergaji Menggunakan Perekat Sagu Dan Arpus Sebagai Bahan Bakar Alternatif Zulfa, Rahmita; Kurniawan, Eddy; Jalaluddin, Jalaluddin; Bahri, Syamsul; Ibrahim, Ishak
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.13880

Abstract

Biomassa memiliki beberapa kegunaan sebagai sumber energi. Briket biomassa adalah salah satu jenis energi. Berbagai macam bahan mentah, termasuk sampah, tersedia untuk digunakan dalam produksi briket saat ini. Limbah cangkang kelapa sawit dan serbuk gergaji merupakan bahan yang digunakan dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas briket dengan berbagai bahan perekat. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah penggunaan jenis campuran bahan baku berupa cangkang kelapa sawit dan serbuk kayu gergaji dan varisi  perekat yaitu sagu dan arpus sehingga didapatkan briket yang terbaik dengan nilai kalor 6.814 cal/g pada briket dengan perekat arpus. Perekat yang digunakan adalah sagu dan arpus, dan briketnya dicetak dalam berbagai ukuran. Khusus pipa kecil diameter 26 mm, pipa sedang diameter 32 mm, dan pipa besar diameter 42 mm dengan tinggi masing-masing 1 inchi. Kadar air, kadar abu, nilai kalor, dan lama pembakaran semuanya diperiksa dalam penelitian ini. Briket yang dibuat menggunakan lem arpus dalam cetakan pipa kecil memiliki kadar air paling rendah (4,24%), menurut penelitian ini. Pada cetakan pipa kecil, briket yang dibuat menggunakan perekat sagu memiliki kadar abu paling rendah, yaitu 6,16%. Terdapat 4.834 kalori dan 20.239 Joule per gram serbuk gergaji dan cangkang sawit dalam briket perekat sagu. Nilai kalor lem dari Arpus adalah 28.532 (J/g) atau 6.814 (cal/g). Waktu bakar yang paling lama adalah briket dengan perekat arpus pada ukuran briket besar yaitu mencapai 90 menit.
Pengaruh Konsentrasi Asam Asetat dan Lama perendaman pada Ekstraksi Gelatin dari Tulang Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) abdullah, humaira; Jalaluddin, Jalaluddin; Ginting, Zainuddin; Kurniawan, Eddy; Muhammad, Muhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.15377

Abstract

Pengemulsi, pengental, dan penstabil makanan semuanya memakai gelatin, bahan makanan. Kolagen pada kulit, tulang, dan ikan didenaturasi untuk menghasilkan gelatin, protein berbentuk gel. Agar-agar yang diigunakan dalam peneliitian ini terbuat dari tulang ikan niila. Berdasarkan penelitian, cara ekstraksi gelatin tulang ikan nila yang paling efektif adalah dengan konsentrasi 2% dan lama prendaman 48 jam, diperoleh hasiil sebanyak 4,45 gram. Harkat air 3,07%, harkat abu 1,04 persen, dan harkat protein 51,934%. Namun pada saat dilakukan uji sifat organoleptik, sampel mempunyai bau amis yang tidak memenuhi baku mutu gelatin, meskipun warnanya sebati dengan yang diharapkan pada konsentrasii 1%
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN PROSES FERMENTASI DENGAN PENAMBAHAN ABU TANDAN KOSONG DAN FIBER Andriani, Lisa; Kurniawan, Eddy; Jalaluddin, Jalaluddin; Meriatna, Meriatna; Ishak, Ishak
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i5.6238

Abstract

Pupuk organik cair adalah pupuk yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang difermentasi dan bentuk produknya berupa cairan. Pupuk organik cair mengandung unsur hara makro seperti, fosfor, nitrogen, kalium, karbon dan unsur hara mikro lainnya yang dibutuhkan oleh tanaman serta dapat memperbaiki unsur hara dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisa kualitas unsur hara makro dalam pupuk organik cair dari limbah cair pabrik kelapa sawit dengan penambahan abu tandan kosong dan fiber. Pembuatan pupuk organik cair ini dilakukan melalui proses fermentasi. Dalam hal ini digunakan bioaktivator Effective Microorganisme (EM4) dan penggunaan tiga variasi bahan untuk mengetahui kualitas unsur hara makro yang terbaik untuk pupuk organik cair. Variasi bahan yang ditambahkan ke dalam 1 liter limbah cair pabrik kelapa sawit berupa EM4, abu tandan kosong, dan fiber yaitu 40 ml : 50 gr : 10 gr, 50 ml : 100 gr : 15 gr dan 60 ml : 150 gr : 20 gr. Kemudian difermentasikan selama 7, 10 dan 13 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan N, P, K dan C yang terbaik pada pupuk organik cair ini adalah pada waktu fermentasi 13 hari dengan variasi bahan 60 ml : 150 gr : 20 gr yaitu untuk nitrogen (N) 0,78%, phospor (P2O5) 0,65%, kalium (K2O) 0,35% dan karbon (COrganik) 10,2 %.Kata kunci: Pupuk Organik Cair, Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit, Nitrogen, Fosfor, Kalium dan Karbon
PEMBUATAN FORMULA LOTION ANTI NYAMUK DARI MINYAK ATSIRI SEREH WANGI (CITRONELOL OIL) Nainggolan, Yuni O; Masrullita, Masrullita; dewi, Rozanna; ZA, Nasrul; Kurniawan, Eddy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i5.7866

Abstract

Minyak sereh wangi (Citronella oil) adalah salah satu minyak atsiri komersial Indonesia yang diperoleh melalui proses penyulingan. Minyak Citronella mengandung minyak esensial dengan komponen geraniol (20-40%), citronellal (25-50%), dan citronellol (10-15) yang menimbulkan aroma, sehingga dapat digunakan sebagai repellent atau pengusir nyamuk. Minyak Citronella adalah insektisida alami murah dan efektif, juga dapat digunakan dengan aman dan praktis, sehingga dapat dikembangkan menjadi lotion anti nyamuk. Untuk menjaga stabilitas minyak Citronella dalam bentuk lotion, perlu formulasi lotion anti nyamuk yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dari formulasi lotion dari bahan aktif dari oleum Citronella dan untuk mengetahui hasil evaluasi dilakukan pada Lotion Citronella. Metode yang digunakan dalam pembuatan lotion Citronella adalah metode peleburan. Evaluasi dilakukan seminggu setelah pembuatan sediaan lotion, yaitu uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, dan uji viskositas. Hasil evaluasi sediaan lotion minyak Citronella, antara lain, pada uji organoleptis lotion tidak berubah, tetap berwarna putih, memiliki bau khas Citronella dan tekstur lembut. Hasil pemeriksaan pH, lotion mengalami perubahan pH, tetapi rata-rata pH 7. Dalam uji homogenitas, lotion tidak menunjukkan butiran kasar pada kaca transparan atau bisa dikatakan lotion bersifat homogen. Pada uji viskositas menggunakan alat viscometer visco cool 6, diperoleh viskositas yang berbeda-beda hal itu dipengaruhi oleh konsentrasi minyak atsiri sereh wangi, karena semakin tinggi konsentrasi minyak atsiri yang digunakan makan semakin tinggi juga viskositas lotion yang diperoleh.
PENGARUH WAKTU PERENDAMAN DAN MASSA INHIBITOR EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI TERHADAP LAJU KOROSI BAJA LEMAH DALAM LARUTAN NaCl 4% Zulkifli, Zulkifli; Kurniawan, Eddy; Ibrahim, Ishak; Jalaluddin, Jalaluddin; Meriatna, Meriatna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i5.14239

Abstract

Logam seperti besi dan paduannya masif digunakan sekarang ini. Kekurangannya terletak pada pengkaratan yang dapat dialami sehingga menjadikan besi rusak. Langkah memperlambat pengkaratan dengan ditambah inhibitor. Inhibitor alami cukup efektif serta baik bagi lingkungan sekitar. Tanin adalah zat yang penghambat karat, bahan alternatif dengan kandungan tannin tinggi ialah daun jambu biji. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh serta persentase efisiensi korosi dari ekstrak daun jambu biji. Tahap awal dilakukan dengan memotong baja sesuai dengan ukuran, lalu serbuk daun jambu biji dihitung beratnya dan ditambah heksana, kemudian direndam 48 jam setelah itu dipanasi dan disaring. Larutannya dipanasi kembali hingga kental. Dimasukkan baja ke ekstrak daun jambu biji dengan massa 4, 6 dan 8 dimaksudkan agar baja terlapisi permukaannya selama 3 hari terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke larutan NaCl 4% dengan lama waktu 3, 6, 9, 12 dan 15 hari. Lalu dihitung berat akhirnya. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah dengan memanfaatkan ekstrak dari daun jambu biji menjadi inhibitor untuk menghambat terjadinya korosi baja. Laju korosi (karat) dan efisiensi dihitung dengan metode gravimetric. Penelitian ini memberitahukan jika ekstrak daun jambu biji dengan massa 4 bisa menggeser laju korosi pada baja pada larutan NaCl 4% dan efisiensi inhibisi sebesar 3,102%.
OPTIMASI HIDROLISA KULIT PISANGAWAK (Musa Paradisiaca Var. Awak) MENJADI GLUKOSACAIR MENGGUNAKAN KATALIS HCL BERDASARKAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY Bahri, Syamsul; Kamar, Iqbal; Hijjrah, Nur; Ginting, Zainuddin; Kurniawan, Eddy; Maulinda, Leni
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i5.15374

Abstract

Kulit pisang awak adalah salah satu jenis  limbah  buangan  yang cukup melimpah. Didalam kulit pisang awak terdapat pati yang mengandung karbohidrat yang bisa diubah menjadi glukosa. Tujuan  penelitian ini adalah untuk membuat glukosa dari kulit pisang awak, dan mengetahui pengaruh suhu, waktu dan konsentrasi HCL terhadap kadar glukosa,yield dan kadar air serta untuk menemukan kondisi optimum dari proses hidrolisa dari kulit pisang awak terhadap kadar glukosa dengan menggunakan Response Surface Methodologi dengan menggunakan desain BBD (Box Behnken Design). Proses hidrolisis kulit pisang awak menggunakan katalis HCL dilakukan dalam labu hidrolisis dengan variasi suhu 80ËšC, 85ËšC dan 90ËšC , waktu 30 menit, 60 menit dan 90 menit serta variasi konsentrasi HCL 3N,4N dan 5N. Dari hasil penelitian didapat kadar glukosa dan yield paling tinggi  pada temperatur 90ËšC, 90 menit dan konsentrasi HCL 4N yaitu kadar glukosa sebesar 4,70 gr dan yield 47 % sementara kadar glukosa dan yield terendah diperoleh pada suhu 80ËšC, 60 menit, dengan konsentrasi HCL 3N. Kadar air yang paling rendah pada suhu 90ËšC, 90 menit dan konsentrasi HCL 5N, yaitu 2,4890%, sedangkan yang paling tinggi diperoleh pada pada suhu 80ËšC, 30  menit, dan konsentrasi HCL 3N yaitu 7,5779 %. Hasil optimasi menunjukkan bahwa kombinasi variabel independen yang dapat  memberikan hasil respon optimal yaitu pada suhu 90ËšC, waktu operasi 90 menit dan konsentrasi HCL 5N yaitu 4,643 dengan nilai desirability 1,000 Kata kunci : Hidrolisa, Glukosa, Optimasi, Respon surface Methodology, BBD
Co-Authors AA Sudharmawan, AA abdullah, humaira Abrar, Muhammad Ifan Achmad Farid Adi Yusuf Agam Muarif Agus Salim Ahmad Farhan Ahmad Farhan, Ahmad Ananda, Dhea Riski Andri Nur rizky Andrianto, M. Heryadi Anggraini, Dea Riski Aprillia, Ricka Arif Widodo Armadani, Wika Aurora, Tassa Azhari Azhari Azhari Azhari Azhari azhari, azhari azhari Baladina, Ashlaha Basuki Santoso Chairina Chairina Chairinnisa, Chairinnisa Choirudin, Muhammad Alvin Cut Milya Cut Rika Saffira Dahliana Abdullah Devia Ayu Setyowati Diema Hernyka Satyareni Dwi Fibrian, Ivan Eggi Diswanto Eki Supratiwi Eni Suryani Evi Maulida Fadlan, Moh Faidah, Desi Nur Faisal Faisal Faisal Faisal Fajar DNA Fandi Ahmad Febri Prima Fitriani Fitriani Fuji Maharani GITA SURYANI LUBIS Gunawan . Gunawan Gunawan Harahap, Handoyo Harahap, Nurul Aulia Hasibuan, Khalil Gibran Hery Widijanto Hijiriani, Awi Anugrah Hijjrah, Nur Hijratul Izzati Hukaimah, Hashifah humairah, syarifah siti Husnul Chatimah, Husnul Ibrahim, Ishak Inggit Sari Inggit Sari Iqbal Kamar Ishak Ibrahim Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak, I Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jannah, Rouzatul Japri, Bryan Anthony Jasmani Jasmani Kamar, Iqbal Lalak Tarbiyatun Nasyin Maleiva Leni Maulinda, Leni Lisa Andriani Lukman Hakim Lukman Hakim Luvia, Indal Mahfuddara Mahfuddara Marcelina Marcelina, Marcelina Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita masud, Masud Mauliza Asri Meilasari, Fitriana Meriatna Meriatna Mochamad Imamudin Muammar Khadafi Muhammad Farhan MUHAMMAD IVANTO Muhammad Ma'shum Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad nur Ichsan Tamiogy Muhammad, Muhammad mukhamad masrur Muliadi Mulya, Maulana Heru Mulyatun Mulyatun Mulyawan, Rizka Muslikhin Hidayat Muslikhin Hidayat Mutiawati Mutiawati Nadira Diandra Nainggolan, Yuni O Narul ZA Nasrul ZA Nasrun Nasrun Nasrun, Mahdalena Ningrum, Gemilang Oktavia Nita Sari Novi Sylvia Nur Faidah, Desi Nurma Nurma Nuruddifa Alif Maghfirin Nurul Safriani Oktaviani, Eva Pramuni P Yolanda, Kristina Desideria Purwoko, Agus Puteri, Febbyola Putri Nurjannah Raudhatul Jannah Resi Silvia Rina Zahara Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan rizki, sela rafidah Rosanti Dewi, Rosanti Rouzatul Jannah Rozanna Dewi Rully Marzuli Sigit Trahnawan Siti Mutrofin Siti Namira Sri Dea Varissa Suci Wulandari Sulhatun Sulhatun sulhatun, sulhatun sulhatun Sutrisno, Hendri Syafrudin, Tomy Syahfitri, Ajeng Syahrul Khairi Syaikhuddin, Muhammad Miftakhul Syamsul Arifin Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syebrina, Annisa Tauhid Nursalim Teguh Prastyo, Arya Tri Agusna PA, Angga Ulfa, Raudhatul Umairoh, Ummi Usman A. Gani Vania, Sherryl Wahyudi Budi Sediawan Wahyudi Budi Sediawan Wildan, Siti Wivina Diah Ivontianti, Wivina Diah Wiza Ulfa Fibarzi Yupiyanti Yupiyanti Zahara Firda Zahratun Mauliza Zainuddin Ginting Zulfa, Rahmita Zulfida Najla Azni Zulnazri, Z