Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Daun Singkong (Manihot esculenta Crantz) sebagai Pewarna Alami Andi Eko Wiyono; Winda Amilia; Retha Talia Shasabillah; Rifqoh Anggarani Mulyana; Vinka Oktavia Pramesti
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 17, No 1 (2023): TEKNOTAN, April 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol17n1.4

Abstract

Singkong merupakan salah satu bahan hasil pertanian yang keberadaannya melimpah di Indonesia. Potensi pengolahan singkong sangat besar seiring dengan perkembangan industri dan menyisakan limbah berupa daun singkong yang pemanfaatannya masih terbatas. Limbah daun singkong berpotensi sebagai pewarna alami karena daun singkong mengandung pigmen alami yakni klorofil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik daun singkong pada perlakuan blanching dan untuk mengetahui karakteristik ekstrak daun singkong dengan penambahan basa MgCO3. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental laboratorium dengan pengulangan tiga kali. Data hasil penelitian terkait daun singkong dianalisis dengan analisis regresi linier menggunakan Microsoft excel 2010, sedangkan data hasil ekstrak daun singkong penambahan basa disajikan dalam tabel dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH antara 4,9-5,8. Nilai warna L tertinggi pada perlakuan blanching 1 menit dengan nilai 54,2 dan nilai terendah pada perlakuan blanching 3 menit yaitu 51,5. Nilai warna a tertinggi pada perlakuan blanching 1 menit yaitu -22,7 dan nilai terendah pada blanching 3 menit -19,3. Nilai warna b tertinggi pada blanching 3 menit 21,6 dan nilai terendah pada blanching 2 menit yaitu 16,3. Kadar klorofil pada perlakuan blanching 1 menit 24,64 mg/g, blanching 2 menit 23,01 mg/g, blanching 3 menit 20,67 mg/g. Nilai pH ekstrak daun singkong dengan penambahan basa MgCO3 adalah 7,7 dan hasil  warna L 53,4; warna a -22,9; dan warna b 19,4. Total klorofil ekstrak daun singkong dengan penambahan basa sebesar 22,047 mg/g. Perlakuan blanching berpengaruh terhadap pH, warna L, warna a, warna b, dan total klorofil.
Optimasi Formula Serbuk Pewarna Alami Daun Singkong (Manihot esculenta Crantz) Andi Eko Wiyono; Winda Amilia; Rifqoh Anggarani Mulyana; Ola Riska Aprilia Intan Aghata
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI Vol 11 No 2 (2023): Juni
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRMA.2023.v11.i02.p14

Abstract

Cassava leaves (Manihot esculenta C.) have a total chlorophyll of 27.4667 mg/g, the second highest after papaya leaves. Plants containing chlorophyll can be used as raw materials to make green powder natural dyes. The method used in the manufacture of powdered natural dyes is foam mat drying. the process of making natural dye powder with foam mat drying method added with maltodextrin and MgCO3. The purpose of this study was to determine the optimum formula for natural dyes of cassava leaf powder with variations of maltodextrin and MgCO3 and to determine the physical and chemical supporting characteristics of the optimum formula for natural dyes of cassava leaf powder. The results showed that the optimum formula of cassava leaf natural coloring powder is F5. Variations in the comparison of maltodextrin and MgCO3 concentrations in the optimum formula obtained the water content value of 4.44%; dissolving time 41 seconds; pH 8.2; value of L* 53.0; value a* -21,4; b* 18.9; the degradation of the stability of the heating time of the oven and the stability of the heating time of the hot plate are 11.59% and 11.92%; hue value 138.55o ; chroma value 28.55; and total chlorophyll content of 14,231 mg/g. In addition, the application to textiles with a color resistance test found that the decrease in the mass of the fabric did not change too much. Keywords: Cassava Leaf, Chlorophyll, Foam Mat Drying, Maltodextrin, MgCO3 Daun singkong (Manihot esculenta C.) memiliki klorofil total sebesar 27,4667 mg/g, tertinggi kedua setelah daun pepaya. Tumbuhan yang mengandung klorofil dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan pewarna alami serbuk hijau. Metode yang digunakan dalam pembuatan serbuk pewarna alami adalah foam mat drying. Proses pembuatan serbuk pewarna alami dengan metode foam mat drying ditambah maltodekstrin dan MgCO3. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan formula pewarna serbuk daun singkong yang optimum dengan variasi maltodekstrin dan MgCO3 serta menentukan sifat fisik dan kimia pendukung dari ekstrak daun singkong. Formula optimum pewarna alami serbuk daun singkong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula serbuk pewarna alami daun singkong yang optimal adalah formula F5. Variasi perbandingan konsentrasi maltodekstrin dan MgCO3 pada formula optimum diperoleh nilai kadar air sebesar 4,44%; waktu larut 41 detik; pH 8,2; nilai L* 53,0; nilai a* -21,4; b* 18.9; penurunan stabilitas waktu pemanasan oven dan stabilitas waktu pemanasan hot plate masing-masing sebesar 11,59% dan 11,92%; nilai hue 138,55o ; nilai chroma 28,55; dan kandungan klorofil total 14.231 mg/g. Selain itu, aplikasi pada tekstil dengan uji ketahanan warna didapatkan bahwa penurunan massa kain tidak terlalu banyak berubah. Kata Kunci : Daun Singkong, Klorofil, Foam Mat Drying, Maltodekstrin, MgCO3
ANALISIS RISIKO PENGEMBANGAN WISATA KULINER TIRTA AGUNG DI KABUPATEN BONDOWOSO Winda Amilia; Andrew Setiawan Rusdianto; Ida Bagus Suryaningrat; Rendra Chriestedy Prasetya; Nadie Fatimatuzzahro; Hadi Sampurna; Rokhani Rokhani; Laksmi Indreswari; Dadin Gilang Pranata; Thabed Tholib Baladraf
Jurnal Industri Parawisata Vol 6, No 1 (2023): JULY
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v6i1.1219

Abstract

Pandemi Covid-19 melumpuhkan berbagai sektor salah satunya pariwisata. Hal ini berdampak terhadap mobilitas masyarakat sehingga banyak ditemui wisata yang tutup, seiring membaiknya keadaan saat ini mulai banyak ditemui wisata yang mulai dibuka kembali, salah satu tempat wisata yang dibuka adalah wisata kuliner Tirta Agung. Wisata kuliner Tirta Agung merupakan kawasan rekreasi yang terdiri dari kolam renang, wisata kuliner, dan pemandangan. Wisata kuliner Tirta Agung kawasan rekreasi terbaik yang dimiliki Kabupaten Bondowoso. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan rekomendasi kepada pengelola kawasan Wisata Tirta Agung terkait dengan kesehatan dan keselamatan wisatawan. Penelitian dimulai dengan pengumpulan data primer melalui wawancara wisatawan menggunakan kuesioner dan data sekunder. Selanjutnya dilakukan pengolahan data menggunakan metode House of Risk (HOR) yang terdiri dari dua fase. Fase pertama dilakukan identifikasi sumber dan kejadian risiko serta dilakukan perhitungan pada nilai Risk Priority Number dan Risk Potential Number. Data yang sudah didapatkan lalu dianalisis pada HOR fase kedua sehingga dapat tercipta strategi mitigasi risiko bagi pelaku wisata. Hasil menunjukkan terdapat 7 agen risiko yang diprioritaskan yaitu tidak adanya pemeriksaan awal, luas lahan yang sempit, jam operasional yang panjang, meja dan kursi tidak steril, tidak tersedianya mesin EDC, rendahnya kesadaran karyawan dan rendahnya kesadaran pengunjung. Dari agen risiko yang ditemukan, didapatkan 4 strategi penanganan antara lain pengecekan terkait kondisi kesehatan pengunjung, perawatan aksesoris, penyampaian aturan yang berlaku kepada pengunjung, dan mempertegas kebijakan yang ada terhadap setiap pengunjung dan karyawan wisata.
Biodegradable Spoon Based on Glycerol and Cassava Starch with The Addition of Sugar Cane Pulp Andrew Setiawan Rusdianto; Winda Amilia; Ade Liya Pratiwi; Hifdzil Adila
International Journal on Food, Agriculture and Natural Resources Vol 4, No 3 (2023): IJ-FANRes
Publisher : Food, Agriculture and Natural Resources - NETWORKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46676/ij-fanres.v4i3.167

Abstract

Biodegradable Spoon is an environmentally friendly spoon-based product made from cassava starch, glycerol, and sugarcane. The research aims to determine the influence of the addition of sugar cane to biodegradable spoon characteristics. This research uses a completely randomized design (RAL) with 1 factor that is the variation of the addition of sugarcane. Each treatment is 3 times repeated and 2 observations. The results showed that the addition of sugarcane affects the value of water content, solubility as well as biodegradability of the spoon. The moisture content of ingredients ranges between 3.78-2.16%. The time of solubility in biodegradable spoon water is increasing with the highest time being 79 hours 50 minutes. The value of biodegradability of the highest spoon in the treatment of adding a 0% cane pulp with a value of weight loss of 52.92%, but on the other hand the increase of sugarcane is added the value of biodegradation increased.
Characteristics of Argopuro Robusta Coffee with Processing Methods Honey Process and Pineapple Addition winda amilia; Mas Anang Fuad Rifa'i; Miftahul Choirun; Andrew Setiawan Rusdianto; Nidya Shara Mahardika
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 2 No. 3 (2023): July
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v2i3.3739

Abstract

This study aims to determine the physical quality characteristics and the effect of adding pineapple concentration on the hedonic test of the Robusta Argopuro coffee method honey process. The research method used a completely randomized design with a single factor in 3 treatments using pineapple pulp concentrations (30%, 50%, and 80%) with 3 replications. The results of the study did not find live insects and the appearance of a moldy or rotting odor in the coffee greenbean with a defect value of 9.5 is included in the quality category 1. The seed size test results in a large seed size classification. The water content test produced the highest value of 9.97 at 80% concentration and the lowest 9.33 at 0% concentration and the hedonic test of aroma, color, sweetness, acidity, fruity, bitter, body, aftertaste, balance, and, overall produced the highest values ​​in a row, namely 3.46 at a concentration of 0%; 3.56 at 50% concentration; 3.09 at 80% concentration; 3.22 at 80% concentration. 3.06 at 80% concentration; 3.24 at 50% concentration; 3.20 at 80% concentration; 3.38 at 30% concentration, 3.34 at 80% concentration; and 3.47 at 80% concentration. On the results of the physical quality test of coffee greenbean complies with SNI 01-2907-2008 standard. %. Argopuro robusta coffee brew honey process with the addition of pineapple pulp at a concentration of 80% produced the highest hedonic value.
Perancangan Alat Monitoring Berbasis Internet Of Things (Iot) Pada Proses Distribusi Sayuran Winda Amilia; Mochammad Nur Faizin; Hifdzil Adila
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2023): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 2 - Februari 2023
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dalam bidang keilmuwan semakin pesat dengan dibuktikannya pertumbuhan industri yang ada di Indonesia yang dapat menyediakan kebutuhan konsumen berupa barang dan jasa, pemanfaatan teknologi juga digunakan sebagai alat untuk menjamin kualitas mutu produk yang akan di konsumsi oleh konsumen. Jaminan mutu produk harus dilakukan pengawasan mulai dari raw material, proses, produk, hingga distribusi untuk menjamin kualitas produk tetap aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknologi untuk menjamin mutu produk sayuran yang di distribusikan kepada konsumen dengan menggunakan platform Cayenne. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pengujian langsung dengan membuat rancangan alat pada proses monitoring suhu, kelembaban, getaran dan titik koordinat lokasi selama proses pendistribusian dengan menggunakan platform Cayenne. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwasannya perekaman data GPS sesuai dengan rute pendistribusian dari desa Kencong ke Jember. Hasil data suhu terendah mencapai 27,4 °C dengan titik koordinat lokasi yaitu -8.1726,113.6922, kelembaban tertinggi sebesar 95% RH pada titik koordinat lokasi -8.2002.113.6241. Hasil vibrasi atau getaran yang dihasilkan selama proses pendistribusian adalah 91,57% vibrasi dengan skala “rendah”, sehingga kerusakan vibrasi yang ditimbulkan tidak merusak fisik dari sayuran.
Design of an E-Nose Detector for Contaminated Gas in Cow Farming Waste Andrew Setiawan Rusdianto; Winda Amilia; Laila Adhani Putri Malik
International Journal on Food, Agriculture and Natural Resources Vol 4, No 4 (2023): IJ-FANRes
Publisher : Food, Agriculture and Natural Resources - NETWORKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46676/ij-fanres.v4i4.213

Abstract

Cattle farm waste is organic waste produced by the livestock industry in the form of feces and can emit gases that cause air pollution. Cow dung contamination can cause environmental problems, disturbing humans and livestock. Hazardous gases produced from the decomposition of livestock manure, namely methane (CH4), sulfur dioxide (SO2), ammonia (NH3), and hydrogen sulfide (H2S), can cause respiratory diseases, deplete ozone and contribute to the greenhouse effect. Based on these problems, measuring gas levels using an Electronic Nose (E-Nose) tool capable of detecting harmful gases in livestock pens is necessary. The E-nose is a device that mimics the human nose and consists of several gas sensors that can detect environmental odors. The design of the detection and measurement of toxic gases using an electronic nose in this study adopts the Internet of Things (IoT) concept using the Arduino Uno and ESP8266 microcontrollers and MQ-4, MQ-136, and MQ-137 gas sensors to read levels of pollutant gas in units of ppm with an average of 46.25 ppm for the MQ-4 sensor, 1.86 ppm for the MQ-136 sensor, and 4.97 ppm for the MQ-137. The sensors were subjected to functional tests consisting of validity testing, resulting in a calculated r value of 1, meaning that each gas sensor performs its measurement function correctly or validly. The reliability test of the MQ-4 sensor is 0.00, the MQ-136 sensor is 2.442× 10-15, and the MQ-137 sensor is 1.554× 10-15, which means that the data reading from each gas sensor is unstable, less accurate, or unreliable compared to secondary data. However, the designed E-Nose tool can work well and improve farmers' performance in their daily work.
Pengembangan Sistem Monitoring Proses Distribusi Tomat Menggunakan Internet of Things (IoT) Suryaningrat, Ida Bagus; Darmawan, Adam Hegi; Amilia, Winda; Suryadharma, Bertung
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jrpb.v12i1.445

Abstract

Technological developments are used to provide product quality assurance and provide goods and services to consumers. Product quality is a condition related to the product, where the product could meet the needs and satisfaction of consumers. Product quality assurance, could be supported from raw materials, processes to distribution. This condition requires a tool that is able to control or monitor agricultural products by utilizing technology, namely the Internet of Things (IoT) using temperature, humidity, vibration, carbon dioxide (CO2) sensors and GPS that is able to show the location when the distribution process takes place in real time. The purpose of this study was to design and performance monitoring tools for temperature, humidity, vibration, carbon dioxide (CO2) and location during the distribution process. The results of the field test showed that the GPS sensor was able to show the location in real time according to the delivery route. The results of recording the highest temperature data was 30.8°C and the lowest temperature was 27.8°C, while the lowest humidity was 80% RH and the highest was 94% RH. The recording results from the SW-420 sensor showed that 51.04% for small vibration, 19.79% for medium vibration, and 28.64% for large vibration. The recording results from the MQ-2 sensor was able to show the carbon dioxide value around the tomatoes, with the lowest carbon dioxide with the value of 10% and the highest with the value of 23%.
Optimalisasi Wisata Teduh Glamping Melalui Manajemen, Promosi, dan Inovasi Kuliner Anwar, Anwar; Aji, Fajar; Amilia, Winda; Paramita, Cempaka
Warta Pengabdian Vol 18 No 2 (2024): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v18i2.44406

Abstract

Wisata Teduh Glamping merupakan potensi alam yang telah direalisasikan menjadi objek wisata oleh masyarakat Desa Sumberwringin Kabupaten Bondowoso. Keberadaan wisata ini melengkapi Kawasan Raung Ijen Sumberwringin Agropolitan (RAISA). Program pengabdian kepada masyarakat di objek wisata Teduh Glamping bertujuan untuk mendukung pengembangan objek wisata tersebut supaya memiliki SDM dan manajemen yang profesional dalam mengelola potensi wisata yang dimiliki. Program pengabdian masyarakat tersebut diimplementasikan dalam bentuk FGD terkait pengembangngan objek wisata, pendampingan kelembagaan, pemberian bantuan fisik, pelatihan manajemen bisnis, penguatan strategi promosi, inovasi produk kuliner, serta evaluasi kegiatan. Hasil yang dicapai yaitu keberadaan objek wisata Teduh Glamping memiliki SDM dan manajemen pengelolaan wisata yang professional, sehingga keberadaan objek wisata ini diharapkan dapat memberikan dampak positif di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan khususnya bagi masyarakat Desa Sumberwringin.
Pengembangan “Pacapa Untung” untuk Memperkuat Branding Produk Kreatif UMKM Desa Arjasa.docx: Development of "Pacapa Untung" to Strengthen Branding of Creative Products of MSMEs (Small and medium-sized enterprises) in Arjasa Village Adila, Hifdzil; Amilia, Winda; Rusdianto, Andrew Setiawan; Choiron, Miftahul; Rokhani; Suryadharma, Bertung
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v9i2.4909

Abstract

Desa Arjasa yang terletak di Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember memiliki potensi pelaku ekonomi kreatif yang menghasilkan produk-produk subsektor kreatif, seperti Batik Silabango, Kerajinan Lukis Bakar, Tape Atapai, dan Keripik Bago. Modal bukan merupakan satu-satunya kendala pengembangan UMKM. Kendala yang lain yaitu belum cukupnya wawasan pelaku usaha untuk mengembangkan strategi pemasaran yang tepat. Pengembangan wawasan pelaku usaha adalah tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini. Pengembangan pengetahuan dan wawasan pelaku usaha di Desa Arjasa dilakukan dengan menyelenggarakan program Pacapa Untung. Program ini merupakan program pembelajaran masyarakat yang bersifat rutin yang dirancang untuk menjadi wadah diskusi UMKM secara berkelanjutan. Topik pada masing-masing pertemuan Pacapa Untung antara lain penguatan merek, penemuan kerangka acuan kompetitif (competitive frame of reference), penemuan poin pembeda (Point of Differences/POD), dan perancangan Brand Mantra. Luaran kegiatan Pacapa Untung adalah UMKM Batik Silabango dengan POD motif dan warna khas serta brand mantra fashion, heritage, anggun. UMKM Kerajinan Lukis bakar menyusun POD pada teknik lukis serta menciptakan brand mantra yaitu seni, natural, dan unik. UMKM Keripik Bago menemukan POD berupa citarasa dan kemasan, dengan brand mantra yaitu snack, renyah, dan menyenangkan. UMKM Tape Atapai menyusun POD berupa citarasa dan tekstur tape, dengan brand mantra yaitu kudapan, keluarga, hangat.
Co-Authors -, Giyarto Ade Liya Pratiwi Adila, Hifdzil Aghata, Ola Riska Aprilia Intan Agustriono, Aldi Ahmad Yusuf Akhmad Taufikqul Hakim Aldini, Achmad Shorfi Alleyda, Nadia Azro Andi Eko Wiyono, Andi Eko Andrew Setiawan Andrew Setiawan Andriani, Windy Nur Anfaq Syahriyal Fadhil Anik Suwandari Anindya Dyah Untari Anwar Anwar Ar-Rafi, Muhammad Ghani Arif Arif ariza budi tunjung-sari, ariza budi Arma Dwi Novemi Aulia, Wilsa Dina Baladraf, Thabed Tholib Bayu Aprillianto Bertung Suryadarma Bertung Suryadharma, Bertung Cempaka Paramita, Cempaka Clara Septaria Melinda Dadin Gilang Pranata Darmawan, Adam Hegi Deliyana, Annysa Dhifa Ferzia Dini Kusuma Ningrum Doni Adi Nugroho Dyah Rizki Karismasari Emilia, Devi Sisca Fajar Aji, Fajar Fatma Dewi Ferry Julio Prabowo Firstandika, Leader Fransna, Adilah Devira Gusti Ayu Putu Agung Hadi Sampurna Handayani, Essa Tri Hapsari, Dea Nawang Herlina Herlina Herry Purnomo, Bambang Hical W, Muhammad Irsyad Hidayah, Ridatul Winda Hifdzil Adila Hifdzil Adila Hita, Muhammad Arga Ida Bagus Suryaningrat Intan Nurul Awwaliyah Intan Rohmatul Maulidiah Irmy Arya Tri Nasrin Isti Fadah Jamalia Ulfa, Erlin Laila Adhani Putri Malik Laksmi Indreswari Laksmi Indreswari Lestari, Dwi Indah Lestari, Widyawati Luluk Sinta Devi Maghfiroh, Maulidatul Mahardika, Nidya Shara Maria Belgis Markus Apriono Mas Anang Fuad Rifa'i Mas Anang Fuad Rifa’i Masahid, Ardiyan Dwi Mashudi, Achmad Maslahah Masruroh, Dhiya Nailatul Mayasari, Feby Rianti Michael Cristofer R Miftahul Choiron Miftahul Choirun Mochammad Nur Faizin Moh. Rizqy Izzul Haaq Mohammad Nor Mohammad Rondhi Nadie Fatimatuzzahro Nadie Fatimatuzzahro Nana Maulidya Nidya Shara Mahardika Nining Ika Wahyuni Nita Kuswardhani Novita Fitri Yulian Nurjannah, Rifdah Nada Nurul Dwi Novikarumsari, Nurul Dwi Ola Riska Aprilia Intan Aghata Pasaribu, Elen Bethania Permana Shita, Amandia Dewi Plus, Melinda Lady Prameswari, Fitrih Salsabilah Pramitha P.A, Amanda Pranata, Dadin Gilang Purborini, Ajeng Gendis Puspitania, Dewi Arum Rahayu, Supratiana Rahma, Alifia Suci Rendra C. Prasetya Rendra Chriestedy Prasetya Rendra Chriestedy Prasetya Retha Talia Shasabillah Rifqoh Anggarani Mulyana Rifqoh Anggarani Mulyana Ririn Irmadariyani Rohmatika, Shilfy Rokhani Rokhani Rokhani Rokhani Rokhani Rokhani, Rokhani Rudianto, Andrew Setiawan Rusdianto, Andrew Setiawan Salsabil, Maulana Yusqi Sampurna, Hadi Saputra, Rifki Saputri, Luluk Savitri, Dewi Ayu Sayidati Zulaikhah Setiawan Rusdianto, Andrew Shinta Syafrina Endah Hapsari Siti Maria Wardayati Suwardani, Kanaya Sukma Ardha Suwasono, Sony Tectona, Reza Dwi Thabed Tholib Baladraf Tito, Arif Budiman Tommy Eka Chandra Firmansyah Tommy Eka Chandra Firmansyah Ubaid Farid Handoko Ucik Nurul Hidayati Ula, Dina Hanifatul Vina Julie Dwi Sinta Vinka Oktavia Pramesti Virgita, Candrika Nur Wardhani, Dyah Ayu Kusuma Whina Sofiana Wijaya, Natanael Okta Wilantari, Regina Niken Windria, Renata Sita Wisnu Wardana, Wisnu Wiwik Febriyanti Yuli Wibowo Yuliyana, Ida Alfi Zhelma Rahmatika Zuhriyah, Anis K