Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi Coating Berbasis Glukomanan Porang pada Buah Apel Manalagi Potong: Application of Porang Glucomannan Based Coating on Fresh Cut Manalagi Apples Setiawan Rusdianto, Andrew; Amilia, Winda; Puspitania, Dewi Arum
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 3 No. 4 (2024): October
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v3i4.4958

Abstract

Fresh cut apples are one of the minimally processed products that is widely marketed. However, cut apples have disadvantages because they easily experience enzymatic browning as a result of the oxidation process after the cutting process. Edible coating made from porang glucomannan can inhibit oxygen diffusion so that browning can be inhibited. The objective of this research is to determine the best porang glucomannan concentration in edible coatings on changes in brightness in fresh cut apples stored at 7℃. The research method used was an experimental method using a Completely Randomized Design (RAL). The experiment was carried out in 5 treatments ((AP0, AP1, AP2, AP3, AP4)) and 3 repetitions. The edible coating is applied using the dipping method and stored at temperature 7℃ for 3 hours. The data obtained were analyzed using one way ANOVA and continued with Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The results of the research showed that the formulation of porang glucomannan flour in edible coating had a significant effect on the brightness of fresh cut apples. Fresh cut apples with the highest brightness are in the AP2 treatment with a value of 86.1; 85.4; 85.1; 84.7; 84.1; and 83.5 measured every 30 minutes for 3 hours when stored at 7℃.
Pemanfaatan Maggot BSF (Black Soldier Fly) Hasil Produk Samping Pupuk Organik dengan Subtitusi Minyak Ikan sebagai Alternatif Pakan Kucing Rusdianto, Andrew Setiawan; Amilia, Winda; Aldini, Achmad Shorfi
EDUFORTECH Vol 10, No 1 (2025): March 2025 (IN PROGRESS)
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v10i1.73691

Abstract

Pakan merupakan faktor utama dalam pertumbuhan kucing, namun tingginya harga pakan berbasis ikan menuntut alternatif yang lebih ekonomis. Maggot BSF memiliki potensi sebagai sumber protein berkualitas. Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi terbaik pakan kucing berbasis maggot BSF, bekatul, telur, dan minyak ikan, serta menganalisis sifat fisikokimia dan efisiensi biaya produksinya. Hasil penelitian menunjukkan pakan berbasis maggot memiliki warna L 61,0, aroma amis, kadar protein 4,07%, dan ukuran 5,73 cm. Pakan stabil pada suhu 20°C - 25°C selama 7 hari dan memenuhi standar SNI-9155-2023. Penelitian menunjukkan maggot BSF sebagai bahan baku pakan kucing yang efisien dan layak dengan memenuhi standar mutu pakan kucing.
ANALISIS RISIKO PENGEMBANGAN WISATA KULINER TIRTA AGUNG DI KABUPATEN BONDOWOSO Amilia, Winda; Rusdianto, Andrew Setiawan; Suryaningrat, Ida Bagus; Prasetya, Rendra Chriestedy; Fatimatuzzahro, Nadie; Sampurna, Hadi; Rokhani, Rokhani; Indreswari, Laksmi; Pranata, Dadin Gilang; Baladraf, Thabed Tholib
Jurnal Industri Parawisata Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Industri Pariwisata JULY 2023
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v6i1.1219

Abstract

Pandemi Covid-19 melumpuhkan berbagai sektor salah satunya pariwisata. Hal ini berdampak terhadap mobilitas masyarakat sehingga banyak ditemui wisata yang tutup, seiring membaiknya keadaan saat ini mulai banyak ditemui wisata yang mulai dibuka kembali, salah satu tempat wisata yang dibuka adalah wisata kuliner Tirta Agung. Wisata kuliner Tirta Agung merupakan kawasan rekreasi yang terdiri dari kolam renang, wisata kuliner, dan pemandangan. Wisata kuliner Tirta Agung kawasan rekreasi terbaik yang dimiliki Kabupaten Bondowoso. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan rekomendasi kepada pengelola kawasan Wisata Tirta Agung terkait dengan kesehatan dan keselamatan wisatawan. Penelitian dimulai dengan pengumpulan data primer melalui wawancara wisatawan menggunakan kuesioner dan data sekunder. Selanjutnya dilakukan pengolahan data menggunakan metode House of Risk (HOR) yang terdiri dari dua fase. Fase pertama dilakukan identifikasi sumber dan kejadian risiko serta dilakukan perhitungan pada nilai Risk Priority Number dan Risk Potential Number. Data yang sudah didapatkan lalu dianalisis pada HOR fase kedua sehingga dapat tercipta strategi mitigasi risiko bagi pelaku wisata. Hasil menunjukkan terdapat 7 agen risiko yang diprioritaskan yaitu tidak adanya pemeriksaan awal, luas lahan yang sempit, jam operasional yang panjang, meja dan kursi tidak steril, tidak tersedianya mesin EDC, rendahnya kesadaran karyawan dan rendahnya kesadaran pengunjung. Dari agen risiko yang ditemukan, didapatkan 4 strategi penanganan antara lain pengecekan terkait kondisi kesehatan pengunjung, perawatan aksesoris, penyampaian aturan yang berlaku kepada pengunjung, dan mempertegas kebijakan yang ada terhadap setiap pengunjung dan karyawan wisata.
Sensory Profile of Cocoa Powder Using Analytical Hierarchy Process Tunjung-Sari, Ariza Budi; Prameswari, Fitrih Salsabilah; Belgis, Maria; Amilia, Winda
Pelita Perkebunan (a Coffee and Cocoa Research Journal) Vol. 38 No. 3 (2022)
Publisher : Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iccri.jur.pelitaperkebunan.v38i3.514

Abstract

Cocoa powder comes with various attributes in its taste affecting consumer acceptance. The analytical hierarchy process (AHP) approach can be used to identify the effect of each attribute on the sensory profile of cocoa powder. This present study used the AHP approach to determine the degree of importance of sensory attributes on several types of cocoa powder and find the type with the best sensory profile. Cocoa powder comes from cocoa beans made through fermentation and non-fermentation process. In addition, we used non-fermented cocoa powder treated with water and incubated at 45oC for 4, 8, and 16 hours later named as incubated cocoa powder. Then, the sensory attributes of fermented cocoa powder were used as the reference in assessing the sensory profile of incubated cocoa powder, including the one going through the treatment. The sensory analysis performed by trained panelists revealed 11 attributes that made up the flavor profile of cocoa powder. Of these 11 attributes, only 4 were considered primary attributes with a high degree of importance, including chocolate (23.7%), sweet (19.9%), caramel (11.8%), and nutty (10.9%). Other attributes had a lower degree of importance, including creamy (7.4%), fruity (6.5%), green (5.4%), flowery (4.8%), astringent (4.5%), bitter (3.1%), and acid (2.2%). AHP also ranked the incubated cocoa powder based on the similarity of the flavor profile with fermented cocoa powder. Nonfermented cocoa powder without treatments fell into the lowest rank, while nonfermented cocoa powder with treatments fell into a higher category in the following order: 8 hours > 16 hours > 4 hours. To summarize, AHP can be used in decisionmaking affected by many factors. AHP has been proven effective in determining the sensory profile of cocoa powder, especially in choosing the attribute withthe highest effect. In addition, AHP helps determine the best treatment for incubated cocoa powder to produce the most similar sensory profile to fermented cocoa powder.
Pemberdayaan Masyarakat di Desa Klungkung, Jember, Jawa Timur melalui Pengembangan Kebudayaan Lokal pada Festival Tera’ Bulen Amilia, Winda; Wardana, Wisnu; Lestari, Widyawati; Tectona, Reza Dwi; Masruroh, Dhiya Nailatul; Maghfiroh, Maulidatul; Tito, Arif Budiman; Mashudi, Achmad; Rohmatika, Shilfy; Virgita, Candrika Nur; Salsabil, Maulana Yusqi
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): IJPM - April 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.738

Abstract

Desa Klungkung, Jember, memiliki kekayaan budaya lokal yang belum mendapat perhatian optimal dalam promosi dan pelestariannya. Permasalahan utama adalah kurangnya eksplorasi dan promosi budaya yang menyebabkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap warisan budaya. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan memperkenalkan kebudayaan lokal melalui Festival Tera’ Bulen. Metode yang digunakan meliputi perencanaan program, sosialisasi, penyediaan sarana dan prasarana, pendampingan, pelaksanaan festival, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa festival ini berhasil meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pelestarian budaya dan memperkuat ekonomi lokal melalui partisipasi pelaku UMKM. Dampak yang dirasakan oleh masyarakat meliputi peningkatan apresiasi budaya, peningkatan jumlah wisatawan, serta pertumbuhan ekonomi lokal melalui bazar UMKM. Keberlanjutan program ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar dapat menjadi agenda tahunan.
Branding Desa Mawar Karangpring melalui Bakpia Mawar dan Kartini Ecopreneur Wilantari, Regina Niken; Aprillianto, Bayu; Wahyuni, Nining Ika; Amilia, Winda; Fadah, Isti; Apriono, Markus; Wardayati, Siti Maria; Awwaliyah, Intan Nurul; Agustriono, Aldi; Irmadariyani, Ririn
Lebah Vol. 19 No. 1 (2025): September: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i1.294

Abstract

Desa Karangpring berlokasi di Kabupaten Jember yang memiliki potensi alam yang signifikan, terutama dalam budidaya bunga mawar. Berdasarkan survei dan diskusi dengan masyarakat setempat, bunga mawar selama ini lebih banyak dijual sebagai sarana ziarah dan persembahan untuk pemakaman, sehingga belum mampu memperkuat citra Desa Karangpring sebagai "Desa Mawar." Aparatur desa dan warga setempat memerlukan pendampingan dalam pengolahan produk berbahan dasar mawar, tidak hanya untuk memperkuat branding desa, tetapi juga untuk meningkatkan nilai ekonomi dari bunga mawar. Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Keris-Dimas ESG FEB Universitas Jember bertujuan untuk memperkuat branding Desa Karangpring sebagai "Desa Mawar" melalui program Kartini Ecopreneur dan inovasi produk bakpia mawar. Luaran dari program ini meliputi: 1) pembentukan kelompok Kartini Ecopreneur yang bertanggung jawab dalam keberlanjutan pengolahan mawar menjadi bakpia mawar untuk tujuan komersial, 2) terciptanya produk bakpia mawar inovatif dengan cita rasa unik dan lezat berbahan dasar mawar, serta 3) pengembangan branding bakpia mawar melalui pembuatan logo dan kemasan produk
PENGARUH TEKNIK PELAPISAN KITOSAN SEBAGAI EDIBLE COATING TERHADAP UMUR SIMPAN BUAH PEPAYA CALINA (Carica papaya L.): PENGARUH TEKNIK PELAPISAN KITOSAN SEBAGAI EDIBLE COATING TERHADAP UMUR SIMPAN BUAH PEPAYA CALINA (Carica papaya L.) Rusdianto, Andrew Setiawan; Windria, Renata Sita; Amilia, Winda; Choiron, Miftahul; Belgis, Maria
Jurnal Agroindustri Vol. 14 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.14.2.224-236

Abstract

Papaya Calina atau Pepaya California merupakan buah klimaterik yang memiliki daya simpan yang pendek sehingga sangat mudah rusak oleh mikroorganisme. Edible coating dapat melindungi produk dari kerusakan mikroorganisme, mencegah adanya kerusakan kimiawi yang membuat produk menjadi berjamur bersifat hidrofobik dan memiliki sifat antimikroba. Kitosan memiliki sifat yang mudah mengalami degradasi secara biologis, renewable, tidak beracun, dan merupakan kation kuat, flokulan, koagulan yang baik, serta mudah membentuk membrane atau film. Tujuan dari penelitian ini yaitu membentuk Edible coating kitosan untuk melindungi pepaya dari kerusakan mikroorganisme. Edible coating kitosan diaplikasikan pada Pepaya Calina dengan tiga teknik yaitu cara pemolesan, penyemprotan, dan pencelupan. Data uji fisik dan kimia dianalisa ragam atau ANOVA dengan signifikansi 0,05 (5%) atau taraf kepercayaan 95%, apabila didapatkan perbedaan nyata, maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan's Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Nilai hasil tertinggi dari Uji de Garmo yaitu perlakuan pelapisan edible coating berbasis kitosan pada Pepaya Calina menggunakan teknik pengaplikasian pencelupan mendapat nilai 0,859 dan pelapisan edible coating berbasis kitosan menggunakan teknik pengaplikasian penguasan mendapat nilai 0,842.  Berdasarkan uji indeks efektivitas dengan bobot sebesar 0,859 yaitu jenis perlakuan edible coating kitosan teknik celup dapat bertahan ingga hari ke-9 memiliki hasil data pengujian: susut bobot 7,62%, tekstur 25,9 mm/10dtk, warna L* 55,4; warna a* 11,6; warna b* 33,7; laju respirasi 14,250 mgCO2/kg/jam, vitamin C 291,22 mg/100g, dan total padatan terlarut 18,2 ⁰Brix.
PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN) BERAS PADA PABRIK BERAS SUKORENO MAKMUR Suryaningrat, Ida Bagus; Rusdianto, Andrew Setiawan; Amilia, Winda; Choiron, Miftahul; Andriani, Windy Nur
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.1.68-82

Abstract

Rantai pasokan mencakup keseluruhan operasi perusahaan yang bertujuan memenuhi permintaan konsumen, ditandai dengan aliran dan transformasi barang dari bahan baku ke konsumen akhir, sekaligus memfasilitasi aliran informasi dan sumber daya keuangan. Penilaian kinerja rantai pasokan berfungsi untuk memantau dan mengatur rantai pasokan, serta untuk menggambarkan area untuk peningkatan untuk membangun keunggulan kompetitif. Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan struktur dan dinamika rantai pasokan, mengevaluasi kinerjanya, dan mengusulkan rekomendasi untuk perbaikan terkait indikator nilai rendah, dengan tujuan meningkatkan kinerja rantai pasokan di Pabrik Padi Sucoreno. Evaluasi kinerja rantai pasokan dilakukan dengan menggunakan model Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan metodologi Analytical Hierarchy Process (AHP). Penilaian kinerja dilakukan melalui identifikasi dan validasi Indikator Kinerja Utama (KPI) oleh para ahli, yang kemudian dinormalisasi, ditimbang, dan digunakan untuk mengukur kinerja rantai pasokan. Akibatnya, rantai pasokan beras Pabrik Beras Sukoreno Makmur menghasilkan 29 KPI, dengan peringkat kinerja rantai pasokan secara keseluruhan 79,88 (menunjukkan kinerja yang baik/good), di samping identifikasi 4 KPI dengan nilai terendah yang memerlukan prioritas untuk perbaikan yang berkaitan dengan perencanaan pengadaan bahan baku, pemeliharaan mesin, proses produksi, dan pelatihan karyawan.
ANALISIS RISIKO KEHILANGAN PASCA PANEN PADA RANTAI PASOK WORTEL DENGAN METODE HOUSE OF RISK (STUDI KASUS DI KABUPATEN MAGETAN) Amilia, Winda; Jamalia Ulfa, Erlin; Suryaningrat, Ida Bagus; Suryadharma, Bertung
Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi Indonesia Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Hasil Penelitian UNIVERSITAS JEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpsti.v1i1.93

Abstract

Carrot as a vegetable is a food that has a fairly high level of losses in the distribution process. Actors involved in the carrot supply chain are farmers, agents, stall traders, mobile traders and consumers. The number of actors involved in the carrot supply chain will result in the risk of post-harvest losses that can affect the quality of carrots that consumers get. This study aims to analyze the risk of post-harvest losses and design a management strategy to reduce the incidence of carrot supply chain risk in Magetan District. The method used is the House of Risk which consists of 2 phases. The results showed that the types of mechanical damage that occurred in the carrot supply chain could be classified into abrasion, cracking, puncture, cutting, bruising, splitting, tearing, and skin cracking which were identified as risks caused by 15 risk agents. From the 15 risk agents obtained, 7 priority risk agents were selected and analyzed to determine the mitigation strategies that could be applied. The mitigation strategies obtained in this study were 6 mitigation strategies. With risk management and mitigation strategies in the carrot supply chain, it is expected to be able to minimize the risk of mechanical damage that occurs in the carrot supply chain in Magetan Regency.
UJI PENERIMAAN KONSUMEN KOPI ARABIKA ARGOPURO DENGAN PENGOLAHAN NATURAL, HONEY DAN FULLWASH Mahardika, Nidya Shara; Suwasono, Sony; Plus, Melinda Lady; Amilia, Winda
Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi Indonesia Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi Indonesia (JPSTI)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpsti.v1i2.220

Abstract

Argopuro Arabica coffee is coffee grown in Klungkung Village, Sukorambi District, Jember Regency by the Santoso Farmer Group. Klungkung Arabica coffee needs to be tested together with specialty coffee to determine consumer acceptance in order to realize the desire of Klungkung Village farmer groups to market their products throughout Indonesia and even abroad. The purpose of this study is to determine the segmentation and positioning of Arabica coffee "Klungkung Coffee" with natural, honey, and fullwash processing. The data collection method used a questionnaire for organoleptic tests and coffee brightness tests. Data analysis using One Way Anova and MDS (Multi Dimensional Scaling). The research was conducted at the Macro Caffe Roastery from December 2020 to January 2021. It can be concluded that the segmentation of coffee products is targeted at male consumers, aged 20-29 years, educated students / college students with a high school education. Product positioning results that Argopuro Klungkung Arabica coffee that is ready to be developed is Klungkung Coffee with Fullwash and Honey processing. This can be seen on the proximity map which shows that Klungkung Fullwash and Honey coffees are close to specialty coffees (Aceh Gayo, Ijen Fullwash, and Bali Kintamani). This proximity means that Klungkung Coffee can compete with specialty coffee.
Co-Authors -, Giyarto Ade Liya Pratiwi Adila, Hifdzil Aghata, Ola Riska Aprilia Intan Agustriono, Aldi Ahmad Yusuf Akhmad Taufikqul Hakim Aldini, Achmad Shorfi Alleyda, Nadia Azro Andi Eko Wiyono, Andi Eko Andrew Setiawan Andrew Setiawan Andriani, Windy Nur Anfaq Syahriyal Fadhil Anik Suwandari Anindya Dyah Untari Anwar Anwar Ar-Rafi, Muhammad Ghani Arif Arif ariza budi tunjung-sari, ariza budi Arma Dwi Novemi Aulia, Wilsa Dina Baladraf, Thabed Tholib Bayu Aprillianto Bertung Suryadarma Bertung Suryadharma, Bertung Cempaka Paramita, Cempaka Clara Septaria Melinda Dadin Gilang Pranata Darmawan, Adam Hegi Deliyana, Annysa Dhifa Ferzia Dini Kusuma Ningrum Doni Adi Nugroho Dyah Rizki Karismasari Emilia, Devi Sisca Fajar Aji, Fajar Fatma Dewi Ferry Julio Prabowo Firstandika, Leader Fransna, Adilah Devira Gusti Ayu Putu Agung Hadi Sampurna Handayani, Essa Tri Hapsari, Dea Nawang Herlina Herlina Herry Purnomo, Bambang Hical W, Muhammad Irsyad Hidayah, Ridatul Winda Hifdzil Adila Hifdzil Adila Hita, Muhammad Arga Ida Bagus Suryaningrat Intan Nurul Awwaliyah Intan Rohmatul Maulidiah Irmy Arya Tri Nasrin Isti Fadah Jamalia Ulfa, Erlin Laila Adhani Putri Malik Laksmi Indreswari Laksmi Indreswari Lestari, Dwi Indah Lestari, Widyawati Luluk Sinta Devi Maghfiroh, Maulidatul Mahardika, Nidya Shara Maria Belgis Markus Apriono Mas Anang Fuad Rifa'i Mas Anang Fuad Rifa’i Masahid, Ardiyan Dwi Mashudi, Achmad Maslahah Masruroh, Dhiya Nailatul Mayasari, Feby Rianti Michael Cristofer R Miftahul Choiron Miftahul Choirun Mochammad Nur Faizin Moh. Rizqy Izzul Haaq Mohammad Nor Mohammad Rondhi Nadie Fatimatuzzahro Nadie Fatimatuzzahro Nana Maulidya Nidya Shara Mahardika Nining Ika Wahyuni Nita Kuswardhani Novita Fitri Yulian Nurjannah, Rifdah Nada Nurul Dwi Novikarumsari, Nurul Dwi Ola Riska Aprilia Intan Aghata Pasaribu, Elen Bethania Permana Shita, Amandia Dewi Plus, Melinda Lady Prameswari, Fitrih Salsabilah Pramitha P.A, Amanda Pranata, Dadin Gilang Purborini, Ajeng Gendis Puspitania, Dewi Arum Rahayu, Supratiana Rahma, Alifia Suci Rendra C. Prasetya Rendra Chriestedy Prasetya Rendra Chriestedy Prasetya Retha Talia Shasabillah Rifqoh Anggarani Mulyana Rifqoh Anggarani Mulyana Ririn Irmadariyani Rohmatika, Shilfy Rokhani Rokhani Rokhani Rokhani Rokhani Rokhani, Rokhani Rudianto, Andrew Setiawan Rusdianto, Andrew Setiawan Salsabil, Maulana Yusqi Sampurna, Hadi Saputra, Rifki Saputri, Luluk Savitri, Dewi Ayu Sayidati Zulaikhah Setiawan Rusdianto, Andrew Shinta Syafrina Endah Hapsari Siti Maria Wardayati Suwardani, Kanaya Sukma Ardha Suwasono, Sony Tectona, Reza Dwi Thabed Tholib Baladraf Tito, Arif Budiman Tommy Eka Chandra Firmansyah Tommy Eka Chandra Firmansyah Ubaid Farid Handoko Ucik Nurul Hidayati Ula, Dina Hanifatul Vina Julie Dwi Sinta Vinka Oktavia Pramesti Virgita, Candrika Nur Wardhani, Dyah Ayu Kusuma Whina Sofiana Wijaya, Natanael Okta Wilantari, Regina Niken Windria, Renata Sita Wisnu Wardana, Wisnu Wiwik Febriyanti Yuli Wibowo Yuliyana, Ida Alfi Zhelma Rahmatika Zuhriyah, Anis K