p-Index From 2021 - 2026
6.942
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman KOMUNIKE: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam ANIDA : Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah Jurnal Orasi Isamic Communication Journal Al-I´lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Jurnal Ilmu Dakwah The Journal of Society and Media Proceedings of International Conference on Da'wa and Communication Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Idarotuna: Jurnal Kajian Manajemen Dakwah TADBIR: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan Jurnal Kopis: Kajian Penelitian dan Pemikiran Komunikasi Penyiaran Islam Jurnal Dakwah dan Komunikasi Syiar: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Tebuireng: Journal of Islamic Studies and Society Inteleksia: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Jurnal Komunikasi Islam Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) JASNA : Journal For Aswaja Studies BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Setyaki : Jurnal Studi Keagamaan Islam HIKMAH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Jurnal Mediakita : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Journal of Islamic Communication Studies Al-Wasatiyah: Journal of Religious Moderation Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Jurnal Ilmiah Syi'ar Indonesian Journal of Islamic Communication Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi WASILATUNA: JURNAL KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
Claim Missing Document
Check
Articles

RETORIKA DAKWAH WAJDI AZIM DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Ulfa, Marya; Muchlisoh, Lilis; Zuhriyah, Luluk Fikri
An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Komunikasi dan Desain Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/an-nida.v17i1.7894

Abstract

Retorika dakwah adalah seni atau gaya berbicara seorang pendakwah (da’i) ketika menyampaikan ajaran Islam kepada public. Retorika dakwah adalah suatu hal yang mencangkup berbagai bentuk ucapan, symbol, lambang, serta penyampaian pesan dengan tujuan mengajak masyarakat pada ajaran Allah Media sosial banyak di manfaatkan oleh aktivis dakwah sebagai sarana penyampaian dakwahnya, seperti Wajdi Azim yang menyampaikan dakwahnya melalui media sosial Instagram. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan retorika dakwah Wajdi Azim di media sosial Instagram @wajdi_azim. Penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang dapat menghasilkan data deskriptif berupa kata tertulis, perkataan, dan perilaku dari objek yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa retorika dakwah Wajdi Azim di media sosial Instagram menggunakancara yang unik dan menarik perhatian masyarakat yaitu dengan cara mengkritik. Karena Jika  seorang da’i lebih dominan mengajak dan menyeru terhadap kebaikan, tapi tidak dengan pemilik akun Instagram @wajdi_azim yang penyampaian dakwahnya lebih tegas dan berani.  
Dakwah Anti Narkoba di Kalangan Milenial: Studi Kasus SMA Al Arifin Sampang Siti Waqi'atul Hasanah; Danil Kiromah; Luluk Fikri Zuhriyah
Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jdk.v10i1.12671

Abstract

Sokobanah Sampang merupakan nama Kecamatan di Pulau Madura, Pulau Madura dikenal sebagai Pulau yang rata-rata penduduknya bersikap dan berwatak keras. Terutama di daerah Sampang, di sana sangat rawan terjadinya carok dan perbuatan asusila lainnya yang memang menjadi acuan utama mengapa Madura diklaim sebagai Pulau yang penduduknya berwatak Keras. Beredarnya penyebaran bahaya narkoba misalnya. Lingkungan berpengaruh besar terhadap terbentuknya karakter dan mental seseorang. Maka, secara singkat penulis memilih lembaga SMA Al Arifin Sokobanah Sampang karena daerah tersebut menjadi salah satu bagian dari adanya masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman serta kesadaran bahaya narkoba. Sedangkan selama proses penelitian penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi sehingga, memperolehkan data secara deskriptif. Hasil penelitian pada artikel ini adalah strategi komunikasi yang digunakan dalam membangun dakwah Anti narkoba di lembaga SMA Al Arifin selaras dengan teori yang dikemukakan oleh Devito tentang komunikasi Interpersonal, komunikasi interpersonal adalah pertukaran pesan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih baik secara formal dan non formal sebagaimana berikut: Lembaga SMA Al Arifin memiliki kebijakan dalam membentuk generasi anti narkoba, dengan diberlakukannya kerjasama dengan Pihak kepolisian atau KUA dalam mengarahkan dan membimbing Siswa Siswi Al Arifin guna meminimalisir penyebaran bahaya narkoba, serta menggunakan metode pendekatan kepada Siswa SMA Al Arifin secara kondusif melalui guru BK (Bimbingan Konseling), sehigga dapat mengontrol perilaku siswa secara emosional.
Penyebaran Israiliat dalam Dakwah Islam di Indonesia: Menelusuri Sejarah dan Kontroversinya Hermawati, Yuli; Luluk Fikri Zuhriyah
Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jdk.v10i1.12748

Abstract

Penyebaran kisah Israiliyat dalam dakwah Islam di Indonesia telah menjadi topik yang cukup kontroversial. Israiliyat merujuk pada cerita-cerita yang berasal dari tradisi Yahudi dan Nasrani yang sering kali dimasukkan dalam tafsir atau ceramah agama. Meskipun ada beberapa cerita Israiliyat yang memiliki nilai moral yang sesuai dengan ajaran Islam, banyak juga yang tidak dapat dipastikan kebenarannya dan bisa bertentangan dengan ajaran Islam yang sahih. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kisah Israiliyat menyebar dalam dakwah Islam di Indonesia, serta dampak negatif yang mungkin timbul, seperti penyebaran informasi yang salah atau penyimpangan dari ajaran Islam yang benar. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji bagaimana respons ulama dan masyarakat terhadap penyebaran kisah Israiliyat, dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah dampak negatifnya dalam dakwah. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya seleksi yang hati-hati terhadap sumber dakwah dan perlunya pemahaman kritis terhadap cerita yang disampaikan dalam ceramah agama.
CONTESTATION OF MODERATE ISLAMIC DISCOURSE IN NU.OR.ID AND MUHAMMADIYAH.OR.ID WEBSITES Trifita, Amjad; Choirul Arif, Moch.; Zuhriyah, Luluk Fikri
KOMUNIKE: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam Vol. 15 No. 1 (2023): Islamic Communication
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jurkom.v15i1.7280

Abstract

This study intends to investigate how moderate Islam is contested on the websites muhammadiyah.or.id and nu.or.id. This study uses Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis approach as a sort of content analysis research. The findings of this study demonstrate that, in the first place, the discourse of moderate Islam in NU media is presented under the slogan “Globalizing Moderate Islam,” while in Muhammadiyah media, the discourse of moderate Islam is presented in relation to ”he accomplishments in seven different areas, including economy, education, morality, social issues, da'wah, nationality, and gender. Second, the discourse process used to portray moderate Islam is examined in terms of textual, social, and sociocultural praxis dimensions. This analysis reveals the various ways that moderate Islam is interpreted as well as the motivations behind such interpretations.
Digital da’wah on religious moderation for Madurese women merchants in Tapal Kuda, Indonesia Ilaihi, Wahyu; Zuhriyah, Luluk Fikri; Yusuf, M.
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.2.24972

Abstract

Purpose - The purpose of this study was to examine the extent of da’wah by analyzing the assets of understanding, strategies for developing knowledge, and the results of understanding digital literacy in moderating religion among Madurese ethnic women in the Tapal Kuda area. Method - The study used the Asset-Based Community Development (ABCD) method, focusing on Pasar Induk (the main market) in Situbondo, which represents a hub of daily activities where Madurese women dominate as traders. Data collection involved participatory observation and mentoring, with a focus on identifying various types of assets. Result - The results showed that Madurese women possess several assets, namely physical assets, human assets, and social and institutional assets. The mentoring process revealed an increase in awareness among the women about utilizing these assets for digital literacy to better understand religious moderation in their daily lives. Implication –The method suggests improving digital literacy skills and awareness among marginalized groups to promote religious moderation and empower their economic activities. Originality/Value - This research is the first study to explore the integration of digital literacy and da’wah for religious moderation specifically among Madurese women merchants in a market setting, using the ABCD method as an intervention framework.*** Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana dakwah dengan menganalisis aset pemahaman, strategi pengembangan pengetahuan, dan hasil pemahaman literasi digital dalam memoderasi agama di kalangan perempuan etnis Madura di wilayah Tapal Kuda. Metode - Penelitian ini menggunakan metode Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset (ABCD), dengan fokus pada Pasar Induk di Situbondo, yang merupakan pusat kegiatan sehari-hari di mana perempuan Madura mendominasi sebagai pedagang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan pendampingan, dengan fokus pada identifikasi berbagai jenis aset. Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Madura memiliki beberapa aset, yaitu aset fisik, aset manusia, dan aset sosial dan kelembagaan. Proses pendampingan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran di antara para perempuan untuk memanfaatkan aset-aset tersebut untuk literasi digital agar lebih memahami moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi - Metode ini menunjukkan peningkatan keterampilan literasi digital dan kesadaran di antara kelompok-kelompok yang terpinggirkan untuk mempromosikan moderasi beragama dan memberdayakan kegiatan ekonomi mereka. Keaslian/Nilai - Penelitian ini adalah studi pertama yang mengeksplorasi integrasi literasi digital dan dakwah untuk moderasi beragama secara khusus di kalangan pedagang perempuan Madura di lingkungan pasar, menggunakan metode ABCD sebagai kerangka kerja intervensi.
Komodifikasi Dakwah Melalui Media Sosial Instagram Melyna Mazlin, Rosa; Fikri Zuhriyah, Luluk; Syam, Nur; Hanifah, Najmy
Idarotuna Vol 7, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idarotuna.v7i1.36108

Abstract

The development of digital technology has transformed various aspects of life, including how people communicate and disseminate religious values. Generation Z, as digital natives, plays a central role in utilizing social media, including accessing Islamic preaching (dakwah) content. This study focuses on the Instagram account @ayah_amanah, which features the Sharing Time dakwah program led by Ustadz Hanan Attaki. The purpose of this research is to analyze the commodification process of dakwah through Instagram and to examine how audience interaction occurs within the framework of social exchange. Using a qualitative approach with critical discourse analysis, the study integrates Karl Marx’s theory of commodification and the social exchange theories of George C. Homans and Peter M. Blau. The findings aim to demonstrate that digital dakwah is not merely a means of spiritual communication but also a commodified product packaged, distributed, and consumed within the social media ecosystem. This research also reveals how visuals, narratives, and branding strategies shape power relations and meanings in the dissemination of contemporary Islamic messages. The study offers a new contribution by bridging digital dakwah in the context of Instagram.
Strategi Dakwah Ustadz Hanan Attaki Di Era Digital Melalui Instagram @Pesan-Trend Dalam Pembentukan Karakter Di Kalangan Remaja Sari, Sinta Purnama; Zuhriyah, Luluk Fikri; Faqiih, Ahmad Wilayahtul
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan Vol 7, No 1 (2025): TADBIR: JURNAL MANAJEMEN DAKWAH FDIK IAIN PADANGSIDIMPUAN
Publisher : FDIK IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tadbir.v7i1.15619

Abstract

Digital Da'wah Through Social Media: A Case Study of the Instagram Account @Pesan-Trend by Ustadz Hanan Attaki In today's digital era, social media has become a highly potential platform for conveying religious messages to the younger generation. One prominent figure who has successfully utilized social media as a medium for da'wah is Ustadz Hanan Attaki through the Instagram account @Pesan-Trend. This account adopts a contemporary and accessible approach to da'wah, appealing to the spiritual side of youth through engaging visual designs and messages that are relevant to everyday life.The content presented goes beyond religious teachings, emphasizing character development such as patience, honesty, and social awareness. This approach has proven effective in capturing the attention of young audiences and integrating Islamic values into their lifestyle.One of the account’s flagship programs is Forest Night, which combines spiritual and reflective activities in natural settings, creating a deep and memorable religious experience.Through inspirational narratives and a strategic use of media aesthetics, @Pesan-Trend introduces a new face of Islamic da'wah—moderate, inclusive, and grounded. These findings indicate that social media can serve as an effective da'wah space to positively shape youth character, as long as it is delivered in a creative, relevant, and communicative manner in line with the evolving digital culture among the younger generation.Keywords: digital da'wah, Instagram, youth character, Ustadz Hanan Attaki, Pesan-Trend
Framing Environmental Issues in NUOnline and Tajdid.id Online Media Lilis Muchlisoh; Marya Ulfa; Luluk Fikri Zuhriyah
Tebuireng: Journal of Islamic Studies and Society Vol. 6 No. 1 (2025): Tebuireng: Journal of Islamic Studies and Society
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/tjiss.v6i1.9427

Abstract

Mass media has a strategic role in shaping the public’s perspective on crucial issues, including environmental issues that are increasingly prominent in global and national discourse. This study aims to analyze how online Islamic media NUOnline and Tajdid.id frame environmental issues through the perspective of Robert N. Entman’s framing theory, which includes four main elements: define problems, diagnose causes, make moral judgments, and suggest remedies. The results of the study show that NUOnline tends to define environmental problems as a form of moral and spiritual crisis, with causes linked to weak religious awareness and the practice of exploiting nature. Moral judgment is conveyed through Islamic teachings on the mandate and responsibility of the caliph on earth, as well as solutions directed at strengthening local religious and cultural values. Meanwhile, Tajdid.id frames environmental issues as structural and multidimensional problems, with an emphasis on collective responsibility between religious communities and the importance of public policy. This media emphasizes a rational and collaborative approach in offering solutions. These findings indicate that although both contain religious values as a moral basis in environmental reporting, differences in ideological orientation and communication approaches result in different framing constructions. This study fills the gap in the study of media framing based on religious values and offers a new perspective on Islamic environmental communication in Indonesia.
Dakwah Inklusif Nurcholish Madjid Fikri Zuhriyah., Luluk
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 2 No. 2 (2012): December
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.49 KB) | DOI: 10.15642/jki.2012.2.2.218-242

Abstract

Nurcholish Madjid is synonymous with inclusive Islam discourse. His works are quite consistent in voicing the idea of Islam as an open religion. This article specifically examines the construction of inclusive proselytizing of Nurcholish Madjid and its significance for religious practice. This paper also argues that the people of Indonesia need to embrace and implement inclusive proselytizing in order to create interfaith community or inter-religious harmonyKeywords: Nurcholish Madjid, inclusive proselytizing, inter-religious harmony------------------------------------------------------------------------Wacana Islam inklusif sangat melekat dengan sosok Nurcholish Madjid. Karya-karyanya cukup konsisten dalam menyuarakan gagasan Islam sebagai agama terbuka. Artikel ini membahas secara khusus konstruksi dakwah inklusif Nurcholish Madjid dan signifikansinya dalam konteks keberagamaan. Tulisan ini berargumen bahwa dakwah inklusif perlu digerakkan oleh bangsa Indonesia agar kerukunan antarwarga dan antarumat beragama dapat tercipta dengan baik.Kata kunci: Nurcholish Madjid, dakwah inklusif, kerukunan beragama
Pesan Dakwah dalam Novel Negeri Lima Menara Karya Ahmad Fuadi Islamiyah, Anisatul; Fikri Zuhriyah, Luluk
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 1 No. 2 (2011): December
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.991 KB) | DOI: 10.15642/jki.2011.1.2.137-148

Abstract

Ada dua permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu pesan dakwah apa saja yang terdapat dalam novel negeri lima menara? dan bagaimana penyampaian pesan dakwah yang ada dalam novel negeri lima menara?Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian non kancah yang menggunakan pendakatan kualitatif dan analisis wacana model Van DjikPesan dakwah yang ada dalam novel negeri lima menara ini mencakup aspek aqidah (keimanan) dan konsep keimanan yang paling menonjol adalah keimanan kepada Allah dan kitabullah al-Qur’an. Selain aqidah juga terdapat pesan dakwah syari’ah yaitu aturan-aturan agama khusunya tentang shalat dan bagaimana bersosialisasi di lingkungan pesantren. Dan yang terakhir adalah aspek akhlakul karimah yang kental diwarnai oleh birrul walidain dan keikhlasan.Dalam penyampaiannya ketika digunakan analisis Van Dijk dengan menggunakan enam elemen ditemukan bahwa dari sisi tematik yakni judul negeri lima menara menggambarkan impian para santri yang ingin belajar di negara-negara besar yang mempunyai menara besar.  Sedangkan elemen skematiknya, novel ini menggunakan alur maju mundur. Elemen dari sisi semantik, penulis novel ini menggunakan latar sebuah pesantren di Jawa Timur dengan maksud ia menonjolkan representasi pesantren yang tidak kalah maju dengan SMA. Dari sisi sintaksis dalam novel ini kata ganti komunikator menggunakan kata “aku” yang menunjukkan tokoh utamanya adalah narator dalam novel ini. Dari segi stilistik penulis banyak menggunakan bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Perancis dan bahasa daerah yaitu bahasa Minang. Dan yang terakhir adalah retoris yakni penekanan yang dipakai penulis adalah dengan penggunaan majas, hiperbola dan pengandaian, seperti kata “keterlaluan” pintarnya, dan juga seperti pungguk merindukan bulan, dan lain-lain.Penelitian ini hanya menganalisis sisi teks pesan dakwah yang ada dalam novel, tidak sampai pada pengaruhnya bagi masyarakat. Kiranya penelitian tentang pengaruh pesan dakwah dari novel bagi masyarakat dapat dijadikan rekomendasi untuk dikaji dalam penelitian berikutnya. Kata Kunci: Pesan Dakwa; Novel
Co-Authors Abdul Muhid Abiidah Nafisa Fiqriyah Achmad Zaki Ghufron Adhitama, Tias Satria Afifatur Rohimah Ainul Yaqin, Moch. Ainul Yaqin Akhmad Ainur Roziqin Al Hidayahtul Mus Qoimah Ali Mursyid Azisi Amjad Trifita Andik Izzuddin, Muhammad Angga Nur Rohman Angger Bimantara Anisatul Islamiyah, Anisatul Apria Ningrum, Velida Arianti, Qori Hajidah Asy'ari, Hasyim Bustomi, Abu Amar Chillyness, Altruis Bizurai Choirul Arif, Moch. D. Jupriono, D. Danil Kiromah Diki Taufikkurrohman Dimas Setyawan Saputro Erwin Eta Amala Husniya Faizatul Mukarromah Fano, Abiyyu Alfio Faqiih, Ahmad Wilayahtul Fitria, Alfiana Nur Hadi, Moch Alfin Hanifah, Najmy Hasniar Rofiq Hazmi Ihkamuddin Hermawati, Yuli Husnan, Moch Husniya, Eta Amala Ismaranti, Puri Ismiati Ismiati Jupriono Lilis Muchlisoh Lukman Hakim Luluk Ilma Inun Luluk Ilma Inun M. Yusuf Maftukhatul Azizah Marya Ulfa Marzuqi, Muhammad Ganda Maulidatus Syahrotin Naqqiyah Melyna Mazlin, Rosa Moch. Choirul Arif Moh Muslimin Moh. Hakim Alfarisi Muchlisoh, Lilis Muhammad Ainun Habib Muhammad Naufal Nurfirdaus Muhammad Wildan Abdillah Muhammad Zulio Hidayatul Fatah Nadhif, Wildan Nur Rovida Femila Sari Nur Rovida Femila Sari Nur Syam Pamungkas, Yudha Catur Pudji Rahmawati Putriya Hasanah, Eva Qoimah, AI Hidayahtul Mus Qusnul Qotimah, Rizka Rahman, Dicky Nur Retpitasari, Ellyda Rohimah, Afifatur Rohman , Angga Nur Romadhoni, Berlianti Karunia Ryan Purnomo Sholikhin Sidiq Ibrahim, Muh Syahril Sidik Ibrahim Singgih Muflihhafiz Labibah Sinta Purnama Sari, Sinta Purnama Siti Waqi'atul Hasanah Sofiatin Sofiatin, Sofiatin Trifita, Amdjad Trifita, Amjad Tsalits Maratun Nafiah Ubaidillah, Muhammad Farah Wahyu Agung Prasongko Wahyu Ilaihi Wati, Dini Atika Widadi Widadi . Widadi, Widadi Yasinatul, Puspa Arum Yusup, Ilham Maulana