p-Index From 2021 - 2026
9.222
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DIKSI Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Jurnal Arbitrer English Review: Journal of English Education JURNAL KONFIKS ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Reformasi : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Suar Betang Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) FOUNDASIA JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Kibas Cenderawasih : Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Jurnal Pembelajaran Sastra Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA) Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Studies in English Language and Education Kajian Linguistik dan Sastra Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya SAP (Susunan Artikel Pendidikan) Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Claim Missing Document
Check
Articles

Pattern of indirect directive speech acts on online advertisements Prastio, Bambang; Ibrahim, Abdul Syukur; Susanto, Gatut; Nurzafira, Istiqomah
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 49, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The technological advancement and emergence of online advertisement become the underlying reason of the implementation of this current research. This paper discusses the pattern obtained in directive speech act delivered indirectly. Data of this qualitative research were utterances expressing directive speech act that had been transcribed by inclosing the conversation contexts. The data were collected from 30 online advertisements in online shopping application. The research results show there are various ways in delivering directive speech act indirectly such as (1) giving narration; (2) using opposite coordinative conjunction; (3) applying alternative questions; (4) using yes/no question; (5) wh-questions; and (6) utilizing rhetorical question. Based on the research findings, it can be concluded that online advertising product makers tend to use indirect directive speech act communication patterns. The use of indirect speech patterns is intended to persuade online advertisement readers to use the goods and or services offered. Therefore, the persuasive language of online advertising aims to instruct, command, suggest, and guide readers to order goods and or services offered by online advertising product makers. The findings of this research provide online advertisement readers ways to understand the indirect directive speech acts made by the online advertisement producers. Kemajuan teknologi dan munculnya iklan online menjadi penyebab penelitian ini dilakukan. Artikel ini bertujuan mendiskusikan mengenai pola-pola yang terdapat dalam tuturan direktif yang disampaikan secara tidak langsung. Dalam penelitian kualitatif ini datanya berupa tuturan yang mengandung tindak tutur direktif tidak langsung yang telah ditranskrip dengan menyertakan konteks percakapan. Sumber data penelitian ini adalah 30 iklan online dengan jenis aplikasi belanja online. Hasil penelitian menunjukkan terdapat berbagai cara dalam menyampai­kan tindak tutur direktif yang disampaikan secara tidak langsung. Cara-cara tersebut yaitu (1) memberikan narasi; (2) memakai konjungsi kordinatif perlawan­an; (3) menggunakan pertanyaan alternatif pilihan; (4) memakai pertanyaan dengan jawaban ya dan tidak; (5) bertanya dengan menggunakan dengan kata tanya; dan (6) menggunakan pertanyaan retoris. Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa pembuat produk iklan online berkecenderungan menggunakan pola komunikasi tindak tutur direktif tidak langsung. Pemakaian pola tidak tutur tidak langsung tersebut dimaksudkan untuk memberikan persuasi kepada pembaca iklan online untuk menggunakan produk barang dan atau jasa yang ditawarkan pembuat produk iklan online. Oleh karena itu, bahasa persuasif dalam tindak tutur iklan online bertujuan untuk memerintah, menyarankan, dan mengarahkan pembaca supaya mereka memesan barang dan atau jasa yang ditawarkan oleh pembuat produk iklan online. Temuan dalam penelitian ini dapat membantu pembaca iklan online memahami tuturan direktif tidak langsung yang diproduksi oleh pembuat iklan online.
Student perceptions of the use of VR to introduce Malang local tourism and culture Muzaki, Helmi; Gatut Susanto; Kusubakti Andajani; Afiyahtun Isnaeni; Ilham Akhsani; Thilip Kumar Moorthy
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2025): December (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jitp.v12i4.88958

Abstract

This study investigates students’ perceptions of the use of Virtual Reality (VR) as a learning medium for introducing tourism and local culture in Malang. This research employed a quantitative descriptive design involving 23 first-semester students selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire (1–5) consisting of 17 statements that measured learning effectiveness, educational value, tourism introduction, cultural understanding, and the development of knowledge and skills. The results indicate that students demonstrated highly positive perceptions of VR implementation, with an overall mean score of 4.34. The highest score was obtained in the aspect of local tourism introduction (M = 4.46), followed by local cultural understanding (M = 4.41) and learning effectiveness (M = 4.37). These findings show that VR provides an immersive and engaging learning experience that enhances students’ understanding of tourism and local culture. Therefore, it is recommended that educators and institutions further integrate and develop VR as an innovative technology-based learning strategy to enrich educational practices.
Generation Z's prokem in social media: Language transformation and social identity of Makassar Adolescents Musyarrafah S; Anang Santoso; Gatut Susanto
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 9 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v9i1.37487

Abstract

The prokem utilized by Generation Z adolescents in Makassar represents a linguistic innovation influenced by the regional language of Makassar. This study seeks to identify and analyze the diverse forms of prokem employed by Generation Z adolescents in Makassar City, particularly on social media platforms. With the rapid advancement of information and communication technology, social media has emerged as a primary venue for adolescent social interaction, significantly impacting their language development. This research addresses the evolution of prokem, often perceived as an informal linguistic variation embodying elements of group identity, within a digital context, especially on platforms such as WhatsApp, Instagram and TikTok. The methodology employed in this research is discourse analysis, which utilizes a qualitative approach. Data were gathered through the observation and documentation of language posts or interactions by Generation Z adolescents in Makassar on social media. The analysis involved identifying the forms and patterns of prokem use and the social factors influencing its utilization and dissemination. The findings of this study reveal, first, that the forms of prokem used by Makassar adolescents include words, phrases, abbreviations, acronyms, interrogative words, and auxiliary words. Second, a comparison is drawn between the prokem of Makassar City adolescents and those from other regions. Third, the factors influencing the use of prokem among Generation Z adolescents on social media encompass interlocutors, conversation topics, kinship, social media platforms, emotional contexts, social groups, and prevailing trends. The prokem variety of Generation Z adolescents reflects a transformation in youth communication, characterized by openness to linguistic variations and adaptable social symbols. This research aims to contribute to the study of prokem in the contemporary context, particularly by exploring the interplay between language, social identity, and the evolution of communication technology among Indonesian adolescents.   Bahasa prokem remaja generasi Z Kota Makassar merupakan inovasi berbahasa yang dipengaruhi oleh bahasa daerah Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis ragam bahasa prokem yang digunakan oleh remaja Generasi Z di Kota Makassar melalui media sosial. Seiiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, media sosial menjadi salah satu ruang utama bagi interaksi sosial remaja, yang turut mempengaruhi perkembangan bahasa. Penelitian ini mengangkat persoalan tentang bagaimana bahasa prokem, yang seringkali dipandang sebagai bentuk variasi bahasa yang informal dan cenderung mengandung elemen identitas kelompok, berkembang dalam konteks digital, khususnya di platform media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi terhadap unggahan atau interaksi bahasa yang dilakukan oleh remaja Generasi Z Kota Makassar di media sosial. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi bentuk, pola penggunaan bahasa prokem, dan faktor-faktor sosial yang mempengaruhi penggunaan dan penyebarannya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, pertama, bentuk bahasa prokem yang digunakan remaja Makassar berupa kata, frasa, singkatan, akronim, kata tanya, dan kata bantu. Kedua, ditemukan perbandingan antara bahasa prokem remaja Kota Makassar dengan remaja daerah lainnya. Ketiga, faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa prokem remaja generasi Z di media sosial yang meliputi lawan bicara, topik pembicaraan, kekerabatan, platform media sosial, situasi emosional, kelompok sosial, dan tren. Ragam bahasa prokem remaja Generasi Z mencerminkan adanya pergeseran dalam cara berkomunikasi generasi muda yang lebih terbuka terhadap variasi bahasa dan simbol sosial yang bersifat fleksibel. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kajian bahasa prokem dalam konteks kekinian, khususnya dalam menggali hubungan antara bahasa, identitas sosial, dan perkembangan teknologi komunikasi di kalangan remaja di Indonesia.
Representasi Pariwisata dalam Bahan Ajar BIPA Sahabatku Indonesia: BIPA sebagai Diplomasi Budaya Melalui Pembelajaran Bahasa Caesar Adlu Hakim; Gatut Susanto; Didin Widyartono
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.14014

Abstract

Bahan ajar Sahabatku Indonesia merupakan salah satu bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran BIPA di Indonesia. Namun, bahan ajar tersebut tidak hanya memuat pembelajaran bahasa, tetapi sebagai bentuk diplomasi budaya. Tujuan penelitian ini mengkaji representasi pariwisata dalam setiap unit pada bahan ajar BIPA Sahabatku Indonesia 1 sampai 7, serta keterkaitannya sebagai diplomasi budaya melalui pembelajaran bahasa. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Data penelitian ini adalah bahan ajar BIPA Sahabatku Indonesia 1 sampai 7 yang diunduh melalui laman BIPA Daring. Teknik  analisis  data  dilakukan melalui tahap  membaca,  menandai,  mencatat,  mengecek  ulang,  dan  merevisi.  Model  analisis  yang digunakan adalah  analisis  interaktif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil temuan penelitian ini adalah terdapat 42 data representasi pariwisata yang terdiri atas wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, dan wisata makanan. Namun, tidak ditemukan representasi pariwisata pada bahan ajar BIPA Sahabatku Indonesia 6. Representasi tersebut disajikan dalam berbagai model, yaitu teks, percakapan, dan gambar. Hasil  temuan  tersebut  berimplikasi  pada  sebuah gagasan bahwa  bahan ajar BIPA Sahabatku Indonesia dapat dijadikan diplomasi budaya melalu pembelajaran bahasa untuk memperkenalkan Indonesia kepada  masyarakat  dunia melalui  representasi pariwisata.
Pengembangan Bahan Ajar BIPA Daring Tingkat Pemula Rendah Ahmad Rofiuddin; Gatut Susanto; Didin Widyartono; Sultan Sultan; Helmi Muzaki; Pensri Panich
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.3376

Abstract

The aim of this study is to develop Indonesian language teaching online materials as a Foreign Language (BIPA) which are suitable for beginner low level learners. This research is conducted in Malang in 2020. The procedure in this study uses the (Gall et al., 2007). The characteristics of the product consist of thirteen lessons that are used for online BIPA learning. Each lesson is developed based on actual topics according to beginner low level learner needs. The actual topics cover introduction, campus, home, office, canteen, park, and market. The variety of Indonesian uses in this teaching material is communicative variety. In addition, this teaching material is equipped with English as an complementary language. Based on the use test on the aspects of content, language, and presentation order, it can be concluded that online BIPA teaching material for beginner low-level learners has high feasibility. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) daring yang memiliki kelayakan untuk digunakan bagi pebelajar tingkat pemula rendah. Penelitian ini dilakukan di Malang pada tahun 2020. Prosedur yang digunakan adalah model (Gall et al., 2007). Karakteristik bahan ajar yang dihasilkan terdiri atas tiga belas unit pelajaran yang digunakan untuk pembelajaran BIPA secara daring. Tiap unit pelajaran dikembangkan bertumpu pada topik aktual sesuai dengan kebutuhan pebelajar tingkat pemula rendah. Topik-topik aktual tersebut antara lain tentang perkenalan, kampus, rumah, kantor, kantin, taman, dan pasar. Ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam bahan ajar ini ragam komunikatif. Selain itu, bahan ajar ini difasilitasi bahasa bantu bahasa Inggris. Berdasarkan uji pakai terhadap aspek isi, bahasa, dan struktur penyajian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar BIPA daring untuk pebelajar tingkat pemula rendah daring ini memiliki kelayakan tinggi. 
Proses Morfologis dan Makna Semantik Kosakata Pembelajar, Pebelajar, dan Pemelajar Gatut Susanto
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i1.2289

Abstract

This paper aims to explain the morphological process and semantic meaning of the following three words, namely; pembelajar, pebelajar, and pemelajar. The method used in this study is descriptive analysis. The results show that morphological process of the words pembelajar and pebelajar are formed by giving the prefix peN- on the basic form of belajar (verb). These two words are categorized as agentive one-two in pairs. The first agentive acts as an ordinate, while the second agentive acts as a sub-ordinate. On the other hand, the word pemelajar is formed by the process of prefixing peN- on the basic form of pelajar (noun). Besides, semantically, the word pembelajar means a person who gives learning to students, and the word pebelajar means a person who receives learning. While the word pemelajar, semantically, it does not has a clear concept of meaning. Based on the findings above, it is recommended to the teachers of Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) and to those who concerned about BIPA to be aware of the Indonesian linguistics when they use the three vocabularies to someone who is learning BIPA. AbstrakTulisan ini bertujuan untuk menjelaskan proses morfologis dan makna semantik kosakata pembelajar, pebelajar, dan pemelajar. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif terhadap proses morfologis dan makna semantik terhadap ketiga kosakata tersebut. Hasil analisis morfologis kosakata pembelajar dan pebelajar adalah nomina yang dibentuk dengan pengimbuhan peN- pada bentuk dasar belajar. Kedua kosakata tersebut berkategori agentif satu-dua secara berpasangan. Proses pembentukan nomina berkategori agentif satu-dua berlaku pada bentuk dasar berupa verba. Kosakata pemelajar adalah nomina yang dibentuk dengan pengimbuhan peN- pada bentuk dasar pelajar. Pembentukan kosakata pemelajar dari bentuk dasar pelajar tidak diperlukan karena pelajar sudah nomina, jadi tidak perlu dinominakan lagi. Secara semantik, pembelajar bermakna sebagai agentif satu dan pebelajar agentif dua. Secara semantik, kosakata pemelajar cenderung membingungkan pemakai bahasa Indonesia (BI). Oleh karena itu, disarankan kepada pemakai BI, terutama pengajar dan pegiat BIPA untuk peka linguistik bahasa Indonesia ketika menggunakan ketiga kosakata tersebut untuk menyebut orang asing yang belajar BIPA. 
Expressive speech acts during disasters: A pragmatic analysis of the Aceh tsunami oral history archive Faisal Faisal; Anang Santaso; Gatut Susanto; Martutik Martutik; Siti Naila Fauzia
Studies in English Language and Education Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v12i1.37842

Abstract

The Aceh Tsunami Oral History archive transcribes firsthand accounts from survivors of the December 26, 2004, tsunami, capturing their experiences as direct witnesses to the disaster. These narratives express emotions such as anxiety, panic, worry, distress, and disorientation. This frame of mind reflects the psychological turmoil faced during the earthquake and tsunami waves. This study focuses on expressive speech acts (ESAs), aiming to identify their types, strategies, and patterns in the oral history archive. A qualitative pragmatic approach was employed, with data collected through reading, recording, coding, tabulating, and categorizing. The process of data analysis followed five stages: description, selection, analysis, interpretation, and conclusion. The findings reveal that Aceh tsunami survivors used 22 types of ESAs, both direct and indirect. A number of 65 strategy patterns emerged from two primary strategies, shaping communication based on the survivors intended interlocutors. The expressions directed toward Allah, the one God, were dominant, featuring religious language and strong Islamic references. The use of hadih maja (Acehnese proverbs) was also identified, illustrating how the survivors speech acts integrate cultural and religious elements in their communication. The findings have inclusively presented the deep interconnection between faith, Acehnese cultural wisdom, and the ESAs of tsunami survivors.
Technology Integration in BIPA Learning for Beginner Thai Students Wichayanee Inthase; Imam Suyitno; Gatut Susanto
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v5i2.11054

Abstract

Learning Indonesian is very important for Thais who are interested in learning the language to meet the needs of the learners. In addition, the barriers to entry are very limited, resulting in the inability to attend face-to-face classes. Therefore, today's technology is very important in helping teachers and students study anywhere, anytime. This research aims to describe and illustrate the process of learning Indonesian for Thai speakers in Indonesia. The main focus is BIPA, which integrates with technology for Thai speakers. This research is motivated by Indonesia's increasingly high economic growth, which has caused the interest of multinational companies from Thailand to do business in Indonesia. In line with this, the interest and enthusiasm of Thai speakers in learning Indonesian is increasing. The method used in this research was qualitative with the Miles & Huberman interactive model data analysis technique. The data in this research were collected from observations of Indonesian language teaching activities from a sample group of students four Thai speakers who were not able to speak Indonesian yet, to be able to communicate with Indonesian people daily. The research results showed that learning was carried out by utilizing technology in the form of digital applications used in beginner-level BIPA learning, such as Zoom Meeting, Google Meet, Canva, and GoodNote. It was discovered that integrating technology during learning activities can help in teaching, making it more comfortable and allowing to learn anywhere, at any time, and make learning effective. The obstacles in learning include the availability of signals to access learning media.
Persepsi Guru dalam Penggunaan Media Pembelajaran Digital pada Puisi Tradisional: Teachers' Perceptions in the Use of Digital Learning Media in Traditional Poetry Nurjihaan Nabiilah; Suyono Suyono; Gatut Susanto
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 01 (2026): Research Articles, April 2026
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v6i01.8269

Abstract

This study aims to identify: (1) teachers’ perceptions of the importance of using digital learning media in traditional poetry learning, (2) the types of digital learning media used by teachers, and (3) the obstacles faced in implementing it in the school environment. This study used a quantitative, survey-based approach. Data were collected using a dichotomous-scale questionnaire distributed to 30 Indonesian language teachers in junior high schools. The results showed that teachers’ perceptions of the use of digital learning media were in the very positive category. This was indicated by the high percentages in the cognitive (98.6%), affective (97.2%), and conative (81.1%) aspects. These findings indicate that teachers have a good understanding, supportive attitudes, and a tendency to apply digital media in traditional poetry learning. However, this study also found several obstacles to implementing digital learning media, with a 66% rate. These obstacles include limited availability of digital media relevant to the learning material, differences in students’ abilities to access and use technology, and limited time during classroom instruction. Thus, digital learning media have great potential to improve the quality of learning traditional poetry. Therefore, support is needed by providing adequate facilities and infrastructure, improving teachers’ digital competencies, and managing learning time more effectively, so that implementation can run optimally and sustainably.
Sociolinguistic Study: Language Style in Generation Z Conversations in the WKWK Project YouTube Channel Podcast Lana Saadatul Abadiyah; Anang Santoso; Gatut Susanto
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2025): JURNAL KREDO VOL 9 NO 1 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk gaya bahasa dan faktor-faktor sosial yang memengaruhi komunikasi Generasi Z dalam podcast YouTube WKWK Project, khususnya episode “Bocah-Bocah Kosong.” Perilaku linguistik Gen Z menunjukkan kecenderungan menggunakan bahasa kasual dan non-standar sebagai sarana mengekspresikan identitas dan kedekatan sosial di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik amati dan catat untuk menganalisis ujaran yang ditranskripsi dari video tersebut. Analisis didasarkan pada teori gaya bahasa Martin Joos dan faktor-faktor sosial Janet Holmes, mengikuti tahapan pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa gaya kasual dan intim merupakan bentuk yang paling dominan digunakan, yang mencerminkan hubungan sosial yang dekat dan spontanitas alami Gen Z. Faktor-faktor sosial seperti partisipan, topik, dan fungsi komunikatif juga memengaruhi variasi gaya. Hasil ini menekankan bahwa gaya bahasa Gen Z pada platform digital berfungsi tidak hanya sebagai alat komunikasi tetapi juga sebagai representasi identitas linguistik dan sosial di ruang publik daring .
Co-Authors - Martutik A. H. Rofi'uddin A. Syukur Ghazali A. Syukur Ghazali Abd. Syukur Ibrahim Abd. Syukur Ibrahim Abdul Syukur Ibrahim Ade Eka Anggraini Ade Rikky Bongo Adlina, Adlina Afiyahtun Isnaeni Ahmad Abdul Karim, Ahmad Abdul Akhsani, Ilham Aksani, Ilham Alfia, Hana Rosmalia Amiruddin, Nurlina Anang Santaso Anang Santoso Anang Santoso Andriyani, Noni Anri Nofitria Ariva Luciandika Ary Fawzi, Ary Aswan Aswan Aulia Rachma Kusumawardani Aulia Rachma Kusumawardani Azizatul Qolbi Bagus Pratomo Bonde, Lossan Caesar Adlu Hakim Daniel Happy Putra David Pickus Dawud Dawud Dawud Dewi Puji Lestari Dewi, Bintang Cahyaningtyastuti Aisyah Diah Ayu Puspitasari Didin Widyartono Diella Rosa Diella Rosa Dyna Mai Rizca Lestari Dyna Mai Rizca Lestari Elady’s Wiqhoyah Kusnadi Endah Tri Priyatni Faisal Faisal Firman Wally Galuh Prameswari, Renanda Winar Gandonu, Peter Hanifia Helmi Muzaki Helmi Muzakki Hilmi Wahyuni Himawan, Riswanda Ida Tri Wahyuni Imam Agus Basuki Imam Suyitno Imam Suyitno Indra Suherjanto Inthase, Wichayanee Iriana, Oktavia Era Istiqomah Nurzafira Istiqomah Nurzafira Ivena Violensia Izhhar Amala Zein Jamiatul Asyah Khisbiyah*, Nurul Kusubakti Andajani Lana Saadatul Abadiyah Madu Trisna Devi Martutik Maulidia, Tsania Moch. Syahri Mohammad Hudha Nursyairofi Monicha Ana Billa Moorthy, Thilip Kumar Musthofa Kamal Musyarrafah S Nabila Khansa Izzaturrahmi Nanang Bagus S Nanang Purwanto Nardiawan, Lailin Puspita NFN Aswan Ng, Yufita Nurchasanah Nurjihaan Nabiilah Nurzafira, Istiqomah Oktavia, Nisa Pambudi, Findi Setya Panich, Pensri Pensri Panich Prastio, Bambang Proklawati, Desy Rifa Hanifah Rizman Usman Robeeyah Bueraheng Roekhan Roekhan Roekhan Sari, Cut Purnama Sheilla Arumdyahsari Sirirawadee Boonyakiat Siti Latifah Mubasiroh Siti Naila Fauzia Sofiyatunnisa, Junita Sri Narindra Wahyu Widayat Sultan Sultan Sultan Sultan Suyono Suyono Thilip Kumar Moorthy Tsania Maulidia Ummah, Maslakhatu Nurul Violensia, Ivena Wahyu P., Gigih Caesar Wahyuni, Hilmi Wichayanee Inthase Widodo Hs WIDYA FATKHAN Willy Tri Hardianto Wodajo, Mengesha Robso Wulan, Nawang Yeni Dwi Rahayu Ningtyas Yulmi Hartinah Zephaniah Gavrila Bela Puspita