Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBACAAN SURAH AL-TAUBAH DALAM TRADISI KUPATAN MASYARAKAT MUSLIM SUKU SUNDA (STUDI LIVING QUR’AN DI DESA LIPU MASAGENA KONAWE SELATAN) Maesaroh, Ita; Gaffar, Abdul
EL-MAQRA' Vol 2 No 1 (2022): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i1.3986

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang, teknis serta implikasi dari pembacaan surah al-Taubah tradisi kupatan di Desa Lipu Masagena. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembacaan surah al-Taubah dalam tradisi tersebut lebih dititikberatkan pada pemaknaan terhadap nama surah al-Taubah itu sendiri yang berarti tobat atau pengampunan, agar sorang wanita hamil semakin kuat berusaha kembali (tobat) kepada Allah Swt sebelum datangnya masa persalinan yang merupakan perjuangan hidup dan mati seperti halnya peperangan yang menjadi pembahasan dominan dalam surah tersebut. Pembacaan Surah al-Taubah dalam tradisi ini diawali dengan membaca Surah al-Fatihah beberapa kali, kemudian membaca shalawat nabi serta diakhiri dengan pembacaan Surah al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas masing-masing tiga kali. Pembacaan Surah al-Taubah tersebut berimplikasi pada timbulnya ketenangan dan percaya diri bagi  keluarga pelaksana serta pribadi wanita hamil yang bersangkutan.Kata Kunci: Tradisi, Kupatan, At Taubah
PERSEPSI PENGHAFAL TERHADAP KEBERKAHAN AL-QUR’AN (STUDI KASUS TERHADAP MAHASISWA IQT IAIN KENDARI) Hasnani, Hasnani; Gaffar, Abdul; Hasdin Has, Muh.; Basri, Hasan
EL-MAQRA' Vol 2 No 2 (2022): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i2.5265

Abstract

Penelitian ini tentang persepsi penghafal terhadap keberkahan al-Qur’an (studi kasus terhadap mahasiswa IQT IAIN Kendari). Yang bertujuan untuk: (1) untuk mengetahui hakikat berkah menurut ulama. (2) untuk mengetahui bagaimana persepsi penghafal terhadap keberkahan al-Qur’an. (3) untuk mengetahui bagaimana manfaat yang menunjukkan keberkahan al-Qur’an. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara yang mana peneliti mewawancara 10 mahasiswa IQT penghafal al-Qur’an, dan dokumentasi. Adapun teknis analisis data yang di gunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Penegcekan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama Berkah adalah sesuatu yang memiliki kebaikan yang banyak, manfaat baik di dunia maupun akhirat, kenikmatan, yang bersifat tetap dan selalu bertambah dan tidak memilki batasan, memberikan petunjuk, keselamatan dan kemenangan dan beraneka ragam serta bersinambung. kedua Persepsi penghafal mahasiswa IQT terhadap keberkahan al-Qur’an adalah dimudahkan segala sesuatunnya, bertambah kebaikan, ilmu yang bermanfaat, hubungan guru dan murid, hati menjadi tenang dan pengingat, dan al-Qur’an adalah keberkahan. ketiga Manfaat dari keberkahan al-Qur’an yang dirasakan berupa meninggikan derajat, banyaknya kebaikan, ketenangan jiwa dan bermanfaat di masyarakat.
GENEALOGI PEMAKNAAN TAJASSUS Q.S AL-HUJURAT/49:12 Iwan, Irwansya Iwan; Gaffar, Abdul; Has, Hasdin; Akib, Nasri
EL-MAQRA' Vol 3 No 2 (2023): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v3i2.6274

Abstract

This research is about tajassu>s actions where these actions are strictly prohibited by Allah but nowadays these actions are used as a tool in defending an area or a threat that is certain to occur. So that this study aims to find out how the genealogy of the meaning of tajassu>s in classical, modern and contemporary interpretations in Q.s al-Hujura/49:12. In this case, we want to know how changes have occurred in the meaning of tajassu>s from the time of the Prophet to today's modern times. This research is a literature review or library research. The approach used in this study is an interpretive approach. the primary data used was Q.s al-Hujurat/49:12, while the secondary data used included commentary books, hadith books and articles related to the research title. While the data collection technique is collecting data from various existing references regarding this research, then analyzing the data with descriptive analysis. In analyzing the data using contextual interpretation, intertextual. From the results of this study it was discovered how the meaning of tajassu>s that occurs from classic, modern and contemporary commentary books, namely the act of tajassu>s will change its meaning in various circumstances and times. At the time of the Prophet, the act of tajassu>s was strictly prohibited because the prohibition was very clearly explained in the Koran. However, nowadays tajassu>s or now known as espionage or intelligence has become a tool that aims to prevent danger or to avoid threats that will occur. In the current espionage process, espionage or intelligence agents are sometimes used to directly search for information, but with the development of the era, espionage is also carried out using technological tools, such as wiretapping by telephone or by CCTV.