p-Index From 2021 - 2026
6.349
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Dinamika Perilaku Keagamaan Remaja Melalui Interaksi di Media Sosial di Jorong Pasia Laweh Nagari Pasia Laweh Kecamatan Palupuah Ramadhani, Puja; Gaffar, Abdul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam pola keberagamaan remaja. Media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang interaksi dan ekspresi identitas keagamaan. Penelitian ini bertujuan mengungkap peran media sosial dalam membentuk, memengaruhi, dan merefleksikan perilaku keagamaan remaja di Jorong Pasia Laweh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead sebagai landasan analisis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan, yang terdiri atas lima remaja, seorang guru ngaji, seorang wali jorong, dan satu orang tua. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku keagamaan remaja mengalami dinamika yang kompleks. Media sosial menjadi ruang baru dalam memahami dan mengekspresikan nilai keagamaan melalui konten digital, seperti video dakwah dan kutipan islami. Di sisi lain, tradisi pembelajaran agama di surau dan keluarga tetap dipertahankan. Hal ini menunjukkan adanya integrasi antara praktik keagamaan tradisional dan modern. Dengan demikian, media sosial tidak menggeser nilai religius, tetapi berperan dalam membentuk identitas keagamaan remaja di era digital.
Manajemen Konflik dalam Adat Pernikahan antara Pendatang dan Pribumi di Desa Sungai Aro Kabupaten Tebo Provinsi Jambi Putra, Aldian Rama; Gaffar, Abdul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37902

Abstract

Desa Sungai Aro merupakan wilayah multikultural yang rentan terjadi gesekan sosial, terutama dalam pelaksanaan adat pernikahan antara pendatang dan pribumi. Ketidakpahaman terhadap nilai-nilai adat memicu penolakan terhadap pasangan pendatang yang tidak mengikuti tata cara prosesi pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen konflik dalam adat pernikahan antara pendatang dan pribumi di Desa Sungai Aro Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun konflik dalam prosesi adat pernikahan berpotensi mengganggu harmoni sosial, masyarakat bersama tokoh adat dan pemerintah desa mampu menyelesaikannya melalui mekanisme adat seperti mediasi antar kedua belah pihak, berunding atau negosiasi, konsultasi ke Lembaga adat, memanggil pegawai syara’ serta melalukan musyawarah adat. Penyelesaian dilakukan secara terbuka dan mufakat. Langkah-langkah ini tidak hanya meredakan konflik, tetapi juga mempererat hubungan Masyarakat dari latar belakang budaya yang berbeda. Lembaga adat dan pemerintah desa berperan penting menjaga tradisi sekaligus menerima keberagaman budaya.
Inclusive Islamic Education in the Framework of Inter-Religious Harmony: A Study of Mohammad Talbi's Thoughts Gaffar, Abdul; Falah, Riza Zahriyal; Syarif, Zainuddin
EDUKASIA Vol 17, No 2 (2022): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v17i2.16434

Abstract

The purpose of writing this article is to present a concept of inclusive Islamic education by showing Muslim and Christian relations in the spectrum: “A Common Word” which has a connotative meaning that everything is equal, balanced, and level. Using the study method can reveal the results of the study on the thoughts of Mohammad Talbi. First, it touches on the range of modern Islamic issues and religious issues in general in the context of intra-Islamic relations and the relationship between Islam and other religions, particularly the relationship between Muslims and Christians. Second, building a paradigm of peace among adherents of the "Ibrahim faith" and building awareness that we and followers of other religions are one big family, namely the Ibrahim family (Millah Ibrahim) who can create a world of peace and harmony in diversity. The third ideas of Mohammad Talbi as an instrument in the process of understanding or constructing the historical-sociological-humanist perspective approach. The fourth is the relevance of the Islamic education model.