Claim Missing Document
Check
Articles

PERTUMBUHAN RUMPUT Panicum maximum cv. Mombasa DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR HASIL BIOKONVERSI LALAT Hermetia illucens Iin Susilawati; Nina Uliyah; iin Susilawati; Nyimas Popi Indriani
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v3i1.36225

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2019 hingga Januari 2020 yang bertempat di Laboratorium Tanaman Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Sumedang. Tujuan penelitian ini untuk  mengetahui dan mendapatkan tingkat pemberian POC hasil biokonversi lalat Hermetia illucens yang tepat agar menghasilkan pertumbuhan  Panicum maximum cv. Mombasa yang paling tinggi. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 macam perlakuan terdiri atas P0 (Panicum maximum cv. Mombasa tanpa   pupuk organik cair), P1 (Panicum maximum cv. Mombasa dengan penambahan 30 ml/polybag pupuk organik cair), P2 (Panicum maximum cv. Mombasa dengan penambahan 60 ml/polybag pupuk organik cair), P3 (Panicum maximum cv. Mombasa dengan penambahan 90 ml/polybag pupuk organik cair),  P4 (Panicum maximum cv. Mombasa dengan penambahan 120 ml/polybag pupuk organik cair), dan P5 (Panicum maximum cv. Mombasa dengan penambahan 150 ml/polybag pupuk organik cair). Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali dengan peubah yang diamati adalah  tinggi tanaman, panjang tanaman, diameter batang, dan jumlah anakan. Analisis data menggunakan analisis varian (ANOVA). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC hasil biokonversi lalat Hermetia illucens memberikan respon yang sama (P>0.05) terhadap tinggi tanaman, panjang tanaman, diameter batang dan jumlah anakan rumput Panicum maximum cv Mombasa. Kata kunci : Pupuk organik cair, Hermetia illucens, Panicum maximum cv. Mombasa, pertumbuhan 
PRODUKSI DAN KANDUNGAN PROTEIN KASAR HIJAUAN DENGAN PEMBERIAN PUPUK FOSFAT PADA PERTANAMAN CAMPURAN RUMPUT BENGGALA (Panicum maximum) DENGAN LEGUM SENTRO (Centrosema pubescens) Iin Susilawati; Kiki Rizqy Supriyadi; Iin Susilawati; Heryawan Kemal Mustafa
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v3i1.36007

Abstract

Penelitian mengenai produksi dan kandungan protein kasar rumput Benggala (Panicum maximum) telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2019 di Lahan Penelitian Agrostologi, Laboratorium Tanaman Makanan Ternak dan Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh taraf pemberian pupuk fosfat yang tepat pada penanaman campuran rumput Benggala dan legum sentro terhadap produksi dan  kandungan protein kasar rumput Benggala. Penelitian ini dilakukan selama 60 hari dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 ulangan, sebagai berikut : P0 = Tanpa Pupuk Fosfat, P1 = Pupuk Fosfat 50 kg/ha, P2 = Pupuk Fosfat 100 kg/ha, P3 = Pupuk Fosfat 150 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk fosfat berpengaruh nyata terhadap kandungan protein kasar rumput tetapi  tidak berpengaruh nyata terhadap produksi rumput. Nilai rataan berat segar Rumput Benggala berkisar antara 9,35 – 14,23 g per polybag , rataan produksi berat kering Rumput Benggala 1,8 – 2,74 g/polybag dan  kandungan protein kasar Rumput Benggala tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 yaitu  17,87 %. Kata Kunci:  pupuk fosfat, rumput benggala, legum sentro, produksi hijauan, kandungan protein kasar
PRODUKSI DAN KANDUNGAN PROTEIN KASAR HIJAUAN DENGAN PEMBERIAN PUPUK FOSFAT PADA PERTANAMAN CAMPURAN RUMPUT BENGGALA (Panicum maximum) DENGAN LEGUM SENTRO (Centrosema pubescens) Iin Susilawati; Kiki Rizqy Supriyadi; Iin Susilawati; Heryawan Kemal Mustafa
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v3i1.36007

Abstract

Penelitian mengenai produksi dan kandungan protein kasar rumput Benggala (Panicum maximum) telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2019 di Lahan Penelitian Agrostologi, Laboratorium Tanaman Makanan Ternak dan Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh taraf pemberian pupuk fosfat yang tepat pada penanaman campuran rumput Benggala dan legum sentro terhadap produksi dan  kandungan protein kasar rumput Benggala. Penelitian ini dilakukan selama 60 hari dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 ulangan, sebagai berikut : P0 = Tanpa Pupuk Fosfat, P1 = Pupuk Fosfat 50 kg/ha, P2 = Pupuk Fosfat 100 kg/ha, P3 = Pupuk Fosfat 150 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk fosfat berpengaruh nyata terhadap kandungan protein kasar rumput tetapi  tidak berpengaruh nyata terhadap produksi rumput. Nilai rataan berat segar Rumput Benggala berkisar antara 9,35 – 14,23 g per polybag , rataan produksi berat kering Rumput Benggala 1,8 – 2,74 g/polybag dan  kandungan protein kasar Rumput Benggala tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 yaitu  17,87 %. Kata Kunci:  pupuk fosfat, rumput benggala, legum sentro, produksi hijauan, kandungan protein kasar
KARAKTERISTIK FISIK LIMBAH PADAT PEMBUATAN TEPUNG AREN (Arenga pinnata Merr) HASIL FERMENTASI ANAEROB DENGAN ADITIF MOLASES, LUMPUR KECAP DAN UREA Alamsyari .; Mansyur .; Iman Hernaman; Iin Susilawati; Nyimas Popi Indriani; Romi Zamhir Islami; Tidi Dhalika
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.342 KB) | DOI: 10.24198/jnttip.v1i1.25424

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan zat aditif terhadap karakteristik fisik limbah padat pembuatan tepung aren hasil fermentasi anaerob. Penelitian silakukan secara eksperimental dengan menggunakan rancangan acaak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut adalah P1 = 5% molasses, P2 5% lumpur kecap, P3 = 1% urea, P4 = 5% molasses + 1% urea, P5 = 5% lumpur kecap + 1% urea. Data yang terkumpula dilakukan analisis dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil menunjukan bahwa perlakuan memberikan pengaruh terhadap warna, aroma, tekstur, dan rasa, dengan penggunaan molasses sebanyak 5% memberikan hasil yang terbaik. Kesimpulan, penggunaan molasses 5% memberikan karakteristik fisik terbaik pada fermentasi anaerob pada limbah padat pembuatan tepung aren. 
PENGARUH PENGGUNAAN DEDAK FERMENTASI TERHADAP KADAR LIGNIN DAN SELULOSA SILASE RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) Zahra Khairun Nisa; Budi Ayuningsih; Iin Susilawati
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i3.30289

Abstract

Silase merupakan pengawetan hijauan secara basah. Dedak fermentasi dapat digunakan sebagai starter untuk mempercepat proses fermentasi pembuatan silase. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dedak fermentasi terhadap kadar lignin dan selulosa pada silase rumput gajah. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Ternak Mekar Jaya dan Laboratorium Nutrisi Ruminansia dan Kimia Makanan pada bulan November 2019 sampai Januari 2020. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 6 ulangan.  Perlakuan terdiri atas P1 (1% dedak fermentasi), P2 (3% dedak fermentasi), dan P3 (5% dedak fermentasi).  Hasil penelitian menunjukan bahwa pengggunaan berbagai dosis dedak fermentasi dalam pembuatan silase rumput gajah mempengaruhi kadar lignin dan kadar selulosa silase.  Penggunaan dosis dedak fermentasi 5% menghasilkan kadar lignin silase rumput gajah paling rendah (3,29%) dengan kadar selulosa terendah (32,91%) sedangkan dosis 1% menghasilkan kadar selulosa paling tinggi (40,42%) dengan kadar lignin tertinggi (4,87%).
HASIL DAN KANDUNGAN KOMPONEN SERAT KASAR HIJAUAN RUMPUT BENGGALA DENGAN PEMBERIAN MOLIBDENUM DAN JENIS LEGUM PADAPERTANAMAN CAMPURAN RUMPUT DAN LEGUM Iin Susilawati; Herryawan Kemal Mustafa; Lizah Khairani
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 2 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.539 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2013.v02.i02.p05

Abstract

The experiment was conducted to study the influence of molybdenum and legume genotype on yield of forage and components of crude fiber of benggala grass forage.The design of experiment was randomized block design (RBD), factorial pattern with 2 factors (3 x 4) and 3 replications. The first factor was consisted of four molybdenum fertilizer (m0 = without Mo; m1 = 3 g Mo per kg seed; m2 = 6 g Mo per kg seed; m3 = 9 g Mo per kg seed). The second factor was consisted of three legume genotype (l1 = kudzu/Pueraria phaseoloides; l2= kalopo/ Calopogonium mucunoides; l3 = 50% kudzu +50% kalopo). Molybdenum provided through seed treatment. Genotype of legume significantly affected on forage yield and not significantly affected on content of crude fiber components . Molybdenum fertilizer did not significantly affected the forage yield and content of crude fiber components of  benggala grass  forage.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN PAKAN MELALUI PEMBERIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR (FMA) Nyimas Popi Indriani; Mansyur Mansyur; Iin Susilawati; Romi Zamhir Islami
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 1 No 1
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.775 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2011.v01.i01.p06

Abstract

Forage is needed by ruminant in large quantity. Several forages have low feed quality and then it is required to improve the forage quality that generally from gramineae and leguminoseae. Biotechnology using AMF is one of good strategic management on forage. AMF from the symbiotic mutualism with host plant through it’s root, has important role in plant production, ecosystem health. The best known mycorrhizal effect is that mycorrhizal plants take up more soil phosphorus and grow faster than corresponding non-mycorrhizal control plants. While spores are considered to be the resistant structure and may be viewed as ‘long term’ propagules when viable host plants are not present, hyphae are considered to be the main source of inokula when host plants are present and the soil is not disturbed.
PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN PUPUK NITROGEN TERHADAP KANDUNGAN AIR DAN SERAT KASAR Corchorus aestuans Anies Nuraeni; Lizah Khairani; Iin Susilawati
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 9 No 1 (2019): Pastura Vol. 9 No. 1 Tahun 2019
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.591 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2019.v09.i01.p09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pemberian nitrogen terhadap kandungan air dan serat kasar pada hijauan Corchorus aestuans. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Desa Panyindangan Kabupaten Purwakarta pada bulan Desember 2017 – Juni 2018, dengan menggunakan metode Eksperimental, Rancangan Acak Kelompok. Terdapat enam jenis perlakuan (P0= 0 Kg.N.ha-1; P1= 100 Kg.N.ha-1; P2= 200 Kg.N.ha-1; P3= 300 Kg.N.ha-1; P4= 400 Kg.N.ha-1; dan P5= 500 Kg.N.ha-1) dengan 4 kelompok. Hasil analisis statistik dengan analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk Nitrogen dengan tingkatan yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan air pada C. aestuans, sedangkan pemberian tingkat pemupukan Nitrogen pada kandungan serat kasar berpengaruh nyata. Rataan kandungan serat kasar dari masing-masing perlakuan yakni P0=22,06%; P1=22,07%; P2=20,42%; P3=19,91%; P4=16,91%; P5= 16,26%. Pemberian level Nitrogen pada perlakuan P4= 400 Kg.N.ha-1; dan P5= 500 Kg.N.ha-1, menghasilkan serat kasar paling rendah P4=16,91%; P5= 16,26% di antara yang lainnya. Semakin tinggi pemupukan semakin rendah serat kasar yang dihasilkan. Kata kunci : C. aestuans, pupuk nitrogen, kadar air, serat kasar, hijauan.
Evaluation of Cardiovascular Biomarkers and Lipid Regulation in Lactation Friesian Holstein at Different Altitude in West Java, Indonesia Ujang Hidayat Tanuwiria; Iin Susilawati; Didin Tasripin; Lia Budimulyati Salman; Andi Mushawwir
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 29 No. 4 (2022): July 2022
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.29.4.428-434

Abstract

Altitude contributes and plays an important role in the development dairy cows in Indonesia. Altitude is directly related to temperature and humidity, both of which affect cardiovascular function and energy metabolism in dairy cattle. The 120 samples, consisted of 4th-5th lactation Friesian Holstein dairy cows were used in this study. The 40 samples of cattle each spread in three maintenance sites with different altitudes, namely 300 to 500 m above sea level (a.s.l.); 600-900 m a.s.l. and >1,000 m a.s.l. All the study sites located in West Java, Indonesia, to study the effect of altitude on the cardiovascular biomarker and lipid regulation in the dairy cow. Based on the result in this experiment showed that the CRP high sensitivity, H-FABP, homocysteine, and γ-Glutamyl Transpeptidase in Frisian Holstein dairy cows expressed higher levels (P <0.05) at low altitude site (300-500 m a.s.l.) than dairy cows at altitude sites higher (600-900 and >1,000 m a.s.l.), These results indicated, these compounds can be biomarkers for cardiovascular function. This study also showed, the lipid regulation also showed higher levels (P <0.05) at low altitude sites than altitude sites higher.
Pengenalan Rumput Mulato sebagai Potensi Sumber Hijauan Sapi Perah di Kelompok Peternak Tunas Mekar, KSU Tandangsari, Sumedang Novi Mayasari; Lia Budimulyati Salman; Iin Susilawati; Apong Sandrawati; Muhammad Rifqi Ismiraj
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2021): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.7.2.138-147

Abstract

The Tunas Mekar Farmer Group (TMFG) is a group of farmers belong to dairy farming cooperation (KSU) Tandangsari with the commodity of Friesian Holstein (FH) dairy cattle whose business objectives are to produce cow's milk and breeding of dairy cows. One of the problems that may have caused the low milk production was the result of the low quality and availability of the forage provided by the KPTM members. It is necessary to look for forage alternatives that have advantages in biomass and protein and fiber content, in the hope that it can help meet the nutritional needs of livestock. One of the forages that has advantages in protein and fiber content is mulato grass (Brachiaria hybrid cv. Mulato) which is reported to have the ability to live in a good dry season, easy to breed through tillers, and quite high palatability by ruminants. This community service is carried out to introduce and disseminate the potential benefits of mulato grass as a potential forage source for dairy cows. Community service activities are carried out with the exploratory stage, then the extension stage, and followed by the mentoring stage using an online platform (Whatsapp group). Community service activities regarding the potential of mulato grass as a forage for dairy cows were successfully implemented. With the enthusiasm of extension participants, extension activities can increase the insight of farmers participating in the extension, reflected in the success of farmers in planting and cultivating mulato grass.
Co-Authors A. A. Tarmidi Aditya, Irfan Dwi Alamsyari . Alifah, Nabiilah Nur An An Nurmeidiansyah Ana Rochana Ana Rochana Tarmidi Ana Rochana, Ana Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andi Mushawwir Anies Nuraeni Apong Sandrawati Apong Sandrawati Ari Zindhi, Muhammad Amrullah Asri Wulansari, Asri Bambang K Mutaqin Bambang Kholiq Mutaqin Bambang Kholiq Mutaqin Bambang Kholiq Mutaqin Budi Ayuningsih Budi Ayuningsih Dedeh Hudaya Arif Deden Zamzam Badruzzaman Denie Heriyadi Deny Saefulhadjar Didah Maidah Didin S Tasripin Didin Supriat Tasripin Didin Supriat Tasripin Didin Tasripin Diky Ramdani dudi, dudi Edianingsih, Primiani Efendi, Aprilianti Nur Ellin Harlia Eulis Tanti Marlina Ferdy Firmansyah Fidriyanto, Rusli Firmansyah, Indra Furqon Assalam Gina Salma Alghaniya Gumilar, Najwa Hegyra Hariyanti, Karsi Harun Djuned Herryawan Kemal Mustafa Herryawan Kemal Mustafa Herryawan Kemal Mustofa Heryawan Kemal Mustafa Hidayati Hidayati Iman Hernaman Indiriani, Nyimas Popi Ismiraj, Muhammad Rifqi Ken Ratu Gharizah Alhuur Kiki Rizqy Supriyadi Krisna, Krisna Lia Budimulyati Salman Lingga, Novita Samaria Lizah Khairani Lizah Khairani Mahfud Arifin Mansyur Mansyur - Mansyur . Mansyur Mansyur Mansyur Mansyur Mansyur Mansyur Martina Tri Puspita Sari Mayasari, Ph.D, Novi Muhamad - Ramdhan Muhammad Ariana Setiawan Muhammad Rifqi Ismiraj Muhammad Rifqi Ismiraj Mushawir, Andi Mutaqin, Bambang Kholiq n N. Indriani Nena Hilmia Nina Uliyah Nisa Husnul Azizah Novi Mayasari Nurwildan, Shafa Nabila nyimas popi indriani Nyimas Popi Indriani Nyimas Popi Indriani Pangestu, Muhammad Syahid Panji Rahman, Salwa Rabbani Rahmanosa, Elvia Rija Sudirja Rini Widyastuti Romi Zamhir Romi Zamhir Islami Romi Zamhir Islami Romi Zamhir Islami Romi Zamhir Islami Sandrawati, Apong Sari Suryanah Sari Suryanah Setiawan, Muhammad Ariana Syifa Nurjannah, Syifa Tidi Dhalika Toni Pramulyandi Triana, Mega Eva Triputra, Kustiawan Ujang Hidayat Tanuwiria Ujang Hidayat Tanuwiria1 Usamah, Arkan Wendry Setiyadi Putranto Yanza, Yulianri Rizki Zahra Khairun Nisa Zain, Muhammad Fahmy Fachrul