Articles
The Effect of Irradiation Methods on Biomass Yield on Mix of Corn (zea mays) and Mung Bean (Vigna radiata) with Hydroponic system
Iin Susilawati;
Lizah Khairani
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Unpad Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jnttip.v5i2.47880
The objectives of this research was to find effect of irradiation methods on the production of biomass fresh weight, leaf and root dry weight on combination of mung bean and corn with hydroponic system. This research was design with experimental method using Completely Randomized Design  with 2 treatmens and 9 replications. The observed of P1 = irradiation method with the sunlight for  12 hours and P2 = irradiation method with LED grow light 7. watt for  16 hours. Parameters observed were biomass fresh weight,  leaf and root dry weight Data were analyzed using of two samples Independent T-tes. The result showed that biomass fresh weight and leaf dry weight of irradiation with LED  higher  than irradiation with the sunlight,  the average’s 3155,844 g/m2, and 55,14 g/m2, but no significant effect on dry weight of root.
Peningkatan Produktivitas Domba melalui Pembinaan Kelompok Peternak Domba Desa Pamulihan terkait Keterampilan Manajemen Pemeliharaan
Ken Ratu gharizah Alhuur;
An An Nurmeidiansyah;
Denie Heriyadi;
Diky Ramdani;
Iin Susilawati
Media Kontak Tani Ternak Vol 5, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/mktt.v5i2.48977
Education regarding the management of sheep rearing in groups of sheep breeders in Pamulihan Village is carried out as a form of effort to increase the productivity of sheep owned by breeders. This educational activity was carried out in Pamulihan Village with an audience of 30 people who are sheep breeders from that village. Educational activities are carried out using the method of delivering material and discussion an evaluating it from pretest and posttest data taken before and after the material delivery session is carried out. Based on the results of the pretest and posttest evaluations, it was found that there was an increase in knowledge about feed management by 22% (from 70% to 92%), planning and recording by 45% (from 40% to 85%), maintenance management by 15% (from 75% to 90%) and Health management as much as 30% (from 60% to 90%). Aspects of the farmer's attitude after participating in the training as much as 90% of the farmers are aware of the deficiencies in the implementation of their farms and 10% are still unsure. In contrast, the desire of the breeders to apply the knowledge gained to their farms is found that 80% of the farmers will implement it, 7% do not, and 13% are doubtful -hesitant. This educational activity succeeded in increasing the knowledge and awareness of breeders in running their farms well. However, it still needs to be given technical examples that are easy for breeders to implement.Â
Manajemen Pemeliharaan Pada Pembesaran Pedet Betina Menuju Sapi Produktif Di KSU Tandangsari
Bambang Kholiq Mutaqin;
Ujang Hidayat Tanuwiria;
iin Susilawati;
Lia Budimulyati Salman;
Didin Supriat Tasripin
Farmers: Journal of Community Services Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Unpad Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/fjcs.v2i1.31197
Serangkaian kegiatan pengabdian pada masyarakat telah dilakukan baik secara langsung dan secara online yaitu work from home (WFH), pada bulan Juli 2020 di Wilayah Tanjungsari Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang dan Desember 2020 di Kelompok peternak Harapan Jaya Tanjungsari Sumedang. Tujuan dari PPM yang dilaksanakan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai manajemen pemeliharaan dan pembesaran pedet betina sapi perah menuju sapi produktif. Sasaran pelaksanaan kegiatan adalah peternak sapi perah anggota kelompok peternak yang tergabung di koperasi KSU Tandangsari Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Metode penyuluhan yang digunakan adalah ceramah melalui zoom meeting dan melalui forum diskusi terbatas dengan kelompok peternak Harapan Jaya Tanjungsari. Peserta yang hadir pada kegiatan penyuluhan sebanyak 40 orang terdiri atas peternak, pengurus koperasi, dosen dan mahasiswa peserta KKN sedangkan pada forum diskusi dengan kelompok ternak Harapan jaya dihadiri 15 orang peternak pada pertemuan pertama dan 15 orang pada pertemuan kedua. Hasil kegiatan disimpulkan bahwa secara umum peternak dan partisipan sangat antusias dalam mengikuti penyuluhan manajemen pemeliharaan pedet pada masa pandemic covid-19 dan penerapannya untuk mempercepat pertumbuhan pedet betina menjadi sapi produktif dan menyampaiakan berbagai permasalahan yang muncul di kalangan peternak seperti motivasi berternak yang kian luntur. Permasalahan tersebut akan menjadi konsen pengabdian berikutnya.
Sosialisasi dan Pelatihan Pembibitan Rumput dan Indigofera sp Pada Kelompok Petani/Peternak Desa Mekar Asih Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang
Tidi Dhalika;
Iin Susilawati;
Furqon Assalam;
Toni Pramulyandi
Farmers: Journal of Community Services Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Unpad Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/fjcs.v2i2.32739
ABSTRAK Rumput dan legume merupakan jenis hijauan pakan penting dalam sistem produksi domba, karena kedua jenis hijauan pakan ini merupakan makanan utama bagi domba. Peternak domba di Jawa Barat belum memberikan perhatian yang baik terhadap penyediaan rumput dan legume, termasuk legume Indigofera sp sebagai makanan domba yang memiliki nilai nutrisi yang cukup baik, sehingga perkembangan domba di Jawa Barat relatif masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan pembibitan rumput dan legume Indigofera sp bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak domba, khususnya mengenai pengenalan jenis, pembibitan, sistem produksi dan pengawetan hijauan pakan untuk ransum domba. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan ini, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan ilmu pengetahuan dan minat masyarakat untuk melakukan budidaya jenis rumput dan legume Indigofera sp dalam rangka pengembangan domba Garut di Desa Mekar Asih Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan seperti ini harus dilakukan secara berkesinambungan pada lokasi yang sama sampai periode waktu tertentu sebagai bentuk pendampingan terencana terhadap masyarakat agar proses adopsi inovasi dapat berlangsung sesuai dinamika perkembangan ilmu pengetahuan, keterampilan dan kebutuhan masyarakat setempat.
Pengaruh Penggunaan Dedak Fermentasi Terhadap Kandungan Bahan Kering dan Bahan Organik Silase Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum)
Nisa Husnul Azizah;
Budi Ayuningsih;
Iin Susilawati
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jsdh.v1i1.31391
Silase merupakan teknologi pengawetan hijauan dengan cara anaerob. Dedak fermentasi dapat digunakan sebagai starter dalam pembuatan silase yang bertujuan untuk mempercepat proses fermentasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan dedak fermentasi terhadap kandungan bahan kering dan bahan organik silase rumput gajah. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2019 - Januari 2020 di kelompok ternak Mekar Jaya, Dusun Cikangkung RT 01 RW 03, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran dan analisis laboratorium dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran di Jatinangor Sumedang. Penelitian menggunakan metode eksperimental serta rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas P1 (1% dedak fermentasi), P2 (3% dedak fermentasi) dan P3 (5% dedak fermentasi). Data penelitian dianalisis menggunakan Analisis Varian (ANOVA). Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan tidak nyata (P> 0,05) mempengaruhi kandungan bahan kering dan bahan organik silase rumput gajah.
Review: Pemberdayaan Hutan Pinus untuk Meningkatkan Produktivitas Ruminansia
Nyimas Popi Indriani;
Iin Susilawati;
Lizah Khairani;
Romi Zamhir Islami;
Mansyur Mansyur
JURNAL PETERNAKAN SABANA Vol 3 No 1 (2024): Edisi Januari-April 2024
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58300/jps.v3i1.745
Telah banyak penelitian mengenai pohon pinus sebagai pakan, baik sebagai hijauan maupun sebagai supplement (mengandung metabolit sekunder) untuk meningkatkan produktivitas ruminansia. Hijauan pohon pinus yang segar merupakan pakan yang mudah dicerna dan disukai oleh ruminansia. Pohon pinus banyak ditanam sebagai hutan pinus untuk daerah yang luas dan menyisakan sela sela/jarak tanam yang luas yang bisa dimanfaatkan untuk tanaman pakan. Pemanfaatan hutan pinus dapat dilakukan untuk menambah persediaan pakan ruminansia baik dengan memanfaatkan hijauan pohon pinus maupun tanaman pakan yang ditanam di bawah tegakan pohon pinus dengan cara budidaya lorong (alley cropping) . Dengan memanfaatkan sela sela tanaman pohon pinus untuk tanaman pakan ternak yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan, maka hutan pinus dapat menghasilkan pakan ternak yang melimpah untuk pengembangan peternakan. Tulisan ini menjelaskan cara cara memanfaatkan hutan pinus untuk meningkatkan produktivitas ruminansia berdasarkan penelitian penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Secara umum, sebaiknya dikembangkan sistem yang sesuai dengan kebutuhan para petani peternak dalam mengembangkan usahanya, meregenerasi lingkungan, dan memberi lebih banyak manfaat bagi masyarakat atas hidup mereka. Kata Kunci: budidaya Lorong, hijauan, metabolit sekunder, pohon pinus, produktivitas ruminansia
Comparisons and influence temperature humidity index to dairy cow productivity based on farm altitude
Bambang Kholiq Mutaqin;
Didin Supriat Tasripin;
Lia Budimulyati Salman;
Iin Susilawati;
Ujang Hidayat Tanuwiria1
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/agrivet.v12i1.9458
This study aimed to determine the differences and effects of the Temperature Humidity Index (THI) on dairy cows’ productivity in West Java based on differences in farm altitude. Categorization based on area altitude can be divided into low altitude (<700 m asl), moderate (700-1000 m asl), and high (> 1,000 m asl). The parameters observed were body size, body weight, and milk production which were supplemented by environmental conditions namely temperature and humidity. The method used is a survey and direct observation by simple random sampling of animals. The results showed differences in environmental conditions, namely temperature and humidity in each dairy farm with different altitudes. Meanwhile, the performance of milk production is relatively the same even though variations in the performance of body measurements and weight of dairy cows in each region. It can be concluded that heat environmental conditions with high THI can cause cows to suffer from heat stress so that productivity decreases.
Pengaruh Volume Penyiraman terhadap Produksi Hijauan dan Efisiensi Penggunaan Air pada Corchorus aestuans
Zain, Muhammad Fahmy Fachrul;
Susilawati, Iin;
Khairani, Lizah
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Unpad Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jnttip.v6i1.51182
Penelitian ditujukan untuk mengetahui pengaruh volume penyiraman air yang mengacu kapasitas lapang (KL) terhadap produksi hijauan C. aestuans, sekaligus mengetahui seberapa besar efisiensi penggunaan air yang diperoleh. Benih C. aestuans yang digunakan bersumber dari Laboratorium Lapangan Tanaman Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental berupa rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan mencakup P1 = 50% KL, P2 = 75% KL, P3 = 100% KL, dan P4 = 125% KL. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis ragam, dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian volume air dapat mempengaruhi produksi hijauan dan efisiensi penggunaan air tanaman. Produksi hijauan terbaik diperoleh pada 75% KL, dengan efisiensi penggunaan air tertinggi diperoleh pada 50% KL, sebagai level penyiraman yang direkomendasikan.
PENGARUH VOLUME PENYIRAMAN TERHADAP JUMLAH DAUN DAN TINGGI TANAMAN Corchorus aestuans
Rahman, Salwa Rabbani;
Khairani, Lizah;
Susilawati, Iin
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 05 (2023): September: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56127/jukim.v2i05.883
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh perbedaan volume penyiraman terhadap pertumbuhan jumlah daun terbanyak dan tinggi tanaman Corchorus aestuans. Germinasi bibit tanaman dilakukan pada bulan April 2023. Analisis Kapasitas Lapang dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Pakan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran pada bulan Februari 2023. Analisis Tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran pada bulan Januari sampai dengan Februari 2023. Penanaman Corchorus aestuans dilakukan di Lahan Penelitian Laboratorium Tanaman Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2023. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 Perlakuan 5 Ulangan sehingga menghasilkan 20 kali percobaan. Perlakuan Volume Penyiraman terdiri atas P1= 50% Kapasitas Lapang (KL), P2= 70% KL, P3= 100% KL, P4= 125% KL. Data dianalisis dengan Anova dan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume penyiraman memiliki pengaruh terhadap jumlah daun dan tinggi tanaman. Hasil analisis memperlihatkan bahwa perlakuan P1 (50% KL) merupakan perlakuan paling efisien untuk jumlah daun dan perlakuan P2 (75% KL) merupakan perlakuan yang paling baik untuk tinggi tanaman Corchorus aestuans. Disamping itu, perlakuan P2 menghasilkan bobot kering daun gugur paling besar dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Comparisons and influence temperature humidity index to dairy cow productivity based on farm altitude
Bambang Kholiq Mutaqin;
Didin Supriat Tasripin;
Lia Budimulyati Salman;
Iin Susilawati;
Ujang Hidayat Tanuwiria1
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/agrivet.v12i1.9458
This study aimed to determine the differences and effects of the Temperature Humidity Index (THI) on dairy cows’ productivity in West Java based on differences in farm altitude. Categorization based on area altitude can be divided into low altitude (<700 m asl), moderate (700-1000 m asl), and high (> 1,000 m asl). The parameters observed were body size, body weight, and milk production which were supplemented by environmental conditions namely temperature and humidity. The method used is a survey and direct observation by simple random sampling of animals. The results showed differences in environmental conditions, namely temperature and humidity in each dairy farm with different altitudes. Meanwhile, the performance of milk production is relatively the same even though variations in the performance of body measurements and weight of dairy cows in each region. It can be concluded that heat environmental conditions with high THI can cause cows to suffer from heat stress so that productivity decreases.