p-Index From 2021 - 2026
7.912
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR DALAM IMPLEMENTASI KOMPETENSI PROFESSIONAL GURU UNTUK MENINGKATKAN HAFALAN AL-QUR’AN Askoning, Askoning; Rizky, Tiara Apriliani; Kibtiyah, Asriana
AT-TAJDID Vol 8, No 1 (2024): JANUARI-JUNI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v8i1.3476

Abstract

Kompetensi gruu di sekolah tidak sepenuhnya sesuai dengan kriteria atau persyaratan guru profesional seperti yang terjadi di SMA Al Furqon. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi kompetensi kompetensi profesional guru Al-Qur’an dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an siswa di SMP Al Furqon. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui wawancara. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil beberapa simpulan, yaitu implementasi kompetensi profesional guru Al-quran di SMP Al-Furqon ditinjau dari aspek, menguasai materi, struktur dan konsep, serta pola pikir keilmuan yang mendukung kegiatan belajar mengajar, mengembangkan materi yang diajarkan dengan kreatif, mengembangkan keprofessionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, dan inovatif. Sehingga capaian-capaian program akselerasi al-quran mampu diwujudkan. Adapun faktor penghambat yang dihadapi guru al-quran dalam mengimplementasikan kompetensi professional guru untuk meningkatkan hafalan quran siswa : a) kejenuhan atas kegiatan yang monoton, b) perasaaan putus asa akan menghafalkan quran yang begitu banyak. Sedangkan faktor pendukungnya, yakni : a) adanya sarana dan prasarana yang mendukung, b) kesejahteraan guru yang diperhatikan dan c) adanya program yang terukur. Kemudian, upaya yang dilakukan guru al-quran dalam mengimplementasikan kompetensi professional untuk meningkatkan jumlah hafalan siswa di SMP Al-Furqon sebagai berikut : a) tidak melangsungkan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, untuk mengurangi kebosanan siswa, b) memotivasi mengenai hal-hal yang mudah dalam menghafalkan al-quran dan c) menjadi pengayom untuk siswa.
Rapor Orangtua sebagai Alat Evaluasi pada Model Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Anak Saleh Kibtiyah, Asriana; Bahrodin, Ariga; Gunadi, Ikhsan
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 8 No 4 (2023): Volume 8 Nomor 4, November 2023
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v8i4.1338

Abstract

Program penguatan pendidikan karakter (PPK) telah dicanangkan sebagai program nasional yang wajib diselenggarakan di seluruh satuan pendidikan yang melibatkan berbagai pihak termasuk orangtua atau keluarga. Penelitian yang dilakukan di Sekolah Anak Saleh ini merupakan sebuah pengembangan model PPK yang diwujudkan dalam bentuk Rapor Orangtua. Hal ini menjadi penting karena dengan Rapor tersebut akan menjadi alat evaluasi atas keterlibatan orang tua dalam PPK. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang melibatkan unsur guru, siswa dan orang tua sebagai responden penelitian. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Rapor Orangtua yang merekam aktivitas sekaligus alat evaluasi orangtua dalam rangka mendukung program PPK terbilang cukup efektif memberikan balikan guna menyempurnakan apa yang telah dilakukan orang tua.
Sosialisasi Pedagogik Guru dalam Pembentukan Karakter Siswa di Satuan Pendidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Desa Jerukwangi Kabupaten Kediri Dwinata, Anggara; Kibtiyah, Asriana; Hardinanto, Eko; Pratiwi, Emy Yunita Rahma; Minto, Minto; Nuruddin, Muhammad
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v3i2.4207

Abstract

Pedagogik menjadi pemahaman dan kemampuan penting bagi guru di sekolah dasar dan pra sekolah. Optimalisasi pedagogik dapat terwujud melalui langkah guru dalam memberikan wawasan pengetahuan dan membimbing melalui pendidikan karakter yang terbaik terhadap anak. Sebagai wujud implementasi nyata, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasyim Asy’ari Jombang mengadakan sebuah program sosialisasi pedagogik bagi para guru sekolah dasar dan pra sekolah di Balai Desa Jerukwangi. Tujuan diadakannya kegiatan adalah memberikan sumbangsih keilmuan secara pedagogik bagi guru-guru di lembaga pendidikan Desa Jerukwangi dengan memberikan strategi dalam mendidik anak agar berkarakter. Adapun metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi: a) kegiatan analisis masalah, b) sharing keilmuan, c) tanya jawab, dan d) evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) telah memenuhi refleksi sebagai langkah nyata dalam membangun pedagogik secara positif bagi guru-guru dalam membangun karakter kepada anak sekolah dasar dan pra sekolah di lingkungan pendidikan Desa Jerukwangi. Simpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dianggap mampu memberikan wawasan tentang pentingnya teori ilmu mengajar agar guru tepat dalam memfasilitasi anak agar ke depan memiliki karakter secara komprehensif.
PERAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DALAM MEMBANGUN KESEHATAN MENTAL REMAJA DESA WATUGALUH KABUPATEN JOMBANG Dwinata, Anggara; Kibtiyah, Asriana; Wahyu Nugroho, Meriana; Faizi, Ahmad; Ali Gucci, Ahmad Zulfikar; Rahma Pratiwi, Emy Yunita; Raharja, Hawwin Fitra
ABIDUMASY Vol 5 No 01 (2024): ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/abidumasy.v5i01.5726

Abstract

Masa remaja adalah masa dimana seseorang mencari jati diri. Masa ini merupakan fase awal dimana seorang manusia membangun kesehatan mental secara sadar agar menuju dewasa dapat beperilaku secara positif tanpa adanya gangguan psikis dan terganggunya kesehatan mental. Wujud peran serta remaja dalam membangun kesehatan mental menjadi landasan yang sangat penting agar dapat mengendalikan diri dan menahan hawa nafsu. Sebagai wujud implementasi nyata, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) sedang melaksanakan program kerja khusus dalam penanganan gangguan kesehatan mental remaja di Desa Watugaluh, Kabupaten Jombang bekerja sama dengan Pemeritah Desa Watugaluh, Tim Kesehatan Desa Watugaluh, Praktisi Psikologi, dan Dosen. Implementasi nyata ini sebagai wujud rangakain program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Universitas Hasyim Asyari Tebuireng Jombang dalam mengatasi masalah terkait kesehatan mental. Tujuan diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat adalah mengatasi kesehatan mental remaja desa Watugaluh melalui peran psikologi pendidikan. adapun metode pelaksanaan Pengabdian Masyarakat meliputi: 1) survei dan observasi, 2) penyuluhan dan sharing keilmuan, dan 3) evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat memiliki dampak yang positif dalam memberikan wawasan dan strategi solusi terhadap pemecahan masalah gangguan kesehatan mental di Desa Watugaluh Kabupaten Jombang. Simpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah sumbangsih ilmu yang nyata tentang pentingnya menjaga kesehatan mental bagi anak di usia remaja agar kelak masa depannya menjadi gemilang dan memiliki motivasi hidup tinggi.
PENDAMPINGAN PENDIDIKAN SEKSUALITAS MELALUI KITAB TARBIYATUL AULAD PADA MAHASISWA SATGAS PPKS DI JOMBANG Rofi'ah, Siti; Jasminto; Kibtiyah, Asriana; Mahsun, Ali; Bahrodin, Ariga; Muslih, Imam; Andeastya, Vian Hanes
ABIDUMASY 2024: ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/abidumasy.v1i1.8357

Abstract

Sexual education is an important aspect in efforts to prevent sexual violence inhigher education. However, the understanding of sexual education is often limited and notintegrated with Islamic values. This research aims to assist PPKS Task Force students inunderstanding sexual education through an approach based on the book Tarbiyatul Aulad byAbdullah Nasih Ulwan. This approach emphasizes Islamic values that are moderate, balanced,and relevant to the current context. This mentoring activity uses a participatory approachwhich includes the preparation stage, introduction stage, deepening stage, implementationstage and reflection evaluation stage. The results of the activity show that the Task Forcestudents' understanding of sexual violence and sexual education has increased. increasedunderstanding of the concept of Islamic-based sexual education and understanding of the issueof sexual violence. The integration of Islamic values in sexual education through the Book ofTarbiyatul Uulad has a positive impact on strengthening the capacity of PPKS Task Forcestudents in Higher Education.
Analisa Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Berdiferensiasi Pendidikan Seksual Bagi Mahasiswa Rofiah, Siti; Jasminto; Mahsun, Ali; Kibtiyah, Asriana; Mohamad Nur Salim; Supratno, Haris
Ed-Humanistics : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 10 No 2 (2025): Ed-Humanistics
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/ed-humanistics.v10i2.10762

Abstract

Sexual education is a crucial aspect in shaping the character and awareness of university students regarding ethics and moral responsibility in personal and social life. However, the implementation of sexual education in higher education institutions often failas to meet the diverse needs of students, who come from different backgrounds, levels of understanding, and learning needs. Thus tudy aims to anakyze the need for differentiated instructional materials in sexual education for university students, focusing on differentiation in terms of learning readiness, interests, learning styles, levels of understanding. The research method used is a needs survey involving 46 students from the PGMI study programs, using a questionnaire to collect data. The results show that although most students have previously studied the material, their understanding remains at varying level – some high, some moderate, and most low. On the other hand, the majority of students expressed a high level of interest in sexual education from an Islamic prespective, yet demonstrated diverse preferences in strategies, media, and types of learning tasks. These findings highlight the importance of developing instructional materials that can accommodate students diverse characteristic through a differentiated approach, in term of content, procces, and product. Thus, the development of differentiated instructional materials will not only enhance the effectiveness of learning, but also encourage active student engagement and strengtrhen their understanding of Islamic values related to sexual issues in a reflective, responsible, and applicable manner.