p-Index From 2021 - 2026
4.516
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) E-Journal Of Cultural Studies JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Media Kesehatan Masyarakat Indonesia JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmu keperawatan Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Jurnal Kesehatan Reproduksi Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health) Journal of Health Education Jurnal Kesehatan GIZI INDONESIA Jurnal Gizi Klinik Indonesia Window of Health : Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan Reproduksi Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology (Majalah Obstetri dan Ginekologi Indonesia) Journal of Epidemiology and Public Health Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Unnes Journal of Public Health Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Kebidanan Indonesia Majalah Kesehatan Indonesia Jurnal Cakrawala Promkes Jurnal Kesehatan Primer Masker Medika JOURNAL LA MEDIHEALTICO Basic and Applied Nursing Research Journal Journal of Information Systems for Public Health Berita Kedokteran Masyarakat Prosiding University Research Colloquium Journal of Health Technology Assessment in Midwifery Journal of Public Health Sciences Women Midwives and Midwifery Physical Therapy Journal of Indonesia Indonesian Journal of Pharmacology and Therapy Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Kesehatan Primer
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan Reproduksi

PEMANFAATAN POJOK LAKTASI DI PUSKESMAS I CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS Khusnul Khotimah; Ova Emilia; Mohammad Hakimi
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.4914

Abstract

PEMANFAATAN POJOK LAKTASI DI PUSKESMAS I CILONGOKKABUPATEN BANYUMASKhusnul Khotimah, Ova Emilia,Mohammad HakimiABSTRACTBackground : Based on survey Indonesian demographic and health in 2007 that exclusive breastfeeding 38 %decrease from 39,5% in 2002-2003, child under 6 months who gets milk incease from 16,7% until 27,9% in2007. American Academy of Pediatrics (1)get recomendation baby must get exclusive breastfeeding in 6 monthuntil 2 years old. Banyumas regency are have a program to increase scope of exclusive breastfeeding by regulationof regent number 52 in 2012 about increase exclusive breastfeeding in Banyumas Regency. One of the material insocialization is about lactation room and standardization, right of women worker to breastfed in office, publicfacility.Objective : to determine factors can effected utilization of lactation room in Puskesmas I Cilongok.Methods : this study was an observational study with a cross sectional design and qualitative study or called mixmethod. Location of study in Puskesmas I Cilongok. Sample of this study is employed mother who breastfeedand visitors of Puskesmas I Cilongok in Banyumas Regency. Sampling method used sampling convinience get 41women until this study done. independent variable are attitude of breastfeed mother about lactation room andbehavior of breastfeed mother. Dependent variable is utilization of lactation room. Data analysis consisted ofunivariable analysis, bivariable analysis using chi-square test and multivariable analysis using logistic regressiontest and also qualitative analysis.Results and Discussion : there is no effect attitude of breastfeed mother about lactation room with utilization oflactation room, can we see from p = 0,247 (RP1,58; 95% CI 0,70-3,55), the similar result from dialogue thatmother have good attittude but not utilized, they say not get socialization from health worker. The good Behaviorbreastfeed mother have relation with utilization, can we see p = 0,028, RP2,35 (95% CI 1,05-5,23). Results fromdialogue mother who get bad behavior not utilized. Utilization in lactation room only just breastfeeding, neverused to pamp and saving breastmilk. People not respond that room lactation is a necessary, because withoutpolicy about room lactation, they are can breastfed in any where.Conclusion : Good attitude of breastfeed mother about lactation room can not get effect utilization of lactationroomand good behavior breastfeedmother can get effect with utilization lactation room in Puskesmas I Cilongok.Keyword: attitude breastfeed mother, behavior breastfeed mother and utilization lactation room ABSTRAKLatar Belakang:Berdasarkan data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 tercatat bahwacakupan ASI eksklusif sebesar 38% menurun dari 39,5%di tahun 2002-2003, sementara jumlah bayi dibawah 6bulan yang diberi susu formula meningkat dari 16,7% menjadi 27,9% ditahun 2007. American Academy ofPediatrics (1)merekomendasikan bahwa durasi minimal ASI eksklusif menjadi 6 bulan tetapi optimal harus terusselamaminimal 2 tahun.Kabupaten Banyumas sedangmemiliki program gunameningkatkan cakupan ASI eksklusifyang dituangkan lewat Peraturan Bupati Banyumas nomor 52 tahun 2012 tentang peningkatan pemberian ASI diKabupaten Banyumas. Salah satu materi sosialisasi tersebut berisi tentang anjuran pengadaan pojok laktasibeserta standarisasinya, hak ibu bekerja yang menyusui di kantor pemerintahan, sarana pra sarana umum juga.Tujuan:Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pojok laktasi di Puskesmas I Cilongok.Metode:Penelitian ini menggunakan jenis observasional dengan desaincross sectionaldan kualitatif. Tempatpenelitian Puskesmas I Cilongok. Sampel penelitian ibu bekerja menyusui dan pengunjung puskesmas memilikibayi umur 0 bulan sampai dengan 2 tahun berada di Puskesmas I Cilongok. Pengambilan sampel menggunakansampling conviniencediperoleh 41 orang selama penelitian dilakukan.Variabelindependen adalah sikap ibumenyusui terhadap pojok laktasi, perilaku ibu menyusui. Variabel dependen ialah pemanfaatan pojok laktasi.Analisa data meliputi analisis univariabel, bivariabeldengan menggunakan chi square sedangkan multivariabelmenggunakan uji regresi logistik serta analisis kualitatif.Hasil dan Pembahasan:Sikap ibu menyusui terhadap ketersediaan pojok laktasi tidakmempengaruhi pemanfaatanpojok laktasi dilihat dari nilai p = 0,247 (RP1,58; 95% CI 0,70-3,55), hasil ini didukung hasil wawancara bahwasikap baik tetapi tidak memanfaatkan pojok laktasi dengan alasan sosialisasi yang kurang dari petugas kesehatan.Perilaku ibu menyusui yang baik berhubungan dengan pemanfaatan pojok laktasi dilihat dari nilai p = 0,028,RP2,35 (95% CI 1,05-5,23). Hasil wawancara ibu yang berperilaku tidak baik cenderung tidak memanfaatkanpojok laktasi. Pemanfaatan pojok laktasi hanya untuk menyusui saja, tidak digunakan untuk memeras danpenyimpanan ASI. Rendahnya pemanfaatan pojok laktasi dikarenakan faktor kebutuhan. Masyarakat desa tidakmenganggap bahwa pojok laktasi merupakan kebutuhan, karena tanpa adanya kebijakan pengadaan pojok laktasimereka dapat menyusui dimanapun.Kesimpulan:sikap ibu menyusui terhadap ketersediaan pojok laktasi yang baik tidak mempengaruhi pemanfaatanpojok laktasi dan perilaku ibu menyusui yang baik dapat mempengaruhi pemanfaatan pojok laktasi di PuskesmasI Cilongok Kabupaten Banyumas.Kata kunci: sikap ibu, perilaku ibu, pemanfaatan pojok laktasi
Analisis Pengambilan Keputusan Dokter dan Pasien Terhadap Tindakan Seksio atas Permintaan Sendiri Berdasarkan Kaidah Autonomi Mappaware, Nasrudin Andi; Dewanto, Agung; Hakimi, Mohammad; Sastrowijoto, Soenarto; Kusmaryanto, Kusmaryanto
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.71678

Abstract

Latar belakang: Operasi sesar atas permintaan sendiri telah banyak dilakukan di masyarakat Indonesia. Kebebasan untuk menentukan keputusan sendiri termasuk keputusan untuk melakukan operasi sesar ini dapat menimbulkan berbagai dampak bagi pasien. Dokter spesialis obstetrik dan ginekologi adalah dokter yang melakukan operasi sesar bisa ikut terdampak tindakan yang dilakukan jika hasil akhir operasi tidak sesuai harapan pasien.Objektif: Menganalisis pengambilan keputusan pasien dan dokter terhadap tindakan seksio sesarea atas permintaan yang dapat dipertanggungjawabkan secara etik berdasarkan kaidah autonomy.Metode: multi methods dengan pendekatan explanatory sequential design.Hasil dan Pembahasan: Indikasi medis adalah landasan utama dokter dalam mengambil keputusan. Selain itu ditemukan pertimbangan lain diluar indikasi medis yang diterima oleh informan untuk dilakukan tindakan seksio sesaria atas permintaan.Kesimpulan: Seksio sesarea atas permintaan bersifat dilematis antara indikasi medis yang jelas dengan tuntutan untuk secara etis menghargai hak autonomy. Kata kunci:Seksio sesarea; autonomy; indikasi medis
Analisis Presumed Consent pada Penanganan Kasus Kegawatdaruratan Obstetri dari Persepsi Dokter dan Pasien Mursyid, Muhammad; Dewanto, Agung; Hakimi, Mohammad; Prabandari, Yayi Suryo; Mappaware, Nasrudin Andi
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.72541

Abstract

Latar Belakang: Kondisi kegawatdaruratan obstetri, etika kedokteran dan hukum kesehatan memberikan tantangan tersendiri dalam pengambilan keputusan dokter. Pengambilan keputusan dalam kondisi kegawatdaruratan obstetri bervariasi tergantung kondisi medis pasien, dilema etik yang muncul ataupun aliran berpikir bioetika. Tujuan: Menganalisis presumed consent pada penanganan kasus kegawatdaruratan obstetri dari persepsi dokter dan pasien melalui aspek Kaidah Dasar Bioetika, Etika Klinik dan aliran berpikir bioetika.Metode: Metode kualitatif dengan pendekatan case study. Penelitian ini menggunakan desain holistic single case study design melalui wawancara mendalam kepada informan dokter dan pasien.Hasil dan Pembahasan: Dalam menyelesaikan suatu dilema etik, analisis prima facie menjadi solusi dalam pengambilan keputusan terhadap dilema etik bagi dokter dengan cara memilih prinsip yang lebih diprioritaskan berdasarkan kaidah dasar bioetika, etika klinik dan aliran berpikir bioetika.Kesimpulan: Implementasi metode presumed consent menjadi pilihan yang tepat dalam penanganan kondisi kegawatdaruratan obstetri berdasarkan aspek kaidah dasar bioetika, etika klinik dan aliran berpikir bioetika. Kata kunci: presumed consent; kegawatdaruratan obstetri; aliran berpikir bioetika; kaidah dasar bioetika; etika klinik
Informed Consent Tindakan Seksio Sesarea: Studi Metode Campur Penerapan Prinsip Bioetika pada Obstetri dan Ginekologi Saimin, Juminten; Prabandari, Yayi Suryo; Dewanto, Agung; Padmawati, Retna Siwi; Hakimi, Mohammad
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.100529

Abstract

Latar belakang: Seksio sesarea dilakukan atas indikasi medis dan persetujuan pasien. Proses pengambilan keputusan terkadang menghadapi kendala dan dilemma.Tujuan: Menganalisis kelengkapan dan kepatuhan pengisian lembar informed consent dan aspek bioetika pemberian informed consent pada SC elektif.Metode: Menggunakan metode campur dengan pendekatan explanatory sequential design. Data kuantitatif untuk menilai kelengkapan dan kepatuhan pengisian lembar informed consent diperoleh dari rekam medik. Data kualitatif untuk menilai penerapan aspek bioetik diperoleh dari wawancara terstruktur dengan dokter Obgin, dokter umum jaga, bidan, dan pasien pasca SC.Hasil dan Pembahasan: Kelengkapan dan kepatuhan pengisian lembar informed consent adalah 72,5% dan 71,8%. Kedisiplinan dan perubahan rekam medik elektronik menjadi kendala pengisian formulir informed consent. Pemberian informed consent terkendala ketidakhadiran orang terpenting yang akan mengambil keputusan, kurangnya pemahaman dan pengetahuan pasien, dan pasien peserta asuransi kesehatan sehingga memunculkan dilema. Implementasi informed consent berdasarkan prinsip bioetika, otonomi, beneficence, non- maleficence, dan justice, digunakan untuk menyelesaikan dilema etik dalam pengambilan keputusan.Kesimpulan: Kelengkapan dan kepatuhan pengisian lembar informed consent belum mencapai 100%. Memilih prinsip bioetika yang lebih dominan nilai dan prioritasnya dengan analisis prima facie menjadi solusi untuk menyelesaikan dilema etik dalam pengambilan keputusan pada SC elektif.
Co-Authors - Anggorowati Abd Rahman Abdul Gofir Adi Utarini Agreena, Tulus Agung Suhadi Ahmad Husein Asdie Aji Setiawan Albertina Bata, Verayanti Ambar Relawati, Ambar Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andina Vita Sutanto Andy Muharry Anggarini, Inge Anggi Anjarwati Anjarwati, Anjarwati Anna Marie Wattie Annisa Nurrachmawati Astuti, Andari Wuri Astuti, Bariana Widitia Astuti, Dyah Puji Basri, Mubasysyir Hasan Batubara, Rini Amalia Bernadette Josephine Istiti Kandarina Cahyaningtyas, Ayu Cahyawati, Safitri Putri Carla R. Marchira Claudia Banowati Subarto Deny Eka Widyastuti, Deny Eka Detty Siti Nurdiati Dewanto, Agung Dewi, Marta Isyana Dewi, Zidna Akmala Dhesi Ari Astuti, Dhesi Ari Djauhar Ismail Donal Donal Dyah Pradnyaparmita Duarsa Eddy Tiro Elli Nur Hayati Emiliana Mariyah Fadillah Fadillah Fatmawati, Kiki Amanda Fitri Fitri Fitriahadi, Enny Ganap, Eugenius Phyowai Ganap, Eugenius Phyowai Hadijono, Raden Soeryo Hamam Hadi Hani EN, Umu Harahap, Yanna Wari Hari Kusnanto Hartono Hartono Helmyati, Siti Herta Masthalina, Herta Hidayat, Asri I Wayan Ardika Ibrahim Rahmat Irine Christiany, Irine Iswardani, Octaldina Jumiati, Raodiatul Juminten Saimin, Juminten Khusnul Khotimah khusnul khotimah Kurnia, Arif Rahmat Kusmaryanto Kusmaryanto, Kusmaryanto Lesmana, Mohammad Hendra Setia Lestari, Abriana Lia Nurcahyani Lisma Evareny, Mohammad Hakimi, Retna Siwi Padmawati Luluk Rosida Lutfan Lazuardi Madarina Julia Mappaware, Nasrudin Andi Mappaware, Nasrudin Andi Mardjan Mardjan Mawaddah Ar-Rochmah Mayasari, Ade Tyas Meiry Nasution, Meiry Moniz, Maria De Fatima Mora Claramita Mubasysyir Hasanbasri Mufdlilah, M Mufdlilah, Mufdlilah Mursyid, Muhammad Mustofa Mustofa Nana Diana Ni Komang Yuni Rahyani Ninuk Sri Hartini, Ninuk Sri Nofrisa Mutia P, Nofrisa Noor Pramono Noor Pramono Nunuk Pusorowati, Nunuk Nur Siyam NURUL HIDAYAH Ova Emilia Perwitasari Perwitasari Phyowai Ganap, Eugenius Popy Irawati Pratiwi, Cesa Septiana Putri Hidayati Rahmansyah, Ardian Retno Heru Rina Triasih Rini Amalia Batubara Rini, Ika Sulistya Riris Andono Ahmad Risanto Siswosudarmo Riska Dwi Pramita Sari Rofita, Desi Rukmono Siswishanto Rustam Sunaryo Samekto Wibowo Saraswati, Putu Ayu Dina Sari Sudarmiati Setyonugroho, Winny Shinta Prawitasari Siswanto Agus Wilopo Siti Solekah Soenarto Sastrowijoto, Soenarto Soerjo Hadijono Soetrisno Soetrisno Soewadi Soewadi Soewadi Sofiana, Juni SRI SETIYARINI, SRI Sri Wahyuni Subarda, Subarda Suci Musvita Ayu Sulistyaningsih Sulistyaningsih Sulistyaningsih Susetyo, Dwi Susetyowati T. Ninuk Sri Hartini Titih Huriah Toto Sudargo Tri Wahyudi Ulva, Siti Maria Umar Malinta umi laelatul qomar Utami, Iis Tri Verayanti Albertina Bata Veronica Silalahi Veronika Evita Setianingrum Wahida Yuliana Wahyuni, Budi Wahyuni, Budi Willopo, Siswanto Agus Wisotowardono, Ossie Sosodoro Wiwin Lismidiati Yanti, Isra Yayi Suryo Prabandari Yayu Yuliarti Yuli Isnaeni Yuni Purwati Zulaidah, Hana Shafiyyah