Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : INSANCITA

Meningkatkan Pendidikan Perempuan Indonesia melalui Optimalisasi Majelis Ta’lim Helmawati, Helmawati
INSANCITA Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSI: Artikel ini, dengan menggunakan metode kualitatif dan penjelasan yang deskriptif, mengkaji tentang majelis ta’lim sebagai salah satu wahana untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya pendidikan perempuan di Indonesia. Majelis ta’lim merupakan salah satu bentuk dan wadah pendidikan non-formal yang banyak terdapat di kota-kota dan pedesaan-pedesaan di Indonesia. Eksistensi dan peran majelis ta’lim tentu dapat dijadikan tempat oleh para jemaah dalam menuntut ilmu dan menambah pengetahuan. Kebanyakan jamaah adalah perempuan (ibu-ibu), yang datang ke majelis ta’lim pada umumnya untuk memperdalam ilmu pengetahuan agama. Tidak heran ketika ditemukan data bahwa mayoritas jemaah ibu-ibu mayoritas berusia di atas 40 tahun. Hal ini sesuai dengan awal didirikannya majelis ta’lim, yaitu sebagai tempat untuk menyiarkan ajaran agama Islam. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak dapat dihindari, sekarang ini fungsi majelis ta’lim harus dioptimalkan bukan hanya sebagai tempat pemenuhan kebutuhan agama saja, tetapi juga harus memenuhi kebutuhan akan ilmu pengetahuan umum lainnya, keterampilan, dan kewirausahaan yang bermanfaat bagi kehidupan sosial dan ekonomi jemaah itu sendiri. Selain itu, ilmu pengetahuan yang diperoleh di majelis ta’lim bukan hanya bermanfaat bagi jemaah itu sendiri, namun juga ilmu yang diperoleh dari majelis ta’lim dapat diimplementasikan dalam keluarga, sehingga tujuan pendidikan dapat dicapai. Untuk itu, fungsi dari komponen majelis ta’lim harus direvitalisasi agar tercapai manfaat yang lebih luas lagi.KATA KUNCI: Majelis Ta’lim; Optimalisasi; Revilatilisasi; Pendidikan Non-Formal; Agama Islam. ABSTRACT: “Improving Indonesian Women Education through Optimization of Majelis Talim”. This article, using qualitative method and descriptive explanation, examines the “majelis talim”, or Islamic education assembly, as one of the rides to participate in the intellectual life of the nation, especially the education of women in Indonesia. “Majelis ta’lim” is one of the non-formal education institutions, which spread out in every towns or villages in Indonesia. The existence and role of “majelis ta’lims” are as a place to gain knowledge of the “jemaah” or people who come to gain knowledge in the “majelis ta’lim”. Most of “jemaah” are women, who come to “majelis ta’lim” to gain religious knowledge. That why most of “jemaah” age are more than 40 years old. It is accordingly to the firstly aim of “majelis ta’lim” was held, namely as place to broadcast Islamic religion values. As the growth of sciences and technology that can’t be avoided, the function of “majelis ta’lim” must be optimized, in which the function is not only as the place to gain religious knowledge but also as the place to gain others knowledge, skills, and entrepreneurship to fulfill social as well as economic domestic of “jemaah”. Beside that knowledge which is received by the “jemaah” not only must advantages for the “jemaah” own-selves, but also knowledge itself can be implemented in the family, especially to educate their children, so that the goal of education can be reached. Accordingly, the function of components of “majelis ta’lim” must be revitalized to give wider advantages.KEY WORD: Majelis Ta’lim; Optimization; Revitalization; Non-Formal Education; Islamic Religion. About the Author: Dr. Helmawati adalah Dosen Pascasarjana PAI/FAI UNINUS (Pendidikan Agama Islam/Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Nusantara), Jalan Soekarno Hatta, No.530 Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Untuk kepentingan akademik, penulis bisa dihubungi dengan alamat emel: helmawati.dr@gmail.comSuggested Citation: Helmawati. (2018). “Meningkatkan Pendidikan Perempuan Indonesia melalui Optimalisasi Majelis Ta’lim” in INSANCITA: Journal of Islamic Studies in Indonesia and Southeast Asia, Volume 3(1), February, pp.65-88. Bandung, Indonesia and BS Begawan, Brunei Darussalam: Minda Masagi Press owned by ASPENSI and BRIMAN Institute, ISSN 2443-1776. Article Timeline: Accepted (November 10, 2017); Revised (January 15, 2018); and Published (February 28, 2018).
Co-Authors Abda Abda Abhirama, Trian Fhakar Afifi, Ruhana Agestiningsih, Veronika Sri Agus Fudholi Ahmad Faturrohman, Asep Ahmad Rifandi Ahmad Sukandar Ahmad Tafsir, Ahmad Arrozi Arrozi Awaliyah, Ai Siti Hajar Cacang, Cacang Dandes Rifa, Dandes Darus, Darus Dermawan, Hendra Dharmawati, Heti Dian Sugiarti Duta Liana Endang Komara Ethika, Ethika Fadlullah, Fadlullah Febrianto, Irwan Garnadi, Andi Gifary, Arie Gunawan Gunawan Gunawan, Deni Halimatussadiah, Halimatussadiah Hartati, Teti Hendi Suhendraya Muchtar Hijriati, Hijriati husen husen Husen Saeful Insan Husnul Khatimah Iim Wasliman Indra Maulana, Indra Ishak, Deding Iyad Suryadi Jamaludin, Sophan Jennah, Miftahul Julaeha, Engkam Juliana, Nurul Khendrayati, Rika Kholisotin, Kholisotin Kokom Komalasari Komara, Nandang Koswara, Nandang Kuswanda, Wawan Latif, Ahmad Jaelani Lina Zakiah Lindayani, Arnila Lismawati, Sri Mahendra, Deden Deni Maliahani, Listia Maman Suherman Marzuki Marzuki Maulana, Arman Miftahul Huda Misbahudin, R. Muhammad Mubarok, Ate Jamaludin Muchtar, Hendi S Mulhima Prihatini, Ima Mulyati Mulyati Mumtahanah, Salwaa Fatihah Nalapraya, Galih Naqia, Naja Nasyanawati, Nevi Nuraeni Nuraeni Nurdiyannah, Lina Nurmaulidah, Deasy Nurwulan, Tyara Ratna Patuan Raja Qiqi Yuliati Zaqiah, Qiqi Yuliati Rahayu, Noneng Sri Restiawati, Resya Rifandi , Ahmad Rifandri, Ahmad Risthiany, Ressy Rizki, Neng Reni Rosha, Zeshasina Rosmaya, Nenden Rostini, Deti Rukmi Sari Hartati Rustina, Tita Sadiyah, Sadiyah Saefurridjal, Achmad Siami, Holisatus Siti Hajar Awaliyah, Ai Siti Nuraeni, Siti Siti Samhati Soeganda Priyatna Sopandi, Ipan Suhendraya Muchtar, Hendi Sukmawati, Nina Sulistia, Kania Dewi Sultoni, Ilham Aziz Sumarlin, Denden Suminar, Inar Supatma, Atam Supiana, Supiana Suryadi, Iyad Suryana Sumantri Suryana, Ana Susanti, Asti susi susi Sutisman, Entis Sutrisna, Ramdani Syaodih, Cahya Taupik, Asep Hamjah Tohidin, Ujang Triani, Dewi Utami, Mulatsih Sri Wahyu Satya Gumelar Widianti, Yuni Winata, Koko Adya Wiwik Handayani Yoseptry, Ricky Yunilma, Yunilma Zainuri, Rahma Dilla