p-Index From 2021 - 2026
9.689
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Rehabilitasi Jantung Fase 2 Pasien dengan Triple Valve Replacement di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Bali: Studi Kasus Damayanti, Karina; Sudaryanto, Wahyu Tri; Pratama, I Putu Aditya
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2024: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Gagal jantung atau Heart Failure (HF) adalah sindrom klinis yang ditandai dengan kumpulan gejala yang sering disebabkan oleh kelainan struktural dan/atau fungsional jantung yang mengakibatkan berkurangnya fungsi jantung. Komplikasi pasca operasi perawatan katup jantung meningkatkan sedasi dan bedrest, menyebabkan ketidakaktifan fisik dan kelemahan otot dalam jangka waktu yang lama. sehingga menghalangi pasien untuk kembali ke kemampuan fungsional normal. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada Rehabilitasi Jantung fase 2 pada pasien yang menjalani Triple Valve Replacement (TVR), dari pemeriksaan awal fisioterapi, intervensi, dan evaluasi hasil yang didapatkan. Presentasi Kasus: Pasien usia 40 tahun dengan diagnosa post TVR e.c. ADHF Profil B e.c. definite IE dengan keluhan penuruan kemampuan fungsional jantung dan paru dengan disertai komorbid Hipertensi, DM dan aritmia. EF BP 58,5%. Hasil VO2Max di dapatkan 3,4 METs. Management dan Outcome: Latihan aerobik berupa pemanasan, jalan, dan sepeda statis digunakan untuk Rehabilitasi Jantung fase 2. Setelah 12 kali terapi didapatkan hasil terjadi peningkatan dari jarak tempuh dan penurunan derajat sesak nafas serta hasil TTV (TD, nadi & SpO2) terpantau stabil pada pre dan post. Namun pada hasil VO2Max tidak di dapatkan hasil yang signifikan. Diskusi: Latihan aerobik dapat meningkatkan kemampuan kapasitas aerobik terutama pada jarak yang mampu di tempuh dan derajat sesak nafasnya. Namun peningkatan VO2Max akan terlihat signifikan setelah 6 bulan – 1 tahun. Komorbid yang dimiliki pasien akan menjadi penghambat untuk percepatan pemulihan kapasitas Aerobik. Kesimpulan: Rehabilitasi Jantung pada pasien TVR dapat meningkatkan kapasitas aerobik jika dulakukan rutin dan dengan dosis yang tepat namun tidak akan terjadi peningkatan jika rehabilitasi tidak dilakukan dengan baik sesuai dengan intervensi yang direncanakan.
Manajemen Fisioterapi pada Kasus Bell's Palsy: Studi Kasus Sadiah, Halimatus; Sudaryanto, Wahyu Tri; Astuti, A
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2024: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Bell's palsy adalah neuropati wajah perifer akut dan merupakan salah satu penyebab paling sering kelumpuhan wajah neuron motorik bawah. Bell's palsy adalah neuropati kranial umum yang menyebabkan paresis otot wajah atau kelumpuhan total pada satu sisi, terjadi secara tiba-tiba dan dapat berkembang selama 48 jam. Penyakit ini disebabkan oleh disfungsi saraf wajah akibat trauma atau peradangan pada saraf kranial ke-7 atau saraf wajah atau cabang-cabangnya di sepanjang jalurnya. Bells Palsy ini mempengaruhi fungsional wajah seseorang, sehingga peran penting fisioterapi dalam proses pemulihan fungsional wajah Case Presentation Pasien usia 50 tahun mengeluhkan mata kanan yang tidak bisa berkedip, kesulitan mengangkat alis dan bibir nya merot kearah kanan saat bangun tidur . pada pemeriksaan spesifik terdapat penurunan kekuatan otot salah satu sisi wajah . Pasien menjalani fisioterapi di RSUD Ibu Fatmawati Kota Surakarta dengan diagnosa kasus ini yaitu Bell's Palsy. Management and Outcome: Keluhan pasien yang mengindikasikan terjadinya bells palsy dan ketidaksimetrisan wajah serta kelemahan pada salah satu sisi wajah Program fisioterapi dibutuhkan untuk meningkatkan kekuatan otot sisi wajah yang lesi dan meningkatkan kemampuan aktifitas fungsional wajah dengan menggunakan infrared dan Neuromuscular Electrical stimulation (NMES), Mirror Exercise dan Massage Wajah . Discussion: Mirror Exercise adalah suatu bentuk terapi motorik yang melibatkan penempatan cermin pada bidang midsagital pasien, memantulkan anggota tubuh atau bagian tubuh yang tidak terpengaruh ke sisi yang terkena, menciptakan ilusi gerakan normal pada sisi yang lesi. Tindakan fisioterapi salah satunya berfungsi untuk meningkatkan sirkulasi di area wajah dan memberikan relaksasi pada pasien. Kesimpulan:Penatalaksanaan fisioterapi pada pasien Bell's Palsy dengan menggunakan infrared, NMES dan Mirror Exercise serta Massage Wajah selama 6 pertemuan dapat meningkatkan kemampuan fungsional wajah pasien dan meningkatkan kekuatan otot wajah pasien yang lemah.
Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Golfer Elbow Dextra dengan Ultrasound, Laser, dan Exercise Matasim, M; Sudaryanto, Wahyu Tri; Belinda, Melur
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2024: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Golfer Elbow adalah cedera berlebihan yang ditandai dengan tendinosis angiofibroblastik yang berasal dari fleksor-pronator umum, umumnya merespons pengobatan nonoperatif. Degenerasi tendon fleksor-pronator terjadi dengan ekstensi paksa pergelangan tangan dan supinasi lengan bawah yang berulang-ulang selama aktivitas yang melibatkan fleksi pergelangan tangan dan pronasi lengan bawah. Presentasi Kasus: Pasien Tn.D, 43 tahun, mengeluhkan nyeri pada lengan bagian bawah dekat dengan siku, nyeri semakin terasa ketika melakukan aktivitas sehari-hari (menggenggam setir mobil, mengambil gayung mandi, menarik jemuran). nyeri pertama kali muncul setelah bermain tennis lapangan dengan gerakan tangan forehand terus menerus tanpa henti. Pada tes khusus, Golfer Elbow Test positif serta Mill Test positif. Hasil dan pembahasan: Pasien menjalani dua kali fisioterapi dengan tindakan Ultrasound, Laser, dan exercise. Evaluasi terdiri dari pengukuran nyeri dengan NRS dan pengukuran kekuatan otot dengan MMT. Diskusi: Tujuan program fisioterapi pada golf elbow adalah untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan kekuatan otot. Modalitas yang digunakan berupa Ultrasound, Laser, dan Exercise. Kesimpulan: Penatalaksanaan Fisioterapi pada kasus Golf Elbow dengan intervensi Ultrasound (US), Laser, dan Exercise dua kali pertemuan membuktikan hasil signifikan. Hasilnya Penurunan nyeri dan peningkatan kekuatan otot pada elbow.
Hubungan indeks massa tubuh dan kualitas tidur Viani, Ilvia Rema; Sudaryanto, Wahyu Tri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 6 (2024): Volume 18 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i6.341

Abstract

Background: Sleep is a physiological need like eating, drinking, and breathing. This activity is a basic need that is very important for human function, health, and well-being. Sleep can affect memory, learning, mood, behavior, immunological responses, metabolism, hormone levels, digestive processes, and many other physiological functions. Lack of sleep can cause physical and mental health problems, injuries, decreased productivity, and even increased risk of death. One factor in poor sleep quality is being overweight (obesity). Purpose: To determine the relationship between body mass index (BMI) and sleep quality. Method: Observational quantitative descriptive research with a cross-sectional approach, was conducted in Bandar Jaya Village in February-March 2024 on 225 adult participants and sample data collection using the simple random sampling method. The independent variable in this study is body mass index (BMI), while the dependent variable is sleep quality. The research instrument used a questionnaire and BMI measuring instrument. Data analysis used univariate and bivariate Pearson correlation tests with a confidence level of 95%. Results: The normality test obtained a p value > 0.05, namely the Kolmogorov-Smirnov BMI score of 0.077 and sleep quality of 0.134 so that the data is normally distributed. The BMI and sleep quality variables obtained a significant r count value of 0.215, which means that they are not correlated or related to each other because they have positive or unidirectional properties. Conclusion: There is no correlation between body mass index (BMI) and sleep quality, but the relationship is negative because the higher the BMI, the lower the sleep quality. Suggestion: To improve public health and safety, broad support is needed to improve sleep education, screen for sleep disorders, and optimize sleep health through public health interventions, workplace interventions, and expanded sleep health research. In addition, further research should include variables such as stress, medical history, and environment.   Keywords: Adults; Body Mass Index (BMI); Sleep Quality.   Pendahuluan: Tidur merupakan kebutuhan fisiologis seperti halnya makan, minum, dan bernapas. Aktivitas ini menjadi kebutuhan dasar yang penting untuk fungsi manusia, kesehatan dan kesejahteraan hidup. Tidur dapat berdampak pada memori, pembelajaran, suasana hati, perilaku, respon imunologi, metabolisme, kadar hormon, proses pencernaan, dan masih banyak lagi fungsi fisiologis lainnya. Kurang tidur dapat menyebabkan gangguan kesehatan fisik dan mental, cedera, penurunan produktivitas, bahkan peningkatan risiko kematian. Salah satu faktor buruknya kualitas tidur karena berat badan yang berlebih (obesitas). Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dan kualitas tidur. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif observasional menggunakan pendekatan cross-sectional, dilakukan di Kelurahan Bandar Jaya pada Februari-Maret 2024 kepada orang dewasa sebanyak 225 partisipan dan pengumpulan data sampel menggunakan metode simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah indeks massa tubuh (IMT), sedangkan variabel terikat yaitu kualitas tidur. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan alat ukur IMT. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat uji korelasi Pearson taraf keyakinan 95%. Hasil: Uji normalitas didapatkan p-value > 0.05 yaitu skor IMT Kolmogorov-Smirnov sebesar 0.077 dan kualitas tidur 0.134, sehingga didapatkan data yang berdistribusi normal.  Variabel IMT dan kualitas tidur mendapatkan nilai r hitung signifikan 0.215, artinya tidak berkorelasi atau tidak berhubungan satu sama lain karena memiliki sifat positif atau searah. Simpulan: Tidak ada hubungan antara variabel indeks massa tubuh (IMT) dengan kualitas tidur, namun bersifat negatif karena semakin tinggi IMT, maka kualitas tidur pun semakin menurun.  Saran: Dalam meningkatkan kesehatan dan keselamatan publik, dukungan luas diperlukan untuk meningkatkan pendidikan tidur, skrining gangguan tidur, dan mengoptimalkan kesehatan tidur melalui intervensi kesehatan masyarakat, tempat kerja, dan memperluas penelitian kesehatan tidur. Selain itu, penelitian selanjutnya agar menambah variabel seperti, stres, riwayat penyakit, dan lingkungan.   Kata Kunci: Indeks Massa Tubuh (IMT); Kualitas Tidur; Orang Dewasa.
Edukasi Fisioterapi dan Terapi Latihan untuk Mengurangi Keluhan Nyeri Lutut pada Ibu-Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Dukuh Demangan Desa Sidoharjo Kec. Polanharjo Kab. Klaten Pristianto, Arif; Sudaryanto, Wahyu Tri; Khanza, Namira Mutia; Wijayanti, Wahyu Kusuma; Wibowo, Embar Arie
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2024): IJPM - Desember 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.612

Abstract

Osteoartritis (OA) genu merupakan peradangan yang menyerang semua sendi atau jenis radang sendi yang paling sering terjadi terjadi terutama pada lansia. Dengan kegiatan ibu-ibu pemberdayaan kesejahteraan keluarga sering mengadakan arisan dengan cara duduk dibawah atau “lesehan”. Dilaksanakan kegiatan supaya masyarakat dapat memahami faktor resiko osteoarthritis (OA), tanda dan gejala osteoarthritis (OA) Dan memberikan terapi latihan. Pengambilan data pada penelitian dengan menggunakan pre-test dan Post-test. Penyuuluhan dilakukan menggunakan metode ceramah dengan membagikan leaflet dan demonstrasi program latihan. Pada hasil kegiatan didapat bahwa pemberian intervensi terapi latihan berupa quadriceps setting exercise dan heel slide mampu dapat mengurangi keluhan pada pasien. Edukasi menggunakan leaflet mampu memberikan informasi dan meningkatkan tingkat pengetahuan peserta terkait pencegahan terjadinya osteoarthritis (OA) genu dari yang semulanya mayoritas peserta tidak mengetahui informasi terkait OA genu. Namun setelah diberikan edukasi osteoartritis, mayoritas peserta dapat mengetahui informasi mengenai osteoarthritis (OA) genu. Pada pemberian intervensi terapi latihan berupa quadriceps setting exercise dan heel slide serta edukasi yang diberikan melalui selembaran leaflet mampu memberikan tingkat pengetahuan mengurangi keluhan pada peserta. Pengabdian masyarakat pada Ibu-Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga. Dengan adanya edukasi ini diharapkan masyarakat bisa mengaplikasikan dirumah sebagai Upaya pencegahan Osteoartritis (OA) genu, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup.
Penyuluhan Penanganan Cedera Olahraga dengan Metode Price pada Akademi Sepakbola Putri di Lapangan Jajar Surakarta Dewangga, Mahendra Wahyu; Sudaryanto, Wahyu Tri; Prasetyo, Arya Tri; Pratamasari, Nastiti
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2024): IJPM - Desember 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.627

Abstract

Cedera olahraga adalah cedera yang timbul saat berlatih, bertanding ataupun saat setelah berolahraga. Cedera olahraga terjadi karena ketidakmampuan jaringan otot, persendian, tendon, kulit) dan organ tubuh lainnya dalam menerima beban latihan pada saat berolahraga. Metode PRICE digunakan untuk penanganan awal cedera ringan seperti keseleo atau terkilir dengan tujuan untuk mencegah cedera lebih lanjut dan mengurangi rasa nyeri. PRICE merupakan singkatan dari berbagai kata yaitu Protect (melindungi), Rest (istirahat), Ice (es), Compress (membebat), Elevate (meninggikan). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pemain sepak bola wanita terkait penanganan cedera olahraga dengan metode PRICE. Metode penulisan dengan deskripsi dimana para siswa diberi kuesioner yang berisi tentang pertanyaan tentang pengetahuan tentang cedera olahraga pada sepakbola wanita. Kegiatan yang dipilih untuk menyampaikan edukasi adalah penyuluhan yang dikemas dengan metode ceramah menggunakan media leaflet. Evaluasi pengetahuan tentang penanganan cedera olahraga dengan metode PRICE dilakukan menggunakan kuesioner baik sebelum maupun sesudah proses penyampaian materi. Didapatkan hasil jawaban YA sebanyak 295 poin (67%), jawaban Tidak sebanyak 118 poin (27%), dan 26 (6%) orang menjawab tidak tahu. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan Penanganan Cedera Olahraga pada atlet sepak bola Wanita di Surakarta sebanyak 34 orang dengan jenis kelamin keseluruhan Perempuan dengan latar belakang pendidikan TK sampai dengan mahasiswa dengan rentang usia 6 tahun sampai 21 tahun Dari kegiatan tersebut kami memberikan edukasi tentang merode PRICE (Protect, Rest, Ice, Compression, Elevate) kepada para atlet di Lapangan Jajar Surakarta.
EDUKASI PENDERITA STROKE DI PUSKESMAS NOGOSARI BOYOLALI : (Fisioterapi sebagai Bagian Inti dalam Edukasi Pasien Stroke) Susilo, Taufik Eko; Wulandari, Puput; Khoirunnisa, Asty; Dharmawan, Yan Ari Tya; Marshela, Ajeng; Sudaryanto, Wahyu Tri
PORTAL RISET DAN INOVASI PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 4 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/prima.v2i4.871

Abstract

This study focuses on the implementation of stroke education at Nogosari Boyolali Community Health Center, with an emphasis on the pivotal role of physiotherapy in the educational process. Stroke education is a crucial aspect of post-stroke care, aiming to empower patients with knowledge and skills for effective self-management. This research explores the integrated approach of physiotherapy within the educational framework, highlighting its significance in enhancing patients' physical and cognitive functions. Through a comprehensive review of educational materials and interactive sessions, patients are equipped with tailored strategies for daily living and stroke prevention. The study also evaluates the impact of this holistic education on patients' independence and overall prognosis. The findings underscore the indispensable role of physiotherapists in stroke education, emphasizing their contributions to the multidisciplinary care team. This research provides valuable insights for optimizing stroke education programs in community health settings, ultimately improving the quality of life for stroke survivors.
Hubungan Bentuk Alas Kaki Terhadap Terjadinya Iliotibial Band Syndrome Pada Komunitas Pelari Sari, Mediano Melania Kartika; Sudaryanto, Wahyu Tri
Jurnal Sporta Saintika Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Sporta Saintika Edisi September 2024
Publisher : Departemen Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sporta.v9i2.396

Abstract

Running is a form of physical activity that is popular internationally because of its low cost and easy accessibility. Running communities and events are increasingly mushrooming, making the sport of running increasingly lively and popular with all groups. Iliotibial Band Syndrome is the second most common injury in runners after patellofemoral pain syndrome. Shoe components are considered important for providing cushioning and shock absorption when running so that runners avoid iliotibial band syndrome injuries. Objective: To determine the relationship between footwear shape and Iliotibial Band Syndrome in the runner community. Method: This research is quantitative by obtaining data using a survey method. This research used a cross sectional study. Results: Based on bivariate tests, the results were obtained. Conclusion: In this study, it was concluded that there was a relationship between the shape of footwear and the incidence of iliotibial band syndrome in runners.
Penyuluhan Osteoarthritis Pada Komunitas Lansia Di Panti Lansia Sentra Terpadu Surakarta Fadhil, Adnan Rizqy; Rizqillah, Indah Prima; Naufal, Adnan Faris; Sudaryanto, Wahyu Tri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 8 (2024): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i8.1482

Abstract

Penuaan adalah proses yang tak terelakkan dalam kehidupan manusia, yang menandakan bahwa proses ini dimulai sejak awal kehidupan dan terus berlanjut. Ini adalah perkembangan alami melalui tahapan masa kanak-kanak, dewasa, dan tua. Selama proses penuaan, individu menjadi lebih rentan terhadap masalah kesehatan, dengan osteoartritis (OA) menjadi perhatian umum di kalangan lansia. OA, penyakit sendi yang paling umum, biasanya menyerang mereka yang berusia paruh baya dan lebih tua. Hal ini ditandai dengan degradasi tulang rawan sendi secara bertahap, yang menyebabkan perubahan struktural di sekitar sendi. Secara global, osteoartritis tersebar luas, dan Indonesia termasuk salah satu wilayah yang terkena dampaknya. Penyakit ini berdampak pada aktivitas sehari-hari karena rasa sakit dan stabilitas yang terganggu. Tujuan : untuk mengedukasi komunitas lansia terkait osteoarthritis dengan cara meningkatkan pemahaman dan pencegahan terjadinya nyeri berulang. Metode yang digunakan yaitu mulai pengisian kuesioner (pre test), pemberian materi mengenai osteoarthritis dan menjelaskan pengertian, penyebab,cara mencegah dan penanganannya menggunakan leaflet dan pengisian kuesioner(post test). Hasil : dari penyuluhan yang dilakukan terdapat peningkatan pengetahuan tentang osteoarthritis Kesimpulan : bahwa pemberian edukasi osteoarthritis mampu menjadi salah satu cara peningkatan pengetahuan komunitas lansia.
Evaluasi Program Penyuluhan Hipertensi Pada Lansia Di Kecamatan Kartasura Sari, Dwi Rosella Komala; Sudaryanto, Wahyu Tri; Theresia, Ribka; Asrani, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 10 (2024): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i10.1858

Abstract

Penyebab utama kematian dan merupakan masalah kesehatan di negara berpenghasilan rendah dan menengah adalah hipertensi. Penyebab hipertensi beragam salah satunya yaitu kurangnya aktivitas fisik. Olahraga pada penderita hipertensi dapat menjadi tindakan non farmakologis karena olahraga dapat memberikan efek penurunan tekanan darah yang berkelanjutan. Penulis melakukan pendekatan penyuluhan dan senam sebagai upaya promotif dan preventif guna mengontrol tekanan darah lansia dengan hipertensi. Penyuluhan dilakukan di posyandu lansia Kinasih di Kartasura yang diadakan selama satu hari. Sebelum penyuluhan dilakukan dilakukan pre test terlebih dahulu pada peserta penyuluhan dan dilakukan post test untuk melihat pemahaman peserta pada penyuluhan tersebut. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman dari 88,9% menjadi 96,42%. Mencegah atau membatasi respon hipertrofi terhadap hipertensi dapat menjaga fungsi jantung dan juga mencegah gagal jantung atau komplikasi lain. kesimpulan yang didapat adalah pemberian edukasi hipertensi dan aktivitas fisik dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga tekanan darah normal. Aktivitas yang dapat dilakukan untuk penderita hipertensi salah satunya latihan aerobik. Jenis latihan aerobik yang dapat dilakukan salah satunya senam. Hal ini didukung dengan adanya penyampaian materi yang tepat dan media leaflet dan poster sehingga dapat dipahami oleh seluruh anggota komunitas
Co-Authors Abdul Haris Abyori Daru Murtama Adel Restasia Cinta Adnan Faris Naufal Ahdiyat Ananta Rachmat Ahmad Najib Ali Ziyan Ajeng Sabtorini Al Farizy, Muhammad Hasbi Al'Arifi, Afthon Aziz Alfi Salatina Alifah Athiyaturrofi Alifia Putri Latifah Amalia Carissa Ariyanti Amalia Faradilla Rahim Ambar Mudigdo Amelia Dwi Putika Sari Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anggraini, Ricky Diah Ayu Anggun Pramudya Putri Annisa Rizky Amalia Anugrah, Welya Nesvi Ardiyanto, Irfan Arif Pristianto Arimbi, Cindy Kartika Arradini, Dewi Asrani, Muhammad Astuti, A Aulia Rahman Aulia Safa’ Nabila Belinda, Melur Bhisma Murti Cindi Permata Sari Damayanti, Karina Daris Tri Gamadia Della Annisa Thalib Denada Salsabila Devi Arthamevia Dewangga, Mahendra Wahyu Dharmawan, Yan Ari Tya Dhira Rahma Fadila Diki Retno Yuliani, Diki Retno Dinda Armita Dinda Rispati Dwi Rosella Komala Sari Ernawati Ernawati Evi Oktaviani, Evi Evita Sari Fadhil, Adnan Rizqy Fadhil, Taufiq Fuad Faizah Nashrillah Reyhana Fandrian, Ganang Fatmasari, Army Yudhia Felani Hilmi Azahra Filmasari, Fitri Firnadia Septika Rahajeng Firstya Gifta Raudyatuzzahra Fitri, Nabila Nur Afifah Fitriananda, Eva Galih Adhi Isak Setiawan Gemma Nurulfatiha Arianeputri Griska Mutiara Kartika Halimatus Sadiah Halimatus Sa’diah Hanan, Salma Zahra Fitria Hanifa, Miftahul Fauziah Hendra, Zulnanda Ika Yuli Ayuningrum Ike Puteri Elgina Ilham Nur Hihmawan Ilma Liani Vanath Irfan Muhammad Ismadi, I Isnaeni Herawati Isnaini Herawati Ivana Hanun Nisa Jannah, Nadiya Izzatul Joko Tri Atmojo Khansa Syafira Khanza, Namira Mutia Khoirunnisa, Asty Kofifah Indri Nurhayati Konara Budi Sudrajat Kukuh, Achmad lestari, sulis Lingga Vitasari Listyana, Lifia Rahma M Irfan Alhady Maliesgasari, Dita Marros, Andika Yulian Marshela, Ajeng Matasim, M Maulidya, Maulidya Muhamad Afif Nurochman Muhammad Andre Agasi Muhammad Dhaffa Karyanto Muhammad Halim, Muhammad Muhammad Raffi Muhammad Shamil Muwaffaq Muhammad Zulfa Rangga Nuraminazkiya Nabila Ayundasari Nabilla Windi Aulia Nadya Aqsha Tamarinda Narti, Kingkin Naufal, Adnan Faris Navisatul Oktaviana Nia Hayati Nugroho, Setyo Puji Nur'ana, Hafiz Arief Nuristiqomah Dwi Putri Nurma, Hanifah Dwi Nursaputri Nursaputri, Nursaputri Nurvadhanti Intan Shabarina Oktaviani Fitriyah Ory Kusti Oviandar Pradanov, Cartika Volta Prasetyo, Arya Tri Pratama, I Putu Aditya Pratamasari, Nastiti Prihastomo, Teguh Pristanto, Arif Putri Satrio, Alifia Azzahra Putri, Dylla Ramadhani Putri, Elma Prida Hapsari Putri, Nuristiqomah Dwi Putri, Sefrizka Irwhana Putro, Dimas Liwung Sasongko Qonitah Faizatul Fitriyah Raden Andrea Zalfa Zaki Rahma Alfina Raihanah Nur Sa’adah Rakhma Nur Fitratun Nikmah Ramona, Dela Redita Salma Ayusandra Pramesti Rinna Ainul Maghfiroh Rizqillah, Indah Prima S Salwa, S Sabana, Muhammad Rajab Safitri, Khusnul Saharudin, Adinda Afifah Sari, Mediano Melania Kartika Seliana Sinta Debi Setiawan, Rizki Setyo Puji Nugroho Shakil Fajarul Sukma Shidiq, Ronald Rizal Siti Handayani Siti Helmyati Soemanto, RB Srimela, Mary Zahra Sukma, Shakil Fajarul Supriyadi, Arin Suryo Saputra Perdana Syafiq, Bakri As Syamsul Ari Wicaksono Taufik Eko Susilo Tessya Hadika Novitasari Theresia, Ribka Tiara Fatmarizka Tiara Paramitha Sugiri Syah Putri Totok Budi Santoso Tri Mukti Handayani Ulfa Kumala Umi Budi Rahayu Viani, Ilvia Rema Vivian Jennie Diva Carissa Viyanti, Aulia Nanda W Wahyuni, W Wahyu Tri Setyo Nugroho wahyuni wahyuni Wanda Indriya Pramesti Wibowo, Embar Arie Widiyanto, Aris Widya Aryanti, Widya Wijaya, Katwa Wijayanti, Wahyu Kusuma Wijianto Wijianto Winanti, Milan Dwi Wulandari, Puput Yngvie Salma Kirani Yulia Dewi Yulia Nafizah Mawarni Zahra Almadani Zahra, Salma