p-Index From 2021 - 2026
10.603
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan Paediatrica Indonesiana Journal of Epidemiology and Public Health Indonesian Journal of Medicine Journal of Health Policy and Management Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Jurnal Sporta Saintika Medica Hospitalia Jurnal Cahaya Mandalika JPM: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews PRIMA : Portal Riset dan Inovasi Pengabdian Masyarakat Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia (JPPMI) Jurnal Keperawatan Karya Bhakti NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Academic Physiotherapy Conference Proceeding Prosiding University Research Colloquium Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Jurnal Mahasiswa Manajemen dan Akuntansi Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Jurnal Abdimas Indonesia Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM) Jurnal Pengabdian Masyarakat JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Physio Journal Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat Holistik Jurnal Kesehatan FISIO MU: Physiotherapy Evidences Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Berkawan
Claim Missing Document
Check
Articles

Announcement of Balance exercise to Reduce the Risk of Falling on a Geriatric Community at the Grhasia Psychiatric Hospital: Penyuluhan tentang Latihan Keseimbangan untuk Mengurangi Resiko Jatuh pada Lansia di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Sudaryanto, Wahyu Tri; Sabana, Muhammad Rajab; Shidiq, Ronald Rizal; Maliesgasari, Dita; Lestari, Sulis; Anugrah, Welya Nesvi; Pristanto, Arif; Wahyuni, W
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memasuki usia lansia muncul permasalahan yang disebabkan penurunan kemampuan serra kebugaran fisik. Degenerasi struktural pada sistem neuromuskuloskeletal dan sistem indera menyebabkan menurunnya keseimbangan statis dan dinamis. Gangguan keseimbangan adalah penyebab utama cedera serta keterbatasan aktivitas pada lansia, dan efek buruk yang terkait dengan masalah tersebut adalah jatuh Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan resiko jatuh pada lansia. Metode kegiatan penganbdian ini adalah Penyuluhan yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 – Desember 2022 yang bertempat di Rumah Sakit Jiwa Ghrasia. Populasi dalam kegiatan penyuluhan ini sebanyak 26 lansia. Konsep metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah community based participatory research (CPR). Media penyuluhan berupa leaflet. Indikator penilaian hasil yang digunakan berupa kuisioner pre-test dan post test Hasil kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan tingkat pemahaman komunitas lansia Rumah Sakit Jiwa Ghrasia tentang latihan keseimbangan untuk mengurangi resiko jatuh pada lansia. Kesimpulan: Penyuluhan tentang latihan keseimbangan untuk mengurangi resiko jatuh pada lansia efektif dalam menambah pemahaman para lansia akan hal tersebut.
Penyuluhan Osteoarthritis Pada Lansia di Panti Lanjut Usia Aisyiyah di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta Cindi Permata Sari; Isnaini Herawati; Wahyu Tri Sudaryanto; Muhammad Zulfa Rangga Nuraminazkiya
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menua merupakan proses kehilangan secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri, individu yang sudah tua akan mengalami kemunduran secara fisik, mental, dan sosial.  Osteoarthritis knee merupakan penyakit degeneratif pada sendi lutut yang timbul  akibat  abrasi  tulang  rawan  sendi  yang  menyebabkan  tulang  saling bergesekkan  dan  dapat  mengakibatkan  munculnya  kelemahan  otot  dan  tendon sehingga  membatasi  gerak  dan  menyebabkan  rasa  nyeri. Penyuluhan diadakan bertujuan untuk memberikan edukasi kepada lansia tentang kasus osteoarthritis terutama tentang definisi, gejala, penyebab, pencegahan dan manfaat latihan aktif mandiri untuk mengurang keluhan lansia yang penderita osteoarthritis. Metode yang digunakan dengan memberikan penyuluhan berupa promosi kesehatan mengenai Osteoarthritis knee kepada lansia dengan menggunakan pamflet sebagai media penyuluhan. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test berupa pertanyaan kepada para lansia guna mengukur keefektifan dari penyuluhan yang akan diberikan. Hasil evaluasi terdapat peningkatan pengetahuan lansia dari 30% menjadi 80% setelah diberikan penyuluhan. Terdapat peningkatan pengetahuan dan wawasan lansia mengenai Osteoarthritis serta bagaimana cara pencegahan dan penanganan Osteoarthritis secara mandiri dengan melakukan latihan Quadriceps Setting Exercise dan Straight Leg Raises Exercise.
The Effect of Core Stability Exercise on Myogenic Lower Back Pain: A Systematic Review Al'Arifi, Afthon Aziz; Sudaryanto, Wahyu Tri
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Myogenic low back pain is a sign of pain, muscle spasm, and limited functional activities. This disease can be treated with core stability exercise, which is a form of active exercise designed to strengthen muscles and increase stability to support the spine and help prevent lower back pain. However, until now there has been no literature discussing the effect of core stability exercise on myogenic low back pain. Methods: A systematic search was conducted through PubMed, ScienceDirect, and Cochrane Library to identify studies examining the effect of core stability exercise on myogenic lower back pain. Results: There were 6 pre and post test control group studies with a total 143 patients that met inlclusion criteria. All existing studies show that core stability exercise can reduce NRS, ODI, VAS, and QVAS significantly (p<0.05) and increase flexibility scores significantly (p<0.05). The frequency of intervention was between 8-12 times for 4-8 weeks. Conclusion: Core stability exercise had a significant effect in reducing pain and increasing functional capacity in myogenic low back pain patients.
Nerve Function Examination as a Screening for Prevention of Disability in Morbus Hansen at Kelet General Hospital, Central Java: A Case Report Prihastomo, Teguh; Wahyu Tri Sudaryanto
Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Vol. 2 No. 6 (2022): Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijmr.v2i6.247

Abstract

Disability in leprosy or Morbus Hansen can be prevented by early diagnosis and regular and accurate treatment with multi-drug treatment. This study aimed to describe the examination of nerve function in preventing leprosy disability. In this case, a man, 21 years old, has a history of diagnosis of Morbus Hansen multibacillary type since five years ago. There are deformities in both hands and feet with red bumps. On neurological examination, there was anesthesia in hand with paralysis of the finger muscles causing claw hand. No reduction in muscle mass was seen. The patient found it difficult to move his left hand, especially on the 4th and 5th fingers. The range of motion (ROM) of the 4th and 5th fingers was limited. Examination of nerve function begins by palpating the auricular magnus, radial, ulnar, peroneus communis, and posterior tibial nerves. Motor and sensory examinations were carried out by examining the strength of the facial muscles, finger muscles, and wrist muscles. For the lower limbs, examine the muscles of the ankles and toes. In conclusion, early examination of disability and exercise therapy can help prevent disability and keep the condition of disability from getting worse.
PENYULUHAN TEKNIK RELAKSASI UNTUK MENCEGAH DAMPAK LANJUT HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSYANDU MACANAN KEBAKKRAMAT Muhammad Dhaffa Karyanto; Griska Mutiara Kartika; Adel Restasia Cinta; Arif Pristianto; Wahyu Tri Sudaryanto
Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/beujroh.v1i1.22

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian dini di seluruh dunia, dengan perkiraan 9,4 juta kematian pada tahun 2014. Di Indonesia, tingkat kejadian hipertensi mengalami peningkatan signifikan, mencapai 34,1% pada tahun 2018 dibandingkan dengan 25,8% pada tahun 2013 Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran berlangsung lima menit dalam keadaan istirahat. Gejala-gejala hipertensi dapat mencakup sakit kepala, pusing, detak jantung yang cepat, kelelahan, penglihatan kabur, tinnitus, dan mimisan. Untuk meningkatkan mengatasi kejadian kasus hipertensi, Puskesmas telah melakukan berbagai tindakan, termasuk terapi farmakologi, penyuluhan tentang pola makan rendah garam, dan pemeriksaan berkala melalui program prolanis. Selain itu, penggunaan teknik relaksasi otot progresif juga menjadi pilihan untuk membantu menurunkan tekanan darah. Teknik relaksasi otot progresif adalah metode relaksasi otot yang bertujuan mencapai relaksasi dan mengurangi ketegangan tanpa bergantung pada kemampuan berimajinasi, tingkat kesabaran, atau sugesti. Metode ini melibatkan pengencangan otot secara perlahan dan kemudian melepaskan ketegangan secara berurutan, dimulai dari otot jari kaki hingga kepala. Studi ini dilakukan dengan tujuan memberikan penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan menjalankan program pengabdian masyarakat menggunakan Teknik relaksasi otot progresif untuk membantu menurunkan tingkat hipertensi. Teknik relaksasi otot progresif adalah metode relaksasi otot yang bertujuan mencapai relaksasi dan mengurangi ketegangan tanpa bergantung pada kemampuan berimajinasi, tingkat kesabaran, atau sugesti. Metode ini melibatkan pengencangan otot secara perlahan dan kemudian melepaskan ketegangan secara berurutan, dimulai dari otot jari kaki hingga kepala. Studi ini dilakukan dengan tujuan memberikan penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan menjalankan program pengabdian masyarakat menggunakan Teknik relaksasi otot progresif untuk membantu menurunkan tingkat hipertensi. Teknik relaksasi otot progresif adalah metode relaksasi otot yang bertujuan mencapai relaksasi dan mengurangi ketegangan tanpa bergantung pada kemampuan berimajinasi, tingkat kesabaran, atau sugesti. Metode ini melibatkan pengencangan otot secara perlahan dan kemudian melepaskan ketegangan secara berurutan, dimulai dari otot jari kaki hingga kepala. Studi ini dilakukan dengan tujuan memberikan penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan menjalankan program pengabdian masyarakat menggunakan Teknik relaksasi otot progresif untuk membantu menurunkan tingkat hipertensi.
Physiotherapy Management in Cases of Lumbar Radiculopathy e.c Lumbal Spondylosis: Case Report Winanti, Milan Dwi; Sudaryanto, Wahyu Tri; Kingkinarti, K
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Lumbar radiculopathy akibat spondylosis lumbalis menyebabkan nyeri menjalar dan gangguan aktivitas fungsional. Fisioterapi berperan dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsional pasien.Objectives: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi fisioterapi berupa kombinasi Short Wave Diathermy (SWD), Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), latihan neurodinamik, stretching, dan strengthening terhadap penurunan intensitas nyeri, peningkatan kekuatan otot trunk, serta peningkatan aktivitas fungsional pada pasien dengan lumbar radiculopathy akibat spondylosis lumbalis.Method: Penelitian ini menggunakan desain case report dengan pendekatan single subject research pada wanita usia 45 tahun. Intervensi terdiri dari SWD, TENS, latihan neurodinamik, stretching, dan strengthening selama empat sesi. Evaluasi menggunakan NPRS, MMT, dan ODI.Result: Terjadi penurunan skor nyeri dari 8 menjadi 3, dan skor ODI dari 15 menjadi 7, yang menunjukkan perbaikan gejala dan peningkatan aktivitas fungsional. Namun, tidak terjadi peningkatan bermakna pada kekuatan otot trunk, dengan nilai MMT tetap pada 3.Conclusion: Kombinasi terapi fisioterapi berupa SWD, TENS, latihan neurodinamik, stretching, dan strengthening efektif dalam menurunkan nyeri dan meningkatkan aktivitas fungsional pada pasien dengan lumbar radiculopathy akibat spondylosis lumbalis. Namun, tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot trunk dalam jangka pendek.
Manfaat Fisioterapi pada Pasien Perempuan Berusia 65 Tahun dengan Hemiparesis Dextra pasca Stroke Non Hemorraghic: Studi Kasus Agasi, Muhammad Andre; Sudaryanto, Wahyu Tri; Fauzan, Muhammad
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Stroke non Hemorraghic merupakan penyebab utama kecacatan fisik, khususnya pada populasi lanjut usia. Salah satu manifestasinya adalah hemiparase yang berdampak pada gangguan mobilitas, kekuatan otot, koordinasi, serta kemampuan menjalankan aktivitas fungsional. Fisioterapi memiliki peran penting dalam rehabilitasi untuk mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasiCase Presentation: Penelitian ini merupakan studi case report terhadap seorang pasien perempuan berusia 65 tahun dengan hemiparase dextra akibat stroke non hemoragik.Management and Outcome: Intervensi fisioterapi dilakukan selama tiga minggu (2 sesi/minggu) dengan modalitas Infrared (IR), Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), latihan ROM aktif, massage, dan core muscle exercise. Evaluasi dilakukan pada T0, T1, dan T2 menggunakan NRS, MMT, MAS, dan Barthel Index Disability. Terjadi penurunan nyeri (NRS nyeri gerak: 6 menjadi 5; nyeri tekan: 4 menjadi 3) dan spastisitas (MAS fleksor elbow dan knee dextra dari 3 menjadi 2 dan 2 menjadi 1). Tidak ada peningkatan signifikan pada kekuatan otot maupun skor Barthel Index (tetap 85).Conclusion: Intervensi fisioterapi efektif dalam menurunkan nyeri dan spastisitas pada pasien pascastroke, namun peningkatan kekuatan otot dan kemampuan fungsional memerlukan intervensi lanjutan.
Management Fisioterapi pada Kasus post Operasi Fraktur Tibia Proximal Dextra di Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto: Studi Kasus Fathan, Muhammad; Sudaryanto, Wahyu Tri; Gemilang, G
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Fraktur adalah diskontinuitas pada tulang (atau tulang rawan) kekuatan akibat mekanisme yang melebihi kemampuan tulang untuk menahannya. Tujuan guna memahami tata laksana fisioterapi pada kasus pasca fraktur tibia proximal dextra.Case Presentation: Ny. U, berusia 59 tahun, berprofesi sebagai ibu rumah tangga, yang menjalani terapi fisioterapi pasca operasi fraktur tibia proximal kanan. Program intervensi dilakukan sebanyak empat kali sesi di Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto.Management and Outcome: Penanganan fisioterapi pada kasus ini dilakukan dalam empat sesi terapi. Pasien dengan diagnosis post operasi fraktur tibia proximal kanan menjalani intervensi berupa terapi ultrasound, stretching (termasuk teknik hold-relax), serta latihan penguatan otot (quadset dan ankle range of motion).Conclusion: Berdasarkan hasil evaluasi penerapan modalitas ultrasound, Streching (senam peregangan), dan program penguatan otot pada pasien berinisial Ny. U yang didiagnosa Post Fraktur Tibia Proximal Dextra, disimpulkan bahwa setelah menyelesaikan empat kali perawatan selama sebulan, terjadi peningkatan kapasitas fungsional dengan FADI, ada perubahan kekuatan otot quadricep dan ankle dextra, dan terjadi pengurangan nyeri pada knee dan ankle dextra.
Respiratory Physiotherapy Management in Pediatric Bronchial Asthma Apriani, Dika; Sudaryanto, Wahyu Tri; Sulistyowati, Fatonah
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 5 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v5i1.2636

Abstract

Bronchial asthma is a chronic inflammatory disease of the respiratory tract characterized by airway narrowing, bronchial hyperresponsiveness, and reversible airflow limitation. This condition may cause symptoms such as dyspnea, coughing, wheezing, and reduced functional activity capacity, particularly in pediatric patients. Therefore, supportive interventions such as respiratory physiotherapy are important to improve respiratory function and reduce asthma symptoms. Objective: This study aims to describe the effectiveness of respiratory physiotherapy management in a pediatric patient with bronchial asthma treated at RSUP Surakarta and to highlight the role of physiotherapy as a complementary intervention in improving respiratory function. Method: This study used a qualitative case report design involving a five-year-old boy diagnosed with bronchial asthma. Data were collected through clinical examination and repeated evaluations during five physiotherapy sessions, including thoracic expansion measurement, peak expiratory flow assessment, auscultation examination, vital sign monitoring, and dyspnea assessment using the Borg Scale and the Modified Medical Research Council (mMRC) scale. Data were analyzed descriptively by comparing the patient’s clinical condition before and after intervention across treatment sessions. Findings: The results showed improvement in several respiratory indicators after the intervention. Thoracic expansion increased at all measurement points, peak expiratory flow improved from 200 L/min to 550 L/min, and breath sounds changed from wheezing and rhonchi to normal vesicular sounds. In addition, vital signs showed improvement and perceived dyspnea decreased based on the Borg Scale, although the mMRC score remained unchanged. Implications: These findings suggest that respiratory physiotherapy may contribute to improving ventilation, chest wall mobility, and respiratory efficiency in pediatric asthma patients. Physiotherapy interventions can therefore be considered as supportive therapy in comprehensive asthma management. Originality: The originality of this study lies in the detailed clinical documentation of multimodal respiratory physiotherapy interventions in a pediatric bronchial asthma case, particularly in evaluating changes in thoracic expansion, peak expiratory flow, auscultation findings, and dyspnea during repeated treatment sessions.
Penyuluhan Low Back Pain pada Komunitas Ibu-Ibu PKK di Dusun II Makam Haji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Surakarta Nurvadhanti Intan Shabarina; Denada Salsabila; Raihanah Nur Sa’adah; Wahyu Tri Sudaryanto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): September: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkm.v1i3.33

Abstract

Low back pain termasuk salah satu gangguan muskuloskeletal yang menyebabkan penurunan produktivitas kerja dan disabilitas. Low back pain diklasifikasikan ke dalam tiga kategori berdasarkan lamanya waktu dari gejala yaitu akut, sub akut, dan kronis. Upaya pencegahan nyeri punggung bawah dengan melakukan kegiatan sehari-hari dengan baik dan benar seperti ketika duduk posisinya harus tegak dan tidak membungkuk bisa dibantu dengan menggunakan bantal pada punggung untuk membantu menopang tulang belakang, mengangkat barang dengan beban yang tidak berat, dan posisi tidur yang benar seperti side lying atau miring dengan kaki salah satu ditekuk, karena nyeri punggung sering diakibatkan karena postur yang salah serta akibat beban di tulang belakang. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan agar ibu-ibu PKK dapat mengetahui dan melakukan pencegahan maupun penanganan pada kasus low back pain. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab. Penyuluhan ini terkait permasalahan kesehatan yang terjadi pada ibu PKK yaitu nyeri punggung bawah. Kegiatan ceramah dimulai dengan melakukan pre-test dan diakhiri dengan post-test untuk mengukur pemahaman dan pengetahuan pada ibu-ibu PKK terhadap topik yang disampaikan. Berdasarkan pre-test dan post-test yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan pemahaman pada ibu-ibu PKK mengenai low back pain.
Co-Authors Abdul Haris Abrizal Naufal Aqila Abyori Daru Murtama Adel Restasia Cinta Adnan Faris Naufal Agasi, Muhammad Andre Ahdiyat Ananta Rachmat Ahmad Najib Ali Ziyan Ajeng Sabtorini Al Farizy, Muhammad Hasbi Al'Arifi, Afthon Aziz Aldhi Rangga Saputra Alfi Salatina Alifah Athiyaturrofi Alifia Putri Latifah Aliya Rahma Latifa Amalia Carissa Ariyanti Amalia Faradilla Rahim Ambar Mudigdo Amelia Dwi Putika Sari Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anggraini, Ricky Diah Ayu Anggun Pramudya Putri Annisa Rizky Amalia Anugrah, Welya Nesvi Apriani, Dika Ardiyanto, Irfan Arif Pristianto Arimbi, Cindy Kartika Arradini, Dewi Asrani, Muhammad Astuti, A Aulia Fahriza Rahmawati Aulia Rahman Aulia Safa’ Nabila Belinda, Melur Bhisma Murti Cindi Permata Sari Damayanti, Karina Daris Tri Gamadia Della Annisa Thalib Denada Salsabila Devi Arthamevia Dewangga, Mahendra Wahyu Dharmawan, Yan Ari Tya Dhira Rahma Fadila Dian Maharrani Diki Retno Yuliani, Diki Retno Dinda Armita Dinda Rispati Dwi Rosella Komala Sari Elsa Fara Islamiyah Ernawati Ernawati Evi Oktaviani, Evi Evita Sari Fadhil, Adnan Rizqy Fadhil, Taufiq Fuad Faizah Nashrillah Reyhana Fandrian, Ganang Fathan, Muhammad Fatmasari, Army Yudhia Felani Hilmi Azahra Filmasari, Fitri Firnadia Septika Rahajeng Firstya Gifta Raudyatuzzahra Fitri, Nabila Nur Afifah Fitriananda, Eva Galih Adhi Isak Setiawan Gemilang, G Gemma Nurulfatiha Arianeputri Griska Mutiara Kartika Halimatus Sadiah Halimatus Sa’diah Hanan, Salma Zahra Fitria Hanifa, Miftahul Fauziah Hendra, Zulnanda Ika Yuli Ayuningrum Ike Puteri Elgina Ilham Nur Hihmawan Ilma Liani Vanath Irfan Muhammad Ismadi, I Isnaeni Herawati Isnaini Herawati Ivana Hanun Nisa Jannah, Nadiya Izzatul Joko Tri Atmojo Khansa Syafira Khanza, Namira Mutia Khoirunnisa, Asty Kingkinarti, K Kofifah Indri Nurhayati Konara Budi Sudrajat Kukuh, Achmad lestari, sulis Lingga Vitasari Listyana, Lifia Rahma M Irfan Alhady Maliesgasari, Dita Marros, Andika Yulian Marshela, Ajeng Matasim, M Maulidya, Maulidya Muhamad Afif Nurochman Muhammad Andre Agasi Muhammad Dhaffa Karyanto Muhammad fauzan Muhammad Halim, Muhammad Muhammad Raffi Muhammad Shamil Muwaffaq Muhammad Zulfa Rangga Nuraminazkiya Nabila Ayundasari Nabilla Windi Aulia Nadya Aqsha Tamarinda Naufal, Adnan Faris Navisatul Oktaviana Nia Hayati Ningrum, Lintang Cahya Nugroho, Setyo Puji Nur'ana, Hafiz Arief Nuristiqomah Dwi Putri Nurma, Hanifah Dwi Nursaputri Nursaputri, Nursaputri Nurvadhanti Intan Shabarina Oktaviani Fitriyah Ory Kusti Oviandar Pradanov, Cartika Volta Prasetyo, Arya Tri Pratama, I Putu Aditya Pratamasari, Nastiti Prihastomo, Teguh Pristanto, Arif Putri Satrio, Alifia Azzahra Putri Wulandari Putri, Dylla Ramadhani Putri, Elma Prida Hapsari Putri, Nuristiqomah Dwi Putri, Sefrizka Irwhana Putro, Dimas Liwung Sasongko Qonitah Faizatul Fitriyah Raden Andrea Zalfa Zaki Rahma Alfina Raihanah Nur Sa’adah Rakhma Nur Fitratun Nikmah Ramona, Dela Redita Salma Ayusandra Pramesti Rinna Ainul Maghfiroh Rizqillah, Indah Prima S Salwa, S Sabana, Muhammad Rajab Safitri, Khusnul Saharudin, Adinda Afifah Sandiva Budi Normalia Sari, Mediano Melania Kartika Satiy Annisa Fakita Seliana Sinta Debi Setiawan, Rizki Setyo Puji Nugroho Shakil Fajarul Sukma Shidiq, Ronald Rizal Siska Fitowi Rantini Siti Handayani Siti Helmyati Soemanto, RB Srimela, Mary Zahra Sukma, Shakil Fajarul Sulistyowati, Fatonah Supriyadi, Arin Suryo Saputra Perdana Syafiq, Bakri As Syamsul Ari Wicaksono Taufik Eko Susilo Tessya Hadika Novitasari Theresia, Ribka Tiara Fatmarizka Tiara Paramitha Sugiri Syah Putri Totok Budi Santoso Tri Mukti Handayani Ulfa Kumala Umi Budi Rahayu Viani, Ilvia Rema Vivian Jennie Diva Carissa Viyanti, Aulia Nanda W Wahyuni, W Wahyu Tri Setyo Nugroho wahyuni wahyuni Wanda Indriya Pramesti Wibowo, Embar Arie Widiyanto, Aris Widya Aryanti, Widya Wijaya, Katwa Wijayanti, Wahyu Kusuma Wijianto Wijianto Wina, Puspita Salwa Septa Winanti, Milan Dwi Wulandari, Puput Yngvie Salma Kirani Yuli Kusumawati Yulia Dewi Yulia Nafizah Mawarni Zahra Almadani Zahra, Salma