p-Index From 2021 - 2026
9.689
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS ISCHIALGIA ET CAUSA HNP LUMBAL DENGAN TRANSCUTANEOUS ELECTRIAL NERVE STIMULATION (TENS) DAN CORE STABILIZATION EXERCISE: CASE REPORT Syafiq, Bakri As; Sudaryanto, Wahyu Tri; Belinda, Melur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

"Pendahuluan: Ischialgia merupakan nyeri yang terasa sepanjang nervus ischiadicus, ischialgia dapat disebabkan oleh hernia nucleus pulposus yang menonjol keluar sehingga menjepit saraf ischiadicus yang akan menyebabkan rasa sakit yang menjalar dari punggung hingga ke kaki. Presentasi Kasus: Pasien dengan nama Tn. D berusia 22 tahun, bekerja sebagai pegawai swasta terdiagnosa medis Hernia Nucleus Pulposus (HNP) lumbal pada L4-L5. Dengan keluhan nyeri pada punggung menjalar ke kedua kaki, lalu ketika beraktivitas pasien merasakan nyeri saat duduk dan berdiri lama, lalu berjalan jauh, serta jongkok berdiri. Keluhan ini dirasakan pasien sekitar 6 bulan lalu yang mungkin disebabkan karna riwayat pekerjaan pasien sebagai pegawai swasta yang terlalu sering duduk. Metode: Metode penelitian ini menggunakan case report dengan pertemuan sebanyak 3x yang dilakukan dibulan Februari 2024 di Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar Malang. Pemberian modalitas berupa Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan Core Stabilization Exercise. Instrumen alat ukur yang digunakan Visual Analog Scale (VAS), Manual Muscle Testing (MMT), Goniometer dan skala modified Oswestry Disability Index (ODI). Hasil dan pembahasan: Adanya penurunan nyeri semula 4 turun menjadi 3, peningkatan kekuatan otot saat gerakan fleksi yang semula 3 naik menjadi 4, peningkatan LGS semula 50 naik menjadi 55 derajat, dan peningkatan aktivitas fungsional yang ditandai dengan penurunan hasil yang semula mendapat skor 46 (disabilitas berat) turun menjadi 30 (disabilitas sedang) sebelum dan sesudah dilakukan terapi. Kesimpulan; Penatalaksanaan Fisioterapi pada kasus Ischialgia Et Causa HNP lumbal dengan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan Core Stabilization Exercise dengan tiga kali pertemuan membuktikan adanya perubahan yang signifikan. "
Announcement of Balance exercise to Reduce the Risk of Falling on a Geriatric Community at the Grhasia Psychiatric Hospital: Penyuluhan tentang Latihan Keseimbangan untuk Mengurangi Resiko Jatuh pada Lansia di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Sudaryanto, Wahyu Tri; Sabana, Muhammad Rajab; Shidiq, Ronald Rizal; Maliesgasari, Dita; Lestari, Sulis; Anugrah, Welya Nesvi; Pristanto, Arif; Wahyuni, W
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memasuki usia lansia muncul permasalahan yang disebabkan penurunan kemampuan serra kebugaran fisik. Degenerasi struktural pada sistem neuromuskuloskeletal dan sistem indera menyebabkan menurunnya keseimbangan statis dan dinamis. Gangguan keseimbangan adalah penyebab utama cedera serta keterbatasan aktivitas pada lansia, dan efek buruk yang terkait dengan masalah tersebut adalah jatuh Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan resiko jatuh pada lansia. Metode kegiatan penganbdian ini adalah Penyuluhan yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 – Desember 2022 yang bertempat di Rumah Sakit Jiwa Ghrasia. Populasi dalam kegiatan penyuluhan ini sebanyak 26 lansia. Konsep metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah community based participatory research (CPR). Media penyuluhan berupa leaflet. Indikator penilaian hasil yang digunakan berupa kuisioner pre-test dan post test Hasil kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan tingkat pemahaman komunitas lansia Rumah Sakit Jiwa Ghrasia tentang latihan keseimbangan untuk mengurangi resiko jatuh pada lansia. Kesimpulan: Penyuluhan tentang latihan keseimbangan untuk mengurangi resiko jatuh pada lansia efektif dalam menambah pemahaman para lansia akan hal tersebut.
Penyuluhan Osteoarthritis Pada Lansia di Panti Lanjut Usia Aisyiyah di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta Cindi Permata Sari; Isnaini Herawati; Wahyu Tri Sudaryanto; Muhammad Zulfa Rangga Nuraminazkiya
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menua merupakan proses kehilangan secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri, individu yang sudah tua akan mengalami kemunduran secara fisik, mental, dan sosial.  Osteoarthritis knee merupakan penyakit degeneratif pada sendi lutut yang timbul  akibat  abrasi  tulang  rawan  sendi  yang  menyebabkan  tulang  saling bergesekkan  dan  dapat  mengakibatkan  munculnya  kelemahan  otot  dan  tendon sehingga  membatasi  gerak  dan  menyebabkan  rasa  nyeri. Penyuluhan diadakan bertujuan untuk memberikan edukasi kepada lansia tentang kasus osteoarthritis terutama tentang definisi, gejala, penyebab, pencegahan dan manfaat latihan aktif mandiri untuk mengurang keluhan lansia yang penderita osteoarthritis. Metode yang digunakan dengan memberikan penyuluhan berupa promosi kesehatan mengenai Osteoarthritis knee kepada lansia dengan menggunakan pamflet sebagai media penyuluhan. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test berupa pertanyaan kepada para lansia guna mengukur keefektifan dari penyuluhan yang akan diberikan. Hasil evaluasi terdapat peningkatan pengetahuan lansia dari 30% menjadi 80% setelah diberikan penyuluhan. Terdapat peningkatan pengetahuan dan wawasan lansia mengenai Osteoarthritis serta bagaimana cara pencegahan dan penanganan Osteoarthritis secara mandiri dengan melakukan latihan Quadriceps Setting Exercise dan Straight Leg Raises Exercise.
The Effect of Core Stability Exercise on Myogenic Lower Back Pain: A Systematic Review Al'Arifi, Afthon Aziz; Sudaryanto, Wahyu Tri
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Myogenic low back pain is a sign of pain, muscle spasm, and limited functional activities. This disease can be treated with core stability exercise, which is a form of active exercise designed to strengthen muscles and increase stability to support the spine and help prevent lower back pain. However, until now there has been no literature discussing the effect of core stability exercise on myogenic low back pain. Methods: A systematic search was conducted through PubMed, ScienceDirect, and Cochrane Library to identify studies examining the effect of core stability exercise on myogenic lower back pain. Results: There were 6 pre and post test control group studies with a total 143 patients that met inlclusion criteria. All existing studies show that core stability exercise can reduce NRS, ODI, VAS, and QVAS significantly (p<0.05) and increase flexibility scores significantly (p<0.05). The frequency of intervention was between 8-12 times for 4-8 weeks. Conclusion: Core stability exercise had a significant effect in reducing pain and increasing functional capacity in myogenic low back pain patients.
Nerve Function Examination as a Screening for Prevention of Disability in Morbus Hansen at Kelet General Hospital, Central Java: A Case Report Prihastomo, Teguh; Wahyu Tri Sudaryanto
Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Vol. 2 No. 6 (2022): Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijmr.v2i6.247

Abstract

Disability in leprosy or Morbus Hansen can be prevented by early diagnosis and regular and accurate treatment with multi-drug treatment. This study aimed to describe the examination of nerve function in preventing leprosy disability. In this case, a man, 21 years old, has a history of diagnosis of Morbus Hansen multibacillary type since five years ago. There are deformities in both hands and feet with red bumps. On neurological examination, there was anesthesia in hand with paralysis of the finger muscles causing claw hand. No reduction in muscle mass was seen. The patient found it difficult to move his left hand, especially on the 4th and 5th fingers. The range of motion (ROM) of the 4th and 5th fingers was limited. Examination of nerve function begins by palpating the auricular magnus, radial, ulnar, peroneus communis, and posterior tibial nerves. Motor and sensory examinations were carried out by examining the strength of the facial muscles, finger muscles, and wrist muscles. For the lower limbs, examine the muscles of the ankles and toes. In conclusion, early examination of disability and exercise therapy can help prevent disability and keep the condition of disability from getting worse.
PENYULUHAN TEKNIK RELAKSASI UNTUK MENCEGAH DAMPAK LANJUT HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSYANDU MACANAN KEBAKKRAMAT Muhammad Dhaffa Karyanto; Griska Mutiara Kartika; Adel Restasia Cinta; Arif Pristianto; Wahyu Tri Sudaryanto
Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/beujroh.v1i1.22

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian dini di seluruh dunia, dengan perkiraan 9,4 juta kematian pada tahun 2014. Di Indonesia, tingkat kejadian hipertensi mengalami peningkatan signifikan, mencapai 34,1% pada tahun 2018 dibandingkan dengan 25,8% pada tahun 2013 Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran berlangsung lima menit dalam keadaan istirahat. Gejala-gejala hipertensi dapat mencakup sakit kepala, pusing, detak jantung yang cepat, kelelahan, penglihatan kabur, tinnitus, dan mimisan. Untuk meningkatkan mengatasi kejadian kasus hipertensi, Puskesmas telah melakukan berbagai tindakan, termasuk terapi farmakologi, penyuluhan tentang pola makan rendah garam, dan pemeriksaan berkala melalui program prolanis. Selain itu, penggunaan teknik relaksasi otot progresif juga menjadi pilihan untuk membantu menurunkan tekanan darah. Teknik relaksasi otot progresif adalah metode relaksasi otot yang bertujuan mencapai relaksasi dan mengurangi ketegangan tanpa bergantung pada kemampuan berimajinasi, tingkat kesabaran, atau sugesti. Metode ini melibatkan pengencangan otot secara perlahan dan kemudian melepaskan ketegangan secara berurutan, dimulai dari otot jari kaki hingga kepala. Studi ini dilakukan dengan tujuan memberikan penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan menjalankan program pengabdian masyarakat menggunakan Teknik relaksasi otot progresif untuk membantu menurunkan tingkat hipertensi. Teknik relaksasi otot progresif adalah metode relaksasi otot yang bertujuan mencapai relaksasi dan mengurangi ketegangan tanpa bergantung pada kemampuan berimajinasi, tingkat kesabaran, atau sugesti. Metode ini melibatkan pengencangan otot secara perlahan dan kemudian melepaskan ketegangan secara berurutan, dimulai dari otot jari kaki hingga kepala. Studi ini dilakukan dengan tujuan memberikan penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan menjalankan program pengabdian masyarakat menggunakan Teknik relaksasi otot progresif untuk membantu menurunkan tingkat hipertensi. Teknik relaksasi otot progresif adalah metode relaksasi otot yang bertujuan mencapai relaksasi dan mengurangi ketegangan tanpa bergantung pada kemampuan berimajinasi, tingkat kesabaran, atau sugesti. Metode ini melibatkan pengencangan otot secara perlahan dan kemudian melepaskan ketegangan secara berurutan, dimulai dari otot jari kaki hingga kepala. Studi ini dilakukan dengan tujuan memberikan penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan menjalankan program pengabdian masyarakat menggunakan Teknik relaksasi otot progresif untuk membantu menurunkan tingkat hipertensi.
Physiotherapy Management in Cases of Lumbar Radiculopathy e.c Lumbal Spondylosis: Case Report Winanti, Milan Dwi; Sudaryanto, Wahyu Tri; Narti, Kingkin
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Lumbar radiculopathy akibat spondylosis lumbalis menyebabkan nyeri menjalar dan gangguan aktivitas fungsional. Fisioterapi berperan dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsional pasien.Objectives: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi fisioterapi berupa kombinasi Short Wave Diathermy (SWD), Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), latihan neurodinamik, stretching, dan strengthening terhadap penurunan intensitas nyeri, peningkatan kekuatan otot trunk, serta peningkatan aktivitas fungsional pada pasien dengan lumbar radiculopathy akibat spondylosis lumbalis.Method: Penelitian ini menggunakan desain case report dengan pendekatan single subject research pada wanita usia 45 tahun. Intervensi terdiri dari SWD, TENS, latihan neurodinamik, stretching, dan strengthening selama empat sesi. Evaluasi menggunakan NPRS, MMT, dan ODI.Result: Terjadi penurunan skor nyeri dari 8 menjadi 3, dan skor ODI dari 15 menjadi 7, yang menunjukkan perbaikan gejala dan peningkatan aktivitas fungsional. Namun, tidak terjadi peningkatan bermakna pada kekuatan otot trunk, dengan nilai MMT tetap pada 3.Conclusion: Kombinasi terapi fisioterapi berupa SWD, TENS, latihan neurodinamik, stretching, dan strengthening efektif dalam menurunkan nyeri dan meningkatkan aktivitas fungsional pada pasien dengan lumbar radiculopathy akibat spondylosis lumbalis. Namun, tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot trunk dalam jangka pendek.
Co-Authors Abdul Haris Abyori Daru Murtama Adel Restasia Cinta Adnan Faris Naufal Ahdiyat Ananta Rachmat Ahmad Najib Ali Ziyan Ajeng Sabtorini Al Farizy, Muhammad Hasbi Al'Arifi, Afthon Aziz Alfi Salatina Alifah Athiyaturrofi Alifia Putri Latifah Amalia Carissa Ariyanti Amalia Faradilla Rahim Ambar Mudigdo Amelia Dwi Putika Sari Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anggraini, Ricky Diah Ayu Anggun Pramudya Putri Annisa Rizky Amalia Anugrah, Welya Nesvi Ardiyanto, Irfan Arif Pristianto Arimbi, Cindy Kartika Arradini, Dewi Asrani, Muhammad Astuti, A Aulia Rahman Aulia Safa’ Nabila Belinda, Melur Bhisma Murti Cindi Permata Sari Damayanti, Karina Daris Tri Gamadia Della Annisa Thalib Denada Salsabila Devi Arthamevia Dewangga, Mahendra Wahyu Dharmawan, Yan Ari Tya Dhira Rahma Fadila Diki Retno Yuliani, Diki Retno Dinda Armita Dinda Rispati Dwi Rosella Komala Sari Ernawati Ernawati Evi Oktaviani, Evi Evita Sari Fadhil, Adnan Rizqy Fadhil, Taufiq Fuad Faizah Nashrillah Reyhana Fandrian, Ganang Fatmasari, Army Yudhia Felani Hilmi Azahra Filmasari, Fitri Firnadia Septika Rahajeng Firstya Gifta Raudyatuzzahra Fitri, Nabila Nur Afifah Fitriananda, Eva Galih Adhi Isak Setiawan Gemma Nurulfatiha Arianeputri Griska Mutiara Kartika Halimatus Sadiah Halimatus Sa’diah Hanan, Salma Zahra Fitria Hanifa, Miftahul Fauziah Hendra, Zulnanda Ika Yuli Ayuningrum Ike Puteri Elgina Ilham Nur Hihmawan Ilma Liani Vanath Irfan Muhammad Ismadi, I Isnaeni Herawati Isnaini Herawati Ivana Hanun Nisa Jannah, Nadiya Izzatul Joko Tri Atmojo Khansa Syafira Khanza, Namira Mutia Khoirunnisa, Asty Kofifah Indri Nurhayati Konara Budi Sudrajat Kukuh, Achmad lestari, sulis Lingga Vitasari Listyana, Lifia Rahma M Irfan Alhady Maliesgasari, Dita Marros, Andika Yulian Marshela, Ajeng Matasim, M Maulidya, Maulidya Muhamad Afif Nurochman Muhammad Andre Agasi Muhammad Dhaffa Karyanto Muhammad Halim, Muhammad Muhammad Raffi Muhammad Shamil Muwaffaq Muhammad Zulfa Rangga Nuraminazkiya Nabila Ayundasari Nabilla Windi Aulia Nadya Aqsha Tamarinda Narti, Kingkin Naufal, Adnan Faris Navisatul Oktaviana Nia Hayati Nugroho, Setyo Puji Nur'ana, Hafiz Arief Nuristiqomah Dwi Putri Nurma, Hanifah Dwi Nursaputri Nursaputri, Nursaputri Nurvadhanti Intan Shabarina Oktaviani Fitriyah Ory Kusti Oviandar Pradanov, Cartika Volta Prasetyo, Arya Tri Pratama, I Putu Aditya Pratamasari, Nastiti Prihastomo, Teguh Pristanto, Arif Putri Satrio, Alifia Azzahra Putri, Dylla Ramadhani Putri, Elma Prida Hapsari Putri, Nuristiqomah Dwi Putri, Sefrizka Irwhana Putro, Dimas Liwung Sasongko Qonitah Faizatul Fitriyah Raden Andrea Zalfa Zaki Rahma Alfina Raihanah Nur Sa’adah Rakhma Nur Fitratun Nikmah Ramona, Dela Redita Salma Ayusandra Pramesti Rinna Ainul Maghfiroh Rizqillah, Indah Prima S Salwa, S Sabana, Muhammad Rajab Safitri, Khusnul Saharudin, Adinda Afifah Sari, Mediano Melania Kartika Seliana Sinta Debi Setiawan, Rizki Setyo Puji Nugroho Shakil Fajarul Sukma Shidiq, Ronald Rizal Siti Handayani Siti Helmyati Soemanto, RB Srimela, Mary Zahra Sukma, Shakil Fajarul Supriyadi, Arin Suryo Saputra Perdana Syafiq, Bakri As Syamsul Ari Wicaksono Taufik Eko Susilo Tessya Hadika Novitasari Theresia, Ribka Tiara Fatmarizka Tiara Paramitha Sugiri Syah Putri Totok Budi Santoso Tri Mukti Handayani Ulfa Kumala Umi Budi Rahayu Viani, Ilvia Rema Vivian Jennie Diva Carissa Viyanti, Aulia Nanda W Wahyuni, W Wahyu Tri Setyo Nugroho wahyuni wahyuni Wanda Indriya Pramesti Wibowo, Embar Arie Widiyanto, Aris Widya Aryanti, Widya Wijaya, Katwa Wijayanti, Wahyu Kusuma Wijianto Wijianto Winanti, Milan Dwi Wulandari, Puput Yngvie Salma Kirani Yulia Dewi Yulia Nafizah Mawarni Zahra Almadani Zahra, Salma