Claim Missing Document
Check
Articles

The Android mobile application to assess mothers' knowledge, attitudes, and behaviors related to the prevention of stunting in children under two years old Gustina, Mely; Yorita, Epti; Sari, Aplina Kartika; Utama, Feranita; Haryono, Haryono
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 8 No. 10 (2025): Volume 8 Number 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v8i10.1945

Abstract

Background: Stunting remains a major public health problem in Indonesia, with prevalence rates that exceed the World Health Organization threshold. In Bengkulu Province, particularly in the Kampung Melayu Subdistrict, stunting is exacerbated by limited access to health services, low maternal knowledge, unfavorable attitudes, and inadequate sanitation-related preventive behaviors. These factors contribute to recurrent infections and impaired nutrient absorption in children under two years old. The use of digital-based educational media is considered a promising strategy to improve health literacy and promote positive behavioral change among mothers. Purpose: To evaluate the effectiveness of the Android mobile application to assess mothers' knowledge, attitudes, and behaviors related to the prevention of stunting in children under two years old in the Kampung Melayu Subdistrict, Bengkulu City. Method: A quasi-experimental design with a control group. A total of 80 participants were selected using purposive sampling and divided into an intervention group (n = 40) and a control group (n = 40). The intervention group received health education through the SESAMA Android application, while the control group received conventional health promotion. Data were analyzed using Wilcoxon test, Paired T-test, Mann–Whitney test, ANCOVA, and MANCOVA. Results: The intervention group showed a significant improvement in knowledge, attitudes, and preventive behaviors related to stunting (p = 0.000). Mean knowledge scores increased from 5.60 to 8.23, attitude scores from 35.58 to 39.50, and behavior scores from 11.18 to 15.73. In contrast, the control group showed a significant improvement only in knowledge (p = 0.041), with no significant changes in attitudes (p = 0.172) or behaviors (p = 0.083). MANCOVA analysis confirmed that the SESAMA application had a significant effect on knowledge (p = 0.000; R² = 0.298), attitudes (p = 0.000; R² = 0.166), and behaviors (p = 0.000; R² = 0.584), with the strongest effect observed on preventive behavior. Conclusion: The SESAMA Android-based educational application is effective in improving maternal knowledge, attitudes, and behaviors related to stunting prevention and demonstrates greater effectiveness compared to conventional health promotion methods. The SESAMA model has strong potential to support digital health education strategies and may be considered for broader implementation in stunting prevention programs.
PEMBERDAYAAN KADER DAN PAABUKI UNTUK MENINGKATKAN PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN MP ASI PADA BADUTA Yorita, Epti; Hartini, Lela; Ekanugraheni, Diah; Damarini, Susilo; Wahyuni, Elly; Suryani, Desri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27973

Abstract

Abstrak: Kejadian stunting di Indonesia masih tinggi dipengaruhi oleh pengetahuan, pendidikan, sikap, perilaku ibu infeksi, riwayat ASI eksklusif, budaya, akses ke pelayanan kesehatan. Oleh karena itu diperlukan partisipasi masyarakat melalui intervensi berbasis budaya seperti budaya Paabuki pada masyarakat di Pulau Enggano. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan kader dan Paabuki untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan kader dan ibu baduta tentang ASI Eksklusif Dan MP ASI. Mitra kegiatan adalah kader dan paabuki berjumlah 12 orang. Metode pelaksanaan berupa pelatihan kader, advokasi Paabuki serta edukasi tentang ASI dan MP ASI pada ibu baduta oleh kader yang dilatih. Kegiatan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara pada Desa Apoho dan Meok. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan kader dan ibu baduta tentang ASI dan MP ASI serta lembar observasi untuk melihat kemampuan kader dalam memberikan edukasi pada ibu baduta. Hasil kegiatan didapatkan peningkatan skor rerata pengetahuan kader sebelum pelatihan dari 65 menjadi 85, rerata skor kemampuan kader dalam melakukan promosi ASI dan MP ASI 1,56. Terjadi peningkatan pengetahuan ibu baduta tentang ASI dan MP ASI dari rerata skor sebelum promosi 47 meningkat menjadi 80. Disarankan kepada stake holder dan mitra kegiatan agar dapat melanjutkan promosi ASI dan MP ASI di Kecamatan Enggano dengan memberdayakan kader dan paabuki untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan serta mencegah stunting pada baduta.Abstract: The incidence of stunting in Indonesia is still high influenced by knowledge, education, attitudes, behavior of infected mothers, history of exclusive breastfeeding, culture, access to health services. Therefore, community participation is needed through culture-based interventions such as Paabuki culture in the community on Enggano Island. This community service activity aims to empower cadres and Paabuki to improve the knowledge, abilities of cadres and clown mothers about Exclusive Breastfeeding and MP Breastfeeding. The activity partners are cadres and paabuki totaling 12 people. The implementation method is in the form of cadre training, Paabuki advocacy and education about breastfeeding and MP breastfeeding for clown mothers by trained cadres. The activity was carried out in the Enggano District, North Bengkulu Regency in Apoho and Meok Villages. The evaluation of activities used a questionnaire to measure the knowledge of cadres and clowns about breastfeeding and MP breastfeeding as well as observation sheets to see the ability of cadres to provide education to baduta mothers. The results of the activity were an increase in the average score of cadre knowledge before training from 65 to 85, the average score of cadres in promoting breast milk and MP ASI was 1.56. There was an increase in the knowledge of clown mothers about breastfeeding and MP breastfeeding from the average score before the promotion of 47 increased to 80. It is recommended to stakeholders and activity partners to be able to continue the promotion of breastfeeding and MP breastfeeding in Enggano District by empowering cadres and paabuki to increase growth and development and prevent stunting in baduta.
PENDAMPINGAN KADER PADA POSYANDU E KURATIF SEBAGAI MEDIA KESEHATAN REMAJA Mariati, Mariati; Yorita, Epti; Baska, Dwie Yunita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27550

Abstract

Abstrak: Pernikahan usia muda masih tinggi, menyebabkan kehamilan usia muda yang berrisiko komplikasi kehamilan, persalinan, Ibu usia muda berisiko mengalami kematian pada saat hamil dan bersalin. Pendidikan, sosial ekonomi, teman sebaya, tidak menjadi beban orang tua, dorongan orang tua karena malu anak sudah hamil diluar nikah merupakan faktor yang berkontribusi terhadap kejadian pernikahan dini. melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Bengkulu berupa pembentukan Posyandu R-KURATIF di Kelurahan Lempuing merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas remaja. Mitra terdiri dari mitra sasaran utama kader, kelompok remaja yang berjumlah 40 orang, dan mitra kegiatan yaitu petugas Puskesmas, Petugas PLKB, dan Kepala Lurah Lempuing. Tempat pelaksanaan di Balai Pertemuan Kelurahan Lempuing, Kota Bengkulu. Evaluasi dilakukan dengan kuesioner pre dan post test untuk mengukur pengetahuan kader dan remaja. Evaluasi juga dilakukan dengan melihat kemampuan kader dan partisipasi remaja dan observasi pelaksanaan kegiatan Posyandu Kuratif dengan lembar checklist. Hasil kegiatan melalui pelatihan kader dapat meningkatkan pengetahuan kader dari rerata skor 40.00 meningkat menjadi 86.50, serta peningkatan pengetahuan setelah diberikan konseling pada kelompok sebaya oleh kader sebesar 71,43%. Disarankan kepada stake holder Lurah, mitra dari BKKBN dan Puskesmas untuk melalukan monitoring dan evaluasi keberlangsungan posyandu R Kuratif dengan melibatkan kader yang telah dilatih dan karang taruna.Abstract: Young marriages are still high, causing young pregnancies at risk of complications in pregnancy, childbirth, young mothers are at risk of death during pregnancy and childbirth. Education, socio-economic, peers, not being a burden on parents, parental encouragement because they are ashamed that their child is pregnant out of wedlock are factors that contribute to the occurrence of early marriage. through Community Service activities carried out by the Bengkulu Ministry of Health Polytechnic Lecturer Team in the form of the establishment of the R-KURATIF Posyandu in Lempuing Village is a strategic step to improve the quality of adolescents. Partners consist of the main target partners of cadres, a group of adolescents totaling 40 people, and activity partners, namely Health Center officers, PLKB Officers, and the Head of Lempuing Village. The venue is at the Lempuing Village Meeting Hall, Bengkulu City. The results of activities through cadre training can increase cadre knowledge from an average score of 40.00 to 86.50, as well as an increase in knowledge after being given counseling in peer groups by cadres of 71.43%. It is recommended to stakeholders of the Village Head, partners of the BKKBN and the Health Center to carry out monitoring and evaluation of the sustainability of the R Kuratif Posyandu by involving trained cadres and youth organizations. 
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENDAMPINGAN KADER DALAM SKRINING DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA Damarini, Susilo; Yorita, Epti; Yanniarti, Sri; Efriani, Rolita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.23406

Abstract

Abstrak: Kejadian stunting di Indonesia masih tinggi, termasuk di Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Seluma, dengan salah satu lokus di Kelurahan Babatan. Stunting berdampak negatif terhadap perkembangan kognitif, menurunkan produktivitas, dan kemampuan akademik anak. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita perlu dilakukan secara rutin dan teratur, melibatkan kader sebagai modal sosial masyarakat di bidang kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader melalui pendampingan dalam skrining Deteksi Dini Tumbuh Kembang (SDDTK) Balita. Tahapan persiapan, pelaksanaan, dan monitoring evaluasi. Mitra kegiatan berupa kader sebagai peserta pendampingan berjumlah 15 orang, sementara mitra sasaran adalah ibu dengan anak balita berjumlah 30 orang dan anak balita berjumlah 30 orang. Tempat pelaksanaan adalah Kelurahan Babatan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner dan observasi dengan lembar checklist untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan kader dalam SDDTK. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader, dengan jumlah kader berkategori baik meningkat dari 5 orang (33,3%) menjadi 12 orang (80%). Pengetahuan kader yang kurang menurun dari 10 orang (66,7%) menjadi 3 orang (20%) setelah kegiatan. Keterampilan kader dalam melakukan skrining SDDTK juga meningkat, dari 26,7% dalam kategori terampil menjadi 80%, sedangkan kategori kurang terampil menurun dari 73,3% menjadi 20%.Abstract: The incidence of stunting in Indonesia is still high, including in Bengkulu Province and Seluma Regency, with one of the loci in Kelurahan Babatan. Stunting has a negative impact on children's cognitive development, reduced productivity and school performance. Monitoring the growth and development of young children needs to be done routinely and regularly, involving cadres as the community's social capital in the health sector. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of cadres by supporting them in the screening of young children's growth and development (SDDTK). Stages of preparation, implementation, monitoring and evaluation. Activity partners in the form of cadres as mentoring participants are cadres for a total of 15 people, while the target partners are mothers with toddlers for a total of 30 people and the toddlers themselves for a total of 30 people. The implementation site was Babatan village, Sukaraja sub-district, Seluma district. The evaluation was conducted using a questionnaire and observation with a checklist sheet to measure cadres' knowledge and skills in SDDTK. The results showed an increase in cadre knowledge, with the number of cadres in the good category increasing from 5 (33.3%) to 12 (80%). Poor cadre knowledge decreased from 10 people (66.7%) to 3 people (20%) after the activity. The skills of cadres in conducting SDDTK screening also increased from 26.7% in the skilled category to 80%, while the less skilled category decreased from 73.3% to 20%.
Factors Associated with Neonatal Asphyxia at Dr. M. Yunus Bengkulu Hospital 2024 Sebin, Adelia Utami; Widiyanti, Desi; Yorita, Epti; Elly, Nur; Yanniarti, Sri
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 9 Number 1 March 2026
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v9i1.1023

Abstract

Objective: This study aims to analyze the factors associated with the incidence of neonatal asphyxia in newborns at Dr. M. Yunus Bengkulu Regional General HospitalMethods: This analytical observational study employed a case-control design with a retrospective approach. The sample comprised 100 newborns, consisting of 50 asphyxia cases and 50 non-asphyxia controls. The case group was selected using simple random sampling via computer-generated randomization, while the control group was selected using systematic random sampling. Data were analyzed using the Chi-square test and binary logistic regression.Results: The results showed that there was a relationship between gestational age (p = 0.000), preeclampsia (p = 0.014), and birth weight (p = 0.000) with the incidence of neonatal asphyxia. The type of delivery was not significantly related (p>0.05). The most dominant variable was low birth weight with a value of Exp(B) = 4.653. Conclusion: Gestational age, preeclampsia, and birth weight are significantly associated with neonatal asphyxia, whereas the mode of delivery shows no correlation. Early detection and preventive measures are warranted, particularly for high-risk newborns such as those with low birth weight. AbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir di RSUD M. Yunus Bengkulu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain case control menggunakan pendekatan retrospektif. Sampel berjumlah 100 responden yang terdiri dari 50 kasus asfiksia dan 50 non-asfiksia. Teknik pengambilan sampel kasus menggunakan metode simple random sampling berbantuan komputer (spin method), sedangkan sampel kontrol menggunakan systematic random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik biner.Hasil: Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara usia kehamilan (p =0.000), preeklampsia (p = 0.014), dan berat badan lahir (p = 0.000) dengan kejadian asfiksia neonatorum. Jenis persalinan tidak berhubungan secara bermakna (p>0.05). Variabel yang paling dominan adalah berat badan lahir rendah dengan nilai Exp(B) = 4.653.Kesimpulan: Faktor yang berpengaruh terhadap kejadian asfiksia neonatorum adalah usia kehamilan, preeklamsia, dan berat badan lahir, sedangkan jenis persalinan tidak berhubungan. Diperlukan peningkatan deteksi dini faktor risiko oleh tenaga kesehatan terutama pada bayi dengan BBLR.Kata Kunci: Asfiksia neonatorum; berat badan lahir; preeklamsia; usia kehamilan
Co-Authors Ace Suryadi AFELA, INTAN Agung Riyadi AMELIA, ICE Anang Wahyudi Asep Saepudin Asih, Yusari Assyuro Cahya Pertiwi Marsal, Mulia Mustika Ningsih Marsal Baska, Dwie Yunita Basthari, Rosalia Rina CHOTIMAH, AYUDYA HUSNIL Dahrizal Dahrizal Darwis Darwis Demsa Simbolon Desi Widiyanti Desi Widiyanti Desri Suryani Dino Sumaryono Efriani, Rolita Ekanugraheni, Diah Eliana Eliana Eliana Eliana Elly Wahyuni Elly Wahyuni Else Sri Rahayu Elvi Destariyani Erika Yulita Erika Yulita Ichwan Fatma Fatma Feranita Utama Frensi Riastuti Gustina, Mely Haryono Haryono Indriany, Daffina Syazah Inne Delia A Istiarika Istiarika Joni R Pramudia Joni R Pramudya Juita Dian Anggraini Jumiaty Jumiaty Jumiyati Kosma Heryati Kurniawati Arief Lela Hartini Linda Linda Lisma Ningsih Lusi Andriani Lusi Andriani, Lusi Mariati Mariati Mely Gustina Mizawati, Afrina Nispi Yulyana Nugraheni, Diah Eka Nur Elly Pramudia, Joni R Pramudia, Joni R. Pravita, Ayu Putii, Mezy Aullia Putri, Aprilia Dwi Ratna Dewi Ratna Dewi Rialike Burhan Rina Rina Rina Rina Rina, Rina Rosmala Aprelia Ruzita ABD Talib Saepudin , Asep Sahidan Sahidan Sandy Ardiansyah Saputra, Arie Ikhwan Sardin Sardin Sari, Aplina Kartika Saur Sariaty Sa’arfa Ayu Sebin, Adelia Utami Sella Dwi Oktaviani Sri Yanniarti Sri Yanniarti Sri Yanniarti Sri Yanniarti Susilo Damarini Talib, Ruzita ABD Teguh Budi Prijanto, Teguh Budi Tengku Sri Wahyuni UTARI, TRI INTAN Uyu Wahyudin Wewet Savitri Wewet Savitri Widiyanti, Desi Yanniarti, Sri Yanniarti, Sri Yuliana Lubis Yulinda yulinda Yulinda Yulinda Yulinda, Yulinda Yuniarti Yuniarti Yuniarti Yuniarti Zamharira Muslim