Claim Missing Document
Check
Articles

Kadar Kalsium Dan Fosfor Pada Tulang Tikus Betina Yang Diberi Tepung Tempe Rendah Lemak (CALCIUM AND PHOSPHORUS LEVELS ON RAT BONE FEMALES GIVEN FAT-LOW TEMPE FLOUR) Reggy Raisa Tangalayuk; I Nyoman Suarsana; Iwan Harjono Utama
Buletin Veteriner Udayana Vol. 7 No. 1 Pebruari 2015
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.356 KB)

Abstract

Tempe contains of resources mineral that can be used to help bone formation during growth.This study aimed to determine the levels of calcium, phosphorus and calcium-phosphorus ratiotibia on female rats administered fat-low tempe flour. This study was used completely randomizeddesign (CRD) consisted of five treatment groups, each consisted of three rats. This study was usedof 25 female rats Spraque Dawley strain age two months were divided into five treatment groupsi.e.,  K1: rat control normal treatment; K2 - K5: normal rats given fat-low tempe flour doses of 1, 2, 4, and 6 mg/200g bb/day repectively, orally.  At the end of treatment the rats were sacrificed byanesthesia. Tibia bones were taken for analysis of the calcium and phosphorus levels using AASmethod (atomic absorbance spectrophotometer) and spectrophotometry method. The resultsshowed calcium levels in rats treated with low-fat soybean flour tends to increase with increasingdose when compared to control although not significantly different. Phosphorus levels was tend toincrease with increasing dose and significantly different. In contrast, the ratio of calcium andphosphorus tibia decreased with increasing dose of fat-low tempe flour but not significantly different.
PENGEMBANGAN BATIK TULIS MOTIF JEPUN BALI DALAM SKALA HOME INDUSTRY DI DESA GETASAN I W. Suardana; I G.N. Sudisma; I N. Suarsana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.127 KB)

Abstract

Perkembangan seni kerajinan batik masih kalah saing jika dibandingkan dengan seni kerajianan lainnyaseperti seni patung ataupun seni kerajinan kain “endek”, padahal batik apabila digarap secara profesionaldengan ketrampilan yang tepat, terukur, sesuai dengan selera dan permintaan pasar, niscaya akan menjadisalah satu “soko guru” baru perekonomian masyarakat. Desa Getasan sebagai salah satu wilayah diKabupaten Badung memulai melakukan terobosan dengan dikembangkannya seni kerajinan batik denganmotif khusus “Jepun Bali”sebagai trand mark Kabupaten Badung. Di dalam perjalanannya, seni kerajinanbatik di Desa Getasan mengalami pasang surut terutama sekali terhadap masalah kurangnya tenaga kerjapembatik yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pasar, masih minimnya pengetahuan tentang teknikbatik yang baik dan benar termasuk didalamnya adalah teknik pewarnaan, serta belum tersosialisainya senikerajinan batik diluar kelompok. Didasarkan atas pertimbangan tersebut, maka upaya strategis melaluikegiatan KKN-PPM dapat dijadikan sebagai solusi pemecahannya. Kegiatan diawali dengan tahapankoordinasi program kepada kelompok sasaran sekaligus juga dilakukan sosialisasi di luar Desa Getasanmelalui pembentukan kelompok baru. Dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan yang dituntun oleh instrukturberpengalaman dan diakhiri dengan tahapan sosialisasi seni membatik pada anak usia dini (anak SD) baik diDesa Getasan maupun diluar Desa Getasan. Hasil Kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan batik tulis di DesaGetasan telah berhasil meningkatkan pemahaman dan manfaat mengenai teknik membatik dan mewarnaiyang lebih berkualitas sehingga nantinya akan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas batik Jepun Baliyang sudah diproduksi. Kegiatan pelatihan juga berhasil mengembangkan kelompok seni kerajinan batikyang baru yaitu kelompok batik “Sekar Jepun” yang ada di Desa Samuan Carangsari serta telah berhasilmenanamkan seni membatik sebagai warisan budaya Nasional pada anak-anak usia dini di Desa Getasan dansekitarnya.
INTERVENSI KESEHATAN PADA TERNAK SAPI DAN BABI DI WILAYAH DESA GETASAN, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG I .N. Suarsana; I. W. Suardana; I K. M. Budiasa
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.033 KB)

Abstract

Intervensi kesehatan ternak merupakan upaya untuk memenuhi salah satu panca usaha peternakan yaitu terciptanya kesehatan ternak. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan ternak melalui intervensi vitamin, dan pemberian obat-obatan pada ternak di wilayah Desa Getasan. Metode yang digunakan adalah pendekatan pada kelompok peternak simantri, gapoktan, atau individu yang memiliki ternak. Ternak dilakukan pemeriksaan klinis selanjutnya diberikan intervensi sesuai dengan kondisi terknak yang bersangkutan. Hasil pelayanan kesehatan ternak menunjukkan bahwa jenis ternak yang telah diberi intervensi yaitu sapi sebanyak 108 ekor dengan rincian, sapi jantan 21 ekor, sapi betina 87 ekor. Ternak babi sebanyak 90 ekor dengan rincian, jantan 40 ekor dan babi betina 50 ekor. Berdasarkan jenis layanan, pemberian vaksin Septicemia epizootica (SE) pada sapi sebanyak 77 ekor, vitamin B kompleks sebanyak 198 ekor, obat ektoparasit sebanyak 198 ekor, dan antibiotik 14 ekor. Berdasarkan kelompok ternak telah berhasil diberi pelayanan kepada kelompok ternak Suka Nadi sebanyak 10 ekor, Tani Mas sebanyak 34 ekor, Gana Sari sebanyak 42 ekor, Simantri 086 sebanyak 6 ekor, Simantri 521 sebanyak 6 ekor, Br. Buangga 5 ekor, Br. Tengah 4 ekor, dan Br. Ubud 1 ekor. Dapat disimpulkan bahwa ternak sapi dan babi di desa Getasan dalam kondisi sehat. Intervensi dengan vitamin dan obat ektoparasit sangat dominan kemudian disusul dengan pemberian vaksin SE dan antibiotik.
PENGEMBANGAN POTENSI WISATA ALAM, BUDAYA LOKAL SERTA KULINER KHAS DI DESA NONGAN KARANGASEM BALI I.N. Budiarsa; N.P.G. Suardana Suardana; I.K. Suarsana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.339 KB)

Abstract

Desa Nongan terletak, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali adalah salah satu desa di kecamatan Rendang dengan ketinggian 450 – 500 meter di atas permukaan laut. Beberapa potensi wisata dan budaya yang mampu untuk dikembangkan seperti tari-tarian, tempat tujuan agrowisata seperti alam perbukitan dan sungai serta tempat wisata alam lain yang tersebar di wilayah tersebut. Di desa Nongan tersimpan berbagai kekayaan sejarah dan budaya yang masih belum diketahui dan dikenal oleh masyarakat luas. Kesuburan tanah dan hasil pertanian menjadikan desa Nongan juga terkenal akan potensi wisata kulinernya terutama pembuatan jajan tradisonal khas Nongan secara turun-temurun. Sumber daya-sumber daya ini belum terpetakan dengan baik apalagi dikembangkan atau dikemas sedemikian rupa untuk menjadi komoditas Pariwisata alam dan kuliner dikarenakan kurangannya sarana dan prasarana maupun SDM dalam menunjang/mendukung kepariwisataan. Pada pengabdian ini dilakukan pemetaan potensi pariwisata sumber daya alam dan budaya lokal serta peningkatan sumber daya manusia, hasil pengembangan akan digunakan untuk mendukung kepariwisataan tersebut. Pengembangan Potensi wisata alam, budaya lokal serta Kuliner Khas di Desa Nongan dikatagorikan ke dalam beberapa bidang seperti bidang promosi wisata, sosial budaya, kesehatan masyarakat dan bidang fisik. Setiap permasalahan tidak akan bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan monodisipliner dimulai dengan pemetaan potensi pariwisata di Desa Nongan. Setelah pemetaan dilakukan kegiatan promosi melalui media internet yang harapannya agar seluruh potensi Desa Nongan bisa dikenal/diketahui wisatawan di seluruh dunia
PELAYANAN KESEHATAN SAPI BALI DI WILAYAH LINGKAR KAMPUS UNIVERSITAS UDAYANA BUKIT JIMBARAN KECAMATAN KUTA SELATAN KABUPATEN BADUNG I. N. Suarsana; I. K. Suatha; P. Sampurna; I. M. Kardena; I. W. Suardana; I. H. U Utama
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.573 KB)

Abstract

One of the obstacles that are often faced in livestock raising is a matter of disease. Even sometimes farmerssuffered economic losses and no longer breeding due to the death of livestock. The health service is one ofthe factors that determine the success of a farm. The aim of this implemented service to improve health ofbali cattle by through health services which include spraying, provision of vitamins and treatment of cattle atUniversity of Udayana Campus around area Jimbaran Hill. Results of community service activities on cattleat University of Udayana Campus around area Jimbaran Hill, showed a positive response and a highenthusiasm of livestock farmers, that shown with the large number of cattle (37 cattle ) which can be given alivestock health services. The number and type of service animal on the farm is dominated by provision ofvitamins as much as 32 cattle (86.48%), spraying action of 30 cattle (81.08%), worm medication of 7 cattle(18.92%), and administration of antibiotics of 6 cattle (16.21%). Breeders appreciate the service activities ofthe Institute for Research and Community Services and hope a sustainable because it was felt useful.
PELAYANAN KESEHATAN TERNAK DI WILAYAH DESA PENGOTAN, KECAMATAN BANGLI, KABUPATEN BANGLI I.N. Suarsana; I.M. Kardena; I.P.G.Y. Arjentinia
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 1 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.436 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i01.p04

Abstract

Disease is an important factor in the production system and livestock productivity. Efforts to control thedisease can be done through the prevention of disease and or treatment of sick livestock. Health services ofcattle and pigs are carried out in Pengotan Village, Bangli District, Bangli Regency in the grant program ofKKN PPM. The purpose of this activity is to maintain and improve the health of bali cattle and pigs so thatthe productivity and production of livestock can be improved. Approach method used is by involvingmembers of Gapoktan Asta murti or individually who have livestock. Clinically cattle observed exteriorconditions and interviews with owners to find out the initial conditions of livestock health and subsequentmedicine action. The results of livestock health service activities show only 2 types of livestock are givenhealth services namely bali cattle and pigs. Overall health services to bali cattle as many as 303 heads and146 pigs. The service was carried out in 8 dusun in Pengotan village with details of dusun Besange 108,dusun Sunting 41, Dusun Penyebeh 39, Dusun Yoh 29, Dusun delod village 72 heads, Dusun dajan umah 43,and Dusun Tiying 117. Type of health services provided is the provision of vitamins, worm medicine andsparying of ectoparasit. It was concluded that cattle and pigs in Pengotan village are in good condition.Intervention with the provision of vitamins, worm medicines and ectoparasit drugs improves the performanceof bali cattle and pigs
TEKNIK GRAFTING DAN BUDIDAYA HORTIKULTURA PADA KELOMPOK TANI MODEL KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI DI DESA GETASAN- KABUPATEN BADUNG I N. Suarsana; I. W. Suardana; I K.M. Budiasa; I P. Sudiarta; I G. Wijana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.185 KB)

Abstract

Guna mengurangi penyakit-penyakit pada tanaman tomat maka perlu dilakukan penyambungan dengan tanaman terong sehingga hortikultura tersebut tahan terhadap penyakit. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengatahuan grafting (penyambungan) dan budidaya hortikultura dengan sistim polibag. Metode yang digunakan adalah pendekatan dengan advokasi (penyuluhan) dan metode edukasi (pelatihan) grafting (teknik penyambungan). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok tani Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) mampu melakukan teknik budidaya hortikultura mulai pemilihan bibit dan persyaratanya, syarat pertumbuhan, teknik penyediaan media tanam (tanah dan pupuk), penyemaian bibit, dan cara bertanam dengan sistim polibag. Kelompok MKRPL mampu menguasai teknik grafting (penyambungan) dan melakukan penyambungan tanaman terong pada bagian bawah dan tanaman tomat pada bagian atas dengan hasil baik. Dapat disimpulkan bahwa kelompok tani Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) mampu melakukan grafting (penyambungan) dan budidaya hortikultura dengan sistim polibag dan dapat memanfaatkan lahan kosong untuk diisi dengan tanaman hortikultura sehingga lebih produktif.
SOSIALISASI PENYAKIT ZOONOSIS ESCHERICHIA COLI O157:H7 SERTA PELAYANAN KESEHATAN SAPI DI DUSUN LAMPU DESA CATUR KINTAMANI BANGLI I W. Suardana; I.B.N. Swacita; I.N. Suartha; I G.N. Sudisma; M.D. Rudyanto; I.G.M. Krisna Erawan; I.N. Suarsana; I.W. Batan; P.A. Sisyawati Putriningsih; T. Sari Nindia; A.L.T. Rompis; I.N. Mantik Astawa; K. Karang Agustina; I.H. Utama; I.G.A. Suartini; I.M. Sukada; I.K. Suada; A.A.A. Mirah Adi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.738 KB)

Abstract

Ternak sapi yang menderita diare berpeluang besar untuk ditemukan adanya agen zoonosis E. coli O157:H7 mengingat sapi sebagai reservoir utama dari agen tersebut.Transmisi penularan strain bakteri ini ke manusia umumnya terjadi melalui konsumsi daging yang kurang dimasak, produk susu yang tidak dipasteurisasi, air yang terkontaminasi feses. Dusun Lampu sebagai salah satu Dusun di Desa Catur merupakan salah satu daerah potensial untuk pengembangan ternak khususnya sapi sehingga menjadikan program pelayanan kesehatan di wilayah tersebut sangat potensial untuk dilakukan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi penyakit zoonosis E. coli O157:H7 serta pelayanan kesehatan ternak sapi di Dusun ini, memperlihatkan respon positif yang dicirikan dengan cukup banyaknya jumlah ternak yang memperoleh pelayanan yaitu sejumlah 65 ekor sapi dari 35 petani ternak. Jenis pelayanan yang dilakukan meliputi tindakan spraying atau pemberian butox terhadap semua ternak sapi yaitu 65 ekor (100%), disusul dengan pemberian vitamin pada 52 ekor (80%), pemberian obat cacing sebanyak 39 ekor (60%), serta pemberian delladryl pada 1 ekor sapi (1,5%). Hasil ini mengindikasikan bahwa program pengabdian yang dilakukan cukup efektif dapat menyentuh kebutuhan dasar petani ternak, sehingga benar-benar dapat dirasakan manfaatnya.
PELAYANAN KESEHATAN SAPI DI BANJAR BUANGGA, DESA GETASAN, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG I W. Suardana; I G.N. Sudisma; I K. Suatha; I N. Suartha; Tj. S. Nindhia; I N. Suarsana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.68 KB)

Abstract

Kesehatan ternak merupakan salah satu faktor penting yang amat menentukan tingkat keberhasilan jalannyasuatu usaha peternakan disamping faktor lainnya seperti pakan, manajemen, bibit, dan lain-lain. BanjarBuangga sebagai salah satu Banjar di Desa Getasan merupakan salah satu daerah potensial untukpengembangan ternak khususnya sapi sehingga menjadikan program pelayanan kesehatan di wilayah tersebutsangat potensial untuk dilakukan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat terhadap ternak sapi di Banjar ini,memperlihatkan respon positif yang dicirikan dengan cukup banyaknya jumlah ternak yang memperolehpelayanan yaitu sejumlah 44 ekor sapi dari 27 petani ternak. Jenis pelayanan yang dilakukan meliputi:pemberian vitamin terhadap semua ternak sapi yaitu 44 ekor (100%), disusul dengan pemberian obat cacingpada 37 ekor (84%), tindakan spraying berupa pemberian gusanex sebanyak 10 ekor (22,8%), pemberianobat butok sebagai anti lalat sebanyak 7 ekor (15.9%), serta pemberian delladryl dan Ivermectin masingmasingpada 2 ekor sapi (4,5%). Hasil ini mengindikasikan bahwa program pengabdian yang dilakukancukup efektif dapat menyentuh kebutuhan dasar petani ternak, sehingga benar-benar dapat dirasakanmanfaatnya.
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Asam Laktat dari Cairan Rumen Sapi Bali sebagai Kandidat Biopreservatif ISOLATION AND IDENTIFICATION OF ACID LACTIC BACTERIA FROM BALI CATTLE’S GASTRIC FLUID AS A POTENTIAL CANDIDATE OF BIOPRESERVATIVE I Wayan Suardana; I Nyoman Suarsana; I Nengah Sujaya; Komang Gede Wiryawan
Jurnal Veteriner Vol 8 No 4 (2007)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.088 KB)

Abstract

A study was conducted to isolate and identify of lactic acid bacteria originated from gastric fluid of bali cattle, and to determine their potential as the candidates of biopreservative. Lactic acid bacteria were isolated by culturing the gastric fluid of bali cattle in de Mann, Rogosa, Sharpe (MRS) medium; screening the bacteria, and identification of bacteria species by Analytical Profile Index (API) 50 CHL Kit. The results showed that, the new species of lactic acid bacteria were isolated and identified as Lactococcus lactis spp lactis 1 (SR21 isolate) and Lactobacillus brevis 1 (SR54 isolate) that have broad spectrum antimicrobial activities. It is clear from this study that a potential lactic acid bacteria producing antimicrobial agent can be isolated from the gastric fluid of bali cattle.
Co-Authors Adrianto, Steven Aida Lousie Tenden Rompis Aliffiati Aliffiati, Aliffiati Aliffiati, . ANAK AGUNG AYU MURNIASIH Anak Agung Sagung Kendran B.P Priosoeryanto Bakri Hasanuddin Bambang Pontjo Priosoeryanto Betharia Criselda Fanggidae Cinderela Dwi Prameswari Cinthya Fatama Prima Demetrius Christian Bonaventura Desi Elrini Sarah Alunat DWI SURYANTO Dyah Ayu Widiasih Ellen Aprillia Theliana Febrianti, Andri Nurdiana Ferbian Milas Siswanto Franciska, Juliana Gunawan, I Wayan Nico Fajar Hambur, Liventinus Hana Kristal Alamanda Septiara I G. Wijana I Gusti Agung I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Sudisma I Gusti Putu Sudiarna I K. SUATHA I Ketut Kaler I Ketut Mangku Budiasa I Ketut Suada I Ketut Suatha I Komang Gede Wiryawan I Made Dwiki Wahyudi Putra I Made Kardena I Made Sukada I Nengah Sujaya I Nyoman Budiarsa . I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suartha I Putu Gede Yudhi Arjentinia I Putu Juli Sukariada I Putu Sudiarta I Wayan Batan I Wayan Gorda I Wayan Suardana I Wayan Suardana I Wayan Sudira I Wayan Suwena I. A. R. Astiti Asih I. H. U Utama I.A.M.L. Dewi I.A.P. Gayatri I.G.A.A. Idayati I.H. Utama I.W. Batan Ida Ayu Pasti Apsari Ida Bagus Ngurah Swacita Ida Bagus Oka Wedasantara Ida Bagus Oka Winaya Indah Hotmaria Hutapea Indrawati Sendow Intan Purnama Sari Iwan Harjono Utama Iwan Haryono Utama Kadek Karang Agustina Lina Mahardiana Luh Gde Sri Surya Heryani M Bintang M.D. Rudyanto Mahyuzar Mahyuzar Maratun Janah MARIA BINTANG Michael Haryadi Wibowo Naibaho, Hizkia Nggias, Falensia Fitria Ni Ketut Suwiti Ni Luh Eka Setiasih Ni Luh Watiniasih Ni Made Puspawati NI MADE WIASTI Ni Nyoman Werdi Susari Ni Putu Widayanti NPG Suardana Olga Chanda P. Sampurna P.I.S.S. Oka P.K. Pebyanthi Panjaitan, Michael Yoel Patawari, A. Muhammad Yushan Pratiwi, Ni Putu Iin Intan Putu Angga Prasetyawan Putu Ayu Sisyawati Putriningsih Putu Jodi Wiraguna Tangkas Putu Oky Astawibawa Putu Satya Dwipartha RACHEL YUNIAR CHRISTY Ratih Dwi Indriani Reggy Raisa Tangalayuk Risha Catra Pradhany Samuel Leonardo Silitonga Sri Kayati Widyastuti Sugiyarto - Suprayogi A T Wresdiyati T. Sari Nindia Tjokorda Sari Nindhia TRI KOMALA SARI Tri Wahyudi Tutik Wresdiyati TYAS RETNO Wahyu Tri Utomo Widodo Cipto Subagyo WIWIK SUSANAH RITA Wresdiyati T Wulandari, Andi Dewi Yoshihiro Hayashi Yoviniani Narti Dosom Yudha Kurniawan, Yudha Yundari, Yundari