Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Hiperglikemia dan Vitamin E pada Kadar Malonaldehida dan Enzim Antioksidan Intrasel Jaringan Pankreas Tikus Suarsana, I Nyoman; Utama, Iwan H.; Agung, I Gusti; Suartini, Ayu
Majalah Kedokteran Bandung Vol 43, No 2
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencegahan kerusakan jaringan pankreas akibat radikal bebas pada kondisi hiperglikemia kronik sangat penting dan vitamin E dapat bertindak sebagai pemusnah radikal bebas dalam mencegah perkembangan diabetes melitus. Tujuan penelitian ini untuk mengamati pengaruh vitamin E pada kondisi hiperglikemia pada aktivititas enzim superoxide dismutase (SOD), glutathione peroxidase (GPx), dan kadar malondialdehyde (MDA) pada jaringan pankreas tikus. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, tahun 2010. Sebanyak 15 ekor tikus putih jantan strain Spraque Dawley umur 3 bulan digunakan dalam penelitian ini. Tikus percobaan dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan. Kelompok kontrol negatif (K0), kelompok tikus hiperglikemia (K1), serta kelompok tikus hiperglikemia dan diberi vitamin E dosis 7 mg/200 g bb/hari (K2). Kelompok hiperglikemia diberi larutan 50% glukosa, dosis 1,5 cc/ekor per oral dua kali sehari. Perlakuan diberikan selama 1 bulan. Kadar glukosa darah diperiksa menggunakan metode biosensor glukosa oksidase. Enzim SOD, GPx, dan MDA dianalisis menggunakan metode spektrofotometri. Kadar glukosa darah perlakuan K2 sebesar 153,5±8,2 mg/dL tidak berbeda (p>0,05) bila dibandingkan dengan perlakuan K1 sebesar 154,1±5,7 mg/dL. Aktivitas SOD perlakuan K2 sebesar 43,21±3,32 U/g lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan K1 sebesar 31,99±3,55 U/g (p<0,05). Aktivitas GPx perlakuan K2 sebesar 10,44±0,54 U/g tidak berbeda bermakna (p>0,05) bila dibandingkan dengan perlakuan K1 sebesar 9,39±0,59 U/g. Kadar MDA perlakuan K2 sebesar 20,27±0,87 pmol/g lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan K1 sebesar 25,24±0,82 pmol/g (p<0,05). Simpulan, kadar SOD dan GPx rendah, sedangkan kadar MDA tinggi pada pankreas tikus dalam kondisi hiperglikemia. Pada tikus hiperglikemia yang diberi vitamin E, aktivitas SOD dan GPx tinggi, sedangkan kadar MDA rendah. [MKB. 2011;43(2):72–6].Kata kunci: Enzim antioksidan, hiperglikemia, pankreas tikus, vitamin EHiperglycemic and Vitamin E Effect on Malondialdehyde and Antioxidant Intracellular Enzyme in Rat Pancreatic TissuePrevention of pancreatic tissue damage by free radicals under conditions of hyperglycemia chronic would be important and vitamin E can act as scavengers of these oxygen radicals in preventing the development of diabetes mellitus. This study aims was to evaluate the effect of vitamin E on the hyperglycemia conditions on the blood glucose, enzyme superoxide dismutase (SOD), glutathione peroxidase (GPx), and malondialdehyde (MDA) levels in rat pancreatic tissue. Research conducted at the Laboratory of Biochemistry Faculty of Veterinary Medicine Udayana University, in 2010. A total of 15 male rats white of strains Spraque Dawley old 3 months used in this study. All of rats were divided into three groups. Negative control group (K0), group of rats hyperglycemia (K1), and group of hyperglycemia and given vitamin E dose of 7 mg/200 g bw/day (K2). Hyperglycemia group was given 50% glucose solution doses of 1.5 cc/head orally twice daily. Treatment was conducted for 1 month. Blood glucose level was measured by using glucose oxidase biosensor method. Pancreatic SOD, GPx activities, and MDA levels were measured by using spectrophotometric methods. Blood glucose levels in the K2 treatment of 153.5±8.2 mg/dL was not significantly different (p>0.05) when compared with the K1 treatment of 154.1±5.7 mg/dL. Activities of SOD enzymes in the K2 treatment of 43.21±3.32 U/g higher than the K1 treatment of 31.99±3.55 U/g (p<0.05). Activities of GPx enzymes in the K2 treatment of 10.44±0.54 U/g was not significantly different (p>0.05) when compared with K1 treatment of 9.39±0.59 U/g. MDA level in the K2 treatment of 20.27±0.87 pmol/g lower than the K1 treatment of 25.24±0.82 pmol/g (p <0.05). In conclusion, SOD and GPx enzymes levels are low whereas MDA level is high in the rat pancreatic under conditions of hyperglycemia. The hyperglycemic rat by treatment with vitamin E shows high SOD and GPx levels and low MDA levels. [MKB. 2011;43(2):72–6].Key words: Enzyme antioxidant, hyperglycemia, pancreatic rat, vitamin E DOI: http://dx.doi.org/10.15395/mkb.v43n2.46
Tingkat Pemahaman Pedagang Bakso Kota Denpasar terhadap Bahan Pengawet Formalin dan Boraks serta Kandungannya dalam Bakso Wulandari, Andi Dewi; Suardana, I Wayan; Suarsana, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (2) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.2.159

Abstract

Bakso merupakan produk olahan daging asal hewan yang sering ditemui di kalangan masyarakat karena rasanya yang enak, relatif murah, mudah disajikan, dan mudah ditemui. Pada tahap produksi, bakso seringkali ditambahkan bahan pengawet dengan maksud untuk memperpanjang masa simpan produk dalam 12-24 jam. Salah satu masalah yang dihadapi pedagang bakso yaitu produk bakso harus habis terjual sebelum mengalami pembusukan sehingga beberapa oknum ditemui mengawetkan produk dagangnya menggunakan bahan berbahaya seperti formalin dan boraks. Penggunaan formalin dan boraks dengan dosis terkecil pada makanan telah dilarang di dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 33 tahun 2012, termasuk pada produk bakso. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman penjual bakso sekaligus mendeteksi secara kualitatif adanya senyawa formalin dan boraks yang dijual di sekitar pasar tradisional di Kota Denpasar. Sampel yang diidentifikasi diambil dari sembilan pedagang menetap, lima pedagang kaki lima, dan enam pedagang keliling selama tiga minggu berturut-turut. Tingkat pemahaman penjual diambil berdasarkan sejumlah pertanyaan kuisioner. Pemeriksaan kualitatif senyawa formalin dilakukan menggunakan reagen NaOH, natrium nitroprusida, dan fenilhidrazin, sedangkan, pemeriksaan kualitatif senyawa boraks dilakukan menggunakan uji kertas kurkumin. Hasil studi menunjukkan persepsi pedagang terhadap penggunaan bahan pengawet berbahaya dinilai sudah baik. Hasil analisis kualitatif terhadap formalin dan boraks pada bakso menunjukkan hasil negatif di semua sampel, dari minggu pertama hingga ketiga.
Profile of blood glucose and ultrastucture of beta cells pancreatic islet in alloxan compound induced rats I Nyoman Suarsana; B.P Priosoeryanto; M Bintang; T Wresdiyati
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner Vol 15, No 2 (2010): JUNE 2010
Publisher : Indonesian Center for Animal Research and Development (ICARD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.762 KB) | DOI: 10.14334/jitv.v15i2.649

Abstract

Diabetes is marked by elevated levels of blood glucose, and progressive changes of the structure of pancreatic islet histopathology. The objective of this research was to analyse the glucose level and histophatological feature in pancreatic islet in alloxan compound induced rats. A total of ten male Spraque Dawley rats of 2 months old were used in this study. The rats were divided into two groups: (1) negative control group (K-), and (2) positif induced alloxan group (diabetic group =DM). The rats were induced by a single dose intraperitonial injection of alloxan compound 120 mg/kg of body weight. The treatment was conducted for 28 days. Blood glucose levels of rats were analysed at 0, 4, 7, 14, 21, and 28 days following treatment. At the end of the experiment, rats were sacrificed by cervical dislocation. Pancreas was collected for analysis of histopathological study by Immunohistochemical technique, and ultrastructural study using transmission electron microscope (TEM). The result showed that Langerhans islet of diabetic rat (rat of DM group) showed a marked reduction of size, number of Langerhans islet of diabetic rat decrease, and characterized by hyperglycemic condition. By using TEM, beta cells of DM group showed the rupture of mitochondrial membrane, the lost of cisternal structure of inner membrane of mitocondria, reduction of insulin secretory granules, linkage between cells acinar with free Langerhans islet, and the caryopicnotic of nucleus. Key words: Alloxan, Beta Cells, Rat, Blood Glucose, Immunohistochemistry
Response of oxidative stress and isoflavone treatment on superoxide dismutase enzyme activities and lipid peroxidation in rat’s liver Suarsana IN; Wresdiyati T; Suprayogi A
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner Vol 18, No 2 (2013): JUNE 2013
Publisher : Indonesian Center for Animal Research and Development (ICARD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.367 KB) | DOI: 10.14334/jitv.v18i2.314

Abstract

Oxidative stress is defined as over-production of free radicals which lead to cells damage, pathological condition and cell death. The objective of this study was to analyze respond of oxidative stress and isoflavone treatment on superoxide dismutase (SOD) enzyme activities and lipid peroxidation in rat liver. A total of fifteen male Spraque Dawley rats were used in this study. They were sub-divided into three groups; (1) a negative control group, (2) a stress oxidative group, and (3) treatment by stress condition followed by treatment with isoflavone. Stress condition was achieved by five days fasting together with swimming for 5 mins/day and only drinking water ad libitum. Isoflavone was orally administrated on a dose of 1 mg/200g bw/day for five days. At the end of the experiment, rats were sacrificed by anesthesia. Liver was collected for analysis of SOD enzyme activities, SOD immunohistochemical analysis, and malondialdehyde (MDA) level. Result showed that stress condition increase free radicals that showed by decreased SOD activity, and increased MDA level. Isoflavone treatment could get over reduction of SOD and prevented increase of MDA level in the liver of rats under stress conditions. Key Words: Oxidative Stress, Isoflavone, Rat, Superoxide Dismutase, Malondialdehyde
Pengaruh Suplementasi Khitosan Dan Kuning Telur Terhadap Kadar Total Kolesterol Dan Profil Lipoprotein Serum Ayam Tjokorda Sari Nindhia; Ni Nyoman Werdi Susari; I Nyoman Suarsana
Jurnal Sain Veteriner Vol 24, No 2 (2006): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.429

Abstract

.
Isolasi dan uji kepekaan Escherichia coli O157:H7 Isolat lokal asal feses dapi terhadap berbagai jenis antibiotika I Wayan Suardana; I Nyoman Suarsana; Michael Haryadi Wibowo; Dyah Ayu Widiasih
Jurnal Sain Veteriner Vol 29, No 2 (2011): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5938.951 KB) | DOI: 10.22146/jsv.39512

Abstract

Escherichia coli O157:H7 is one of the bacteria infection agents that life threatening.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI n-BUTANOL EKSTRAK KULIT TERONG BELANDA (Solanum betaceum Cav.) SECARA IN VITRO DAN IDENTIFIKASI SENYAWA GOLONGAN FLAVONOIDNYA Ni Putu Widayanti; Ni Made Puspawati; I Nyoman Suarsana; I.A. Raka Astiti Asih; Wiwik Susanah Rita
CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Magister Program of Applied Chemistry, Udayana University, Bali-INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.795 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan secara in vitro dan mengidentifikasi golongan senyawa flavonoid yang terkandung dalam fraksi n-butanol ekstrak kulit terong belanda. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Pemisahan dan pemurnian fraksi aktif n-butanol dilakukan dengan kromatografi kolom menggunakan silika gel yang dielusi dengan n-butanol-etil asetat-asam asetat 10% (2:7:1) dan diidentifikasi dengan spektrofotometer UV-Vis dan FTIR. Fraksi n-butanol memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 sebesar 69,89 mg/L. Empat senyawa flavonoid (isolat A, C, H, dan J) berhasil diisolasi dan diidentifikasi sebagai golongan flavon, flavonol dan isoflavon. Senyawa tersebut dipercaya memiliki aktivitas antioksidan.     ABSTRACT: The present study was conducted to determine in vitro antioxidant activity and ctivity and to identify flavonoid class of compounds present in n-butanol active fraction of Terong Belanda (Solanum betaceum cav.) peel extract. Antioxidant activity test was performed by DPPH (1,1-diphenyl-2-pycrylhidrazyl) method. Separation and purification of n-butanol active fraction were done using silica gel column chromatography eluted with n-butanol-ethyl acetate-acetic acid 10% (2:7:1) and identified by UV-Vis and FTIR spectrophotometer. n-Butanol fraction had strong antioxidant activity with IC50 value by 69.89 mg/L. Four flavonoids (A, C, H, and J isolates) were isolated and identified as flavone, flavonol and isoflavone. This compounds are believed to be responsible for their antioxidant activity.    
PENGEMBANGAN BATIK TULIS MOTIF JEPUN BALI DALAM SKALA HOME INDUSTRY DI DESA GETASAN I W. Suardana; I G.N. Sudisma; I N. Suarsana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.127 KB)

Abstract

Perkembangan seni kerajinan batik masih kalah saing jika dibandingkan dengan seni kerajianan lainnyaseperti seni patung ataupun seni kerajinan kain “endek”, padahal batik apabila digarap secara profesionaldengan ketrampilan yang tepat, terukur, sesuai dengan selera dan permintaan pasar, niscaya akan menjadisalah satu “soko guru” baru perekonomian masyarakat. Desa Getasan sebagai salah satu wilayah diKabupaten Badung memulai melakukan terobosan dengan dikembangkannya seni kerajinan batik denganmotif khusus “Jepun Bali”sebagai trand mark Kabupaten Badung. Di dalam perjalanannya, seni kerajinanbatik di Desa Getasan mengalami pasang surut terutama sekali terhadap masalah kurangnya tenaga kerjapembatik yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pasar, masih minimnya pengetahuan tentang teknikbatik yang baik dan benar termasuk didalamnya adalah teknik pewarnaan, serta belum tersosialisainya senikerajinan batik diluar kelompok. Didasarkan atas pertimbangan tersebut, maka upaya strategis melaluikegiatan KKN-PPM dapat dijadikan sebagai solusi pemecahannya. Kegiatan diawali dengan tahapankoordinasi program kepada kelompok sasaran sekaligus juga dilakukan sosialisasi di luar Desa Getasanmelalui pembentukan kelompok baru. Dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan yang dituntun oleh instrukturberpengalaman dan diakhiri dengan tahapan sosialisasi seni membatik pada anak usia dini (anak SD) baik diDesa Getasan maupun diluar Desa Getasan. Hasil Kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan batik tulis di DesaGetasan telah berhasil meningkatkan pemahaman dan manfaat mengenai teknik membatik dan mewarnaiyang lebih berkualitas sehingga nantinya akan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas batik Jepun Baliyang sudah diproduksi. Kegiatan pelatihan juga berhasil mengembangkan kelompok seni kerajinan batikyang baru yaitu kelompok batik “Sekar Jepun” yang ada di Desa Samuan Carangsari serta telah berhasilmenanamkan seni membatik sebagai warisan budaya Nasional pada anak-anak usia dini di Desa Getasan dansekitarnya.
INTERVENSI KESEHATAN PADA TERNAK SAPI DAN BABI DI WILAYAH DESA GETASAN, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG I .N. Suarsana; I. W. Suardana; I K. M. Budiasa
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.033 KB)

Abstract

Intervensi kesehatan ternak merupakan upaya untuk memenuhi salah satu panca usaha peternakan yaitu terciptanya kesehatan ternak. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan ternak melalui intervensi vitamin, dan pemberian obat-obatan pada ternak di wilayah Desa Getasan. Metode yang digunakan adalah pendekatan pada kelompok peternak simantri, gapoktan, atau individu yang memiliki ternak. Ternak dilakukan pemeriksaan klinis selanjutnya diberikan intervensi sesuai dengan kondisi terknak yang bersangkutan. Hasil pelayanan kesehatan ternak menunjukkan bahwa jenis ternak yang telah diberi intervensi yaitu sapi sebanyak 108 ekor dengan rincian, sapi jantan 21 ekor, sapi betina 87 ekor. Ternak babi sebanyak 90 ekor dengan rincian, jantan 40 ekor dan babi betina 50 ekor. Berdasarkan jenis layanan, pemberian vaksin Septicemia epizootica (SE) pada sapi sebanyak 77 ekor, vitamin B kompleks sebanyak 198 ekor, obat ektoparasit sebanyak 198 ekor, dan antibiotik 14 ekor. Berdasarkan kelompok ternak telah berhasil diberi pelayanan kepada kelompok ternak Suka Nadi sebanyak 10 ekor, Tani Mas sebanyak 34 ekor, Gana Sari sebanyak 42 ekor, Simantri 086 sebanyak 6 ekor, Simantri 521 sebanyak 6 ekor, Br. Buangga 5 ekor, Br. Tengah 4 ekor, dan Br. Ubud 1 ekor. Dapat disimpulkan bahwa ternak sapi dan babi di desa Getasan dalam kondisi sehat. Intervensi dengan vitamin dan obat ektoparasit sangat dominan kemudian disusul dengan pemberian vaksin SE dan antibiotik.
PENGEMBANGAN POTENSI WISATA ALAM, BUDAYA LOKAL SERTA KULINER KHAS DI DESA NONGAN KARANGASEM BALI I.N. Budiarsa; N.P.G. Suardana Suardana; I.K. Suarsana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.339 KB)

Abstract

Desa Nongan terletak, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali adalah salah satu desa di kecamatan Rendang dengan ketinggian 450 – 500 meter di atas permukaan laut. Beberapa potensi wisata dan budaya yang mampu untuk dikembangkan seperti tari-tarian, tempat tujuan agrowisata seperti alam perbukitan dan sungai serta tempat wisata alam lain yang tersebar di wilayah tersebut. Di desa Nongan tersimpan berbagai kekayaan sejarah dan budaya yang masih belum diketahui dan dikenal oleh masyarakat luas. Kesuburan tanah dan hasil pertanian menjadikan desa Nongan juga terkenal akan potensi wisata kulinernya terutama pembuatan jajan tradisonal khas Nongan secara turun-temurun. Sumber daya-sumber daya ini belum terpetakan dengan baik apalagi dikembangkan atau dikemas sedemikian rupa untuk menjadi komoditas Pariwisata alam dan kuliner dikarenakan kurangannya sarana dan prasarana maupun SDM dalam menunjang/mendukung kepariwisataan. Pada pengabdian ini dilakukan pemetaan potensi pariwisata sumber daya alam dan budaya lokal serta peningkatan sumber daya manusia, hasil pengembangan akan digunakan untuk mendukung kepariwisataan tersebut. Pengembangan Potensi wisata alam, budaya lokal serta Kuliner Khas di Desa Nongan dikatagorikan ke dalam beberapa bidang seperti bidang promosi wisata, sosial budaya, kesehatan masyarakat dan bidang fisik. Setiap permasalahan tidak akan bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan monodisipliner dimulai dengan pemetaan potensi pariwisata di Desa Nongan. Setelah pemetaan dilakukan kegiatan promosi melalui media internet yang harapannya agar seluruh potensi Desa Nongan bisa dikenal/diketahui wisatawan di seluruh dunia
Co-Authors Adrianto, Steven Aida Lousie Tenden Rompis Aliffiati Aliffiati, Aliffiati Aliffiati, . ANAK AGUNG AYU MURNIASIH Anak Agung Sagung Kendran B.P Priosoeryanto Bakri Hasanuddin Bambang Pontjo Priosoeryanto Betharia Criselda Fanggidae Cinderela Dwi Prameswari Cinthya Fatama Prima Demetrius Christian Bonaventura Desi Elrini Sarah Alunat DWI SURYANTO Dyah Ayu Widiasih Ellen Aprillia Theliana Febrianti, Andri Nurdiana Ferbian Milas Siswanto Franciska, Juliana Gunawan, I Wayan Nico Fajar Hambur, Liventinus Hana Kristal Alamanda Septiara I G. Wijana I Gusti Agung I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Sudisma I Gusti Putu Sudiarna I K. SUATHA I Ketut Kaler I Ketut Mangku Budiasa I Ketut Suada I Ketut Suatha I Komang Gede Wiryawan I Made Dwiki Wahyudi Putra I Made Kardena I Made Sukada I Nengah Sujaya I Nyoman Budiarsa . I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suartha I Putu Gede Yudhi Arjentinia I Putu Juli Sukariada I Putu Sudiarta I Wayan Batan I Wayan Gorda I Wayan Suardana I Wayan Suardana I Wayan Sudira I Wayan Suwena I. A. R. Astiti Asih I. H. U Utama I.A.M.L. Dewi I.A.P. Gayatri I.G.A.A. Idayati I.H. Utama I.W. Batan Ida Ayu Pasti Apsari Ida Bagus Ngurah Swacita Ida Bagus Oka Wedasantara Ida Bagus Oka Winaya Indah Hotmaria Hutapea Indrawati Sendow Intan Purnama Sari Iwan Harjono Utama Iwan Haryono Utama Kadek Karang Agustina Lina Mahardiana Luh Gde Sri Surya Heryani M Bintang M.D. Rudyanto Mahyuzar Mahyuzar Maratun Janah MARIA BINTANG Michael Haryadi Wibowo Naibaho, Hizkia Nggias, Falensia Fitria Ni Ketut Suwiti Ni Luh Eka Setiasih Ni Luh Watiniasih Ni Made Puspawati Ni Made Wiasti NI MADE WIASTI Ni Nyoman Werdi Susari Ni Putu Widayanti NPG Suardana Olga Chanda P. Sampurna P.I.S.S. Oka P.K. Pebyanthi Panjaitan, Michael Yoel Patawari, A. Muhammad Yushan Pratiwi, Ni Putu Iin Intan Putu Angga Prasetyawan Putu Ayu Sisyawati Putriningsih Putu Jodi Wiraguna Tangkas Putu Oky Astawibawa Putu Satya Dwipartha RACHEL YUNIAR CHRISTY Ratih Dwi Indriani Reggy Raisa Tangalayuk Risha Catra Pradhany Samuel Leonardo Silitonga Sri Kayati Widyastuti Sugiyarto - Suprayogi A T Wresdiyati T. Sari Nindia Tjokorda Sari Nindhia TRI KOMALA SARI Tri Wahyudi Tutik Wresdiyati TYAS RETNO Wahyu Tri Utomo Widodo Cipto Subagyo WIWIK SUSANAH RITA Wresdiyati T Wulandari, Andi Dewi Yoshihiro Hayashi Yoviniani Narti Dosom Yudha Kurniawan, Yudha Yundari, Yundari