Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN KITOSAN TERHADAP KADAR MINERAL DAN KOLESTEROL SERUM KELINCI SUARSANA, I NYOMAN
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 12 No 3 (2009)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.804 KB)

Abstract

ABSTRAK Kitosan adalah polimer polisakarida merupakan suplemen diet yang telah luas digunakan di bidang kedokteran untuk penurun kolesterol dan mengurangi berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi kitosan terhadap kadar kolesterol, trigliserida, kadar glukosa darah serta terhadap kadar mineral kalsium dan fosfat dalam serum. Sebanyak 12 ekor kelinci jantan ras New Zealand white berumur 5 bulan dengan bobot badan antara 1,5 – 1,6 kg telah digunakan dalam penelitian ini. Hewan percobaan dibagi menjadi empat kelompok perlakuan, yaitu kelompok I (kontrol negatif), kelompok II-IV, yaitu kelompok perlakuan yang diberi kitosan masing-masing 1, 2, dan 4%. Kadar total kolesterol dan trigliserida serum di analisis menggunakan metode kalorometri enzimatis, kadar glukosa darah dianalisis dengan metode biosensor glukose oksidase, kadar kalsium metode spektrophotometri serapan atom (AAS), dan fosfat dengan metode spektrophotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kitosan 2% dan 4% dapat menurunkan kadar total kolesterol, trigliserida, kalsium, dan fosfat serum serta berbeda nyata (P<0,05) dibanding dengan kontrol negatif, dan tidak berpengaruh terhadap kadar glukosa darah. THE EFFECT OF ADMINISTRATION CHITOSAN ON MINERAL AND CHOLESTEROL CONCENTRATION SERUM IN RABBITS ABSTRACT Chitosan is a polysaccharide polymer is a dietary supplement that has been widely used in medicine for lowering cholesterol and reducing weight. This study aims to determine the effect of chitosan intake on cholesterol, triglycerides, blood glucose levels as well as the minerals calcium and phosphate levels in serum. A total of 12 male rabbits of New Zealand white 5 months old with body weight between 1.5-1.6 kg were used in this study. The animals were randomly divided into four treatment groups: group I (negative control), group II-IV, namely chitosan treatment group were given respectively 1%, 2%, and 4%. Levels of total serum cholesterol and triglycerides in analysis kalorometri enzymatic method, blood glucose analysis by glucose oxidase biosensor method, calcium by atomic absorption spectrophotometri method (AAS), and phosphate spectrophotometri method. The results showed that administration of chitosan 2% and 4% can reduce total cholesterol, triglycerides, calcium, and phosphate and serum significantly different (P<0.05) compared with negative control, and no effect on blood glucose levels.
PENGARUH KOMUNITAS BEAUTY CREATOR DALAM MEMBENTUK TREN MAKEUP DI DENPASAR BALI Sari, Intan Purnama; Wiasti, Ni Made; Suarsana, I Nyoman
Jurnal Mahasiswa Antropologi dan Sosiologi Indonesia (JuMASI) Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jumasi.v1i1.11026

Abstract

Beauty creators are individuals who create and set trends in the field of beauty content through various media forms such as writing, videos, and photos, which are uploaded on popular platforms. One well-known Beauty creator community is Bali Beauty Blogger, where like-minded Beauty creators gather to create beauty content in various formats, including writing, videos, and photos, which are shared on platforms such as blogs, TikTok, Instagram, and YouTube. In the digital era and social media landscape, Beauty creators play a significant role in shaping beauty trends and preferences among the millennial generation. By understanding the profile of Beauty creator communities and their strategies, this research aims to provide insights into how they influence and become trendsetters in Denpasar city. The research adopts a qualitative approach, gathering primary data through observation and interviews, and secondary data through documents, literature, and other texts. The data is analyzed using qualitative analysis methods to present the findings and draw conclusions. The results of the research indicate that the growing community in Denpasar city is Bali Beauty Blogger, a Beauty creator community focusing on beauty content creation. Its members actively produce written, video, and photo content uploaded on various platforms such as blogs, TikTok, Instagram, and YouTube. The community serves as a platform for young Beauty creators in Bali to express their creative ideas in the field of beauty. The research also reveals that Bali Beauty Blogger has a vision to connect brands with the public through brand awareness, and they employ various strategies to sustain their presence.
Moderasi Beragama melalui Peran Guru Beragama Hindu di Pondok Pesantren Bali Bina Insani I Made Dwiki Wahyudi Putra; Ni Made Wiasti; I Nyoman Suarsana
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 2 No. 2: Februari 2023
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v2i2.1403

Abstract

Abstrak: Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan keislaman umumnya hanya melibatkan umat muslim, akan tetapi berbeda dengan Pondok Pesantren Bali Bina Insani yang mengimplementasikan moderasi beragama dalam operasionalnya. Pada pendidikan formal, guru beragama Hindu melaksanakan perannya sebagai tenaga pendidik. Penelitian ini mencoba untuk mengkaji Moderasi beragama melalui peran guru beragama Hindu. Pokok permasalahan pada penelitian ini berfokus pada (1) Praktik moderasi beragama pada Pondok Pesantren Bali Bina Insani (2) Peran guru beragama Hindu dalam mendidik santri. Teori yang digunakan adalah teori adaptasi dan teori peran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Pondok Pesantren Bali Bina Insani mencerminkan keempat indikator moderasi beragama melalui operasionalnya. Tercapainya moderasi beragama turut didukung oleh peran dari umat beragama Hindu yang berperan menjadi tenaga pendidik bagi santri selama menempuh pendidikan formal.
Bentuk Adaptasi Etnis Bugis terhadap Lingkungan Sosial-Budaya di Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan Cinderela Dwi Prameswari; I Gusti Putu Sudiarna; I Nyoman Suarsana
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 3: Februari 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i3.1236

Abstract

Kelurahan Serangan adalah salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Provinsi Bali. Kelurahan Serangan identik dengan etnis Bugis yang sejak lama mendiami daerah Serangan dari 17 M hingga saat ini. Etnis Bugis yang di Serangan mampu beradaptasi dengan lingkungan etnis Hindu Bali yang dapat dikatakan kedua etnis tersebut berbeda dari segi lingkungan dan kebudayaannya. Oleh karena itu dirumuskanlah masalah penelitian untuk mengetahui (a) bagaimana strategi adaptasi etnis Bugis dalam kaitannya dengan dinamika sosial budaya di Kelurahan Serangan dan (b) bagaimana perilaku adaptif etnis Bugis di Kelurahan Serangan dalam kaitannya dengan multikulturalisme. Dalam menganalisis permasalahan penelitian, peneliti menggunakan teori adaptasi dari Bennett. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi pustaka.  Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa etnis Bugis di Serangan menunjukkan sikap kerukunan antarsesama etnis tanpa memandang suku, ras dan agama. Strategi yang dilakukan etnis Bugis dalam menghadapi dinamika perubahan sosial budaya yakni Etnis Bugis di Kelurahan Serangan selalu ikut ke dalam kegiatan-kegiatan adat serta keagamaan etnis Hindu Bali. Hal tersebut yang mendasari bentuk kerukunan masyarakat di Kelurahan Serangan.
Tradisi Kirab Pusaka Pada Malam Satu Suro di Keraton Kasunanan Surakarta (Analisis Fungsionalisme Struktural Pada Kirab Pusaka Malam Satu Suro di Keraton Kasunanan Surakarta) Olga Chanda; I Gusti Putu Sudiarna; I Nyoman Suarsana
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5: April 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i5.1518

Abstract

Abstract: Di antara adat Jawa yang terkenal dan lekat dengan ajaran-ajaran agama ialah prosesi kirab. Prosesi kirab merupakan suatu kegiatan simbolis yang penuh dengan makna. Setiap prosesi kirab mempunyai keterhubungan pada setiap bagian-bagiannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan deskripsi tradisi Kirab Pusaka Satu Suro di Keraton Kasunanan Surakarta sebagai wujud pelestarian budaya Jawa di Surakarta. Dalam mengungkap permasalahan penelitian, peneliti menggunakan Teori interpretatif dan teori fungsionalisme struktural. Dalam teori interpretatif, pelaksanaan kirab Pusaka ini merupakan pola dari (model of) sedangkan tatacara yang dijadikan pedoman untuk melakukan upacara kirab tersebut merupakan pola bagi (model for) kelakuan. Teori fungsionalisme disini mengungkap fungsi dari kebudayaan Kirab Pusaka yang dianalisis oleh peneliti. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Kirab Pusaka yang merupakan suatu bentuk acara adat setiap menjelang malam 1 Suro atau Tahun Baru Jawa, bukanlah ajang untuk memamerkan artifak senjata kuno, namun merupakan bentuk upaya meminta pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Agung, akan rahmatNya atau untuk mendapatkan sih-wilasaning Pangeran Ingkang Maha Wikan (wahyu atau anugerah Ilahi) sehingga kekuatan magis, prabawa Pusaka-Pusaka yang dikirabkan akan memberi keselamatan, keberkahan, dan kesejahteraan untuk Keraton Kasunanan Surakarta dan Negara Indonesia seluruhnya.
RITUAL “NGABEN” DI KAMPUNG BALI DESA BELUTU, KECAMATAN KANDIS, KABUPATEN SIAK, PROVINSI RIAU Indah Hotmaria Hutapea; I Nyoman Suarsana; I Ketut Kaler
Simpati Vol. 2 No. 2 (2024): April : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa
Publisher : CV. Alim's Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1175.58 KB) | DOI: 10.59024/simpati.v2i2.187

Abstract

The island of Bali is a paradise for culture, every activity in Bali will never escape its cultural touch. Not only marriage, birth, but until death. Almost all Indonesian people and even foreign countries must have known and are familiar with every ritual that is owned by the people who live on the island of Bali. An example is the cremation ritual. Ngaben is one of the Balinese Hindu traditions to carry out death ceremonies. According to Tattwa, a person is considered dead if his atma has been separated from the five maha bhuta, this is mentioned in vrasphati tattwa (Swastika: 2008). The Ngaben ritual is carried out with a long series of activities and invites many people. In addition, this ritual also requires a relatively large range of costs. Because this death ritual is different from death rituals with other tribes, where most of the death rituals in various tribes in Indonesia are only carried out by directly burying the body. However, cremation is done by burning the corpse.
MOLECULAR MORPHOLOGY OF SNAKE VENOM PROTEIN Trimeresurus insularis AFTER FREEZE DRYING DETECTED BY SCANNING ELECTRON MICROSCOPE Adrianto, Steven; Sari, Tri Komala; Suarsana, I Nyoman; Suartini, I Gusti Ayu Agung
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 19, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v19i1.41219

Abstract

The high protein content in snake venom make venom samples prone damaged. Freeze drying is a solution to stabilize the protein in snake venom and the addition of excipients such as sugar and surfactant, can prevent negative impacts during freeze drying process. The purpose of this study was to examine the morphology of Trimeresurus insularis (T. insularis) snake venom protein molecules after freeze-drying with the addition of sucrose, Tween 80, and PBS (pH 7.2). In this study, venom from nine T. insularis snakes was used. Before freeze drying, the treated samples were supplemented with sucrose, Tween 80, and PBS (pH 7.2), while, the control sample was only supplemented with PBS (pH 7.2). After freeze drying, the morphology of both samples was observed using a scanning electron microscope at magnification of 100x and 3000x. The result showed that the control sample was damaged and resembled broken glass, whereas the treatment sample, although it also appeared as shattered glass, was more intact and exhibited finer and smaller flakes.
THE INFLUENCE OF LEADERSHIP ON NURSE MOTIVATION THROUGH WORKLOAD AS AN INTERVENING VARIABLE AT UNDATA HOSPITAL Suarsana, I Nyoman; Hasanuddin, Bakri; Mahardiana, Lina
JURNAL INTERNASIONAL UNIVERSITAS TADULAKO Vol 6 No 2 (2024): August : Tadulako International Journal of Applied Management
Publisher : Master of Management Study Program, Faculty of Economics and Business, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59769/tajam.v6i2.129

Abstract

This study aims to determine and analyze the influence directly or indirectly (Intervening) of Leadership on Nurse Motivation, and Workload as an intermediate variable. The population consists of 376 nurses at Undata Hospital in Palu City. Of the 376 populations sampled in this study, 194. This research is descriptive and will be analyzed by Structural Equation Model-Partial Least Square (SEM-PLS) analysis. The results showed that (1) Leadership has a direct influence on the Motivation of Undata Hospital Nurses. This is evidenced by the t-count value of 5.198 with a significance value of 0.000 < 0.05, the path coefficient has a positive value of 0.496; (2) the Leadership variable has a direct influence on the Workload of Undata Hospital nurses t-count value of 14.417 with a significance value of 0.000 < 0.05, the path coefficient has a positive value of 0.765 and (3) the Workload variable has a direct influence on the motivation of Undata Hospital nurses has a t-count value of 4.952 with a significance value of 0.000 < 0.05, the path coefficient has a positive value of 0.409. (4) for the indirect influence of leadership variables on motivation through the workload of Undata Hospital nurses has a t-count value of 4.834 with a significance value of 0.000 < 0.05, indirect effects coefficient has a positive value of 0.313.
Perempuan Petani dalam Kuasa Patriarki: Studi Ekofeminisme di Subak Bulung Daya Desa Antap Kabupaten Tabanan Bali Ni Made Wiasti; I Nyoman Suarsana
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1 April 2023
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2023.v13.i01.p07

Abstract

Despite the Balinese people having strong eco-feminism based on their religious beliefs, five patriarchal powers have marginalized their role in the traditional rice-field system, known as subak. This paper seeks to demonstrate the existence of women farmers within patriarchal power with an ecofeminism approach in Subak Bulung Daya, Antap Village, Tabanan Regency. Qualitative methods with critical ethnographic analysis were implemented. According to this study, women are responsible for carrying out agricultural rituals and helping their husbands in all agricultural activities. However, patriarchal power marginalizes women in the subak system and must accept a double burden in the domestic and public spheres, thus demonstrating a paradoxical model of eco-feminism. This study found that even in patriarchal oppression, Balinese women still play an important role in maintaining ecological balance through various rituals as local wisdom.
Perempuan Petani dalam Kuasa Patriarki: Studi Ekofeminisme di Subak Bulung Daya Desa Antap Kabupaten Tabanan Bali Ni Made Wiasti; I Nyoman Suarsana
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1 April 2023
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2023.v13.i01.p07

Abstract

Despite the Balinese people having strong eco-feminism based on their religious beliefs, five patriarchal powers have marginalized their role in the traditional rice-field system, known as subak. This paper seeks to demonstrate the existence of women farmers within patriarchal power with an ecofeminism approach in Subak Bulung Daya, Antap Village, Tabanan Regency. Qualitative methods with critical ethnographic analysis were implemented. According to this study, women are responsible for carrying out agricultural rituals and helping their husbands in all agricultural activities. However, patriarchal power marginalizes women in the subak system and must accept a double burden in the domestic and public spheres, thus demonstrating a paradoxical model of eco-feminism. This study found that even in patriarchal oppression, Balinese women still play an important role in maintaining ecological balance through various rituals as local wisdom.
Co-Authors Adrianto, Steven Aida Lousie Tenden Rompis Aliffiati Aliffiati, Aliffiati Aliffiati, . ANAK AGUNG AYU MURNIASIH Anak Agung Sagung Kendran B.P Priosoeryanto Bakri Hasanuddin Bambang Pontjo Priosoeryanto Betharia Criselda Fanggidae Cinderela Dwi Prameswari Cinthya Fatama Prima Demetrius Christian Bonaventura Desi Elrini Sarah Alunat DWI SURYANTO Dyah Ayu Widiasih Ellen Aprillia Theliana Febrianti, Andri Nurdiana Ferbian Milas Siswanto Franciska, Juliana Gunawan, I Wayan Nico Fajar Hambur, Liventinus Hana Kristal Alamanda Septiara I G. Wijana I Gusti Agung I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Sudisma I Gusti Putu Sudiarna I K. SUATHA I Ketut Kaler I Ketut Mangku Budiasa I Ketut Suada I Ketut Suatha I Komang Gede Wiryawan I Made Dwiki Wahyudi Putra I Made Kardena I Made Sukada I Nengah Sujaya I Nyoman Budiarsa . I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suartha I Putu Gede Yudhi Arjentinia I Putu Juli Sukariada I Putu Sudiarta I Wayan Batan I Wayan Gorda I Wayan Suardana I Wayan Suardana I Wayan Sudira I Wayan Suwena I. A. R. Astiti Asih I. H. U Utama I.A.M.L. Dewi I.A.P. Gayatri I.G.A.A. Idayati I.H. Utama I.W. Batan Ida Ayu Pasti Apsari Ida Bagus Ngurah Swacita Ida Bagus Oka Wedasantara Ida Bagus Oka Winaya Indah Hotmaria Hutapea Indrawati Sendow Intan Purnama Sari Iwan Harjono Utama Iwan Haryono Utama Kadek Karang Agustina Lina Mahardiana Luh Gde Sri Surya Heryani M Bintang M.D. Rudyanto Mahyuzar Mahyuzar Maratun Janah MARIA BINTANG Michael Haryadi Wibowo Naibaho, Hizkia Nggias, Falensia Fitria Ni Ketut Suwiti Ni Luh Eka Setiasih Ni Luh Watiniasih Ni Made Puspawati Ni Made Wiasti NI MADE WIASTI Ni Nyoman Werdi Susari Ni Putu Widayanti NPG Suardana Olga Chanda P. Sampurna P.I.S.S. Oka P.K. Pebyanthi Panjaitan, Michael Yoel Patawari, A. Muhammad Yushan Pratiwi, Ni Putu Iin Intan Putu Angga Prasetyawan Putu Ayu Sisyawati Putriningsih Putu Jodi Wiraguna Tangkas Putu Oky Astawibawa Putu Satya Dwipartha RACHEL YUNIAR CHRISTY Ratih Dwi Indriani Reggy Raisa Tangalayuk Risha Catra Pradhany Samuel Leonardo Silitonga Sri Kayati Widyastuti Sugiyarto - Suprayogi A T Wresdiyati T. Sari Nindia Tjokorda Sari Nindhia TRI KOMALA SARI Tri Wahyudi Tutik Wresdiyati TYAS RETNO Wahyu Tri Utomo Widodo Cipto Subagyo WIWIK SUSANAH RITA Wresdiyati T Wulandari, Andi Dewi Yoshihiro Hayashi Yoviniani Narti Dosom Yudha Kurniawan, Yudha Yundari, Yundari