Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Execution Guarantee Fiduciary Consequence Debtor Default on Agreement Credit Ismayani, Ismayani; Muhlizar, Muhlizar
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 1 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i1.3671

Abstract

The result of the reformulation of the ideal of legal certainty is that there is a conflict regarding the meaning of legal certainty between debtors and creditors. Based on the definition of legal certainty according to Utrecht, debtors and creditors in practice cannot yet understand the limits of permissible and prohibited acts and there is still legal insecurity which causes arbitrariness. Many debtors are still embezzling fiduciary collateral objects, while many creditors are also carrying out forced withdrawals of fiduciary collateral objects. This analysis method uses a qualitative approach, namely to analyze the data used for normative aspects with a descriptive analysis method, namely describing the data in as much detail as possible regarding individuals and other symptoms. The aim of this method is to obtain and provide an overview of the data that has been obtained and relate them to each other with the aim of obtaining the truth. The fiduciary guarantee deed at least contains information regarding the identity of the parties entering into the fiduciary guarantee agreement, including the day, date and time. making a deed, data on the main agreement that is guaranteed by fiduciary, a description of the building which includes identification of the building and an explanation of the proof of ownership, the value of the guarantee and the value of the object that is the object of the fiduciary guarantee (Article 6 of Law No. 42 of 1999 concerning Fiduciary Guarantees). Moving on from this phenomenon, the author is interested in discussing this problem with the topic of the problem: What legal violations occurred in the practice of executing fiduciary guarantee objects after the enactment of Law Number 42 of 1999 concerning Fiduciary Guarantees. If the object of the collateral is a movable object, it can be bound by a fiduciary agreement. The success or failure of this form of fiduciary guarantee depends solely on the bona fides and good faith of the debtor.
Analisis Dampak Pengelompokkan Siswa Sesuai Level Literasi Terhadap Kemampuan Literasi Siswa di SDN Tanak Embang Ismayani, Ismayani; Karma, I Nyoman; Jaelani, Abdul Kadir
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.3247

Abstract

Pengelompokkan siswa Sesuai Level Literasi siswa sangat dibutuhkan untuk menunjang masing-masing literasi siswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak pengelompokan siswa sesuai level literasi di SDN Tanak Embang. Penelitian ini adalah penelitian kulaitatif deskriptif dengan siswa mengalami keterlambatan dalam membaca, masih terbata-bata dalam membaca dan belum bisa mengenal huruf. Jumlah sunjek penelitian adalah 235 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu, triangulasi sumber data, teori dan metode. Hasil penelitian yang ditemukan adalah pengelompokan siswa yang dilakukan di SDN Tanak Embang menimbulkan dampak positif dan berdampak negatif. Ada siswa yang mengalami dampak positif diantaranya terpenuhinya fasilitas belajar peserta didik, siswa memiliki rasa nyaman ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar, dan memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Selama penerapan pengelompokan siswa, siswa merasa senang dan terbantu untuk mengatasi kesulitan dalam membaca berbagai banyak hal, dan siswa yang sudah bisa membaca dikonsepkan untuk bisa memahami makna cerita yang ada. Sedangkan dampak negatif diantara lain adalah tidak semua pihak setuju terhadap pengelompokan peserta didik, siswa dengan kempuan rendah terkonsep sebagi siswa yang kurang pandai.
ANALISIS HUKUM PERLINDUNGAN SAKSI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI PADA TINGKAT PENYIDIKAN Ismayani, Ismayani; Puad Tarigan, Syaipul
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 5 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i5.2024.2169-2187

Abstract

Saksi memiliki posisi yang sangat penting dan strategis, namun hal ini juga membuatnya rentan terhadap situasi sulit dan berisiko tinggi. Khususnya sebagai saksi dalam kasus korupsi, yang termasuk dalam kategori kejahatan serius, posisi saksi menjadi sangat rawan terhadap ancaman dan intimidasi, baik selama proses penyelidikan hingga persidangan. Tindak pidana korupsi sering melibatkan individu dengan kekuasaan dan posisi penting di pemerintahan, yang dapat menyalahgunakan kekuasaannya untuk menekan atau membahayakan saksi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan hukum konseptual dan perundang-undangan. Sumber hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, serta bahan non-hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perlindungan terhadap saksi pelapor dalam kasus korupsi dilakukan dengan menyamarkan atau merahasiakan identitas saksi pelapor untuk memberikan rasa aman bagi saksi, keluarganya, serta asetnya. Namun, perlindungan ini belum optimal. Hambatan dalam pelaksanaan perlindungan hukum terhadap saksi pelapor meliputi kurangnya fasilitas dan infrastruktur yang memadai, kelemahan dalam regulasi Undang-Undang LPSK, minimnya sosialisasi tentang perlindungan hukum bagi saksi dan korban, serta inkonsistensi dalam penerapan sistem perlindungan yang diatur oleh Undang-Undang LPSK
Socialization of Strengthening The Pancasila Virtue Movement To UPMI Students Hanafi Pasaribu, Yusuf; Nasution, Ramadhany; Ismayani, Ismayani; Erma, Zetria; Hayati, Winta; Siregar, Yulkarnaini
International Journal Of Community Service Vol. 5 No. 4 (2025): November 2025 ( Indonesia - Thailand - Malaysia - Timor Leste - Philippines )
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v5i4.927

Abstract

Pancasila, as the foundation of the state, plays a vital role in shaping the character of the nation. However, the practice of its values among students has begun to fade due to the challenges of globalization, technological advances, and the influence of foreign ideologies. The problem faced by students at the UPMI in Medan is that their understanding of Pancasila is limited to memorization without appreciation and practice in their daily lives. The phenomena of intolerance, individualistic attitudes, and a decline in social awareness indicate that the internalization of Pancasila values has not been successful. To overcome these problems, activities to promote the Pancasila Virtue Movement were carried out in coordination with the UPMI rectorate and student organizations. The implementation methods included interactive lectures, group discussions, inspirational video screenings, and question and answer sessions. The material covered Pancasila as the foundation of the state and the Pancasila Virtue Movement, the implementation of Pancasila values in student life, and strategies for becoming agents of change. The results of the activity showed an increase in students' understanding of the practice of Pancasila values and the formation of a community of Pancasila-minded students who are committed to carrying out real acts of virtue. This program is expected to strengthen the character of students and make them pioneers of the Pancasila Virtue Movement on campus and in the community.
Co-Authors Abdul Kadir Achmad Asrori Adhawati, Laela Alwi Fahruzy Nasution Andrei Ramani Annisa, Widya Apriliani, Lilik Ayu Aprilliyanti, Dini Aziza Arizmayadi, M. Yusran Auliya, Lana Auralia, Feby Angel Bawazier, Kamila Fihir Br. Bangun, Nirwana Chairina Chairina, Chairina Chandri, Dining Aidil Dedi Sahputra Napitupulu, Dedi Sahputra DEWI SARTIKA Elanda, Yochi Eliyawati Eliyawati Erma, Zetria Esther, July Fahrul Rizal, Fahrul Faqrurrowzi, Lendra Fatin Nadifa Tarigan Fauzah Cholashotul I’anah Hanafi Pasaribu, Yusuf Harahap, Syaiful Hasibuan, Uli Makmun Hayati, Winta Herlina Manullang HIKMAH, RAUDATUL Ingan Mahuli, Jenda Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Karma, I Nyoman Latifah, Lailatul Ludvia, Istidamatul Lumban Batu, Fider M. Nasor, M. Mahdi Mahdi, Mahdi Mahuli, Jenda Ingan Misdawati, Misdawati Muhlizar Muhlizar Mursal Aziz Nasution, Ramadhany Nasution, Ridwan Naura, Diah Ayu Nazlah Syahaf Nasution nur subiantoro Nurbayanti, Elya Sri Nurmayana, Nurmayana Nursakinah Annisa Lutfin Parinduri, Ramadha Yanti Prayoghi, M. Satrio Priono, Joko Puad Tarigan, Syaipul Rachmah Indawati Rahmaniah, Rahmaniah Ratmawati Malaka RINI RINI Riris Diana Rachmayanti Riswari, Aninditya Ardhana Rizki, Ainur Robiyanti, Dewi Saharani, Della Putri Sahid, Muhammad Salahuddin Salahuddin Samah, Eri Sibuea, Nunti Siti Aminah Hasibuan Susiana, Ilta Syaiful Khoiri Harahap Tanjung, Ali Mukti Tanjung, Yulia Tiara Taufika Hidayati Teja Rinanda Tulim, Anto Yasutome, Takako Yulianti, Anysiah Elly Yulkarnaini Siregar Yusri Yusri Yusuf Hanafi Yusuf Hanafi Pasaribu