Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Usia dan Paritas dengan Pemilihan Kontrasepsi MOW pada Ibu Nifas Lestari, Mustika Ayu; Ismiati, Ismiati; Antari, Gladeva Yugi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13520

Abstract

Kontrasepsi metode operasi wanita (MOW) merupakan metode kontrasepsi paling rasional dan efektif. Namun peminat kontrasepsi MOW masih rendah dibandingkan metode kontrasepsi jangka panjang lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor usia dan paritas dengan pemilihan kontrasepsi metode MOW. Penelitian ini bersifat deskriptip analitik dengan desain case control. Populasi sebanyak 2020 ibu nifas di RSUD Dompu tahun 2022. Sampel kasus berjumlah 95 ibu dengan akseptor MOW dan sampel kontrol sebanyak 95 ibu nifas, dengan tehnik simple random sampling. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pemilihan kontrasepsi MOW. Variabel bebasnya umur dan paritas. Pengumpulan data diperoleh dari data rekam medis. Kemudian dianalisis dengan uji Chi Square dengan α= (0,05). Hasil uji statistic Chi Square didapatkan p=value =0,005 (<0,05) dan OR=3,520 sehingga ada hubungan umur dengan pemilihan kontrasepsi MOW, hasil uji statistik faktor paritas p=0,002 (<0,05) dan OR=7,895 sehingga ada hubungan paritas dengan pemilihan kontrasepsi MOW. Ada hubungan umur dan paritas dengan pemilihan kontrasepsi MOW di RSUD Dompu Tahun 2022. Diharapkan bidan/tenaga kesehatan mampu meningkatkan cakupan metode kontrasepsi MOW dengan cara memberikan KIE lebih spesifik yaitu mengarah ke penggunaan kontrasepsi MOW.
Pemberdayaan Remaja sebagai Peer Educator dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi di Kelurahan Anggut Atas, Kota Bengkulu: Empowering Adolescents as Peer Educators for the Prevention and Control of Hypertension in Anggut Atas Urban Village, Bengkulu City Darwis, Darwis; Ismiati, Ismiati; Sumaryono, Dino; Suryanti, Reny
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.893

Abstract

Edukasi mengenai hipertensi pada remaja sangat penting sebagai upaya pencegahan dini terhadap penyakit tidak menular yang berpotensi muncul di usia dewasa. Kelurahan Anggut Atas merupakan salah satu kelurahan di Kota Bengkulu yang memiliki posisi strategis karena berada di kawasan perdagangan dan wisata. Kelurahan ini juga menjadi wilayah binaan Jurusan Promosi Kesehatan dalam rangka mendukung visi dan misi jurusan, yaitu melakukan pemberdayaan masyarakat pada kelompok remaja. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah membentuk peer educator remaja untuk pencegahan hipertensi melalui pembentukan Posyandu Remaja di Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan peer educator, dan praktik pemeriksaan tekanan darah yang diikuti oleh 16 kader remaja Posyandu. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, serta demonstrasi pemeriksaan tekanan darah menggunakan alat tensimeter. Para peserta dilibatkan secara aktif dalam praktik dan simulasi komunikasi sebaya untuk memperkuat peran mereka sebagai pendidik sebaya (peer educator). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi. Kader remaja yang telah dilatih mampu mempraktikkan keterampilan pemeriksaan tekanan darah secara mandiri dan memahami faktor risiko hipertensi, seperti konsumsi garam berlebih, kurangnya aktivitas fisik, serta pola makan yang tidak seimbang. Selain itu, penerapan metode peer educator terbukti efektif dalam penyebaran informasi kesehatan kepada teman sebaya dan keluarga di lingkungan mereka. Pemberdayaan remaja sebagai peer educator merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan dalam pencegahan hipertensi di tingkat komunitas.
KECAKAPAN MENGENAL DAN MENGELOLA STRES Ismiati, Ismiati
Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ji.v2i1.24993

Abstract

Stres adalah suatu reaksi individu baik secara fisik maupun psikis terhadap tuntutan atau tekanan yang berasal dari diri sendiri dan lingkungan. Respon terhadap stres berbeda beda antara satu individu lainnya. Penyebab stres meliputi semua kejadian yang dianggap sebagai ancaman terhadap pertahanan diri orang tersebut. Stressor (penyebab stress/ sumber stress) dapat berasal dari berbagai sumber, baik dari kondisi fisik, psikologis, maupun sosial. Stres dapat timbul di tempat kerja, di rumah, di sekolah, dalam kehidupan sosial, dan lingkungan luar lainnya. Stressor dapat berwujud atau berbentuk fisik (seperti polusi udara) dan dapat juga berkaitan dengan lingkungan sosial (seperti interaksi sosial), bahkan pikiran dan perasaan individu sendiri yang dianggap sebagai suatu ancaman baik yang nyata maupun imajinasi. Sampai batas tertentu stres merupakan sesuatu yang normal dalam kehidupan seseorang, sebagai reaksi terhadap perubahan lingkungan fisik atau sosial yang tak dapat dihindari. Akan tetapi, jika stres dibiarkan berlarut larut akan berdampak buruk terhadap kesehatan fisik, mental, dan perilaku, bahkan sampai terjadinya depresi. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan dan kecakapan untuk mengenali gejala-gejala stress agar tidak berdampak serius baik terhadap kesehatan fisik, psikologis dan hubungan sosial. Banyak cara yang dapat dilakukan sebagai coping (penyelesaian masalah) stres, antara lain dengan melakukan aktivitas fisik, menyadari dan menganalisis penyebab stres, mencari dukungan emosional dari teman (dukungan sosial), mencari udara segar, membayangkan sesuatu situasi yang dapat menenangkan, mensyukuri nikmat yang telah ada, memperbanyak zikir, do’a, shalat, dan menjalani proses konseling.
Dampak Pola Asuh Toxic Parents Terhadap Perkembangan Self Esteem Remaja Ismiati, Ismiati
Takammul : Jurnal Studi Gender dan Islam Serta Perlindungan Anak Vol. 13 No. 1 (2024): Takammul
Publisher : Pusat Studi Wanita UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/takamul.v13i1.24781

Abstract

Self-esteem merupakan salah satu aspek penting bagi kesehatan mental seseorang. Tinggi  rendahnya self esteem akan berpengaruh pada cara pandang, cara pikir, dan cara bertindak (berperilaku). Mengingat pentingnya self esteem, kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak pola asuh  toxic parents  terhadap perkembangan self esteem remaja. Kajian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi terhadap anak usia remaja, yang berumur 12-18 tahun, yang sedang berada di sebuah panti asuhan Yakesma di Aceh Besar. Informan  yang dijadikan subjek penelitian adalah mereka yang pernah tinggal dan dibesarkan oleh orangtua  dengan ciri-ciri pengasuhan toxic. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui  wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang pernah mengalami model pola asuh toxic parents cenderung menganggap diri mereka adalah orang yang tidak berguna, merasa tidak beruntung, mengalami perasaan rendah diri, merasa tidak puas terhadap dirinya, ada perasaan tidak berharga, tidak punya inisiatif, takut menghadapi tantangan, sulit melakukan komunikasi yang setara, dan kecenderungan mengalami perasaan tidak bahagia dalam hidupnya. Hasil kajian ini berimplikasi pada orang tua, guru, dan siapapun yang bertanggung jawab dalam proses pendidikan anak untuk menghindari model pola asuh toxic parents dalam proses mendidik, mengajar dan membimbing anak.
Konstruksi Stereotype Gender Dalam Praktik Pendidikan Anak Usia Dini Ismiati, Ismiati
Takammul : Jurnal Studi Gender dan Islam Serta Perlindungan Anak Vol. 13 No. 2 (2024): Takammul
Publisher : Pusat Studi Wanita UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/takamul.v13i2.28404

Abstract

This research aims to reveal the construction of gender stereotypes manifested in early childhood education practices in educational institutions, especially early childhood education. Using a qualitative approach, this research involved 15 early childhood education teachers selected from five early childhood education institutions located in Darul Imarah District, Aceh Besar. Data was collected through in-depth interviews with class teachers. The results of the research show that there are various perceptions of teachers related to early childhood education that are influenced by gender construction. Some teachers still apply practices that differentiate the treatment between boys and girls, such as the type of games given, the type of punishment applied, as well as expectations for the abilities and interests of each gender. This finding indicates that the gender construction that has been internalized by teachers affects the learning process and the formation of children's gender identity from an early age.Keywords: Construction, gender stereotypes, educational practices, PAUD AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap konstruksi stereotipe gender termanifestasi dalam praktik pendidikan anak usia dini di lembaga pendidikan, khususnya PAUD. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan 15 orang guru PAUD yang dipilih dari lima lembaga PAUD yang berlokasi di Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan adanya beragam persepsi guru terkait pendidikan anak usia dini yang dipengaruhi oleh konstruksi gender. Beberapa guru masih menerapkan praktik yang membedakan perlakuan antara anak laki-laki dan perempuan, seperti jenis permainan yang diberikan, jenis hukuman yang diterapkan, serta ekspektasi terhadap kemampuan dan minat masing-masing gender. Temuan ini mengindikasikan bahwa konstruksi gender yang telah terinternalisasi oleh guru mempengaruhi proses pembelajaran dan pembentukan identitas gender anak sejak usia dini. Kata Kunci: Konstruksi, streotype gender, praktik pendidikan, PAUD
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN MAKANAN PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Ismiati, Ismiati; Asyura, Syarifah; Fitriana, Nanda; Kesumawati, Kesumawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.5876

Abstract

Makanan yang sehat adalah makanan yang mengandung nilai gizi seimbang yang di dalamnya mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan serat dalam memenuhi kebutuhan harian tanpa bahan yang berbahaya. Namun, masih banyak para remaja yang suka mengkonsumsi makanan yang berisiko terhadap Kesehatan seperti makanan cepat saji yang tinggi kalori, lemak, gula, dan garam. Salah satu penyebab pemilihan makanan pada remaja adalah pengetahuan tentang gizi seimbang dan citra tubuh atau keputusan dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi. Tujuan: mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan pada remaja pada Sekolah Menengah Atas (SMA). mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan jajanan. Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Responden dalam penelitian ini sebanyak 140 siswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: berdasarkan jenis kelamin sebagian besar perempuan sebanyak 120 (85,18%), Sebagian besar siswa memiliki pengetahuan gizi seimbang yang baik yaitu sebanyak 85 (60,72%), 80 (57,14%) siswa menunjukkan citra tubuh positif dan pemilihan makanan yang baik sebanyak 78 (55,71%). Berdasarkan hasil analisis chi square, jenis kelamin dengan perilaku pemilihan makanan jajanan (p-value=0,726), pengetahuan gizi seimbang dengan pemilihan makanan (p-value = 0,000) dan hasil analisis antara citra tubuh dengan pemilihan makanan (p-value = 0,000). Kesimpulan : faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan jajan pada remaja yaitu pengetahuan gizi seimbang,dan citra tubuh. Kata kunci : Remaja, Faktor determinan, pemilihan makanan
Analisis Kandungan Flavonoid dan Efek Hipoglikemik Ekstrak Kulit Buah Mangga Lokal (Mengifera indica) Terhadap Penderita Pra Diabetes di Banda Aceh Asyura, Syarifah; Ismiati, Ismiati; Munawwarah, Nazilatul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.5873

Abstract

Penelitian ini menganalisis kandungan flavonoid pada ekstrak kulit mangga lokal serta efek hipoglikemiknya pada penderita pra-diabetes di Banda Aceh. Metode yang digunakan meliputi analisis flavonoid dan uji klinis dengan pengukuran kadar glukosa darah. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak kulit mangga mengandung flavonoid tinggi dan mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan. Temuan ini menunjukkan potensi kulit mangga sebagai pangan fungsional untuk pencegahan diabetes tipe 2. Kata kunci: Kulit buah mangga, flavonoid, hipoglikemik, pra-diabetes, pangan fungsional, Banda Aceh
PENGARUH GAYA HIDUP TERHADAP POLA MAKAN DAN STATUS GIZI MAHASISWA PRODI GIZI Ismiati, Ismiati; Asyura, Syarifah; Fitriana, Nanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.5878

Abstract

Mahasiswa mengalami tantangan dalam menjaga pola makan yang sehat akibat keterbatasan waktu, stres akademik, dan aktivitas yang padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola makan dengan status gizi pada mahasiswa di Universitas Ubudiyah Indoneisa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 80 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menilai pola makan dan pengukuran indeks massa tubuh (IMT) untuk menilai status gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan buruk (67,5%) dan status gizi normal (72,5%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi (p = 0,043). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola makan berpengaruh terhadap status gizi mahasiswa yang bekerja paruh waktu, sehingga diperlukan kesadaran akan pentingnya konsumsi makanan bergizi secara seimbang dalam menjaga status gizi yang optimal. Kata Kunci: Gaya hidup, Pola Makan, Status Gizi, Mahasiswa,
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR Ismiati, Ismiati; Asyura, Syarifah; Widyasari, Rury; Ningsih, Yulisyo
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.5874

Abstract

Abstrak Kebijakan penggunaan dana desa dalam upaya penanganan stunting Nomor 16 tahun 2018 tentang penggunaan dana desa tahun 2019 Pasal 6. Upaya peningkatan gizi masyarakat serta pencegahan anak kerdil (stunting). Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat kekurangan gizi kronis (menahun) sehingga menyebabkan tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) prevalensi status gizi balita stunted (TB/U dan PB/U) nasional sebesar 24,4% sedangkan provinsi aceh sebesar 33.2% dan kabupeten aceh besar prevalensinya sebesar 32,4. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di wilayah pesisir Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar. Metode Penelitian: Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain case control. Pengumpulan data di lakukan pada tanggal 22-27 Juni tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak balita yang di wilayah pesisir kecamatan Lhoong yang berjumlah 834 orang anak balita. sampel menggunakan rumus minimal sampel lameshow, pengambilan sampel dengan cara acak sistematis dengan hasil 42 orang anak balita. yang status gizi katagori Stunting 21 orang dan anak balita normal 21 orang. Instrument penelitian menggunakan kuesioner, pengukuran TB/PB menggunakan mikrotoice dengan pengolahan data statistik yaitu uji Chai-Square. Hasil Penelitian: Berdasarkan uji statistik diperolah bahwa ada hubungan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting (p-value =0.0504) , tidak ada hubungan antara riwayat sanitasi dengan kejadian stunting (p-value= 0.350) dan tidak ada hubungan antara riwayat pemberian imunisasi dasar lengkap dengan kejadian stunting (p-value=0.504). Kesimpulan dan saran: Adanya hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting, Tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat sanitasi dengan kejadian stunting dan Tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian imunisasi dasar lengkap dengan kejadian stunting di wilayah pesisir Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar. Kata Kunci: Riwayat Penyakit Infeksi, Riwayat Sanitasi dan Riwayat Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap dengan kejadian stunting.
KUALITAS GIZI MAKANAN SIAP SAJI YANG DIKONSUMSI REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Ismiati, Ismiati; Asyura, Syarifah; Fitriana, Nanda; Kesumawati, Kesumawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.5875

Abstract

Makanan cepat saji memiliki kandungan tinggi kalori, lemak, kolesterol, garam dan rendah vitamin, mineral serta serat. Semakin sering dikonsumsi, maka semakin tinggi risiko terhadap kejadian gizi lebih dan obesitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas gizi makanan siap saji yang dikonsumsi remaja di sekolah menengah atas. Metode penelitian ini yaitu cross sectional dengan melibatkan responden yang berjumlah 204 subjek di kota Banda Aceh yang diambil dengan metode multistage random sampling. Data konsumsi makanan cepat saji diperoleh dari formulir FFQ (Food Frequency Questionnaire) 1 bulan terakhir. Data status gizi remaja diperoleh dari pengukuran tinggi badan menggunakan stadiometer dan berat badan dengan timbangan injak, kemudian dilakukan analisis menggunakan aplikasi WHO Anthroplus. Uji statistik untuk analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata responden mengonsumsi dengan frekuensi 7 kali dalam 1 bulan. Responden yang sering mengonsumsi makanan cepat saji memiliki status gizi lebih dengan persentase sebesar 22,3% dan status gizi obesitas sebesar 13,6%. Kata Kunci: Kualitas Gizi, Makanan Siap Saji, Remaja
Co-Authors Ade Febryanti Ade Sissca Villia Al Zuhri Ali, A. Zulkarnain Aminuyati Ani, Adetia Putri Antari, Gladeva Yugi Apriani, Novia Aristia, Erni Sona Ayu, Dea Bathari, Rosalia Rina BRIGITA PURIDAWATY Chusyeri, Imam darwis darwis, darwis Dermawan, Moh. Pebbu Diana, Tera Dino Sumaryono Dwi Safitri, Serly Edwinata, Ellin Ervina, Lissa Fahrezi, Fahri Fitriana, Nanda Fitriana, Novika Nur Fitriyani, Ardelia Nur Eka Hanifah Nurdin Helmi, M. Fadhlan Akbaryan Herawati Herawati Ilahi, Muhammad Rizi Irja, Dhia Salsabila Jarnawi Jarnawi Kesumawati, Kesumawati Khairani, Fuji Khairina, Ulfa Kurniawan, Rafli Lela Hartini Lestari, Mustika Ayu Linda Linda Lisma Ningsih Lubis, Haniah Lubis, Yuliana Luluk Fikri Zuhriyah Malika, Riwayati Marleni, Wisuda Andeka Mat Saad, Zarina binti Maulida, Ida Maulida, Indah Ilma Mualim, Mualim Mukti, Abdul Munawwarah, Nazilatul Murdial, Feni Mustaffa, Jamaludin Naja, Khairul Ningsih, Hasrun Ningsih, Nining Fatria Ningsih, Yulisyo Nugroho, Bagas Adi Nursadrina, Cut Pardi Pardi, Pardi Pascalian Hadi Pradana Patroni, Rini Pebriantika, Erlin Prastiwi, Yesita Ine Pratiwi, Baiq Reni Pratiwi, Rossi Aulia Rahmadani Handoyo, Raihan Rahmayanti, Kurnia Ramadhan, Dian Reny Suryanti Riwanda, Aisha Sahratullah Saputri, Tamidhiani Dwi Sari, Elly Ratna Sarkawi, Sarkawi Sary, Yopita Serianti, Putri Shakra, Riezca Siswahyudianto Siswantara, Eka Sofia, Melda Sofiatin Sofiatin, Sofiatin Solikhah Solikhah Sri Rejeki Sri Watini Suparman Suparman suri, Darma Susmini, Susmini Sustiyani, Elly Syakhuro, Moh. Hamdan Syarifah Asyura Syuryani, Lili Wahyuningsih, Sri Handari warni, Eva Widyasari, Rury Wijaya, Dito Prakosa Yoiz Shofwa Shafrani, Yoiz Shofwa