p-Index From 2021 - 2026
7.832
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Pola Asuh Toxic Parents Terhadap Perkembangan Self Esteem Remaja Ismiati, Ismiati
Takammul : Jurnal Studi Gender dan Islam Serta Perlindungan Anak Vol. 13 No. 1 (2024): Takammul
Publisher : Pusat Studi Wanita UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/takamul.v13i1.24781

Abstract

Self-esteem merupakan salah satu aspek penting bagi kesehatan mental seseorang. Tinggi  rendahnya self esteem akan berpengaruh pada cara pandang, cara pikir, dan cara bertindak (berperilaku). Mengingat pentingnya self esteem, kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak pola asuh  toxic parents  terhadap perkembangan self esteem remaja. Kajian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi terhadap anak usia remaja, yang berumur 12-18 tahun, yang sedang berada di sebuah panti asuhan Yakesma di Aceh Besar. Informan  yang dijadikan subjek penelitian adalah mereka yang pernah tinggal dan dibesarkan oleh orangtua  dengan ciri-ciri pengasuhan toxic. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui  wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang pernah mengalami model pola asuh toxic parents cenderung menganggap diri mereka adalah orang yang tidak berguna, merasa tidak beruntung, mengalami perasaan rendah diri, merasa tidak puas terhadap dirinya, ada perasaan tidak berharga, tidak punya inisiatif, takut menghadapi tantangan, sulit melakukan komunikasi yang setara, dan kecenderungan mengalami perasaan tidak bahagia dalam hidupnya. Hasil kajian ini berimplikasi pada orang tua, guru, dan siapapun yang bertanggung jawab dalam proses pendidikan anak untuk menghindari model pola asuh toxic parents dalam proses mendidik, mengajar dan membimbing anak.
Konstruksi Stereotype Gender Dalam Praktik Pendidikan Anak Usia Dini Ismiati, Ismiati
Takammul : Jurnal Studi Gender dan Islam Serta Perlindungan Anak Vol. 13 No. 2 (2024): Takammul
Publisher : Pusat Studi Wanita UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/takamul.v13i2.28404

Abstract

This research aims to reveal the construction of gender stereotypes manifested in early childhood education practices in educational institutions, especially early childhood education. Using a qualitative approach, this research involved 15 early childhood education teachers selected from five early childhood education institutions located in Darul Imarah District, Aceh Besar. Data was collected through in-depth interviews with class teachers. The results of the research show that there are various perceptions of teachers related to early childhood education that are influenced by gender construction. Some teachers still apply practices that differentiate the treatment between boys and girls, such as the type of games given, the type of punishment applied, as well as expectations for the abilities and interests of each gender. This finding indicates that the gender construction that has been internalized by teachers affects the learning process and the formation of children's gender identity from an early age.Keywords: Construction, gender stereotypes, educational practices, PAUD AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap konstruksi stereotipe gender termanifestasi dalam praktik pendidikan anak usia dini di lembaga pendidikan, khususnya PAUD. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan 15 orang guru PAUD yang dipilih dari lima lembaga PAUD yang berlokasi di Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan adanya beragam persepsi guru terkait pendidikan anak usia dini yang dipengaruhi oleh konstruksi gender. Beberapa guru masih menerapkan praktik yang membedakan perlakuan antara anak laki-laki dan perempuan, seperti jenis permainan yang diberikan, jenis hukuman yang diterapkan, serta ekspektasi terhadap kemampuan dan minat masing-masing gender. Temuan ini mengindikasikan bahwa konstruksi gender yang telah terinternalisasi oleh guru mempengaruhi proses pembelajaran dan pembentukan identitas gender anak sejak usia dini. Kata Kunci: Konstruksi, streotype gender, praktik pendidikan, PAUD
Scale-Up Perilaku Sehat Remaja Melalui Penguatan Posyandu Remaja dan Peer Educator Terkait Germas, PTM, Imunisasi, dan Kesehatan Reproduksi: Scaling Up Adolescent Health Behavior Through Peer Educator-Based Youth Posyandu: A Focus on Germas, NCDs, Immunization, and Reproductive Health Ismiati, Ismiati; Darwis, Darwis; Sumaryono, Dino; Suryanti, Reny
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1158

Abstract

Rendahnya pengetahuan dan perilaku sehat remaja di Desa Sukasari terkait Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), pencegahan penyakit tidak menular (PTM), imunisasi, dan kesehatan reproduksi dipengaruhi oleh keterbatasan akses informasi, rendahnya dukungan sosial, serta minimnya layanan kesehatan yang ramah remaja. Observasi awal menunjukkan bahwa 55,2% remaja belum pernah mendapatkan edukasi kesehatan reproduksi dan hanya 21,6% yang pernah mengakses layanan kesehatan sebelumnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku sehat remaja melalui pemberdayaan peer educator (pendidik sebaya) dan pembentukan Posyandu Remaja dengan model Integrasi Layanan Primer (ILP). Pengabdian ini menggunakan desain pra-eksperimental (one group pretest–posttest) yang melibatkan 16 remaja di Desa Sukasari. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan kader remaja sebagai peer educator, serta pembentukan Posyandu Remaja sebagai wadah layanan promotif dan preventif yang terintegrasi. Terdapat peningkatan signifikan pada rerata skor pengetahuan remaja, dari 20,53 sebelum edukasi menjadi 25,90 setelah edukasi. Selain itu, terbentuk kader remaja yang aktif berperan sebagai agen perubahan dalam menyebarluaskan informasi kesehatan kepada teman sebaya. Pendekatan pemberdayaan melalui peer educator dan Posyandu Remaja berbasis ILP efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kesehatan remaja, serta memiliki potensi besar untuk menjadi model promosi kesehatan yang berkelanjutan di Masyarakat
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN MAKANAN PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Ismiati, Ismiati; Asyura, Syarifah; Fitriana, Nanda; Kesumawati, Kesumawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.5876

Abstract

Makanan yang sehat adalah makanan yang mengandung nilai gizi seimbang yang di dalamnya mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan serat dalam memenuhi kebutuhan harian tanpa bahan yang berbahaya. Namun, masih banyak para remaja yang suka mengkonsumsi makanan yang berisiko terhadap Kesehatan seperti makanan cepat saji yang tinggi kalori, lemak, gula, dan garam. Salah satu penyebab pemilihan makanan pada remaja adalah pengetahuan tentang gizi seimbang dan citra tubuh atau keputusan dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi. Tujuan: mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan pada remaja pada Sekolah Menengah Atas (SMA). mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan jajanan. Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Responden dalam penelitian ini sebanyak 140 siswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: berdasarkan jenis kelamin sebagian besar perempuan sebanyak 120 (85,18%), Sebagian besar siswa memiliki pengetahuan gizi seimbang yang baik yaitu sebanyak 85 (60,72%), 80 (57,14%) siswa menunjukkan citra tubuh positif dan pemilihan makanan yang baik sebanyak 78 (55,71%). Berdasarkan hasil analisis chi square, jenis kelamin dengan perilaku pemilihan makanan jajanan (p-value=0,726), pengetahuan gizi seimbang dengan pemilihan makanan (p-value = 0,000) dan hasil analisis antara citra tubuh dengan pemilihan makanan (p-value = 0,000). Kesimpulan : faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan jajan pada remaja yaitu pengetahuan gizi seimbang,dan citra tubuh. Kata kunci : Remaja, Faktor determinan, pemilihan makanan
KUALITAS GIZI PADA MAKANAN RINGAN YANG SERING DIKONSUMSI OLEH ANAK REMAJA Ismiati, Ismiati; Asyura, Syarifah; Fitriana, Nanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5877

Abstract

Gizi merupakan zat atau elemen yang terkandung di dalam makanan dan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh mengalami tantangan dalam menjaga pola makan yang sehat akibat keterbatasan waktu, stres akademik, dan aktivitas yang padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola makan dengan status gizi pada mahasiswa di Universitas Ubudiyah Indoneisa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 80 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menilai pola makan dan pengukuran indeks massa tubuh (IMT) untuk menilai status gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan buruk (67,5%) dan status gizi normal (72,5%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi (p = 0,043). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola makan berpengaruh terhadap status gizi mahasiswa yang bekerja paruh waktu, sehingga diperlukan kesadaran akan pentingnya konsumsi makanan bergizi secara seimbang dalam menjaga status gizi yang optimal. Kata Kunci: Gaya hidup, Pola Makan, Status Gizi, Mahasiswa,
Analisis Kandungan Flavonoid dan Efek Hipoglikemik Ekstrak Kulit Buah Mangga Lokal (Mengifera indica) Terhadap Penderita Pra Diabetes di Banda Aceh Asyura, Syarifah; Ismiati, Ismiati; Munawwarah, Nazilatul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.5873

Abstract

Penelitian ini menganalisis kandungan flavonoid pada ekstrak kulit mangga lokal serta efek hipoglikemiknya pada penderita pra-diabetes di Banda Aceh. Metode yang digunakan meliputi analisis flavonoid dan uji klinis dengan pengukuran kadar glukosa darah. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak kulit mangga mengandung flavonoid tinggi dan mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan. Temuan ini menunjukkan potensi kulit mangga sebagai pangan fungsional untuk pencegahan diabetes tipe 2. Kata kunci: Kulit buah mangga, flavonoid, hipoglikemik, pra-diabetes, pangan fungsional, Banda Aceh
PENGARUH GAYA HIDUP TERHADAP POLA MAKAN DAN STATUS GIZI MAHASISWA PRODI GIZI Ismiati, Ismiati; Asyura, Syarifah; Fitriana, Nanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.5878

Abstract

Mahasiswa mengalami tantangan dalam menjaga pola makan yang sehat akibat keterbatasan waktu, stres akademik, dan aktivitas yang padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola makan dengan status gizi pada mahasiswa di Universitas Ubudiyah Indoneisa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 80 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menilai pola makan dan pengukuran indeks massa tubuh (IMT) untuk menilai status gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan buruk (67,5%) dan status gizi normal (72,5%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi (p = 0,043). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola makan berpengaruh terhadap status gizi mahasiswa yang bekerja paruh waktu, sehingga diperlukan kesadaran akan pentingnya konsumsi makanan bergizi secara seimbang dalam menjaga status gizi yang optimal. Kata Kunci: Gaya hidup, Pola Makan, Status Gizi, Mahasiswa,
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR Ismiati, Ismiati; Asyura, Syarifah; Widyasari, Rury; Ningsih, Yulisyo
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.5874

Abstract

Abstrak Kebijakan penggunaan dana desa dalam upaya penanganan stunting Nomor 16 tahun 2018 tentang penggunaan dana desa tahun 2019 Pasal 6. Upaya peningkatan gizi masyarakat serta pencegahan anak kerdil (stunting). Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat kekurangan gizi kronis (menahun) sehingga menyebabkan tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) prevalensi status gizi balita stunted (TB/U dan PB/U) nasional sebesar 24,4% sedangkan provinsi aceh sebesar 33.2% dan kabupeten aceh besar prevalensinya sebesar 32,4. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di wilayah pesisir Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar. Metode Penelitian: Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain case control. Pengumpulan data di lakukan pada tanggal 22-27 Juni tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak balita yang di wilayah pesisir kecamatan Lhoong yang berjumlah 834 orang anak balita. sampel menggunakan rumus minimal sampel lameshow, pengambilan sampel dengan cara acak sistematis dengan hasil 42 orang anak balita. yang status gizi katagori Stunting 21 orang dan anak balita normal 21 orang. Instrument penelitian menggunakan kuesioner, pengukuran TB/PB menggunakan mikrotoice dengan pengolahan data statistik yaitu uji Chai-Square. Hasil Penelitian: Berdasarkan uji statistik diperolah bahwa ada hubungan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting (p-value =0.0504) , tidak ada hubungan antara riwayat sanitasi dengan kejadian stunting (p-value= 0.350) dan tidak ada hubungan antara riwayat pemberian imunisasi dasar lengkap dengan kejadian stunting (p-value=0.504). Kesimpulan dan saran: Adanya hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting, Tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat sanitasi dengan kejadian stunting dan Tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian imunisasi dasar lengkap dengan kejadian stunting di wilayah pesisir Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar. Kata Kunci: Riwayat Penyakit Infeksi, Riwayat Sanitasi dan Riwayat Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap dengan kejadian stunting.
KUALITAS GIZI MAKANAN SIAP SAJI YANG DIKONSUMSI REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Ismiati, Ismiati; Asyura, Syarifah; Fitriana, Nanda; Kesumawati, Kesumawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.5875

Abstract

Makanan cepat saji memiliki kandungan tinggi kalori, lemak, kolesterol, garam dan rendah vitamin, mineral serta serat. Semakin sering dikonsumsi, maka semakin tinggi risiko terhadap kejadian gizi lebih dan obesitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas gizi makanan siap saji yang dikonsumsi remaja di sekolah menengah atas. Metode penelitian ini yaitu cross sectional dengan melibatkan responden yang berjumlah 204 subjek di kota Banda Aceh yang diambil dengan metode multistage random sampling. Data konsumsi makanan cepat saji diperoleh dari formulir FFQ (Food Frequency Questionnaire) 1 bulan terakhir. Data status gizi remaja diperoleh dari pengukuran tinggi badan menggunakan stadiometer dan berat badan dengan timbangan injak, kemudian dilakukan analisis menggunakan aplikasi WHO Anthroplus. Uji statistik untuk analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata responden mengonsumsi dengan frekuensi 7 kali dalam 1 bulan. Responden yang sering mengonsumsi makanan cepat saji memiliki status gizi lebih dengan persentase sebesar 22,3% dan status gizi obesitas sebesar 13,6%. Kata Kunci: Kualitas Gizi, Makanan Siap Saji, Remaja
OPTIMALISASI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BALITA DENGAN PEMANFAATAN SUMBER LOKAL Pratiwi, Rossi Aulia; Ismiati, Ismiati; Irja, Dhia Salsabila
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal guna mengatasi masalah gizi seperti stunting dan underweight. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kreativitas peserta dalam mengolah makanan bergizi dari bahan lokal. Program ini dinilai efektif untuk memperbaiki status gizi balita dan mendorong kemandirian pangan keluarga. Kata kunci: PMT, balita, gizi, pangan lokal, stunting, pengabdian masyarakat, keterampilan, penyuluhan
Co-Authors Ade Febryanti Ade Sissca Villia Al Zuhri Ali, A. Zulkarnain Aminuyati Ani, Adetia Putri Antari, Gladeva Yugi Apriani, Novia Aristia, Erni Sona Astrina, Syarifah Yanti Ayu, Dea Bathari, Rosalia Rina BRIGITA PURIDAWATY Chusyeri, Imam darwis darwis, darwis Dermawan, Moh. Pebbu Diana, Tera Dino Sumaryono Dwi Safitri, Serly Edwinata, Ellin Ella Frisella Ervina, Lissa Fahrezi, Fahri Fitriana, Nanda Fitriana, Novika Nur Fitriyani, Ardelia Nur Eka Hanifah Nurdin Helmi, M. Fadhlan Akbaryan Herawati Herawati Ilahi, Muhammad Rizi Irja, Dhia Salsabila Jarnawi Jarnawi Kesumawati, Kesumawati Khairani, Fuji Khairina, Ulfa Kurniawan, Rafli Lela Hartini Lestari, Mustika Ayu Linda Linda Lisma Ningsih Lubis, Haniah Lubis, Yuliana Luluk Fikri Zuhriyah. Mahayu, Hesti Malika, Riwayati Marleni, Wisuda Andeka Mat Saad, Zarina binti Maulida, Ida Maulida, Indah Ilma Mualim, Mualim Mukti, Abdul Munawwarah, Nazilatul Murdial, Feni Mustaffa, Jamaludin Naja, Khairul Ningsih, Hasrun Ningsih, Nining Fatria Ningsih, Yulisyo Nugroho, Bagas Adi Nursadrina, Cut Pardi Pardi, Pardi Pascalian Hadi Pradana Patroni, Rini Pebriantika, Erlin Pramesti, Selvianita Prastiwi, Yesita Ine Pratiwi, Baiq Reni Pratiwi, Rossi Aulia Rahmadani Handoyo, Raihan Rahmayanti, Kurnia Ramadhan, Dian Reka Lagora Marsofely Reny Suryanti Riwanda, Aisha Sahratullah Salwa, Nurul Saputri, Tamidhiani Dwi Sari, Elly Ratna Sarkawi, Sarkawi Sary, Yopita Serianti, Putri Shakra, Riezca Siswahyudianto Siswantara, Eka Siti Samaniyah Sofia, Melda Sofiatin Sofiatin, Sofiatin Solikhah Solikhah Sri Rejeki Sri Watini Suparman Suparman suri, Darma Susmini, Susmini Susmini, Susmini Sustiyani, Elly Syakhuro, Moh. Hamdan Syarifah Asyura Syuryani, Lili Wahyuningsih, Sri Handari warni, Eva Widyasari, Rury Wijaya, Dito Prakosa Yoiz Shofwa Shafrani, Yoiz Shofwa