p-Index From 2021 - 2026
13.264
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga. Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health (JIHOH) Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Ilmu Kesehatan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Kesehatan Global JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN Jurnal Medika Malahayati Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF) Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Kesmas Jambi Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) KESANS : International Journal of Health and Science East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) Jurnal Salam Sehat Masyarakat (JSSM) Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR) JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Formosa Journal of Science and Technology (FJST) PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Karya Abdi Masyarakat International Journal of Medicine and Health Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Diseases Riset Informasi Kesehatan International Journal of Health, Engineering and Technology International Journal of Health Sciences JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports The International Science of Health Journal Journal of Health Sciences and Epidemiology HYPOTHESIS : MULTIDISCIPLINARY JOURNAL OF SOCIAL SCIENCES Pemberdayaan Masyarakat: Jurnal Aksi Sosial Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Jurnal Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Usia, Sikap Kerja, Durasi Kerja, dan Masa Kerja dengan Kejadian Low Back Pain (LBP) pada Pengendara Ojek Online di Kota Jambi Evany, Abib Putra; Rini, Willia Novita Eka; Noerjoedianto, Dwi; Aswin, Budi; Muldiasman, Muldiasman
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i3.1408

Abstract

Low back pain (LBP) adalah nyeri yang dirasakan pada daerah punggung bawah di daerah diskus intervertebralis lumbal dan sakralis (L5-S1). Faktor resiko low back pain, yaitu Usia, Sikap, Durasi kerja, masa kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Usia, sikap kerja, durasi kerja, dan masa kerja pada pengendara ojek online di Kota Jambi. Penelitian kuantitatif dengan desain observasional merupakan metodologi yang digunakan. Tujuan dari pendekatan cross sectional adalah untuk mengetahui hubungan antara usia, sikap kerja, durasi kerja, dan masa kerja dengan resiko terjadinya Low Back Pain (LBP) pada pengendara ojek online di Kota Jambi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Accidental sampling mengambil responden yang kebetulan ditemui di suatu tempat yang sesuai dengan konteks penelitian. Jumlah sampel yaitu 100 sampel yang merupakan pengendara Ojek Online di Kota Jambi. Hasil penelitian terhadap 72 responden yang mengalami keluhan (LBP) dan 28 orang yang tidak mengalami keluhan low back pain (LBP). Ditemukan hubungan yang signifikan antara variabel durasi kerja dan masa kerja dengan keluhan (LBP). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara variabel usia dan sikap kerja hal ini disebabkan oleh homogenitas postur berkendara responden. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa lebih banyak pengendara ojek online di Kota Jambi yang mengalami keluhan LBP dari pada yang tidak mengalami keluhan LBP.
Analisis Faktor Ergonomi dan Individu terhadap Risiko Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Dokter Gigi: Systematic Literature Review Ranjani, Aisyah Asylah; Rini, Willia Novita Eka; Aswin, Budi
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i3.1583

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan gangguan muskuloskeletal akibat kerja yang banyak ditemukan pada profesi dokter gigi, terutama akibat paparan faktor ergonomi dan faktor individu secara kumulatif. Literature review ini bertujuan untuk mengkaji faktor ergonomi kerja dan faktor individu yang berperan dalam meningkatkan risiko kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada dokter gigi. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci Carpal Tunnel Syndrome, dentist, ergonomic risk factors, repetitive movement, dan work-related musculoskeletal disorders. Dari hasil penelusuran ditemukan 396 artikel dan yang memenuhi seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 15 artikel ilmiah yang relevan untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa gerakan tangan repetitif dengan durasi lama, postur kerja pergelangan tangan yang tidak netral (fleksi, ekstensi, dan deviasi ulnar atau radial), serta durasi tindakan klinis yang panjang (>30 menit) secara konsisten meningkatkan tekanan pada terowongan karpal dan menjadi faktor risiko utama terjadinya CTS pada dokter gigi. Paparan alat kedokteran gigi yang menghasilkan getaran juga berkontribusi terhadap peningkatan gangguan saraf perifer dan memperberat gejala CTS. Selain faktor pekerjaan, usia yang lebih tua dan masa kerja yang panjang berperan sebagai faktor predisposisi yang memperkuat kejadian CTS, sedangkan indeks massa tubuh (IMT) tinggi cenderung meningkatkan risiko melalui peningkatan tekanan jaringan lunak pada terowongan karpal. Dapat disimpulkan bahwa CTS pada dokter gigi merupakan masalah kesehatan kerja yang bersifat multifaktorial, di mana faktor ergonomi kerja bertindak sebagai pemicu utama, dan faktor individu memperkuat tingkat keparahan dan kejadian CTS. Penerapan ergonomi kerja yang baik, pengendalian durasi tindakan klinis, serta upaya pencegahan berbasis kesehatan kerja diperlukan untuk menurunkan risiko CTS pada dokter gigi.
The Relationship Between The Role Of Health Workers And BPJS Participants' Satisfaction In The Outpatient Room Of Mayjen H. Thalib Hospital, Sungai Penuh City, 2025 Ratu Balqiss; Dwi Noerjoedianto; Budi Aswin
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 6 (2026): IJHET MARCH 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v4i6.712

Abstract

Quality and affordable health services are the right of every citizen, which the government strives to provide through the National Health Insurance (JKN) program organized by BPJS Kesehatan. However, participant satisfaction with health services remains a challenge, one of which is related to the role of health workers. This study aims to analyze the relationship between the normative, ideal, and factual roles of health workers with BPJS participant satisfaction in the outpatient ward of Mayjen H. Thalib Regional General Hospital. This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach. The study population was all BPJS PBI participants in Sungai Penuh City with a sample of 106 respondents selected using systematic random sampling techniques. Data were collected through structured interviews using questionnaires and direct observation with checklists. Data analysis was carried out using univariate and bivariate methods. The results showed that the majority of respondents (64.2%) expressed dissatisfaction with the services received. Bivariate analysis showed a significant relationship between the normative role (p-value = 0.041; PR = 1.406), ideal role (p-value = 0.000; PR = 4.731), and factual role (p-value = 0.028; PR = 1.443) of health workers with BPJS participant satisfaction. Therefore, improving the quality of interpersonal interactions, empathy, and officer compliance with service standards is necessary to improve patient satisfaction and the quality of hospital services.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada pekerja bagian proses produksi Erika Vernanda Br Lbn Toruan; Budi Aswin; Kasyani Kasyani; Rd. Halim
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.2599

Abstract

Background: Occupational accidents remain a serious problem in the industrial sector, particularly in the rubber processing industry, which is characterized by high-risk production processes. Most accidents are caused by unsafe actions performed by workers. Purpose: To analyze the factors associated with unsafe actions among workers in the production process unit. Method: This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The research was conducted among production process workers at PT X Jambi in 2025. A total of 53 workers were selected using a quota sampling technique. Data were collected through questionnaires and observation, then analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. Results: This study found that approximately 39.6% of workers engaged in unsafe acts. This study found a significant relationship between knowledge (with a p-value of 0.000), the use of personal protective equipment (p-value of 0.002), and occupational safety and health (K3) supervision (p-value of 0.020) with these unsafe behaviors among workers. Furthermore, length of service (p-value of 1.000) and K3 training (p-value of 1.000) did not show a significant relationship with unsafe acts among workers in the production process. Conclusion: There is a relationship between knowledge, use of PPE, and supervision with unsafe actions among workers. Meanwhile, there is no relationship between work period and training.   Keywords: Occupational Accidents; Occupational Safety And Health; Unsafe Action.   Pendahuluan: Kecelakaan kerja masih menjadi masalah serius di sektor industri, terutama pada industri pengolahan karet yang berisiko tinggi. Mayoritas kecelakaan kerja terjadi tindakan tidak aman (unsafe action) yang dilakukan pekerja. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada pekerja bagian proses produksi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 53 pekerja yang dipilih lewat teknik quota sampling. Data diperoleh dari kuesioner dan pengamatan langsung, lalu diolah dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Menunjukkan bahwa sekitar 39.6% pekerja ternyata melakukan tindakan yang tidak aman. Penelitian ini menemukan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (dengan nilai p=0.000), pemakaian alat pelindung diri (p=0.002), serta pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 (p=0,020) dengan perilaku tidak aman tersebut pada pekerja. Selain itu, masa kerja (p=1.000) dan pelatihan K3 (p=1.000) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan tindakan tidak aman di kalangan pekerja bagian proses produksi. Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan, penggunaan apd, dan pengawasan dengan unsafe action pada pekerja. Sedangkan untuk masa kerja dan pelatihan tidak tidak terdapat memiliki hubungan.   Kata Kunci: Kecelakaan Kerja; Keselamatan dan Kesehatan Kerja; Tindakan Tidak Aman.
HUBUNGAN GAYA HIDUP DAN PSIKOLOGIS TERHADAP KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME PADA REMAJA Nurdini, Lia; Aswin, Budi; Hidayati, Fajrina; Nurdiani, Iin
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i3.711

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan gejala yang dirasakan oleh wanita 3-7 hari sebelum menstruasi. Apabila tidak diperhatikan akan berdampak pada produktivitas dan kesehatan wanita. Banyak faktor yang menyebabkan Premenstrual Syndrome (PMS) yaitu faktor hormonal, faktor kimia, faktor gaya hidup, faktor psikologi dan faktor genetik. Salah satu faktor terjadinya Premenstrual Syndrome (PMS) adalah faktor gaya hidup yang terdiri atas aktivitas fisik, pola tidur, pola makan, pemakaian obat- obatan dan lingkungan.Tujuan: untuk mengetahui hubungan gaya hidup dan psikologi terhadap kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) pada remaja di SMAN 1 Muaro Jambi Provinsi Jambi.Metode: penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Muaro Jambi dengan jumlah populasi 609 siswi remaja dengan sampel 156 yang diambil dengan teknik stratified random sampling. Waktu penelitian dilakukan dari bulan oktober 2020-april 2021.Hasil: siswi remaja yang mengalami PMS sebanyak 39,7%, yang tidak melakukan aktivitas fisik sebanyak 13,5%, remaja yang pola tidur tidak baik 23,1%, siswi remaja dengan pola makan tidak baik sebanyak 96,8%, dan siswi remaja yang mengalami stress 63,5 %. Hasil uji statistik yaitu tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian PMS dengan p-value 0,580 dan PR 1,741. Tidak terdapat hubungan antara pola tidur dengan PMS dengan p-value 0,276 dan PR 0,828. Tidak terdapat hubungan pola makan dengan kejadian PMS dengan p-value 1,000 dan PR 0,996. Terdapat hubungan antara stress dengan kejadian PMS dengan p- value 0,001 dan PR 1,595. Stress beresiko meningkatkan PMS 1,595 kali. Terdapat hubungan antara stress dengan kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) p-value 0,0001. Diharapkan siswi remaja mampu mengendalikana stress dan juga memperbaiki gaya hidup
Factors Associated With Anemia Incidence Among Pregnant Women At Kapau Public Health Center, Agam Regency Andi Yusman; Dwi Noerjoedianto; M.Ridwan; Budi Aswin; Ashar Nuzulul Putra
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 5 No. 1 (2026): IJHET MAY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v5i1.849

Abstract

This study aimed to analyze the factors associated with anemia among pregnant women in the working area of Kapau Public Health Center, Agam Regency, Indonesia, in 2022. The study employed a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. A total of 126 third-trimester pregnant women were selected using simple random sampling from the population of pregnant women attending antenatal care services. Data were collected through structured questionnaires assessing knowledge, educational level, family income, and adherence to iron (Fe) tablet consumption, while anemia status was determined based on hemoglobin levels recorded in maternal health books. Data were analyzed using the Chi-square test with a 95% confidence level (α = 0.05). The findings revealed significant associations between maternal knowledge and anemia incidence (p < 0.05), as well as between adherence to Fe tablet consumption and anemia incidence (p < 0.05). In contrast, educational level and family income were not significantly associated with anemia among pregnant women (p > 0.05). These results indicate that behavioral factors, particularly knowledge and compliance with iron supplementation, play a more important role in preventing anemia than sociodemographic factors. In conclusion, improving maternal knowledge and strengthening adherence to iron tablet consumption are essential strategies to reduce anemia among pregnant women. Health promotion and continuous monitoring by healthcare providers are recommended to improve maternal health outcomes.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL DAN BEBAN KERJA MENTAL TERHADAP STRES KERJA PADA PEGAWAI Bagas Fernando; Willia Novita Eka Rini; Budi Aswin
HYPOTHESIS : Multidisciplinary Journal Of Social Sciences Vol 4 No 02 (2025): HYPOTHESIS : Multidisciplinary Journal Of Social Sciences
Publisher : Pusat Studi Ekonomi Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/hypothesis.v4i02.2419

Abstract

This study aimed to analyze the effect of social support and mental workload on work stress among employees at Muara Bungo II Public Health Center. This study used a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The population consisted of employees at Muara Bungo II Public Health Center, and data were collected using questionnaires measuring social support, mental workload, and work stress. Data analysis was conducted using univariate, bivariate, and ordinal logistic regression analysis. The results showed that social support had a significant effect on work stress among employees. Mental workload also significantly affected work stress levels. Simultaneously, social support and mental workload contributed to employees’ work stress. The study concludes that improving workplace social support and managing mental workload are important to reduce work stress among health workers.
Hubungan Faktor Individu dan Faktor Pekerjaan dengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrome pada Pekerja Produksi di PT Hok Tong Jambi Tahun 2025 RTS.Gita Putri Enindra; Herwansyah Herwansyah; Hendra Dhermawan Sitanggang; Budi Aswin
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1334

Abstract

Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah rasa sakit seperti nyeri, kebas dan kesemutan pada pergelangan tangan akibat pekerjaan yang dilakukan secara monoton. Potensi bahaya ergonomis pada aktivitas pekerjaan di PT Hok Tong Jambi dapat berisiko terjadinya Carpal Tunnel Syndrome. Tujuan umum penelitian ini yaitu mengetahui hubungan faktor individu dan pekerjaan dengan keluhan Carpal Tunnel Syndrome pada pekerja produksi di PT Hok Tong Jambi. Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden. Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukan proporsi pekerja yang mengalami keluhan Carpal Tunnel Syndrome sebanyak 34 pekerja (68%). Didapatkan bahwa faktor individu dan pekerjaan berhubungan dengan kejadian Carpal Tunnel Syndrome yaitu Usia (p-value 0,026), Masa Kerja (p-value <0,001), Gerakan Berulang (p-value <0,001) dan Postur Kerja (p-value <0,001). Kesimpulan: Faktor individu (Usia) dan faktor pekerjaan (Masa Kerja, Gerakan Berulang dan Postur Kerja) dapat meningkatkan risiko pekerja mengalami Carpal Tunnel Syndrome. Disarankan melakukan peregangan singkat setiap 60 menit bekerja, peregangan dilakukan agar mengurangi ketegangan pada pergelangan tangan dan menurunkan gejala Carpal Tunnel Syndrome.
Pengaruh Edusafety terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa Teknik Pengelasan tentang Hazard Communication di SMKN 3 Kota Jambi Alya Islami; Willia Novita Eka Rini; Budi Aswin
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1599

Abstract

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya jurusan Teknik Pengelasan, memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja. Kemungkinan terjadinya kecelakaan dalam praktik dapat meningkat karena kurangnya pemahaman tentang hazard communication. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Edusafety terhadap pengetahuan dan sikap siswa mengenai hazard communication di SMKN 3 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest pada 33 siswa. Intervensi Edusafety diberikan melalui media poster dan video edukasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon signed-rank karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 5,03 menjadi 9,27, sedangkan skor sikap meningkat dari 32,42 menjadi 47,24. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest pada pengetahuan dan sikap (p = 0,000; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa Edusafety efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa terhadap hazard communication sebagai bentuk kesiapan dalam memasuki dunia kerja.
Hubungan Penerapan Standar Keselamatan Kerja dan Kesadaran Pekerja dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pegawai SPBU Skala Besar Kota Jambi 2025 Ines Lidiana; Willia Novita Eka Rini; Budi Aswin; Asparian Asparian
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1604

Abstract

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) merupakan lingkungan kerja dengan tingkat risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja akibat paparan bahan bakar yang mudah terbakar, uap kimia berbahaya, serta aktivitas operasional yang berulang. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) menjadi salah satu upaya penting dalam mencegah kecelakaan kerja, namun kepatuhan pekerja dalam menggunakan APD masih belum optimal. Odds Ratio (OR) merupakan ukuran statistik yang digunakan untuk mengetahui besar peluang terjadinya suatu kejadian pada kelompok yang memiliki faktor risiko dibandingkan dengan kelompok yang tidak memiliki faktor risiko.Rendahnya penggunaan APD diduga dipengaruhi oleh kesadaran pekerja serta penerapan standar keselamatan kerja oleh manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penerapan standar keselamatan kerja dan kesadaran pekerja dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada pegawai SPBU skala besar di Kota Jambi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 156 pegawai SPBU skala besar di Kota Jambi yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat penerapan standar keselamatan kerja dan kesadaran keselamatan kerja pada kategori sedang. Penggunaan APD oleh pekerja masih belum optimal. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan standar keselamatan kerja dengan penggunaan APD (p < 0,05) serta terdapat hubungan signifikan antara kesadaran keselamatan kerja dengan penggunaan APD (p < 0,05).Kesimpulan penerapan standar keselamatan kerja dan kesadaran pekerja berhubungan secara signifikan dengan penggunaan APD pada pegawai SPBU skala besar di Kota Jambi. Peningkatan pengawasan, pelatihan K3, serta pembentukan budaya keselamatan kerja diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan APD.
Co-Authors . Asparian, . Abdul Manab Adelia Fitri Adelina Fitri Ahmad Hidayat Aisy Riani Awanja Alya Islami Amalya Nasution, Riska Amanda, Tri Julia Amilda Putry Apryanti Andi Yusman Andree Aulia Rahmat Anisa Raudatul Ulfa Anugrah, M Pandu Fatwa Arnild Augina Mekarisce Arsa, Daniel Ashar Nuzulul Putra ATTIYA ISTARINI Baehaqi Bagas Fernando Butar, Marta Butar David Kusmawan David Kusmawan Dewi, Nur Juninda Dinda Oktafia Dwi Noerjoedianto Dwi Puspita, Puspa Dyandra Valentya Eka Putra, Nofrans Erika Vernanda Br Lbn Toruan Evany, Abib Putra Evy Wisudariani Fadhil Agriansyah Fajrina Hidayati Fajrina Hidayati Fajrina Hidayati Fatmawati Fatmawati Felix Kasim Fitriyanti Ghina Salsabila Girsang, Tania Peniela Guspianto Guspianto Halim, Rd. Hendra Darmawan Sitanggang Hendra Dhermawan Sitanggang Herwansyah . Herwansyah Herwansyah Hidayat, Sahvira Hubaybah, Hubaybah Humaryanto, Humaryanto Huntari Harahap Ihtiar Yuni Sasmita Iin Nurdiani Ines Lidiana Ismi Nurwaqiah Ibnu Kasyani Kasyani Kasyani Kasyani, Kasyani La Ode Reskiaddin Lia Nurdin Lia Nurdini Lubis, Basyariah Lynita Amarillis M Ichbat Fadli Azim M. Dody Izhar M. Ridwan M. Ridwan M.Ridwan Maharini, Indri Maretta, Rezi Maria Fransiska Choagolan Marius, Najmi Hasanah Marta Butar Butar Meisya Dwi Anggi Marta Anggi Muhammad Gusman Syahlun Abyan Muhammad Rifqi Azhary Muhammad Syukri Muldiasman, Muldiasman Munairah, Munairah Mutiara Asrie Dravika Mutiara Salsabila Nasution, Helmi Suryani Ningsih, Hesty Febria Nita. N. Simanjuntak Novita Eka Rini, Willia Nur Alisha Nurdiani, Iin Nurdini, Lia Oka Lesmana Oktafia, Dinda Olimvia, Nadia Prasetyo, Yodi Purwati, Yunita Puspita Sari Puspita Sari Putri, Fitria Eka Putri, Nadindha Wulandari Rahmadani, Dwika Rahmadani, Naya Ranjani, Aisyah Asylah Ratu Balqiss Rd. Halim Rd. Halim Rini, Willia Novita Eka Rion Nofrianda Rizti, Mitha Pricilia Rosmala Asty Novita Putri Rosmala Asty Novita Putri RTS.Gita Putri Enindra Sadila, Andi Siagian, Laurencus Butsi Silvania Silvania Silvia Mawarti Perdana Siti Suherni Tiara Zudiannisa Tina Yuli Fatmawati Toybah, Ratu Triana Defani Usi Lanita Vinna Rahayu Ningsih Vinna Rahayu Ningsih, Vinna Rahayu Widya Anggraini Willia Novita Eka Rini Yeni Marlina Yolanda Gustina Pane Zilzikridini Wijayanti