p-Index From 2021 - 2026
14.156
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga. Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health (JIHOH) Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Ilmu Kesehatan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Kesehatan Global JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN Jurnal Medika Malahayati Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF) Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Kesmas Jambi KESANS : International Journal of Health and Science East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) Jurnal Salam Sehat Masyarakat (JSSM) Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR) JUMANTIK (Scientific Journal of Health research) Formosa Journal of Science and Technology (FJST) PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Karya Abdi Masyarakat International Journal of Medicine and Health Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Diseases Riset Informasi Kesehatan International Journal of Health, Engineering and Technology International Journal of Health Sciences JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports The International Science of Health Journal Journal of Health Sciences and Epidemiology HYPOTHESIS : MULTIDISCIPLINARY JOURNAL OF SOCIAL SCIENCES Pemberdayaan Masyarakat: Jurnal Aksi Sosial Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Jurnal Kesehatan Klinik: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Low Back Pain Pada Karyawan Di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jambi Ningsih, Hesty Febria; Aswin, Budi; Kasyani, Kasyani; Hidayati, Fajrina
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.23145

Abstract

Hasil observasi awal menunjukkan bahwa 80% atau 8 dari 10 karyawan yang bekerja dengan komputer mengalami keluhan Low Back Pain (LBP). Keluhan tersebut mencakup rasa nyeri di area punggung bawah, kekakuan, kram, hingga kesemutan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan LBP pada karyawan BPJS Kesehatan Cabang Jambi. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan jumlah populasi total adalah 48 orang. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner. Dari hasil analisis diperoleh bahwa terdapat hubungan signifikan antara usia (p0,001), masa kerja (p=0,001), indeks masa tubuh (p=0,027), beban kerja fisik (p=0,008), serta postur kerja (p=0,010) dengan keluhan LBP. Namun, variable jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan dengan keluhan tersebut (p=1,000).
Health Awareness And Youth Empowerment Program In The Digital Era Fitriyanti; Harahap, Huntari; Humaryanto, Humaryanto; Amalya Nasution, Riska; Nofrianda, Rion; Dwi Puspita, Puspa; Eka Putra, Nofrans; Maharini, Indri; Kalsum, Ummi; Aswin, Budi
Scientific Of Environmental Health and Diseases Vol. 5 No. 2 (2025): Scientific of Environmental Health And Diseases
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/e-sehad.v5i2.50935

Abstract

Background: The fast-paced digital era presents unique challenges to youth health, including gadget addiction, a lack of clean and healthy living behaviors (PHBS), and the risk of bullying. This community service aimed to enhance health awareness and empower children of Indonesian migrant workers (PMI), parents, and teachers at the PPWNI Klang, Selangor, Malaysia, to foster a healthy and smart generation in the digital age. Method: The research employed a community-based approach, involving initial coordination with the partner and using interactive lectures and direct practice for the training. The core activities included psychoeducation sessions on mitigating gadget addiction, PHBS, and bullying, alongside basic health checks. Evaluation and monitoring were conducted using pre- and post-training questionnaires and behavioral observation. The target participants included PMI children, parents, and teachers. Result: From 48 participants attended the basic health checks, which revealed an average cholesterol level of 205.85, a blood glucose average of 107.23, and a uric acid average of 7.05. The findings indicate a prevalence of hypercholesterolemia among the participants. Conclusion: The program is relevant to the research objectives and is expected to reduce bullying rates, increase PHBS awareness, and promote more controlled use of gadgets. This collaboration with PPWNI Klang demonstrates a commitment to forging a healthy, strong, and smart younger generation capable of navigating the digital era.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada pekerja bagian proses produksi Erika Vernanda Br Lbn Toruan; Budi Aswin; Kasyani Kasyani; Rd. Halim
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.2599

Abstract

Background: Occupational accidents remain a serious problem in the industrial sector, particularly in the rubber processing industry, which is characterized by high-risk production processes. Most accidents are caused by unsafe actions performed by workers. Purpose: To analyze the factors associated with unsafe actions among workers in the production process unit. Method: This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The research was conducted among production process workers at PT X Jambi in 2025. A total of 53 workers were selected using a quota sampling technique. Data were collected through questionnaires and observation, then analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. Results: This study found that approximately 39.6% of workers engaged in unsafe acts. This study found a significant relationship between knowledge (with a p-value of 0.000), the use of personal protective equipment (p-value of 0.002), and occupational safety and health (K3) supervision (p-value of 0.020) with these unsafe behaviors among workers. Furthermore, length of service (p-value of 1.000) and K3 training (p-value of 1.000) did not show a significant relationship with unsafe acts among workers in the production process. Conclusion: There is a relationship between knowledge, use of PPE, and supervision with unsafe actions among workers. Meanwhile, there is no relationship between work period and training.   Keywords: Occupational Accidents; Occupational Safety And Health; Unsafe Action.   Pendahuluan: Kecelakaan kerja masih menjadi masalah serius di sektor industri, terutama pada industri pengolahan karet yang berisiko tinggi. Mayoritas kecelakaan kerja terjadi tindakan tidak aman (unsafe action) yang dilakukan pekerja. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada pekerja bagian proses produksi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 53 pekerja yang dipilih lewat teknik quota sampling. Data diperoleh dari kuesioner dan pengamatan langsung, lalu diolah dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Menunjukkan bahwa sekitar 39.6% pekerja ternyata melakukan tindakan yang tidak aman. Penelitian ini menemukan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (dengan nilai p=0.000), pemakaian alat pelindung diri (p=0.002), serta pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 (p=0,020) dengan perilaku tidak aman tersebut pada pekerja. Selain itu, masa kerja (p=1.000) dan pelatihan K3 (p=1.000) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan tindakan tidak aman di kalangan pekerja bagian proses produksi. Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan, penggunaan apd, dan pengawasan dengan unsafe action pada pekerja. Sedangkan untuk masa kerja dan pelatihan tidak tidak terdapat memiliki hubungan.   Kata Kunci: Kecelakaan Kerja; Keselamatan dan Kesehatan Kerja; Tindakan Tidak Aman.
HUBUNGAN GAYA HIDUP DAN PSIKOLOGIS TERHADAP KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME PADA REMAJA Nurdini, Lia; Aswin, Budi; Hidayati, Fajrina; Nurdiani, Iin
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i3.711

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan gejala yang dirasakan oleh wanita 3-7 hari sebelum menstruasi. Apabila tidak diperhatikan akan berdampak pada produktivitas dan kesehatan wanita. Banyak faktor yang menyebabkan Premenstrual Syndrome (PMS) yaitu faktor hormonal, faktor kimia, faktor gaya hidup, faktor psikologi dan faktor genetik. Salah satu faktor terjadinya Premenstrual Syndrome (PMS) adalah faktor gaya hidup yang terdiri atas aktivitas fisik, pola tidur, pola makan, pemakaian obat- obatan dan lingkungan.Tujuan: untuk mengetahui hubungan gaya hidup dan psikologi terhadap kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) pada remaja di SMAN 1 Muaro Jambi Provinsi Jambi.Metode: penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Muaro Jambi dengan jumlah populasi 609 siswi remaja dengan sampel 156 yang diambil dengan teknik stratified random sampling. Waktu penelitian dilakukan dari bulan oktober 2020-april 2021.Hasil: siswi remaja yang mengalami PMS sebanyak 39,7%, yang tidak melakukan aktivitas fisik sebanyak 13,5%, remaja yang pola tidur tidak baik 23,1%, siswi remaja dengan pola makan tidak baik sebanyak 96,8%, dan siswi remaja yang mengalami stress 63,5 %. Hasil uji statistik yaitu tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian PMS dengan p-value 0,580 dan PR 1,741. Tidak terdapat hubungan antara pola tidur dengan PMS dengan p-value 0,276 dan PR 0,828. Tidak terdapat hubungan pola makan dengan kejadian PMS dengan p-value 1,000 dan PR 0,996. Terdapat hubungan antara stress dengan kejadian PMS dengan p- value 0,001 dan PR 1,595. Stress beresiko meningkatkan PMS 1,595 kali. Terdapat hubungan antara stress dengan kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) p-value 0,0001. Diharapkan siswi remaja mampu mengendalikana stress dan juga memperbaiki gaya hidup
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL DAN BEBAN KERJA MENTAL TERHADAP STRES KERJA PADA PEGAWAI Bagas Fernando; Willia Novita Eka Rini; Budi Aswin
HYPOTHESIS : Multidisciplinary Journal Of Social Sciences Vol 4 No 02 (2025): HYPOTHESIS : Multidisciplinary Journal Of Social Sciences
Publisher : Pusat Studi Ekonomi Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/hypothesis.v4i02.2419

Abstract

This study aimed to analyze the effect of social support and mental workload on work stress among employees at Muara Bungo II Public Health Center. This study used a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The population consisted of employees at Muara Bungo II Public Health Center, and data were collected using questionnaires measuring social support, mental workload, and work stress. Data analysis was conducted using univariate, bivariate, and ordinal logistic regression analysis. The results showed that social support had a significant effect on work stress among employees. Mental workload also significantly affected work stress levels. Simultaneously, social support and mental workload contributed to employees’ work stress. The study concludes that improving workplace social support and managing mental workload are important to reduce work stress among health workers.
Hubungan Faktor Individu dan Faktor Pekerjaan dengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrome pada Pekerja Produksi di PT Hok Tong Jambi Tahun 2025 RTS.Gita Putri Enindra; Herwansyah Herwansyah; Hendra Dhermawan Sitanggang; Budi Aswin
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1334

Abstract

Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah rasa sakit seperti nyeri, kebas dan kesemutan pada pergelangan tangan akibat pekerjaan yang dilakukan secara monoton. Potensi bahaya ergonomis pada aktivitas pekerjaan di PT Hok Tong Jambi dapat berisiko terjadinya Carpal Tunnel Syndrome. Tujuan umum penelitian ini yaitu mengetahui hubungan faktor individu dan pekerjaan dengan keluhan Carpal Tunnel Syndrome pada pekerja produksi di PT Hok Tong Jambi. Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden. Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukan proporsi pekerja yang mengalami keluhan Carpal Tunnel Syndrome sebanyak 34 pekerja (68%). Didapatkan bahwa faktor individu dan pekerjaan berhubungan dengan kejadian Carpal Tunnel Syndrome yaitu Usia (p-value 0,026), Masa Kerja (p-value <0,001), Gerakan Berulang (p-value <0,001) dan Postur Kerja (p-value <0,001). Kesimpulan: Faktor individu (Usia) dan faktor pekerjaan (Masa Kerja, Gerakan Berulang dan Postur Kerja) dapat meningkatkan risiko pekerja mengalami Carpal Tunnel Syndrome. Disarankan melakukan peregangan singkat setiap 60 menit bekerja, peregangan dilakukan agar mengurangi ketegangan pada pergelangan tangan dan menurunkan gejala Carpal Tunnel Syndrome.
Pengaruh Edusafety terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa Teknik Pengelasan tentang Hazard Communication di SMKN 3 Kota Jambi Alya Islami; Willia Novita Eka Rini; Budi Aswin
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1599

Abstract

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya jurusan Teknik Pengelasan, memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja. Kemungkinan terjadinya kecelakaan dalam praktik dapat meningkat karena kurangnya pemahaman tentang hazard communication. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Edusafety terhadap pengetahuan dan sikap siswa mengenai hazard communication di SMKN 3 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest pada 33 siswa. Intervensi Edusafety diberikan melalui media poster dan video edukasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon signed-rank karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 5,03 menjadi 9,27, sedangkan skor sikap meningkat dari 32,42 menjadi 47,24. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest pada pengetahuan dan sikap (p = 0,000; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa Edusafety efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa terhadap hazard communication sebagai bentuk kesiapan dalam memasuki dunia kerja.
Hubungan Penerapan Standar Keselamatan Kerja dan Kesadaran Pekerja dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pegawai SPBU Skala Besar Kota Jambi 2025 Ines Lidiana; Willia Novita Eka Rini; Budi Aswin; Asparian Asparian
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1604

Abstract

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) merupakan lingkungan kerja dengan tingkat risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja akibat paparan bahan bakar yang mudah terbakar, uap kimia berbahaya, serta aktivitas operasional yang berulang. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) menjadi salah satu upaya penting dalam mencegah kecelakaan kerja, namun kepatuhan pekerja dalam menggunakan APD masih belum optimal. Odds Ratio (OR) merupakan ukuran statistik yang digunakan untuk mengetahui besar peluang terjadinya suatu kejadian pada kelompok yang memiliki faktor risiko dibandingkan dengan kelompok yang tidak memiliki faktor risiko.Rendahnya penggunaan APD diduga dipengaruhi oleh kesadaran pekerja serta penerapan standar keselamatan kerja oleh manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penerapan standar keselamatan kerja dan kesadaran pekerja dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada pegawai SPBU skala besar di Kota Jambi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 156 pegawai SPBU skala besar di Kota Jambi yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat penerapan standar keselamatan kerja dan kesadaran keselamatan kerja pada kategori sedang. Penggunaan APD oleh pekerja masih belum optimal. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan standar keselamatan kerja dengan penggunaan APD (p < 0,05) serta terdapat hubungan signifikan antara kesadaran keselamatan kerja dengan penggunaan APD (p < 0,05).Kesimpulan penerapan standar keselamatan kerja dan kesadaran pekerja berhubungan secara signifikan dengan penggunaan APD pada pegawai SPBU skala besar di Kota Jambi. Peningkatan pengawasan, pelatihan K3, serta pembentukan budaya keselamatan kerja diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan APD.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Pekerja Operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Sarolangun, Jambi Nita. N. Simanjuntak; Budi Aswin; Andree Aulia Rahmat; Usi Lanita
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1605

Abstract

Stres kerja merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang dapat berdampak pada kondisi fisik, psikologis, serta produktivitas pekerja. Lingkungan kerja industri seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) memiliki karakteristik pekerjaan dengan tuntutan operasional tinggi, sistem kerja shift, beban kerja besar, dan risiko kelelahan kerja yang berpotensi meningkatkan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada pekerja operasional PLTU di Desa Semaran, Kecamatan Pauh, Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja operasional PLTU sebanyak 50 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk mengukur stres kerja, NIOSH Workload Questionnaire untuk beban kerja, KAUPK2 untuk kelelahan kerja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja mengalami stres kerja pada kategori sedang hingga tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja dengan stres kerja (p < 0,001) dan kelelahan kerja dengan stres kerja (p < 0,001). Sementara itu, beban kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan stres kerja (p = 0,513). Shift kerja dan kelelahan kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat stres kerja pada pekerja operasional PLTU, sedangkan beban kerja tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Pengelolaan sistem shift yang seimbang serta pengendalian kelelahan kerja menjadi aspek penting dalam upaya menurunkan risiko stres kerja pada pekerja
Faktor Risiko Burnout pada Pekerja Bagian Produksi di PT XYZ Tahun 2025 Aisy Riani Awanja; Willia Novita Eka Rini; Budi Aswin
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1618

Abstract

Latar Belakang: Burnout merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang banyak terjadi pada pekerja industri, terutama pada bagian produksi yang memiliki tuntutan kerja tinggi, pekerjaan monoton, serta jam kerja yang panjang. Kondisi ini dapat berdampak pada penurunan produktivitas, peningkatan kesalahan kerja, serta gangguan kesehatan fisik maupun psikologis. Observasi awal di PTXYZ  menunjukkan adanya keluhan kejenuhan dan kelelahan pada pekerja produksi yang mengarah pada risiko burnout. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian burnout pada pekerja bagian produksi di PT XYZ tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 55 responden dari total populasi 60 pekerja produksi yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner karakteristik responden, Maslach Burnout Inventory (MBI) untuk mengukur burnout, Occupational Stress Inventory–Revised (OSI-R) untuk mengukur stres kerja, serta pengukuran beban kerja fisik menggunakan persentase Cardiovascular Load (%CVL). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% responden mengalami burnout. Mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (90,9%), berusia >40 tahun (58,2%), dan memiliki masa kerja >5 tahun (78,2%). Sebagian besar responden mengalami stres kerja berat (81,8%) dan beban kerja tinggi (83,6%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia dengan burnout (p=0,038), stres kerja dengan burnout (p=0,002) dan beban kerja dengan burnout (p=0,001). Kesimpulan: Burnout banyak ditemukan pada pekerja bagian produksi di PT XYZ tahun 2025. Variabel usia, stres kerja dan beban kerja fisik merupakan faktor risiko utama yang berhubungan signifikan dengan kejadian burnout. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian stres kerja dan penyesuaian beban kerja untuk menurunkan risiko burnout pada pekerja.  
Co-Authors . Asparian, . Abdul Manab Adelia Fitri Adelina Fitri Ahmad Hidayat Aisy Riani Awanja Alda Deninta Regina Alya Islami Amalya Nasution, Riska Amanda, Tri Julia Amilda Putry Apryanti Andree Aulia Rahmat Anisa Raudatul Ulfa Anugrah, M Pandu Fatwa Aqhel Ilham Sapatullah Arnild Augina Mekarisce Arsa, Daniel Ashar Nuzulul Putra Atahya Nasyawa Islami ATTIYA ISTARINI Azhari, Muhammad Rifky Bagas Fernando Butar, Marta Butar Cindi Cinta Marito David Kusmawan David Kusmawan Dewi, Nur Juninda Dinda Oktafia Dwi Noerjoedianto Dwi Puspita, Puspa Eka Putra, Nofrans Elsa Putri Erika Vernanda Br Lbn Toruan Evy Wisudariani Fajrina Hidayati Fajrina Hidayati Fajrina Hidayati Fatmawati Fatmawati Felix Kasim Fitriyanti Ghina Salsabila Girsang, Tania Peniela Guspianto Guspianto Halim, Rd. Hani Al Filla Harahap, Huntari Hendra Dhermawan Sitanggang Herwansyah, Herwansyah Hubaybah, Hubaybah Humaryanto, Humaryanto Ihtiar Yuni Sasmita Iin Nurdiani Ines Lidiana Ismi Nurwaqiah Ibnu Kasyani Kasyani Kasyani, Kasyani La Ode Reskiaddin Lia Nurdin Lia Nurdini Lubis, Basyariah M Ichbat Fadli Azim M. Dody Izhar M. Ridwan Maharini, Indri Maretta, Rezi Maria Fransiska Choagolan Marius, Najmi Hasanah Marta Butar Butar Meisya Dwi Anggi Marta Anggi Muhammad Gusman Syahlun Abyan Muhammad Iqbal Muhammad Rifqi Muhammad Rifqi Azhary Muhammad Syukri Munairah, Munairah Mutiara Asrie Dravika Mutiara Salsabila Nadia Olimvia Nasution, Helmi Suryani Ningsih, Hesty Febria Nita. N. Simanjuntak Novita Eka Rini, Willia Nur Alisha Nurdiani, Iin Nurdini, Lia Oka Lesmana Oktafia, Dinda Prasetyo, Yodi Purwati, Yunita Puspita Sari Puspita Sari Puspita Sari Putri, Fitria Eka Putri, Nadindha Wulandari Rahmadani, Dwika Rahmadani, Naya Rd. Halim Rd. Halim Rini, Willia Novita Eka Rion Nofrianda Rizti, Mitha Pricilia Rosmala Asty Novita Putri Rosmala Asty Novita Putri RTS.Gita Putri Enindra Sadila, Andi Sahvira Hidayat Salsabila Salsabila Salsabilla Maulida Shafa Kimiko Siagian, Laurencus Butsi Silvania Silvania Silvia Mawarti Perdana Siti Suherni Syalfi Intan Riyani Tiara Zudiannisa Tina Yuli Fatmawati Toybah, Ratu Triana Defani Usi Lanita Vinna Rahayu Ningsih Vinna Rahayu Ningsih, Vinna Rahayu Vioni Kinaya Widya Anggraini Wilia Novita Eka Rini Willia Novita Eka Rini Yeni Marlina Yolanda Gustina Pane Zilzikridini Wijayanti