Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Sistem Sosial dan Ekologi pada Wisata Hutan Mangrove (Nanga Sira Island Mangrove Tracking) Desa Penyaring, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat Hikmahyanti Hikmahyanti; Haqqy Rerian Erlangga; Neri Kautsari; Nadratun Nikmah; Budi Uzaman; Alamsyah Alamsyah; Yusuf Yusuf
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 3: Desember (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i3.28224

Abstract

Desa Penyaring terletak di Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, memiliki kawasan mangrove yang dikembangkan menjadi ekowisata bahari berbasis masyarakat. Kawasan ini berperan dalam melindungi pantai dari abrasi, tempat hidup biota laut, dan penyerap karbon. Namun, masih ditemui keterbatasan dalam pemahaman masyarakat terhadap fungsi ekologis mangrove serta pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis Sistem Sosial-Ekologi (SES) pada kawasan wisata hutan mangrove Desa Penyaring. Metode penelitian mencakup pengumpulandata primer dan sekunder. Data primer meliputi pengamatan aspek ekologi dan sosial. Aspek ekologi dikumpulkan melalui observasi partisipatif serta pengukuran parameter kualitas air (suhu, pH, oksigen terlarut, salinitas) pada tiga stasiun pengamatan. Aspek sosial diperoleh melalui pengisian kuesioner oleh 80 responden dan wawancara dengan pemerintah desa serta pengelola wisata mangrove. Datasekunder diperoleh dari studi literatur (buku, laporan, artikel jurnal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekowisata mangrove Desa Penyaring berada pada kondisi ekologis yang stabil. Resource Systems (RS) yang meliputi kualitas air perairan sesuai baku mutu, dengan Stasiun II sebagai terbaik(DO 10,8 mg/L, kekeruhan 3,7 NTU). Resource Units (RU) juga optimal, terlihat dari kejernihan air, fauna khas, dan persepsi pengunjung yang tinggi terutama pada aspek keindahan vegetasi dan kenyamanan tracking. Actors mencakup wisatawan, masyarakat, dan pemerintah desa terlibat aktif dalam pemanfaatan dan pengelolaan kawasan wisata mangrove. Aspek Governance Systems dinilaiefektif dalam menjaga fasilitas dan stabilitas ekologi, namun edukasi lingkungan masih terbatas. Secara keseluruhan, integrasi RSRUAGS menunjukkan potensi keberlanjutan yang kuat, dengan prioritas peningkatan pada edukasi dan pengelolaan perilaku pengunjung.
Teknik Pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Usaha Pembenihan Bina Mandiri Sejahtera, Sumbawa Naufal Gumilang Ramadhan; Syamsul Bahri; Dwi Mardhia; Neri Kautsari; Yudi Ahdiansyah
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.22756

Abstract

Ikan Nila merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang banyak digemari di Sumbawa sehingga mendorong tingginya minat budidaya untuk memenuhi kebutuhan permintaan pasar. Usaha pembenihan ikan Nila merupakan ujung tombak keberhasilan usaha budidaya. Salah satu usaha pembenihan yang cukup berhasil di Sumbawa adalah usaha Bina Mandiri Sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pembenihan ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada usaha Bina Mandiri Sejahtera. Metode yang digunakan adalah observasi melalui kegiatan magang. Pelaksanaan magang selama 4 bulan dengan pengamatan pada 2 kolam. Hasil observasi menunjukkan bahwa teknik pembenihan ikan Nila di usaha Bina Mandiri Sejahtera menggunakan teknik alami dengan tahapan meliputi persiapan kolam, seleksi induk, pemijahan, pemeriksaan kualitas air, pemanenan dan pemasaran. Ikan Nila jantan dan betina yang sudah berumur 8 bulan, bobot 500 gram dan Panjang 30 cm sudah bisa dipilih untuk melakukan pemijahan. Perbandingan jantan dan betina ikan Nila yaitu 1 : 3 dengan jumlah indukan 32 induk. Hasil pengukuran kualitas air masih optimal untuk kegiatanpembenihan meliputi pH (6-8), suhu (26-30C) dan TDS (400-600 ppm).
Evaluasi Performa Pembenihan Ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus Lacepede, 1803) pada Usaha Mina Mandiri Sejahtera, Sumbawa Ananda Gempar Prayoga; Neri Kautsari; Dwi Mardhia; Yudi Ahdiansyah; Syamsul Bahri
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.36233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa pembenihan ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus) diUsaha Mina Mandiri Sejahtera, Sumbawa, yang merupakan pelaku awal budidaya koi berskala kecil diwilayah tersebut. Evaluasi dilakukan terhadap aspek teknik pembenihan meliputi persiapan kolam,seleksi induk, proses pemijahan, serta hasil benih yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalahsurvei melalui observasi langsung dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolampemijahan dibuat dari terpal dengan rangka kayu dan baja ringan, menyesuaikan kondisi ekonomi dangeografis setempat. Induk ikan dipilih berdasarkan ciri morfologis, bobot, dan panjang tubuh, denganbobot berkisar antara 381,50547,50 gram dan usia antara 23 tahun. Pemijahan dilakukan dengan rasioinduk betina dan jantan 1:3, dan fertilisasi terjadi 1011 jam setelah pencampuran induk. Jumlah teluryang dihasilkan bervariasi antara 5.638 hingga 20.000 butir, dengan daya tetas 3.68710.000 dan benihhidup yang berhasil dipasarkan berkisar 1.4634.732 ekor. Penggunaan kolam terpal terbukti efektifuntuk pembenihan ikan koi meskipun bukan metode umum yang digunakan pada budidaya koi skalabesar. Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa praktik pembenihan yang dilakukan cukup efisien danadaptif, meskipun masih memiliki keterbatasan terutama dalam aspek volume produksi. Evaluasi inidiharapkan menjadi acuan bagi pengembangan usaha pembenihan ikan hias di daerah tropis dengansumber daya terbatas.
Teknik Pembenihan dan Potensi Stok Benih Lele Mutiara (Clarias gariepenus) pada Usaha Pembenihan Mina Mandiri, Sumbawa Firman Thoha Rizqi; Yudi Ahdiansyah; Neri Kautsari; Syamsul Bahri; Dwi Mardhia
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 1: April (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i1.45573

Abstract

Ikan lele mutiara adalah salah satu jenis ikan air tawar yang dibudidayakan oleh beberapa pembudidaya di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Penelitian terkait evaluasi teknik pemijahan hingga jumlah populasi yang dihasilkan oleh setiap usaha pembenihan ikan lele mutiara belum banyak dilakukan. Penelitian tersebut sangat penting dilakukan untuk menilai keberhasilan serta faktor-faktor yang mempengaruhi ketersedian benih ikan lele khususnya lele mutiara. Tujuan penelitian ini ialah mengvaluasi teknik pemijahan dan potensi stok benih ikan lele pada usaha Mina Mandiri. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode survei. Variabel pengamatan pada penelitian ini ialah performance induk yang dipijahkan (bobot induk dan ciri morfologis induk) oleh usaha Mina Mandiri, teknik pemijahan (rasio jantan betina, waktu pemijahan dan metode pemijahan), jumlah telur yang dilepaskan oleh induk betina pada setiap pemijahan dan jumlah telur yang dibuahi. Pengamatan dilakukan pada bulan Desember 2024. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa induk yang digunakan adalah induk matang gonad yang dicirikan oleh bagian genital induk membesar baik pada jantan maupun betina, bobot induk berkisar antara 900-1500 gr, pemijahan mulai dilakukan pada pukul 15.40 WITA, jumlah telur yang dilepaskan oleh induk adalah 85.000-187.000, jumlah telur yang terbuahi dan menetas berkisar antara 80.000-167.000. hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ikan lele mutiara dapat dengan mudah dikembangbiakkan melalui pemijahan alami pada bulan Desember. Rasio jantan betina 1:2 atau 1:3 dengan bobot jantan dan betina berkisar antara 900-1500 gr berpotensi meghasilkan 180.00 hingga 167.000 stok benih ikan lele mutiara. Pemijahan ikan lele mutiara secara konvensional dapat diterapkan pada usaha pembenihan skala kecil dan menengah.
Persepsi Nelayan Terhadap Status Stok Dan Pemanfaatan Teripang Pasir (Holothuria scabra) Di Dusun Prajak, Desa Batu Bangka, Kecamatan Moyo Hilir, Sumbawa Hamza, Hamza; Kautsari, Neri; Mrdhia, Dwi; Erlangga, Haqqy Rerian; Bachri, Syamsul
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9020

Abstract

Teripang pasir (Holothuria scabra) merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan, obat tradisional, dan komoditas ekspor serta memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Peningkatan aktivitas penangkapan tanpa pengelolaan yang memadai berpotensi menyebabkan penurunan stok di alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi nelayan terhadap status stok dan pemanfaatan teripang pasir di Dusun Prajak, Desa Batu Bangka, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2025 hingga Februari 2026 menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 20 orang nelayan yang dipilih secara purposive dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% nelayan menyatakan terjadi penurunan stok teripang pasir yang ditandai dengan menurunnya hasil tangkapan, ukuran individu yang semakin kecil, serta semakin jauhnya lokasi penangkapan. Pemanfaatan teripang pasir 100 % dijual ke pengepul dalam bentuk teripang kering setelah melalui proses perebusan dan penjemuran selama 2- 3 hari dibawah matahari. Kondisi penurunan stok membutuhkan strategi pengelolaan berkelanjutan melalui pengaturan intensitas penangkapan, perlindungan habitat padang lamun, serta peningkatan kesadaran masyarakat guna menjaga kelestarian sumber daya teripang pasir di Dusun Prajak. Kata kunci: teripang pasir, persepsi nelayan, status stok, pemanfaatan
Tingkat Pemahaman Dan Persepsi Masyarkat Terhadap Konservasi Penyu Di Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa Khairunnisa, Khairunnisa; Mardhia, Dwi; Bachri, Syamsul; Ahdiansyah, Yudi; Kautsari, Neri
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9023

Abstract

Keberhasilan upaya konservasi sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman dan persepsi masyarakat sebagai aktor utama di wilayah pesisir. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan tingkat pemahaman dan persepsi masyarakat terhadap konservasi penyu di desa Emang Lestari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan metode likert dan dijelaskan secara deskriptif untuk mengukur tingkat pemahaman dan persepsi masyarakat terhadap konservasi penyu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap konservasi penyu tergolong tinggi dengan rerata skor sebesar 4,03, yang mencerminkan bahwa masyarakat telah mengetahui aspek perlindungan hukum, larangan eksploitasi, serta pentingnya kerja sama dalam upaya pelestarian. Selain itu, persepsi masyarakat juga berada pada kategori tinggi dengan rerata skor 4,00 yang menunjukkan sikap positif terhadap konservasi penyu, termasuk dukungan terhadap pelestarian, kesadaran akan manfaat ekonomi melalui ekowisata, serta pentingnya perlindungan penyu bagi generasi mendatang. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat desa Emang Lestari memiliki tingkat pemahaman dan persepsi yang baik terhadap konservasi penyu, sehingga berpotensi mendukung keberhasilan program konservasi berbasis masyarakat secara berkelanjutan. Kata kunci: Konservasi, Masyarakat pesisir, Pemahaman, Persepsi, Penyu
Penangkapan, Pengolahan, Dan Rantai Pemasaran Teripang (Stichopus herrmanni) Di Dusun Prajak, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa Apriansa, Risman; Kautsari, Neri; Mardhia, Dwi; Erlangga, Haqqy Rerian; Bachri, Syamsul
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas penangkapan, pengolahan pascapanen, dan rantai pemasaran teripang (Stichopus herrmanni) di Dusun Prajak, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2025 hingga Januari 2026 menggunakan metode survei dengan melibatkan 18 responden yang terdiri atas 17 nelayan dan 1 pengepul yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penangkapan teripang dilakukan secara tradisional melalui metode memungut langsung saat air surut, menggunakan snorkel, dan menyelam bebas (free diving), serta berlangsung secara musiman pada periode Juni hingga Oktober. Sebagian besar nelayan menjadikan penangkapan teripang sebagai sumber pendapatan tambahan. Pengolahan pascapanen dilakukan melalui tahapan eviscerasi, perebusan, penggaraman, dan pengeringan yang berfungsi meningkatkan daya simpan dan nilai ekonomi produk. Rantai pemasaran melibatkan nelayan, pengepul desa, pengepul kota, hingga pedagang besar di luar daerah. Meskipun pengolahan memberikan nilai tambah ekonomi, panjangnya rantai pemasaran dan keterbatasan akses pasar menyebabkan nilai farmer’s share yang diterima nelayan relatif rendah dan posisi tawar nelayan masih lemah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan nelayan, peningkatan kapasitas pengolahan, dan perluasan akses pasar langsung untuk meningkatkan efisiensi pemasaran serta kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.  Kata kunci: teripang, Stichopus herrmanni, penangkapan, pengolahan, rantai pemasaran
Commercial marine fish species from Weh Island, Indonesia: Checklist, distribution pattern and conservation status Ilham Zulfahmi; Mauriza Apriansyah; Agung Setia Batubara; Neri Kautsari; Kizar Ahmed Sumon; Mohammad Mahmudur Rahman; Firman M Nur
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 23 No. 4 (2022)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d230432

Abstract

Abstract. Zulfahmi I, Apriansyah M, Batubara AS, Kautsari N, Sumon KA, Rahman MM, Nur FM. 2022. Commercial marine fish species from Weh Island, Indonesia: Checklist, distribution pattern and conservation status. Biodiversitas 23: 1977-1989. In this study, we first report a systematic checklist of commercial marine fish species from Weh Island, Indonesia, including notes on their distribution pattern, conservation status, and commercial value. Fish sampling was conducted at three major fish markets in Weh Island, and these specifically were Cangkoan Fish Market, Kuta Timu Fish Market, and Balohan Fish Market. A total of 50 fish species belonging to 8 orders and 24 families were documented. Carangidae (12%, 6 species) was the predominant family, followed by the Scaridae (10%, 5 species) and other families (78%, 22 families, 39 species). Based on the IUCN red list, commercial marine fish species in Weh Island were dominated by the "Least Concern" category (78%, 39 species), followed by the "Not Evaluated" (14%, 7 species), the "Near Threatened" (4%, 2 species), and the "Data Deficient" (4%, 2 species). The market price of the fish ranged from 0.34 USD/kg to 6.19 USD/kg, with three fish families included in the high commercial value, namely the Clupeidae, Carcharhinidae, and Serranidae.
Differences in ichthyofauna composition among tropical seagrass habitats in the small semi-enclosed bay HUSAIN LATUCONSINA; ILHAM ZULFAHMI; HAMDANI DWI PRASETYO; AHMAD MUHTADI RANGKUTI; MUHAMMAD NUR; NERI KAUTSARI; ILHAM MARASABESSY
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 26 No. 2 (2025)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d260248

Abstract

Abstract. Latuconsina H, Zulfahmi I, Prasetyo HD, Rangkuti AM, Nur M, Kautsari N, Marasabessy I. 2025. Differences in ichthyofauna composition among tropical seagrass habitats in the small semi-enclosed bay. Biodiversitas 26: 992-1007. The seagrass ecosystem is an important habitat for ichthyofauna in coastal waters and small islands in tropical areas. The richness of ichthyofauna species in seagrass habitats is highly dependent on the physical characteristics of the habitat and the support of other nearby habitats. This research aims to compare the number of species, families and orders of ichthyofauna among different seagrass habitats in the waters of a semi-enclosed bay. The research stations were based on different seagrass habitats in Inner Ambon Bay (IAB), Maluku, Indonesia, single-vegetation seagrass meadows and mixed-vegetation seagrass meadows. We conducted fish sampling using beach seines at monthly intervals for one year. We collected a total of 10,772 fish specimens representing 123 species from 46 families and 22 orders. Of note, 69.1% were juveniles. Different species were present in different seagrass habitats, each with its own physical characteristics. Fish abundance, species richness, and similarity indices were higher in mixed-vegetation seagrass habitats than single vegetation habitats. Proximity between seagrass habitats supports high similarity in species, families and orders. Therefore, protecting different types of seagrass habitats is the right strategy for supporting the abundance and diversity of the ichthyofauna. In addition, the protection of habitats surrounding seagrass meadows, such as mangroves and coral reefs, which are ecologically linked through tidal migration of ichthyofauna, is also important to support the conservation of ichthyofauna to achieve sustainable fisheries use in IAB to support food security.
Co-Authors A Ardiansyah Abdillah, Didit Agum Rhismanda Agum Rhismanda Agung Setia Batubara Ahmad Muhtadi AHMAD MUHTADI RANGKUTI Akbar Sapilin Akbar Sapilin Akbar Sapilin Alamsyah Alamsyah Aldi, Davit Ananda Gempar Prayoga Angkasa, Muhammad Aries Zuhri Apriansa, Risman Ardiansyah Ardiansyah Ardiansyah Ariandi, Alamsyah Arif Sardi, Arif Bensianus L, Frederich Budi Uzaman Cahya Ningsih Mursida Chandra Okta Rasiardhi Dedi Syafikri Dedi Syafikri Dedy Syafikri Delvia Ramadhini4 Diahpebila, Tasya Ayu Didit Abdillah Didit Abdillah Djamar Tumpal F. Lumbanbatu Djonu, Asriati Dwi Mardhia Dwi Mardhia Dwi Mardhia Dwi Mardhia Dwi Mardhia, Dwi Mardhia Dwi Mardhia Dwi Putri Lestari Dwi Septianti Dwi Yuliandhani Elfa Dwi Utami Erlangga, Haqqy Rerian Etty Riani Fahmi Arif Budiman Fahmi Yahya Fahruddin, Muh Firman M Nur Firman Muhammad Nur Firman Thoha Rizqi Fitri Handayani Fitriani R Gierda Rizkita Gunawan Gunawan HAMDANI DWI PRASETYO Hamdani Dwi Prasetyo Hamza, Hamza Handayani, Fitry Haqqy Rerian Erlangga Haqqy Rerian Erlangga Hartono, Yadi Hayatuddin, Andi Hidayat, Petira Rimba Hikmahyanti Hikmahyanti Hikmahyanti Hikmahyanti Hikmahyanti, Hikmahyanti HUSAIN LATUCONSINA Husain Latuconsina Husnul Hatimah, Husnul Ieke Wulan Ayu ILHAM MARASABESSY ILHAM ZULFAHMI Ilham Syahputra Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Ilyas, Anita Prihatini Jondani, Diso Rahmat Juwita, Ela Kamaliah Kamaliah Khairunnisa Khairunnisa Kizar Ahmed Sumon Lalu Ilham Syaputra Lina Isnaini Lukman Hakim Lulu Nurmin Setiawati Putri lulufamily Marasabessy, Wardi Mardhia, Dwi Mardhia, Dwi Mardhia Marsela Mauriza Apriansyah Mohammad Mahmudur Rahman Mrdhia, Dwi MUHAMMAD NUR Muhammad Fajri Muhammad Nur m_solihin, m_solihin m_solihin Nadratun Nikmah Nadratun Nikmah Naufal Gumilang Ramadhan Nelly Waddah Niken Tunjung Murti Pratiwi Nikmah, Nadratun Nova Novitasari NURUL HIDAYAH Oklima, Ade Maryam Oky Habibul Umrah Petira Rimba Hidayat Prayoga, Ananda Gempar Teguh Qadar Hasani Rahmawati Rahmawati Ramadhan, Naufal Gumilang Rasyadi, Andy Ratna Sary Ratna Sary Reni Anggraini Rhismanda, Agum Rika Yulita Rikardus, Rikki Rizqi Ms, Firman Thoha RR. Ella Evrita Hestiandari Rudi Masniadi S Sudirman Samsul Bahri saputra, aan Sigid Hariyadi Sigid Hariyadi Siti Maulida Siti Nurwahidah Siti Nurwahidah Siti Nurwahidah, Siti Siti Rahma Siti Rahmah Solihin, M Sri Nurhidayati, Sri Suleman Supriandi Supriandi Syaifuddin Iskandar Syaifuddin Iskandar, Syaifuddin Syamsul Bachri Syamsul Bachri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri, Syamsul Bahri Syamsul Bahri Teguh Dwi Dharmawan Tezar Rafandi Ulfa, Mariya Utami, Sefti Uzaman, Budi Wahyu Mutia Rahma Wahyu Ramdhani Wiwik Handayani Yadi Hartono Yadi Hartono Yudi Ahdiansyah Yudi Ahdiansyah Yudi Ahdiansyah, Yudi Yudi Ahdiansyah, Yudi Ahdiansyah Yudi Ahdiansyah Yudi Ahdianysah Yuni Intan Lestari Yunita Safitri Yusrizal Akmal Yusuf Yusuf Yusuf Yusuf