Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Sistem Sosial dan Ekologi pada Wisata Hutan Mangrove (Nanga Sira Island Mangrove Tracking) Desa Penyaring, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat Hikmahyanti, Hikmahyanti; Erlangga, Haqqy Rerian; Kautsari, Neri; Nikmah, Nadratun; Yusuf, Yusuf; Uzaman, Budi; Ariandi, Alamsyah
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 3: Desember (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i3.50726

Abstract

Desa Penyaring terletak di Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, memiliki kawasan mangrove yang potensial untuk dikembangkan menjadi ekowisata bahari berbasis masyarakat. Kawasan ini berperan penting dalam melindungi pantai dari abrasi, sebagai tempat asuhan biota laut, dan penyerap karbon. Namun, masih ditemui keterbatasan dalam pemahaman masyarakat terhadap fungsi ekologis mangrove serta pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem sosial ekologi (SES) pada kawasan wisata hutan mangrove Desa Penyaring. Metode yang digunakan meliputi pengamatan langsung, observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi, serta pengukuran kualitas air berupa suhu, pH, dan salinitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan hutan mangrove Desa Penyaring memiliki suhu rata-rata 30C, nilai pH sebesar 7,8 yang masih sesuai dengan baku mutu air laut untuk wisata bahari. Dari aspek sosial, pengelolaan kawasan dilakukan oleh BUMDes dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dengan dukungan masyarakat dan pemerintah desa. Keberadaan wisata hutan mangrove mampu meningkatkan ekonomi masyarakat melalui kegiatan perdagangan, jasa wisata, serta menumbuhkan kesadaran terhadap konservasi lingkungan. Interaksi antara masyarakat dan ekosistem mangrove membentuk hubungan timbal balik yang saling menguatkan, menciptakan sistem sosial ekologi yang berkelanjutan di kawasan pesisir Sumbawa.Keywords: tourism, mangrove forest, social, ecology
Pengaruh Jenis Plankton yang Berbeda Terhadap Kelulushidupan dan Laju Pertumbuhan Larva Teripang Pasir (Holothuria Scabra) pada Fase Planktonik Yunita Safitri; Dwi Mardhia; Dedi Syafikri; Neri Kautsari
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 1 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sea cucumbers are phytoplankton and zooplankton (natural food) eating organisms. Availability or concentration of feed plays an important role in the growth and survival of larvae. Three types of plankton used in this study are diatom species, namely Nanocloropsys sp, Isochrysis sp and pavlopa sp which have high nutritional content and are commonly cultivated. This research was conducted to find the right and optimal type of feed in increasing the production of survival rate and growth rate of larvae of sea cucumbers (Holothuria scabra) so that the cultivation of sea cucumbers can succeed. This research was conducted in the village of Teluk Santong, Plampang District, Sumbawa Regency. The experimental design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) with 3 replications and 4 treatments placed at random. The results showed that the highest growth rate and survival rate of sea cucumber larvae was obtained from the treatment of Isochrysis sp. The value of the growth rate of sea cucumber larvae was 62.7 µm and the survival value was 93.33%, while the lowest growth and survival rate was in the control treatment with a growth rate value of 49.4 µm and a survival rate of 9.33%,
Penerapan Protokol Kesehatan dan Dampak Covid-19 Terhadap Harga Komoditas Perikanan dan Aktivitas Penangkapan Dwi Mardhia; Neri Kautsari; Lalu Ilham Syaputra; Wahyu Ramdhani; Chandra Okta Rasiardhi
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 1 No. 2 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The COVID-19 pandemic is a problem faced by almost all countries in the world including Indonesia which has implications for the fisheries sector. Fisheries sector players including vulnerable groups affected by COVID-19. This study aim is to analyze the application of health regulation that contain understanding and application of health regulations on fisheries and the impact of COVID-19 on commodity prices and fishing activities. The method used in this study is an online survey through a questionnaire using Google forms and in-depth interviews through the telephone network involving 45 respondents of fishermen. The survey results show that 93% of fishermen knew enough about the COVID-19 pandemic, 84% were quite worried, 7% were very worried and 9% had no effect. Most fishermen have implemented health protocol efforts including activities to wear masks, avoid shaking hands and washing hands with soap. Pandemic has an impact on the decline in fishery commodity prices by 10%. The impact of the pandemic on fishing activities is the delays in the delivery of commodity products, the decrease in the number of fishing, the decrease in the number of catches and demand for catches and the decrease in fishermen's income.
Analisis Kualitas Perairan untuk Budidaya Ikan Air Tawar di Bendungan Batu Bulan Yuni Intan Lestari; Dwi Mardhia; Dedi Syafikri; Neri Kautsari; Yudi Ahdiansyah
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 1 No. 4 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the water parameters that support fresh fish cultivation in the Batu Bulan dam, Maman Village, Moyo Hulu District. The study used a survey method at three observation locations, inlet, center, and outlet of the dam on water quality, including temperature, brightness, substrate, pH, dissolved oxygen (DO), turbidity, salinity, ammonia, Phosphate, and depth. The results showed that the inlet temperature ranges from 29,32oC, in the middle ranges from 29,91oC, and the outlet is 29.11oC. The average brightness at the inlet is 41.04 cm, the middle is 48.20 cm, and the outlet is 34.16 cm. The substrate at the inlet and in the middle is muddy while the outlet is sandy. The pH average in inlet is 6,33, in the middle is 6,58, and outlet 6,53.  Dissolved oxygen (DO) in the inlet range is 5.34 mg/l, in the middle is 5.51 mg/l, and in an outlet, it is 5.85 mg/l. Turbidity in the inlet range is 2,44 NTU, in the middle 2,67 NTU, and an outlet is 3,26 NTU. Salinity in all locations is 0 ppt. Ammonia in the inlet range is 1,01 mg/l, in the middle 0,69 mg/l and outlet is 1,1 mg/l. The average Phosphate at the inlet is one mg/l, in the middle and outlet is 0 mg/l. The status of the water eligibility for aquaculture is that the inlet and middle of the dam are suitable for cultivation, while those at the outlet are less feasible.
Analisis Sistem Sosial dan Ekologi pada Wisata Hutan Mangrove (Nanga Sira Island Mangrove Tracking) Desa Penyaring, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat Hikmahyanti, Hikmahyanti; Erlangga, Haqqy Rerian; Kautsari, Neri; Nikmah, Nadratun; Uzaman, Budi; Alamsyah, Alamsyah; Yusuf, Yusuf
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 3: Desember (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i3.28224

Abstract

Desa Penyaring terletak di Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, memiliki kawasan mangrove yang dikembangkan menjadi ekowisata bahari berbasis masyarakat. Kawasan ini berperan dalam melindungi pantai dari abrasi, tempat hidup biota laut, dan penyerap karbon. Namun, masih ditemui keterbatasan dalam pemahaman masyarakat terhadap fungsi ekologis mangrove serta pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis Sistem Sosial-Ekologi (SES) pada kawasan wisata hutan mangrove Desa Penyaring. Metode penelitian mencakup pengumpulandata primer dan sekunder. Data primer meliputi pengamatan aspek ekologi dan sosial. Aspek ekologi dikumpulkan melalui observasi partisipatif serta pengukuran parameter kualitas air (suhu, pH, oksigen terlarut, salinitas) pada tiga stasiun pengamatan. Aspek sosial diperoleh melalui pengisian kuesioner oleh 80 responden dan wawancara dengan pemerintah desa serta pengelola wisata mangrove. Datasekunder diperoleh dari studi literatur (buku, laporan, artikel jurnal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekowisata mangrove Desa Penyaring berada pada kondisi ekologis yang stabil. Resource Systems (RS) yang meliputi kualitas air perairan sesuai baku mutu, dengan Stasiun II sebagai terbaik(DO 10,8 mg/L, kekeruhan 3,7 NTU). Resource Units (RU) juga optimal, terlihat dari kejernihan air, fauna khas, dan persepsi pengunjung yang tinggi terutama pada aspek keindahan vegetasi dan kenyamanan tracking. Actors mencakup wisatawan, masyarakat, dan pemerintah desa terlibat aktif dalam pemanfaatan dan pengelolaan kawasan wisata mangrove. Aspek Governance Systems dinilaiefektif dalam menjaga fasilitas dan stabilitas ekologi, namun edukasi lingkungan masih terbatas. Secara keseluruhan, integrasi RSRUAGS menunjukkan potensi keberlanjutan yang kuat, dengan prioritas peningkatan pada edukasi dan pengelolaan perilaku pengunjung.
Teknik Pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Usaha Pembenihan Bina Mandiri Sejahtera, Sumbawa Ramadhan, Naufal Gumilang; Bahri, Syamsul; Mardhia, Dwi; Kautsari, Neri; Ahdiansyah, Yudi
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.22756

Abstract

Ikan Nila merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang banyak digemari di Sumbawa sehingga mendorong tingginya minat budidaya untuk memenuhi kebutuhan permintaan pasar. Usaha pembenihan ikan Nila merupakan ujung tombak keberhasilan usaha budidaya. Salah satu usaha pembenihan yang cukup berhasil di Sumbawa adalah usaha Bina Mandiri Sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pembenihan ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada usaha Bina Mandiri Sejahtera. Metode yang digunakan adalah observasi melalui kegiatan magang. Pelaksanaan magang selama 4 bulan dengan pengamatan pada 2 kolam. Hasil observasi menunjukkan bahwa teknik pembenihan ikan Nila di usaha Bina Mandiri Sejahtera menggunakan teknik alami dengan tahapan meliputi persiapan kolam, seleksi induk, pemijahan, pemeriksaan kualitas air, pemanenan dan pemasaran. Ikan Nila jantan dan betina yang sudah berumur 8 bulan, bobot 500 gram dan Panjang 30 cm sudah bisa dipilih untuk melakukan pemijahan. Perbandingan jantan dan betina ikan Nila yaitu 1 : 3 dengan jumlah indukan 32 induk. Hasil pengukuran kualitas air masih optimal untuk kegiatanpembenihan meliputi pH (6-8), suhu (26-30C) dan TDS (400-600 ppm).
Evaluasi Performa Pembenihan Ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus Lacepede, 1803) pada Usaha Mina Mandiri Sejahtera, Sumbawa Prayoga, Ananda Gempar; Kautsari, Neri; Mardhia, Dwi; Ahdiansyah, Yudi; Bahri, Syamsul
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.36233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa pembenihan ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus) diUsaha Mina Mandiri Sejahtera, Sumbawa, yang merupakan pelaku awal budidaya koi berskala kecil diwilayah tersebut. Evaluasi dilakukan terhadap aspek teknik pembenihan meliputi persiapan kolam,seleksi induk, proses pemijahan, serta hasil benih yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalahsurvei melalui observasi langsung dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolampemijahan dibuat dari terpal dengan rangka kayu dan baja ringan, menyesuaikan kondisi ekonomi dangeografis setempat. Induk ikan dipilih berdasarkan ciri morfologis, bobot, dan panjang tubuh, denganbobot berkisar antara 381,50547,50 gram dan usia antara 23 tahun. Pemijahan dilakukan dengan rasioinduk betina dan jantan 1:3, dan fertilisasi terjadi 1011 jam setelah pencampuran induk. Jumlah teluryang dihasilkan bervariasi antara 5.638 hingga 20.000 butir, dengan daya tetas 3.68710.000 dan benihhidup yang berhasil dipasarkan berkisar 1.4634.732 ekor. Penggunaan kolam terpal terbukti efektifuntuk pembenihan ikan koi meskipun bukan metode umum yang digunakan pada budidaya koi skalabesar. Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa praktik pembenihan yang dilakukan cukup efisien danadaptif, meskipun masih memiliki keterbatasan terutama dalam aspek volume produksi. Evaluasi inidiharapkan menjadi acuan bagi pengembangan usaha pembenihan ikan hias di daerah tropis dengansumber daya terbatas.
Teknik Pembenihan dan Potensi Stok Benih Lele Mutiara (Clarias gariepenus) pada Usaha Pembenihan Mina Mandiri, Sumbawa Rizqi, Firman Thoha; Ahdiansyah, Yudi; Kautsari, Neri; Bahri, Syamsul; Mardhia, Dwi
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 1: April (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i1.45573

Abstract

Ikan lele mutiara adalah salah satu jenis ikan air tawar yang dibudidayakan oleh beberapa pembudidaya di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Penelitian terkait evaluasi teknik pemijahan hingga jumlah populasi yang dihasilkan oleh setiap usaha pembenihan ikan lele mutiara belum banyak dilakukan. Penelitian tersebut sangat penting dilakukan untuk menilai keberhasilan serta faktor-faktor yang mempengaruhi ketersedian benih ikan lele khususnya lele mutiara. Tujuan penelitian ini ialah mengvaluasi teknik pemijahan dan potensi stok benih ikan lele pada usaha Mina Mandiri. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode survei. Variabel pengamatan pada penelitian ini ialah performance induk yang dipijahkan (bobot induk dan ciri morfologis induk) oleh usaha Mina Mandiri, teknik pemijahan (rasio jantan betina, waktu pemijahan dan metode pemijahan), jumlah telur yang dilepaskan oleh induk betina pada setiap pemijahan dan jumlah telur yang dibuahi. Pengamatan dilakukan pada bulan Desember 2024. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa induk yang digunakan adalah induk matang gonad yang dicirikan oleh bagian genital induk membesar baik pada jantan maupun betina, bobot induk berkisar antara 900-1500 gr, pemijahan mulai dilakukan pada pukul 15.40 WITA, jumlah telur yang dilepaskan oleh induk adalah 85.000-187.000, jumlah telur yang terbuahi dan menetas berkisar antara 80.000-167.000. hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ikan lele mutiara dapat dengan mudah dikembangbiakkan melalui pemijahan alami pada bulan Desember. Rasio jantan betina 1:2 atau 1:3 dengan bobot jantan dan betina berkisar antara 900-1500 gr berpotensi meghasilkan 180.00 hingga 167.000 stok benih ikan lele mutiara. Pemijahan ikan lele mutiara secara konvensional dapat diterapkan pada usaha pembenihan skala kecil dan menengah.
Co-Authors A Ardiansyah Abdillah, Didit Agum Rhismanda Ahmad Muhtadi Akbar Sapilin Akbar Sapilin Alamsyah - Aldi, Davit Angkasa, Muhammad Aries Zuhri Ardiansyah Ardiansyah Ardiansyah Ariandi, Alamsyah Arif Sardi, Arif Bensianus L, Frederich Chandra Okta Rasiardhi Dedi Syafikri Dedi Syafikri Dedy Syafikri Delvia Ramadhini4 Dharmawan, Teguh Dwi Diahpebila, Tasya Ayu Didit Abdillah Didit Abdillah Djamar Tumpal F. Lumbanbatu Djonu, Asriati Dwi Mardhia Dwi Mardhia Dwi Mardhia, Dwi Mardhia Dwi Mardhia Dwi Putri Lestari Dwi Septianti Dwi Yuliandhani Elfa Dwi Utami Erlangga, Haqqy Rerian Etty Riani Fahmi Arif Budiman Fahmi Yahya Fahruddin, Muh Firman Muhammad Nur Fitri Handayani Fitriani R Gierda Rizkita Gunawan Gunawan Hamdani Dwi Prasetyo Handayani, Fitry Hartono, Yadi Hayatuddin, Andi Hidayat, Petira Rimba Hikmahyanti, Hikmahyanti Husain Latuconsina Husnul Hatimah, Husnul Ieke Wulan Ayu Ilham Syahputra Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Ilyas, Anita Prihatini Jondani, Diso Rahmat Juwita, Ela Kamaliah Kamaliah Lalu Ilham Syaputra Lukman Hakim Marasabessy, Wardi Mardhia, Dwi Mardhia, Dwi Mardhia Marsela Muhammad Fajri Muhammad Nur m_solihin, m_solihin m_solihin Nelly Waddah Niken Tunjung Murti Pratiwi Nikmah, Nadratun Nova Novitasari NURUL HIDAYAH Oklima, Ade Maryam Petira Rimba Hidayat Prayoga, Ananda Gempar Prayoga, Ananda Gempar Teguh Qadar Hasani Rahmawati, Rahmawati Ramadhan, Naufal Gumilang Rasyadi, Andy Ratna Sary Ratna Sary Reni Anggraini Rhismanda, Agum Rikardus, Rikki Rizqi Ms, Firman Thoha Rizqi, Firman Thoha RR. Ella Evrita Hestiandari Rudi Masniadi S Sudirman Sapilin, Akbar saputra, aan Sigid Hariyadi Sigid Hariyadi Siti Maulida Siti Nurwahidah Siti Nurwahidah, Siti Siti Rahma Siti Rahmah Solihin, M Sri Nurhidayati, Sri Suleman Supriandi Supriandi, Supriandi Syaifuddin Iskandar Syaifuddin Iskandar, Syaifuddin Syamsul Bachri Syamsul Bachri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri, Syamsul Bahri Syamsul Bahri Tezar Rafandi Ulfa, Mariya Utami, Sefti Uzaman, Budi Wahyu Mutia Rahma Wahyu Ramdhani Wiwik Handayani Yudi Ahdiansyah Yudi Ahdiansyah, Yudi Yudi Ahdiansyah, Yudi Ahdiansyah Yudi Ahdiansyah Yudi Ahdianysah Yuni Intan Lestari Yunita Safitri Yusrizal Akmal Yusuf Yusuf