Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Protokol Kesehatan dan Dampak Covid-19 Terhadap Harga Komoditas Perikanan dan Aktivitas Penangkapan Dwi Mardhia; Neri Kautsari; Lalu Ilham Syaputra; Wahyu Ramdhani; Chandra Okta Rasiardhi
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 1 No. 2 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The COVID-19 pandemic is a problem faced by almost all countries in the world including Indonesia which has implications for the fisheries sector. Fisheries sector players including vulnerable groups affected by COVID-19. This study aim is to analyze the application of health regulation that contain understanding and application of health regulations on fisheries and the impact of COVID-19 on commodity prices and fishing activities. The method used in this study is an online survey through a questionnaire using Google forms and in-depth interviews through the telephone network involving 45 respondents of fishermen. The survey results show that 93% of fishermen knew enough about the COVID-19 pandemic, 84% were quite worried, 7% were very worried and 9% had no effect. Most fishermen have implemented health protocol efforts including activities to wear masks, avoid shaking hands and washing hands with soap. Pandemic has an impact on the decline in fishery commodity prices by 10%. The impact of the pandemic on fishing activities is the delays in the delivery of commodity products, the decrease in the number of fishing, the decrease in the number of catches and demand for catches and the decrease in fishermen's income.
Analisis Kualitas Perairan untuk Budidaya Ikan Air Tawar di Bendungan Batu Bulan Yuni Intan Lestari; Dwi Mardhia; Dedi Syafikri; Neri Kautsari; Yudi Ahdiansyah
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 1 No. 4 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the water parameters that support fresh fish cultivation in the Batu Bulan dam, Maman Village, Moyo Hulu District. The study used a survey method at three observation locations, inlet, center, and outlet of the dam on water quality, including temperature, brightness, substrate, pH, dissolved oxygen (DO), turbidity, salinity, ammonia, Phosphate, and depth. The results showed that the inlet temperature ranges from 29,32oC, in the middle ranges from 29,91oC, and the outlet is 29.11oC. The average brightness at the inlet is 41.04 cm, the middle is 48.20 cm, and the outlet is 34.16 cm. The substrate at the inlet and in the middle is muddy while the outlet is sandy. The pH average in inlet is 6,33, in the middle is 6,58, and outlet 6,53.  Dissolved oxygen (DO) in the inlet range is 5.34 mg/l, in the middle is 5.51 mg/l, and in an outlet, it is 5.85 mg/l. Turbidity in the inlet range is 2,44 NTU, in the middle 2,67 NTU, and an outlet is 3,26 NTU. Salinity in all locations is 0 ppt. Ammonia in the inlet range is 1,01 mg/l, in the middle 0,69 mg/l and outlet is 1,1 mg/l. The average Phosphate at the inlet is one mg/l, in the middle and outlet is 0 mg/l. The status of the water eligibility for aquaculture is that the inlet and middle of the dam are suitable for cultivation, while those at the outlet are less feasible.
PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN BIBIT Rhizophora sp. DI KAWASAN REHABILITASI MANGROVE PULAU KAUNG, KECAMATAN BUER, KABUPATEN SUMBAWA Lina Isnaini; Neri Kautsari; Syamsul Bahri; Yudi Ahdiansyah; Haqqy Rerian Erlangga
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v9i1.2351

Abstract

Ekosistem mangrove Indonesia telah mengalami penurunan signifikan akibat alih fungsi lahan, kehilangan sekitar 40% dalam tiga dekade terakhir, sehingga evaluasi rehabilitasi menjadi sangat penting untuk pemulihan pesisir yang efektif. Penelitian ini menganalisis pertumbuhan dan kelulushidupan bibit Rhizophora sp. yang direhabilitasi di Pulau Kaung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa, dari Desember 2025-Maret 2026. Sebanyak 600 bibit (20% dari 3.000 yang ditanam) diamati sebanyak tujuh kali menggunakan survei deskriptif-analitik dengan pengambilan sampel acak sederhana. Parameter yang diamati meliputi tinggi, jumlah daun, kondisi akar, tingkat kelulushidupan serta faktor lingkungan seperti suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, substrat, dan pasang surut. Hasil penelitian menunjukkan tinggi rata-rata bibit meningkat dari 75,73 cm menjadi 84,66 cm, dengan pertumbuhan mutlak sebesar 8,93 cm dan pertumbuhan harian tertinggi 0,15 cm/hari. Jumlah daun stabil pada 7 helai setelah mengalami penurunan awal akibat tekanan lingkungan. Tingkat kelulushidupan akhir mencapai 71,33%, melampaui standar nasional (?70%), yang mengindikasikan keberhasilan rehabilitasi. Kondisi lingkungan, yaitu suhu 27-29°C, salinitas 20-30 ppt, pH 7,07,6, oksigen terlarut 5,0-6,4 mg/L, substrat pasir berlumpur, dan pola pasang surut harian berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan mangrove. Temuan ini membuktikan bahwa kondisi ekosistem Pulau Kaung mendukung keberhasilan rehabilitasi Rhizophora sp. dan dapat dijadikan acuan perencanaan rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir serupa.
ASOSIASI MAKROINVERTEBRATA PADA RUMPUN Rhizophora sp. DI KAWASAN REHABILITASI MANGROVE PULAU KAUNG, KABUPATEN SUMBAWA Cahya Ningsih Mursida; Neri Kautsari; Syamsul Bahri; Dwi Mardhia; Yudi Ahdiansyah; Hikmahyanti Hikmahyanti
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v9i1.2367

Abstract

Ekosistem mangrove yang direhabilitasi memerlukan pemantauan fauna sebagai indikator keberhasilan pemulihan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makroinvertebrata yang berasosiasi pada Rhizophora sp., menganalisis indeks ekologi komunitas, serta menghasilkan data baseline ekologis di kawasan rehabilitasi mangrove Pulau Kaung, Kabupaten Sumbawa pada bulan Desember hingga Maret 2026. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode transek-kuadran (1×1 m) pada sembilan rumpun yang mewakili tiga zona ekologis, yaitu zona dekat tambak, zona transisi, dan zona dekat laut. Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, keseragaman Pielou, dominansi Simpson, dan kekayaan jenis Margalef. Hasil penelitian menemukan 11 jenis makroinvertebrata dari kelas Gastropoda, Bivalvia, dan Crustacea dengan total 3.946 individu. Nilai indeks keanekaragaman (H'=1,8665) menunjukkan kategori sedang, keseragaman tinggi (E=0,9180), dominansi rendah (C=0,1695), dan kekayaan jenis (R=1,5875.). Makroinvertebrata menunjukkan pola asosiasi struktural dan fungsional dengan Rhizophora sp. melalui pemanfaatan akar tunjang sebagai substrat dan serasah organik sebagai sumber energi. Temuan ini mengonfirmasi bahwa pemulihan komunitas fauna telah berlangsung positif pada tahap awal suksesi mangrove di Pulau Kaung, yang ditandai oleh kolonisasi cepat, nilai bioindikator yang mendukung kondisi perairan layak huni, serta respons positif komunitas terhadap gradien pasang surut dari zona tambak menuju zona laut. Data yang dihasilkan berfungsi sebagai baseline ekologis untuk pemantauan jangka panjang keberhasilan program rehabilitasi.
JENIS, KERAPATAN DAN PEMANFAATAN MANGROVE DI DESA PENYARING Oky Habibul Umrah; Dwi Mardhia; Yudi Ahdiansyah; Neri Kautsari; Syamsul Bahri
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v9i1.2369

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan komponen ekologis vital di wilayah pesisir tropis yang berperan dalam perlindungan pantai, penyimpanan karbon, dan penopang kehidupan masyarakat nelayan. Keberadaan mangrove di Desa Penyaring, Kabupaten Sumbawa menjadi penting untuk dikaji mengingat meningkatnya tekanan aktivitas manusia dan terbatasnya data ilmiah yang tersedia sebagai dasar pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis mangrove, tingkat kerapatan mangrove dan bentuk pemanfaatan mangrove. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2026 hingga Maret 2026 menggunakan pendekatan metode kualitatif dan kuantitatif. Analisis data dilakukan melalui analisis jenis mangrove berdasarkan jumlah, frekuensi, sebaran jenis dan kerapatan mangrove. Sedangkan analisis data untuk pemanfaatan mangrove oleh masyarakat dilakukan dengan teknik wawancara mendalam terhadap 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 3 jenis mangrove sejati di kawasan wisata mangrove Desa Penyaring, yaitu Rhizophora apiculata (Rhizoporaceae), Avicennia marina dan Sonneratia alba. Kerapatan tertinggi ditemukan pada jenis Avicennia marina yaitu sebesar 775 individu/Ha. diikuti Rhizophora apiculata dan Sonneratia alba masing-masing sebesar 367 individu/Ha. Rata-rata kerapatan total kawasan secara keseluruhan adalah 503 individu/Ha yang tergolong kategori jarang atau rusak berdasarkan KEPMENLH No. 201 Tahun 2004. Sebanyak 20 orang (100%) responden memanfaatkan mangrove sebagai lokasi mencari ikan, kerang, dan tempat usaha. Sebagian besar responden (90%) menyatakan kondisi mangrove semakin baik, namun penebangan liar oleh oknum tertentu masih menjadi ancaman utama kerusakan ekosistem. Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah berupa data dasar keanekaragaman jenis, kerapatan, dan pola pemanfaatan mangrove di kawasan pesisir Sumbawa yang dapat dijadikan acuan dalam penyusunan strategi pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
PENINGKATAN PEMAHAMAN NELAYAN DESA LABUHAN KURIS TERHADAP PERATURAN TANGKAP LESTARI KAKAP DAN KERAPU DI PERAIRAN TELUK SALEH Rika Yulita; Samsul Bahri; Neri Kautsari
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v8i1.1929

Abstract

Desa Labuhan Kuris merupakan wilayah pesisir di Kabupaten Sumbawa dengan sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Namun, tingkat pemahaman nelayan tentang peraturan tangkapan lestari khususnya untuk ikan kakap dan kerapu masih rendah. Hal ini berkontribusi pada kerusakan ekosistem laut dan menurunnya populasi ikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkat pemahaman nelayan terkait peraturan tangkapan lestari, dampak praktik penangkapan yang tidak ramah ingkungan, serta pentingnya zonasi konservasi untuk menjaga ekosistem laut. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi melalui wawancara, observasi serta ­pre-test, dan pos-test. Kegiatan ini dilakukan di Desa Labuhan kuris dari Juni hingga November 2024. Hasil menunjukkan bahwa sebelum kegiatan sosialisasi, pemahaman nelayan tentang peraturan tangkapan lestari masih rendah, dengan hanya 26% nelayan yang memahami dampak penangkapan ikan secara berlebihan. Setelah kegiatan sosialisasi, tingkat pemahaman nelayan meningkatkan signifikan, dengan 100% responden memahami penggunaan alat tangkap yang sesuai regulasi dan lebih dari 80% mengetahui ukuran tangkapan yang diperbolehkan menurut peraturan. Selain itu, nelayan juga lebih memahami pentingnya pengelolaan sumber daya perikana secara berkelanjutan demi kelangsungan usaha tangkap mereka. Program ini membuktikan bahwa sosialisasi berbasis kebutuhan nelayan efektif dalam meningkatkan pengetahuan mereka tentang praktik perikanan yang berkelanjutan. Keberlanjutan program ini memerlukan monitoring, evaluasi, dan kolaborasi dengan pihak terkait untuk memastikan penerapan praktik tangkapan di masa mendatang.
PELATIHAN DIVERSIFIKASI HASIL PERIKAKNAN BAGI ISTRI NELAYAN DI DESA LABUHAN KURIS Lulu Nurmin Setiawati Putri lulufamily; Dwi Mardhia; Syamsul Bahri; Neri Kautsari; Yudi Ahdiansyah
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v8i1.1930

Abstract

Ikan pelagis merupakan salah satu sumber daya perikanan potensial di desa Labuhan Kuris yang keberadaannya belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan harga jual ikan pelagis yang cukup rendah serta kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahannya menjadi produk bernilai ekonomi. Oleh karena itu pelatihan diversifikasi hasil perikanan bagi istri nelayan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan istri nelayan dalam diversifikasi ikan pelagis menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Melalui kegiatan pelatihan yang dilaksanakan, istri nelayan tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis dalam memproduksi hasil pengolahan perikanan, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis yang diterapkan dalam usaha mandiri. Pelatihan ini mencakup seluruh proses produksi, mulai dari persiapan alat, pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, pengemasan, hingga menjadi produk. Selain itu diberikan juga materi mengenai pemasaran produk, manajemen usaha, dan analisis pasar untuk memperkuat pemahaman istri nelayan. Pelatihan ini dilaksanakan di Desa Labuhan Kuris yang melibatkan 10 orang istri nelayan. Produk yang dihasilkan dari kegiatan pelatihan ini adalah berupa produk olahan nugget dan stik ikan.
PENANAMAN MANGROVE SEBAGAI BENTENG ALAMI UNTUK MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN KAWASAN PESISIR PULAU KAUNG DI KECAMATAN BUER KABUPATEN SUMBAWA Siti Nurwahidah; Yadi Hartono; Neri Kautsari; Nadratun Nikmah
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v8i1.1966

Abstract

Artikel ini memaparkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penanaman mangrove di kawasan pesisir Pulau Kaung Kecamatan Buer Kabupaten Sumbawa. Penanaman ini bertujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir, mengurangi dampak abrasi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui potensi ekonomi dari mangrove. Kegiatan dilaksanakan pada bulan mei 2025 kerjasama Universitas Samawa Sumbawa dengan PT. SMM (Solusi Masyarakat Mandiri) dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan pengabdian ini menanam bibit mangrove sebanyak 4.000 bibit diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat diantaranya yaitu perguruan tinggi swasta dan sekolah menengah atas yang ada di Kabupaten Sumbawa serta organisasi masyarakat pencinta lingkungan hidup yang ada di Kabupaten Sumbawa.
PENDIDIKAN KONSERVASI DAN PENANAMAN MANGROVE DALAM MENDUKUNG PERIKANAN BERKELANJUTAN DAN MITIGASI IKLIM DI TELUK SALEH Neri Kautsari; Dwi Mardhia; Yadi Hartono
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v9i1.2435

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan dan mitigasi perubahan iklim, namun mengalami tekanan akibat aktivitas manusia. Salah satu kawasan dengan potensi mangrove yang besar adalah Teluk Saleh di Pulau Sumbawa, yang menghadapi tantangan degradasi lingkungan dan sedimentasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk (1) merehabilitasi ekosistem mangrove secara partisipatif di Desa Teluk Santong, Kecamatan Plampang, serta (2) meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai pentingnya konservasi lingkungan pesisir. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui edukasi konservasi dan penanaman mangrove yang dilaksanakan pada Mei 2026. Edukasi diberikan kepada 70 siswa kelas 4–6 SDN Teluk Santong dengan metode interaktif, sedangkan kegiatan penanaman melibatkan 358 peserta dari berbagai unsur masyarakat.. Hasil kegiatan menunjukkan sebanyak 9.000 bibit mangrove jenis Rhizophora sp. berhasil ditanam pada dua titik lokasi, adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi konservasi ditandai dengan 67% pertanyaan yang diajukan dapat dijawab dengan benar, tingginya partisipasi masyarakat, serta keberhasilan pelaksanaan program. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam rehabilitasi ekosistem pesisir serta membangun kesadaran lingkungan sejak dini sebagai upaya mendukung perikanan berkelanjutan dan mitigasi perubahan iklim.
Rehabilitasi Mangrove untuk Mendukung Perikanan Berkelanjutan dan Mitigasi Iklim di Desa Labuhan Kuris Kabupaten Sumbawa Supriandi Supriandi; Neri Kautsari; Akbar Sapilin; Rahmawati Rahmawati; Ilham Syahputra; Agum Rhismanda; Tezar Rafandi; Teguh Dwi Dharmawan
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2024): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.10.1.112-124

Abstract

The mangrove ecosystems in Labuhan Kuris Village, Lape Subdistrict, Sumbawa Regency are degraded. The area of mangrove ecosystems is categorized as good; it has decreased, potentially impacting the decline in fisheries' productivity, global warming, and other effects. This community service activity aims to rehabilitate mangroves through education and mangrove planting. The stages of this activity include an initial survey of community knowledge (pre-test) regarding mangroves, education and discussion sessions (talk shows), mangrove planting, and monitoring and evaluation. Meanwhile, the target audience for this activity is adult community members. Interviews using questionnaires were conducted to assess the community's initial understanding of mangroves. An educational session on the roles of mangroves was conducted by providing materials and distributing stickers about the roles of mangroves, and sessions. An evaluation of understanding levels was performed through post-tests, while monitoring and evaluation were conducted using direct observation methods in the field. Post-test results showed that 88% of the target audience understand the function of mangroves, 96% stated that mangroves ' role is to protect fish and crabs, while only 60% answered that mangroves have roles in climate mitigation. The number of participants in the educational session was 50 people. The mangrove species planted was Rhizophora sp. On this occasion, 1000 mangrove seedlings were planted, and the number of community members involved in mangrove planting was 220. Monitoring and evaluation results indicated that some plants were damaged due to trampling by livestock. Thus, mitigation was done by fencing around the planting area. Overall, the community actively participated from the beginning to the end of the activities. This condition indicates that the community is highly concerned about mangrove management. However, community participation in mangrove management should be improved.
Co-Authors A Ardiansyah Abdillah, Didit Agum Rhismanda Agum Rhismanda Agung Setia Batubara Ahmad Muhtadi AHMAD MUHTADI RANGKUTI Akbar Sapilin Akbar Sapilin Akbar Sapilin Alamsyah Alamsyah Aldi, Davit Ananda Gempar Prayoga Angkasa, Muhammad Aries Zuhri Apriansa, Risman Ardiansyah Ardiansyah Ardiansyah Ariandi, Alamsyah Arif Sardi, Arif Bensianus L, Frederich Budi Uzaman Cahya Ningsih Mursida Chandra Okta Rasiardhi Dedi Syafikri Dedi Syafikri Dedy Syafikri Delvia Ramadhini4 Diahpebila, Tasya Ayu Didit Abdillah Didit Abdillah Djamar Tumpal F. Lumbanbatu Djonu, Asriati Dwi Mardhia Dwi Mardhia Dwi Mardhia Dwi Mardhia Dwi Mardhia, Dwi Mardhia Dwi Mardhia Dwi Putri Lestari Dwi Septianti Dwi Yuliandhani Elfa Dwi Utami Erlangga, Haqqy Rerian Etty Riani Fahmi Arif Budiman Fahmi Yahya Fahruddin, Muh Firman M Nur Firman Muhammad Nur Firman Thoha Rizqi Fitri Handayani Fitriani R Gierda Rizkita Gunawan Gunawan HAMDANI DWI PRASETYO Hamdani Dwi Prasetyo Hamza, Hamza Handayani, Fitry Haqqy Rerian Erlangga Haqqy Rerian Erlangga Hartono, Yadi Hayatuddin, Andi Hidayat, Petira Rimba Hikmahyanti Hikmahyanti Hikmahyanti Hikmahyanti Hikmahyanti, Hikmahyanti HUSAIN LATUCONSINA Husain Latuconsina Husnul Hatimah, Husnul Ieke Wulan Ayu ILHAM MARASABESSY ILHAM ZULFAHMI Ilham Syahputra Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Ilyas, Anita Prihatini Jondani, Diso Rahmat Juwita, Ela Kamaliah Kamaliah Khairunnisa Khairunnisa Kizar Ahmed Sumon Lalu Ilham Syaputra Lina Isnaini Lukman Hakim Lulu Nurmin Setiawati Putri lulufamily Marasabessy, Wardi Mardhia, Dwi Mardhia, Dwi Mardhia Marsela Mauriza Apriansyah Mohammad Mahmudur Rahman Mrdhia, Dwi MUHAMMAD NUR Muhammad Fajri Muhammad Nur m_solihin, m_solihin m_solihin Nadratun Nikmah Nadratun Nikmah Naufal Gumilang Ramadhan Nelly Waddah Niken Tunjung Murti Pratiwi Nikmah, Nadratun Nova Novitasari NURUL HIDAYAH Oklima, Ade Maryam Oky Habibul Umrah Petira Rimba Hidayat Prayoga, Ananda Gempar Teguh Qadar Hasani Rahmawati Rahmawati Ramadhan, Naufal Gumilang Rasyadi, Andy Ratna Sary Ratna Sary Reni Anggraini Rhismanda, Agum Rika Yulita Rikardus, Rikki Rizqi Ms, Firman Thoha RR. Ella Evrita Hestiandari Rudi Masniadi S Sudirman Samsul Bahri saputra, aan Sigid Hariyadi Sigid Hariyadi Siti Maulida Siti Nurwahidah Siti Nurwahidah Siti Nurwahidah, Siti Siti Rahma Siti Rahmah Solihin, M Sri Nurhidayati, Sri Suleman Supriandi Supriandi Syaifuddin Iskandar Syaifuddin Iskandar, Syaifuddin Syamsul Bachri Syamsul Bachri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri, Syamsul Bahri Syamsul Bahri Teguh Dwi Dharmawan Tezar Rafandi Ulfa, Mariya Utami, Sefti Uzaman, Budi Wahyu Mutia Rahma Wahyu Ramdhani Wiwik Handayani Yadi Hartono Yadi Hartono Yudi Ahdiansyah Yudi Ahdiansyah Yudi Ahdiansyah, Yudi Yudi Ahdiansyah, Yudi Ahdiansyah Yudi Ahdiansyah Yudi Ahdianysah Yuni Intan Lestari Yunita Safitri Yusrizal Akmal Yusuf Yusuf Yusuf Yusuf