Claim Missing Document
Check
Articles

LITERASI LAUT UNTUK ANAK-ANAK PESISIR PRAJAK SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK GENERASI YANG BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PEMANFAATAN LAUT Neri Kautsari; Agum Rhismanda; Didit Abdillah
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v5i1.921

Abstract

Kerusakan ekosistem laut dan penurunan sumberdaya perikanan di perairan Teluk Saleh telah menjadi permasalahan laut yang belum dapat diatasi oleh pemerintah. Kerusakan ekosistem terumbu karang dan mangrove terus mengalami peningkatan yang diakibatkan oleh destructive fishing, tata guna lahan yang tidak tepat, pembuangan sampah ke laut dan kegiatan lainnya. Hal ini diduga karena rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap literasi laut. Oleh karena itu untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap laut maka dibutuhkan pengetahuan literasi laut sejak usia sekolah dasar. Melalui literasi laut pada usia dini, diharapak sumbawa memiliki generasi yang melek laut sehingga dapat menekan kerusakan laut di pesisir Sumbawa. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan literasi laut pada anak-anak Sekolah Dasar (SD) di peisir Prajak. Kegiatan di lakukan di Dusun Prajak, Desa Batu Bangka Kecamatan Moyo Hilir, Sumbawa yang dilakukan mulai tanggal 24 hingga 26 Juni 2022. Peserta (khalayak sasaran) adalah 30 orang anak sekolah dasar (kelas 1 hingga kelas 4) yang tergabung dalam TPQ Ar-Rahman. Materi yang diberikan adalah fungsi tiga ekosistem (mangrove, lamun dan treumbu karang Metode pembelajaran dilakukan melalui ceramah, diskusi dan mengisi lembar pertanyaan dalam bentuk teka teki silang. Evalusi dilajukan melalui pengamatan jawaban-jawaban peserta pada saat tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan tingkat pemahaman peserta tentang fungsi ekosistem mangrove, lamun dan terumbu karang. Sebanyak 90% peserta aktif memberikan pendapat tentang fungsi ketiga ekosistem serta dampak-dampak jika terjadi kerusakan pada ketiga ekosistem tersebut. Untuk peningkatan literasi laut pada anak-anak pesisir, dibutuhkan program-program pendampingan yang berkelanjutan dalam bidang pendidikan laut baik melalui sekolah formal maupun sekolah non formal.
PENINGKATAN LITERASI LAUT ANAK-ANAK SEKOLAH DASAR TANJUNG BELE SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG PENGELOLAAN PERIKANAN BERKELANJUTAN Neri Kautsari; Petira Rimba Hidayat; Akbar Sapilin; Wahyu Mutia Rahma; Ratna Sary
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v6i1.1257

Abstract

Salah satu hambatan paling dalam pengelolaan perikanan dan konservasi lautadalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya, kerentanan, dankonektivitas antara laut dan manusia. Pendidikan laut pada usia sekolah belumbanyak diterapkan dalam sistem pembelajaran. Tujuan dari kegiatan pengabdiankepada masyarakat ini ialah untuk memberikan pemahaman literasi laut padasiswa Sekolah Dasar kelas 1-6 di Sekolah Satu Atap Tanjung Bele. Kegiatandilakukan pada bulan Agustus 2022 di Sekolah Satu Atap Tanjung Bele, DesaOlat Rawa, Kecamatan Moyo Hilir, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode partisipasi aktif dalam kegiatanpenyuluhan literasi laut. Khalayak sasarannya ialah anak-anak Sekolah DasarKelas 1 hingga 6 di Sekolah Satu Atap Tanjung Bele. Kegiatan dilakukan padabulan Juli hingga Agustus 2022. Tahapan kegiatan yaitu koordinasi dengan pihaksekolah dilanjutkan dengan evaluasi awal tingkat pemahaman awal siswa terkaitliterasi laut, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan ceramah (penyampaianmateri) literasi laut dan diakhiri dengan evaluasi akhir tingkat pemahaman siswa.Fokus materi yang diberikan yaitu terkait peranan ekosistem mangrove, lamundan terumbu karang serta dampak kerusakannya bagi manusia. Metodepengajaran dilakukan melalui games dan diskusi kelompok. Hasil observasimenunjukkan bahwa siswa berpartisipasi secara aktif selama kegiatan. Setiapkelompok mampu menjelaskan peranan ekosistem mangrove, lamun dan terumbukarang. Semua kelompok juga mampu memberikan contoh dampak kerusakanmangrove, lamun dan terumbu karang bagi manusia. Semua siswa terlibat aktifdalam aksi bersih-bersih pantai. Dibutuhkan pembelalajaran literasi laut secaraberkelanjutan di Tanjung Bele dalam mendukung pengelolaan perikananberkelanjutan.
Potensi dampak pemanasan global terhadap reproduksi crustacea: suatu tinjauan kepustakaan ringkas Neri Kautsari
Depik Vol 3, No 3 (2014): Desember 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.3.3.2148

Abstract

The aims of the present paper were to evaluate the potential impacts of climate change on reproduction of crustacea. Climate change has given an impact on water quality, especially temperature changes and pH reduction. The increase in temperature due to climate change was expected affect on reproductive of crustacea including the sex ratio atio, reproductive cycle, gametogenesis and increased enhancement effects of pesticides that can interfere with reproduction of Crustacea. This paper provides the impact of climate changes on the productive of crustacea the important aqauatic organism on the food chains.
Sandfish (Holuthuria scabra) Fisheries in Saleh Bay: Stock Status Based on Fishermen's Perception and Catches [Perikanan Teripang Pesisir (Holuthuria scabra) Teluk Saleh: Status Stok berdasarkan Persepsi Nelayan dan Hasil Tangkapan] Neri Kautsari; Etty Riani; Djamar TF Lumbanbatu; Sigid Hariyadi
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 11 No. 2 (2019): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v11i2.13432

Abstract

AbstractThe exploitation of sandfish (Holuthuria scabra) in Saleh Bay is so far not well managed. Consequently, over-fishing and species extinction of sea cucumbers emerge. Currently, information related to the supply of sandfish (H. scabra) is very limited. The purpose of this research was to investigate the stock status of sandfish (H. scabra) based on the fishermen's perception and fish capture information. This research was carried out in the Saleh Bay coast, Sumbawa District, West Nusa Tenggara. The method used was a semi-closed interviews with the scope of fishermen's demography, methods, efforts and catches, and fishermen's perception of the stock condition, conducted by a total of 39 respondents. The result of this research showed that sea cucumber fishermen consisted of male and female with a ratio of 46 : 54, age ranged between 26-59 years old, all were married; education level between unschooled to senior high school; fishermen were from Bajo tribe (37%), Bugis (25%), Samawa (5%) and Mandar (33%). Sea cucumbers were caught by hands for 5-6 weeks (1-4 hours per day), CPUE ranges between 2 to 25 kg (wet weight). The main reason for capturing sea cucumber was because of the ease of method (97%). 84% of the fishermen stated that sea cucumber stock in Saleh Bay declined. The research cocluded the fishermen on Saleh Bay assumed that sandfish (H. scabra) had decreased in stock.AbstrakEksploitasi teripang pasir (Holuthuria scabra) di perairan Teluk Saleh terus dilakukan tanpa adanya pengelolaan sehingga memacu terjadinya kelebihan tangkap dan bahkan bisa menyebabkan kepunahan spesies teripang pasir. Kurangnya ketersediaan informasi dan data terkait stok menyebabkan sulitnya pengelolaan teripang pasir (H. scabra) di perairan Teluk Saleh ke depannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui staus stok teripang pasir (H. scabra) berdasarkan persepsi nelayan dan gambaran hasil tangkapan. Lokasi penelitian yaitu di pesisir wilayah perairan Teluk Saleh, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan ialah wawancara semi tertutup dengan menggunakan kuesioner. Aspek yang dikaji dalam wawancara terdiri dari : 1) demografis nelayan; 2) metode, upaya dan hasil tangkap serta 3) persepsi nelayan terhadap kondisi stok. Responden dalam penelitian ini ialah nelayan penangkap teripang yang berada di pesisir Teluk Saleh. Jumlah responden adalah 39 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penangkap teripang pasir terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan rasio 46 : 54%, usia berkisar antara 26-59 tahun, nelayan berstatus telah menikah, tingkat pendidikan nelayan mulai dari tidak bersekolah hingga SMU, nelayan berasal dari suku Bajo (37%), Bugis (25%), Samawa (5%) dan Mandar (33%). Penangkapan teripang dilakukan menggunakan tangan, penangkapan dilakukan 5-6 minggu-1 (1–4 jam hari-1), CPUE ialah 2 hingga 25 kg (berat basah), alasan utama nelayan (97%) menangkap teripang pasir adalah kemudahan metode penangkapan, 84% nelayan menyatakan bahwa stok teripang pasir di Teluk Saleh mengalami penurunan. Kesimpulan dari penelitian ialah sebagian besar nelayan Teluk Saleh menganggap bahwa teripang pasir (H. scabra) telah mengalami penurunan stok.
Preliminary Study of Eels (Anguilla) in Sumbawa Island According to the Knowledge of Local Communities: Distributions, Pattern of Fishing, and Utilizations Neri Kautsari; Husain Latuconsina; Ilham Zulfahmi
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v15i1.34905

Abstract

Highlight Research The biodiversity, distribution and capture of eels on Sumbawa Island are traced through local community knowledge There are four types of eels in Sumbawa, namely marmorata, A. celebensis, A. interioris, A. bicolor Eels are found in rivers, dams, estuaries and rice fields Eel is not the main catch Eel fishing by the community is carried out because the hobby of fishing is not for livelihood In general, people do not know about eel conservation in Indonesia   Abstract Eels are an important fishery resource in Indonesia, but information regarding distribution, fishing patterns and utilization has not been well documented in order for it to assist in the management of eel fisheries. One of the areas in Indonesia that uses eels is the Sumbawa Island community. The local community knowledge approach is an important for fisheries management, because it is an inherent component of fishery resources. This is preliminary study of eels in Sumbawa Island. This study aimed to examine the distribution, pattern of fishing, and utilization of eels from knowledge of local communities. Data were taken through in-depth interviews with 166 respondents. The study was conducted from November to December 2021. Interviews were conducted to obtain information and knowledge from local communities about eels (locations where they were eels found, fishing gear used, time, season and, utilization of eel, and community knowledge regarding its protection status). The results showed that the eels are found in dams, rivers, and estuaries. Most eels were caught from November to December in rainy season. Most people catch eels out of a hobby. Fishing rods and stuns are the two main fishing tools used to catch eels. There are three types of eel utilization, namely (1) consumed, (2) distributed to family and neighbors, and (3) marketed. Respondents (83.64%) did not know about the limited protection for several species of eels.
Pendidikan Konservasi Laut Bagi Anak-anak Dalam Mendukung Konservasi Perairan di Pesisir Desa Labuhan Kuris Akbar Sapilin; Neri Kautsari; Syamsul Bahri; Yudi Ahdianysah; Syaifuddin Iskandar
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8675

Abstract

Peningkatan kerusakan ekosistem pesisir dan laut telah adalah permasalahan yang terjadi di pesisir Desa Labuhan Kuris. Beberapa upaya telah dilakukan dalam pengelolaan pesisir, namun rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan menyebabkan gagalnya program-program perlindungan lingkungan. Partisipasi warga dalam aksi konservasi laut tidak akan berhasil jika para pemangku kepentingan, termasuk warga, tidak memiliki cukup pengetahuan dan kemauan untuk mengambil tindakan. Tujuan dari kegiatan ini ialah untuk meningkatkan pemahaman konservasi laut pada usia anak-anak. Kegiatan dilakukan di dua Sekolah yaitu Sekolah Dasar Negeri (SDN) Labuhan Kuris dan SDN Labuhan Terata. Kedua SD tersebut terletak di Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Sasaran dari kegiatan ini ialah anak-anak kelas 4 hingga kelas 6. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi awal dengan pemerintah Desa dan Guru, survey tingkat pemahaman awal anak-anak terkait laut, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi tingkat pemahaman anak-anak pasca kegiatan. Evaluasi tingkat pemahaman anak-anak dilakukan dengan metode pre-test dan post-test, tanya jawab dan diskusi. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi. Total waktu pelaksanaan kegiatan adalah 6 bulan. Hasil kegiatan ini menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman tentang konservasi laut. Hal ini dibuktikan dari peningkatan nilai post-tes. Kedepannya, pemahaman konservasi laut diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan komprehensif
Biodiversity and Daily Distribution of Iktiofauna in Seagrass Habitats: Relation to Other Habitats in the coastal waters of Wamsisi Village, Buru Island – Maluku Latuconsina, Husain; Marasabessy, Wardi; Dwi Prasetyo, Hamdani; Kautsari, Neri
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 15 No. 2 (2022): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/agrikan.v15i2.1257

Abstract

This study aims to compare the biodiversity of ichthyofauna in seagrass meadows between the day and night periods. The study was conducted in July 2019 on seagrass habitats in the coastal waters of Wamsisi village, Buru Island, Maluku. Fish samples were collected using battom gill nets placed on seagrass meadows during the day and night periods. Data analysis includes species composition, community structure (dominance index, diversity, and uniformity), frequency of presence, and grouping similarity of fish species using the Bray-Curtis Index, which is displayed in the form of tables and dendrograms. The results obtained as many as 72 individuals, 34 species from 14 families, and 4 orders. The species composition and the highest frequency of presence were Naso hexacanthus (Acanthuridae) during the day, Caesio caerulaurea (Caesionidae), and Lutjanus gibbus (Lutjanidae) at night, diversity and equitability indexes were in the high category, whereas the dominance index was in a low category. Based on the life phase, the ichthyofauna was dominated by the pre-adult of 17 species (50,0%), adult of 12 species (35,3%), and yuwana phase of 5 species (14.7%). The similarity of species between the day and night periods is categorized as low in value, which means the presence of fish species is different between the day and night periods.
METODE PENANGKAPAN, JENIS DAN UKURAN LOBSTER YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN SUKA MULYA, LABANGKA, SUMBAWA Marsela; Kautsari, Neri; Ahdiansyah, Yudi; Mardhia, Dwi; Bachri, Syamsul; Latuconsina, Husain
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 3 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.3.293-304

Abstract

Perairan Desa Suka Mulya, Sumbawa adalah salah satu lokasi penangkapan lobster di Nusa Tenggara Barat. Saat ini, informasi terkait pola penangkapan, spesies dan ukuran lobster sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penangkapan, jenis dan ukuran lobster (Panulirus spp) yang ditangkap di perairan Desa Suka Mulya. Pola penangkapan ikan diperoleh dari hasil wawancara dengan nelayan. Sampel lobster diperoleh dari pedagang di Desa Suka Mulya. Pengamatan dilakukan terhadap jenis, panjang karapas dan bobot lobster, persentase lobster layak tangkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan di Suka Mulya melakukan penangkapan lobster menggunakan alat tangkap jaring. Penangkapan hanya dilakukan setelah kegiatan bertani. Terdapat empat jenis lobster yang ditangkap yaitu Panulirus versicolor, Panulirus penicillatus, Panulirus homarus dan Thenus orientalis. Komposisi hasil tangkapan tertinggi diperoleh pada jenis Panulirus penicillatus. Ukuran panjang dan bobot pada jenis Panulirus penicillatus, Panuliris versicolor, P. homarus dan Thenus orientalis berturut-turut adalah 5,53 hingga 14,99 cm, 8,93 hingga 11,51 cm, 6,20 hingga 13,21 cm dan 22 ,40 cm. Jenis P. homarus memiliki berat berkisar 100-884 gram. P. penicillatus memiliki berat berkisar 80 hingga 1437 gram dan jenis P. versicolor memiliki berat berkisar 250 hingga 610 gram. Sekitar 66-93% termasuk layak tangkap. Kata kunci: lobster, panulirus, tangkapan lestari
EVALUASI PENERIMA PERLINDUNGAN SOSIAL DI DESA LABUHAN SUMBAWA, KABUPATEN SUMBAWA Angkasa, Muhammad Aries Zuhri; Nurhidayati, Sri; Utami, Sefti; Ayu, Ieke Wulan; Kautsari, Neri
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v7i2.1833

Abstract

Kemiskinan (poverty) merupakan salah satu permasalahan sosial kompleks dan multidimensional bagi negara-negara berkembang. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi penerima bantuan sosial di Desa Labuhan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Penelitian dilaksanakan di Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat dari Bulan Oktober-November 2024, menggunakan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode penentuan responden dilakukan dengan purposive sampling, dan judment sampling dengan responden penelitian sebanyak 50 orang. Data dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwaterdapat tiga jenis bantuan sosial yang diterima responden yaitu PKH,BPNT, dan BLT. Jumlah keluarga miskin mengalami penurunan di beberapa wilayah dusun di Desa Labuhan Sumbawa. Penerima PKH belum merupakan RTSM, ditinjaudari variabel pekerjaan, dan pendapatan.
TRANSPLANTASI TERUMBU KARANG DI PERAIRAN GILI SEJANGAN DESA LABUHAN KURIS KABUPATEN SUMBAWA Fahruddin, Muh; Ilyas, Anita Prihatini; Aldi, Davit; Kautsari, Neri; Saputra, Aan; Rhismanda, Agum; Jondani, Diso Rahmat; Fajri, Muhammad; Rikardus, Rikki; Hakim, Lukman
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 7 No 1 (2024): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v7i1.6895

Abstract

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem yang unik dan khas di wilayah perairan tropis. Indonesia sendiri berada di wilayah segitiga terumbu karang dunia sehingga seluruh penjuru dunia menjadikan Indonesia sebagai pusat keanekaragaman hayati terumbu karang dunia. tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memulihkan terumbu karang yang telah rusak, melakukan perawatan, monitoring, dan evaluasi hasil transplantasi karang, membuat spot diving maupun snorkeling, melakukan edukasi kepada masyarakat, mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Samawa, mahasiswa Program Studi Ilmu Perikanan dan Konservasi Sumber Daya Alam Universitas Teknologi Sumbawa dan stakeholders lainnya tentang pentingnya ekosistem terumbu karang. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 2 hari, mulai tanggal 24-25 April 2024 di Gili (Pulau) Sejangan Desa Labuhan Kuris, Dusun Labuhan Terata, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Prosedur pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari dua tahapan yaitu penyampaian materi dan transplantasi karang. Hasil kegiatan pengabdian transplantasi terumbu karang menunjukkan antusias masyarakat, akademisi dan stakeholders dan tertarik melakukan rehabilitasi terumbu karang. Selain kegiatan sosialisasi dan transplantasi karang ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengelolaan fungsi kawasan terumbu karang dan dapat diterapkan secara aplikatif untuk memulihkan kondisi terumbu karang agar tetap terjaga sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Co-Authors A Ardiansyah Abdillah, Didit Agum Rhismanda Ahmad Muhtadi Akbar Sapilin Akbar Sapilin Aldi, Davit Angkasa, Muhammad Aries Zuhri Ardiansyah Ardiansyah Ardiansyah Ariandi, Alamsyah Arif Sardi Bensianus L, Frederich Dedi Syafikri Dedi Syafikri Dedy Syafikri Delvia Ramadhini4 Dharmawan, Teguh Dwi Diahpebila, Tasya Ayu Didit Abdillah Didit Abdillah Djamar Tumpal F. Lumbanbatu Djonu, Asriati Dwi Mardhia Dwi Mardhia Dwi Mardhia, Dwi Mardhia Dwi Mardhia Dwi Putri Lestari Dwi Septianti Dwi Yuliandhani Elfa Dwi Utami Erlangga, Haqqy Rerian Etty Riani Fahmi Arif Budiman Fahmi Yahya Fahruddin, Muh Firman Muhammad Nur Fitri Handayani Fitriani R Gierda Rizkita Gunawan Gunawan Hamdani Dwi Prasetyo Handayani, Fitry Hartono, Yadi Hayatuddin, Andi Hidayat, Petira Rimba Hikmahyanti, Hikmahyanti Husain Latuconsina Husnul Hatimah, Husnul Ieke Wulan Ayu Ilham Syahputra Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Ilyas, Anita Prihatini Jondani, Diso Rahmat Juwita, Ela Kamaliah Kamaliah Lukman Hakim lulufamily, Lulu Nurmin Setiawati Putri Marasabessy, Wardi Mardhia, Dwi Mardhia, Dwi Mardhia Marsela Muhammad Fajri Muhammad Nur m_solihin, m_solihin m_solihin Nelly Waddah Niken Tunjung Murti Pratiwi Nikmah, Nadratun Nova Novitasari NURUL HIDAYAH Oklima, Ade Maryam Petira Rimba Hidayat Prayoga, Ananda Gempar Teguh Qadar Hasani Rahmawati, Rahmawati Ramadhan, Naufal Gumilang Rasyadi, Andy Ratna Sary Ratna Sary Reni Anggraini Rhismanda, Agum Rikardus, Rikki Rizqi Ms, Firman Thoha RR. Ella Evrita Hestiandari Rudi Masniadi S Sudirman Samsul Bahri Sapilin, Akbar saputra, aan Sigid Hariyadi Sigid Hariyadi Siti Maulida Siti Nurwahidah Siti Nurwahidah, Siti Siti Rahma Siti Rahmah Solihin, M Sri Nurhidayati, Sri Suleman Supriandi Supriandi, Supriandi Syaifuddin Iskandar Syaifuddin Iskandar, Syaifuddin Syamsul Bachri Syamsul Bachri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri, Syamsul Bahri Syamsul Bahri Tezar Rafandi Ulfa, Mariya Utami, Sefti Uzaman, Budi Wahyu Mutia Rahma Wiwik Handayani Yudi Ahdiansyah Yudi Ahdiansyah, Yudi Yudi Ahdiansyah, Yudi Ahdiansyah Yudi Ahdiansyah Yudi Ahdianysah Yulita, Rika Yusrizal Akmal Yusuf Yusuf