Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI POLA MAKAN, INDEKS MASSA TUBUH, DAN AKTIVITAS FISIK MAHASISWA PROGRAM MATAKULIAH PENDIDIKAN JASMANI DAN KEBUGARAN Bayu Budi Prakoso; Suroto Suroto; Arif Bulqini; Benny Widya Priadana
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 10 No. 1 (2021): June: Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v10i1.2092

Abstract

Kondisi kesehatan dewasa ini sering dihubungkan dengan pola makan, indeks massa tubuh (IMT), dan aktivitas fisik. Kondisi ketiga variabel tersebut diharapkan dapat menjadi tolok ukur pola hidup sehat yang sedang dijalani oleh seseorang. Sebagai matakuliah pengembangan kepribadian, matakuliah pendidikan jasmani dan kebugaran memiliki beberapa misi yang salah satunya adalah memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam menerapkan pola hidup sehat. Untuk itu, tujuan artikel ini adalah sebagai langkah awal mengetahui kondisi pola makan, IMT, dan aktivitas fisik sebagai need-assessment dalam merumuskan treatment dalam proses perkuliahan. Metode penelitian yang digunakan adalah cross-sectional study memanfaatkan survei online menggunakan google form yang terbimbing saat pelaksanaan perkuliahan. Sebanyak 254 (51 laki-laki dan 203 perempuan) dari 267 responden layak digunakan dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan deskriptif statistik dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan gizi mahasiswa cenderung cukup dan frekuensi makan mahasiswa wajar, komposisi tubuh mahasiswa berdasarkan IMT mayoritas ideal, aktivitas fisik mahasiswa belum cukup ditinjau dari frekuensi dan waktu, instensitas aktivitas fisik tergolong cukup. Untuk itu, treatment dalam proses perkuliahan direkomendasikan untuk memacu aktivitas fisik mahasiswa agar memenuhi rekomendasi WHO atau hasil-hasil penelitian yang relevan.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) terhadap Hasil Belajar Dribble Bola Basket Rahman, Ali; Juniarisca, Dwi Lorry; Kartiko, Dwi Cahyo; Prakoso, Bayu Budi
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1469

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui upaya dan seberapa besar pengaruh yang diperoleh siswa dari hasil belajar dribble bola basket dengan model pembelajaran kooperatif tipe team games tournament (TGT). Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan eksperimen murni, desain penelitian randomized control group pretest-pottest. Instrumen penelitian adalah tes pengetahuan dan keterampilan. Penentuan sampel menggunakan cluster random sampling mengambil 2 kelas yaitu kelas VIII-D sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-E sebagai kelas kontrol. Dari hasil uji nonparametrik pada uji wilcoxon kedua kelompok sama-sama mengalami peningkatan. Dari hasil uji mann-whitney terdapat perbedaan hasil belajar tes pengetahuan dan keterampilan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada hasil uji N-gain dapat dilihat peningkatan pada kelas eksperimen baik tes pengetahuan atau keterampilan adalah 17.56% dan 17.48%. Sedangkan pada kelas kontrol peningkatan yang didapat pada tes pengetahuan diperoleh 7.52% dan keterampilan 5.95%. Disimpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe team games tournament (TGT) terhadap hasil belajar dribble bola basket.
Assessment of the Potential of Elementary School Students in Terms of Physical Fitness Suroto, Suroto; Yustanti, Wiyli; Prakoso, Bayu Budi; Priadana, Benny Widya; Febriyanti, Irma
Mimbar Sekolah Dasar Vol 11, No 2 (2024): On Progress
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53400/mimbar-sd.v11i2.71731

Abstract

Primary education is an essential foundation for developing all the potential possessed by students, including physical fitness. The persistent inadequacy in children's physical fitness levels raises critical concerns regarding their overall health and well-being, necessitating urgent attention and intervention. This study aimed to assess the physical fitness of elementary school students, evaluate the effectiveness of the Indonesian Physical Fitness Test in measuring their physical fitness, and give policy recommendations. The quantitative descriptive method was used in this study due to its ability to provide numerical data analysis, facilitate systematic measurement, and allow comparative analysis and generalization. Incidental sampling was used to select 120 primary school learners in the Sidoarjo district. Two sets of fitness tests were administered based on child development phases: the Around the World Test for Phase B and a 600m running test for Phase C. Crosstabs analysis on SPSS revealed that male and female learners exhibited similar physical fitness levels, mainly within moderate and healthy categories. Differences were observed based on the phase or grade level (chi-squared=43.843, p=0.000), with Phase B learners generally having moderate to good fitness, while Phase C learners demonstrated lower and middle levels. Overall, there was a decline in fitness with higher grade levels, emphasizing the necessity to rejuvenate physical education for enhanced fitness. Instilling the importance of maintaining and enhancing physical fitness from a young age is crucial, and both teachers and students can actively contribute by enhancing their comprehension of physical literacy through training or by integrating it into the physical education curriculum.
Factors influencing assessment in higher education: Empirical evidence from physical education and fitness compulsory courses in Indonesia Kristiyandaru, Advendi; Prakoso, Bayu Budi; Fithroni, Hijrin; Primanata, Dani; Hartati, Sasminta Christina Yuli; Kartiko, Dwi Cahyo
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol. 42 No. 3 (2023): Cakrawala Pendidikan (October 2023)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v42i3.60151

Abstract

The present study delves into the multifarious factors that underpin students' learning assessment in higher education. Through the utilisation of an exploratory sequential mixed methods design, the researchers scrutinise the evaluation of 5,564 students by 23 lecturers, taking into consideration 9 characteristics. To that end, ANOVA and T-test are employed to analyse the mandatory course, and three lecturers who embody distinct criteria are interviewed, and their responses are subjected to a thematic analysis. The results indicate that assessment results are significantly different based on lecturers' working experience (teaching experience [F= 20.1, p= 0.000] and age [F= 48.6, p= 0.000]), academic background (department [F= 33.8, p= 0.000] and skills [F= 30.17, p= 0.000]), and teaching load (credit unit (credit unit) [F= 48.7, p= 0.000], number of classes taught [F= 61.4, p= 0.000] and teaching partners [F= 79.3, p=0.000]). Meanwhile, there is no difference in assessment results based on lecturers' qualifications (certificates [t= -0.587, p= 0.557] and latest degree [F= 2.56, p= 0.074]). The qualitative data reveals that four crucial factors - idealism, mindset, grading standard, and perspective - account for the variance observed in compulsory courses. The study's results underscore the need for universities to devise pedagogical strategies based on lecturers' attributes, as these factors bear a direct impact on the attainment of the desired graduate profiles as reflected in students' academic performance in specific courses. 
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Team Game Tournament terhadap Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran PJOK Materi Bolavoli Kelas X SMK Arifin, Ahmad Zainul; Kristiyandaru, Advendi; Indahwati, Nanik; Prakoso, Bayu Budi
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1709

Abstract

Motivasi berperan penting dalam pembelajaran, namun dalam kenyataannya, motivasi siswa dalam pembelajaran sangat kurang, hal ini disebabkan kurangnya variasi belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh peningkatan motivasi belajar siswa dan seberapa besar pengaruh peningkatan motivasi belajar dalam pembelajran PJOK pada siswa kelas X SMK PGRI 13 Kota Surabaya, melalui penerapan model pembelajaran Kooperatif Team Game Tournamnen. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen murni (True Experimental Design) dan desain penelitian Randomized Control Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini menggunakan sampel siswa kelas X BD 1 sebagai kelompok kontrol dan kelompok kelas X BD 2 sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah 35 siswa untuk masing-masing kelas .Hasil yang didapatkan menunjukkan terdapat penignkatan yang signifikan dari hasil pretest ke posttest kelompok eksperimen menghasilkan peningkatan sebesar 14,253%. Maka dapat disimpulkan, model pembelajaran kooperatif tipe TGT efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X SMK PGRI 13 Kota Surabaya.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PJOK MATERI AKTIVITAS GERAK BERIRAMA MELALUI PENERAPAN PROJECT BASES LEARNING (PJBL) Aulia Lita Pradina; Latifah, Nuraida Mahmudatul; Prianggi, Yusuf Nanang; Prakoso, Bayu Budi; Purasara, Agung
Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olahraga (KEJAORA) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olah Raga)
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/kejaora.v9i1.3731

Abstract

Pembelajaran mampu mengembangkan pola pikir peserta didik dalam menggali potensi dirinya, serta meningkatkan kualitas diri peserta didik. Pendidikan menghasilkan beberapa aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang dihasilkan dari proses pembelajaran. Perubahan setiap peserta didik akan mendapatkan pengalaman baru sebagai peningkatan wawasan dan kemampuannya. Oleh karena itu penilitian ini memiliki tujuan dapat menghasilkan peningkatan belajar pada peserta didik dalam pembelajaran PJOK melalui materi aktivitas gerak berirama pada penerapan PjBL. Menggunakan sampel sebanyak 35 peserta didik kelas VIII pada penelitian dengan model tindakan kelas. Hasil dari penelitian ini didapatkan pada siklus 1 sejumlah 11 peserta didik mendapatkan kriteria tuntas pada materi serangkaian gerak Langkah kaki pada aktivitas gerak berirama, pada siklus 2 sejumlah 11 peserta didik mendapatkan kriteria tuntas pada materi variasi dan kombinasi gerak Langkah kaki dan ayunan lengan, dan pada siklus 3 mengalami peningkatan yang signifikan sejumlah 29 peserta didik tuntas indicator skor 3, dan 14 peserta didik tuntas indicator skor 4 pada kombinasi dan variasi gerak Langkah kaki dan ayunan lengan menggunakan musik pada serangkaian aktivitas gerak berirama. Dari penelitian ini dapat dsimpulkan bahwa penggunaan metode PjBL dapat meningkatkan hasil belajar aktivitas gerak berirama pada peserta didik.
Upaya Meningkatkan Motivasi Hasil Belajar Siswa Forehand Lob Dan Backhand Lob Melalui Modifikasi Permainan Bulutangkis Di Kelas VIII G SMPN 1 Singojuruh Utama, Rheynov Alfian; Cipto Nugroho, Rico Armansyah; Prakoso, Bayu Budi; Azkian, Fahmi
Jurnal Porkes Vol 7 No 2 (2024): PORKES
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/porkes.v7i2.26061

Abstract

This study aims to examine learning activities using game modifications that can increase motivation for learning outcomes in forehand lob and backhand lob material in badminton games. This research method is a type of class action research with the Kemmis and Mc. Taggart model and has 4 phases including planning, taking action, observing and reflecting. The research subjects were 36 students. The data collection instrument is a skill test. All data is quantitative and analyzed descriptively with the % formula. The results of research on learning activities forehand lob cycle I the number of students who completed 12 students (33%), while students who did not complete 24 students (67%). In cycle II, there was a significant increase in the number of students who completed 22 students (61%), while 14 students (39%) were not complete. In the learning activities of the backhand lob cycle I, the number of students who completed 8 students (22%), while 28 students (78%) were not complete. In cycle II, there was a significant increase, namely the number of students who were complete 19 students (53%), while 17 students (47%) were not complete. In conclusion, learning badminton game modifications for two cycles worked well and improved student skills.
Pengaruh media audiovisual dan alat bantu terhadap hasil belajar renang gaya bebas Riadi, Tiffany Jasmine; Prakoso, Bayu Budi
Bima Loka: Journal of Physical Education Vol 5 No 1 (2024): November
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bimaloka.v5i1.38367

Abstract

Renang merupakan salah satu materi dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar pengetahuan melalui media audiovisual dan keterampilan renang gaya bebas melalui media alat bantu swimboard dan pullbuoy di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Gedangan Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, weak-experimental dan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian dipilih menggunakan cluster random sampling dengan jumlah 33 siswa. Hasil belajar pengetahuan diukur menggunakan tes tulis berupa pilihan ganda dan keterampilan diukur menggunakan tes renang gaya bebas 25m yang dinilai oleh 3 observer berlisensi renang. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya terdapat pengaruh media audiovisual dan alat bantu terhadap hasil belajar renang gaya bebas pada aspek pengetahuan (t= 10.095, p= 0.000<0.05) dan keterampilan (t= 7.743, p= 0.000<0.05). Hasil belajar pada aspek pengetahuan mengalami peningkatan sebesar 52.82% dan pada aspek keterampilan sebesar 32.57%. Maka dapat disimpulkan bahwa media audiovisual dan alat bantu renang mempengaruhi hasil belajar renang gaya bebas dengan besar pengaruh rentang sedang.
Students' learning interest in long jump learning Rohman Ardiansyah Prakoso; Bambang Ferianto Tjahyo Kuntjoro; Bayu Budi Prakoso
Sriwijaya Journal of Sport Vol. 1 No. 3 (2022): Sriwijaya Journal of Sport
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55379/sjs.v1i3.466

Abstract

The purpose of this study was to determine the level of interest in learning for class IX students in long jump athletic learning at SMP Negeri 1 Wajak. The type of research used is descriptive quantitative with a survey method. This study involved the entire population, namely the entire class IX of SMP Negeri 1 Wajak which consisted of 307 students (male = 144 and female = 163). The survey procedure was carried out in five stages, namely: (1) finding student identities from the data of class IX students through administrative staff, (2) socializing the procedures for filling out questionnaires, (3) distributing questionnaires, (4) tabulation and data analysis; and (5) conclude the results. The data analysis technique used validity (correlation) and reliability (Cronbach's alpha) tests, descriptive statistics, and percentages. The results showed that the instrument used was valid (r= 0.110-0.557>0.105) and reliable (α= 0.857-0.872>0.7). Based on the data distribution, it can be explained that 20 students (6.51%) in the very high category, 205 students (66.78%) in the high category, 79 students (25.73%) in the medium category, 3 students (0.98%) in the low category, 0 students (0%) in the very low category. The average value of psychological aspects is 38.88 in the high category, SD is 5,040, the highest value is 55, and the lowest value is 20. The average psychological value is 29.99 in the high category, SD is 3,864, the highest score is 40, and the lowest score is 14. The average social value of 28.82 in the high category, SD at 3,378, the highest score at 40, and the lowest score at 16. The average non-social score was 14.97 in the high category, SD was 1.909, the highest score was 20, and the lowest score was 7, so it can be concluded that the total average score is 112.6 and in the category of high learning interest.
Pengaruh Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Pada Mood State Dalam Pembelajaran PJOK SMP Negeri 2 Ploso Asokawati, Aisyah Putri; Prakoso, Bayu Budi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25703

Abstract

Peserta didik yang malas dan kurang bersemangat merupakan tanda dari rendahnya mood state peserta didik dalam mengikuti pembelajaran PJOK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pemberian model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) terhadap mood state perserta didik di SMP Negeri 2 Ploso. Penelitian ini merupakan penelitian dengan eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan desain Matchin-Only Design, dari populasi kelas VII SMP Negeri 2 Ploso dilakukan pencocokkan (matching) untuk mendapatkan sampel ditempatkan pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Variabel bebas pada penelitian ini adalah model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dan variabel terikat pada penelitian ini adalah mood state peserta didik. Data hasil kuesioner mood state peserta didik diambil dari 2 kali pertemuan kelompok kontrol maupun eksperimen. Analisis data pada kelompok eksperimen menggunakan uji non parametrik jenis Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran TGT dengan hasil nilai Sig 0.002 < 0,05 dan besar pengaruh pada model pembelajaran TGT sebesar 33.35%.
Co-Authors Abdul Rachman Syam Tuasikal Abdurrohman Muzakki Achmad Hasyim Ashari Achmad Rizanul Wahyudi Achmad Rizanul Wahyudi Advendi Kristiyandaru Agus Hariyanto Agus Hariyanto Ali Maksum Anindya Mar'atus Sholikhah Anna Noordia Anung Priambodo Aprilia, Nabila Ardingga Dhea Kurniasari Arif Bulqini Arifin, Ahmad Zainul Arimbi Asokawati, Aisyah Putri Aulia Lita Pradina Azkian, Fahmi Bafirman HB Bambang Ferianto Tjahyo Kuntjoro Basuki , Basuki Bayu Agung Pramono BERNARD DJAWA Cendani Putri, Adelya Dwi Cipto Nugroho, Rico Armansyah Dita Yuliastrid Dwi Cahyo Kartiko Dwi Lorry Juniarisca Dyah Ayu Nur Sariyan Eri Barlian Estrella, Erwin O. Fajar Susetya Pambudi Faridha Nurhayati Febriyanti, Agnes Diona Fifukha Dwi Khory Firah, Maghfirah Salsabila Putri Firdaus Febri Arisetiyana FITHRONI, HIJRIN Frendy Aru Fantiro Giswa Nurunnisa Hamdani Hamdani Heryanto Nur Muhammad IRMA FEBRIYANTI Juniarisca, Dwi Lorry Khory, Fifukha Dwi Khusairi, Akhmad Kolektus Oky Ristanto Kuncoro, Bambang Ferianto Tjahyo Latifah, Nuraida Mahmudatul Liandro Wahyu Jati Prabowo Made Agus Wijaya Mawardani, Syalsabila Ira Miftah Fariz Prima Putra Mochamad Ridwan Mohammad Fathur Rohman NANANG INDRIARSA NANIK INDAHWATI Nanik Indahwati Nathania, Alda Livia Ningati, Dinda Ayu Nining Widyah Kusnanik Nugraha, Testa Adi Nurhidayati, Anisa Pradana, Febryansah Gilang Aris Pratama, Choiriza Pratama, Tomy Putra Priadana, Benny Widya Prianggi, Yusuf Nanang PRIMANATA, DANI Purasara, Agung Rahman, Ali Ramadhani, Muhammad Rizki Riadi, Tiffany Jasmine Rohman Ardiansyah Prakoso Rohman, Moh. Fathur Saifuddin, Hasan Sasminta Christina Yuli Hartati Setiya Yunus Saputra SETIYO HARTOTO Shalihah, Nabilah Yaafi'ah Siti Amirohfatin Slamet Riyadi Sri Wicahyani Stania, Valia Sudarso Sudarso Sudarso Sudarso Sugianto Sugianto Sumaryanti Sumaryanti Suroto Suroto Suroto Taufik Rahman Usman, Arifuddin Utama, Rheynov Alfian Vega Candra Dinata Wahyu Indra Bayu Wibowo, Bayu Krisna Mukti Widi Ponco Utomo Widi Ponco Utomo Wiyli Yustanti Yulespana Qoriawan Zamahsyari Syayyif Al Fathi