Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Kondisi Eksisting Jalur Pedestrian Ruas Jalan H. Rais A. Rachman, Kelurahan Sungai Jawi Dalam Rifki, Muhammad; Wulandari, Agustiah; Purnomo, Yudi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i2.83170

Abstract

PEMETAAN DAERAH RAWAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN PADA KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Saputra, Ari Bintang; Wulandari, Agustiah; Septianti, Anthy
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i2.84660

Abstract

Kebakaran lahan dan hutan yaitu bentuk bencana yang dapat memberikan pengaruh kerugian terhadap hutan dan lahan di Indonesia. Terjadinya kebakaran hutan dan lahan setiap tahun yaitu ketika sedang musim kemarau. Kebakaran hutan dan lahan dikarenakan 2 faktor, yaitu faktor alam karena adanya pemanasan global atau dikenal dengan istilah El-Nino dan faktor non alam karena adanya kegiatan masyarakat yang dapat menimbulkan terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Kecamatan Sungai Raya yaitu daerah yang sering terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kondisi fisik didominasi lahan gambut membuat Kecamatan Sungai Raya rawan mengalami kejadian kebakaran lahan dan hutan. Luasan lahan gambut yang terdapat pada Kec.Sungai Raya yaitu 83.583,76 Ha (71,34%). Sehingga, penelitian ini memiliki tuuan dalam menganalisa area rawan kebakaran lahan dan hutan pada Kec.Sungai Raya dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis. Berdasarkan hasil analisis yang ditemukan, kejadian kebakaran hutan dan lahan yang terdapat pada Kecamatan Sungai Raya terjadi pada ketebalan lahan gambut 2 -3 meter dan pada lahan pertanian dan lahan terbuka. Terdapat 3 tingkat klasifikasi daerah rawan, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Untuk klasifikasi rendah dengan luasan 11.370,05 Ha, klasifikasi rendah 72.786,47 Ha, dan klasifikasi tinggi 33.003,83 Ha. Adanya penelitian ini diharapkan sebagai dasar untuk Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Stakeholder dalam mengatasi kejadian kebakaran lahan dan hutan pada Kec.Sungai Raya.Kata Kunci : Gambut, Lahan dan hutan, Kebakaran, Rawan.
ANALISIS TIPOLOGI RTH PUBLIK DI KECAMATAN SINGKAWANG BARAT BERDASARKAN ZONA RTH Wardhani, Feby Kusuma; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i2.83996

Abstract

Kecamatan Singkawang Barat merupakan sistem Pusat Pelayanan Kota (PPK), artinya memiliki fungsi kawasan sebagai pusat kegiatan perkantoran, perdagangan dan jasa, pusat pelayanan umum baik pendidikan dan kesehatan, serta simpul transportasi darat. Selain itu, Kecamatan Singkawang Barat memiliki tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Kota Singkawang pada tahun 2022. Hal tersebut menunjukkan bahwa jumlah lahan yang terbatas dan tidak mengalami pertambahan luas sedangkan permintaan akan kebutuhan lahan untuk melayani berbagai aktivitas semakin bertambah. Hal ini, mendorong peralihan fungsi lahan terbuka menjadi terbangun. Adanya fenomena tersebut membawa dampak pada penurunan kualitas lingkungan sehingga menimbulkanbencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Secara eksisting, RTH Publik di Kecamatan Singkawang Barat pada tahun 2022 sebesar 5,56% artinya masih jauh untuk penyediaan RTH Publik sebesar 20%. Tujuan dalam penelitian ini mengetahui ketersediaan dan sebaran RTHPublik di Kecamatan Singkawang Barat berdasarkan tipologi RTH. Penelitian ini mengacu pada Peraturan Menteri ATR/KBPN Nomor 14 Tahun 2022 dan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif metode analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan RTH Publik di Kecamatan Singkawang Barat berdasarkan tipologi RTH terbagi menjadi 3 klasifikasi yaitu rimba kota, tamankota, dan pemakaman. Hal tersebut diperoleh melalui komparasi kondisi eksisting dan RTRW Kota Singkawang tahun 2022. Adapun RTH Publik di Kecamatan Singkawang Barat tersebar pada 18 lokasi dan memiliki luas total sebesar 836.342 m2 atau berkontribusi terhadap Kota Singkawang sebesar 0,64%. Terdapat 1 lokasi RTH rimba kota yaitu berada di Kelurahan Pasiran, 6 lokasi RTH taman kota yang tersebar pada Kelurahan Pasiran dan Kelurahan Tengah, serta 11 lokasi RTH pemakaman yang tersebar pada seluruh kelurahan di Kecamatan Singkawang Barat.
ANALISIS PERKEMBANGAN PERMUKIMAN DI KELURAHAN PAL LIMA, PONTIANAK BARAT, KOTA PONTIANAK Putra, Rizky Anggoro; Wulandari, Agustiah; Sumiyattinah, Sumiyattinah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i2.87268

Abstract

Permukiman adalah   bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satuan perumahan yang mempunyai prasarana, sarana, utilitas umum, serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain di kawasan perkotaan atau kawasan perdesaan. Permukiman akan mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu dimana perkembangan permukiman terjadi karena berbagai macam faktor, diantara-Nya yaitu peningkatan jumlah penduduk dan peningkatan fasilitas pada kawasan tersebut. Kelurahan Pal Lima merupakan salah satu kawasan di Kota Pontianak yang diarahkan pengembangannya sebagai kawasan peruntukan permukiman berdasarkan RTRW Kota Pontianak Tahun 2013-2033. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perkembangan permukiman di Kelurahan Pal Lima dengan menggunakan Sistem Informasi Geospasial untuk mengetahui area-area terjadinya perkembangan permukiman serta menyandingkan dengan rencana pola ruang di Kelurahan Pal Lima tahun 2021-2041 untuk melihat kesesuaian lahan permukiman yang ada. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah terjadinya perkembangan permukiman sebesar 59,04 Ha serta terjadi kesesuaian lahan permukiman di Kelurahan Pal Lima. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Kota Pontianak dan para stakeholder untuk melakukan pengembangan dan pengendalian kawasan peruntukan permukiman yang baik dalam arahan penataan tata ruang khususnya untuk perencanaan kawasan permukiman di Kelurahan Pal Lima.Kata Kunci : Kesesuaian Lahan, Pengendalian, Permukiman, Perkembangan Permukiman
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PEMILIHAN LOKASI PERDAGANGAN TANAMAN HIAS DI KOTA PONTIANAK Melenia, Yessy; Wulandari, Agustiah; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i2.82802

Abstract

Perdagangan tanaman hias merupakan sektor perdagangan yang berpotensi di Kota Pontianak. Wilayah penelitian berada di Jalan Parit Demang, Jalan Ampera dan Jalan Harapan Jaya Kota Pontianak. Wilayah tersebut merupakan wilayah konsentrasi perdagangan tanaman hias yang muncul akibat lokasi perdagangan sebelumnya mengalami penataan sehingga diperlukan wilayah baru untuk berjualan kembali. Lokasi perdagangan sebelumnya memiliki   berbagai masalah sehingga mempengaruhi produktivitas pedagang tanaman hias. Perencanaan yang tepat perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya perpindahan lokasi kembali. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian untuk menjadi bahan pertimbangan pedagang tanaman hias dalam memilih lokasi perdagangan tanaman hias yang baru. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan lokasi perdagangan tanaman hias di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode analisis diskriminan. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan lokasi perdagangan tanaman hias adalah kondisi jalan, bebas banjir, lalu lintas, jumlah pedagang, lingkungan sekitar dan kepemilikan lahan. Faktor pemilihan lokasi yang paling berpengaruh di Jalan Parit Demang adalah status kepemilikan lahan dan lalu lintas. Faktor yang paling berpengaruh di Jalan Ampera dan Jalan Harapan Jaya adalah lingkungan sekitar dan status kepemilikan lahan.
KEBUTUHAN AIR BERSIH DENGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) DI DESA MAMEK KECAMATAN MENYUKE KABUPATEN LANDAK Sukma, Suhadi; Mulki, Gusti Zulkifli; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i2.87706

Abstract

Air merupakan salah satu sumberdaya alam yang memiliki fungsi sangat penting bagi kehidupan manusia, serta untuk memajukan kesejahteraan umum sehingga menjadi modal dasar dan faktor utama pembangunan. Air juga merupakan komponen lingkungan hidup yang penting bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Keberadaan air bersih sangat penting untuk kesehatan dan kehidupan sehari-hari. Salah satu indikator hidup bersih dan sehat adalah jika seseorang dapat dan menggunakan air bersih. Desa Mamek saat ini masih memerlukan adanya ketersediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, saat ini masyarakat masih kesulitan dalam memperoleh air bersih. Lokasi ini memiliki permasalahan keterbatasan air bersih dikarenakan sungai disekitar lokasi tersebut sudah tercemar dengan adanya PETI (Pertambangan Tanpa Izin) dan untuk mengambil air bersih memerlukan perjalanan ke sumber yang jaraknya jauh dari permukiman. Desa Mamek sudah memiliki sumber air bersih yang menggunakan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), tetapi hanya satu dusun yang baru ter-aliri air bersih ini dari 5 dusun yang belum mendapatkan air bersih ini. Sehingga analisis kebutuhan air di desa ini perlu dilakukan dengan adanya penelitian. Penelitian ini menghitung kebutuhan air bersih 10 tahun kedepan dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif, Perhitungan kebutuhan air bersih dilakukan dengan mengidentifikasi kondisi air bersih dan menganalisis kebutuhan air bersih untuk 10 tahun kedepan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan sumber air bersih digunakan masyarakat   menggunakan air hujan dan mata air gunung, air hujan merupakan sumber utama bagi masyarakat yang belum mendapati mata air yang di alirkan oleh SPAM sehingga jika terjadinya kemarau akan sulit mendapatkan air bersih dan Mata air gunung yang di alirkan dari SPAM dengan kondisi yang tidak berbau dan tidak bewarna, debit yang dihasilkan dalam perhitungan dengan metode apung yaitu 5 liter/detik. Dari hasil analisis supply dan demand. Air bersih yang disediakan SPAM tahun 2023 yaitu 345.600 liter/hari sedangkan permintaan air bersih 233.900 liter/hari. Dari hasil analisis proyeksi jumlah penduduk 2033 di perkirakan sebanyak 2589 Jiwa. Dari hasil proyeksi kebutuhan air bersih tahun 2033 di perkirakan 258.900 liter/hari.
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK BERDASARKAN LUAS WILAYAH KOTA PONTIANAK Filanda, Shesa Dida; Wulandari, Agustiah; Yuniarti, Erni
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.75406

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan satu diantara aspek penting dalam suatu manajemen perkotaan. Populasi penduduk yang meningkat dan tingginya pembangunan fisik di suatu perkotaan dapat memberikan pengaruh yang besar di perkotaan khususnya pada RTH publiknya. Penelitian ini mengambil lokasi RTH publik di Kota Pontianak. Keberadaan RTH publik eksisting di Kota Pontianak tidak memenuhi syarat yang sesuai dengan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2022 Tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau yang mana besaran RTH publik suatu kota ditetapkan sebanyak 20% dari luas keseluruhan kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan RTH publik berdasarkan luas wilayah Kota Pontianak dalam rangka memenuhi ketersediaan RTH publik untuk mencapai target yang disyaratkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas keseluruhan RTH publik Kota Pontianak tahun 2023 adalah sebesar 597,37 ha dan jumah kebutuhan RTH publik berdasarkan luas wilayah Kota Pontianak adalah sebesar 2.375,4 ha.Kata Kunci: Kebutuhan, Kota Pontianak, Ruang Terbuka Hijau (RTH), RTH Publik
Konsep Peningkatan Daya Tarik Kawasan Wisata Riam Solakng Di Kabupaten Landak Putra, Adventus Tagas Hersy; Wulandari, Agustiah; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i2.68604

Abstract

TINGKAT KENYAMANAN TERMAL TAMAN SRIWEDARI KOTA SURAKARTA BERDASARKAN TEMPERATURE HUMIDITY INDEX DAN PREDICTED MEAN VOTE Zefanya Zyeraf, Judith Avicena; Lubis, Mira Sophia; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i2.84656

Abstract

Tingginya jumlah penduduk Kota Surakarta yang mencapai 578.906 dengan kepadatan penduduk 12.391 jiwa/km2 pada tahun 2021, berimplikasi pada peningkatan suhu permukaan kota mencapai 37-38 °C. Keberadaan taman kota menjadi faktor krusial sebagai pengendali iklim mikro untuk menciptakan kenyamanan termal. Taman Sriwedari merupakan taman di Kota Surakarta yang memiliki nilai historis dan letak yang strategis sehingga perlu dilakukan analisis untuk menilai tingkat kenyamanan termalnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis bagaimana Tingkat Kenyamanan Termal Taman Sriwedari menggunakan metode kuantitatif yaitu analisis Temperature Humidity Index (THI) dan Predicted Mean Vote (PMV). Hasil identifikasi pengukuran THI menunjukkan hanya Zona VI yang memiliki nilai rata-rata dalam rentang "Nyaman", sementara kelima zona lainnya mencerminkan kondisi yang "Tidak Nyaman". Hasil identifikasi pengukuran PMV berada dalam kriteria "Sedikit Hangat" dengan Zona IV sebagai zona terpanas dan Zona VI sebagai zona terdingin. Hasil kuesioner menunjukkan mayoritas pengunjung merasa nyaman dengan suhu udara di Taman Sriwedari sebesar 58,58% dan zona dengan tingkat kenyamanan termal paling ideal berada di Zona VI dengan persentase sebesar 39%. Terdapat keterkaitan antara metode THI, PMV dan kuesioner, yaitu Zona VI dinilai sebagai zona dengan kenyamanan termal paling ideal.
Autokorelasi Spasial Densifikasi Bangunan di Kota Pontianak Wulandari, Agustiah; Purnomo, Yudi
MARKA (Media Arsitektur dan Kota) : Jurnal Ilmiah Penelitian Vol 8 No 2 (2025): January
Publisher : Prodi Arsitektur Universitas Matana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33510/marka.2025.8.2.69-80

Abstract

Pontianak, the capital of West Kalimantan Province, possesses unique characteristics that set it apart from other Indonesian cities. The city exhibits distinct characteristics compared to other cities in Indonesia. Pontianak is the focus of this study due to its significant urban growth, which necessitates an in-depth analysis to support sustainable urban planning. The ongoing densification of buildings in Pontianak and population growth impact the land required to support daily activities. This research seeks to specify and analyze the spatial distribution patterns of building densification in Pontianak using spatial autocorrelation. The study utilized a quantitative analysis method. The data comprises building distribution and area data sourced from Open Street Map (O.S.M.). These data were analyzed using Spatial Autocorrelation Analysis techniques, specifically Moran's I Index and Local Indicators of Spatial Autocorrelation (L.I.S.A.). The analysis strives to define the patterns of relationships or correlations between building locations in Pontianak. The examination results indicated that Moran's I Index is 0.762, signifying a positive spatial autocorrelation of buildings in Pontianak. It suggests that similar-sized buildings cluster together. The L.I.S.A. analysis further revealed that the Pontianak Kota District predominantly falls within the High-High category, indicating that buildings with high spatial potential surround this district. Additionally, the Pontianak Kota District is identified as the City Service Center (PPK) according to the Pontianak City Spatial Plan (R.T.R.W.) for 2013-2033. These findings demonstrate a significant correlation between the distribution of buildings and their areas within Pontianak City.
Co-Authors - Chairunnisa Abda Abda Afifah, Amirotul Husna Aminullah, Gustijan Andang Firmansyah Andri Dwi Saputra Angela, - Anthy Septianti Army, Rangga Ayuningtyas, Riska A. Azmi, Restu Al Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa, - Charmyllia, Charmyllia Dahriansyah, Robi Della Meitri Astari Della Meitri Astari Devita Mayangsari Elvina Damayanti Elvira Nadila Rizani Ely Nurhidayati Erni Yuniarti Erni Yuniarti Erwin Septiawan Fadilla, Daffa Fakhrur Rozi Febri Talenta Agtha Fikar Khadafi, Muhammad Filanda, Shesa Dida Firdaus, Hendry Fitri Dwi Pangestika Fitri Wulandari Galela, Wendoria Gandini, Aulia Intan Ghaibiyah, Husnol Gilang Anugrah Gilang Ridho Ananto Gusti Hardiansyah Gusti Zulkifli Mulki Gusti Zulkifli Mulki H, Firsta Rekayasa Hafiz Auliandri Haliza, Nur Ayu Hapsari, Diandra Mutiara Hernovianty, Firsta Rekayasa Hidayat, Bagus Hukma Zulfinanda Hukma Zulfinanda Ifada, Adinda Rizky Islami, Nur Alamil Ivan Sujana Juniar Doni Pratama Jurista Purnama Jumri, Jurista Purnama Juwita, Dewi Ratna Khairunnisa, Nurul Amirah Leni Kurniawati Manik, Maria Rolenta Mardiyanti, Utin Marlina, - Maulidya, Rauufi Meirany, Jasisca Meirany, Jasisca Meirany Melenia, Yessy Meta Indah Fitriani Mira Sophia Lubis Mira Sophia Lubis Muhammad Alvin Faiz Muhammad Rifki Nana Novita Pratiwi Nana Novita Pratiwi Nur Alamil Islami Nuraini, Atika Galuh Nurfareha, Nurfareha Nurhidayati, Ely Oktaviani, Hana Izdihar Pertiwi, Siti Asri Heriyani Pramestianti, Indriade Cahyani pratama, fridolin yonky Pratiwi, Nana Novita Pratiwi, Nana Novita Pratiwi, Ulfa Amalia Putra, Adventus Tagas Hersy Putra, Rizky Anggoro Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmahwati, Ratih Rahman, Azmul Fisandi Rakonda, Vivo Toras Ramadhanti, Annisa Fitri Ratna Juwita, Dewi Riani, Yuni Hijri Rikeyke, Fahmagatryane Quarylova Rizki, Dina Aristia Ryza Chairani S. Putra, M. Fathanuur Saputra, Andri Dwi Saputra, Ari Bintang Sarinda, Paskalina Yolischa Savitri, Feby Septianti, Anthy Setiani, Ingga Erva Shenny Oktoriana Simare Mare, Renta Simbolon, Yumna Azzah Sophia Lubis, Mira Stepanus, Stepanus Sudjana, Fardyllah Mentari Sukma, Suhadi Tri Wahyudi Trida Ridho Fariz Ulhaq, Alyaa Velayatie, Reza Akbar Vetti Puryanti Virduani, Atrie Vita Elysia Wahma, Anisa Putri Wahyuda, Aldi Wahyudi, Ganjar Ilham Wahyudi, Tri Wardhani, Feby Kusuma Wijaya, Muhammad Fathul Robby Cakra Willyanto, - Windarni, Imai Putri Wulandari, Meity Yanur Ramadhan Yudi Purnomo Yudi Purnomo Yudistiro Prayoga Yudistiro Prayoga Yulianingrum, Esti Vidya Zefanya Zyeraf, Judith Avicena Zulkifli Mulki, Gusti Zulkifli Mulky, Gusti