Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Remediasi Pencapaian Mahasiswa di Pendidikan Kedokteran: Rika Lisiswanti, Oktafany, Dewi Rusnita, Selfi Renita Rusdi, Rizki Anisa Lisiswanti, Rika
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp232-237

Abstract

Setiap institusi pendidikan akan dihadapkan dengan adanya mahasiswa yang belum mencapai standar pendidikan yang sudah ditetapkan. Mahasiswa pencapaian rendah saat awal pendidikan menentukan keberhasilan mahasiswa untuk tahap selanjutnya sehingga diperlukan remediasi untuk mendukung mahasiswa mencapai standar yang sudah ditetapkan tersebut. Berbagai metode remediasi diusulkan oleh para ahli pendidikan. Metode yang digunakan antara lain dengan refleksi, keterampilan pembelajaran sepanjang hayat, identifikasi mahasiswa, professional development comitte, student support system dan sebagainya. Institusi pendidikan dapat mengembangkan metode remediasi berdasarkan kerangka konsep pendidikan yang sesuai.
DIFFERENCES IN BURNOUT AMONG NURSES WORKING IN OUTPATIENT, INPATIENT, AND EMERGENCY DEPARTMENT UNITS AT IMANUEL WAY HALIM HOSPITAL Evryna Sipahutar; Bayu Anggileo Pramesona; Septia Eva Lusina; Rika Lisiswanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Burnout among nurses varies across hospital units, with emotional exhaustion particularly higher in the emergency department due to acute workload. This study compared burnout rates among nurses in the outpatient, inpatient, and emergency departments of Imanuel Way Halim Hospital. Using a comparative cross-sectional design, 115 nurses were selected proportionally from a population of 161 through stratified random sampling. Burnout was measured using the Maslach Burnout Inventory-Human Services Survey (MBI-HSS; 22 items, three dimensions), analyzed using the Kruskal-Wallis test and post-hoc Bonferroni test after normality testing. Results showed a significant difference only in emotional exhaustion (H = 7.559, p = 0.023), with the highest score in ED nurses (mean = 41.00) versus inpatient (34.01) and outpatient (35.89); post-hoc analysis confirmed the inpatient-ER difference (p = 0.006). Depersonalization and personal accomplishment did not differ (p > 0.05). The conclusion emphasizes specific interventions for emotional exhaustion in the ED through staffing adjustments and psychosocial support, addressing unit-specific risks in Indonesian type B hospitals.
Peningkatan Peran Usaha Kesehatan Sekolah untuk Pencegahan Nomophobia di SMPN 30 Kecamatan Panjang Larasati, Ta; Lisiswanti, Rika; Hijami, Nurul 'Afifah
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3982

Abstract

Penggunaan smartphone yang semakin meluas di kalangan remaja menimbulkan risiko kesehatan mental, salah satunya adalah nomophobia, yaitu kecemasan berlebihan ketika jauh dari ponsel. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan interaksi sosial siswa sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui peran sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang nomophobia melalui penyuluhan di SMPN 30 Kecamatan Panjang. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest post test pada 30 siswa. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah penyuluhan untuk menilai perubahan pengetahuan terkait definisi, faktor risiko, dampak kesehatan, dan pencegahan nomophobia. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pre-test sebesar 82,99% dan meningkat menjadi 84,33% pada post-test, dengan selisih 1,33%. Peningkatan terbesar terdapat pada aspek dampak kesehatan fisik (16,7%) dan cara pencegahan (13,3%). Beberapa aspek seperti faktor risiko dan dampak sosial mengalami penurunan kecil, namun secara keseluruhan penyuluhan mampu mempertahankan serta meningkatkan pemahaman siswa. enyuluhan berperan positif dalam memperluas pengetahuan siswa mengenai nomophobia, terutama pada dampak kesehatan fisik dan pencegahannya. Intervensi ini relevan untuk diintegrasikan dalam program Sekolah Sehat sebagai upaya promotif dan preventif terhadap permasalahan kesehatan mental akibat penggunaan smartphone berlebihan.