Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS POLA ARUS GEOSTROPIK PERAIRAN SAMUDERA HINDIA UNTUK IDENTIFIKASI UPWELLING MENGGUNAKAN DATA SATELIT ALTIMETRI Esa Agustin Alawiyah; Bandi Sasmito; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.956 KB)

Abstract

ABSTRAKArus geostropik merupakan salah satu fenomena fisik kelautan yang mencakup area yang relatif luas. Arus geostropik dipengaruhi oleh gradien tekanan horizontal serta gaya coriolis. Akuisisi data untuk analisis arus geostropik dapat menggunakan teknologi satelit altimetri. Penelitian ini menggunakan data satelit altimetri berupa anomali tinggi muka laut   (Sea Level Anomaly) yang telah diolah dari beberapa misi satelit altimetri. Jangka waktu penelitian  arus geostropik ini mencakup tahun 1993-2015, untuk menganalisa pola stabil musiman arus geostropik yang terjadi. Studi kasus diambil di wilayah Samudera Hindia, melingkupi perairan Selatan Jawa hingga Sumatera. Metode pengolahan data yang digunakan yakni bahasa pemrograman untuk mengolah data SLA dan perhitungan manual untuk mengolah data arus AVISO. Hasil dari pengolahan data berupa pola arus geostropik berdasarkan hitungan SLA dan pola arus geostropik dari AVISO. Pola arus ini kemudian dibandingkan secara visual serta dilakukan uji statistik untuk mengetahui tingkat signifikansi kedua data. Pola arus geostropik hasil hitungan SLA digunakan untuk identifikasi upwelling dan dianalisis menurut musim timur dan musim barat. Pola arus pada musim timur dominan bergerak dari Benua Australia menuju Benua Asia, sedangkan pada musim barat arus bergerak dari Benua Asia menuju Benua Australia. Fenomena upwelling pada musim timur terjadi sebanyak 231 dengan intensitas 3-5 fenomena setiap bulan. Lokasi  upwelling yang pertama di perairan selatan Jawa Timur, dengan 11 fenomena berada di bujur 112o-114o  BT lintang 8,5o- 9,5o LS,  kemudian perairan selatan Jawa Barat dengan 11 fenomena berada pada koordinat 105o -106 o BT dan lintang 6o-8o LS. Musim barat terjadi sebanyak 97 total kejadian  dengan intensitas 0-3 fenomena setiap bulan. Analisis wilayah terjadinya upwelling di musim barat terlihat tidak membentuk pola, upwelling terletak menyebar di seluruh wilayah, namun posisi upwelling lebih dominan berada di perairan barat Sumatera dengan rentang koordinat 95,5o-106o BT dan 4o-10o LS.Kata kunci: Arus Geostropik, AVISO, SLA, Samudera Hindia, Upwelling  ABSTRACTGeostrophic current is one of the marine physical phenomenon that covers relatives wide area. The geostrophic current is affected by horizontal pressure gradient and coriolis force. Data acquisition for analyzing geostrophic current pattern can used altimetry satellite technology.This research using satellite data altimetri form  sea level anomalies data that had been processed from several satellite altimetri missions. Range of this research covers the years 1993-2015, the length of time is to analyze the stable seasonal pattern. Case studies were taken in the Indian Ocean region, specifically in south of Java sea until Sumatra. Method of processing data in this research used  programming languages to  processed SLA data and manual calculation to processed AVISO current data . The result of the processing of data in the form of geostrophic current patterns based on SLA calculation, geostropik current patterns based on AVISO. The currents pattern  result from SLA and AVISO then compared with visually method with a AVISO data considered true and do statistical tests to find out the significance between two kind of data. Geostrophic current patterns results from SLA calculation is used for the identification of the upwelling based on eddy current formed in several area. Pattern on the East season's dominant  is moving from the continent of Australia towards the continent of Asia, while the West season’s flow moves from the Asian continent towards the continent of Australia. The upwelling phenomenon in the East season occurs as many as 231 total events with the intensity 3-5 phenomenon in every month. The location of the first appearance of upwelling in the southern waters of East Java, with 11 phenomenon was at coordinates longitude 112o-114o  ,latitude 8,5o- 9,5o, then South West Java sea approaching the Sunda Strait with 11 phenomenon is at coordinates 105o -106 o and latitude 6o-8o. Analysis of the area of upwelling in the West do not form visible patterns, upwelling is set to spread across the region, but the position of upwelling are more dominant in the  west sea of Sumatra with range coordinate longitude 95,5o-106o and latitude 4o-10o .Keywords: Geostrophic current, AVISO, SLA, Indian Ocean, Upwelling
APLIKASI FOTOGRAMETRI JARAK DEKAT UNTUK PEMODELAN 3D GEREJA BLENDUK SEMARANG Ryandana Adhiwuryan Bayuaji; Andri Suprayogi; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.462 KB)

Abstract

ABSTRAK Fotogrametri jarak dekat merupakan salah satu bidang penerapan fotogrametri. Fotogrametri jarak dekat dapat digunakan untuk perekaman objek yang berjarak kurang dari 100 meter. Fotogrametri jarak dekat biasanya digunakan dalam pemodelan 3D bangunan, kendaraan atau jembatan.Dalam tugas akhir ini, metode fotogrametri jarak dekat digunakan untuk pemodelan 3D Gereja Blenduk Semarang dengan kamera digital non metrik. Kamera yang digunakan harus melalui proses kalibrasi untuk mengetahui parameter internal kamera. Proses kalibrasi dan pengolahan data dalam tugas akhir ini menggunakan perangkat lunak PhotoModeler Scanner v.7 2013.  Tahap pemodelan bangunan terdiri dari marking dan referencing, proses hitungan dan pembuatan model 3D, transformasi koordinat 3D dan visualisasi model 3D.Hasil akhir dalam penelitian ini adalah model 3 dimensi Gereja Blenduk Semarang. Pengujian hasil pengolahan model 3D dilakukan dengan membandingkan hasil nilai jarak yang diikatkan dari  pengukuran Electronic Total Station, nilai standar deviasi dari perbandingan jarak antara model dengan Electronic Total Station sebesar 0,0896 meter. Kata Kunci : Fotogrametri Jarak Dekat, Pemodelan Bangunan Bersejarah, Kamera Digital Non Metrik, PhotoModeler Scanner V.7 2013, Missing Line Measurment. ABSTRACT Close range photogrammetry is a one of photogrammetry applications. It can be used for the object measurement that is less than 100 meters. It also usualy used in 3D modeling of buildings, vehicles or bridges.In this final task, close range photogrammetry method was used for 3D modeling of 1st temple in Blenduk Church using non-metric digital camera. Initially, the camera must through of calibration process to determine the camera internal parameters. The process of calibration and data processing in this final task are using PhotoModeler Scanner 2013 software. Phase of buildings modeling contain of marking and referencing, calculating and 3D modeling, transformation of 3D coordinate and visualization of 3D models.The final results in this research is 3D model of Blenduk church. Testing of the results in 3D modelling processing was done by comparing the value of the measurement distance from Electronic Total Station, standard deviation of the distance comparisons between model and Electronic Total Station measurement is 0,0896 meters. Keyword: Close range photogrammetry, Building Modeling, Non-Metric Digital Camera, PhotoModeler Scanner 2013, Missing Line Measurment.
APLIKASI FOTOGRAMETRI JARAK DEKAT UNTUK PEMODELAN 3D TUGU MUDA SEMARANG Noviar Afrizal Wahyuananto; Yudo Prasetyo; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.583 KB)

Abstract

ABSTRAKObjek pemetaan dipermukaan bumi sebagian besar merupakan objek tiga dimensi, oleh karena itu saat ini mulai dibutuhkan peta tiga dimensi. Data dasar yang digunakan untuk melakukan pemodelan objek tiga dimensi harus memiliki tingkat ketelitian yang baik dan geometri yang baik juga.Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode fotogrametri jarak dekat untuk pemodelan 3D Tugu Muda Semarang menggunakan kamera digital non metrik. Untuk tahapan pelaksanaan penelitian terbagi atas tahapan kalibrasi kamera, pemotretan objek, pengolahan model 3 dimensi. Untuk proses kalibrasi didapatkan angka 80% memenuhi syarat kalibrasi.Untuk pengambilan data foto dilapangan sebanyak 96 foto dan pengolahan data pada penelitian ini menggunakan perangkat lunak PhotoModeler Scanner 2013 dan Summit Evolution sebagai perbandingan uji statistik titik geometrik dengan Electronic Total Station. Tahap pemodelan bangunan terdiri dari Automated Project, proses hitungan dan pembuatan model 3D, transformasi koordinat 3D, visualisasi model 3D dan analisis statistik 24 titik geometrik.Hasil akhir dalam penelitian ini adalah model tiga dimensi Tugu Muda Semarang. Pengujian hasil pengolahan model 3D dilakukan dengan pengujian perbandingan jarak yang diikatkan dari  pengukuran Electronic Total Station, nilai standar deviasi dari perbandingan jarak dengan Electronic Total Station sebesar 0,101 meter. Kata Kunci : Fotogrametri Jarak Dekat, Pemodelan Tiga Dimensi, Tugu Muda, Kamera Digital Non Metrik, PhotoModeler Scanner. ABSTRACTThe earth’s surface object mapping is largely a three dimensional (3D) object, therefore at this time has began to take a three dimensional map. The basic data used to perform modeling three dimensional objects must have a good level of precision and  good geometry precision .In this research, the methods used are the close range photogrametry method for modeling 3D of Tugu Muda using digital cameras non metric. For this phase of the research is divided into stages cameras calibration, object photo shoot, 3D model processing. For the calibration process obtained 80% qualified calibration.For the real photo data capture as many as 96 images and data processing on this research using PhotoModeler Scanner and Summit Evolution a comparative statistical test geometric with Electronic Total Station. The Modeling stage consists of Automated Project, process counts and the creation of models, 3D coordinate transformations, 3D model visualization and 24 geometric points statistical analysis.The final results in this research are 3D model Monument of Tugu Muda Semarang. Testing of the results in 3D modelling processing was done by comparing the 3D model distance referenced to Electronic Total Station measurement. The comparison of the standard deviation value with the Electronic Total Station measurement is 0,101 meters. Keyword: Close range photogrammetry, 3D model, Tugu Muda Monument, Non-Metric Digital Camera, PhotoModeler Scanner.   *) Penulis PenanggungJawab
ANALISIS FENOMENA URBAN HEAT ISLAND SERTA MITIGASINYA (STUDI KASUS : KOTA SEMARANG) Seprila Putri Darlina; Bandi Sasmito; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1302.619 KB)

Abstract

ABSTRAK                Kota Semarang sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah memiliki aktivitas pembangunan yang tinggi seiring dengan meningkatnya kepadatan penduduk akibat urbanisasi. Pembangunan dilakukan dengan pengalihan fungsi lahan menjadi lahan terbangun. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya suhu permukaan di Kota Semarang terutama di daerah pusat kota dan memicu terjadinya fenomena UHI.Penelitian ini bertujuan untuk membahas fenomena Urban Heat Island di Kota Semarang berdasarkan hubungan perubahan tutupan lahan dan kepadatan penduduk terhadap suhu permukaan, serta merancang mitigasi UHI. Ekstraksi suhu permukaan dan tutupan lahan diperoleh dari pengolahan citra Landsat multitemporal tahun 2009, 2013, dan 2017 dengan algoritma land surface temperature (LST) dan klasifikasi terbimbing (supervised). Hasil suhu permukaan dikorelasikan dengan perubahan tutupan lahan dan kepadatan penduduk menggunakan uji regresi sederhana. Persebaran fenomena UHI diperoleh dari klasifikasi pengolahan LST dengan ambang batas UHI. Rekomendasi mitigasi UHI untuk Kota Semarang dilakukan berdasarkan tutupan lahan dan RTRW Kota Semarang.Hasil penelitian menunjukan hubungan perubahan suhu permukaan dengan perubahan tutupan lahan dan kepadatan penduduk. Nilai koefisien determinasi (R2) antara perubahan suhu permukaan dengan vegetasi rapat adalah 89.80%, dengan lahan terbangun adalah 53.93%, dengan lahan terbuka adalah 3.48%, dan dengan kepadatan penduduk adalah 54.28%. Fenomena UHI di Kota Semarang berpusat di Kecamatan Semarang Tengah dan Selatan. Mitigasi UHI yang dapat dilakukan adalah modifikasi fisik bangunan, berupa penggunaan material dengan albedo tinggi, penerapan green wall, green roof, greening parking lots, serta penambahan vegetasi disekitar bangunan dan disepanjang jalan. Selain itu juga perlu dilakukan pengawasan terhadap perubahan fungsi lahan dan kesesuainnya dengan RTRW Kota Semarang yang telah ditetapkan.
ANALISI KESESUAIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN TANAH TERHADAP RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) DI KOTA SALATIGA TAHUN 2003,2008, DAN 2013 Bekti Noviana; Sawitri Suprayogi; Bandi - Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.363 KB)

Abstract

ABSTRAK Penggunaan tanah di Indonesia saat ini terus mengalami perubahan. Pertumbuhan penggunaan tanah di setiap wilayah melalui pemerintah daerah telah memiliki kebijakan rencana tata ruang untuk mengatur wilayah masing-masing. Rencana tata ruang daerah tersebut mengatur penggunaan tanah di setiap daerahnya, rencana tersebut di harapkan dapat mengendalikan penggunaan tanah di suatu daerah agar tetap seimbang penggunaan tanahnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan tanah di wilayah Kota Salatiga dalam kurun waktu 10 tahun yaitu pada tahun 2003, 2008 dan 2013. Melalui analisis dilakukan untuk mengetahui seberapa besar arah perubahan penggunaan tanah, ketersediaan tanah untuk pengembangan, dan kesesuaian penggunaan tanah terhadap RTRW (rencana tata ruang wilayah).Berdasarkan analisis yang telah di lakukan di dapatkan hasil bahwa, penggunaan tanah di kota salatiga yang terbesar pada kategori tanah pertanian sebesar 57,31% dengan penggunaan tanah terbesar yaitu tanah pekarangan. Untuk penggunaan tanah non pertanian sebesar 42,69% dengan penggunaan tanah tertinggi yaitu pemukiman. Kesesuaian penggunaan tanah di Kota Salatiga terhadap RTRW hanya sebesar 60% sisanya merupakan arahan pengembangan dan penggunaan tanah yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang wilayah.Kata Kunci : Kesesuaian , Penggunaan Tanah,  Rencana Tata Ruang Wilayah Landuse  in indonesia continues to changing rapidly. Growth of the landuse in each region through local government has had a policy of spatial planning to regulate their respective areas. Regional spatial plans that regulate landuse in each region is expected to control the landuse in the area to stay balanced.This study aims to determine the condition of land use in Salatiga in the past 10 years, since 2003 -2013 using 2003, 2008 and 2013 land use analysis. The analysis was conducted to determine how big the direction of land use change, availability of land for development, landuse suitability of spatial plans.Based on the analysis that has been done in the results that landuse in salatiga still contained in the category of agricultural land amounted to 57.31% with the use of a ground as a larger landuse, and non-agricultural landuse amounted 42.69% with the use of a residential as the highest landuse. The direction of landuse change is agricultural land into non-agricultural by landing the biggest changes as industrial and residential. Suitability of landuse in Salatiga on RTRW (spatial plan) only 60% remaining the direction of the development and landuse isn't in accordance with the spatial plan. Keywords : Landuse, Spatial Planning, suitability of landuse *) Penulis, Penanggung Jawab
STUDI PENURUNAN MUKA TANAH DENGAN METODE SMALL BASELINE AREA SUBSET (SBAS) MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-1A (STUDI KASUS: KOTA SEMARANG) An Nisa Tri Rahmawati; Yudo Prasetyo; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.006 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Semarang merupakan kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia dan salah satu kota paling berkembang di Jawa Tengah. Pesatnya perkembangan yang dialami Kota Semarang tidaklah luput dari adanya bencana yang harus dihadapi. Bencana terbesar bagi Kota Semarang adalah penurunan muka tanah. Oleh sebab itu, penelitian ini mengkaji terkait penurunan muka tanah di Kota Semarang. Pengamatan penurunan muka tanah pada penelitian ini diamati dengan menggunakan teknik Small Baseline Area Subset (SBAS). Teknik SBAS merupakan teknik yang biasa digunakan untuk mengamati deformasi secara time series untuk mengamati daerah perkotaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 13 citra Sentinel-1A SLC tahun 2015-2018. Pengolahan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak GMTSAR untuk mendapatkan nilai laju penurunan muka tanah. Hasil pengolahan SBAS mendapatkan nilai laju penurunan muka tanah di Kota Semarang dengan rentang 0 ± 1,3 hingga 9,4 ± 1,3 cm/tahun yang terjadi pada 128,65 km2 (32,92%) dari luas wilayah Kota Semarang. Laju penurunan muka tanah rata-rata di Kota Semarang adalah 0,4 ± 1,3 cm/tahun. Kecamatan Genuk merupakan kecamatan yang memiliki nilai rata-rata laju penurunan muka tanah tertinggi, yaitu sebesar 5,8 ± 1,3 cm/tahun yang terjadi pada seluruh wilayah Genuk. Sementara itu, kecamatan yang memiliki nilai rata-rata laju penurunan muka tanah terendah adalah Kecamatan Candisari dengan laju 0,1 ± 1,3 cm/tahun yang terjadi pada 0,01 km2 (0,22%) dari total luas wilayah Kecamatan Gunungpati.  Kata Kunci : GMTSAR, Penurunan Muka Tanah, SBAS, Sentinel-1A  ABSTRACTSemarang City is Indonesia’s fifth-largest metropolis and one of the most thriving cities in Central Java. The rapid development of the Semarang City has not escaped the disaster it has to deal with which leads to land subsidence that occurs to be the most problematic disaster in Semarang City. Therefore, this study examines the land subsidence of Semarang City. The land subsidence observation in this study is observed using Small Baseline Area Subset (SBAS) technique. SBAS technique that is commonly used to observe time series deformation in urban areas. The data used in this study is a stack of Sentintel-1A SLC imagery data consisted of 13 images from 2015-2018. The process is done by using GMTSAR software to get the land subsidence rate. The result of SBAS technique is the land subsidence rate in Semarang with range 0 ± 1.3 through 9.4 ± 1.3 per year that happens in 128.65 km2 or 32.92% of Semarang City area. The land subsidence rate for Semarang city is 0.4 ± 1,3 per year. Genuk district has the highest land subsidence rate, that is 5.8 ± 1.3 cm per year happens in all of Genuk district area. Meanwhile, district which has the lowest land subsidence rate is Camdisari district with 0.1 ± 1.3 cm per year rate happens in 0.01 km2 or 0.22% of Gunungpati district area.
ESTIMASI TINGKAT PRODUKTIVITAS PADI BERDASARKAN ALGORITMA NDVI, EVI DAN SAVI MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2 MULTITEMPORAL (Studi Kasus: Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah) Dita Ariani; Yudo Prasetyo; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.585 KB)

Abstract

ABSTRAK Beras merupakan salah satu sumber pangan pokok bagi kehidupan, khususnya bagi masyarakat Indonesia selain sagu, jagung dan singkong. Sebagai komoditas pertanian yang paling dominan, tingkat permintaan akan beras sebagai kebutuhan yang mendasar sangatlah tinggi. Estimasi mengenai produktivitas padi pun sangat diperlukan guna mengoptimalkan perencanaan penanaman yang tepat dan produksi padi yang maksimal untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Indonesia mempunyai banyak daerah yang berfungsi menjadi penyangga pangan nasional, salah satunya adalah Kabupaten Pekalongan. Pengindraan jauh merupakan salah satu teknologi yang cocok untuk pengaplikasian estimasi produksi padi di wilayah Kabupaten Pekalongan. Keunggulan teknologi ini terkait dengan pemrosesan data dan informasi yang cepat, tepat dan akurat. Penelitian ini menggunakan citra Sentinel-2A berbasis open source untuk pengolahan estimasi produktivitas padi. Pada citra Sentinel-2A multitemporal diterapkan algoritma NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), EVI (Enhanced Vegetation Index) dan SAVI (Soil Adjusted Vegetation Index) untuk mengetahui tingkat persebaran indeks vegetasi di Kabupaten Pekalongan. Model persebaran nilai indeks vegetasi tersebut didasarkan pada analisis regresi untuk mendeskripsikan nilai produktivitas padi. Hasil pengolahan fase tumbuh padi menggunakan NDVI, EVI dan SAVI menunjunjukkan bahwa pola sebaran indeks vegetasi di Kabupaten Pekalongan bersifat heterogen. Hasil regresi linier berganda masing-masing variabel NDVI, EVI dan SAVI secara berturut-turut menghasilkan koefisien determinasi sebesar 0,332, 0,269, dan 0,283. Berdasarkan model regresi tersebut diperoleh RMSE estimasi produktivitas padi menggunakan transformasi NDVI, EVI dan SAVI terhadap data dinas secara berturut-turut 4,24 kw/ha, 4,54 kw/ha dan 4,47 kw/ha. Sehingga dapat diketahui bahwa dari 3 model estimasi produktivitas padi yang telah diperoleh, hasil estimasi yang hampir mendekati nilai produktivitas yang dikeluarkan oleh DKPP adalah model dengan variabel NDVI dibandingkan dengan  variabel EVI dan SAVI.Kata Kunci: Citra Sentinel-2A, EVI, NDVI, Produktivitas Padi, SAVI ABSTRACT Rice is one of the main sources of food for life, especially for the Indonesian in addition to sago, corn and cassava. As the most dominant agricultural commodity, the level of demand for rice as a basic needed is very high. So the estimation of rice productivity is also very necessary to optimize the proper planting planning and maximum rice production to support national food security. Indonesia has many regions that become national food buffer, one of them is Pekalongan District. Remote sensing is one of the technologies suitable for the application of estimated rice production in the Pekalongan District. These technological advantages are associated with fast, precise and accurate data and information processing. This study uses the Sentinel-2A image based on open source for processing rice productivity estimates. In the multitemporal Sentinel-2A images, NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), EVI (Enhanced Vegetation Index) and SAVI (Soil Adjusted Vegetation Index) algorithms are applied to determine cropping pattern in Pekalongan District. The vegetation index value distribution model is based on a regression analysis to describe the value of rice productivity. The results of processing the rice-growing phase using NDVI, EVI and SAVI show that the pattern of vegetation index distribution in Pekalongan District is heterogeneous. The results of multiple linear regression of each NDVI, EVI and SAVI variables produce a coefficient of determination, respectively 0,332, 0,269, and 0,283. Based on the regression model, it is obtained that RMSE estimates rice productivity using NDVI, EVI and SAVI transformations to DKPP data, respectively 4,24 kw/ha, 4,54 kw/ha and 4,47 kw/ha. So it can be seen that from the 3 rice productivity estimation models that have been obtained, the estimation results that are almost close to the DKPP yield data is model with NDVI variables compared with EVI and SAVI variables.
EFEKTIVITAS PENENTUAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN CITRA RESOLUSI TINGGI DAN RESOLUSI MENENGAH (Studi Kasus : Kabupaten Pacitan) Putri Auliya; Bandi Sasmito; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1352.817 KB)

Abstract

ABSTRAK   Garis pantai merupakan garis imajiner tempat air dan daratan bertemu. Garis pantai pada suatu negara bukan lagi menjadi perkara yang dapat diabaikan. Semakin berkembangnya teknologi penginderaan jauh dan berbagai kelebihan yang dimilikinya, mendorong berpaling ke teknik ini untuk berbagai studi, termasuk salah satunya untuk mendeteksi garis pantai. Metodologi inderaja dapat dilakukan dengan cepat dan dapat menjangkau daerah yang tidak dapat terjangkau oleh pengukuran secara terestris untuk mendeteksi garis pantai. Pada penelitian ini dilakukan penentuan garis pantai pada data citra satelit Landsat dan UAV kemudian dibandingkan efektivitas dari keduanya dilihat dari ketelitian horisontal dalam penyajian skala di peta.Penentuan garis pantai menggunakandata UAV dengan menggunakan software Agisoft PhotoScan sampai mendapatkan hasil orthophoto sedangkan untukdata citra satelit Landsat dilakukan dengan mengaplikasikan rumus BILKO untuk membedakan daratan dan lautan.  Penentuan garis pantai pada dua datayang sudah diolah tersebut dilakukan dengan cara mendigitasi pada batas daratan dengan lautan saat perekaman atau pemotretan data dilakukan. Garis pantai yang didapatkan dari hasil digitasi tersebut merupakan garis pantai muka laut sesaat.Hasil dari penelitian ini menunjukan langkah – langkah dalampenentuan garis pantai pada UAV menggunakan software Agisoft PhotoScan sampai mendapatkan hasil orthophotodan langkah – langkah dalam penentuan garis pantai pada citra Landsat dengan mengaplikasikan rumus BILKO. Hasil garis pantai yang sudah didapat dilakukan uji akurasi sesuai dengan PERKA BIG No 15 Tahun 2014  dengan hasil ketelitian horisontal padaUAV sebesar 0,032 meter yang memenuhi skala 1: 1.000 kelas satu dan untuk hasil ketelitian horisontal pada citra satelit Landsat sebesar 9,300 meter yang memenuhi skala 1 : 50.000 kelas satu untuk penyajian pada peta KataKunci:Algoritma BILKO, CitraLandsat, Garis Pantai, dan UAV. ABSTRACTCoastline is an imaginer line where the sea water and the land meet. Country’s coastline now is not a problem that could be ignored. Nowdays, remote sensing technology have been developing and got many benefits. One of them is determine the coastline. Remote sensing could be used quickly and easily to reach areas that not be able to be reached by terestris measure. In this research, coastline is determined by the Landsat imagery  and UAV then compare both efectivity from horizontal accuracy of scale presenment on map.Coastline determining with UAV uses Agisoft PhotoScan Sofware to get the orthophoto. Whereas, coastline determining with  Landsat imagery use the BILKO formula to show the difference of the land and the sea. The coastline determining using these datas is done by digitizating the boundary between the land and the sea while during the recorder and photography of the data. The result is temporary coastline.The goal of this research is showing the steps to determine the coastline by using UAV with Agisoft PhotoScan to get orthophoto and using Landsat imagery  with BILKO formula. After it, this researh do the accuracy test based on PERKA BIG No 15 Tahun 2014 and it generate the horizontal accuracy 0.032 meters with first class map scale 1:1,000  for UAV and horizontal accuracy 9.300 meters with first class map scale 1:50,000 for Landsat imagery  presentment on the map. Key Word :Bilko Algorithm, Coastline, Landsat Imagery, and UAV.
PEMBUATAN PETA NAVIGASI SARANA UMUM KOTA SEMARANG SEBAGAI DATA PETA PADA GPS GARMIN MAP Miftakhul ‘Ulya Rimadhani; Bambang - Sudarsono; Bandi - Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.001 KB)

Abstract

ABSTRAKSemarang merupakan kota dengan wilayah yang padat dan telah berkembang pesat. Kinerja pembangunan pemerintah Kota Semarang pada aspek pelayanan umum dengan menyediakan sarana umum seperti obyek wisata, perumahan, SPBU, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan. Padatnya Kota Semarang menimbulkan kemacetan sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan. Perkembangan ilmu pengetahuan mendorong pola pikir manusia untuk menciptakan suatu alat yang dapat digunakan untuk memudahkan manusia bekerja, sehingga terciptanya GPS (Global Positioning System) untuk memudahkan mengetahui tempat dimana mereka berada maupun mencari suatu tempat yang akan dituju. Oleh karena itu, agar GPS berfungsi dengan baik maka dilakukan pembuatan data peta GPS sebaik mungkin.Dalam penelitian ini, diperlukan data koordinat posisi hasil survei obyek sarana umum dengan GPS Handheld Garmin, data atribut obyek, dan peta jalan. Langkah yang dilakukan yaitu proses routing, pembentukan dan penggabungan menjadi file img dengan aplikasi maproute dan cgpsmapper. Kemudian dilakukan pemindahan file img ke dalam device Garmin dengan aplikasi sendmap atau mapsource.Hasil akhir penelitian ini berupa peta GPS dengan format file IMG (Image) Kota Semarang yang berisi informasi letak obyek sarana umum seperti obyek wisata, perumahan, SPBU, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan. Peta GPS ini dapat dipakai pada device Garmin dapat diupload pada website navigasi.net.Dengan demikian peta GPS dapat mempermudah  masyarakat untuk mencapai suatu tujuan yang ingin dikehendakinya dan pembuatan peta pada GPS dapat dilakukan sendiri.Kata Kunci : Peta GPS, GPS Garmin, sarana umum ABSTRACTSemarang is a city with a dense region and has been growing rapidly. Performance of Semarang city government building on aspects of public service by providing public facilities such as tourism, housing, gas stations, hospitals, and shopping malls. Dense Semarang cause congestion that disrupts the activity of the community in meeting the needs. Developments in science push the human mindset to create a tool that can be used to enable people to work, so the creation of GPS (Global Positioning System) to make it easier to know where they are and look for a place that will be addressed. Therefore, in order that the GPS works fine then do a GPS map data generation as possible.            In this study, the data required object position coordinates survey of public facilities with Garmin Handheld GPS, attribute data objects, and a road map. The step are taken that the routing process, the information an incorporation into the img file with maproute and cgpsmapper aplications. Then displacement img file into the Garmin devices with sendmap or mapsource applicationThe result of this research is a GPS map with IMG file format (Image) Semarang which contains information such as the location of the object of public facilities tourism, housing, gas stations, hospitals, and shopping malls. GPS maps can be used on a Garmin device can be uploaded on the website navigasi.net.            The GPS maps can be ease the public to achieve a goal that would like wills and creating maps on GPS can be done alone . Keywords:GPS Map, GPS Garmin, public facilities
ANALISIS ZONASI DAERAH RENTAN BANJIR DENGAN PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS : KOTA KENDAL DAN SEKITARNYA) Jhonson Paruntungan Matondang; Sutomo Kahar; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.469 KB)

Abstract

Kota Kendal merupakan daerah dataran rendah yang berada di pesisir pantai utara Laut Jawa yang sering dilanda bencana banjir, tidak terkecuali daerah-daerah di sekitar Kota Kendal. Seiring dengan terus bertambahnya jumlah penduduk di Kota Kendal dan sekitarnya akan memberikan dampak terhadapan pembangunan pemukiman yang baru yang akan mempersempit ruang resapan air. Disamping Kota Kendal dan sekitarnya yang memiliki drainase yang buruk dan banyaknya sungai yang sering meluap ketika hujan turun akan menimbulkan terjadinya banjir. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) sangatlah penting, dimana kurangnya aplikasi SIG yang bisa menjelaskan, mempresentasikan objek daerah rentan banjir dari dunia nyata yang digunakan di dalam bentuk digital. Dalam penelitian ini, parameter yang digunakan adalah data kemiringan lereng, jenis tanah, jaringan drainase, curah hujan, dan penggunaan lahan tahun 2008 yang diperoleh dalam bentuk peta digital. Peta digital akan diolah dengan menggunakan software ArcGIS 9.3. Setiap data parameter akan diskoring dengan pemberian harkat dan bobot sesuai pengklasifikasiannya masing-masing yang kemudian dilakukan overlay intersect. Pada tahap akhir dilakukan validasi yang bermanfaat untuk menguji kebenaran kerentanan banjir di lapangan. Hasil akhir dari penelitian ini adalah Peta Kerentanan Banjir Kota Kendal dan Sekitarnya. Kata Kunci : Banjir, Sistem Informasi Geografis, Kota Kendal dan Sekitarnya.
Co-Authors ., Hani'ah Abdi Sukmono, Abdi Adiasti Rizqi Hardini Adib Fahrul Arifin Ahmad Faishal Matazah Putra Ahmad Hidayat Ahmad Iqbal Maulana Lubis Akbar Kurniawan Alan Aji Bintang Alfian Putra Setiadarma Almira Delarizka Alvatara Partogi Hutagalung Amirul Hajri An Nisa Tri Rahmawati Andi Trimulyono Andri Suprayogi Andri Yanto Parulian Tamba Anggi Karismawati Anggoro Wahyu Utomo Angkoso Dewantoro Arfina Kusuma Putra Arief Laila Nugraha Arief Laila Nugraha Arief Laila Nugraha Ariella Arima Aniendra Armenda Bagas Ramadhony Arnita Ikke Sari Arwan Putra Wijaya Arwan Putra Wijaya Asih, Nevi Tri Lestiyo Aulia Budi Andari Aulia Hafizh Aulia, Fatah Avini Sekha Rasina Ayu Hapsari Aditiyanti Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bashit, Nurhadi Bekti Noviana Bella Riskyta Arinda Bram Ferdinand Saragih Chusni Ansori Damara Santi, Anggit Lejar David Jefferson Baris Denni Apriliyanto Desvandri Gunawan Devi Irsanti Devi Nilam Sari Deviana Putri Sunarernanda Dian Ika Aryani DIKA NUZUL RACHMAWATI Dimas Bagus Dita Ariani DITHO TANJUNG PRAKOSO Dwi Nugroho Eko Andik Saputro Eko Didik Purwanto, Eko Didik Elsa Regina Rizkitasari Esa Agustin Alawiyah Ety Parwati Fadhlan Hamdi Fajar Dwi Hastono Farrah - Istiqomah, Farrah - Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Fauzi Janu Ammarohman Firman Hadi Firman Hadi Firman Hadi Fitra S Pandia Frandi Barata Simamora Fuad Hari Aditya Gabriel Yedaya Immanuel Ryadi Galih Pratiwi Galuh Fitriarestu Santoso Ghazian Hazazi Gilang Yudistira Hilman Gunita Mustika Hati Hadi, Firman Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus Hani'ah . Hani'ah Hani'ah Hani'ah, Hani'ah Haniah Haniah Hani’ah Hani’ah Harmeydi Akbar Hartomo Haryo Kuncoro Haryo Daruwedho Hasan Mustofa Amirudin, Hasan Mustofa Hayu Rianasari Hestiningsih Hestiningsih Indah Prasasti Indriyanto, Ignatius Wahyu Innong Pratikina Akbaruddin Jaka Gumelar Jerson Otniel Purba Jhonson Paruntungan Matondang Johan Irawan Kalinda, Icha Oktaviana Putri Khofifatul Azizah Kurniantoro, Ridhwan L. M. Sabri Laode M Sabri Latifah Rahmadany LM. Sabri M. Alfarisi Handifa M. Andu Agjy Putra M. Yogi Riyantama Isjoni Mahardika, Anggita Citra Mamei Saumidin Meiska Firstiara Maudi Miftakhul ‘Ulya Rimadhani Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Mohamad Jorgie Prasetyo Monica Apriliana Pertiwi Monika Maharani, Shang Bhetari Muchammad Misbachul Munir, Muchammad Misbachul Muhamad Dicky H. Muhammad Agam Cakra Donya Muhammad Al Kautsar Muhammad Dimas Aji N. Muhammad Fadhli Auliarahman Muhammad Helmi Muhammad Hudayawan Nur L Muhammad Ilman Fanani Muhammad Luthfi Muhammad Nur Khafidlin Mulawarman, Reza Al Arif Muna, Nailatul Mustopa, Salsabila Mutiah Nurul Handayani Nainggolan, Yohana Christie Nanang Noviantoro Prasetyo Nandia Meitayusni Nabila Nasrul Arfianto Nevy Dyah Rustikasari Nila Hapsari Nawangwulan Nilasari, Monica NIRTANTO, ILHAAM CAHYA Niswatul Adibah NOFIANA DIAN RAHAYU Noviar Afrizal Wahyuananto Nur Itsnaini Nurfajrin Dhuha Andani Nurhadi Bashit Nurhadi Bashit Nurhadi Bashit Nurul Huda Patriot Ginanjar Satriya Pinastika Nurandani Pitto Yuniar Maharsayanto Pratama Irfan Hidayat Prathanazal, Naufal Maziakiko Prya Adhi Surya Nugraha Putra, Muhammad Adisyah Putri Auliya Putri Mariasari Sukendar, Putri Mariasari Putri, Alifa Salsabilla Raditya Wahyu Utomo Ratih Kumala Dewi Restu Maheswara Ayyar Lamarolla Rina Emelyana Risa Bruri Utami Ryandana Adhiwuryan Bayuaji Sabri, L M Sabri, L.M. Sabri, LM Samuel Samuel Sari, Devi Nilam Sawitri Subiyanto Sawitri Suprayogi Selli Angelita Sitepu Seprila Putri Darlina Setiaji Nanang Handriyanto Sheehan Maladzi, Havi Shofiyatul Qoyimah, Shofiyatul Sinabutar, Julio Jeremia Sindi Rahma Erwanti Sitepu, Selli Angelita Siti Rahayuningsih Sri Purwatik Sutomo Kahar Sutomo Kahar Sutomo Kahar Sutomo Kahar Syafiri Krisna Murti Syarif Budhiman Theresia Niken Kurnianingsih Tika Murni Asih Tistariawan, Adji Chandra Titis Ismayanti Vauzul Rahmat Victor Andreas Tarigan Vira Febianti Wahyu Eko Saputro Wahyu Setianingsih Wenang Triwibowo, Wenang Widodo, Kukuh Suryo Wili Setiadi Wilma Amiruddin Wiryawan, Ainun Pujo Wisnu Wahyu Wijonarko Yenny Paras Dasuka Yoga Triardhana Yosevel Lyhardo Sidabutar Yudo Prasetyo Yugi Limantara