Claim Missing Document
Check
Articles

MUTU BENIH BAWANG MERAH (Allium wakegi Araki) PADA PERLAKUAN EKSTRAK RUMPUT LAUT DAN LAMA PENYIMPANAN Maemunah, Maemunah; Oktaviana, Farnita; Nuraeni, Nuraeni; Zaenuddin, Zaenuddin; Yusuf, Ramal
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 6 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i6.2390

Abstract

Rumput laut mengandung ZPT seperti auksin, sitokinin dan giberelin yang mampu mendorong pembelahan sel. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh konsentrasi ekstrak rumput laut lato dan lama penyimpanan yang dapat mempertahankan kualitas benih bawang merah varietas lembah palu. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan maret sampai mei 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama perendaman dengan zat pengatur tumbuh dari ekstrak rumput laut lato dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 10%, 20% dan 30%. Faktor kedua lama Penyimpanan yang terdiri dari penyimpanan 30 hari, penyimpanan 40 hari dan penyimpanan 50 hari. Dengan demikian terdapat 9 perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Umur simpan 40 hari memberikan hasil yang lebih baik terhadap variable amatan tinggi tanaman yaitu 7 HST dan 14 HST. Pemberian konsentrasi Ekstrak rumput laut lato 30% memberikan hasil yang lebih baik terhadap tinggi tanaman pada 7 HST dengan rata-rata tinggi tanaman 143,73 cm dan 14 HST dengan rata – rata tinggi tanaman 278,55 cm.
RESPON ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT) DAN TINGKAT KEMATANGAN BUAH KAKAO TERHADAP MUTU FISIOLOGIS BENIH KAKAO (Theobroma cacao L.) Bolong, Aprianto; Mahfudz, Mahfudz; Maemunah, Maemunah; Rauf, Abd.; Syamsiar, Syamsiar
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 6 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i6.2414

Abstract

The research aims to obtain the type of growth regulator that provides the best physiological quality for cacao seeds. To obtain a level of maturity that provides the best physiological quality of cacao seeds. carried out at the Seed Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Tadulako University. The research period started from February to March 2024. This research was structured using a Randomized Block Design consisting of two factors. The first factor consisted of 3 levels of treatment, namely Control (without ZPT), Young Coconut Water and ZPT Cytokinin benzyl adenine, with 3 levels Treatment: Control (without ZPT), young coconut water 50%, PGR Cytoconine benzyl adenine 30%, The second factor is the maturity level of cacao seeds consisting of 3 levels namely, yellow in the groove of the fruit, yellow in the groove and back of the fruit, yellow in all parts of the fruit. The research results showed that the interaction of growth regulators and the level of maturity of the cacao fruit had an effect on the speed of germination. The use of growth regulators in the form of cytokinin 30% benzyl adenine improves the physiological quality of cocoa seeds. The level of maturity of cocoa pods has a positive impact on the physiological quality of cacao seeds
PHENOTYPE CHARACTERISTICS OF CROSSING PURPLE CORN AND SWEET YELLOW CORN (ZEA MAYS L.) IN GENERATION F4 Maemunah, Maemunah; Samudin, Sakka; Mustakim, Mustakim; Akbar, Ali; Jeki, Jeki; Mas'ud, Hidayati
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 11 No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v0i0.1740

Abstract

Phenotypic characters in crossed plants is very important to find out the success of a cross and the differences in characters between one type and another. The purpose of this study was to identify and determine the best phenotypic characters resulting from crosses of maize plants in the F4 generation. This research was carried out on agricultural land in Oloboju Village (Bulu Pontu Jaya SP2), at an altitude of 176 meters above sea level, with a latitude of 1ᵒ00'21" South Latitude and 119ᵒ56'50.49" North Latitude. Sigi Biromaru District, Sigi Regency. The study started from February to July 2020. This study was structured using a randomized block design with five maize cultivars from F3 crosses as treatments, namely: purple corn cultivar, dominant yellow: purple, white dominant purple, purple dominant white, and purple dominant yellow which was repeated five times to obtain 25 experimental plots. The observed variables were: plant height, number of leaves, stem diameter, age at which male flowers were released, age at which female flowers were released, age at harvest, cob length, cob diameter, number of cob seeds, percentage of color, and weight of 100 seeds. The research data were analyzed using ovarian analysis, which was followed by the HSD test at the 1% level. The results showed that purple corn cultivars had the best phenotypic characteristics, namely, plant height reached 226.55 cm, cob diameter reached 40.95 mm, cob length reached 15.05 cm, color percentage reached 70.39%, number of cob seeds reached 411 .70 seeds and has a slightly fluffier texture and a slightly less sweet taste until it is quite sweet.
PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI GOGO LOKAL KULTIVAR DONGAN PADA PEMBERIAN PUPUK ANORGANIK DAN PUPUK ORGANIK CAIR Hidayat, Farid; Ete, Andi; Maemunah, Maemunah
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i1.2443

Abstract

Teknologi pemupukan merupakan salah satu faktor penentu dalam meningkatkan hasil panen dan juga sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendapatkan dosis pupuk NPK yang baik pada setiap kosentrasi POC terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo lokal kultivar dongan, untuk mendapatkan dosis pupuk NPK yang meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi gogo lokal kultivar dongan, dan untuk mendapatkan konsentrasi POC yang meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi gogo lokal kultivar Dongan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian Desa Tamarenja (Kalama) dengan letak lintang LS 00o26’51.4 BT 119o 49’50.5 Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, dengan ketinggian tempat 185-250 mdpl. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pupuk NPK dosis 300 kg ha-1 dan POC 60 ml/L memberikan pertumbuhan dan hasil yang baik pada tanaman padi gogo lokal kultivar dongan, Pupuk NPK 300 kg ha-1 memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman padi gogo kultivar dongan yang ditunjukan oleh tinggi tanaman 9 dan 11 MST lebih tinggi, jumlah daun lebih banyak, daun lebih panjang, daun lebih lebar, umur keluar malai lebih cepat, jumlah gabah lebih banyak, gabah semakin bernas, dan produksi ton per hektar lebih tinggi dan POC kosentrasi 60 ml/L meningkatkan pertumbuhan dan hasil tnaman padi gogo kultivar dongan yang ditunjukan oleh umur keluar malai lebih cepat, gabah lebih lebar, presentase gabah hampa rendah, dan bobot 1000 biji lebih berat.
Penangkaran Benih Jagung MESI (Merah Sigi) Sebagai Upaya Penyediaan Benih Bermutu Dan Berkesinambungan Maemunah, Maemunah; Samudin, Sakka; Damayanti, Lien; Yusran, Yusran; Hidayat, Rafli; Rahayu, Gita; Pahlevi, Riza
AKM Vol 6 No 1 (2025): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v6i1.1342

Abstract

Benih varietas unggul bermutu merupakan batas atas produktivitas usaha tani. Ketersediaan benih bermutu dan tepat waktu akan mendorong percepatan pengembangan inovasi teknologi baru guna meningkatkan pendapatan dan produksi jagung nasional. Sebagian besar petani masih menggunakan benih jagung asalan berupa turunan hibrida dan komposit keturunan, kondisi ini mengakibatkan produksi jagung semakin menurun. Ketergantungan petani pada benih hibrida (satu kali tanam) mengakibatkan penambahan biaya produksi. Untuk mengatasi ketersediaan benih bermutu jagung maka dilakukan pelatihan pembuatan benih komposit (benih yang dapat tanam berulangkali). Jagung MESI (merah Sigi), merupakan jenis jagung lokal yang banyak dibudidayakan oleh Petani di Palu. Kegiatan bertujuan untuk 1) mengaplikasikan dan menerapkan hasil penelitian perbenihan jagung, membantu Program Pemerintah dalam penyediaan benih bermutu, 2) pemanfaatan kearifan lokal dan potensi Kelompok Tani Tara’a Nagaya sebagai penyedia benih jagung komposit, 3) Sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan Sinergisme Universitas Tadulako dan Badan Pengawasan dan Sertifikasi Benih Sulawesi Tengah. Hasil kegiatan: 1) Kelompok Tani Tara’a Nagaya telah mengetahui dan memahami cara penangkaran jagung MESI, benih yang dihasilkan telah dibagikan kepada beberapa kelompok tani. 2) Kelompok Tani dan Tim Pengabdi Faperta bekerjasama dalam membina beberapa kelompok tani di wilayah Kayumalue telah merintis usaha penangkaran benih jagung MESI.
Tingkat Keberhasilan Sambung Pucuk Kakao (Theobroma cacao L.) Dengan Perlakuan Panjang Entries Berbeda Fitrisari, Nur Indah; Maemunah, Maemunah; Ya’la, Zakirah Raihani
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 32 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v32i1.2479

Abstract

Indonesia merupakan Negara produsen ke tiga dunia setelah Pantai Gading dan Ghana, dan Indonesia mempunyai potensi menjadi produsen kakao yang terbesar pertama dunia pada Tahun 2020. Produksi kakao di Indonesia sebanyak 667.300 ton pada 2022. Jumlah tersebut lebih rendah 3,04% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai 688.200 ton. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai panjang entres kakao yang sesuai bagi keberhasilan dan pertumbuhan penyambungan melalui grafting. Penelitian ini dilakukan Kebun Akademik, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Waktu penelitian dimulai dari bulan September sampai dengan bulan November 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor. Perlakuan yang dicobakan adalah panjang entres atau batang atas yang berbeda terdiri dari 5 taraf yaitu 1= 3 cm, 2= 5 cm, 3= 7 cm, 4= 9 cm, dan 5= 11 cm. Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali sehingga didapat 25 unit. Setiap unit percobaan menggunakan tiga tanaman, jadi total terdapat 75 tanaman satuan pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa panjang entres 3 cm memiliki waktu awal bertaut tercepat yaitu 11,87 hari tetapi tingkat keberhasilan hidup rendah, sedangkan panjang entries 11 cm memiliki waktu awal bertaut 15,00 hari cm, persentase keberhasilan bertaut 100%, panjang tunas yaitu 5,34 cm, jumlah daun 7,05 helai dan persentase keberhasilan penyambungan yaitu 100%.
Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah Lembah Palu pada Pemberian Berbagai Konsentrasi AB MIX Maemunah, Maemunah; Syamsiar, Syamsiar; Mustakim, Mustakim
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 31 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v31i2.2171

Abstract

Bawang merah varietas lembah palu merupakan salah salah satu produk unggulan Sulawesi Tengah yang digunakan sebagai bahan baku bawang goreng. Produksi bawang merah varietas lembah palu memiliki produksi yang masih rendah yang di akibatkan oleh kurang teknologi budidaya. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan konsentrasi Ab Mix yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah varietas lembah palu. Penelitian ini telah dilaksanakan di PT. Nina Agro Jaya, di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung dari bulan Juli hingga Oktober 2022. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima konsentrasi AB mix yaitu 1000 ppm, 1200 ppm, 1400 ppm, 1600 ppm, dan 1800 ppm. Setiap perlakuan diulang sebanyak enam kali sehingga terdapat 30 unit percobaan. Masing-masing unit percobaan menggunakan tiga polybag dan setiap polybag ditanami dua benih bawang merah varietas lembah palu sehingga terdapat total 90 unit percobaan (180 benih bawang merah) yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 1800 ppm menghasilkan tinggi tanaman (3, 5, 7, 9, MST), jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi, bobot segar umbi, diameter umbi, berat kering umbi, dan berat segar tanaman terbaik.
MENINGKATKAN HASIL BAWANG MERAH (Allium aggregatum L.) DENGAN PUPUK CAIR ECO FARMING Lismawati, Lismawati; Mahfudz, Mahfudz; Maemunah, Maemunah
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 6 (2023): December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i6.1996

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum. L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan konsumsi nasional, sumber penghasilan petani, maupun potensinya sebagai penghasil devisa negara. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk organik cair Eco farming dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah varietas bima. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Akademik Fakultas Pertanian Universitas Tadulako dari bulan Januari sampai Maret 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor yaitu dosis POC yang terdiri dari enam taraf yaitu: 1) kontrol (tanpa pupuk), 2) 28 ml Eco farming, 3) 50 ml Eco farming, 4) 85 ml Eco farming, 5) 115 ml Eco farming, 6) 135 ml Eco farming. Setiap perlakuan diulang tiga kali sebagai kelompok sehingga terdapat 18 satuan percobaan. Masing-masing percobaan diujikan tiga tanaman sehingga terdapat 54 polybag. Data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC Eco farming pengaruhnya tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, dengan kata lain, dosis POC yang dicobakan tidak memberikan respons tanaman yang berbeda. Secara visual tanggapan tanaman tersebut memperlihatkan pertumbuhan yang berbeda, tetapi pemberian POC Eco farming sangat baik. Perlakuan 50 ml l-1 air cenderung lebih baik terhadap komponen pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun) dan hasil (diameter umbi), akan tetapi perlakuan POC 85 ml l-1 air berpengaruh lebih baik pada berat segar dan berat daun segar, pemberian POC 115 ml l-1 air berpengaruh lebih baik pada jumlah umbi per tanaman dan berat kering umbi per tanaman, pemberian POC 135 ml l-1 air lebih baik pada berat basah umbi per tanaman dan total padatan terlarut.
Pengaruh Lama Perendaman dan Konsentrasi Kalium Nitrat Terhadap Mutu Benih Bawang Merah Varietas Lembah Palu (Allium wakegi Araki) Irwan, Irwan; Basri, Zainuddin; Maemunah, Maemunah
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i1.2044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perlakuan lama perendaman, konsentrasi kalium nitrat serta interaksi antara lama perendaman dan konsentrasi kalium nitrat terhadap mutu benih bawang merah Varietas Lembah Palu. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimen yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan dua faktor yang dicobakan, yaitu lama perendaman benih dalam larutan kalium nitrat sebanyak tiga taraf, yaitu; 6 jam, 12 jam dan 18 jam; dan konsentrasi kalium nitrat juga terdiri atas tiga taraf, yaitu 0,5%; 1,0% dan 1,5%; sehingga terdapat sembilan kombinasi perlakuan yang tiap kombinasinya diulang tiga kali. Data dianalisis menggunakan analisis keragaman; dan apabila hasil analisis keragaman menunjukkan pengaruh nyata atau sangat nyata, maka dilanjutkan dengan melakukan uji Beda Nyata Jujur guna mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara perlakuan yang dicobakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman benih dalam larutan kalium nitrat selama 12 jam dapat meningkatkan mutu benih bawang merah Varietas Lembah Palu yang ditunjukkan dengan perkecambahan yang lebih cepat (rata-rata 2,5 hari setelah tanam), pembentukan daun yang banyak (rata-rata 9,28 helai daun per tanaman saat 7 HST) serta postur tanaman yang tinggi (berturut-turut rata-rata 9,50 cm dan 23,33 cm per tanaman pada 7 HST dan 14 HST); dan perendaman benih selama 6 jam diperoleh volume akar paling tinggi (rata-rata 1,11 mL per tanaman). Konsentrasi kalium nitrat pada perendaman 6 jam dan 18 jam kurang efektif meningkatkan mutu benih bawang merah Varietas Lembah Palu. Namun perendaman benih dalam larutan 1,0% kalium nitrat selama 12 jam cenderung memberikan efek lebih baik terhadap perkecambahan dan pertumbuhan bawang merah Varietas Lembah Palu.
The Growth of Seed Derived Onion on Various Strenght of MS Medium and BAP (Benzyl Amino Purine) Concentrations W. Munandar, Eka Handayani; Basri, Zainuddin; Maemunah, Maemunah
Mitra Sains Vol 9 No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mitrasains.v9i1.43

Abstract

The growth of explant in culture media is affected by a number of factors, including the strength of basal media and the concentration of plant growth regulators added into culture media. Experiments were conducted in two steps; the aim of the first experiment was to obtain a suitable strength of MS medium for the growth of onion seeds and the aim of the second experiment was to obtain an appropriate BAP concentration for each strength of MS medium for the growth of seed derived onion shoots. The first experiment was designed in Completely Randomized Design (CRD) with one factor, with treatment tested namely the strength of MS medium in two levels, eg. a half strength of MS medium and full strength of MS medium. The second experiment was also designed in CRD with factorial pattern; treatments tested were the strength of MS medium as the first factor consisted of two levels, namely a half strength of MS medium and full strength of MS medium; and the concentration of BAP as the second factor which consisted of four levels, namely 1 mg/l, 2 mg/l, 3 mg/l and 4 mg/l BAP. Results of these experiments showed that a half strength of MS medium was suitable for the growth of onion seeds which was indicated by the percentage of seed germination upto 100% and the formation of leaves tended to be more intensive. Culture medium supplemented with 4 mg/l BAP was appropriate for the growth of seed derived onion shoots which was reflected by the formation of intensive leaves and roots, in average 2.58 leaves per exsplant and 8.75 root hairs per exsplant, respectively.
Co-Authors Abd. Rauf Abdulrohim E-sor Adrianton Adrianton Aisyah Abdul Jabbar Ali Akbar Ali Husni Alma Alfiana Andani, Silva Andi Ete Andi Ete Andi Ete Andi Ete Arnianti Arnianti Astri Juwita Putri Astria Astria Bolong, Aprianto Dalilah Dalilah Dewi Anjarwati Diah Ningrum Dias Andris Susanto Dimas Yoga S Dwi Apriani Eka Rosyida Eko Priyantono Eko Priyantono Enny Adelina Fadilah D, Fani Farid Hidayat Fathurrahman Fathurrahman Fitri Nurhayati Fitrisari, Nur Indah Hamlisa Hamlisa Hapsoh Hari Harsananda Hartono Karim Hawalina Hawalina Hawalina Hawalina Hawalina Kasim, Hawalina Hidayat, Rafli I Nyoman Winia I.Y. Daniel Idzha Mahendra Indrianto Kadekoh Irwan Irwan IRWAN LAKANI Iskandar M Lapanjang Ismail Assidik Isna Rahma Dini Jeki , Jeki Jeki Jeki Jeki Jeki Jeki Jeki Jeki Jeki Jeki, Jeki Kabir, Kasran Karim, Hartono Kasran Kabir Keke Anjaswari KRISTIANTO NUGROHO, KRISTIANTO Lien Damayanti Lismawati, Lismawati Made G. Juniartha Mahfudz Mahfudz Mahfudz Mahfudz Maisarah, Nissa Marhani Marhani Marhani Mario Mario Mas'ud, Hidayati Moh. Adnan Khaliq Mohammad Rifqi Arianto Muhamad Ridwan Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakin Mustakim Mustamin Mustamin Mustamin Mustamin Naning Tutik.H Ni luh Dian Purnama Sari Nina Humaerah Nina Yuminar Priyanti Nur Fauziah Nur Salam Nuraeni Nuraeni Nurfiana Abdan Nurhidayah, Anisa Nurhikmah Nurhikmah Nurwahyudi, Lail Oktaviana, Farnita Orin Sandra Soraya Rense Prasanthy Devi Maheswari Purnawirawan, Sandi Putu Radika Dewi Rachmat Zainuddin Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahayu, Gita RAHMAT SETIAWAN Rahmi, Rahmi Ramal Yusuf Rezkianti, Vivin Riska Rahmawati Rismayani Rismayani Rista Widiyawati Riza Pahlevi, Riza Rizal, Sesaiful Saharil Darmin Sakka Samuddin Sakka Samudin Sakka Samudin Sakka Samudin Sakka Samudin Sakka Samudin Sakka Samudin Samliok Ndobe Sandi Purnawirawan Sandina Sandina Sartika Sartika Sesaiful Rizal Sholihul Anwar Siti Nur'aini Siti Rosyidah Sri Anjar Lasmini Syamsiar Syamsiar, Syamsiar TRI JOKO SANTOSO Trisutiyo, Trisutiyo Triyani Dewi Tuti Handayani Arifin Usman Made Usman Made Usman Made Usman Made Vivin Rezkianti W. Munandar, Eka Handayani Winda Firdaus Yayu Susilawati Yusran Yusran Yusran Yusran Yusran Yusran Yusran Yusran Zaenuddin Zaenuddin, Zaenuddin Zainuddin Basri Zainuddin Basri Zainuddin Zainuddin Zakirah Raihani Ya’la Zulkifli Zulkifli