Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN INDUSTRI SKALA RUMAH TANGGA TANAMAN HORTIKULTURA DI DESA PISANG BEREBUS KECAMATAN GUNUNG TOAR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI: PKM Vermila, Chezy; Jamalludin, Jamalludin; Sasmi, Meli; Susanto, Haris; Mashadi, Mashadi; Hadi, Nariman; Wardani, Gustia Kusuma
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3907

Abstract

Komoditas hortikultura di Desa Pisang berebus belum dimanfaatkan secara optimal dikarenakan hasil panen yang langsung dijual kepasar, sehingga produk yang dihasilkan tidak dapat bertahan lama, sehinga diperlukan penanganan dari produk yang mana salah satunya adalah dengan memberikan informasi teknologi dan memberikan pengetahuan serta keterampilan masyarakat desa mengenai usaha diversifikasi produk tanaman hortikultura. Upaya tranfer informasi teknologi pengolahan tanaman hortikultura melalui kegiatan penyuluhan. kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan melalui penyuluhan kepada ibu-ibu rumah tangga dalam peningkatan manfaat serta peningkatan ekonomi keluarga melalui pengolahan produk hortikultura skala rumah tangga Saus merupakan salah satu produk pasta yang cukup dikenal dan digemari dimasyarakat. Produk tersebut dapat diolah melalui teknologi sederhana ditingkat rumah tangga. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan hasil yang positif dikarekana respon dari pada ibu-ibu/kelompok tani Wanita ini sangat antusias mengikuti kegiatan ini yang mana materi yang diberikan sangat sederhana dan mudah dimengerti dan dilakukan oleh mereka, dan memberikan peluang baru bagi kelompoktani dalam memanfaatkan hasil tanaman mereka yang awalnya mudah rusak menjadi produk yang bisa bertahan lama.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM PEMASARAN PRODUK HASIL PERTANIAN OLEH PETANI MILENIAL Wardani, Gustia Kusuma; Susanto, Haris; Mashadi, Mashadi; Sasmi, Meli; Vermila, Chezy WM; Hadi, Nariman; Jamaludin, Jamaludin; Audian A, Finu
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4497

Abstract

Banyaknya penduduk Indonesia yang bekerja di bidang pertanian, membuat munculnya berbagai permasalahan di bidang ini. Salah satunya adalah yang berkaitan dengan pemasaran produk pertanian. Dengan permasahalan yang ada, petani milenial harus dapat memanfaatkan smartphone dan menggunakan suatu aplikasi yang mendorong untuk keberlangsungan pertanian di ndonesia. Pemasaran digital memungkinkan pembeli memperoleh seluruh informasi mengenai produk dan bertransaksi melalui internet, dan memungkinkan penjual untuk memantau dan menyediakan kebutuhan serta keinginan calon pembeli tanpa batasan waktu dan geografis. Petani milenial juga harus mampu menilai dan memahami apa yang diiginkan oleh konsumen, dalam hal ini dapat dikembangkan melalui system pengemasan hasil produk pertanian. Pada dasarnya pengemasan akan berpengaruh terhadap penilaian atas produk dan hasil yang akan diperoleh oleh petani. Berdasarkan kondisi permasalahan diatas, tim PKM Program Studi Agribisnis Universitas Islam Kuantan Singingi menawarkan program Pelatihan metode pemasaran dan pengemasan produk pertanian bagi siswa Sekolah Menengah Atas kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan penyuluhan pemanfaatan teknologi dalam pemasaran produk hasil pertanian bagi petani milenial dalam rangka pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan sangat baik. Peserta sangat antusias dan interaktif dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan peragaan pemanfaatan teknologi dalam pemasaran produl hasil pertanian. Dari segi pengetahuan, wawasan, dan keterampilah siswa dalam pemanfaatan teknologi untuk pemasaran produk hasil pertanian yang semula masih minim, setelah mengikuti kegiatan penyuluhan siswa dapat memahami konsep-konsep pemanfaatan teknologi dalam pemasaran produk hasil pertanian
SOSIALISASI MANFAAT BUMDes HARAPAN MAKMUR SEBAGAI UPAYA PENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA TEBING TINGGI KECAMATAN BENAI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI: PKM Susanto, Haris; Mashadi, Mashadi; Melisasmi, Melisasmi; Hadi, Nariman; Vermila, Chezy WM; Jamalludin, Jamalludin; Kusuma Wardani, Gustia; Audian A, Finu; Eka Pratama, Berli
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4817

Abstract

Kegiatan PkM dilaksanakan di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi dengan target masyarakat, pengurus Bumdes, penyuluh, kelompok tani ternak dan aparat pemerintahan desa. Masyarakat pelaku usaha seperti perdagangan (pupuk) dan jasa (jaringan). Kegiatan PkM dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pelaku usaha mengenai legalitas tujuan, dan manfaat BUMDes bagi peningkatan pembangunan dan peningkatatan kesejatraan dan kemakmuran masyarakat secara adil dan merata. Melalui peningkatan pemasukan pendapatan asli desa (PADes) dengan kegiatan usaha dapat terus berkembang di masa mendatang dengan memperhatikan dan menerapkan faktor pendukung kegiatan usaha. Dengan demikian kegiatan PkM diselenggarakan berupa sosialisasi mengenai legalitas tujuan, dan manfaat BUMDes serta sosialisasi mengenai manajemen SDM yang profesional dalam mengelola BUMDes di desa. Sosialisasi tersebut disesuaikan dengan permasalahan dan kebutuhan yang dihadapi pengurus BUMdes di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Benai. Metode pelaksaan kegiatan terdiri dari tiga tahap. Pertama tahap persiapan meliputi pra survei, pembentukan tim, pembuatan dan pengajuan proposal, koordinasi tim dan mitra serta persiapan alat dan bahan sosialisasi. Tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan program berupa sosialisasi. Sosialisasi dilakukan melalui penyuluhan (pemaparan materi) dan diskusi. Tahap ketiga yaitu tahap evaluasi dan pelaporan. Setelah itu, dilakukan penyusunan laporan untuk selanjutnya dilakukan publikasi. Hasil dan luaran kegiatan PkM setelah sosialisasi yaitu pertama, masyarakat mengalami peningkatan pemahaman mengenai fungsi BUMDes. Kedua, masyarakat mengalami peningkatan pemahaman berkaitan keberadan BUMDes untuk peningkatan pembangunan dan peningkatan pemasukan PADes Tebing Tinggi. Ketiga, masyarakat mengalami peningkatan pemahaman mengenai mekanisme pendirian dan pelaksanaan BUMDes
PENDAMPINGAN TATA KELOLA KEUANGAN PADA KELOMPOK TANI MILENIAL PINANG MASAK DESA PANTAI Sapridawati, Yeni; Seprido, Seprido; Mashadi, Mashadi
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.5072

Abstract

Pengelolaan keuangan merupakan aspek penting dalamkeberlanjutan usaha tani, terutama bagi kelompok tani milenial yang mulai mengembangkan usaha agrokompleks di desa Pantai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelompok tani milenial pinang masak dalam tat kelolla keuangan, pencatatan transaksi, penyusunan laporans ederhana, serta pemanfaatan tenologi digital berbasis aplikasi pencatatan keuangan. Metode yang digunakan ceramah interaktif, demonstrasi penyusunan laporan keuangan, praktik langsung penpenggunaan aplikasi pengelolaan keuangan, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anggota sebesar 36.2% berdasarkan pre-test (43.5%) dan post-test (79.6%), serta terbentuk dan terimplementasikannya system pencatatan keuangan sederhana yang sudah mulai diterapkan secara rutin oleh pengurus dengan nilai pengimplementasian sebesar 90%. Implementasi digitalisasi pencatatan melalui aplikasi juga meningkatkan akurasi dan aksesibilitas data keuangan kelompok. Kegiatan pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan usaha kelompok tani ke depan.
Persepsi Masyarakat terhadap Pengaruh Bumdes dalam Pengembangan Ekonomi Masyarakat di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Benai Susanto, Haris; Mashadi, Mashadi; Melisasmi, Melisasmi; Marlina, Gusti; Mahrani, Mahrani; A, Finu Audian; Pratama, Berli Eka
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.4940

Abstract

The research objectives to be achieved are to: Analyze the Influence of Village-Owned Enterprises on Community Economic Development in Tebing Village, Benai District, Kuantan Singingi Regency and Identify community perceptions of the influence of Harapan Makmur Village-Owned Enterprises (BUMDes) in community economic development in Tebing Tinggi Village, Benai District, Kuantan Singingi Regency. Data was collected directly at the research location through observation and interviews with Ms. Melisasmi, the manager of a village-owned enterprise (BUMDes) in Tebing Tinggi Village, Benai District. The required sample size was calculated using the Slovin formula. A total of 94 respondents were selected. Based on the results of research that has been conducted on public perception of the influence of BUMDes in the development of the community's economy in Tebing Tinggi Village, Benai District, Kuantan Singingi Regency, where the total score is 251.27% with an average score of 83.76%. Community economic development through BUMDes is the highest score result compared to the other 3 variables that influence public perception of the influence of BUMDes in community economic development, namely with an average score of 88.24%. This shows that community economic development through BUMDes is something that has a very large influence on the development of the community's economy towards the existence of BUMDes. While internal factors are the lowest average score results compared to the other 3 variables that influence public perception of the influence of BUMDes Harapan Makmur, which is only 80.05%. While for external variables with an average score of 82.94%.
Sintesis dan Karakterisasi LaxSr(1-x)MnO3 (0 ≤ x ≤ 1) sebagai Microwave Absorber pada Frekuensi 4-8 GHz dengan Teknik Milling Sari, Novita; Mashadi, Mashadi; Ramlan, Ramlan; Bama, Akhmad Aminuddin; Tambunan, Melenia
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i3.1285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik material LaxSr(1-x)MnO3  (x = 0,0; 0,25; 0,50; 0,75; 1,0) sebagai penyerap gelombang mikro menggunakan teknik mechanical milling. Bahan yang digunakan meliputi La2O3, SrCO3, MnO2, dan etanol. Sampel dicampur dan digiling selama 5 jam, dikeringkan pada suhu 80°C selama 24 jam, dan di sintering pada suhu 1000°C selama 5 jam. Analisis XRD menunjukkan bahwa SrMnO3 (x = 0.0) membentuk fase utama SrMnO3 dan fase kedua MnO3, sedangkan La0,25Sr0,75MnO3, La0,50Sr0,50MnO3, dan La0,75Sr0,25MnO3 menunjukkan fase utama LaSrMnO3 dan fase kedua SrMnO3. Untuk LaMnO3 (x = 1.0) memiliki fase utama LaMnO3 dan fase kedua MnO3. Karakterisasi SEM menunjukkan bentuk dan ukuran berbeda dengan ukuran partikel berkisar antara 100 hingga 800 nm, rata-rata ±413.36 nm. Analisis VNA menunjukkan penyerapan gelombang mikro tertinggi (97,61%) pada x = 0.0 dan terendah (74,07%) pada x = 1.0. Hal ini mengindikasikan bahwa dengan melakukan substitusi ion La3+ dapat mengurangi kemampuan penyerapan gelombang mikro. Studi ini memberikan dasar untuk pengembangan material penyerap gelombang mikro baru berbasis LaxSr(1-x)MnO3.
Kepastian Hukum Pelaksanaan Rups Terkait Gugatan Penggunaan Media Elektronik Dalam Rapat Mashadi, Mashadi; Marniati, Felicitas Sri; Fitrian, Achmad
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan konsep Cyber Notary di Indonesia, yang diperkenalkan pada tahun 1995. Cyber Notary diatur dalam Pasal 15 Ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris. Dalam penelitian ini peneliti mengangkat dua rumusan masalah anatara lain Bagaimana Penerapan Cyber Notary Dalam Sistem Hukum Nasional dan Bagaimana Kepastian Hukum Pelaksanaan RUPS Terkait Gugatan Penggunaan Media Elektronik Dalam Rapat. Adapun teroi yang digunakan ialah Teori Sistem Hukum dari Lawrence Friedman dan Teori Kepastian hukum Jan M. Otto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan jenis penelitian yuridis normatif. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan menginventarisasi aturan hukum positif, literatur buku, jurnal, dan sumber bahan hukum lainnya. Untuk Teknik Analisa bahan hukum dilakukan dengan penafsiran gramatikal dan penafsiran historis. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi seperti tanda tangan elektronik dan video konferensi berpotensi mendukung pembuatan akta autentik secara digital, implementasi Cyber Notary di Indonesia menghadapi sejumlah kendala yang signifikan. Dari sisi substansi hukum, terdapat kekurangan pengaturan mengenai akta elektronik dalam Undang-Undang Jabatan Notaris dan ketidakjelasan terkait tanda tangan elektronik oleh Notaris. Struktur hukum juga menghadapi tantangan, seperti ketiadaan mekanisme pengawasan dan lembaga yang dapat memvalidasi akta elektronik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk memastikan penerimaan Cyber Notary yang sah, perlu dilakukan harmonisasi regulasi antar undang-undang terkait serta pengembangan ketentuan yang mengatur integritas, autentisitas, dan keabsahan dokumen elektronik. Regulasi yang lebih jelas dan sistem pengawasan yang efektif sangat diperlukan untuk memberikan kepastian hukum bagi para pihak yang terlibat dalam pembuatan akta autentik secara elektronik di Indonesia.
Legal Issues in Entrepreneurship: Between Regulation, Innovation, And Business Sustainability Yusdira, Ade; Mulyana, Mumuh; Mashadi, Mashadi; Hassanee, Narrong; Sulistiono, Sulistiono
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 13 No. 4 (2025): JIMKES Edisi Juli 2025
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v13i4.2122

Abstract

Entrepreneurship plays a pivotal role in fostering economic growth, job creation, and social innovation. However, its development remains inseparable from complex legal challenges. Regulations often serve an ambivalent role: they provide legitimacy and protection, yet at the same time may hinder entrepreneurship through excessive bureaucracy and high compliance costs. This article seeks to examine the key legal issues in entrepreneurship, explore the nexus between regulation, innovation, and sustainability, and propose conceptual recommendations for developing an adaptive and inclusive entrepreneurial ecosystem. Employing a normative–conceptual approach, the study draws upon secondary sources including national regulations, recent international scholarly publications, and institutional reports from the OECD, UNCTAD, and the World Bank. Comparative and thematic analyses were undertaken to map legal issues, assess their implications for innovation, and evaluate their impact on business sustainability. The findings highlight six major legal domains: licensing and bureaucracy, intellectual property rights, business contracts, taxation, labor regulations, and digital and e-commerce law. Regulations are shown to act dually as both enablers and barriers to entrepreneurial innovation. Cross-country evidence further illustrates that developed economies tend to design more adaptive legal frameworks, while developing countries continue to face significant regulatory implementation challenges. In Indonesia, reforms such as the Online Single Submission system, the Omnibus Law on Job Creation, and the Personal Data Protection Law represent important steps forward, yet remain in a transitional stage. The article contributes theoretically by integrating Institutional Theory, Innovation Theory, and the Triple Bottom Line, and provides practical recommendations emphasizing regulatory simplification, stronger intellectual property protection, adaptive digital and green regulations, and greater international policy harmonization   Keywords: Entrepreneurship; Legal Framework; Innovation; Sustainability; Regulatory Reform.
A Triple Helix Synergy Model for Strengthening Entrepreneurial Ecosystems in Developing Economies Astrini, Danti; Mashadi, Mashadi; Mulyana, Mumuh
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 13 No. 3 (2025): JIMKES Edisi Mei 2025
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v13i3.2933

Abstract

Entrepreneurship plays a pivotal role in Indonesia’s economic transformation, yet the national entrepreneurial ecosystem remains constrained by fragmented policies, weak university–industry linkages, and limited cross-sector collaboration. Despite the rapid growth of MSMEs, expanding digitalization, and increasing government attention to innovation, these opportunities often fail to translate into a coherent and sustainable ecosystem. This study develops the Triple Helix Synergy Model, an integrative conceptual framework that realigns the roles of government, academia, and industry through structured collaborative mechanisms reinforced by digital transformation. Using a conceptual qualitative approach supported by a thematic synthesis of 70 peer-reviewed articles (2010–2024) and major policy documents (OECD, World Bank, UNDP), the study identifies four core components shaping ecosystem performance: Inputs, Collaborative Mechanisms, Outputs, and Outcomes. Findings reveal persistent regulatory misalignment, limited applied research and commercialization pathways, weak industry absorptive capacity—particularly among MSMEs—and the absence of integrated digital collaboration platforms. The proposed model embeds regulatory alignment, innovation co-creation, resource sharing, and digital governance as essential mechanisms for strengthening ecosystem connectivity. Theoretically, this study advances Triple Helix scholarship by contextualizing it for developing economies and positioning digital transformation as a central driver of innovation governance. Practically, the model offers actionable guidance for policymakers, universities, and industry actors to enhance research commercialization, support MSME upgrading, and foster a more resilient and innovation-driven economy.   Keywords: Triple Helix, entrepreneurial ecosystem, co-creation, digital platforms, MSMEs, innovation governance, government–academia–industry collaboration, developing economies.
Adoption Of Green Marketing Driven By Sustainable Environmental Initiatives In The Food And Beverage Sector Puspitasari, Ratih; Lestari, Retno Martanti Endah; Mulyana, Mumuh; Mashadi, Mashadi
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 13 No. 2 (2025): JIMKES Edisi Maret 2025
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v13i2.3128

Abstract

This study explores the adoption of green marketing strategies in the food and beverage industry within Bogor City, Indonesia. Employing a descriptive qualitative method, data were collected through questionnaires distributed to 146 industry managers across six sub-districts. The study evaluates the implementation of the green marketing mix—green product, green price, green place, and green promotion—using a holistic multiple case study design. Findings reveal a strong commitment to environmental sustainability, demonstrated by the use of eco-friendly raw materials, recyclable packaging, and environmentally focused promotional strategies. This research contributes to the existing literature by focusing on a specific industrial sector in a developing country context. It also emphasizes the growing role of consumer awareness in driving sustainable business practices. Keywords: Green Marketing, Sustainable Environmental Efforts, Environmental Impact, food and beverage industry
Co-Authors A, Finu Audian A. Mahendra, A. Aang Munawar Abdul Ghofur Adil Fadillah Ahmad, Cicin Akhmad Aminuddin Bama, Akhmad Aminuddin Alberta Rika Pratiwi Amwila P, Andi Yudha Andi Alatas, Andi Andriani, Dessy Astrini, Danti Audian A, Finu Ayu Puspita, Dian Badru, Mohamad Bambang Sugeng Barutu, Fabelia Andani Chatarina Umbul Wahyuni Chezy WM Vermila, Chezy WM Dafit Feriyanto Damar, Stenlly Dinata, Muhammad Farhan Eka Pratama, Berli Fionari, Gebi Fitrian, Achmad Gen Gen Gendalasari Ginting, Dianta Golwa, Gian Villany Gustia Kusuma Wardani Hadi, Nariman Hariadi Hariadi Hassanee, Narrong Heti Herawati Husnul Khatimah Hutabarat, Arnold Sultantio Hutajulu, Olnes Yosefa I Gusti Ayu Arwati Jamalludin, Jamalludin Jamaludin . Jaya, Pinto Kesambamula, Eldipalma Kesambamula, Eldipama Khim, Soei Khoir, Ahmad Din KHUZAIMAH Kinanti Wijaya, Kinanti Kusuma Wardani, Gustia Kusuma, Arya Diki Mahidin Mahidin Mahrani, Mahrani Mariana Mariana Marlina, Gusti Marniati, Felicitas Sri Melisasmi, Melisasmi Muhammad Rifqi muhammad rizky, muhammad Mumuh Mulyana Mustaqimah Mustaqimah Nariman, Nariman Novita Sari Nurmaya Arofah Pratama, Berli Eka Pratiwi, Delisa Putri, Rika Andriyani Rachmawati, Indri Ramlan, H. Ratih Puspitasari Retno Martanti Endah Lestari Riyadi, Rizal Rusliana, Selvia Naca Saeful Yusuf Sapridawati, Yeni Sasmi, Meli Satyamulya, Reynaldi Rivanus Seprido Seprido, Seprido Setyo Purwanto SIREGAR, TESALONIKA Sitorus, Mido Ester Soedargo, Bayu Sri Gemawati Sugik Sugiantoro, Sugik Sukmana, Sugi Andrian Sulistiono susanto, haris Syafitri, sukma Novia Tambunan, Melenia Tarigan, Kontan Tilopa, Era Napra Togar Saragi, Togar Vermila, Chezy Wibisono, Sandy Wisnu A. Adi Wisnu Ari Adi Yoyon Supriadi Yuliardani, Novita Yuliarty, Popi Yunasfi . yunasfi yunasfi Yunasfi, Yunasfi - Yusdira, Ade Zul Azhar